Tentang kejatuhan Iblis dan Lucifer

Apakah benar iblis jatuh sebelum penciptaan manusia? Walaupun tidak tertulis secara eksplisit dalam Kitab Kejadian, kita dapat menyimpulkannya demikian.

Pada kisah Penciptaan, dituliskan sebagai berikut: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kej 1:1). Dalam bahasa Inggris (terjemahan dari Latin sebenarnya adalah, “In the beginning God created heaven, and earth.” (Gen 1:1). Maka “heaven”/ surga di sini termasuk segala penghuni surga, yaitu para malaikat. Sebagian dari para malaikat ini kemudian menolak Tuhan, yang dipelopori oleh Lucifer. Kita dapat melihat kisah penolakan ini di dalam Yes 14: 12-15:

“Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur (Lucifer), putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu:

Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.”

Walaupun pada perumpamaan ini Nabi Yesaya menggunakan ekspresi Lucifer  (diterjemahkan sebagai Bintang Timur) untuk menggambarkan Raja Babilonia, namun para Bapa Gereja mengajarkan ayat ini juga untuk menjelaskan pemberontakan sejumlah malaikat terhadap Tuhan, yang dipimpin oleh Lucifer.

Maka dosa yang terbesar Lucifer adalah hasrat untuk menjadi tidak tergantung pada Allah dan ingin menjadi setara dengan Allah. Sehingga menurut St. Thomas Aquinas dosa pertama dari Iblis ini adalah kesombongan (the sin of pride). Malaikat juga diciptakan sempurna, sebagai makhluk yang murni spiritual (tanpa tubuh); dan setiap dari mereka juga diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memilih atau menolak Tuhan. Karena kesempurnaan mereka sebagai mahluk spiritual, maka akibat dari pilihan mereka menolak Allah, membuat mereka demikian terpisah dari Allah, dan situasi keterpisahan inilah yang disebut neraka.

Paus Yohanes Paulus II, mengajarkan dalam http://www.vatican.va/holy_father/jo…071999_en.html demikian:
Eternal damnation”, therefore, is not attributed to God’s initiative because in his merciful love he can only desire the salvation of the beings he created. In reality, it is the creature who closes himself to his love. Damnation consists precisely in definitive separation from God, freely chosen by the human person and confirmed with death that seals his choice for ever. God’s judgement ratifies this state.

Baru setelah kejadian kejatuhan sebagian dari malaikat ini ke dalam neraka yang mereka pilih sendiri, terjadilah penciptaan alam semesta dan dunia. Di akhir penciptaan dunia, manusia pertama (Adam dan Hawa) diciptakan, yang diikuti oleh kejatuhan mereka ke dalam dosa pertama. Sama dengan dosa Lucifer dan para pengikutnya, dosa manusia yang pertama adalah kesombongan, ingin menjadi allah, menentukan sendiri hal yang baik dan jahat. Kemudian, tentang peristiwa kejatuhan malaikat, juga dikisahkan di kitab Wahyu (lih. Why 12:7-9).

Pertanyaan berikutnya adalah apakah benar Lucifer adalah penghulu malaikat yg tertinggi? Menurut bahasa yang digunakan dalam Yes 14 tadi dan Yeh 28, maka Lucifer memang digambarkan sebagai malaikat yang mempunyai tingkatan yang tinggi pada tingkatan para malaikat. Banyak teologian yang mengatakan bahwa sebelum kejatuhannya, Lucifer adalah yang tertinggi di antara para malaikat. Menurut Suarez, ini dapat diartikan bahwa tidak ada yang lebih tinggi daripada Lucifer, namun banyak malaikat yang setara dengan dia. Namun demikian, pandangan ini baru merupakan “pendapat” para ahli Kitab Suci, sebab menurut pandangan yang lain, Lucifer bahkan tidak termasuk dalam bilangan kawanan malaikat yang tertinggi Serafim, Kerubim dan Tahta Suci.

Apapun tingkatan Lucifer, kita dapat melihat bahwa Lucifer menempati tingkatan yang cukup tinggi, terlihat dari banyaknya malaikat lain yang mengikuti dia. Maka menurut para Bapa Gereja, Lucifer adalah bukan nama si Iblis, namun hanya menggambarkan keadaannya sebelum ia kejatuhannya. (Petavius, De Angelis, III, iii, 4) Sebab kita membaca, “Iblis dan malaikat- malaikatnya” (Mat 25:41), “naga dan malaikat-malaikatnya” (Why 12:7). St. Gregorius mengatakan bahwa Iblis merupakan kepala semua yang jahat, dan semua yang jahat adalah anggota-anggotanya. (Hom. 16, in Evangel.)

Untuk menghadapi segala kuasa jahat ini maka Rasul Paulus mengajarkan, “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis….. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan….” (Ef 6: 11, 14-18)

4.3 6 votes
Article Rating
85 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
arnold
5 years ago

Tuhan menciptakan semua pada awalnya baik adanya. Lalu dari mana ada kejahatan yang dilakukan manusia?

Anggaplah kejahatan berasal dari kehendak bebas manusia. Lalu dari mana adanya kehendak bebas manusia yang jahat dan tidak sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan?

Anggap saja kehendak bebas jahat manusia itu berasal dari iblis. Lalu darimana asalnya iblis itu?

Iblis berasal dari malaikat yang memiliki kehendak bebas juga. Lalu dari mana asal kehendak bebas jahat yang dimiliki iblis (yang dulunya adalah malaikat)?

Padahal kembali pada premis awal bahwa Tuhan menciptakan semua pada awalnya baik adanya.

Stefanus Tay
Reply to  arnold
5 years ago

Shalom Arnold,
Anda menuliskan “Anggaplah kejahatan berasal dari kehendak bebas manusia. Lalu dari mana adanya kehendak bebas manusia yang jahat dan tidak sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan?” Untuk mengupas hal ini, silakan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini: Menurut Anda apakah definisi dari “kehendak bebas”? Apakah kehendak bebas adalah sesuatu yang baik atau tidak? Kalau baik apakah alasannya dan kalau tidak baik apakah alasannya? Apakah penyebab dari seseorang menyalahgunakan kehendak bebasnya? Semoga pertanyaan-pertanyaan ini dapat memberikan kedalaman diskusi.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

arnold
Reply to  Stefanus Tay
5 years ago

Kehendak bebas adalah suatu pemberian dari Tuhan kepada manusia (dan malaikat-malaikat Nya) , di mana kita dapat secara bebas untuk melakukan apa saja , termasuk diantaranya mengikuti ataupun menolak Tuhan. Kehendak bebas terlihat baik karena berarti Tuhan tidak memaksakan kehendak Nya pada manusia sehingga manusia tidak terprogram untuk selalu berkata “ya” pada kehendak Tuhan, sebagaimana robot pada penciptanya. Hal jelek dari kehendak bebas ialah kalau manusia akhirnya memilih untuk menentang Tuhan. Penyebab orang menyalahgunakan kehendak bebas yaitu ketidaksempurnaan manusia sehingga sering terjerumus dalam godaan iblis. Dan kalau dilihat dari hasil akhirnya, dimana orang bisa masuk neraka karena kehendak bebasnya, mungkin… Read more »

Stefanus Tay
Reply to  arnold
5 years ago

Shalom Arnold, Terima kasih atas tanggapannya. Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan. Kami telah menjawab tentang apa itu kehendak bebas di sini. [qa id=14369] Dari penjelasan di atas, sesungguhnya kita dapat melihat bahwa kehendak bebas sesungguhnya adalah sesuatu yang baik. Itulah sebabnya, setelah menciptakan manusia, Allah mengatakan bahwa itu adalah sungguh amat baik (lih. Kej 1:31). Di satu sisi, kita bisa menerima bahwa Allah menciptakan manusia sungguh amat baik dengan akal budi dan kehendak, sehingga manusia mempunyai kehendak bebas. Namun, di satu sisi, karena kehendak bebas yang memungkinkan manusia dapat berkata “ya” dan “tidak”, kemudian kita menyalahkan Tuhan.… Read more »

anonymous
anonymous
6 years ago

bagaimana tanggapan gereja katolik tentang testament of Lucifer? http://www.amazon.com/Lucifers-Testament-Paul-Christopher/dp/3453432282/ref=sr_1_1?ie=UTF8&s=books&qid=1226496819&sr=8-1 Testament of Lucifer Bagian Pertama Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkanNyalah terang itu dari gelap. Dan terang itu adalah Lucifer, yang namanya berarti pembawa terang, sehingga dia juga dinamai dengan nama siang. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Itulah kisah asal mula Lucifer yang diciptakan Allah pada hari pertama. Makhluk Allah yang diciptakan pada… Read more »

Priscilla
Priscilla
6 years ago

Mungkin maksud sy lebih ke salah satu kemampuan mereka tsb yg dapat dengan mudah menarik umat katolik untuk meninggalkan gereja katolik dan beralih ke gereja kristen non katolik Romo.. Apakah hal tsb termasuk salah satu siasat setan dengan menggunakan nama Yesus sbg alat pemecah umat katolik?

Ingrid Listiati
Reply to  Priscilla
6 years ago

Shalom Priscilla, Nampaknya, kita perlu menerima bahwa tidak semua hal dapat kita ketahui. Hal motivasi yang mendorong seseorang sampai meninggalkan Gereja Katolik, tidak dapat kita ketahui dengan pasti. Yang mengetahui tentang hal itu sesungguhnya hanya Tuhan. Maka janganlah kita berspekulasi untuk menentukan siapakah yang bersalah dalam hal ini, atau mengatakan bahwa hal itu adalah ‘siasat setan’. Hal perpecahan memang tidak sejalan dengan kasih, sebab kasih yang tulus selalu menghendaki persatuan. Demikianlah kita mengetahui bahwa Kristus menghendaki kesatuan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya (lih. Yoh 17:20-21). Namun bahwa kenyataannya, ada perpecahan itu, dan Tuhan mengizinkan hal itu terjadi, maka kita… Read more »

PJ
PJ
6 years ago

Satu lagi rasa penasaran saya Romo..

Apakah kemampuan untuk menyembuhkan oleh saudara kita dalam Kristus yg berlainan gereja jg merupakan salah satu cara setan untuk mengalihkan kita dr Gereja yg didirikan Yesus sendiri?

RD. Yohanes Dwi Harsanto
RD. Yohanes Dwi Harsanto
Reply to  PJ
6 years ago

Salam PJ,

Tidak selalu demikian, namun kesimpulan akan hal ini memerlukan pengujian. Dalam Injil Markus bab 9 ayat 38 – 40 jelas bahwa orang lain yang bukan murid Yesus pun bisa melakukannya dan Yesus menegaskan bahwa mereka itu bukan lawan kita melainkan di pihak kita.

Sedangkan pengujian yang saya maksud ialah seperti pengujian yang menjadi prosedur tetap dalam Gereja Katolik mengenai syarat-syarat bagi suatu kasus sehingga bisa dinyatakan kerasukan dan membutuhkan eksorsisme.

Salam
RD. Yohanes Dwi Harsanto

PJ
PJ
6 years ago

Terimakasih Romo atas penjelasannya..

Saya jd mengerti sekarang bahwa itu merupakan salah satu cara setan untuk menjauhkan kita dr Gereja yg didirikan Tuhan Yesus.

Tuhan Memberkati

PJ
PJ
6 years ago

Shalom Katolisitas..

Sy ingin bertanya kenapa tetangga kita bisa mengurung hantu di dalam botol pada saat pembersihan rumah dan kita dapat melihat bentuk hantu tsb? Apakah kita sbg orang katolik boleh percaya akan hal tsb?

RD. Yohanes Dwi Harsanto
RD. Yohanes Dwi Harsanto
Reply to  PJ
6 years ago

Salam PJ, Seperti telah kita bahas dalam tanya jawab dalam beberapa artikel, kita percaya bahwa setan berupaya keras dengan pelbagai cara agar berhasil mengalihkan perhatian manusia dari Allah, mengalihkan dengan bertahap-tahap manusia dari rencana penyelamatan-Nya melalui Kristus dalam Roh Kudus serta dari Gereja. Saya sendiri menilai bahwa peristiwa “hantu dalam botol” itu merupakan salah satu upaya pengalihan tersebut. Jangan sampai kita terpukau dengan sensasi peristiwa dan segala tipuan setan itu, sampai lupa urus diri sendiri untuk hidup yang makin sesuai dengan rencana Allah yang menyelamatkan. Seperti kita tahu, Gereja hanya mengajarkan berdoa, momohon agar setan terusir atau memohon agar kita… Read more »

Donny
Donny
7 years ago

Shalom Katolisitas..
Saya mau nanya dong.

Segala sesuatu yang berasal dari Allah adalah merupakan kebaikan. Allah juga menciptakan Para Malaikat dalam kebaikan. Pertanyaan saya adalah siapa yang menciptakan kejahatan, sehingga Malaikat Tuhan yang baik bisa jatuh pada kejahatan tersebut? Apakah Tuhan juga menciptakan kejahatan dalam diri Malaikatnya, sehingga MalaikatNya bisa memilih berbuat kebaikan atau berbuat kejahatan ? Siapakah yang menciptakan kesombongan dalam diri lucifer sehingga ia ingin menyamai Allah?

Terima kasih.
Mohon tanggapannya.
Kasih Allah menyertai kita. Amin

Stefanus Tay
Reply to  Donny
6 years ago

Shalom Donny,
Prinsip yang harus dipegang adalah semua yang datang dari Allah adalah baik, karena Allah adalah baik. Prinsip kedua, kejahatan bukanlah sesuatu yang positif namun ketidakadaan kebaikan. Dengan demikian, kalau sebagian malaikat memilih untuk melawan Allah, maka perlawanan justru ada dari diri malaikat itu sendiri yang memutuskan untuk tidak mau taat kepada Allah. Tuhan menciptakan kehendak bebas dalam diri malaikat dan ini adalah sesuatu yang baik. Namun, sebagian malaikat itu sendiri yang tidak menggunakan kehendak bebasnya dengan benar.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

A Gentur Panuwun
A Gentur Panuwun
7 years ago

Maka “heaven”/ surga di sini termasuk segala penghuni surga, yaitu para malaikat. Sebagian dari para malaikat ini kemudian menolak Tuhan, yang dipelopori oleh Lucifer. Kita dapat melihat kisah penolakan ini di dalam Yes 14: 12-15: Makhluk yang sudah berada di Sorga apakah telah memiliki kebebasan sejati? Ketika aku berdikusi ada yang mengatakan bahwa selama manusia masih berada di dunia maka kebebasan manusia belum sempurna, namun ketika telah berada di Sorga, manusia mempunyai kebebasan yang sempurna, dan tentu tidak bisa lagi berbuat dosa, karena kehendaknya selalu sempurna mengarah kepada Allah. Pertanyaannya : Mengapa Malaikat sebelum jatuh dalam dosa; sepertinya kebebasannya tidak… Read more »

Stefanus Tay
Reply to  A Gentur Panuwun
7 years ago

Shalom A Gentur, Memang semua makhluk di Sorga – manusia dan malaikat – mendapatkan kehendak bebas yang sempurna dan tidak bisa berbuat dosa lagi. Yang perlu ditekankan di sini adalah kehendak bebas yang baik adalah bukanlah kebebasan untuk memilih yang tidak baik, namun memilih di antara baik dan baik. Pertanyaan Anda akan terjawab kalau kita mengerti bahwa pada awalnya, malaikat diciptakan oleh Tuhan bukan di dalam Kerajaan Sorga – di mana mereka melihat Allah muka dengan muka. Malaikat yang baik yang memutuskan untuk menyembah Allah masuk ke dalam Kerajaan Sorga, dan yang jahat terpisah dengan Allah. Semoga dapat menjawab pertanyaan… Read more »

Stefan Purnama
Stefan Purnama
Reply to  Stefanus Tay
7 years ago

Dear Pak Stef, Izinkan saya menyimpulkan jawaban dari Pak Stef sebelumnya mengenai keadaan malaikat sebelum jatuh dalam dosa. Berarti Lucifer atau malaikat-malaikat yang lain tidak diciptakan Allah dalam Kerajaan Sorga sehingga dengan demikian mereka tidak bisa memandang rupa Allah dari muka ke muka. Jadi dengan kehendak bebasnya mereka memilih untuk menentang Allah yang menyebabkan mereka jatuh dalam dosa. Pertanyaanya lalu dimana mereka berada pada saat Allah menciptakan alam semesta? Lalu mengapa tidak ada pertobatan bagi Lucifer dan pengikutnya yang memberontak kepada Allah? apakah karena mereka murni makhluk rohani? yang memiliki tingkat intelektual dan spiritual yang sudah sempurna dan tidak mengalami… Read more »

Stefanus Tay
Reply to  Stefan Purnama
7 years ago

Shalom Stefan, Allah menciptakan malaikat tidak di Sorga dalam pengertian melihat Allah muka dengan muka. Kita jangan melupakan bahwa malaikat adalah hanya mempunyai jiwa, makhluk rohani, yang tidak membutuhkan tempat. Malaikat yang diciptakan dengan pengetahuan yang luar biasa sesungguhnya telah melihat konsekuensi dari dosa yang dilakukannya, perlawanan kepada Allah yang tetap, sehingga tidak ada penyesalan. Dengan kondisi ini, maka sekali melawan, maka mereka terpisah dengan Allah untuk selamanya. Manusia diberi kesempatan bertobat karena pengetahuan manusia tidaklah sesempurna malaikat. Dengan kata lain, pengetahuan manusia berkembang, yang memungkinkan manusia mampu untuk memperbaiki kesalahannya. Dan untuk manusia ini, Yesus datang ke dunia untuk… Read more »

A Gentur Panuwun
A Gentur Panuwun
Reply to  Stefanus Tay
7 years ago

Pak Stef Ytk, Oow aku pikir apa yang tertulis tentang “heaven”/sorga di sini : Maka “heaven”/ surga di sini termasuk segala penghuni surga, yaitu para malaikat. Sebagian dari para malaikat ini kemudian menolak Tuhan, yang dipelopori oleh Lucifer. Kita dapat melihat kisah penolakan ini di dalam Yes 14: 12-15: Sejak dari awal memang malaikat itu sudah berada dalam kebersamaan Allah di sorga, baru kemudian ada yang berontak. Ok matur nuwun Pak Stef [dari katolitas: Heaven di dalam Kitab Suci tidak selalu berarti Sorga – melihat Allah muka dengan muka. Jadi, pada waktu penciptaan para malaikat, mereka belum berada di Sorga… Read more »

John
John
7 years ago

Shalom pak Stef & bu Ingrid yg t’kasih…

Kita tahu bhwa Tuhan sering mnyampai’n rmalan & nubuat2 ttg msa depan (slalunya ttg akhir zaman) kpd para Nabi.

Soaln sya- mampukah Iblis jg mlakukan prkara ini? Blehkah iblis mnyampai’n rmalan2 ttg msa dpan kpd manusia? Apakh iblis mmpu mlihat msa dpan?

Mhon p’cerahan
Thanx in advance
God bless…

Stefanus Tay
Reply to  John
7 years ago

Shalom John,

Memang hanya Tuhan yang maha tahu. Dan Tuhan dapat menyampaikan apa yang Dia ketahui di masa depan melalui perantaraan para nabi, melalui mimpi atau inspirasi yang lain dan dengan jalan yang Dia pandang baik. Sebaliknya setan tidak tahu akan apa yang terjadi di masa depan. Hanya, perlu digarisbawahi bahwa setan adalah pribadi yang sungguh pintar, jauh melebihi manusia. Oleh karena itu, berdasarkan kemampuannya, dia dapat saja memprediksi apa yang terjadi di masa depan dan memperdaya manusia. Jadi, kita harus berhati-hati terhadap jebakan setan. Semoga membantu.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

hendro anpit
hendro anpit
7 years ago

shalom pengelola Katolisitas,

mohon pencerahannya…
maaf kalau pertanyaannya sedikit konyol dan mungkin kurang berbobot.
yang saya mau tanyakan, apakah berdosa jika kita memakai baju yang bergambarkan lucifer/setan, apalagi jika kita memakai baju tersebut ditempat ibadah/gereja?

makasih sblmx….
hendro anpit

[Dari Katolisitas: Mohon dijawab dahulu, apakah maksud memakai baju bergambar setan itu? Apalagi memakainya untuk ke tempat ibadah?]]

Bartolomeus
Bartolomeus
Reply to  hendro anpit
6 years ago

sekadar tanggapan saja. mungkin yang dimaksudkan oleh sdr. hendro anpit adalah t-shirt (biasanya berwarna hitam) yang lazim dikenakan oleh musisi/penggemar musik underground yang beraliran black-metal, death-metal, atau grindcore; dimana t-shirt tersebut seringkali bergambar salib terbalik, atau pentakel (pentagram?) terbalik yang (biasanya) di dalamnya ada kepala kambing (baphomet?), atau simbol-simbol satanik lainnya yang memang menjadi ciri khas dari logo band-band dari aliran musik tersebut. tambahan pertanyaan dari saya (tidak berkaitan dengan tanggapan saya di atas): saya pernah melihat seorang umat yang mengikuti misa dengan mengenakan topi dan tak pernah mencopotnya sepanjang misa berlangsung. apakah hal tersebut diperkenankan? bila tidak, bolehkah saya… Read more »

hui
hui
7 years ago

Allah menciptakan segalanya.
tapi kenapa Tuhan menciptakan para iblis (Lucifer)?
bukankah jika Tuhan hanya menciptakan para malaikat, Alam semesta ini akan damai dan semua manusia dapat masuk surga?

apakah Kerajaan Allah itu tidak cukup menampung semua umat manusia?

mohon penjelasan… newbe

[dari katolisitas: Semua yang Allah ciptakan adalah baik. Pada mulanya Allah menciptakan malaikat, namun sebagian dari malaikat memutuskan untuk melawan Allah. Malaikat yang melawan Allah inilah yang disebut iblis. Dengan kata lain, pada mulanya semua yang diciptakan oleh Allah adalah baik adanya, karena Allah yang kudus dan maha kasih tidak mungkin menciptakan sesuatu yang buruk.]

Michael
Michael
7 years ago

Menurut saya seperti ini, nama “Lucifer” itu tidak ada dalam bahasa asli Alkitab. Lucifer yang disebutkan dalam versi KJV itu adalah hasil terjemahan dari bhs ibrani (bukan sebuah nama tokoh), kalau diterjemahkan dalam bhsa indo artinya bintang timur/pembawa cahaya, sedangkan dalam bahasa asli Ibrani (kitab PL) diterjemahkan הילל HEYLEL, dari kata הלל HALAL “memuji”. Dalam kata itu tidak dijumpai kata iblis (ibrani : שטן ). Lucifer adalah hasil terjemahan dari Ibrani ke bahasa Latin, digunakan dalam Vulgata, Alkitab bahasa Latin yang dipakai di kalangan Katolik. Seperti versi terjemahan KJV pada Yesaya 14:12 yg secara jelas memakai kata Lucifer. Pada ayat… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Michael
7 years ago

Shalom Michael, Sebagian besar dari yang Anda sampaikan itu, telah pernah dibahas di artikel ini, silakan klik. Anda benar, bahwa kata lucifer itu bukan nama, namun adalah terjemahan Latin dari kata bintang timur/ bintang fajar/ bintang kejora. Oleh karena itu di ayat lainnya dalam Kitab Suci, kata Bintang timur tersebut mengacu kepada Kristus (2 Pet 1:19). Anda juga benar bahwa pada kitab Yesaya 14:12, kata Lucifer itu dapat dihubungkan dengan raja Babel. Namun demikian, dalam Yes 14:12 dikatakan frasa yang juga diulangi oleh Yesus dalam Luk 10:18, sehingga banyak ahli Kitab Suci (bukan hanya dari kalangan Katolik), menghubungkan kedua ayat… Read more »

yusup sumarno
yusup sumarno
7 years ago

Romo Santo, Saya ingin sekali Romo “melukiskan” logika atau jalan pikiran setan (dalam hal ini setan utama yang menggoda Judas Iskariot sehingga Judas menjual/mengkhianati Yesus). Mengapa setan itu menggoda Judas agar mengkhianati Yesus? (pertanyaan ini tidak perlu dijawab) Pertanyaan intinya adalah ini: Jika Yesus TIDAK dikhianati dan akhirnya TIDAK MATI di salib, apa ruginya setan itu? Dengan kata lain, mengapa setan begitu bernafsu mengakhiri hidup Yesus sejak awal sampai akhir (dari pembantaian bayi oleh Herodes, godaan setan di padang gurun agar Yesus menjatuhkan diri, sampai pengkianatan Yudas)? Benarkah logika saya ini, bahwa setan hanya ingin agar Yesus mati. Bila Yesus… Read more »

RD. Yohanes Dwi Harsanto
RD. Yohanes Dwi Harsanto
Reply to  yusup sumarno
7 years ago

Salam Yusup Sumarno, Setan hanya memiliki kebencian 100% akan Allah dan karya penyelamatan-Nya atas manusia. Mereka pun punya iri dan dendam serta kesombongan 100% pada manusia serta akan kenyataan mengapa Sabda Allah mau menjadi manusia. Dengan sumber dosa dari dalam dirinya yang tak pernah padam itu, maka mengalirlah semua upaya kasar maupun halus untuk menggagalkan rencana Allah bagi manusia. Mereka bahkan menggoda Yesus Kristus sendiri serta menggoda para murid, yang ditanggapi oleh Yudas Iskariot. Kecolongannya setan disebabkan karena mereka tidak mempercayakan diri/mengandalkan dan bersandar pada kehendak Allah yang menyelamatkan. Sedangkan malaikat ialah makhluk rohani yang dengan kebebasannya sepenuhnya memilih mendengarkan… Read more »

yusup sumarno
yusup sumarno
Reply to  RD. Yohanes Dwi Harsanto
7 years ago

Romo Santo,
Banyak terima kasih. Pesan utama dr jawaban Romo adalah agar saya selalu mengandalkan Tuhan biar tdk seperti setan atau tdk kesetanan. Sehat selalu buat Romo.

wardi
wardi
Reply to  RD. Yohanes Dwi Harsanto
7 years ago

Dengan sumber dosa dari dalam dirinya yang tak pernah padam itu, maka mengalirlah semua upaya kasar maupun halus untuk menggagalkan rencana Allah bagi manusia.
#cut#
Bila demikian maka..
Menurut Romo, inkusisi termasuk upaya kasar atau halus ?

Hidup malaikat diabdikan sepenuhnya 100% sesuai kehendak-Nya
Bila demikian maka..
Apakah Keberdosaan Malaikat adalah parsial sepenuhnya 100% sesuai kehendak-Nya?

RD. Yohanes Dwi Harsanto
RD. Yohanes Dwi Harsanto
Reply to  wardi
7 years ago

Salam Wardi, Mengenai inkuisisi, Anda bisa membacanya di artikel “Tentang Inkuisisi”, silakan klik di sini, dan silakan menilai manakah inkuisisi yang diselenggarakan secara bertanggung jawab sesuai maksud diadakannya, dan inkuisisi yang melenceng dari maksud semula. Siapapun makhluk yang memiliki rohani berarti juga memiliki kehendak bebas. Manusia dan malaikat ialah makhluk yang memiliki rohani. Manusia memiliki rohani sekaligus jasmani, sedangkan malaikat hanya memiliki rohani saja. Mereka bisa menolak maupun menerima kehendak Allah. Malaikat yang memilih memberontak menjadi setan, makhluk rohani yang jahat. Sedangkan malaikat yang tetap setia tetap menjadi malaikat. Kejatuhan malaikat dan manusia bukanlah kehendak Allah, melainkan kehendak si setan… Read more »

andi
andi
7 years ago

slmt siang tim katolisitas..
saya mau bertanya sebenarnya bintang timur itu siapa ya? apakah Yesus atau lucifer?
terima kasih

Ingrid Listiati
Reply to  andi
7 years ago

Shalom Andi, Lucifer adalah kata sebutan (transliserasi) yang artinya adalah Bintang Timur/ Bintang Fajar (“Star of the Morning/ Bright Morning Star“). Sebutan ini muncul sekali dalam Yes 14:12 sebagai sebutan bagi iblis, dan yang juga menggambarkan Raja Babilonia. Namun dalam banyak ayat lainnya dalam Kitab Suci, “Bintang Timur” ini adalah sebutan bagi Yesus (lih. Why 22:16; Why 2:28; 2 Pet 1:19). Kristus adalah Sang Bintang Timur, sebagai Bintang yang telah lama dijanjikan Allah akan terbit (lih. Bil 24:17, Luk 1:76-79) untuk menerangi mereka yang hidup dalam kegelapan (Yes 9:2; Mat 4:16), sebab Kristus adalah Sang Terang Dunia (lih. Yoh 8:12).… Read more »

Yogi
Yogi
7 years ago

Dia malaikat hanya saja kecemburuan yg membuat segalanya berubah…..

[Dari Katolisitas: Ya, Lucifer adalah malaikat, yang telah jatuh dalam dosa kesombongan sehingga memilih untuk menolak untuk taat kepada Allah]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
85
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
X