Otentisitas dari Markus 16:9-20

Pertanyaan:

Salam

Mohon penjelasannya tentang Markus 16:9-20 yang ada di Injil sekarang kenapa tidak terdapat di Codex Sinaiticus dan Codex Vaticanus? Hal tersebut menjadi salah satu dasar bukti bagi agama lain kalau Injil sekarang palsu. Walaupun saya tidak mempercayai hal tersebut tapi penjelasannya akan sangat membantu saya dalam membela iman saya maupun lebih menambah pengetahuan saya tentang kekayaan iman Katolik

Terima kasih

Jawaban:

Shalom Maria,

Jawaban dari Rm Dr. V. Indra Sanjaya, Pr:

Tentu kita tidak bisa menjawab secara pasti mengapa Mrk 16,9-20 tidak terdapat dalam kedua codex itu. Tetapi yang jelas, fakta ini sama sekali bukan dasar bukti bahwa Injil sekarang ini palsu. Baik Codex Sinaiticus maupun Codex Vaticanus hanyalah manuskrip kuno yang memang mungkin bisa memberi kesaksian tentang sebuah teks tertentu.

Harus diakui bahwa Mrk 16,9-20 memang banyak diperdebatkan.

Konsili Trente (8 April 1546) tentang definisi kitab-kitab kanonik menggunakan rumusan “…these books in their entirety and with all their parts…” Yang dimaksud dengan ‘their parts’ kalau saya tidak salah, adalah Mrk 16,9-20; Yoh 7,53-8,11 satu lagi dari Injil Lukas 22,43-44 (?). Dengan demikian, Trente tampaknya tahu bahwa Mrk 16,9-20 bukan asli bagian Injil Markus dan hanya merupakan bagian saja yang mungkin sudah dipakai sejak cukup awal (mungkin abad 3). Yang jelas, Trente menerimanya sebagai ‘suci dan kanonik’.

Pontifical Biblical Commission dalam ‘responsa’ yang bertanggal 26 Juni 1912 pernah menulis demikian:

2156 II. Whether the reasons by which some critics strive to demonstrate that the last twelve verses of the Gospel of Mark [Mark 16:9-20] were not written by Mark himself, but were added by another hand, are such as to give the right to affirm that they are not to be accepted as inspired and canonical; or at least demonstrate that the author of the said verses is not Mark?–Reply: In the negative to both parts.

[dari: http://iteadthomam.blogspot.com/2009/11/responsa-of-pontifical-biblical.html]

Keputusan PBC ini tidak pernah dicabut, walaupun harus diakui bahwa sekarang ini ada banyak orang yang menerima bahwa Mrk 16: 9-20 bukanlah bagian asli dari Injil Markus. Namun Gereja Katolik berpegang pada pernyataan ini, bahwa Mrk 16:9-20 adalah otentik diinspirasikan oleh Roh Kudus dan termasuk di dalam kanon Kitab Suci.

Bagi saya, persoalannya adalah ‘kaca mata’ yang dipakai untuk memahami Alkitab. Kalau saya menggunakan ‘kaca mata’ orang lain untuk membaca Alkitab saya, tentu saya tidak bisa melihat dengan sempurna. Gereja menerima bahwa Kitab Suci adalah tulisan Allah dan manusia. Dan rumusan ini mengandung konsekuensi yang tidak sembarang orang berani menerimanya. DV 13 menyejajarkan Alkitab dengan peristiwa inkarnasi. Seperti dulu Allah yang mahabesar menjadi manusia Yesus dengan segala keterbatasan manusiawinya, demikian juga dalam Kitab Suci, Firman-Nya menjadi bahasa manusia dengan segala keterbatasannya.

Tambahan dari Katolisitas:

Jangan dilupakan bahwa teks Mrk 16:9-20 sudah ada dan dikutip oleh St. Yustinus Martir, Diatessaron dan St. Irenaeus di sekitar tahun 150-170an, dan St. Hippolytus (170 – 235) yang membuktikan bahwa ayat-ayat itu tidak asing bagi para Bapa Gereja tersebut. Dalam bukunya, First Apology, bab XLV, St. Yustinus Martir menghubungkan Mzm 110 sebagai nubuat Mesianis, dan bahwa Mzm 110:2 telah digenapi ketika para murid Yesus, menyebar dari Yerusalem, berkhotbah ke segala penjuru. Penggunaan katanya serupa dengan teks Mrk 16:20 dan konsisten dengan penjelasan ST. Yustinus tentang Injil sinoptik, yaitu kesesuaian antara Mrk 16:20 dengan Luk 24:53. Murid St. Yustinus, yaitu St. Tatian (172) memasukkan ayat Mrk 16:9-20 ke dalam Diatessaron, yaitu penggabungan kisah narasi yang mengambil sumber dari ke-empat Injil. Dan St. Irenaeus dalam bukunya Against Heresies 3:10.6 secara eksplisit mengutip Mrk 16:19, dan mengatakan bahwa ia mengutip dari akhir tulisan Markus. Demikian juga tulisan para  di tahun 200-an, seperti tulisan St. Hippolytus, Porphyry, and the anonymous author of De Rebaptismate. Bukti dari tulisan para Bapa Gereja ini sangatlah penting, karena umurnya lebih tua/ lebih dahulu daripada salinan manuskrip tersebut. Lagipula apa yang disampaikan di ayat-ayat Mrk 16:9-20 juga sesuai dengan apa yang disampaikan di ayat-ayat lainnya di dalam Injil, Kisah para rasul maupun surat-surat para rasul.

Selanjutnya, sebagai umat Katolik, kita juga perlu mempertimbangkan apa yang telah diputuskan oleh Pontifical Biblical Commission (PBC) terutama untuk menyikapi isu-isu yang sulit semacam ini. Walaupun pada tahun 1971 melalui motu Proprio Sedula Cura, Paus Paulus VI menata ulang PBC, sehingga PBC bukan lagi menjadi bagian dari Magisterium Gereja, namun, keputusan-keputusannya, harus kita perhatikan dan memberikan bobot tersendiri, mengingat bahwa mereka adalah komisi Kitab Suci dari pihak kepausan. Di samping itu, hal otentisitas Mrk 16:9-20 juga dinyatakan oleh Konsili Trente, maka keputusan ini mengikat umat beriman.

Beberapa argumentasi berikut ini adalah alasan mengapa kita mempercayai bahwa Mrk 16:9-20 adalah merupakan bagian otentik dari Kitab Suci:

a. Didukung oleh Konsili Trente: Dalam Sess.4 Dec. 1, maka kita melihat bahwa kanon dari Kitab Suci adalah seperti yang tertulis di dalam edisi Latin Vulgate, yang memasukkan Mrk 16:9-20 sebagai bagian dari Markus.

b. Didukung oleh Pontifical Biblical Commission: Dalam jawaban yang diberikan tanggal 26 Juni 1912 atas pertanyaan apakah Markus 16:9-20 tidak ditulis oleh Markus namun ditambahkan kemudian sehingga tidak diinspirasikan dan tidak menjadi bagian dari kanon Kitab Suci serta apakah penulis Kitab Markus adalah bukan Markus, maka PBC mengatakan negatif atau tidak atau dengan kata lain, Markus 16:9-20 adalah bagian otentik dari Kitab Markus dan dikarang oleh Markus.

c. Didukung oleh beberapa manuskrip: Menurut beberapa manuskrip, dan juga Tradisi, kita dapat melihat adanya empat alternatif pengakhiran dari Kitab Markus. Namun akhiran panjang dari Markus (ay.9-20) didukung oleh semua manuskrip Yunani kecuali Vaticanus, dan Siniaticus. Vulgate MSS dan semua MSS dari Old Latin (kecuali k) juga memuatnya, termasuk juga Syriac, Coptic dan versi lain. (Dom Orchard, ed., A Catholic Commentary on Holy Scripture, p.907)

d. Didukung oleh beberapa Bapa Gereja: Beberapa Bapa Gereja yang mendukung adanya akhiran panjang dari Markus, adalah: Papias, Justin, Irenaeus, Tatian, Epiphanius, Chrysostomus, Ambrosius, Agustinus. Dalam tulisan-tulisannya, mereka mengutip Mrk 16:9-20. Kesaksian para Bapa Gereja ini lebih kuat nilainya daripada hipotesa para ahli Kitab Suci di abad-abad terakhir ini yang meragukan keotentikan ayat-ayat tersebut. Bagi Gereja Katolik, pengajaran para Bapa Gereja yang terhubung dengan para rasul ini, dalam hal artikel iman, yang sesuai dengan keseluruhan ajaran para rasul, merupakan bagian dari Tradisi Suci, yang diinspirasikan oleh Roh Kudus.

e. Didukung oleh pengakhiran yang aneh: Kalau Markus 16 berakhir pada ayat 8, maka kita melihat akhir dari Kitab Markus sebagai berikut “And they went out and fled from the tomb; for trembling and astonishment had come upon them; and they said nothing to any one, for they were afraid.” (RSV) atau dalam versi Indonesia “Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut.” Bandingkan dengan akhir dari Mrk 16:20 “Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” Sungguh sulit dimengerti bahwa Injil yang merupakan kabar gembira harus berakhir dengan ketakutan.

Semoga jawaban dari Romo Indra dan tambahan dari saya dapat berguna bagi para pembaca katolisitas.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

0 0 vote
Article Rating
13 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
John
John
6 years ago

Shalom team Katolisitas yg t’kasih…

Memetik kata Rm Dr V Indra d atas- “Seperti dulu Allah yang mahabesar menjadi manusia Yesus dengan segala keterbatasan manusiawinya, demikian juga dalam Kitab Suci, Firman-Nya menjadi bahasa manusia dengan segala keterbatasannya..”

Amen..! Wah, hati saya sungguh t’sentuh dgn ayat ini… Mnunjukkan betapa ajaran Kristiani pnuh dgn krendahan hati… Agungnya karya Roh Kudus la yg mmungkinkan manusia dgn kterbatasannya mmahami karya kselamatan Ilahi…

God bless u all..!

cokie
cokie
6 years ago

syhalom,
Seingat saya ada perkataan bahwa kita tidak boleh menambah atau mengurangi apa yang sudah terdapat didalam firman Tuhan. Pertanyaan saya apakah yang terdapat dalam Markus 16: 9-20 termasuk dalam kata “menambah” firman Tuhan.Kedua, apakah hanya Codex Sinaiticus maupun Codex Vaticanus yang dapat menyatakan bahwa injil itu asli atau tidak, sebab ternyata tulisan para Bapa Gereja di abad-abad awal, mendukung otentisitas teks Mrk 16:9-20 sebagaimana terdapat dalam penjelasan “tulisan-tulisan-kuno-pendukung-otentisitas-mrk-16:9-20” bagaimana harus menyikapinya?
Terima kasih atas pencerahannya, Gbu

masdheki
masdheki
7 years ago

Apakah ada link scanned image untuk fragment Markus 16:9-20?

Terima Kasih sebelumnya……..

Berkah Dalem

Ingrid Listiati
Reply to  masdheki
7 years ago

Shalom Masdheki, Tentang tulisan-tulisan kuno yang mengacu kepada teks Mrk 16:9-20, silakan klik di sini. Sejujurnya, tulisan-tulisan yang dibicarakan di sana adalah tulisan-tulisan yang sangat tua umurnya, dan langka, maka wajar jika sulit untuk ditemukan fotonya di internet. Terus terang kamipun belum berhasil menemukan foto teks Mrk 16:9-20. Namun, jika Anda mau, mungkin Anda dapat masuk ke situs British Library Website, dan meminta bantuan di sana, agar memperoleh akses untuk melihat digitised manusripts Codex Alexandrinus (dari abad ke 5) yang memuat teks Mrk 16:9-20. Namun bagi kami, foto fragmen itu tidaklah sedemikian penting, sebab bukti-bukti lain yang lebih kuat tentang… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
13
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
X