Pengadilan Khusus dan Pengadilan Umum

Apakah orang yang meninggal langsung diadili dan bagaimana dengan pengadilan pada akhir zaman?

KGK 1051    Di dalam jiwanya yang tidak dapat mati setiap manusia menerima ganjarannya yang abadi, dalam satu pengadilan khusus langsung sesudah kematian, dari Kristus, Hakim atas orang hidup dan mati.

Di dalam buku The Catechism Explained -An Exhaustive Explanation of the Catholic Religion, karangan Spirago- Clarke, hal. 256 disebutkan bahwa segera setelah kematian, maka jiwa kita akan diadili, yang dikenal dengan sebutan  Particular Judgment (Pengadilan Khusus). Pengajaran ini sesuai dengan ajaran St. Agustinus, yang mengatakan “Begitu jiwa meninggalkan tubuh, maka jiwa tersebut diadili“. Hal ini sesuai juga dengan pengajaran di Alkitab, seperti yang kita lihat pada kisah yang dialami oleh Lazarus dan orang kaya itu setelah kematian mereka (lih. Luk 16:19-31). Rasul Paulus mengajarkan, “…manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.” (Ibr 9: 27). Maka di saat kematian kita kita akan diminta pertanggungan jawab atas urusan kita (lih. Luk 16:2). Kita akan diadili oleh Tuhan menurut perbuatan kita (1 Pet 1:17, Rom 2:6). Jika Tuhan sendiri mengajarkan bahwa gaji pekerja tidak boleh ditunda (lih Im 19:13), maka Ia sendiri pasti memenuhi peraturan tersebut, dan Ia akan memberi penghargaan kepada mereka yang telah melakukan tugasnya di dunia dengan setia seturut perintah-perintah-Nya. Maka seperti kata St. Ambrosius, “Kematian adalah penghargaan perbuatan baik, mahkota dari panen.”
Tuhan Yesus akan duduk sebagai Hakim (lih. Yoh 5:22). Pada Perjamuan Terakhir, Yesus berjanji kepada para rasul-Nya untuk datang kembali setelah kenaikan-Nya ke surga dan untuk membawa mereka kepada diri-Nya (lih. Yoh 14:3).
Setelah dihakimi secara pribadi oleh Tuhan Yesus, maka jiwa orang yang meninggal akan ditentukan masuk surga (jika ia sempurna), atau masuk neraka (jika ia meninggal dalam keadaan berdosa berat dan tidak bertobat ), atau masuk Api Penyucian (jika ia meninggal dalam keadaan berdamai dengan Allah, namun masih harus dimurnikan terlebih dahulu). (lih. KGK 1022)

Maka, Gereja Katolik mengajarkan adanya dua macam Penghakiman setelah kematian. Yang pertama adalah Pengadilan Khusus (Particular Judgment) yang diadakan sesaat setelah kematian, dan yang kedua adalah Pengadilan Umum (General Judgment) yang diadakan pada akhir jaman, setelah kebangkitan badan.  Pada ‘Particular judgment’ (pengadilan khusus), yaitu kita masing-masing diadili secara pribadi oleh Yesus Kristus; dan kedua adalah ‘general/ last judgment’ (pengadilan umum/ terakhir), yaitu pada akhir zaman, saat kita diadili oleh Yesus Kristus di hadapan semua manusia. Setelah Pengadilan Khusus itu, kita sudah ditentukan, apakah jiwa kita masuk surga, atau neraka, ataukah masih perlu dimurnikan dahulu dalam Api Penyucian. Penentuan dalam Pengadilan Khusus ini dilakukan oleh Tuhan Yesus, dan tidak dapat diubah/ ditarik kembali.

Sedangkan pada akhir jaman, setelah kebangkitan badan, kita (jiwa dan badan) akan diadili dalam Pengadilan Umum/ Terakhir. Pengadilan ini tidak lagi bersifat pribadi antara kita dengan Yesus, namun diadakan di hadapan semua orang. Pada saat inilah segala perbuatan baik dan jahat dipermaklumkan di hadapan semua mahluk, “Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak diketahui dan diumumkan.”(Luk 8: 17). Pada saat itu, seluruh bangsa akan dikumpulkan di hadapan tahta Kristus, dan Dia akan mengadili semua orang: yang baik akan dipisahkan dengan yang jahat seperti memisahkan domba dan kambing (lih. Mat 25: 32-33, lih. KGK 1038). Pengadilan ini merupakan semacam ‘pengumuman’ hasil Pengadilan Khusus tiap-tiap orang di hadapan segala ciptaan yang lain. Hasil Pengadilan itu akan membawa penghargaan ataupun penghukuman, bagi jiwa dan badan. Tubuh dan jiwa manusia bersatu di Surga, apabila ia memang layak menerima ‘penghargaan’ tersebut; inilah yang disebut sebagai kebahagiaan sempurna dan kekal di dalam Tuhan. Atau sebaliknya, tubuh dan jiwa manusia masuk ke neraka, jika keadilan Tuhan menentukan demikian, sesuai dengan perbuatan manusia itu sendiri; inilah yang disebut sebagai siksa kekal. Setelah akhir jaman, yang ada tinggal Surga dan Neraka, tidak ada lagi Api Penyucian, sebab semua yang ada di dalam Api Penyucian akan beralih ke Surga.

Mungkin ada orang bertanya, apa gunanya Penghakiman Terakhir, jika jiwa-jiwa sudah berada di surga setelah menyelesaikan pemurnian di Api Penyucian?

Penghakiman Terakhir diadakan setelah kebangkitan badan. Dalam Pengadilan Terakhir, setiap orang akan diadili di hadapan semua ciptaan, sehingga segala perbuatan baik akan diumumkan di hadapan semua mahluk, demikian juga perbuatan yang jahat.  Tuhan Yesus akan duduk sebagai hakim yang mengadili semua orang, dan pengadilan ini dimaksudkan untuk menyatakan kebijaksanaan dan keadilan Tuhan kepada semua ciptaan. Jadi tidak ada lagi segala sesuatu yang ‘relatif’ di sini. Yang salah dinyatakan salah, yang benar dinyatakan benar, dan ini berlaku pada semua orang. Orang-orang yang baik mendapat penghargaan di hadapan semua ciptaan, dan sebaliknya, orang-orang yang jahat menerima hukuman di hadapan semua. Penghakiman ini merupakan pengulangan pengadilan khusus di hadapan semua mahluk, dan pengulangan sejarah dunia, di mana semua kejadian akan ditampilkan di hadapan semua orang, dan pada saat itu tidak ada sesuatu yang tersembunyi, yang tidak akan dinyatakan (lih. Mat 10: 26-27, Luk 8:17). Maka Penghakiman Terakhir merupakan momen yang penting, yang menjadi dasar pengharapan Kristiani (seperti yang diungkapkan oleh Bapa Paus Benediktus XVI dalam surat ensikliknya Spe Salvi/  Diselamatkan di dalam Pengharapan, 44). Sebab pada saat Penghakiman Terakhir pengorbanan para martir dan orang benar akan mendapat penghargaan. Orang-orang yang jahat akan memandang orang-orang yang baik dan berkata dengan menyesal, “Dia itulah yang dahulu menjadi tertawaan kita, dan buah cercaan kita ini, orang-orang yang bodoh… ia terbilang di antara anak-anak Allah dan bagiannya terdapat di antara para kudus… Kita inilah yang tersesat dari jalan kebenaran dan cahaya kebenaran tidak menerangi kita…” (Kebj 5:3-6).

Setelah Pengadilan Terakhir ini, tidak ada lagi Api Penyucian. Dan karena seluruh semesta alam akan dihancurkan dengan api pada akhir jaman, maka orang-orang yang baik/ benar dapat masuk surga jiwa dan badannya setelah melalui api itu, seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego (lih. Dan 3:1-30), tanpa terbakar. Sedang mereka yang jahat akan masuk neraka, jiwa dan badannya. Persatuan jiwa dan badan di surga inilah yang disebut sebagai kesempurnaan kebahagiaan kekal, dan sebaliknya, yang di neraka sebagai siksa kekal yang tak terlukiskan.

Maka perbedaan antara Pengadilan Khusus dan Pengadilan Umum pada akhir jaman ini adalah, pada Pengadilan Khusus, yang diadili adalah jiwa manusia, sehingga setelah mendapat keputusan (surga, neraka, atau api penyucian), yang masuk ke dalamnya hanya jiwa saja. Sedangkan sesudah Pengadilan Terakhir, yaitu setelah kebangkitan badan, maka tubuh manusia akan bersatu dengan jiwanya, dan keduanya akan masuk kedalam kebahagiaan abadi (Surga), ataupun siksa abadi (neraka). Pengadilan Khusus bersifat pribadi, antara yang meninggal dengan Kristus, sedangkan Pengadilan Umum diadakan di hadapan semua orang.

Katekismus Gereja Katolik menjelaskan arti perkataan Credo bahwa Yesus akan ….”mengadili orang yang hidup dan yang mati….”, sebagai berikut:

KGK 678 Seperti para nabi (Bdk. Ul 7:10. Yl 3-4; Mal 3:19) dan Yohanes Pembaptis (Bdk. Mat 3:7-12), Yesus pun mengumumkan pengadilan pada hari terakhir dalam khotbah-Nya. Di sana akan disingkapkan tingkah laku (Bdk. Mrk 12:38-40) dan isi hati yang paling rahasia dari setiap orang (Bdk. Luk 12:1-3; Yoh 3:20-21; Rm 2:16; 1Kor 4:5). Lalu ketidak-percayaan orang berdosa, yang telah menolak rahmat yang ditawarkan Allah, akan diadili (Bdk. Mat 11:20-24; 12:41-42). Sikap terhadap sesama akan menunjukkan, apakah orang menerima atau menolak rahmat dan cinta Allah (Bdk. Mat 5:22; 7:1-5). Yesus akan mengatakan: “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat 25:40).

KGK 679 Kristus adalah Tuhan kehidupan abadi. Sebagai Penebus dunia, Kristus mempunyai hak penuh untuk mengadili pekerjaan dan hati manusia secara definitif. Ia telah “mendapatkan” hak ini oleh kematian-Nya di salib. Karena itu, Bapa “menyerahkan seluruh pengadilan kepada Putera-Nya” (Yoh 5:22, Bdk. Yoh 5:27; Mat 25:31; Kis 10:41; 17:31; 2 Tim 4:1). Akan tetapi, Putera tidak datang untuk mengadili, tetapi untuk menyelamatkan (Bdk. Yoh 3:17) dan untuk memberikan kehidupan yang ada pada-Nya (Bdk. Yoh 5:26). Barang siapa menolak rahmat dalam kehidupan ini, telah mengadili dirinya sendiri (Bdk. Yoh 3:18; 12:48). Setiap orang menerima ganjaran atau menderita kerugian sesuai dengan pekerjaannya (Bdk. 1 Kor 3:12-15) ia malahan dapat mengadili dirinya sendiri untuk keabadian, kalau ia tidak mau tahu (Bdk. Mat 12:32; Ibr 6:4-6; 10:26-31) tentang cinta.

KGK 681 Pada hari pengadilan, pada hari kiamat, Kristus akan datang dalam kemuliaan-Nya, untuk menentukan kemenangan kebaikan secara definitif atas kejahatan, yang dalam perjalanan sejarah hidup berdampingan bagaikan gandum dan rumput di ladang yang sama.

KGK 682 Kalau Ia datang pada akhir zaman untuk mengadili orang hidup dan orang mati, Kristus yang dimuliakan akan menyingkapkan isi hati yang terdalam dan akan membalas setiap manusia sesuai dengan pekerjaannya, tergantung pada, apakah ia menerima rahmat Tuhan atau menolaknya.

Semoga uraian di atas bermanfaat, ya. Mari kita sama-sama berdoa agar kita didapati-Nya setia kepada-Nya sampai akhir hidup kita, sehingga kita dapat terbilang dalam kelompok yang dibenarkan oleh Tuhan Yesus dalam Penghakiman Terakhir.

4 2 votes
Article Rating
38 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Kefas
6 years ago

shalom tim katolisitas, saya ingin bertanya, dari artikel di atas, apakah maksudnya Bunda Maria, St. Yosef dan semua penghuni surga juga akan dihakimi pada pengadilan umum? Benarkah tujuan pengadilan umum itu hanya “untuk menyatakan kebijaksanaan dan keadilan Tuhan kepada semua ciptaan,”? Mengapa mereka yang telah terbukti setia dan masuk ke surga juga harus turut diadili lagi?bukankah upah mereka sudah jelas?ataukah pengadilan terhadap mereka yang di surga hanyalah untuk membagikan upah mereka?jika mereka juga harus diadili lagi, ini menghantar saya pada pemikiran mengenai berdoa kepada Bunda Maria dan para kudus, apakah reliable jika nantinya mereka juga akan dihakimi lagi? mohon pencerahannya… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Kefas
6 years ago

Shalom Kefas, Katekismus Gereja Katolik membedakan pengertian antara Pengadilan Khusus dan Pengadilan Umum/ Pengadilan Terakhir, sebagaimana telah disampaikan di atas. Maka Pengadilan Umum/ Terakhir bagi para orang kudus (para Santa/ Santo) itu yang sudah jelas bersatu jiwanya secara sempurna dengan Allah, sebelum akhir dunia, adalah suatu momen penghargaan, di mana segala perbuatan baik mereka diumumkan di hadapan segala mahluk. Demikian yang dikatakan dalam Katekismus: KGK 682    Kalau Ia datang pada akhir zaman untuk mengadili orang hidup dan orang mati, Kristus yang dimuliakan akan menyingkapkan isi hati yang terdalam dan akan membalas setiap manusia sesuai dengan pekerjaannya, tergantung pada, apakah ia… Read more »

Devoti
6 years ago

Allah yang Maha Rahim, aku menyesal atas dosa-dosaku
sebab patut aku Engkau hukum terutama sebab aku telah menghina Engkau yang maha Murah dan maha Baik bagiku, aku benci akan segala dosaku dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku dan tidak akan berbuat dosa lagi. ya Allah kasihanilah aku orang berdosa ini. amin.

asri tanoto
asri tanoto
6 years ago

Yang ingin saya tanyakan, pada saat pengadilan terakhir, yang ada hanya surga dan neraka, lalu orang-orang yang masuk di api penyucian apakah akan tetap dikenakan pengadilan terakhir? bukankah disampaikan bahwa yang di dalam api penyucian semuanya akan beralih ke surga?

[Dari Katolisitas: Ya, semua jiwa-jiwa di Api Penyucian juga akan mengalami Pengadilan Terakhir, sebab tujuan Pengadilan Terakhir adalah untuk mengumumkan hasil Pengadilan Khusus itu di hadapan segala mahluk ciptaan yang lain. Baru sesudahnya, jiwa-jiwa yang telah dimurnikan itu dan telah bersatu dengan tubuhnya, memperoleh kebahagiaan kekal dalam langit dan bumi yang baru, yaitu dalam Kerajaan Surga.]

Setiawan Triatmojo
Setiawan Triatmojo
7 years ago

Yth. Katolisitas.org Setelah mencoba membaca secara keseluruhan postingan dan diskusi tentang pengadilan terakhir dan pengadilan khusus, saya menemukan belum adanya, baik tertulis maupun tersirat, penjelasan katolisitas tentang “tempat” di mana pengadilan terakhir itu berlangsung. Tentunya bukan di sorga dan lebih lagi bukan di neraka. Mungkin ada tulisan dari Bapa Gereja atau malah dari pengajaran resmi Gereja yang berbicara tentang hal ini. Point-point yang menjadi pertimbangan saya menanyakan hal ini adalah: 1. Berkaitan dengan jiwa yang bila berdosa berat, pada pengadilan khusus langsung dimasukkan ke dalam neraka. 2. Hakim dalam pengadilan umum tetaplah Yesus. 3.Pengadilan berlangsung di hadapan semua orang. Maka,… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Setiawan Triatmojo
7 years ago

Shalom Setiawan, 1. Tentang tempat diadakannya Pengadilan Terakhir St. Thomas Aquinas, mengatakan bahwa kita tidak dapat mengetahui dengan pasti, tentang bagaimana Pengadilan Terakhir ini akan diadakan, atau bagaimana semua manusia akan dikumpulkan bersama di tempat diadakannya Pengadilan ini. Tetapi dapat dibaca di dalam Kitab Suci bahwa kemungkinan Kristus akan datang kembali di sekitar daerah Bukit Zaitun, sebab di sanalah Ia naik ke Surga; maka ini menunjukkan bahwa ia yang datang/ turun ke bumi adalah sama dengan Ia yang telah naik ke Surga. (Lih. St. Thomas Aquinas, Summa Theology, Supplement, q. 88, a.4) St. Thomas mengacu kepada Kitab Yoel, “Aku akan… Read more »

Setiawan Triatmojo
Setiawan Triatmojo
Reply to  Ingrid Listiati
7 years ago

Salam,

Terimakasih banyak Bu Ingrid. Jawaban sudah amat melengkapi postingan-postingan yang sebelumnya tentang pengadilan khusus dan pengadilan terakhir dan pasti akan sangat membantu bila kita ingin memditasikannya. Saat yang tentunya paling agung, penuh kuasa ilahi dan menggetarkan jiwa seluruh umat manusia, dan masing-masing akan menerima keputusan yang paling adil secara definitif.

Tuhan memberkati.

acong
acong
7 years ago

saya mau tanya Bu Inggrid
1. Seperti apa saja dosa-dosa berat?
2. Maksud damai dengan Allah itu seperti apa?
3. Orang-orang yang masuk pemurnian itu dosa-dosanya seperti apa saja?
Terima kasih

Ingrid Listiati
Reply to  acong
7 years ago

Shalom Acong, 1. Tentang dosa berat dalam hubungan dengan keselamatan, silakan membaca artikel ini, silakan klik. Sedangkan apakah itu dosa berat dan dosa ringan, silakan membaca artikel ini, silakan klik. 2. Keadaan berdamai dengan Allah artinya keadaan dalam rahmat Tuhan, yaitu tidak dalam keadaan berdosa berat, jika keadaan memungkinkan, telah menerima absolusi melalui sakramen Pengakuan Dosa (lih. KGK 1415). 3. Orang-orang yang masuk dalam pemurnian/ Purgatorium/ Api Penyucian adalah orang-orang yang meninggal dunia dalam keadaaan rahmat dan persahabatan dengan Tuhan, namun masih belum sempurna dimurnikan, agar mencapai kekudusan yang disyaratkan untuk memasuki sukacita kekal di surga (lih. KGK 1030). Selanjutnya… Read more »

andi
andi
8 years ago

salam damai pak stef dan bu ingrid saya mau menanyakan seandainya ada yang masuk neraka tetapi di dalam neraka itu dia bertobat dan mengakui kesalahan dia dan bertobat dengan sungguh2 apakah dia bisa masuk sorga?
terima kasih

Ingrid Listiati
Reply to  andi
8 years ago

Shalom Andi, Dalam Injil Lukas, dalam kisah Orang Kaya dan Lazarus yang miskin, dikatakan bahwa terdapat jurang yang tak terseberangi antara tempat jiwa-jiwa orang-orang benar dan jiwa-jiwa orang-orang yang tidak benar; dan tidak ada orang yang dapat menyeberang dari satu sisi ke sisi yang lain (lih. Lk 16:26). Oleh karena itu tidak ada orang yang dari neraka dapat beralih ke surga, ataupun sebaliknya. Katekismus mengajarkan demikian tentang neraka: KGK 1033    Kita tidak dapat disatukan dengan Allah, kalau kita tidak secara sukarela memutuskan untuk mencintai Dia. Tetapi kita tidak dapat mencintai Allah, kalau melakukan dosa berat terhadap Dia, terhadap sesama kita,… Read more »

Andi
Andi
Reply to  Ingrid Listiati
8 years ago

Terima kasih untuk jawabannya bu Ingrid…. GBU

cornelius
cornelius
8 years ago

Sebagai umat Katolik kita mengenal yang namanya hukum kasih, Yesus sering pula mengajarkan kepada kita tentang hukum kasih, dan menurut saya Yesus adalah guru kita dalam hal mencintai sesama dan mengasihi sehingga Dia memiliki kasih yang tak terbatas yang bahkan manusia tidak bisa membayangkan seberapa besar kasihNya kepada kita. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah mengapa dalam kasihNya yang begitu besar ada istilah neraka kekal bagi para pendosa berat? Padahal Yesus maha pemaaf jauh lebih dari yang kita pikirkan, jauh lebih dari sepemaaf-maafnya manusia. Terima kasih atas penjelasannya.
Tuhan Memberkati.

Ingrid Listiati
Reply to  cornelius
8 years ago

Shalom Cornelius, Tuhan yang kita imani adalah Tuhan yang adalah kasih (1 Yoh 4:8), namun juga adalah Tuhan yang adalah kebenaran (Yoh 4:16) yang adil dan bijaksana. Kedua sifat Tuhan ini tidak dapat dipertentangkan, atau dianggap bahwa salah satu sifat meniadakan sifat Tuhan yang lain. Oleh karena itu, kita tidak dapat terlalu menekankan belas kasihan Tuhan sampai mengesampingkan keadilan-Nya, sebab keadilan ini tidak terpisahkan dari kebenaran, yang sesuai dengan ketetapan-ketetapan-Nya. Dengan prinsip ini kita mengetahui mengapa sampai ada neraka; yaitu keadaan keterpisahan dengan Allah. Neraka ini ada, sebenarnya karena kehendak mereka yang atas kehendak bebasnya menolak Allah. Justru karena Allah… Read more »

Magda lena
Magda lena
8 years ago

saya mau bertanya apa pengertian pengadilan khusus ? Tolong dijawab [Dari Katolisitas: Mohon dibaca kembali artikel di atas. Secara prinsip Pengadilan khusus adalah Pengadilan yang terjadi segera sesaat setelah seseorang wafat. Tuhan Yesus akan mengadili orang itu secara pribadi, dan jiwanya akan ditentukan, entah masuk surga, neraka atau Api penyucian, sesuai dengan segala perbuatannya. Namun setelah kebangkitan badan di akhir zaman, maka ia akan diadili sekali lagi di hadapan segala mahluk (pengadilan ini merupakan pengumuman akan hasil pengadilan khusus tersebut di hadapan semua ciptaan yang lain) dan setelahnya jiwa dan tubuh dalam kesatuan menerima hasil pengadilan tersebut, entah di Surga… Read more »

antonius
antonius
9 years ago

jika dunia kiamat dan seorang pendosa bertobat pada saat kiamat dan berdoa untuk tuhan apakah ia layak diampuni pada saat akhir dunia????

Ingrid Listiati
Reply to  antonius
9 years ago

Shalom Antonius, Sabda Tuhan berkata, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yoh 1:9). Maka jika seseorang mengaku dosa dengan jujur/ tulus di hadapan Tuhan, maka dosanya diampuni. Dalam kondisi biasa, maka umat Katolik mengaku dosa kepada Tuhan di hadapan imam dalam sakramen Tobat, namun pada saat darurat, misalnya pada saat akhir dunia atau ajal yang datang tiba- tiba, maka seseorang dapat saja tidak sempat mengaku dosa di hadapan imam, atau, dapat terjadi ia bahkan tidak sempat bertobat, karena ajal atau akhir… Read more »

Edi
Edi
10 years ago

Yth. Katolisitas,

” Setelah akhir jaman, yang ada tinggal Surga dan Neraka, tidak ada lagi Api Penyucian, sebab semua yang ada di dalam Api Penyucian akan beralih ke Surga. ”

Pertanyaan kami : bagaimana nasib orang hidup yang belum sempurna kekudusan nya dan sudah mengalami akhir jaman ?
Apakah sesudah pengadilan umum, mereka2 ini akan masuk terlebih dahulu ke api penyucian supaya mereka dikuduskan terlebih dahulu, baru dapat masuk ke surga ?

Terima kasih sebelumnya atas jawabannya

Hormat kami

Edi

Stefanus Tay
Reply to  Edi
10 years ago

Shalom Edi, Terima kasih atas pertanyaannya. Yang perlu kita perhatikan adalah, kita tidak dapat mengukur waktu di Api Penyucian dengan menggunakan standar waktu kita di dunia, karena Api Penyucian adalah di luar dimensi waktu. Dengan demikian, maka orang-orang yang kudus yang mengalami akhir zaman dapat saja mengalami Api Penyucian di dunia ini maupun sesaat sebelum pengadilan terakhir. Kita tidak tahu secara persis bagaimana terjadinya, namun yang jelas semua orang akan dimurnikan. Yang kita tahu secara pasti, orang-orang yang masuk dalam Kerajaan Sorga adalah yang telah sempurna dalam kasih. Kalau keberadaan Api Penyucian adalah untuk memurnikan, maka setelah pengadilan terakhir, tidak… Read more »

Edi
Edi
Reply to  Stefanus Tay
10 years ago

Yth. pak Stef,

Terima kasih atas penjelasan nya.

Jawaban pak Stef menguatkan kebenaran bahwa ajaran gereja Katolik selalu berdasarkan alkitab.

Hormat kami

Edi

diah
diah
Reply to  Stefanus Tay
9 years ago

Salam damai, saya bukan org katolik namun tertarik dengan topik ini. Lalu menurut ajaran anda, bagaimana nasib individu (anda katakan jiwa dan badan) yang sudah di’judge’ masuk neraka? apa yg terjadi padanya? apakah ia akan selamanya disana? dan bagaimana deskripsi kata selamanya itu? apakah menurut anda jiwa mereka juga akan mati akibat penyiksaan di neraka? lalu bgmn dengan surga? apa saja yg ada disana? kekalkah kehidupan disana? apabila ada kematian jiwa d neraka, tidakkah itu berarti d surga juga jg tidak kekal? menunggu sampai ‘jiwa’ itu ‘mati’? sekian pertanyaan saya, saya mohon maaf sebesarnya kalau ada yg kurang berkenan, karena… Read more »

Stefanus Tay
Reply to  diah
9 years ago

Shalom Diah, Terima kasih atas pertanyaannya tentang pengadilan akhir. Secara prinsip, manusia mempunyai tubuh yang bersifat sementara dan jiwa yang bersifat kekal. Pada saat kedatangan Kristus yang kedua, maka jiwa manusia akan bersatu dengan tubuh yang telah diubah (dimuliakan), yang berarti setiap jiwa manusia akan mendapatkan tubuhnya masing-masing yang telah diubah. Dengan demikian, manusia yang berada di Sorga maupun di neraka, selamanya akan mempunyai kodrat yang terdiri dari jiwa dan tubuh ini. Di Sorga, manusia mendapatkan kebahagiaan sejati, dalam pengertian melihat Allah muka dengan muka, mengasihi dan dikasihi oleh Allah secara sempurna. Dan bagi yang mendapatkan hukuman di neraka, maka… Read more »

edhy
edhy
10 years ago

mohon penjelasan,

bagaimana dengan arwah orang mati yang gentayangan/ menampakkan diri , apakah dia sudah diadili ato belum dalam pengadilan khusus…terima kasih

Ingrid Listiati
Reply to  edhy
10 years ago

Shalom Edhy, Kelihatannya terdapat dua kemungkinan di sini, yaitu: 1) arwah yang menampakkan diri itu adalah setan yang mengambil rupa sebagai ‘seseorang’; atau 2) arwah yang ada dalam api penyucian, yang umumnya menampakkan diri kepada orang- orang tertentu untuk memohon didoakan. Tentang point 1, sudah pernah saya tuliskan di sini, silakan klik; sedangkan point 2, mungkin ada baiknya anda membaca buku tentang pengalaman Maria Simma, Bebaskanlah kami dari sini! Jika yang menampakkan diri itu adalah arwah yang sedang dimurnikan dalam Api penyucian, maka arwah itu sudah mengalami Pengadilan Khusus, [yang karenanya sudah diputuskan bahwa ia masih harus menjalani masa pemurnian].… Read more »

Erwin
Erwin
Reply to  Ingrid Listiati
10 years ago

Ibu Inggrid, saya koreksi sedikit. Ibu mengatakan: “sedangkan point 2, mungkin ada baiknya anda membaca buku karangan Maria Simma, Bebaskanlah kami dari sini!” Sebenarnya buku itu adalah hasil wawancara antara Nicy Eltz dan Maria Simma. Jadi bukan Maria Simma yang mengarang buku tsb. Link ini bisa membantu tentang info buku tsb: http://getusoutofhere.com/

Ingrid Listiati
Reply to  Erwin
10 years ago

Shalom Erwin,
Ya anda benar, memang itu buku tentang pengalaman Maria Simma, dan bukan buku karangan Maria Simma sendiri. Terima kasih atas koreksi anda.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Preman Kristen
Preman Kristen
10 years ago

Ampunilah saya orang berdosa ? Ampunilah saya Yesus ?

Stefanus Tay
Reply to  Preman Kristen
10 years ago

Shalom Preman Kristen,
Kita semua memang perlu memohon pengampunan dari Yesus, karena kita semua adalah orang yang berdosa. Yang terpenting adalah kita harus meninggalkan dosa-dosa kita, berfokus pada Kristus dan terus bertumbuh dalam kekudusan. Mari kita bersama-sama percaya akan belas kasih Kristus, sehingga kita dapat dikuatkan untuk dapat bertumbuh dalam kekudusan.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – https://www.katolisitas.org

Caesarandra
Caesarandra
10 years ago

Syalom bu Inggrid,

Bu…saya masih agak bingung nih….kalau orang baru ditentukan masuk surga dan neraka nya di pengadilan umum ( terakhir ) maka pada waktu pengadilan pribadi orang yg berdosa berat kemana ? dan yg tidak berdosa berat kemana ? apa ada suatu tempat lagi untuk menunggu sebelum pengadilan umum ? kl untuk yg berdosa ringan kan ke Api Penyucian…nah kl yg dosa berat kemana ?

maaf jika pertanyaan saya sudah pernah ditanyakan.

Ingrid Listiati
Reply to  Caesarandra
10 years ago

Shalom Caesandra, Saya mohon maaf jika uraian di artikel di atas kurang jelas. Namun sebenarnya di sana tertulis demikian (saya kutip tulisan di artikel saya di atas, demikian): “Setelah dihakimi secara pribadi [Pengadilan Khusus] oleh Tuhan Yesus, maka jiwa orang yang meninggal akan ditentukan masuk surga (jika ia sempurna), atau masuk neraka (jika ia meninggal dalam keadaan berdosa berat dan tak bertobat), atau masuk Api Penyucian (jika ia meninggal dalam keadaan berdamai dengan Allah, namun masih harus dimurnikan terlebih dahulu). Maka, Gereja Katolik mengajarkan adanya dua macam Penghakiman setelah kematian. Yang pertama adalah Pengadilan Khusus (Particular Judgment) yang diadakan sesaat… Read more »

lucia purnamawati
lucia purnamawati
Reply to  Ingrid Listiati
10 years ago

syaloom,
Bu inggrid, apa benar kalau orang yg meninggal selama masih belum 40 hari, rohnya masih berada di bumi dan masih menemui sanak saudaranya dalam mimpi, sesudah itu dia sudah pergi jauh.

Ingrid Listiati
Reply to  lucia purnamawati
10 years ago

Shalom Lucia, Kita mengetahui dari Kitab Suci, “manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibr 9:27), maka kita ketahui bahwa setelah seseorang meninggal dunia, lalu ia akan dihakimi oleh Kristus, yang menentukan apakah ia masuk surga, neraka atau masih perlu dimurnikan Api Penyucian, sebelum dapat masuk surga. Setelah kematian, jiwa- jiwa itu tidak lagi terikat oleh dimensi waktu seperti kita di dunia ini, yang terikat waktu yang ditentukan oleh perputaran bumi terhadap matahari. Namun jiwa- jiwa itu sudah memasuki alam yang lain dengan kita. Maka tidak benar bahwa ada ketentuan “40 hari” sebelum jiwa itu… Read more »

antok
antok
10 years ago

Sebagai iman katolik..kita memang mengenal yang namanya api penyucian..namun sampai saat ini saya pribadi masih mencari di injil mana yang menyatakan bahwa ada api penyucian?…Terus pada penjelasan diatas tentang api pengadilan khusus…bagaimana dengan saudara kita yang tidak atau belum mengenal Yesus..tapi dalam tindak lanjut dalam kehidupannya mencerminkan kebaikan yang artinya mengikuti perintah Allah dan menjauhi laranganNya..apakah juga berlaku adanya pengadilan khusus..?

Ingrid Listiati
Reply to  antok
10 years ago

Shalom Antok, Dasar-dasar ajaran Gereja Katolik tentang Api Penyucian, dapat dibaca di artikel, Bersyukurlah ada Api Penyucian, silakan klik. Di sana disebutkan dasar-dasar Alkitabnya dan pengajaran dari para Bapa Gereja tentang Api Penyucian. Walau kata “Api Penyucian” tidak disebut secara eksplisit di Alkitab, tetapi prinsip dasarnya diajarkan di Alkitab, bahwa ada konsekuensi dari apapun dari perbuatan kita; berdasarkan prinsip keadilan Allah, dan juga bahwa kitab tidak dapat sepenuhnya bersatu dengan Allah di surga, jika kita belum benar-benar kudus, karena tanpa kekudusan, tak ada seorangpun dapat melihat Allah. Silakan dibaca dahulu artikel tersebut, dan jika masih ada pertanyaan, silakan anda bertanya… Read more »

yohana anastasia
yohana anastasia
11 years ago

saya mau bertanya,apa artinya pengadilan dalam agama katolik?dan arti pembalasan sesudah mati?TOLONG DI JAWAB SEGERA…
sekian pertanyaan dari saya dan damai tuhan menyertai kita selalu!!!!

Ingrid Listiati
Reply to  yohana anastasia
11 years ago

Shalom Yohana, Gereja Katolik mengajarkan bahwa setiap dari kita harus mempertanggungjawabkan di hadapan Tuhan atas segala perbuatan kita selama kita hidup di dunia. Ajaran ini berdasarkan dari Kitab Suci, yang menyebutkan bahwa kita harus pertanggungan jawab atas urusan kita (lih. Luk 16:2), dan bahwa kita akan diadili oleh Tuhan menurut perbuatan kita (lih. 1 Pet 1:17, Rom 2:6). Pengadilan ini terjadi dua kali: Yang pertama, segera setelah kita wafat (disebut Pengadilan Khusus) dan kedua, pada akhir jaman nanti (disebut Pengadilan Umum). Berikut ini saya sertakan ringkasannya, tetapi saya berharap anda membaca kembali tulisan di atas, yang telah dilengkapi dengan ayat-ayat… Read more »

C.Sigit S
C.Sigit S
Reply to  Ingrid Listiati
10 years ago

Salam Damai….

Bang Stef..n Mbak Ingrid

Saya memang baru tau katolisitas ini beberapa minggu….saya ikuti.
aku heran kenapa ya ..udah tanya eee maksa lagi….kadang saya pikir lucu..kenapa org2 ini..kadang pakai huruf besar lagi…..Anak2 Tuhan kok gitu ….tapi saya kagum dengan kesabaran Anda .. saya yakin..mereka pada akhirnya akan belajar..dari situs ini……..maju terus ..Tuhan sertamu

Port of jeddah redsea
KSA.

antonius
antonius
11 years ago

saya mau bertanya…
ada tertulis, “Mengadili orang Hidup dan yang Mati”
pertanyaan saya….utk orang2 yg telah meninggal dan telah masuk surga (setelah mengalami purgatory) apakah masih ikut diadili ?? siapakah orang yang mati itu ?? apakah termasuk orang2 yg sudah masuk surga ??
klo iya, knp setelah masuk surga masih diadili ?? apakah dapat merubah keputusan keberadaan mereka disurga ??
salam damai
[Dari Katolisitas: Pertanyaan ini sudah dijawab di tulisan atas]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
38
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
X