Orang Katolik Tidak Menyembah Patung

Pendahuluan

Cerita ini adalah yang saya alami pada tahun 2000. Saat itu saya sedang mengunjungi sanak keluarga suami yang tinggal di Jawa Tengah. Suami saya tidak ikut, karena sedang bertugas di luar negeri. Karena hampir semua dari anggota keluarga mereka beragama Kristen Protestan, maka pada hari Minggu terakhir sebelum saya pulang ke Jakarta, mereka mengajak saya ikut kebaktian di gereja mereka. Karena saya pikir saya toh masih dapat mengikuti misa sore setibanya saya di Jakarta, maka saya setuju saja, karena saya tidak ingin merepotkan mereka untuk mengantarkan saya spesial ke gereja Katolik.

Kebaktian berlangsung khusuk. Injil hari itu adalah mengenai “mengasihi Allah dan sesama”, dan Bapak Pendeta mengutip kesepuluh Perintah Allah yang ada di Kitab Keluaran 20. Ayat ke-3 menekankan supaya kita tidak menyembah allah yang lain selain Allah Tritunggal. “Oh, sama dengan ajaran Gereja Katolik”, pikir saya. Namun penjelasan ayat yang ke-4 dan ke-5 membuat saya terhenyak.[1] Saat itu, beliau meminta seseorang untuk memberikan selembar uang kertas sebagai contoh. Katanya perintah Tuhan pada kedua ayat ini seperti halnya uang kertas, harus tercetak di sisi atas dan di sisi baliknya, kalau tidak, uang tersebut tidak berlaku. Maka kedua ayat itu harus diterapkan sekaligus, karena jika tidak artinya kita melanggar perintah Allah. Maka Pak Pendeta mengatakan kita tidak boleh membuat patung yang menyerupai apapun di langit dan di bumi, dan tidak boleh menyembahnya. Dia menyebutkan ‘kekeliruan’ gereja lain (beliau tidak menyebutkan Gereja Katolik) yang mengajarkan bahwa membuat patung itu boleh saja, asalkan kita tidak sujud menyembahnya sebagai Allah. Kemudian, beliau bertanya kepada jemaat, siapa dari antara hadirin yang berpendapat demikian. Hati saya bergemuruh, karena yang saya tahu, yang dilarang adalah membuat ‘patung’ yang kemudian disembah sebagai Tuhan. Jadi, saya memutuskan untuk mengangkat tangan saya, walaupun saya dipandang dengan tatapan aneh oleh banyak yang hadir. Hanya ada dua orang (termasuk saya) yang mengangkat tangan, dari sekitar 400 orang yang hadir. “Anggapan yang keliru”, kata Bapak Pendeta, dan saya bertekad dalam hati untuk menjelaskan hal ini kepadanya setelah kebaktian.

Sayangnya, saya tidak berkesempatan untuk bertemu dengan Pak Pendeta setelah kebaktian. Saya pulang ke Jakarta dengan hati gundah. Satu minggu berikutnya saya isi dengan mempelajari Kitab Suci dan buku-buku ajaran Gereja Katolik mengenai hal patung ini. Minggu berikutnya saya menulis surat kepada beliau, dengan menuliskan ayat-ayat Alkitab yang menjadi dasar bagi Gereja Katolik yang menganggap bahwa membuat patung, memajang patung ataupun berdoa di depan patung bukanlah suatu penyembahan berhala, asalkan kita tidak tunduk menyembah patung itu dan menganggapnya sebagai Tuhan. Sampai sekarang, saya tidak pernah menerima balasan dari Bapak Pendeta tersebut. Namun, saya hanya berharap agar beliau dapat memahami dasar pengajaran Gereja Katolik dalam hal patung ini dan tidak beranggapan bahwa Gereja Katolik mengajarkan sesuatu yang ‘keliru’.

Surat kami kepada Bapak Pendeta

Berikut ini saya sertakan surat kepada Bapak Pendeta tersebut, yang sesungguhnya dapat ditujukan juga kepada siapa saja yang menganggap orang Katolik menyembah patung:

Salam damai dalam kasih Kristus,

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengikuti Kebaktian Minggu tanggal 17 September 2000, yang bertemakan “Kasihilah Tuhan dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu, dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri”.

Saya terkesan dengan kotbah tersebut, hanya ada beberapa bagian yang berbeda dengan pengajaran di dalam Gereja saya, yaitu Gereja Katolik. Memang, Pak Pendeta tidak menyebut langsung ‘Gereja Katolik’ dalam khotbah Bapak, tetapi saya merasa terdorong untuk menjelaskan hal itu mengingat banyaknya kesalahpahaman yang terjadi antara jemaat Kristen Protestan dangan kami umat Katolik.

Dan setelah mendiskusikannya dengan suami saya, maka kami memutuskan untuk menulis surat ini dalam semangat kasih persaudaraan dalam Kristus.

Kami menyadari, bahwa perbedaan adalah hal yang wajar. Dan dengan semangat mencari kebenaran itu sendiri yang berasal dari Tuhan, kami ingin menjelaskan hal-hal dan latar belakang, serta dasar iman Katolik yang berkaitan dengan kotbah Bapak pada saat itu, yaitu mengenai ayat:

Keluaran 20:3-5 (menurut : Lembaga Alkitab Indonesia, 1999)

3)Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

4)Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

5)Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci aku.

Menurut khotbah Bapak, ayat yang ke-4 dan ke-5 tidak dapat dipisahkan, sehingga artinya adalah kita tidak boleh membuat patung, dan tidak boleh menyembah sujud kepadanya.

(Analogi yang Bapak sampaikan pada waktu itu adalah uang kertas dua puluh ribu rupiah yang memiliki 2 sisi). Jadi anggapan bahwa membuat patung itu diperbolehkan asal tidak sujud menyembahnya, dianggap KELIRU.

Kami ingin mengutip dari beberapa ayat kitab suci dari beberapa terjemahan, untuk mengurangi kemungkinan distorsi dari bahasa itu sendiri.

3) You shall not have other gods besides me (NAB, CCB); no other gods before me (RSV, NIV, KJV);

4) You shall not carve idols (NAB); a graven image (RSV); any graven image (NIV, KJV); a carved image (CCB) for yourselves in the shape of anything in the sky above or on the earth below or in the waters beneath the earth;

5)you shall not bow down (NAB, RSV, NIV, KJV, CCB) before them or worship them: for I the LORD your God am a jealous God, visiting the iniquity of the fathers upon the children to the third and the fourth generation of those who hate me.

Catatan: NAB= New American Bible; RSV= Revised Standard Version; NIV= New International Version; CCB= Christian Community Bible.

Dari referensi di atas, maka terlihat bahwa istilah yang digunakan adalah:

Carved idol, yang artinya adalah “patung berhala” dan carved/graven image yang berarti “ukiran dari suatu gambaran”. Kalaupun hal ini masih bisa diperdebatkan, namun tetap tidak mengurangi esensi dari ayat tersebut, bahwa yang paling penting adalah kita tidak membuat image/patung/gambaran untuk disembah sebagai allah lain (dalam kaitannya dengan ayat yang ke 3).

Jadi, penyembahan “patung berhala” adalah dosa. Namun anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa orang-orang Katolik adalah “sebagian orang Kristen” yang menyembah “patung” karena memiliki patung Yesus, Maria, santo/santa adalah sungguh-sungguh keliru. Hal ini adalah karena kesalahpahaman atau pengabaian dari apa yang dikatakan oleh kitab suci tentang maksud dan penggunaan patung. (Karena orang Katolik tidak menghormati patung, tetapi menghormati pribadi yang digambarkan di dalamnya). [2]

Anggapan bahwa “Tuhan melarang penggunaan image/gambaran/patung”, seperti yang dikotbahkan Bapak, menjadi anggapan umum jemaat Protestan, (sedangkan Gereja Katolik memang melarang patung berhala, tetapi tidak melarang penggunaan patung untuk keperluan ibadah, karena patung hanya merupakan lambang saja yang membantu untuk mengarahkan hati kepada Tuhan).

Kalau kita sungguh-sungguh menyelidiki seluruh kitab suci, kita dapat menemukan bahwa penggunaan image/gambaran/patung dalam ibadah kepada Tuhan diperbolehkan, bahkan Allah sendiri yang “memerintahkan” penggunaan hal tersebut.

Tuhan memerintahkan untuk membuat patung untuk keperluan ibadah

Di samping kutipan kitab Keluaran 20:4-5, marilah kita melihat beberapa kutipan lain dimana Tuhan memerintahkan untuk membuat patung yang digunakan sebagai lambang yang memberikan gambaran/menunjuk kepada kehadiran Yesus pada Perjanjian Baru dan kekal, sebagai yang terkandung dalam ‘Tabut Perjanjian baru’ itu sendiri, dan Putera Allah yang ditinggikan[3]:

1. Keluaran 25:1,18-20

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Dan haruslah kau buat dua kerub (English: cherubims/angels) dari emas, kau buatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu. Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini, dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya”. Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu.”

2. Ketika raja Daud memberikan rencana pembuatan bait Allah kepada Salomo

2. 1 Tawarikh 28:18-19

”..juga emas yang disucikan untuk mezbah pembakaran ukupan seberat yang diperlukan dan emas yang diperlukan untuk pembentukan kereta yang menjadi tumpangan kedua kerub yang mengembangkan sayapnya sambil menudungi tabut perjanjian Tuhan. Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh Tuhan yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.”

Lihatlah bahwa semua yang tertulis di atas diilhami oleh Tuhan sendiri.

Memang bukan raja Daud yang membangun bait Allah, melainkan raja Salomo pada tahun ke-empat setelah ia menjadi raja atas Israel. Dan dia melakukan yang diperintahkan oleh raja Daud, seperti yang tertulis dalam kitab 1 Raja-raja 6:23-35, “selanjutnya di dalam ruang belakang itu dibuatnya dua kerub dari kayu minyak, masing-masing sepuluh hasta tingginya ……..” (Dua kerub yang terdapat pada bait Allah ini menunjuk kepada kehadiran Allah di dalam tabut perjanjian; dan Yesuslah yang kemudian menjadi pemenuhan dari perjanjian Allah ini).

3. Yehezkiel 41:17-18

… dan di seluruh dinding bagian dalam dan bagian luar, terukir gambar-gambar kerub dan pohon-pohon korma, di antara dua kerub sebatang pohon korma, dan masing-masing kerub itu mempunyai dua muka.

4. Bilangan 21:8

Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa:”Buatlah (sebuah patung) ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” (Ular ini yang ditinggikan Musa menjadi gambaran dari Yesus Putera Allah yang harus ditinggikan (Yoh 3:14)).

Berdasarkan dasar-dasar tersebut di atas, yang dilarang adalah image/ gambaran/ patung yang dijadikan “allah-allah yang lain” dan menyaingi Allah yang Satu. Yang dilarang oleh hukum Allah adalah pemujaan terhadap image /gambaran/patung itu sendiri. Dengan demikian, Keluaran 20:4-5 berkaitkan dengan Keluaran 20:3, yaitu jangan ada padamu allah lain di hadapanKu.

Bagaimana kita menjelaskan kontradiksi ayat-ayat tersebut diatas butir 1-4 dengan kitab Keluaran 20:4-5?

Jawabannya sangat sederhana. Kerub/malaikat tidak dianggap sebagai allah dan tidak memerlukan pemujaan: Mereka adalah gambaran hamba Tuhan. Hal yang sama diterima oleh gereja Katolik saat ini, adalah penggunaan patung Yesus, Maria, santo/santa karena mereka bukan allah melainkan gambaran hamba Tuhan. (Jadi kita tidak menghormati patung itu apalagi menyembahnya, melainkan menghormati pribadi yang dilambangkannya, karena mereka membantu kita mengarahkan hati kepada Allah dan bukannya menjadi ‘saingan’ Allah).

Bagaimana umat Katolik menggunakan image/gambaran/patung:

1. Sebagai salah satu alat bantu umat untuk lebih menghayati kedekatannya dengan Yesus Kristus.

Penggunaan patung, lukisan, elemen artistik lainnya bagi umat Katolik adalah untuk membantu mengingat seseorang atau sesuatu yang digambarkannya. Sama seperti seseorang mengingat ibunya dengan melihat fotonya, demikian juga umat Katolik mengingat Yesus, Maria dan orang kudus lainnya dengan melihat patung/ gambar mereka. (Lagipula, Yesus sendiri sebagai Sang Putera Allah telah menjadi manusia, sehingga Yesus sendiri telah menjadi ‘gambaran Allah yang nyata.’ (lihat Kol 1:15) Karena itu, dengan kedatangan Yesus ke dunia, Allah yang tak kelihatan menjadi kelihatan, Allah yang dalam Perjanjian Lama dilarang untuk digambarkan, maka di Perjanjian Baru malah dinyatakan sebagai ‘gambar hidup’ di dalam diri Yesus. Jadi Yesus memperbaharui ‘tata gambar’ tentang Allah, sebab Ia adalah gambaran Allah sendiri.[4]) Renungkanlah ini: Jika di rumah kita memasang gambar/ foto keluarga kita, mengapakah kita tidak boleh memasang gambar/foto Tuhan yang kita sayangi? Gambar/ patung Tuhan Yesus dipasang tidang untuk disembah, tetapi hanya untuk mengingatkan kita tentang betapa istimewanya Ia di dalam hidup kita.

2. Sebagai sarana pengajaran

Umat Katolik juga menggunakan image/gambar/patung sebagai sarana pengajaran, seperti yang diterapkan juga oleh umat Kristen lain terutama dalam mengajar anak-anak di sekolah minggu, seperti: menerangkan siapa Tuhan Yesus, mukjijat yang dibuatNya, dll dengan gambar-gambar. (Kita mengetahui bahwa masalah ‘buta huruf’ baru dapat dikurangi secara signifikan di Eropa pada abad ke-12; bahkan untuk negara-negara Asia dan Afrika baru pada abad 19/20. Jadi tentu selama 12 abad, bahkan lebih, secara khusus, gambar-gambar dan patung mengambil peran untuk pengajaran iman, karena praktis, mayoritas orang pada saat itu tidak dapat membaca! Penggunaan gambar/ patung untuk maksud pengajaran ini tentu bukan berhala, karena mereka akhirnya malah menuntun orang beriman kepada Tuhan. Hal serupa terjadi waktu kita pertama kali mengajar anak-anak kecil mengenali benda-benda tertentu. Kita membuat/ menunjukkan pada mereka gambar-gambar sederhana, seperti apel, ikan, rumah, dst. Tentu saja hal ini tidak bertentangan dengan perintah Tuhan. Jadi membuat gambar yang menyerupai sesuatu di sekitar kita bukan merupakan dosa asal kita tidak menyembah gambar- gambar itu).

3. Digunakan untuk peristiwa-peristiwa tertentu

Umat Katolik juga menggunakan hal tersebut dalam kesempatan tertentu, sama seperti umat Kristen pada umumnya mempunyai patung-patung kandang natal, gambar peristiwa natal, atau mengirim kartu natal bergambar pada hari natal. (Jika membuat segala gambar/ patung yang menyerupai segala sesuatu dianggap dosa, apakah berarti kebiasaan mengirimkan kartu Natal dan menghias pohon Natal dengan kandang Natal, adalah dosa? Jika ya berarti bahkan menonton TV pun adalah dosa, melihat segala buku bergambar adalah dosa, menggambar/ melukis adalah dosa, karena semua objeknya adalah segala sesuatu yang ‘menyerupai apapun yang di langit dan di bumi’).

Kesimpulan

Jadi, Tuhan memang melarang pemujaan terhadap image/gambaran/patung, tetapi Ia tidak melarang pembuatan image/ gambaran tersebut secara umum. Seandainya Ia melarangnya, maka film, televisi, video, foto, lukisan, kartu natal bergambar, uang, ataupun gambar-gambar lainya akan juga dilarang, karena semua itu mengandung unsur image/ gambaran yang menyerupai sesuatu di bumi atau di atas bumi….(lihat Kel 20:4) Karena itu, Gereja Katolik melihat ayat ke-4 ini sebagai kelanjutan dari ayat ke-3, yaitu, agar jangan kita membuat gambar/ patung untuk disembah sebagai allah lain di hadapan Allah.

Dengan demikian sebenarnya menjadi sangat jelas bahwa baik umat Katolik maupun umat Kristen lainnya hanya memuja Tuhan yang satu dan sama, dan sama-sama menentang penyembahan patung berhala.

Kami yakin bahwa masih ada perbedaan-perbedaan yang ada dalam pengajaran Katolik dan Kristen Protestan. Alangkah baiknya jika kita masing-masing mau mengerti dasar-dasar atau latar belakang alkitabiah dan ajaran Gereja yang mendasari pengajaran tersebut untuk mengetahui kebenaran itu sendiri. Janganlah kita lupa bahwa di antara kita lebih banyak persamaannya dari pada perbedaannya.

Akhirnya, kami mengucapkan salam hangat kami untuk Bapak Pendeta dan seluruh jemaat Bapak. Semoga kasih Tuhan Yesus selalu mengikat kita semua sebagai satu saudara.

Salam dalam damai Kristus,

Ingrid Listiati & Wijoyo Tay

Penutup

Surat ini saya kirimkan kepada Bapak Pendeta tersebut. Nama dan alamat bapak Pendeta tersebut sengaja tidak saya cantumkan di sini karena saya pandang tidak perlu, karena yang terpenting adalah isi dari surat tersebut, untuk kita renungkan bersama. Kesaksian serupa ini mungkin dapat pula saudara/i alami dengan situasi yang berbeda, dan saya berharap artikel ini dapat sedikit membantu. Di atas semua itu, ingatlah bahwa kita harus selalu siap untuk menjelaskan iman kita, namun harus selalu dengan kelemah-lembutan dan hormat (lih. 1Pet 3:15).

Perlu kita ingat di sini bahwa berhala yang lebih ‘berbahaya’ sekarang adalah bukan terbatas hanya patung, tetapi segala ciptaan yang kita anggap lebih utama dari Tuhan, misal, uang, TV, pekerjaan, kedudukan, kecantikan, koleksi barang antik, main game, dst., yang menggeserkan peran Tuhan di dalam hidup kita, dan yang menyita waktu kita sampai tidak ada waktu untuk ke gereja, berdoa dan membaca sabda-Nya. Hal ini malah lebih nyata pada jaman sekarang, ketimbang hal membuat patung lembu tuangan (lih. Ul 9:16), namun prinsipnya sama, yaitu menyembah ciptaan dan bukan Sang Pencipta.

Mari kita refleksikan, apa yang menjadi ‘patung berhala’ di dalam hidup kita, yang mengambil tempat Tuhan di hati kita. Mari kita berdoa agar Tuhan membantu kita mengangkat keterikatan kita terhadap benda-benda tersebut. Dengan demikian kita dapat mengasihi Allah dengan lebih sungguh, tidak hanya di mulut, tetapi sungguh turun sampai ke hati.


[1] Perintah kedua yang dibahas oleh Bapak Pendeta adalah “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit… di bumi … atau yang ada di dalam air di bawah bumi.”(Kel 20:4) Dalam pengajaran Gereja Katolik, perintah kedua adalah: “Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan (Kel 20:7), karena ayat ke-4 yang mengacu pada patung berhala merupakan kesatuan/kelanjutan dari perintah pertama yaitu, “Jangan ada allah lain dihadapan-Ku…”(Kel 20:3)

[2] Lihat Katekismus Gereja Katolik 2132, Penghormatan Kristen terhadap gambar tidak bertentangan dengan perintah pertama, yang melarang patung berhala. Karena ‘penghormatan yang kita berikan kepada satu gambar menyangkut gambar asli di baliknya” (Basilius Spir 18,45) dan “siapa yang menghormati gambar, menghormati pribadi yang digambarkan di dalamnya” (Konsili Nisea II, DS 601). Penghormatan yang kita berikan kepada gambar-gambar adalah satu ‘penghormatan yang khidmat’, bukan penyembahan; penyembahan hanya boleh diberikan kepada Allah.

[3] Lihat KGK 2130, Tetapi di dalam Perjanjian Lama, Allah sudah menyuruh dan mengizinkan pembuatan patung, yang sebagai lambang harus menunjuk kepada keselamatan dengan perantaraan Sabda yang menjadi manusia: sebagai contoh, ular tembaga (bdk Bil 21:4-9; Keb 16-5-14, Yoh 3:14-15), tabut perjanjian dan kerub (bdk. Kel 25:10-22; 1 Raj 6:23-28; 7:23-26).

[4] Lihat KGK 2131, …Dengan penjelmaan menjadi manusia, Putera Allah membuka satu “tata gambar” yang baru.

5 1 vote
Article Rating
265 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Thomas Rudianto
Thomas Rudianto
10 years ago

Syalom, Sia-sialah “perjuangan” anda yang berusaha keras meluruskan apa yang bengkok dalam pandangan seseorang (non-katolik/pendeta/dll) yang sedari awal memang sudah salah menafsirkan kitab suci. Mereka (yang non-katolik), mayoritas memang punya pandangan miring dan sinis tentang apa yang kita imani di dalam gereja katolik, antara lain: (1) tentang romo yang tidak menikah, menurut mereka berarti tidak normal dan mengingkari kodrat manusia (2) tentang pengampunan dosa, mereka mengatakan itu menghujat Tuhan (3) tentang Bunda Maria, mereka mengatakan mana mungkin bisa dikatakan tetap perawan padahal pernah melahirkan (4) tentang Tritunggal, mereka mengatakan orang katolik hebat, punya 3 Tuhan (5) tentang patung, mereka mengatakan… Read more »

Stefanus Tay
Reply to  Thomas Rudianto
10 years ago

Shalom Thomas, Terima kasih atas tanggapannya tentang surat yang kami kirimkan kepada pendeta. Mungkin perlu kami luruskan, bahwa kami melakukan hal tersebut tanpa emosi, namun hanya didasarkan akan perlunya umat Katolik untuk memberitakan kebenaran, yang seringkali salah dimengerti oleh umat dari agama lain. Memang ada sebagian umat non-Katolik yang mempunyai pandangan miring kepada pengajaran Gereja Katolik, namun ada banyak di antara mereka mempunyai pandangan dan persepsi yang salah akan pengajaran Gereja Katolik. Oleh karena itu, kami mempunyai pandangan yang sama dengan Thomas, bahwa dalam kondisi yang memungkinkan, kami mencoba untuk menerangkan apa sebenarnya yang dipercaya oleh Gereja Katolik. Dan kita… Read more »

nevigo
nevigo
Reply to  Thomas Rudianto
10 years ago

maaf saudara Thomas Rudianto,anda mengaku orang katholik yang pintar,dan tidak emosi dalam menanggapi kasus keraguan umat non-katholik. Nah klo pinter semestinya anda membantu menyatukan kembali yang telah pecah,bukannya membuat makin pecah. Saya seorang Kristen Protestan,dan anda secara tidak sopan melecehkan agama Qta. Qta tuh bersaudara Thomas, jadi anda itu yang seharusnya lebih bijak, jangan berani komentar dulu sebelum tau informasi yang penuh.. Saya bukan bermaksud mengintimidasi saudara Thomas, cuma saran aja, coba deh saudara thomas berkomunikasi dengan orang2 diluar dari lingkungan saudara thomas, Trus baca lagi komentar mas thomas ini..nanti saudara thomas juga sadar apa yang saudara lakukan. PS: bergaul… Read more »

lucia
lucia
Reply to  nevigo
10 years ago

Dear Nevigo, benar sekali yg anda komentarkan. saya setuju. katolik itu merasa bahwa agama mereka The Best? pdhal Yesus datang bukan bawa2 agama, dalam arti kata dangkal sekali pemikiran mereka. hanya berpikir di luar katolik tdk benar! aneh bukan!!! memang orang katolik tuh mustinya gaul dong dng agama lain, tp pengalaman pribadi saya, saat katolik gabung dengan komunitas Pantekosta, Karismatik dll, mereka tidak bisa bicara apa2 diam 1000 bahasa, mereka tidak mengerti, mungkin aliran Pantekosta, Karismatik dll ketinggian kali ya ilmunya karena mereka musti benar2 mengerti dan diterapkan dalam hidup. katolik hanya bisanya salam maria, devosi maria dll. memangnya ada… Read more »

Stefanus Tay
Reply to  lucia
10 years ago

Shalom Lucia, Terima kasih atas komentar-komentarnya. Saya minta maaf bahwa komentar-komentar anda yang lain tidak dapat saya masukkan, karena tidak memberikan argumentasi yang baik dan tidak mempunyai diskusi dogma maupun doktrin. Adalah sangat mudah untuk memberikan tuduhan-tuduhan. Contoh komentar anda di atas, tidaklah didukung dengan argumentasi yang baik. Di site ini, anda mempunyai kesempatan untuk membuktikan keyakinan anda yang ingin membuktikan bahwa banyak pengajaran Gereja Katolik yang salah. Namun, untuk membuktikan hal ini, anda harus memberikan argumentasi yang baik, dengan disertai bukti-bukti dari Alkitab. Dengan demikian, maka akan terjadi dialog yang membangun. Menurut saya, diskusi akan menjadi substansial, jika anda… Read more »

lucia
lucia
Reply to  Thomas Rudianto
10 years ago

kita tdk pernah mengatakan berperang. itu lah istilah orang katolik. sekarang secara logika : gereja katolik +/- sdh 100 thn, Gereja Tiberias Indonesia +/- 17 thn, tp Tuhan pakai Gereja Tiberias luar biasa. anda bisa baca majalah gereja / Ensiklopedia di Indonesia, jemaat yg memiliki perkembangan jumlah jemaat terbesar adalah Tiberias. banyak kan gereja katolik yg masih di tenda-tenda? makanya banyak2 berdoa. Yesus itu kaya, gak mungkin dong orang2 yg percaya dng-Nya miskin? Ir. Ciputra (yg punya Mal Ciputra), dulu katolik, skrng evangelis di Tiberias, kenapa? di doakan oleh Pdt Tiberias, sembuh dalam nama Yesus … Doa orang/gereja benar besar… Read more »

Stefanus Tay
Reply to  lucia
10 years ago

Shalom Lucia, Terima kasih atas komentarnya. Memang istilah perang tidak dapat digunakan. Tentang data Gereja Katolik dan Gereja Tiberias, saya tidak ingin berkomentar lebih jauh, karena terlalu banyak data yang tidak akurat yang diberikan oleh Lucia. Mungkin Lucia dapat melihat link di sini (silakan klik) dan juga link ini (silakan klik). Dan silakan Lucia mempelajari lagi data-data tentang karya-karya yang dilakukan, baik dari sisi sekolah, rumah sakit, karya-karya sosial lain di Indonesia, dan juga dari banyaknya Gereja Katolik di Indonesia, serta jumlah umat Gereja Katolik. Apakah ada yang perlu ditingkatkan oleh Gereja Katolik di Indonesia? Tentu saja ada banyak hal… Read more »

Sunjoyo
Sunjoyo
Reply to  Stefanus Tay
10 years ago

Shalom P.Stef dan sdri Lucia. Saya sangat setuju bahwa kesembuhan fisik memang bermanfaat dan membuat orang yang mengalami menjadi gembira dan memuji Tuhan, tetapi kesembuhan rohani lah yang sangat diharapkan oleh Tuhan. Seandainya sdri Lucia berkenan, luangkanlah waktu untuk pergi ke pertapaan karmel di Tumpang-Malang tiap minggu ketiga. Disana sdri Lucia akan mendapatkan bahwa di gereja Katolik juga terjadi banyak kesembuhan. Seorang teman saya menderita tumor jinak di tulang punggung, kakaknya perempuan menderita tumor ganas kandungan stadium 3, dan saya sendiri menderita alergi kulit akut dimana saya tidak bisa bersentuhan dengan bahan karet dan plastik. Dan kami semua telah mengalami… Read more »

johanes
johanes
Reply to  lucia
10 years ago

@sdr Lucia: [edit] Anda tidak bercerita kenapa Pdt Gilbert Lumoindong dan beberapa pendeta lain hengkang dari Gereja Tiberias? [edit] .sepertinya Ir.Ciputra yang membuat anda bangga dengan Tiberias dibandingkan dengan Tuhan Yesus, Bunda Maria, Semua orang Kudus, Para martir dan Rasul….
[edit]

lucia
lucia
Reply to  johanes
10 years ago

Pdt. Gilbert sdh memiliki gereja sendiri. gereja nya di Gedung Marina Kelapa Gading.

saya tdk bangga dng ciputra? memang anda malaikat? lihat dong konteks nya? saya bangga dan Cinta YESUS. saya tidak bangga dengan maria. siapa dia?

saya bangga dng Tiberias karena disitu jemaat hanya boleh menyembah YESUS sang JURUSELAMAT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! tidak ada maria …..

anda salah besar, tdk ada manusia yg kudus entah itu martir ato apapun jg , hanya YESUS, INGAT !!!!!

wah spt nya anda musti banyak belajar ya?

Stefanus Tay
Reply to  lucia
10 years ago

Shalom Lucia,
Anda salah besar kalau mengira umat Katolik menyembah Maria. Umat Katolik tahu bahwa Maria adalah mahluk ciptaan yang istimewa, sehingga umat Katolik menghormatinya, namun tidak menyembahnya. Umat Katolik juga tahu bahwa penyembahan hanya ditujukan kepada Tuhan semata. Kalau anda ingin berdiskusi tentang hal ini, silakan memberikan argumentasi yang baik dan terstruktur. Semoga dapat diterima.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

johanes
johanes
Reply to  lucia
10 years ago

@Lucia: Jangan emosi bu…tenang aja.kan kita berdiskusi? katanya murid Yesus harus punya kasih. Ayo kita praktekkan ajaran ini.bukan hanya di bibir saja. Dan katanya buah roh itu salah satunya adalah kasih. Mari kita menghasilkan buah buah roh itu. Mengenai Pdt. Gilbert, saya tahu dia sudah punya gereja sendiri.(Tapi Gereja Katolik punyanya Tuhan lho?. Bukan punya pastor tertentu. dan tidak didirikan oleh pastor manapun) Tapi hendaknya anda menyelidiki lebih saksama: mengapa dia bisa sampai punya gereja sendiri yang terpisah dari induknya Gereja Tiberias? Mengapa tidak bersama2 di Tiberias? Mengapa sampai itu terjadi? Salah siapahkah? Apa Tuhan Yesus salah berdoa untuk persatuan… Read more »

Budi Darmawan Kusumo
Budi Darmawan Kusumo
Reply to  lucia
10 years ago

Shalom saudaraku Lucia, saya akan mengutip beberapa dari perkataan anda dan memberikan sedikit tanggapan : Lucia Pdt. Gilbert sdh memiliki gereja sendiri. gereja nya di Gedung Marina Kelapa Gading. Tanggapan : Semoga TUHAN YESUS selalu memberikan yang terbaik bagi beliau dan BUNDA MARIA selalu menuntunnya kepada kebenaran putraNYA. Lucia saya tdk bangga dng ciputra? Tanggapan : karena terlihat dari perkataan anda bahwa anda bercerita tentang ir.ciputra, bukan YESUS yang merubah ciputra, sehingga kesannya anda lebih bangga terhadap ciputra. tapi ini bukan jadi masalah karena anda sudah meluruskan pengertian yang benar. Lucia memang anda malaikat? lihat dong konteks nya? Tanggapan :… Read more »

Lucia
Lucia
Reply to  Budi Darmawan Kusumo
10 years ago

Dear Pak Budi,

thanks for your comment.

I appreciated you.

GBU

Alexander Pontoh
Alexander Pontoh
Reply to  Budi Darmawan Kusumo
10 years ago

Mantep Ko ! sering2 dateng pigi website ini. mbantu ndingino orang2 seng wes kepanasen nde sini.

[dari katolisitas: mohon lain kali dapat menggunakan Bahasa Indonesia yang baku, sehingga semua pembaca dapat mengerti]

thomas vernando
thomas vernando
Reply to  lucia
10 years ago

@Lucia [edit] Bunda Maria siapa? dialah Bunda Allah..Bunda Yesus..dan Bunda Umat beriman. https://katolisitas.org/2009/08/19/sejak-kapan-protestan-percaya-bahwa-bunda-maria-adalah-orang-kudus/ (coba anda baca yang ini saja, maaf kalo sudah) oy, kalo anda ingin menyalahkan Gereja.. salahkan pendirinya, kenapa Dia mendirikan Gereja di atas rasul Petrus, bukan di atas pendeta anda.. Santo Agustinus pernah berkata “Outside the Church you can have everything – except salvation…. You can have dignity [of bishop], you can have the sacrament [baptism], you can sing Alleluia, you can answer Amen, you can hold the Gospel [in your hand], you can have and preach the faith in the name of the Father and the… Read more »

Mr. Katro
Mr. Katro
Reply to  lucia
10 years ago

Lucia Wrote : saya bangga dng Tiberias karena disitu jemaat hanya boleh menyembah YESUS sang JURUSELAMAT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! tidak ada maria ….. anda salah besar, tdk ada manusia yg kudus entah itu martir ato apapun jg , hanya YESUS, INGAT !!!!! ————————————————————————— Bunda Maria adalah Perawan Suci, Allah sendiri yang mengkuduskan Bunda Maria sebelum Yesus tinggal dalam rahim Bunda Maria, mengapa? Kodrat Allah adalah suci, sementara manusia sudah berdosa karena tercemar dosa Adam dan Hawa ; Suci dan dosa tidak dapat bersatu, jika Bunda Maria tidak suci, maka mungkinkah Yesus (yang adalah Allah yang suci) dapat tinggal dalam rahim yang penuh… Read more »

thomas trika
thomas trika
Reply to  lucia
10 years ago

Sdr ku Lucia, Saya senang melihat diskusi ini begitu mengalir, walaupun ada ‘ketegangan-ketegangan’ disana-sini. Gak masalah. Yang penting kita semua bersaudara kan ? Dan semoga kuasa Roh Kudus membimbing kita terus dalam diskusi-diskusi ini. Tapi, mohon maaf sebelumnya, kalau saya mau “menegur” Anda dengan komen Anda yg bunyinya “saya bangga dan Cinta YESUS. saya tidak bangga dengan maria. siapa dia?” Mohon dengan sangat teguran saya ini diterima dengan rendah hati ya, karena saya sedih sekali Anda menulis demikian. Sdri ku Lucia, saya saja seorang pria yang dilahirkan dari rahim seorang ibu yang walaupun dengan segala ketidak-sempurnaannya, tetap bangga, mencintai &… Read more »

tarsisiusdidik
tarsisiusdidik
Reply to  lucia
10 years ago

Dear Ibu Lucy. Siapa bilang Ciputra itu Katholik, setahu saya dia cuma semasa sma sekolah di sekolah katholik di Manado namanya Don Bosco. dia tidak katholik, saya tahu banyak tentang dia. Anda lupa Yesus dulu lahir dimana? di kandang kan tidak dihotel; siapa yang pertama mengetahui kelahiraanNya? para gembala yang miskin kan bukan orang orang kaya atau herodes yang berkuasa…. [dari Katolisitas: kami edit]

thomas trika
thomas trika
Reply to  lucia
10 years ago

Sdri ku Lucia, Nah ini saya senang bacanya nih, mengenai fenomena banyak-nya umat Katolik yang masih harus beribadah di tenda-tenda/atau sarana-sarana pertemuan lain yg non-permanen.. Sedih ya dengarnya ? Saya juga sempat miris. Dan saya ingat saya sempat tanyakan mgn hal ini ke pastor paroki saya swkt saya ngobrol dengan beliau, “kenapa kok banyak umat Katolik yang harus misa di tenda atau bangunan setengah-jadi (atau malah gak jadi-jadi, he..he.) atau tempat2 yang non-permanen sih romo?. Kenapa kita nggak sewa tempat aja di mal-mal atau gedung-gedung seperti saudara-saudara kita yang dari Protestan? apa susahnya ? dana ?” Eh jawabannya khas banget… Read more »

wahyu nugroho
wahyu nugroho
11 years ago

saya mau tanya kenapa di gereja katolik tu banyak patung kristus, bunda maria, yusuf dan para orang kudus? itu maksudnya apa? terus kenapa orang kristen kebanyakan tidak seperti di katolik meneladani bunda maria?

lucia
lucia
Reply to  wahyu nugroho
10 years ago

Dear Pak Tarsisius,

saya dinner dengan beliau & istri (Ibu Dian Ciputra) bersama 10 orang & 3 orang pendeta di Mercantile. kami sharing. beliau mengungkapkan ucapan syukur kepada Yesus.

ciputra itu dulu katolik. apakah anda pernah ketemu muka langsung & sharing? jng menebak-nebak. A ya A, B ya B.

intinya dari sharing tsb Yesus sangat baik, mengasihi kami.
kami bangga bisa keluar dari agama lama.

Stefanus Tay
Reply to  lucia
10 years ago

Shalom Lucia, Terima kasih atas komentarnya. Saya tidak akan mempermasalahkan apakah dia sebelumnya Katolik atau bukan. Namun, saya tidak tahu alasan kepindahannya. Kalau memang anda senantiasa mengatakan bahwa Gereja Katolik salah dan lama, maka kita dapat berdiskusi tentang doktrin dan dogma dari Gereja Katolik. Anda juga dapat bergabung dalam diskusi dengan beberapa orang yang berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain di sini – silakan klik. Saya yakin anda bukan bangga karena sekedar keluar dari Gereja Katolik, namun anda bangga karena menemukan kebenaran. Oleh karena itu, kalau anda mau, kita dapat mendiskusikan kebenaran yang anda temukan. Bacalah dulu beberapa diskusi… Read more »

Budi Darmawan Kusumo
Budi Darmawan Kusumo
Reply to  lucia
10 years ago

Shalom Saudaraku Lucia. Kalau melihat post anda, saya merasa anda bangga dengan adanya orang – orang ‘terkenal’ secara dunia untuk keluar dari gereja Katolik. Hal ini tidak bisa menjadi tolok ukur kebenaran, karena yang dilihat YESUS adalah hati dan kebenaran orang itu. Kalau hanya melihat materi dan keterkenalan. orang terkaya nomer 1 di dunia ( yang dari mexico ) saya lupa namanya ( yang mengalahkan BILL GATES ), itu adalah orang katolik. Pak CIPUTRA memang orang hebat, tapi kehebatannya di segi bisnis. bukan doktrin dan kebenaran atau dalam segi agama. jadi menurut saya kepindahan Pak Ciputra itu tidak akan mempengaruhi… Read more »

tarsisiusdidik
tarsisiusdidik
Reply to  lucia
10 years ago

Maaf Ibu Lucia saya juga sangat bangga tidak menjadi Protestan, karena agama yang dibuat manusia. Dulu keluarga kami protestan, sayalah yang pertama masuk katholik kemudian diikuti oleh semua keluarga saya. trima kasih YESUS Engkau sudah membimbingku Trimakasih BUNDA MARIA Engkau sudah menjadi teladan hidup untuk menemukan kembali jalan yang benar. Saya sudah berapa kali mendengar kesaksian langsung bapak Ciputra. beliau adalah cuma ex sma DONBOSCO MANADO. Dia dari dulu memang bukan katholik. Katholik yang sudah paham betul tentang DOGMA KATOLIK tidak akan pernah pindah pindah kekandang lain, kecuali katolik-katolikan. Saya sangat bangga dengan pendeta-pendeta protestan yang ada di Amerika kemudian… Read more »

Adri Amanupunnjo
Adri Amanupunnjo
Reply to  tarsisiusdidik
10 years ago

Salam Kasih didik, Sayang ya kalau hanya bicara soal agama kayanya anda lebih senang dan bangga mempunyai agama katolik ( nothing wrong about that ) dan sepertinya gereja katolik tidak suka pada gereja protestan, apakah agama itu menyelamatkan? atau apakah katolik itu bisa menyelamatkan? nanti sama kaya orang muslim yg begitu bangga akan agamanya seharusnya anda berbangga kalau anda punya Tuhan Yesus itu yang membedakan orang percaya dan tidak percaya, apakah kalau gereja protestan tidak percaya pada doktrin gereja katolik membuat gereja2 protestan salah karena kita berbicara Tuhan yang sama Roh kudus yang sama Bapa yang sama yang membedakan adalah… Read more »

Stefanus Tay
Reply to  Adri Amanupunnjo
10 years ago

Shalom Adri A, Terima kasih atas komentarnya. Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan: 1. Untuk mengerti sikap Gereja Katolik kepada gereja-gereja lain, maka anda dapat membaca dokumen Vatikan II: 15. (Hubungan gereja dengan orang kristen bukan katolik) Gereja tahu, bahwa karena banyak alasan ia berhubungan dengan mereka, yang karena dibaptis mengemban nama kristen, tetapi tidak mengakui ajaran iman seutuhnya atau tidak memelihara kesatuan persekutuan dibawah Pengganti Petrus[28]. Sebab memang banyaklah yang menghormati Kitab suci sebagai tolak ukur iman dan kehidupan, menunjukkan semangat keagamaan yang sejati, penuh kasih beriman akan Allah Bapa yang mahakuasa dan akan Kristus, Putera Allah… Read more »

Didik Tarsisius
Didik Tarsisius
Reply to  Adri Amanupunnjo
10 years ago

Maaf pak Adri kami orang katolik tidak pernah diajarkan mendewa dewakan agama, kami percaya pada Yesus sebagai juru slamat, justru kami merasa didoakan oleh Bunda Maria dan para kudus. itu sesuai dengan pengakuan iman kami. Kami memang harus bangga dengan agama Katholik karna hanya agama katholiklah yang didirikan oleh para rasul, bapa gereja, ini sesuai dengan Firman Yesus sendiri, saya kira pejelasan ini sudah banyak diutarakan di situs ini. tergantung bagaimana kita menanggapinya. Wah pegalaman kita hampir sama, istri saya dulu potestant tapi sekarang puji Tuhan dia sudah pulang kerumahnya home sweet rome. dan sekarang ikut aktif sebagai wanita katholik.… Read more »

Budi Darmawan Kusumo
Budi Darmawan Kusumo
Reply to  Adri Amanupunnjo
10 years ago

Shalom saudaraku Adri, saya akan memberi beberapa tanggapan atas pernyataan anda. Adri : dan sepertinya gereja katolik tidak suka pada gereja protestan ? Budi : Hal ini adalah hal yang sangat objektif [dari katolisitas: mungkin maksudnya subyektif], sama seperti ketika anda berkata, “sepertinya orang muslim tidak suka pada orang kristen”. jadi menurut saya kata – kata ini tidak perlu dituliskan. coba anda cari data – data digoogle pertengkaran antara KRISTEN & ISLAM dibandingkan dengan KATOLIK & ISLAM, maka anda akan melihat kenyataan yang mengejutkan, mana yang lebih agresif dari AGAMA KRISTIANI ? Adri: saya punya istri seorang katolik yang karismatik… Read more »

Alexander Pontoh
Alexander Pontoh
Reply to  lucia
10 years ago

Bu Lucia… Beliau (Pak Ciputra) mengungkapkan ucapan syukur kepada Yesus. Kita umat Katolik juga mengucap syukur kepada Yesus.

saya mencurigai anda memiliki pandangan kalau umat Katolik tidak menyembah Bapa, Putera (Yesus) dan Roh Kudus tetapi menyembah Maria dan orang-orang Kudus (santo santa).

benarkah kecurigaan saya?

Stefanus Tay
Reply to  Alexander Pontoh
10 years ago

Shalom Lucia dan rekan-rekan semua, Terima kasih atas partisipasinya dalam diskusi ini. Namun, dengan sangat menyesal, saya tidak dapat memasukkan komentar-komentar yang kurang dapat membangun diskusi yang membangun. Lucia, saya rasa anda telah cukup banyak mengekspresikan kebanggaan anda akan gereja Tiberias dan menyatakan bahwa ajaran dari Gereja Katolik adalah sesat. Hal ini tidak saya permasalahkan, karena memang ini semua adalah hak anda. Namun, pernyataan yang tidak disertai argumentasi justru memperlemah pernyataan anda. Oleh karena itu, kalau anda memang berniat berdiskusi secara sungguh-sungguh dan mendalam, pilihlah salah satu dogma dan doktrin dari Gereja Katolik yang sungguh tidak dapat anda terima. Kita… Read more »

lucia
lucia
Reply to  wahyu nugroho
10 years ago

Dear Wahyu,

katolik adalah agama lama.

semua manusia yg lahir ke bumi berdosa, kecuali YESUS yg lahir ke dunia 2000 years ago.

lahirnya protestan karena tidak setuju dengan ajaran katolik, mungkin bertentangan dengan Alkitab. makanya di protestan tdk mengenal maria.

yang patut diteladani adalah Yesus bukan maria.

GBU

Stefanus Tay
Reply to  lucia
10 years ago

Shalom Lucia, Terima kasih atas komentarnya. Saya pikir, daripada mengatakan bahwa Katolik adalah agama lama, diskusi akan lebih substansial dan membangun dengan memberikan argumentasi tentang dogma dan doktrin. Lagipula, sesuatu yang lama bukan berarti tidak benar. Kalau anda mau berdiskusi tentang lahirnya Protestan, kita juga dapat membahasnya lebih dalam. Yang paling penting di sini adalah memberikan alasan atau argumentasi yang baik, sehingga tidak hanya mengatakan “yang patut diteladani adalah Yesus bukan maria.“. Anda sendiri berbangga terhadap pendeta anda dan mungkin ingin meneladani beliau. Jadi, tidak ada yang salah dalam meneladani Maria, karena Maria telah menunjukkan bahwa walaupun dia adalah mahluk… Read more »

Budi Darmawan Kusumo
Budi Darmawan Kusumo
Reply to  lucia
10 years ago

Katolik adalah agama lama ?

Kebenaran, baik itu lama, baru, usang atau akan datang. yang namanya kebenaran ya kebenaran dan tidak bisa diganggu gugat. sama seperti YESUS yang tetap dari dulu sekarang dan selamanya.

Lucia :
ahirnya protestan karena tidak setuju dengan ajaran katolik, MUNGKIN bertentangan dengan Alkitab. makanya di protestan tdk mengenal maria.

Budi:
dari kata – kata anda sendiri anda mengatakan bahwa mungkin, berarti anda sendiri tidak jelas informasinya. alangkah baiknya kalau dicari informasi terlebih dahulu baru berpendapat, sehingga terjadi dialog yang baik

haini
haini
11 years ago

isi sebuah doa yang baik menurut versi katolik bagaimana mengandung unsur-unsur apa saja!mohon penjelasan.

chmel
chmel
11 years ago

Selamat Paskah…
saya mau bertanya tentang pemberian sesajian kepada leluhur atau anggota keluarga yang meninggal yang saat ini masih dilakukan oleh sekelompok umat katolik.apakah itu dibenarkan oleh gereja? kalo tidak apakah dasar dalam kitab suci yang melarang kebiasaan itu? terima kasih

Abraham Martinus Setyabudi
Abraham Martinus Setyabudi
Reply to  Ingrid Listiati
10 years ago

@ ingrid hebat ya katolik semua umatnya mempunyai wewenang bilang boleh atau ga tapi tidak berdasarkan firman Tuhan. sekarang saya tanya, semua orang mati di katolik pasti didoakan arwah kan? jadi semua orang katolik masuk api pencucian? kasian banget umat katolik. mau kesurga aja harus dibakar dulu? apa ga gosong? anda yakin dengan doa anda yang salah bisa menghantar arwah ke surga? yang membuat kita dikenal di surga adalah darah Yesus, karena darah Yesus yang memateraikan kita karena kita sudah dibayar lunas. mendoakan orang mati merupakan bentuk ketidak percayaan orang katolik akan penebusan Yesus dengan darah yang mahal oleh karena… Read more »

cw
cw
11 years ago

Salam Kasih Ibu Inggrid ,

Saya sangat bersyukur akan adanya web ini,
penjelasan yang dilakukan dengan bahasa yang penuh kasih/santun sangat meneguhkan dan menjawab begitu banyak pergumulan saya tentang katolik.

Masih ada satu hal yang saya masih bingung tentang penghormatan/ penciuman salib pada saat Jumat Agung.
Apakah hal diatas tidak menjadi rancu dengan konsep “memperbolehkan penggunaan patung dan sejenisnya asalkan tidak melakukan penyembahan terhadapnya”.

Terima Kasih

Paulina
Paulina
Reply to  Ingrid Listiati
11 years ago

TFS Bu Ingrid, bertambah pengetahuan saya dalam iman.
Salam setia dalam karya mulia.

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
265
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
X