Apakah pengertian spiritualitas secara khusus?

Jika penekanan diberikan kepada obyek spiritualitas, yaitu Tuhan, maka spiritualitas berkaitan dengan agama.

Jika penekanan diberikan kepada obyek spiritualitas, yaitu Tuhan, maka spiritualitas berkaitan dengan agama. Spiritualitas memang mengarahkan kepada Sang Pencipta, karena semua manusia diciptakan oleh Tuhan yang satu dan sama, dan hanya di dalam Tuhanlah, kita mendapatkan kebahagiaan yang sejati. Tuhan itu satu namun nyatanya ada beragam spiritualitas. Mengapa? Nampaknya perbedaan terjadi karena beragamnya ekspresi, tanda-tanda atau praktek kehidupan spiritual pada setiap orang. Maka kita perlu bertanya, apakah spiritualitas yang dikehendaki oleh Tuhan sendiri?  Ini serupa dengan pertanyaan: Gereja manakah yang sejati, yang dikehendaki dan didirikan oleh Tuhan Yesus? Bagaimana sikap kita terhadap spiritualitas yang ada di luar struktur Gereja Katolik? Konsili Vatikan II mengajarkan:

“Itulah satu-satunya Gereja Kristus yang dalam Syahadat iman kita akui sebagai Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Sesudah kebangkitan-Nya, Penebus kita menyerahkan Gereja kepada Petrus untuk digembalakan (lih. Yoh 21:17). Ia mempercayakannya kepada Petrus dan para rasul lainnya untuk diperluaskan dan dibimbing (lih. Mat 28:18 dsl), dan mendirikannya untuk selama-lamanya sebagai ‘tiang penopang dan dasar kebenaran’ (lih. 1Tim 3:15). Gereja itu, yang di dunia ini disusun dan diatur sebagai serikat, berada dalam Gereja Katolik, yang dipimpin oleh pengganti Petrus dan para Uskup dalam persekutuan dengannya, walaupun di luar strukturnya yang kelihatan itu pun terdapat banyak unsur pengudusan dan kebenaran, yang merupakan karunia-karunia khas bagi Gereja Kristus dan mendorong ke arah kesatuan katolik.”[1]

Artinya, kita mengakui spiritualitas yang diwahyukan oleh Yesus Kristus sebagai spiritualitas yang otentik. Spiritualitas ini ada dalam Gereja Katolik, yang dipimpin oleh para penerus Rasul Petrus dan oleh para uskup dalam persekutuan dengannya, meskipun terdapat banyak elemen spiritualitas yang satu ini, yang juga terdapat di luar struktur Gereja.

Karena eratnya hubungan antara spiritualitas dengan Tuhan itu sendiri, definisi spiritualitas secara teologis adalah: kemampuan manusia yang berjuang untuk hidup menurut kehendak Allah, dalam keadaan-keadaan seturut penyelenggaraan-Nya.

Karena eratnya hubungan antara spiritualitas dengan Tuhan itu sendiri, definisi spiritualitas secara teologis adalah: kemampuan manusia yang berjuang untuk hidup menurut kehendak Allah, dalam keadaan-keadaan seturut penyelenggaraan-Nya.[2] Sedangkan  teologi spiritual dapat dijabarkan sebagai “penerapan teologi moral ke dalam kehidupan rohani dari seorang Kristiani, untuk memimpin mereka kepada kesempurnaan hidup Kristiani…. ”[3] Maka spiritualitas adalah pengalaman suatu fakta yang disampaikan oleh ajaran/ doktrin. Karena itu, ajaran yang paling sentral dalam wahyu Kristiani menurut tingkatan kebenaran, dapat menentukan isi spiritualitas. Karena itu, spiritualitas Kristiani tak lain adalah cara hidup yang dihasilkan dari partisipasi di dalam kehidupan Allah Trinitas, melalui persatuan dengan Kristus, oleh Roh Kudus di dalam Gereja.

St. Yohanes Paulus II mengatakan, “Istilah spiritualitas berarti cara atau bentuk kehidupan yang sesuai dengan tuntutan Kristiani.

St. Yohanes Paulus II mengatakan, “Istilah spiritualitas berarti cara atau bentuk kehidupan yang sesuai dengan tuntutan Kristiani. Spiritualitas adalah ‘kehidupan di dalam Kristus’ dan  ‘di dalam Roh Kudus, yang diterima dalam iman, dinyatakan dalam kasih dan dihidupi oleh pengharapan, dan sehingga menjadi kehidupan sehari-hari bagi komunitas Gereja.” Karena itu, spiritualitas—yang tujuannya adalah pertobatan—adalah “bukan sebagian hidup, melainkan seluruh hidup yang dibimbing oleh Roh Kudus.”[4]

Dengan kata lain, orang yang spiritual adalah ia yang berusaha memenuhi maksud Allah menciptakannya, yaitu untuk mengenal, mengasihi dan melayani Dia di dunia ini dan untuk berbahagia dengan-Nya selamanya di Surga. Manusia kerap bergumul untuk memahami arti hidupnya. Namun, karena hidup manusia berasal dari Tuhan, tak mengherankan bahwa banyak orang mengalami seperti yang dikatakan oleh Santo Agustinus, “Hati kami tak pernah merasa tenang sampai hati kami beristirahat di dalam Engkau, ya Tuhan.”[5] Hanya jika kita sampai kepada-Nya, kita menemukan kebahagiaan, damai dan pemenuhan makna hidup.

 


[1]Konsili Vatikan II, Lumen Gentium, 8.

[2]Lihat “The Definition of Spirituality”, ref:
http://www.ewtn.com/v/experts/showmessage.asp?number=428186&Pg=&Pgnu=&recnu=

[3]Jordan Aumann, Spiritual Theology, 22.

[4]St. Paus Yohanes Paulus II, Ecclesia in America, 29.

[5]St. Augustine, Confession, Book I, Ch. 1.1. Ref:
http://www.newadvent.org/fathers/110101.htm

SEE ALL Add a note
YOU
Add your Comment
 

Doa St. Thomas Aquinas

Allah Pencipta segala sesuatu, Sumber terang dan kebijaksanaan yang sejati, asal mula segala makhluk, curahkanlah seberkas cahaya-Mu untuk menembus kegelapan akal budiku. Ambillah dariku kegelapan ganda yang menyelimutiku sejak lahir, suatu ketidak-mengertian karena dosa dan ketidak-tahuan. Berilah kepadaku, pengertian yang tajam dan ingatan yang kuat dan kemampuan untuk memahami segala sesuatu dengan benar dan mendasar. Karuniakanlah kepadaku talenta untuk menjelaskan dengan tepat dan kemampuan untuk mengutarakannya dengan saksama, luwes dan menarik. Tunjukkanlah bagaimana aku memulainya, arahkanlah perkembangannya dan bantulah sampai kepada penyelesaiannya. Kumohon ini demi Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Review Kursus

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus.