Tentang Kebenaran Eksodus

Pertanyaan:

Shaloom saya ingin kejelasan dari link ini

http://top10.sidomi.com/25486/10-mitos-menyimpang-mesir-kuno/

Pada point ke dua, Perbudakan Israel
Terdapat perbedaan antara sejarah Alkitab dan menurut info di sini,
Di sana dikatakan bahwa Israel tidak diperbudak Mesir..

Yang ingin saya tanyakan apakah benar info tersebut???
Karena secara tidak langsung Umat Nasrani melalui Alkitab telah “mencemarkan nama baik Mesir”
Mohon penjelasannya…
Stefanus

Jawaban:

Shalom Stefanus,

Untuk menjawab apakah kejadian eksodus bangsa Israel keluar dari Mesir sebagai kejadian nyata atau tidak, kita berpegang pada apa yang tertulis dalam Kitab Suci dan dari bukti sejarah. Kitab Suci menuliskan bahwa kejadian tersebut sungguh terjadi, yaitu saat Nabi Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir yang saat itu dipimpin oleh raja Mesir yang disebut Firaun (lih. Kel 5-). Para ahli Kitab Suci dan ahli sejarah kemudian mencocokkan di manakah/ kapankah kiranya Firaun ini tercantum dalam sejarah bangsa Mesir, dan apakah yang dicatat oleh sejarah seputar kepemimpinan Firaun ini. Para ahli mengidentifikasikan Firaun ini dengan Raja Ramses II (1290- 1213), yang digantikan oleh keturunannya, Raja Merneptah/ Merenptah (1213- 1203) (lih. John H. Walton, Chronological and Background Charts of the Old Testament, (Michigan: Zondervan, 1994), p. 62)

Beberapa tulisan/ bukti sejarah kemudian ditemukan, walaupun tidak secara langsung menyebut adanya eksodus bangsa Israel, tetapi menunjukkan adanya fakta yang mendukung kisah yang disebutkan dalam Kitab Keluaran tersebut. Hal ini dapat dibaca antara lain di link ini, silakan klik.

1. The Merneptah stele

Salah satu penemuan penting yang berhubungan dengan masa eksodus [keluarnya bangsa Israel dari Mesir] adalah plat batu Merneptah, tertanggal sekitar tahun 1210 (BC). Merneptah, Raja Mesir, menyombongkan diri bahwa ia telah menghancurkan para musuhnya di tanah Kanaan. Ia mengatakan: Dikalahkan Kanaan dengan segala kejahatannya; Ashkelon dikalahkan; Gezer dikuasai, Yanoam dibuat seperti tidak pernah eksis; Israel dihancurkan/ dibiarkan sia- sia, namun keturunannnya tidak (ANET 1969, 378). Kata “Israel” di sini ditulis di dalam bahasa Mesir yang artinya adalah bangsa dan bukan tanah (ANET 1969, 378). Ini menunjukkan bahwa bangsa Israel tidak mempunyai raja ataupun kerajaan pada saat itu. Pada saat itu yang berkuasa adalah para hakim- hakim. Teks ini juga menyimpulkan bahwa Israel adalah bangsa yang kuat seperti halnya kota- kota lain yang disebutkan di sana, dan bukan hanya suku bangsa yang kecil jumlahnya [sebagaimana diperkirakan oleh sebagian orang, bahwa eksodus tidak melibatkan banyak orang Israel] …. Terdapat sebuah tempat yang disebut dalam Yos 15:9,18:15, “mata air Me-Neftoah” yang kemungkinan merupakan nama Ibrani bagi Merneptah.”

2. Teks ‘The Admonitions of Ipuwer’ di jaman dinasti ke-19-20 bangsa Mesir.

Ahli sejarah, John Van Seter, mengatakan, berdasarkan teks Ipuwer tersebut bahwa jaman dinasti ke- 19-20 (abad 13-11 BC) adalah masa pengusiran bangsa Hyksos dari Mesir. Dikatakan demikian: “Para orang asing telah menjadi bangsa di mana- mana…. Sungai Nil banjir … orang- orang miskin telah menjadi pemilik harta karun …. banyak orang mati dikubur di sungai …. mari kita usir banyak orang di antara kita …. Sungai itu (Nil) menjadi darah (ANET 1969, 441; Lichtheim 1975, 1:151). Tulisan ini terdengar serupa dengan tulah pertama yang terjadi di Mesir (Kel 7:14-24)…… Pengusiran bangsa Hyksos adalah serangkaian kampanye yang terjadi sejak Kamose menjadi raja di Thebes, yang melawan bangsa Hyksos. Anaknya Ahmose akhirnya berhasil mengusir bangsa Hyksos. Di kubur seorang komadan bernama Ah-mose tercatat kemenangan atas bangsa Hyksos.

Keluarnya bangsa Israel dari Mesir, kemungkinan termasuk dalam rangkaian keluarnya bangsa Hyksos dari Mesir. Kisah eksodus kemungkinan besar berdasarkan atas pengusiran bangsa Hyksos dari Mesir, sebab tidak ada pencatatan lain tentang keluarnya banyak orang dari Mesir (Robertson 1990, 36; Halpern 1994, 89-96; Redford 1897, 150). Bukti ini nampaknya cocok dengan pencatatan sejarah dari sejarahwan Yahudi, Josephus. Meskipun bangsa Mesir melihat bahwa pengusiran bangsa Hyksos sebagai sebuah kemenangan militer yang besar, bangsa Israel melihat peristiwa ini sebagai kemenangan penyelamatan yang besar bagi mereka. Hal ini nampaknya mirip dengan banyak kejadian yang dicatat di dalam sejarah kuno bangsa- bangsa, ketika kedua pihak sama- sama mengklaim kemenangan bagi bangsanya. Raja Ramses II bertarung dengan bangsa Het (Hittites) dan hampir kehilangan nyawanya, namun ia menyebut ini sebagai kemenangan besar, demikian juga bangsa Het mengklaim kemenangan besar bagi bangsanya. Dalam kenyataannya posisi keduanya adalah saling mengunci [seri], sehingga keduanya menandatangani perjanjian (ANET 1969, 201; Soggin 1993, 213)…. Raja Sanherib (Raja Asyur) mengklam kemenangan besar atas Israel dengan menguasai 46 kota dan sekeliling Yerusalem; sedang Raja Hezekiah (Raja Israel) sejamannya, walau disebut sebagai “seperti burung dalam sangkar” (ANET 1969, 288), juga mengklaim kemanangan besar, sebab Yerusalem tidak dikalahkan. Di Mesha atau di prasasti Moab (ANET 1969, 320), Raja Moab, Mesha, mengklaim kemenangan atas Israel, namun Israel juga mengklaim kemenangan atas Moab (2 Raj 3:4-27). Demikianlah, nampaknya apa yang dianggap oleh bangsa Mesir sebagai kemenangan dengan pengusiran bangsa Hyksos dari keluar dari Mesir, dilihat oleh bangsa Israel sebagai eksodus yang besar, sebuah kemenangan penyelamatan dari perbudakan bangsa Mesir.

Selanjutnya, tidaklah mengherankan jika setiap bangsa dalam mencatatkan sejarahnya berusaha untuk menuliskan hal- hal yang baik dan cenderung untuk tidak menyampaikan hal yang buruk tentang bangsanya. [Hal ini misalnya jelas terlihat dari berbedanya catatan sejarah bangsa Cina dan Jepang, atau Cina dan Taiwan- perihal pertikaian- pertikaian. yang melibatkan bangsa- bangsa tersebut] Untuk itu, agar menjadi lebih obyektif, kita perlu membaca catatan sejarah yang dicatat oleh bangsa lawannya. Dengan prinsip ini, tidak mengherankan kalau catatan tentang bagaimana bangsa Israel dapat lolos dari perbudakan Mesir tidak dicatat secara khusus dalam sejarah bangsa Mesir. Tetapi hal tersebut dicatat dalam sejarah bangsa Israel, seperti juga tercatat dalam Kitab Suci Kristiani.

Gereja Katolik mengajarkan, berdasarkan Kitab Suci, bahwa peristiwa pembebasan bangsa Israel dari perbudakan Mesir sebagai fakta yang sungguh terjadi:

KGK 62    Dalam waktu sesudah zaman para bapa (patriarkh- para bapa keturunan Abraham), Tuhan menjadikan Israel bangsa-Nya. Ia membebaskannya dari perhambaan di Mesir, mengadakan perjanjian dengannya di Sinai, dan memberi kepadanya hukum-Nya melalui Musa, supaya mengakui diri-Nya sebagai satu-satunya Allah yang hidup dan benar, sebagai bapa penyelenggara dan sebagai hakim yang adil, dan untuk menantikan Juru Selamat terjanji (Bdk. Dei Verbum 3).

Selanjutnya tentang kebenaran Kitab Suci, Katekismus mengajarkan:

KGK 105    Allah adalah penyebab [auctor] Kitab Suci. “Yang diwahyukan oleh Allah dan yang termuat serta tersedia dalam Kitab Suci telah ditulis dengan ilham Roh Kudus”.”Bunda Gereja yang kudus, berdasarkan iman para Rasul, memandang kitab-kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru secara keseluruhan, beserta semua bagian-bagiannya, sebagai buku-buku yang suci dan kanonik, karena ditulis dengan ilham Roh Kudus (lih. Yoh 20:31; 2 Tim 3:16; 2 Ptr 1:19-21; 3:15-16), dan dengan Allah sebagai pengarangnya, serta dalam keadaannya demikian itu diserahkan kepada Gereja” (DV 11).

KGK 107     Kitab-kitab yang diinspirasi mengajarkan kebenaran. “Oleh sebab itu, karena segala sesuatu, yang dinyatakan oleh para pengarang yang diilhami atau hagiograf (penulis suci), harus dipandang sebagai pernyataan Roh Kudus, maka harus diakui, bahwa buku-buku Kitab Suci mengajarkan dengan teguh dan setia serta tanpa kekeliruan kebenaran, yang oleh Allah dikehendaki supaya dicantumkan dalam kitab-kitab suci demi keselamatan kita” (DV 11).

Demikianlah yang dapat saya sampaikan menanggapi pandangan yang meragukan otentisitas kisah eksodus bangsa Israel dari Mesir.  Sebagai umat Kristiani kita percaya bahwa apa yang tertulis di dalam Kitab Suci adalah kebenaran dan sungguh terjadi. Bukti arkeologis memang dapat semakin memperjelas kebenaran yang disampaikan, namun kebenaran Kitab Suci tidak tergantung dari bukti arkeologis. Kita yakin akan kebenaran Kitab Suci sebab yang mewahyukannya adalah Allah sendiri, sehingga tidak mungkin keliru.

Selanjutnya tentang topik Dari mana Asalnya Kitab Suci, silakan klik, dan tentang Kebenaran Kitab Suci, silakan klik.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

0 0 vote
Article Rating
13 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Erwan
6 years ago

Dear katolisitas.

Terbelahnya Laut Merah adalah HOAX.
Alkitab adalah HOAX, demikian?

http://wirajhana-eka.blogspot.com/2010/09/hah-musa-bisa-membelah-laut.html?utm_source=BP_recent

Mohon responnya.

Salam Kasih.

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
13
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
X