Paus yang tak dapat bersalah adalah doktrin manusia?

Ada banyak orang mempertanyakan doktrin infallibility of the Pope atau ketidakdapatsesatan Paus. Bagaimana mungkin Paus, yang juga manusia tidak mungkin salah? Namun sebenarnya doktrin ini bukan karangan Gereja, namun justru mempunyai dasar yang kuat, baik dari Kitab Suci maupun Tradisi Suci.

Doktrin Katolik tentang Paus tidak mungkin salah harus dimengerti dengan benar, karena sebenarnya tidak mencakup semua tindakan dan perkataan Paus tidak mungkin salah. Yang tidak mungkin salah adalah kalau Paus mengeluarkan pengajaran hanya dalam kondisi Ex-Cathedra, yang harus memenuhi beberapa persyaratan. Mari kita melihatnya satu persatu.

  1. Ex-Cathedra dalam arti harafiahnya adalah “dari tahta”, namun dalam teologi hal ini merupakan suatu dokrin atau ajaran oleh Paus. Dan kata ini mulai didefinisikan dalalm Konsili Vatikan I (1869-1870), Sess, IV, Const. de Ecclesia Christi, c.iv, yang intinya mengatakan bahwa adalah merupakan suatu dogma yang diwahyukan oleh Tuhan bahwa penerus Rasul Petrus, dalam hal ini adalah Paus, kalau Paus berbicara “ex cathedra”, maka tidak akan pernah salah. Hal ini sering disalahartikan oleh orang-orang yang mungkin tidak tahu secara persis pengajaran ini dan kemudian mengatakan bahwa bagaimana mungkin seorang Paus, yang juga manusia tidak pernah salah. Maka mari kita melihat keberatan-keberatan ini:
  2. Doktrin ex-cathedra ini berdasarkan akan janji Yesus sendiri di Mat 16:16-20 “Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Penerus dari Petrus adalah Paus, dan dengan janji yang sama maka kunci kerajaan surga juga diteruskan oleh penerus Rasul Petrus, yaitu para Paus. Oleh karena kita percaya bahwa janji Yesus adalah YA dan AMIN, kita juga harus menyakini bahwa pada saat seorang Paus berbicara ex-cathedra, maka Tuhan sendiri yang akan melindunginya dari kesalahan.
  3. Bayangkan seorang direktur yang akan meninggalkan perusahaannya ke luar negeri, dan kemudian dia mendelegasikan wewenangnya dan kekuasaannya kepada seseorang. Semua orang tidak akan bertanya-tanya tentang hal ini kalau orang tersebut menggunakan kekuasaannya sebagai seorang direktur agar perusahaan tersebut dapat berjalan dengan lancar. Demikian juga dengan Yesus yang tahu bahwa Dia akan meninggalkan dunia ini, Dia memberikan kekuasaan-Nya kepada rasul Petrus, agar Gereja yang mengembara di dunia dapat mencapai tujuan akhir, yaitu surga.
  4. Dengan demikian Paus juga merupakan tanda kesatuan dari seluruh umat beriman. Tanpa adanya seseorang yang berada di puncak pimpinan, maka gereja akan tercerai berai. Kalau misalkan ada sesuatu ketidak-setujuan tentang suatu ajaran di Alkitab, maka siapa yang akhirnya dapat menentukan mana yang benar? Apakah pendeta di gereja tersebut, sidang gereja lokal, atau siapa? Bagaimana kita bisa tahu bahwa seseorang atau sidang gereja mengajarkan sesuatu yang pasti benar? Nah, di dalam Gereja Katolik, Yesus memberikan kuasa ini kepada Paus, dan juga para uskup dalam persatuan dengan Paus, terutama dalam konsili- konsili. Pada saat mereka menentukan pengajaran yang bersifat Ex-Cathedra, seluruh umat Katolik akan berkata Amin, kami semua percaya. Ini adalah suatu misteri iman yang berdasarkan janji Kristus sendiri, untuk melindungi Gereja-Nya sampai akhir jaman. Dan selama dua ribu tahun lebih, tidak ada ajaran Ex-Cathedra yang menyimpang dari pengajaran Kristus.
  5. Apakah persyaratan seorang Paus dapat memberikan pernyataan Ex-Cathedra? Ada 3 persyaratan: 1) Seorang Paus berbicara di atas kursi Petrus, atau dalam kapasitasnya sebagai seorang Paus.Jadi kalau seorang Paus berbicara dalam kapasitas pribadi, dia tidak berbicara ex- cathedra. 2) Kalau Paus berbicara dalam masalah iman dan moral. Jadi seorang Paus dapat salah kalau dia berbicara tentang science, art, dll. 3) Kalau Paus memberikan doktrin yang berlaku universal atau untuk umat Katolik di seluruh dunia.Jadi kalau Paus hanya memberikan pengajaran di keuskupan atau negara tertentu, maka dia tidak berbicara ex- cathedra. (Lihat: Katekismus Gereja Katolik/KGK, 891, Lumen Gentium/LG, 25).

II. Doktrin ini telah diajarkan dari jemaat awal.

  1. Pada tahun 80 AD, Gereja di Korintus menyingkirkan pemimpin Gereja yang sah. Dan kemudian Paus Clement I, Paus yang ke-4 dipanggil untuk menyelesaikan permasalahan ini, walaupun Yohanes Rasul masih hidup di saat itu dan tinggal di tempat yang lebih dekat ke Korintus daripada Roma ke Korintus. Kemudian Paus Clement I menuliskan “Engkau, dengan demikian meletakkan pondasi pemberontakan, turutilah presbiter dan dimurnikan dengan pertobatan, bertekuk lututlah dalam semangat kerendahan hati.” (First Letter to the Corinthians, 57,1; Jurgens, p.12, #27). Lebih lanjut dia mengatakan, “Kalau seseorang tidak menurut dalam segala sesuatu akan apa yang dikatakannya melalui kami, biarlah mereka tahu bahwa mereka akan melibatkan diri dalam dosa dan tidak dalam bahaya yang kecil.” (First Letter to the Corinthians, 59,1; Jurgens, p.12, #28a).
  2. Sekarang kita melihat St. Irenaeus, uskup Lyons (180-200 AD). Dalam bukunya Against Heresies, dia mengatakan “….lihatlah penerus dari para uskup dari yang terbesar dan dari gereja yang paling terdahulu yang diketahui oleh semua orang, didirikan dan diatur di Roma oleh dua rasul yang terbesar, Petrus dan Paulus; Gereja, di mana mempunyai tradisi dan iman yang terus-menerus diturunkan kepada kami setlah diberitahukan kepada semua orang oleh para rasul. Bersama dengan Gereja ini, karena kebesaran asalnya, semua gereja harus setuju, yaitu, semua umat beriman di seluruh dunia; Dan di dalam Gereja inilah, seluruh umat beriman dimanapun berada telah memelihara apostolik tradisi. (2,2,3; Jurgens, p.90, #210). Kemudian St. Irenaeus memberikan daftar nama-nama Paus dari St. Petrus sampai ke Paus di waktu itu, yang kesemuanya terdiri dari 12 paus. Sampai sekarang, dari Paus pertama, rasul Petrus, sampai Paus Benediktus XVI, berjumlah 265 paus, dan tidak pernah terputuskan.
  3. Pada zaman penganiayaan Gereja sampai sekitar tahun 200, semua paus dihukum mati, kecuali satu orang. Hal ini membuktikan bahwa kerajaan Roma tahu siapa pemimpin dari Gereja, yaitu Paus.

Dari uraian di atas, kita melihat bukti-bukti dari sejarah, bahwa infallibility, Ex-Cathedra, dan bahwa Paus tidak mungkin salah (sejauh memenuhi persyaratan yang disebutkan di atas) adalah doktrin yang bersumber pada ajaran Kristus sendiri dan terbukti juga dari tulisan-tulisan bapa Gereja. Hanya dengan infallibility of the Pope, maka kita dapat mempunyai kepastian iman. Tanpa adanya wewenang mengajar Gereja yang tidak mungkin salah ini, Gereja akan terpecah-pecah menjadi kelompok-kelompok yang meyakini pahamnya sendiri-sendiri, sebagaimana terjadi pada banyaknya denominasi non-Katolik.

 

0 0 vote
Article Rating
19/12/2018
24 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Paulus
Paulus
6 years ago

Conversation started today Salvius Lengkong 8:36pm Salvius Lengkong Salam Sejahtera… Saya seorang katolik dan gemar membaca tentang sejarah katolik, Saya ingin bertanya…. dalam katoliksitas.org (https://katolisitas.org/paus-yang-tak-dapat-bersalah-adalah-doktrin-manusia) Mengatakan bahawa Paus tak dapat bersalah dalam “Ex-Cathedra” itu pun ada syaratnya bila seorang Paus berbicara dalam Ex-Cathedra, salah satu contoh duduk di atas kursi Petrus…. Sekarang yg ingin saya tanayakan, 1. Apakah pada zaman “Paus Stefanus VI”, ia duduk di atas kursi Petrus dan Menghakimi Paus Sebelumnya yakni “Paus Formosus” dan memenggal jari Paus Formosus serta membuang mayatnya ke sungai (konsili cadaver)? 2. Kenapa Paus Stefanus VI begitu sadis? padahal yang namanya Paus ialah… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Paulus
6 years ago

Shalom Paulus, Pengajaran Paus disebut infallible/ tidak dapat sesat/ salah, jika memenuhi semua persyaratannya, yaitu: 1) pengajaran tertulis secara definitif tentang iman dan moral, 2) dikeluarkan dalam kapasitasnya sebagai penerus Rasul Petrus, dari kursi Petrus, ex cathedra, 3) menyangkut Gereja universal. Nah, dengan prinsip ini, kita mengetahui bahwa kesalahan-kesalahan para Paus yang Anda sebutkan itu, tidak dapat dikatagorikan sebagai ajaran yang infallible, atau bahkan tidak layak disebut sebagai ajaran, karena memang bukan ajaran. 1. Apa yang dilakukan oleh Paus Stefanus VI Silakan untuk membaca tentang Paus Stefanus VI di link ini, silakan klik. Atau membaca sekilas yang pernah kami tulis… Read more »

Paulus
Paulus
Reply to  Ingrid Listiati
6 years ago

Terima kasih atas jawabannya….

Pertanyaan ini saya buat sendiri dan tidak copy paste dari halaman website manapun…..

Dominus vobiscum

[Dari Katolisitas: Mohon maaf jika kami salah menduga, sebab kami melihat ada nama orang lain di bagian awal komentar Anda, sehingga kami menyangka tulisan di atas adalah copy-paste dari situs lain yang merupakan pembicaraan/ conversation dengan seseorang dengan nama seperti tertera di atas.]

michael
michael
6 years ago

Salam Damai Sejahtera Sy sgt stuju dng pendapat pak steff ” ketika Dia mendirikan Gereja di atas rasul Petrus dan kemudian berjanji untuk melindungi Gereja-Nya sampai akhir zaman. Dan walaupun sepanjang sejarah, Gereja Katolik digempur percobaan dari luar dan juga dari dalam, namun sampai saat ini, Gereja Katolik tetap bertahan dengan pengajaran-Nya yang sama sepanjang segala abad. Umat Katolik tidak perlu terguncang karena ada beberapa paus yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik, sama seperti umat Kristen tidak perlu terguncang karena salah satu rasul yang dipilih Yesus – yaitu Yudas – telah mengkhianati Yesus.— klo d facebook bhs nya like this… Read more »

bernadus hadi
bernadus hadi
6 years ago

Salam damai dalam Kristus Tuhan!!!..sebagai orang beriman hendaknya kita menjalani kehidupan berdasarkan injil, bukan berdasarkan dari doktrin/analisa/kebiasaan/tradisi manusia. karena sumber kebenaran adalah berasal dari alkitab saja. Katolik banyak merubah aturan atau perintah Tuhan sendiri, mis : mengubah hari Sabbat ke hari Minggu dengan berbagai alasan manusia padahal hal tersebut sdh jelas dan dijelaskan dlm Alkitab, merubah doa Bapakami, memasukkan patung ke dalam gereja dgn berbagai alasan padahal hal tsb dilarang oleh Tuhan sendiri, mengakui adanya pengakuan dosa dihadapan imam/pastor padahal Tuhan tidak mengajarkan seperti itu dan banyak hal lainnya yg sdh dibuat gereja katolik yang menyimpang/melanggar perintah Tuhan.Saya berharap semua… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  bernadus hadi
6 years ago

Shalom Bernardus Hadi, Keberatan Anda merupakan keberatan yang sudah berkali-kali disampaikan di situs ini oleh banyak pembaca yang Kristen non-Katolik yang mengunjungi situs ini. Maka kami tidak dapat mengulangi menanggapinya di sini, karena akan menjadi pengulangan dan menjadi tidak adil bagi pembaca lainnya, yang mungkin sudah terlalu sering membacanya di situs ini. Semua ajaran Gereja Katolik ada dasarnya, yang tentu juga bersumber dari Kitab Suci. Maka kalau Anda memang berniat untuk mengetahui dasar ajaran Gereja Katolik, silakan membaca artikel/ Tanya Jawab di sini, silakan klik, di mana kami berdialog dengan seorang Katolik yang kemudian berpindah ke gereja lain. Bukannya tidak… Read more »

Ignatius Jatmiko
Ignatius Jatmiko
Reply to  Ingrid Listiati
6 years ago

Terima kasih atas semua pengajaran2 ini. Saya jadi semakin menyadari dan bersyukur bahwa saya dan keluarga termasuk dalam bilangan yang dipilih Tuhan u’ menerima Kabar Baik di bawah bimbingan Gereja Katolik, saya sungguh percaya bahwa yang di ajarkan Gereja Katolik adalah sungguh2 Kebenaran yang menyelamatkan, dan itu terlihat dari Gereja Katolik yang satu tanpa perpecahan seperti yang diinginkan Tuhan Yesus sendiri, yang bahkan bahkan dengan harus dikurbankan dengan DarahNya demi persatuan domba2Nya ini.

Sisca
Sisca
6 years ago

Dear Ibu Inggrid & Pak Stef,

Terima kasih utk semua artikel dan penjelasannya yg sungguh memberikan pengertian dan penguatan iman. Bisa menjadi lebih mengerti & mendalami iman Katolik saya. Semoga banyak yg jg mendapatkan pencerahan & pengertian setelah membaca artikel2 & menerimanya dg pikiran & hati yg terbuka.
Sekalilagi terima kasih.

Tuhan Memberkati Ibu & Bapak sll.

Salam,
Sisca

[Dari Katolisitas: Terima kasih. Semoga Tuhan juga memberkati Anda dan keluarga.]

David
David
7 years ago

Dear katolisitas, Saya dapat mengerti ajaran ex cathedra yang tidak mungkin salah. Yg saya tanyakan bagaimanakira2 sikap kita terhadap Paus atau imam pada umumnya yang dalam kata2 atau perbuatan di luar ex cathedra tidak sesuai dengan ajaran Kristus? Sedangkan setiap minggu kita senantiasa diingatkan untuk selalu berbuat yang mencermikan Kristus dalam kehidupan sehari2. Bukan kah tidak ada ajaran yang lebih baik dari perilaku kita sehari2 yang mencerminkan Kristus dibandingkan hanya ajaran2 teoritis yang ada di Alkitab ataupun dokumen2 greja lainnya? Perumpamaan dalam kehidupan sehari2 bila kita mempunyai bos yang menuntut kita untuk datang kerja tepat waktu tetapi si bos sendiri… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  David
7 years ago

Shalom David, Nampaknya di sini harus dibedakan pengertian istilah antara infallibility (tidak mungkin sesat/ salah) dan impeccability (tidak mungkin berdosa). Yang mempunyai karisma infalibilitas ini hanya Paus dan kolese para uskup dalam kesatuan mereka dengan Paus (lih. Mat 16:18; 18:18), hanya jika dipenuhi tiga syarat: 1) mengajar dalam kapasitas mereka sebagai penerus Rasul Petrus (ex-cathedra); 2) mengajar secara definitif tentang hal iman dan moral, 3) berlaku bagi seluruh Gereja universal. Para imam secara pribadi tidak mempunyai kuasa mengajar yang infallible (tidak mungkin sesat/ salah), namun mereka dapat meneruskan ajaran Gereja yang infallible tersebut kepada umat. Nah, dengan demikian para imam,… Read more »

raja
raja
7 years ago

salam damai dalam Kristus… Terlalu sedikit ruang bagi kita untuk membuktikan kepalsuan sejarah versi katolik. Jadi kita berargumen yg sederhana saja. Yesus bicara alam maut tidak menguasai jemaat tentu bukan gereja katolik. Karena jemaat menunjuk pribadi manusia, bukan institusi atau gereja. Jadi salah besar kalau mengatakan Paus sebagai penerus Petrus. syaratnya saja sdh beda, kalau paus tdk boleh nikah, petrus menikah. Kalau bersedia, mari kita beradu argumen lewat email. Karena menurut yg sy pelajari dan yakini, semua dogma katolik menyesatkan iman seseorang kepada maut. Anda boleh menuduh hal yg sama terhadap saya, makanya saya ajak berargumen lewat email. Ini email… Read more »

Johan Hariawan
Johan Hariawan
7 years ago

This article really is incompatible with historical data. If we come back to the medieval period, how fallible Pope be by stating that ” The center of this solar was the Sun, not the Earth; The days of genesis would be literally 6 days; et cetera”. And then, How about home-imprisoned Gallileo,rightful Nicolaus Copernicus and William Tyndale who must be blamed for their proper actions. This really proves that Pope is always a human forever…

Ingrid Listiati
Reply to  Johan Hariawan
7 years ago

Shalom Johan, It seems that you need to elaborate more on what you mean by historical data. Since to have a more objective picture of the matters on Galileo Galilei, we have to consider the situation of his time. Until the time of Copernicus and Galileo, the common understanding of society was that the earth did not move, as explicitly stated in Scriptures, and taught by the Church Fathers. Take for instance: 1 Chron 16:30; Job 38:4,9:6; Ps 93:1, 96:10, 119:90 which say that the earth does not move, and Jos 10:12-14; Job 9:7; Eccl 1:5 which imply that the… Read more »

Brigitta
Brigitta
7 years ago

Syalom Tim Katolisitas, saya ingin bertanya;
Benarkah bahwa pada salah satu dokumen atau ajaran Katolik menyebutkan bahwa PAUS TIDAK BISA SALAH TERMASUK PEJABAT PASTORAL? Mohon jawabannya, karena saya pernah suatu kali menjumpai pernyataan tersebut di salah satu Blog.

[dari katolisitas: Dogma Paus tidak mungkin salah tidak termasuk pejabat pastoral. Infallibitas dapat dilakukan oleh Paus ketika memberikan pengajaran secara ex-cathedra, atau konsili, atau uskup dalam wilayahnya – dalam kesatuan dengan Paus.]

jbro7783
jbro7783
8 years ago

bagaimana tanggapan anda tentang Paus Alexander VI (Rodrigo Borgia) yang di banyak literatur (salah satunya Sex Lives of The Popes karangan Nigel Cawthorne) yang menuduh sang paus banyak melakukan hal-hal yang menurut saya sangat jauh dari kebenaran konsep “Infallibity of The Pope”? thanks b4 [dari katolisitas: Orang sering salah mengira bahwa ketidakdapatsesatan dari Paus adalah mencakup seluruh kehidupan Paus. Paus tidak dapat sesat hanya pada saat dia memberikan pengajaran Ex-Cathedra yang berarti memberikan pengajaran iman dan moral yang berlaku di seluruh dunia dan dibuat dalam kapasitasnya sebagai Paus. Dengan demikian kehidupan pribadi beberapa Paus bukanlah termasuk Ex-Cathedra. Silakan melihat tanya… Read more »

jbro7783
jbro7783
Reply to  jbro7783
8 years ago

jadi apakah tuduhan dalam buku nigel howrhorne tentang kehidupan pribadi Paus Alexander VI benar atau tidak? jika benar, tentunya akan sangat aneh jika seorang yang banyak melakukan kesalahan dalam kehidupan pribadinya tetapi pengajaran imannya diterima secara mutlak. mengingat orang tersebut bahkan tidak melakukan apa yang diajarkannya sendiri.

[dari katolisitas: Memang ada sisi tidak baik dari kehidupan Paus Alexander VI. Kalau Anda mau menghubungkan ketidakdapatsesatan dari ajaran Gereja Katolik, silakan menunjukkan ajaran ex-cathedra yang diberikan oleh Paus Alexander VI dan yang menyimpang dari pengajaran Gereja Katolik.]

jbro7783
jbro7783
Reply to  jbro7783
8 years ago

dear katolisitas. saya yakin dalam ajaran katolik (khususnya 10 perintah), beberapa hal yang dilakukan oleh Paus Alexander VI jelas tidak dapat dibenarkan, anda sendiri mengakui bahwa sisi lain kehidupan Paus Alexander VI tidak baik. memang kemungkinan besar, dalam melakukan pengajaran, Paus Alexander VI tidak akan keluar dari pakem ajaran Gereja Katolik, but the fact remain the same. apa yang diperbuat Paus Alexander VI jelas menyalahi ajaran katolik. padahal sebagai seorang Paus, beliau seharusnya menjalankan dan dan memberikan contoh bagaimana ajaran katolik itu seharusnya dalam setiap aspek kehidupannya. tapi yang terjadi kan tidak. saya bukannya mengharapkan seorang Paus akan bebas mutlak… Read more »

jbro7783
jbro7783
Reply to  jbro7783
8 years ago

dear katolisitas, jika yang ditanyakan adalah pengajaran moral, maka apakah moral yang diajarkan oleh Paus Alexander VI melalui perilaku asusilanya merupakan pengajaran moral yang baik? sekali lagi, dalam perspektif saya, pengajaran itu dapat juga berupa contoh perilaku, baik atau buruk. dalam konteks ifalliability yang terbatas dalam dogma yang dibuat ex-cathedra, well, jujur saya juga kurang tahu apa Paus Alexander VI pernah mengeluarkannya atau tidak (karena setahu saya Vatikan belum pernah melakukan rilis resmi tentang doktrin-doktrin yang termasuk dalam kategori ex-Cathedra). so, mungkin doktrin infalliability itu benar, meskipun saya tetap yakin bahwa no body is perfect. baiklah kita lihat dari perspektif… Read more »

Willy Willson
Willy Willson
Reply to  jbro7783
6 years ago

Utk jbro7783

Apakah karena dosa seorang PAUS lantas Gereja Katolik yg berdiri 2000 tahun ambruk? MAsih banyak Paus2 dalam GK yang menampilkan karya2 kerasulan yang heroik. Dalam 12 rasulpun ada seorang Yudas, namun dosa Yudas tidak akan mampu menghapuskan karya kerasulan 11 yg lainnya.

damay
damay
Reply to  Willy Willson
6 years ago

syalom tim katolisitas,, point penting yang saya tangkap dalam pertanyaan sdr jbro,, adalah : 1. bagaimana kita dapat yakin akan apa yang diajarkan oleh paus, sementara apa yang dia lakukan tidak sesuai dengan apa yang dia ajarkan?? tentu saja orang akan percaya jika perilaku yang dia tunjukn sesuai dengan omongannya, tetapi jika tidak??? dalam bahasa Yesus jelas di sebut sebagai orang munafik. pertanyaanya: 2. apakah ajaran katolik dapat dilaksanakan dan diterima oleh manusia, sementara pemimpinnya sendiri tidak mampu melakukan ajrannya sendiri?? “ngomong sih gampang, tapi praktiknya??” tentu itu akan selalu menjadi batu sandungan dan cibiran dari umat lain, lah… kalau… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
24
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
X