Segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Tuhan

[Hari Raya Penampakan Tuhan: Yes 60:1-6; Mzm 72:1-13; Ef 3:2-6; Mat 2:1-12]

Hari ini kita merayakan Epifani. Artinya: manifestasi, atau penampakan Tuhan Yesus kepada segala bangsa, yang diwakili oleh para majus. Mereka datang membawa persembahan kepada Kanak-kanak Yesus dan mereka menyembah-Nya. Dengan demikian, tergenapilah nubuat dalam kitab Mazmur, “… Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepada-Nya dan segala bangsa menjadi hamba-Nya!” (Mzm 72:10-11, bdk. Mat 2:10). Para majus atau para raja dari negeri yang jauh tersebut mengikuti  bintang besar yang mereka lihat di ufuk Timur, yang memimpin mereka sampai ke sebuah kota kecil, dan berhenti di atas sebuah rumah, atau lebih tepatnya, di atas sebuah kandang hewan. Namun mereka tetap dipenuhi suka cita, sebab pencarian mereka tidak sia-sia. Sampailah mereka kepada Sang Raja Yahudi yang mereka cari. Sungguh, ini menunjukkan kepada kita bahwa setiap orang yang “menemukan Kristus atau menemukan Kristus kembali” akan bersukacita. Setiap orang yang berjumpa dengan Kristus Sang Terang, dipanggil juga untuk bangkit dan menjadi terang bagi sesama.

Berikut ini adalah terjemahan khotbah dari Paus St. Leo Agung, yang menjadi salah satu bacaan renungan dalam doa Liturgi Harian Gereja pada hari ini:

Tuhan telah membuat keselamatan-Nya dimasyhurkan ke seluruh dunia  

Penyelenggaraan kasih Tuhan menentukan bahwa di hari-hari terakhir Ia akan membantu dunia, yang dalam perjalanan menuju kehancurannya. Ia menetapkan bahwa semua bangsa harus diselamatkan di dalam Kristus.

Sebuah janji telah dibuat kepada patriakh yang kudus Abraham, sehubungan dengan bangsa-bangsa ini. Ia akan mempunyai keturunan yang tak terhitung, yang lahir tidak dari tubuhnya tetapi dari benih iman. Karena itu, keturunannya dibandingkan dengan jajaran bintang-bintang. Bapa dari semua bangsa itu [Abraham] adalah untuk berharap bukan pada  keturunan secara duniawi tetapi pada keturunan dari atas.

Biarlah kini semua bangsa mengambil tempatnya dalam keluarga para patriakh. Biarlah anak-anak perjanjian kini menerima berkat dalam benih Abraham, berkat yang ditolak oleh anak-anak Abraham menurut daging. Dalam diri para majus, biarlah semua bangsa menyembah Sang Pencipta alam semesta; biarlah Allah dimasyhurkan, tidak saja di Yudea, tetapi di seluruh dunia, sehingga nama-Nya dapat menjadi besar di seluruh Israel.

Sahabat-sahabatku terkasih, sekarang bahwa kita telah menerima pengajaran dalam wahyu tentang rahmat Allah, biarlah kita merayakan dengan sukacita rohani, hari panen kita yang pertama, dari panggilan pertama kepada bangsa-bangsa. Biarlah kita mengucap syukur kepada Allah yang maha pengasih, yang telah melayakkan kita—menurut perkataan para Rasul—untuk mengambil kedudukan para kudus dalam terang yang telah meluputkan kita dari kuasa kegelapan, dan membawa kita ke dalam kerajaan Putra-Nya yang terkasih. Seperti telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya: bangsa-bangsa, yang duduk dalam kegelapan, telah melihat terang yang besar, dan bagi mereka yang tinggal dalam bayangan maut, terang telah bersinar. Ia bicara tentang mereka kepada Tuhan: Bangsa-bangsa yang tidak mengenal Engkau, akan memohon kepada-Mu, dan bangsa-bangsa yang tak mengenalMu, akan berlindung kepada-Mu.

Ini adalah hari yang dilihat Abraham, dan ia bersuka cita melihatnya, ketika ia tahu bahwa anak-anak yang lahir dari imannya akan diberkati di dalam keturunannya, yaitu di dalam Kristus. Percaya bahwa ia akan menjadi bapa bangsa-bangsa, ia [Abraham] melihat ke masa depan, dengan memberi kemuliaan kepada Allah, dalam kesadaran penuh bahwa Allah mampu melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya.

Ini adalah hari yang telah dinubuatkan oleh Daud dalam Mazmurnya, ketika ia berkata: Semua bangsa yang telah Engkau ciptakan akan datang dan sujud menyembah dalam hadirat-Mu, Tuhan, dan memuliakan nama-Mu. Lagi, Tuhan telah memashyurkan keselamatan-Nya; di hadapan bangsa-bangsa Ia telah menyatakan keadilan-Nya.

Ini menjadi tergenapi, seperti kita ketahui, sejak waktu ketika bintang itu memberi isyarat kepada ketiga orang majus keluar dari negara mereka yang jauh dan memimpin mereka untuk mengenali dan menyembah Sang Raja langit dan bumi. Ketaatan sang bintang memanggil kita untuk meniru pelayanannya yang sederhana: untuk menjadi pelayan, sebaik yang kita bisa, dari rahmat yang mengundang semua orang untuk menemukan Kristus.

Sahabat-sahabatku yang terkasih, kamu harus mempunyai semangat yang sama untuk membantu satu sama lain; maka dalam Kerajaan Allah, dimana iman dan perbuatan baik adalah jalan kepadanya, kamu akan bersinar sebagai anak-anak terang: melalui Tuhan kita Yesus Kristus, yang hidup dan berkuasa dengan Allah Bapa dan Roh Kudus, selama-lamanya. Amin.” (St. Leo the Great, Office of the Reading, Liturgy of the Hour, Sermon on the Feast of Ephiphany)

Jadi perayaan Epifani hari ini, selain merayakan peristiwa penampakan Tuhan di hadapan segala bangsa, juga mengingatkan bahwa kitapun dipanggil untuk mengambil bagian dalam meluaskan karya keselamatan Allah kepada segala bangsa. Terang bintang yang telah memimpin para majus kepada Kristus Sang Terang tidak berakhir hanya sampai di sana. Seperti halnya para majus itu, kita pun telah datang kepada Yesus dan menyembah-Nya. Kini kita pun diutus Allah untuk menjadi “anak-anak terang”, untuk membawa terang Kristus kepada sesama, dan dengan demikian, membawa mereka kepada Kristus. Semoga kita tidak melewatkan kesempatan ini yang kerap datang dalam keseharian kita: mungkin dengan meminjamkan kepada sahabat kita buku-buku tentang iman Katolik. Atau dengan menghibur, menolong dan meneguhkan iman sesama kita yang sedang membutuhkan bantuan. Atau dengan membagikan pengalaman iman kita tentang kasih Tuhan Yesus, dan menyatakan pentingnya kita bertumbuh secara rohani, dengan formasi yang baik. Dan yang terpenting adalah menjadi terang melalui perbuatan kasih kepada sesama kita…. Semoga dengan demikian, kita dapat membawa sesama kita kepada Kristus. Dan kita dapat turut mewujudkan apa yang kita nyanyikan bersama dengan pemazmur hari ini, “Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita….”

19/12/2018
Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X