Mengapa banyak kejahatan di dunia ini?

Pertanyaan:

Hi Stef/Ing,
Baru2 ini di daerah Pondok Pinang – Pondok Indah Jakarta Selatan terjadi pembunuhan. Yang dibunuh seorang Ibu dari bayi yang baru dilahirkannya beberapa bulan lalu. Ibu ini berumur 23 thn. Bersamaan dengan itu dibunuh juga adik iparnya, laki2, kls 1 SMA, baru 17thn. Menurut polisi, motifnya adalah perampokan – orang tua/mertua korban adalah pengusaha berlian.
Yang saya ingin tanyakan, apakah kematian mereka  ini termasuk rencana Allah? Bukankah yang berkuasa atas hidup dan mati kita adalah Tuhan? Jadi, Tuhan sendiri yang menghendaki kematian itu? Dilihat secara manusia, kematian mereka tragis. Selain masih sangat muda, si ibu juga meninggalkan bayi yang tentu masih sangat membutuhkannya.  Begitupun dengan si adik ipar yang baru menginjak masa remaja. Masa depannya masih sangat panjang….
Allah adalah KASIH. Saya yakini itu. Lalu kenapa ada cara kematian yang seperti itu?  Saya tidak tau kehidupan korban pembunuhan ini, tapi,  pada  halaman obituari di koran dicantumkan ada misa requiem untuknya.
Jika ada penjahat yang mati tertembak, nyaris tidak ada yang menyesalinya. Ibaratnya,  setimpal lah (dengan kejahatannya – dan barangkali malah: ya syukurlah sudah mati, daripada bikin onar – padahal kita sebenernya juga tidak berhak atas nyawa mereka ya, he-he).
Berbeda jika yang meninggal  mati karena pembunuhan tsb adalah seseorang yang kita kenal sebagai orang “baik”, kita merasa tidak rela dan bertanya2, kok bisa ya? Atau, kasihan sekali ya.. dia kan orang baek.. dsb. Lalu kita sering menyimpulkan : ya memang sudah begitu garis hidupnya. Sudah dikehendaki oleh Yang Kuasa..
Bagaimana sebetulnya dengan kejadian kematian seperti itu?  Kenapa Allah “membiarkan pembunuhan terhadap orang baik”? bahkan kadang dengan cara yang begitu sadis semisal mutilasi.
Mohon pencerahannya ya dan terimakasih banyak. Shalom! – Nicola

Jawaban:

Shalom Nicola,

Pertanyaan Nicola adalah pertanyaan tentang kejahatan atau “evil”, baik pembunuhan, kematian bayi karena kelaparan, peperangan, bencana alam, dll. Dan sering orang bertanya, apakah semua ini adalah rencana Allah. Nanti, akan ada satu tulisan yang akan membahas tentang evil di dunia ini dan kaitannya dengan Tuhan. Namun berikut ini adalah prinsip-prinsip untuk menjawab pertanyaan Nicola:

1). Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8), dan rencananya adalah rancangan damai sejahtera bukan rancangan kecelakaan (Jer 29:11). Karena kasih adalah menginginkan yang terbaik untuk orang yang dikasihinya, maka Tuhan juga menginginkan yang terbaik untuk umat manusia, ini terbukti dengan memberikan Putera-Nya untuk  mati di kayu salib demi keselamatan kita (Yoh 3:16). Dan tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini.

2) Karena Tuhan menginginkan yang terbaik untuk manusia, maka Tuhan memberikan “kehendak bebas atau free will“. Dan sering manusia menyalahkangunakan kehendak bebasnya untuk melawan kehendak Tuhan atau ini disebut “dosa“. Dan dosa selalu mempunyai dimensi sosial, seperti yang telah diuraikan dalam tulisan “masih perlukah Sakrament Pengakuan Dosa (bagian 1)“. Jadi dalam kasus pembunuhan yang disebutkan Nicola adalah karena dosa yang mempunyai dimensi sosial.

3). Semua yang terjadi di dunia ini atas sepengetahuan dan diijinkan oleh Tuhan, karena Tuhan Maha Tahu dan Maha Kuasa. Namun tidak semua yang terjadi di dunia ini adalah rancangan Tuhan, sebagai contoh adalah evil/kejahatan, dosa, dll. yang melawan hakekat Tuhan dan karenanya pasti bukan dari Tuhan. Namun salah satu atribut yang terbesar bagi Tuhan adalah “Dia dapat membuat situasi yang dipandang oleh manusia jahat atau penderitaan menjadi baik untuk orang yang bersangkutan maupun orang banyak.” Sebagai contoh: ketidaktaatan manusia pertama yang mendatangkan dosa asal menjadi alasan terbesar bagi Tuhan untuk mengirimkan Putera-Nya, Yesus, untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa.

4). Jadi, penderitaan (suffering) dan evil (kejahatan) dapat dirubah oleh Tuhan untuk kebaikan yang lebih tinggi (greater good), memberikan kesempatan kepada manusia untuk berpartisipasi dalam pekerjaan Allah, kesempatan bagi umat Allah untuk membuktikan kasih mereka kepada Allah di tengah-tengah percobaan. Sebagai contoh: kita melihat di dalam penderitaan tsunami di Aceh, banyak orang yang tergerak untuk menolong. Mungkin banyak orang yang berfikir bahwa kehidupan adalah suatu anugerah, atau kehidupan dan semua yang ada di dunia ini (kesehatan, rumah, harta, dll) bersifat sementara. Kita tidak tahu kebaikan apa yang didapat dari keluarga yang terbunuh, karena cerita kehidupan mereka belum selesai. Namun mungkin keluarga mereka jadi lebih dekat dengan Tuhan. Komunitas di sekitarnya juga mulai mempertanyakan akan arti hidup, arti kematian, atau kehidupan setelah kematian, dll., yang pada akhirnya akan membawa kita kepada Tuhan. Ketidaktahuan kita akan kebaikan yang lebih tinggi di balik penderitaan dan kejahatan menyimpan suatu misteri, yang pada saatnya nanti akan terungkap dengan jelas. Ini terjadi juga dalam cerita Ayub.

5) Paus Yohanes Paulus II dalam ensikliknya “Salvifici Doloris” mengatakan bahwa, penderitaan dan kejahatan dapat dibagi 2: a) fisik dan moral, b) sementara dan selamanya. Fisik adalah sakit penyakit, kemiskinan, kematian, dll., sedangkan moral adalah kepahitan, kemarahan, atau dengan kata lain dosa. Sementara adalah semua penderitaan dan kejahatan di dunia ini yang memang bersifat sementara, sedangkan selamanya adalah penderitaan di neraka. Dimata Tuhan, kejahatan moral atau “DOSA” dan juga penderitaan yang bersifat selamanya di “NERAKA“, mendapat perhatian paling utama, karena dua hal itu adalah dua hal yang bertentangan dengan hakikat dan rencana Tuhan. Itulah sebabnya Yesus datang ke dunia ini untuk MENEBUS DOSA manusia dan menunjukkan jalan ke SURGA. Jadi bagi yang terbunuh, dia mengalami kejahatan fisik, namun jika semasa hidupnya dia hidup di dalam Tuhan, maka dia tidak akan mengalami penderitaan selamanya (ia dapat masuk surga). Bagi yang membunuh, dia melakukan kejahatan fisik dan moral, dan kalau dia tidak bertobat dapat membawa dirinya sendiri kepada penderitaan selamanya (ia membawa dirinya sendiri ke dalam neraka).

Jadi bagi kita orang Kristen, penderitaan dan kematian bukanlah “TITIK” atau akhir dari segalanya, namun masih “KOMA” yang menjadi permulaan kehidupan baru. Hal ini dikarenakan pengharapan dan kebahagiaan kita bukan berasal dari dunia ini, namun dari Tuhan dan kepenuhan kebahagiaan ada di surga bersama dengan Yesus.
Saya mengundang kita semua dan seluruh pembaca website ini untuk turut juga berdoa bagi jiwa-jiwa yang dibunuh agar Tuhan menerima mereka dalam kerajaan surga. Juga untuk seluruh anggotanya agar diberi kekuatan untuk menghadapi percobaan ini dan membuat mereka agar lebih dekat dengan Tuhan. Dan kita juga berdoa untuk pertobatan yang membunuh, agar mereka kembali kepada jalan yang benar.

Semoga prinsip-prinsip tersebut di atas dapat menjawab pertanyaan Nicola. Kalau masih kurang jelas atau tidak setuju silakan untuk menuliskan kembali atau menunggu untuk tulisan lengkap tentang topik ini.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan
stef – www.katolisitas.org

5 1 vote
Article Rating
19/12/2018
23 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
John
John
7 years ago

Shalom…

Sya ingin tmbah’n sdkit. Mmg bnar spt yg dkata’n saudara kometar d atas. Tuhan xkan m’beri pnderitaan yg m’lebihi kudrat hambaNya. Ini umum ktahui. Namun dlm ruang lingkup c ibu yg lmpuh & kmatian suami tsb, kita m’ganggap dugaan dr Tuhan ini sdh sngat lebih berat baginya. Ini krana kita m’mandang dr kcamata manusia. Sdang’n rncana Tuhan mugkin b’lainan. Bisa sj mnurutNya dugaan ini blum mlebihi kmampuan kudrat ibu tsb. Krna Tuhan lbih tau akan batas k’kuatan ibu tsb & angota2nya. Krna Tuhan Maha kasih & Maha tahu…

Trima kasih

aditama
aditama
8 years ago

salam kenal, sekarang saya sedang mebuat skripsi ttg penderitaan manusia menurut salvifici doloris, mungkin anda bisa membantu saya dengan buku-buku yang bisa anda sarankan. trimakasih Berkah Dalem.

Budhi Sutanto
Budhi Sutanto
9 years ago

Mau tanya ya Bu atau Pak, katanya Tuhan tak akan memberi cobaan melebihi batas kempuan kita, mengapa ada orang yang mendapat cobaan melebihi batas kemampuanny? Ada seorang ibu sudah ada 6 tahun menderita sakit lumpuh. seminggu yang lalu suaminya yang sehat justru meninggal karena jatuh dari sepeda, Betapa kasihan melihatnya dalam ketidak berdayaannya dia harus kehilangan orang yang membantu dia. Dia sudah didoakan berkali kali namun tak ada hasil, apakah cara berdoanya yang salah? Secara umum orang akan menganggap si ibu banyak dosanya atau sewaktu sehatnya kurang bersyukur atau mungkin juga terlalu sombong, Mohon Bantu doa juga agar ibu ini… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Budhi Sutanto
9 years ago

Shalom Budhi, Memang pada akhirnya, harus diakui bahwa kita tidak dapat menjelaskan makna segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita; dan termasuk hal penderitaan yang nampaknya memang sangat memprihatinkan, seperti yang anda kisahkan. Namun demikian, kita tetap percaya bahwa dalam kehidupan yang paling menyedihkan sekalipun, Tuhan hadir, dan karena itu tetaplah mempunyai makna. Paus Yohanes Paulus II yang terberkati pernah menulis surat ensiklik yang sangat indah tentang makna penderitaan, dengan judul Salvifici Doloris (On the Christian Meaning of Human Suffering) dan beberapa cuplikannya pernah saya sampaikan di sini, silakan klik. Jika kita melihat ada orang- orang yang demikian menderita, janganlah… Read more »

budi
budi
10 years ago

saya lengkapi…Mengapa yang jahat/kejahatan semakin tersebar dan semakin populer dan bertambaha jumlah orangnya…?????

Sederhana jawaban dari seorang bijak..maaf lupa namanya…

Adalah karena orang orang benar tidak melakukan apa apa…

Gawat kan???? bukan aksi teroris maksudnya……… namun sejenis A Team kali….atau kepahlawan atau keheroikan atau ke patriotan yang intinya adalah rela berkorban untuk yang benar…

Rela berkorban, rela rugi, rela menderita,,,,,rela ga populer,,, rela terancam anak bini…..

Makanya cerdas2 jadi A Team, Robin Hood atau yang lain yg pasti bukan jadi TERORIS….

Ingrid Listiati
Reply to  budi
10 years ago

Shalom Budi, Ya, dunia ini dapat menjadi jauh lebih baik jika orang- orang benar mau melakukan sesuatu, sesuai yang diyakininya sebagai kebenaran. Namun mungkin perlu diperjelas di sini supaya tidak menimbulkan pertanyaan, apa yang anda sebut sebagai “rela terancam anak bini”? Apakah orang yang benar lalu punya anak bini yang mengancam? Atau maksudnya hidup orang itu beserta anak dan istrinya menjadi terancam? Lalu asal kita tahu saja, bahwa Robin Hood juga sebenarnya bukan tokoh yang dapat dikatakan teladan secara moral, sebab walaupun dia membantu orang miskin, tetapi cara membantunya dengan mencuri. Hal ini tentu juga bukan hal yang ideal dan… Read more »

budi
budi
Reply to  Ingrid Listiati
10 years ago

lol…
maksudnya…mungkin karir nya, keluarganya, masa depannya, nyawanya mungkin akan terancam lewat Penekanan, penindasan, Ancaman,Tindakan lainnya..
Jika orang benar (?) contoh pegawai negeri yang ga mau ikuti perintah atasannya untuk KKN dia kan akan disingkirikan, berarti terpengaruh lah keluarganya, masa depannya, dan contoh lain yang bisa di ketahui sendiri…
Maksudku cuma itu sih….
Tx 4 u.

[Dari Katolisitas: Terima kasih atas klarifikasinya, sudah jelas sekarang maksud anda]

Machmud
Machmud
11 years ago

Salam damai sejahtera

Tahukah anda bahwa :

Ternyata dunia “lebih baik” dari Surga

Salam
mac

Machmud
Machmud
Reply to  Stefanus Tay
11 years ago

Salam damai sejahtera

Dear Stef

Karena alasannya cukup panjang , maka saya minta izin dulu pada anda dan jika disetujui akan saya kirimkan besok pagi
Bagaimana ?

Salam
Mac

Machmud
Machmud
Reply to  Stefanus Tay
11 years ago

Salam damai sejahtera Dear Stef Sesuai janji saya pada Stef maka berikut ini saya sampaikan alasan saya DUNIA “LEBIH BAIK” DARI SORGA Mungkin anda terkejut membaca judul diatas dan kemudian bertanya mengapa demikian ? Untuk itu kita akan melihat pada awal kejadian manusia diciptakan Tuhan dan ditempatkan di Taman Eden. Tuhan mengizinkan ular masuk ke dalam Taman Eden sehingga HAWA jatuh dan timbullah dunia seperti yang sekarang ini. Allah mengizinkan semua ini terjadi sebab didalam kemahatahuanNya , Ia tahu bahwa hal ini akan membuat dunia “lebih baik” dari pada Sorga. Bagi Allah yang mengizinkan timbulnya dunia kita sekarang ini, sebab… Read more »

Paulus Sutikno Panuwun
Paulus Sutikno Panuwun
Reply to  Stefanus Tay
9 years ago

Dear Pak Stef dan Pak Machmud .

Saya setuju dengan pak Machmud dalam satu hal , di Dunia kita bisa mempunyai ke 3 hal utama ini yaitu : Iman , Pengharapan dan Kasih , kalau sudah di surga , kayaknya sudah tidak butuh ketiganya ; karena sudah ada di Surga , tidak butuh Iman , tidak butuh pengharapan , jadi tinggal ongkang ongkang saja . Rasanya lebih bagus punya ketiga hal tsb .

Paulus

Y. Nicola
Y. Nicola
12 years ago

Hi Stef/Ing, Baru2 ini di daerah Pondok Pinang – Pondok Indah Jakarta Selatan terjadi pembunuhan. Yang dibunuh seorang Ibu dari bayi yang baru dilahirkannya beberapa bulan lalu. Ibu ini berumur 23 thn. Bersamaan dengan itu dibunuh juga adik iparnya, laki2, kls 1 SMA, baru 17thn. Menurut polisi, motifnya adalah perampokan – orang tua/mertua korban adalah pengusaha berlian. Yang saya ingin tanyakan, apakah kematian mereka ini termasuk rencana Allah? Bukankah yang berkuasa atas hidup dan mati kita adalah Tuhan? Jadi, Tuhan sendiri yang menghendaki kematian itu? Dilihat secara manusia, kematian mereka tragis. Selain masih sangat muda, si ibu juga meninggalkan bayi… Read more »

y. nicola
y. nicola
Reply to  Stefanus Tay
12 years ago

Stef, terimakasih atas penjelasannya tentang ‘evil’ dan bahwa Tuhan tidak merencanakan yang jahat/kecelakaan/kondisi negatif. Ya, saya yakini itu. Jadi, betulkah dalam kasus pembunuhan, korban menjadi tumbal untuk kebaikan orang lain? begitu pun dengan penderitaan2 yang berdampak kebaikan bagi orang lain..? di sebut korban karena ‘tidak punya pilihan’. Sedangkan Pembunuh, ya memang dia yang memilih sendiri kejahatan itu. Nah, mengapa Tuhan tidak membantu korban dan meluputkannya saja dari kematian tsb? maaf, pola pikir saya sangat terpengaruh dengan TAKDIR – sudah digariskan. Pola pikir ini sama kuatnya dengan keyakinan saya akan kuasa Tuhan/TriTunggal Maha Kudus. Maka sikap saya terhadap hidup adalah, menjalani… Read more »

y. nicola
y. nicola
Reply to  Stefanus Tay
12 years ago

hi Stef, terimakasih penjelasannya yang panjang dan mengena. Seperti tau apa yang saya mau tanyakan kemarin, tapi tak terlontar karena ‘malu’ : kemarin saya mau tanyakan ‘lantas apa imbalan bagi mereka yang menjadi kurban’ itu…Wah, ternyata malah sudah muncul di sini. Luar biasa.Ya, di Kitab pun juga sudah ada contohnya ya (Luk 16:19-31). Tuhan menyediakan kebahagiaan abadi di surga bagi mreka yang mengalami innocent suffering di dunia ini. Terimakasih sekali : misteri musti kita terima dengan lapang hati, dan dengan memakai kacamata iman, pengharapan, dan kasih. Juga terimakasih : bahwa kita harus berhati-hati terhadap sikap menjalani hidup apa adanya, sebab… Read more »

skywalker
Reply to  Stefanus Tay
11 years ago

[quote] Dan untuk menuju ke surga, setiap orang punya porsi masing-masing yang harus dijalani, sebagian orang dengan penderitaan fisik, sebagian lagi dengan penderitaan rohani, mengalami ketidakadilan, dll. [unquote] [quote] Sebagai orang Kristen, kita dipanggil bukan hidup apa adanya, namun kita berusaha dengan segenap pikiran, hati, dan kekuatan kita agar kehendak Allah terwujud dalam kehidupan kita.[unquote] Jika dirangkai seperti ini maka “penderitaan fisik, sebagian lagi dengan penderitaan rohani, mengalami ketidakadilan, dll” dapat dipahami sebagai “kehendak Allah terwujud dalam kehidupan kita” sudah tentu dapat dijawab sbb [quote] tentu saja, Tuhan menghargai kehendak bebas kita untuk bekerja sama dengan rahmat-Nya. Untuk itu, kita… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
23
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
X