Macam- macam istilah Misa

Berikut ini adalah sekilas keterangan tentang bermacam istilah Misa:

1. Misa hari Minggu

Seperti namanya, maka Misa Hari Minggu adalah Misa/ perayaan Ekaristi yang diadakan pada hari Minggu. Umat Kristiani merayakan hari Tuhan pada hari Minggu, karena mengikuti teladan para rasul yang mengadakan ibadah Hari Tuhan tersebut pada hari Minggu [hari pertama di dalam minggu] untuk memperingati hari kebangkitan Kristus.

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan:

KGK 1166 “Berdasarkan tradisi para Rasul yang berasal mula pada hari kebangkitan Kristus sendiri, Gereja merayakan misteri Paska sekali seminggu, pada hari yang tepat sekali disebut Hari Tuhan atau Hari Minggu” (Sacrosanctum Concilium 106). Hari kebangkitan Tuhan adalah serentak “hari pertama dalam minggu”, mengenangkan hari pertama ciptaan, dan “hari kedelapan” di mana Kristus sesudah “istirahat”-Nya pada Sabtu agung menerbitkan hari “yang Tuhan janjikan”, “hari yang tidak mengenal malam” (Liturgi Bisantin). “Perjamuan Tuhan” adalah sentrumnya, karena di sana seluruh persekutuan umat beriman menemui Tuhan yang telah bangkit, yang mengundang mereka ke pesta pedamuan-Nya (Bdk. Yoh 21:12; Luk 24:9b)….

KGK 1167 Benarlah bahwa hari Minggu adalah hari, di mana umat beriman berkumpul untuk perayaan liturgi, “untuk mendengarkan Sabda Allah dan ikut serta dalam perayaan Ekaristi, dan dengan demikian mengenangkan sengsara, kebangkitan dan kemuliaan Tuhan Yesus, serta mengucap syukur kepada Allah, yang melahirkan mereka kembali ke dalam pengharapan yang hidup berkat kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati” (Sacrosanctum Concilium 106).

KGK 1193 Hari Minggu, “hari Tuhan” adalah hari perayaan Ekaristi yang utama, karena ia adalah hari kebangkitan. Ia adalah hari perhimpunan liturgi, hari keluarga Kristen, hari kegembiraan dan hari senggang. Ia adalail “inti dan dasar seluruh tahun liturgi” (SC 106).

KGK 2175 Hari Minggu jelas berbeda dari hari Sabat, sebagai gantinya ia – dalam memenuhi perintah hari Sabat – dirayakan oleh orang Kristen setiap minggu pada hari sesudah hari Sabat. Dalam Paska Kristus, hari Minggu memenuhi arti rohani dari hari Sabat Yahudi dan memberitakan istirahat manusia abadi di dalam Allah. Tatanan hukum mempersiapkan misteri Kristus dan ritus-ritusnya menunjukkan lebih dahulu kehidupan Kristus (Bdk. 1Kor 10:11)….

KGK 2177 Perayaan hari Minggu yakni hari Tuhan dan Ekaristi-Nya merupakan pusat kehidupan Gereja. “Hari Minggu di mana dirayakan misteri Paska dari tradisi apostolik, harus dipertahankan sebagai hari pesta wajib yang paling pertama di seluruh Gereja” (CIC, can. 1246, 1)….

KGK 2042 Perintah pertama (“Engkau harus mengikuti misa kudus dengan khidmat pada hari Minggu dan hari raya“) menuntut umat beriman supaya mengambil bagian dalam Ekaristi, manakala persekutuan Kristen berkumpul pada hari peringatan kebangkitan Tuhan (Bdk. CIC, cann. 1246-1248; CCEO, can. 881, 1.2.4)

Maka mengikuti Misa Kudus dengan khidmat pada hari Minggu merupakan perintah pertama Gereja, yang mengambil dasar dari perintah Allah yang utama, yaitu agar kita menyembah dan mengasihi Tuhan Allah kita dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita (lih Kel 20:3-5). Sebagai ungkapan kasih ini, kita diberi perintah oleh Allah untuk menguduskan hari Tuhan (lih. Kel 20:8-11); seperti yang telah dicontohkan oleh para rasul dan jemaat Kristen awal merayakan hari Tuhan pada hari Minggu (Kis 20:7; 1 Kor 16:2). Selanjutnya, maka perayaan hari Tuhan bagi umat Kristen adalah hari Minggu yang dikatakan sebagai hari pertama di dalam minggu, dan bukan hari terakhir dalam minggu (bukan Sabat, karena Rasul Paulus mengatakan bahwa hari Sabat tidak mengikat umat Kristen (Kol 2:16; lih. Gal 4:9-10; Rom 14:5). Dengan kebangkitan Kristus, maka hari Tuhan tidak semata dihayati sebagai hari Tuhan beristirahat, namun lebih kepada hari penciptaan baru, di mana manusia yang telah mengimani Kristus diubah oleh Allah menjadi manusia baru. Selanjutnya tentang hal ini sudah pernah dibahas di artikel ini, silakan klik.

“Menghadiri Misa Kudus pada hari Minggu dan pada hari- hari perayaan dan beristirahat dari pekerjaan yang berat” adalah perintah pertama dari kelima perintah Gereja. Pada hari Minggu diadakan perjamuan Ekaristi yang utama, karena diadakan bertepatan dengan hari kebangkitan Kristus.

2. Misa Sabtu Sore

Misa Sabtu Sore umum sering diartikan sebagai ‘Anticipated Mass‘, atau Misa Antisipasi perayaan Misa pada hari Minggu. Namun sebenarnya, menurut General Norms of the Liturgical Year and the Calendar, dikatakan demikian:

#3. “The liturgical day runs from midnight to midnight, but the observance of Sunday and solemnities begins with the evening of the preceding day.”

(terjemahannya)

#3. “Hari liturgis dihitung dari tengah malam ke tengah malam, tetapi pemenuhan kewajiban pada Minggu dan Hari Raya dimulai dari sore hari sebelum hari tersebut.”

Paus Benediktus http://www.adoremus.org/SacramentumCaritatis.html mengatakan, “… mengenali Sabtu sore, dimulai dari doa Vespers yang pertama, adalah sudah merupakan bagian dari Minggu, dan waktu di mana kewajiban hari Minggu dapat dilakukan…”

Maka kebijaksanaan Gereja Katolik untuk mengadakan Misa Sabtu Sore untuk pemenuhan kewajiban menguduskan hari Tuhan adalah untuk memberi kesempatan kepada umat yang karena alasan tertentu/ genting tidak dapat memenuhi kewajiban untuk mengikuti Misa pada hari Minggu. Namun jangan sampai kemudahan ini dijadikan alasan, bahwa ‘karena malas bangun pagi pada hari Minggu, maka saya memilih untuk ikut misa Sabtu sore’; padahal pada hari Minggu-nya ia tidak mempunyai halangan yang mendesak. Jika ini motivasinya, maka sesungguhnya orang tersebut memiliki sikap batin yang keliru untuk memenuhi perintah Allah dalam menguduskan hari Tuhan. Sebab dalam menguduskan hari Tuhan, sudah selayaknya kita mempersembahkan dan mengorbankan waktu dan diri kita seutuhnya kepada Tuhan dalam kesatuan dengan Gereja-Nya dalam perayaan Ekaristi.

3. Misa Harian

Misa harian tetap merupakan perayaan Ekaristi yang mempunyai efek yang sama dengan Misa yang dilakukan pada hari Minggu ataupun hari- hari lainnya, karena kurban yang dihadirkan adalah sama, yaitu kurban Kristus. Namun demikian, mengikuti misa harian tidak dapat menggantikan kewajiban mengikuti Misa pada hari Minggu, karena hari Minggu adalah hari Tuhan, di mana semua orang Kristen diajak untuk menguduskan hari itu dengan merenungkan pengorbanan Kristus dan kebangkitan-Nya yang menebus dosa- dosa umat manusia.

Mengikuti Misa Harian dan menerima Ekaristi setiap hari merupakan hal yang sangat indah yang dapat dilakukan oleh setiap umat Katolik. Mengapa? Karena dengan menerima Kristus sendiri setiap hari kita akan dipimpin olehNya untuk bertumbuh di dalam iman, pengharapan dan kasih. Jadi jika seseorang ingin bertumbuh secara rohani, selain ia perlu berdoa dan merenungkan Sabda Tuhan, ia dapat menimba kekuatan dari Kristus sendiri, yang hadir dalam Ekaristi Kudus.

Katekismus mengajarkan:

KGK 1389 Gereja mewajibkan umat beriman, “menghadiri ibadat ilahi pada hari Minggu dan hari raya” (OE 15) dan sesudah mempersiapkan diri melalui Sakramen Pengakuan, sekurang-kurangnya satu kali setahun menerima komuni suci, sedapat mungkin dalam masa Paska (bdk. CIC, can. 920). Tetapi Gereja menganjurkan dengan tegas kepada umat beriman, supaya menerima komuni suci pada hari Minggu dan hari raya atau lebih sering lagi, malahan setiap hari.

4. Misa Salve

Terus terang saya kurang memahami istilah ini. Apakah ini Misa didahului/ dilanjutkan dengan doa Salve Regina, ataukah Misa dilanjutkan dengan Benediction/ Adorasi Sakramen Mahakudus?

Sementara kita menunggu jawaban dari Romo Boli, inilah jawaban yang dapat kami berikan:

Jika maksudnya Misa diikuti doa Salve Regina, silakan anda membaca tanya jawab di link ini, silakan klik. Jika maksudnya Misa yang diikuti oleh Benediction/ Adorasi sakramen Maha Kudus: Sebenarnya setelah menerima Komuni kudus, kita selayaknya meresapkan kehadiran Tuhan Yesus sendiri di dalam tubuh kita, sehingga dalam konteks ini, kita pertama- tama harus menyembah Kristus yang telah kita sambut dan menyatu dalam tubuh kita. Katekismus mengajarkan kehadiran Kristus dalam Ekaristi dimulai pada saat konsekrasi dan bertahan sampai wujud Ekaristi masih ada di dalam tubuh kita (lihat KGK 1377). Maka diperkirakan kehadiran Yesus dalam rupa Ekaristi di dalam tubuh kita bertahan selama sekitar 10 menit. Pada saat itu, sebaiknya kita menyembah Tuhan Yesus yang sungguh hadir dalam diri kita.

Dengan demikian, Benediction/ penyembahan dan berkat sakramen Mahakudus di altar dapat dilakukan setelah Misa Kudus, namun tidak langsung setelah Komuni, karena saat setelah Komuni seharusnya diberikan untuk tiap- tiap orang secara pribadi untuk menyembah Tuhan Yesus yang hadir secara khusus dalam rupa Ekaristi di dalam tubuhnya.

0 0 vote
Article Rating
36 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Jessica Celinne Kusnadi
6 years ago

Admin Katolisitas yang murah hati. Celinne mau bertanya. Pada Ibadat Jumat Agung, apakah wadah air suci di muka pintu gereja harus tetap terisi atau dikosongkan…? Ini BUKAN PERSOALAN penting atau tidak penting – buat Celinne, jika mau tenggelam lebih ke dalam (duc in altum) maka semuanya akan lebih bermakna. Terima Kasih. [Dari Katolisitas: Menurut ketentuan dari Congregation of Divine Worship, wadah air suci di muka pintu gereja dikosongkan hanya pada hari Jumat Agung dan Sabtu sunyi, karena saat itu tidak dirayakan perayaan Ekaristi. Demikian kutipannya: “The practice of the Church has been to empty the Holy Water fonts on the… Read more »

Jessica Celinne Kusnadi
Reply to  Jessica Celinne Kusnadi
6 years ago

Terima Kasih Celinne tuliskan kepada para Admin di katolisitas.

Sungguh benar, dengan semangat yang baik dan sikap rendah hati selayaknya dijadikan pegangan kita di dalam menyikapi setiap perbedaan pemahaman yang membuahkan “keputusan menolak” untuk mengosongkan wadah air suci di muka pintu gereja atas nama REKSA PASTORAL.

Dan memang bukanlah sebuah prinsip jika wadah air suci tersebut masih ada di Perayaan Ibadat Jumat AGung.

Salam dan Hormat Celinne.

asri
asri
6 years ago

Di gereja saya, seminggu sekali diadakan doa koronka dan sebulan sekali diadakan Misa Kerahiman Ilahi, yang mau saya tanyakan apa bedanya Misa Misa Ekaristi biasa dengan Misa Kerahiman Ilahi?

[Dari Katolisitas: Pada dasarnya setiap perayaan Ekaristi/ Misa adalah perayaan yang sama, sebab Kurban-nya sama, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Maka Misa Kerahiman Ilahi adalah perayaan Misa biasa, hanya umumnya entah didahului ataupun diakhiri oleh doa Koronka/ doa Kerahiman Ilahi.]

Romo Bernardus Boli Ujan, SVD
Romo Bernardus Boli Ujan, SVD
Reply to  asri
6 years ago

Salam Asri,

menambahkan jawaban dari Katolisitas, yang saya tahu, ada Misa Hari Minggu Kerahiman Ilahi, yaitu pada hari Minggu sesudah Minggu Paskah, hari Minggu II masa Paskah yang pernah disebut Minggu Putih. Isi bacaan dan rumusan doa-doa liturgisnya tentang kerahiman Allah kepada kita manusia yang diwujudkan dalam hidup dan karya Yesus Kristus. Mungkin bacaan dan doa-doa liturgis itu dipakai dalam Misa Kerahiman Ilahi sekali sebulan pada hari biasa dalam pekan. Selebihnya saya tak ada bayangan karena belum mengikuti misa yang dimaksud pada hari-hari biasa dalam pekan itu.

Doa dan Gbu.
Rm Boli.

shan
shan
6 years ago

Apakah benar kutipan berikut? “Jangan ngaku kristen kalo lo gak tau bahwa ritual kebaktian yang lo lakuin tiap minggu itu adalah adaptasi dari budaya pagan romawi.”

[dari katolisitas: Jangan mengaku Katolik, kalau tidak tahu bahwa ibadah yang dilakukan setiap minggu adalah berasal dari Kristus sendiri yang menginstitusikan Perjamuan Terakhir dan diteruskan oleh para rasul dan jemaat perdana sampai saat ini.]

Jessica Celinne Kusnadi
Reply to  shan
6 years ago

Shan.

Apakah benar kutipan berikut? “Jangan ngaku kristen kalo lo gak tau bahwa ritual kebaktian yang lo lakuin tiap minggu itu adalah adaptasi dari budaya pagan romawi.”

Jawab:
SALAH.

Riko
6 years ago

Salam Damai Kristus Nama saya Riko. Sayan ingin menanyakan, bagaimana jika pada hari minggu ada halangan untuk ke Gereja? Jadi begini. Jurusan saya mengadakan sebuah acara wajib yaitu malam keakraban dari hari Jumat – Minggu sore. Sedangkan misa paling malam mulai sekitar pukul 18.00. Otomatis saya tidak bisa menghadiri misa. Saya sempat protes dan minta kebijakan untuk dapat menghadiri misa. Tapi panitia terkesan acuh, dan bahkan beberapa senior Katolik menyarankan saya untuk tidak menghadiri misa saja. Tentu saja saya merasa sangat tidak senang dan merasa ada diskriminasi. Sampai sekarang saya masih berusaha meminta kebijakan dari mereka. Tapi bagaimana kalau mereka… Read more »

anang
anang
7 years ago

Salam damai dalam Kristus

adm katolisitas yg baik, forum ini banyak memberi pemahaman iman Katolik saya, sebelumnya pd hari Minggu tgl 9 Juni 2013 saya pernah mengajukan pertanyaan di forum ini, ini pertanyaan saya yg ke2, mohon pencerahan.

Paroki kami akan merayakan ulang tahunnya ke 55, hari Sabtu 29 Juni 2013
sehingga karena sesuatu hal pastor paroki dan DPP bersepakat meniadakan Misa pada hari Minggu tgl 30 Juni 2013, Apakah hal tersebut dibenarkan dalam hukum gereja Katolik?
terima kasih atas tanggapan dan penjelasannya

RD. Bagus Kusumawanta
RD. Bagus Kusumawanta
Reply to  anang
7 years ago

Anang yth,

Misa hari Minggu hendaknya wajib tetap dijalankan sesuai aturan liturgi Gereja. Pemindahan ke hari lain hendaknya memperhatikan ajaran Gereja bahwa hari Minggu adalah hari Tuhan yang hendaknya dihormati oleh semua umat beriman. Dalam Sacrosanctum Concilium (SC) no.42 mengatakan hendaknya kehidupan liturgi Paroki …dipupuk dalam hati dan praktik jemaat beriman…terutama perayaan Misa umat pada hari Minggu.

Karena itu jangan memindahkan kebiasaan hari Minggu untuk perayaan Ekaristi bagi umat di paroki, kalau tidak dengan alasan yang sangat berat.

salam dan doa
Rm Wanta

Elia
Elia
7 years ago

Saya ingin bertanya, tentang Misa Ekaristi di luar gereja, apa itu salah? (seperti Misa di rumah, di gedung perkantoran, di Sekolah, kampus, sampai di Gedung Besar seperti PRJ, Ballroom)

Ingrid Listiati
Reply to  Elia
7 years ago

Shalom Elia, Ketentuan tempat perayaan Ekaristi, disebutkan dalam Instruksi Redemptionis Sacramentum, demikian: RS 108     Perayaan Ekaristi hendaknya dilakukan di tempat suci, kecuali dalam kasus tertentu bila keadaan memaksa lain; dalam hal demikian perayaan harus berlangsung di tempat yang layak. Uskup diocesan akan mengambil keputusan untuk setiap kasus. RS 109    Melawan hukum jika Imam merayakan Ekaristi di sebuah kuil atau tempat keramat dari salah satu agama bukan Kristen. Dengan demikian, jika suatu kelompok ingin mengadakan perayaan Ekaristi, silakan menghubungi imam/ Romo paroki setempat, agar Romo tersebut mengetahui dan memeriksa apakah tempat tersebut layak atau tidak, sebab imam paroki bertugas membantu… Read more »

Romo Bernardus Boli Ujan, SVD
Romo Bernardus Boli Ujan, SVD
Reply to  Elia
7 years ago

Salam Elia, Menambahkan jawaban Ibu Ingrid, perlu kita ingat bahwa tempat yang biasanya dipandang pantas untuk perayaan Ekaristi adalah gereja atau kapel. Bila ada alasan khusus, sepengetahuan pimpinan/penanggungjawab Gereja setempat bisa dibuat di luar tempat yang biasa ini (di luar gereja/kapel) seperti di rumah, di halaman gereja/rumah, di stadion. Untuk itu perlu diperhatikan agar tercipta suasana sakral, hiasan yang memadai, peralatannya memenuhi syarat untuk perayaan Ekaristi antara lain di dekat/di samping tempat perayaan tidak boleh diletakkan makanan/minuman yang akan disantap sesudah perayaan Ekaristi, sebaiknya semuanya itu baru diletakkan di tempatnya setelah Ekaristi. Selama perayaan, umat tidak duduk berkelompok di meja-meja… Read more »

Wilfirmus
Wilfirmus
7 years ago

Syalom Katolisitas,

Menguduskan hari Tuhan seperti halnya hari minggu maksudnya gimana?
sebagai contoh saya seorang perawat yang bekerja 24 jam setiap harinya. suatu ketika saat saya hendak pergi dan/atau sedang merayakan misa di gereja kerap pasien meminta pertolongan. Terkadang saya harus meninggalkan gereja demi pasien emergency bila jadwalya on call.

Mohon tanggapannya. Tuhan Memberkati.

Wil

Ingrid Listiati
Reply to  Wilfirmus
7 years ago

Sesungguhnya, salah satu kebajikan yang diperlukan agar kita dapat melaksanakan perintah Allah adalah kebijaksanaan (prudence). Jika Anda mengetahui bahwa pada hari Minggu Anda sering mendapat ‘panggilan’/ on call, maka ikutilah perayaan Ekaristi pada hari Sabtu sore. Jika Anda on-call di pagi hari, dapatkah Anda mengikuti Misa di sore harinya? Gereja telah memberikan kesempatan yang cukup banyak, agar kita dapat mengikuti perayaan Ekaristi Kudus pada hari Minggu ataupun Sabtu sore, sehingga dengan demikian kita dapat memenuhi perintah Allah untuk menguduskan Hari Tuhan setiap minggunya. Silakan menimbang permasalahan Anda ini, atau jika perlu membicarakannya dengan atasan Anda, dan semoga akan ada jalan… Read more »

Wilfirmus
Wilfirmus
Reply to  Ingrid Listiati
6 years ago

Terima Kasih Mbak Ingrid sarannya..memang sejak membaca tulisan di atas saya coba mengusahakannya berbicara dengan mitra kerja dan sekarang membuahkan hasil. Ternyata Tuhan selalu memberikan jalan yang berkenan kepada-Nya.

Salam Damai Kristus

Wil

Anggi
Anggi
7 years ago

Shalom,

Saya mau tanya, mohon info kalau ada Misa Penyembuhan atau Romo/Pastor yang bisa menyembuhkan di Jakarta? soalnya kalau ke Lembah Carmel keuangan saya tidak siap…

Terima kasih

[dari katolisitas: Anda juga dapat menghadiri Misa harian, meyakini bahwa Kristus sendiri yang Anda terima dan bersatu dalam tubuh Anda dan dapat memberikan kesembuhan. Kalau untuk bantuan Romo, apakah ada pembaca yang dapat memberikan informasi?]

Kristanto
Kristanto
7 years ago

Pada hari minggu , umat mengikuti misa arwah pagi hari di salah
satu keluarga berduka. Apa sore harinya umat masih harus mengikuti misa seperti biasanya? Bukankah umat akan komuni dua kali ?

[dari katolisitas: Jika kita menghadiri Misa Kudus 2 kali dalam sehari, ya, kita dapat menerima komuni 2 kali. Ketentuannya ada di KHK 917:
KHK 917 Yang telah menyambut Ekaristi mahakudus, dapat menerimanya lagi hari itu hanya dalam perayaan Ekaristi yang ia ikuti, dengan tetap berlaku ketentuan kan. 921 § 2.]

gabriel
gabriel
7 years ago

Maaf saya hanya mau bertanya. Kalau misa harian umumnya di paroki-paroki adalah pagi hari, hanya sedikit yang sore. Akan tetapi, kalau misa harian sore hanya senin-jumat (sedangkan yang pagi senin-sabtu). Sebetulnya yang ideal misa harian pagi/sore? Kalau misalnya hari Selasa seumpamanya adalah HARI RAYA (misal HR SEMUA ORANG KUDUS), apakah senin petang masih masuk harian senin atau vigili untuk selasa? Kemudian ada beberapa paroki yang misa hariannya hanya senin-jumat dng alasan sabtu sore sudah ada misa hari minggu, jadi supaya tidak dobel. Apakah misa sabtu pagi bisa disamakan dng hari Minggu? karena orang ‘berasa’nya ikut misa 2x sabtu pagi dan… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  gabriel
7 years ago

Shalom Gabriel, Sebenarnya Misa Harian seperti namanya, maksudnya adalah Misa yang dilakukan setiap hari. Maka perayaan Ekaristi setiap hari merupakan penggenapan nubuat nabi Maleakhi bahwa persembahan kurban yang murni akan dipersembahkan kepada Allah dari terbitnya matahari sampai terbenamnya di setiap tempat di bumi di antara segala bangsa (lih. Mal 1:11), dan kurban yang murni itu adalah kurban Kristus sendiri sebagaimana diperintahkan-Nya kepada para murid-Nya (lih Luk 22:19). Maka semua perayaan Ekaristi itu nilainya sesungguhnya sama, tidak ada yang “lebih ideal”, sebab semuanya ideal, sepanjang dilakukan sesuai dengan ketentuan perayaan Ekaristi yang sah. Perayaan Ekaristi dapat diadakan pagi maupun sore hari,… Read more »

lionel
lionel
7 years ago

shalom katolisitas, terima kasih atas jawabannya semua. Saya pribadi merasa sangat senang akan jawaban2 yg diberikan.

saya membaca salah satu artikel dari katolisitas mengatakan bahwa kita ibadah pada hari minggu untuk mengenang kristus yang telah bangkit. lalu bagaimana dengan perayaan ekaristi yang biasa dilaksanakan pada hari sabtu malam, apakah itu berarti kita tidak menghormati kebangkitan kristus atau ekaristi ini memiliki arti yang lain, mohon penjelasannya. terimakasih.

[dari katolisitas: Silakan melihat tanya jawab di atas – silakan klik]

Hans & Tina Setionago
Hans & Tina Setionago
8 years ago

Syalom Bu Inggrid, Kami ingin penjelasan utk peraturan mengenai Kurban Misa Kudus. Mengapa di Sydney semua priest tidak ada yg mau melayani KMK di tempat2 di luar gereja, sedangkan pastur2 di Indonesia ataupun pastur2 asal Indonesia yang sedang bertugas di Sydney, kalau ada umat yang ingin mengadakan Misa syukuran untuk kesembuhan dari penyakit, ulang tahun perkawinan perak/emas ataupun bagi yang berduka cita minta diadakan Misa di rumah alm. untuk peringatan arwah 7 hari/40 hari/ satu tahun ataupun saat viewing di rumah duka romo2nya dengan senang hati mau melayani permintaan umatnya untuk merayakan KMK di luar gereja. Sedangkan gereja kita satu,… Read more »

Romo Wanta, Pr.
Reply to  Hans & Tina Setionago
8 years ago

Hans dan Tina Yth, Tidak ada dalam KHK 1983 melarang Misa di luar gereja. Yang perlu diperhatikan dalam merayakan kurban Ekaristi di luar gereja atau kapel resmi adalah: kelayakan tempat seperti perayaan Ekaristi hendaknya dilakukan di tempat suci, maka haruslah di tempat yang pantas. Di luar gereja bisa dilakukan di meja yang cocok dengan harus ditutup dengan kain altar dan korporal (bdk Kan. 931-932). Saya kurang tahu apakah ada aturan khusus di Sydney. Saya akan mencoba mencari tahu apa alasannya? Atau anda bisa sampaikan dan menanyakan apa alasannya. Yang jelas beberapa aturan tempat altar yang pantas dan layak itu perlu… Read more »

Anastasia Rafaela
Anastasia Rafaela
Reply to  Romo Wanta, Pr.
7 years ago

Salam kasih Romo Wanta,

Berkenaan dengan pertanyaan Hans dan Tina, sepertinya alasannya dapat kita temukan dengan baik dalam halaman situs ini: http://catholicexchange.com/does-mass-have-to-be-said-in-a-church/ Penjelasan yang disampaikan oleh Cathy Caridi, J.C.L ini sangat relevan dan logis untuk dapat diterima dengan lapang dada.

Peace and Best wishes
Anastasia Rafaela

Ingrid Listiati
Reply to  Hans & Tina Setionago
8 years ago

Shalom Hans dan Tina,
Ini hanya sebagai tambahan saja dari apa yang telah disampaikan oleh Romo Wanta. Silakan anda check, apakah permintaan mengadakan misa di luar gedung gereja itu diadakan pada hari Minggu? Sebab hari Minggu adalah hari Tuhan, sehingga sudah menjadi hukum Gereja bahwa ibadah diadakan di gereja pada hari Minggu dan wajib dihadiri oleh umat yang sudah dibaptis; dan karena itu masuk akal jika para imam tidak melayani diadakannya Misa Kudus hari Minggu di rumah- rumah/ tempat lain kecuali di gedung gereja.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Linda
Linda
Reply to  Ingrid Listiati
7 years ago

Kenyataannya di hari raya Pentakosta tahun ini, kelompok PDKK Keuskupan Agung Jakarta pada tanggal 19 Mei 2013 (hari Minggu), diadakan Misa kudus merayakan Pentakosta di Hall D 1 JIExpo PRJ Kemayoran,Jakarta Pusat yang dihadiri Yang Mulia Uskup Agung Jakarta dengan alasan adanya talk show yang dihadiri oleh pemerintah, duta besar, dan sifatnya formal.

Terus terang saya sedih peristiwa ini terjadi.

[Dari Katolisitas: Mengapa Anda sedih? Sebab acara talk show umumnya diadakan di luar perayaan Ekaristi, entah sebelum atau sesudah perayaan Ekaristi, sehingga tidak mengganggu perayaan liturgi.]

krisna
krisna
Reply to  Linda
7 years ago

Redemptionis Sacramentum 108 (terjemahannya ada di imankatolik dot org) menyatakan: “Perayaan Ekaristi hendaknya dilakukan di tempat suci, kecuali dalam kasus tertentu bila keadaan memaksa lain; dalam hal demikian perayaan harus berlangsung di tempat yang layak”. Uskup diosesan akan mengambil keputusan untuk setiap kasus. “The celebration of the Eucharist is to be carried out in a sacred place, unless in a particular case necessity requires otherwise. In this case the celebration must be in a decent place.” The diocesan Bishop shall be the judge for his diocese concerning this necessity, on a case-by-case basis. http://www.vatican.va/roman_curia/congregations/ccdds/documents/rc_con_ccdds_doc_20040423_redemptionis-sacramentum_en.html Menurut aku, seharusnya hal – hal… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  krisna
7 years ago

Shalom Krisna, Perlu diketahui bahwa kami di Katolisitas tidak mempunyai wewenang apapun untuk “menegur Bapa Uskup”. Sebaliknya, kami taat dan tunduk di bawah kepemimpinan Bapa Uskup. Jika Anda mempunyai masukan kepada Bapa Uskup, silakan Anda menyampaikan masukan kepada pihak Keuskupan, dalam hal ini Keuskupan Agung Jakarta di Katedral. Dokumen di atas menyatakan bahwa bukan umat, tetapi Uskuplah yang berwewenang menentukan, atas dasar kasus per kasus, sehingga jika keadaan memaksa/ sungguh membutuhkan, dapat diadakan perayaan Ekaristi di luar gedung gereja. Hal ini nampaknya juga dilakukan oleh Bapa Paus sendiri, jika berkunjung ke negara-negara tertentu, di mana perayaan Ekaristi dapat dilakukan di… Read more »

Jessica Celinne Kusnadi
Reply to  krisna
6 years ago

Maap yah Krisna, kamu menulis ini yah? Menurut aku, seharusnya hal – hal yang paling mendesak saja yang dapat di izinkan untuk merayakan misa di luar Gereja Katolik>>> Siapa yang dapat mengijinkannya jika bukan Bapa Uskup sendiri dalam hal ini YM. Ignatius Suharyo? Bukankah Bapa Paus juga Uskup Roma? Mengenai penyelenggaraan Misa di JHCC tahun lalu, itu memang harus diterima banyak menuai kontroversi, tetapi toh tidak mengartikan kita sebagai Umat menjadi antipati terhadap gembala kita. SEBUT SAJA YM. Ignatius Suharyo keliru di dalam pengambilan sikapnya, ingat kawan – beliau dengan segala kebaikannya juga adalah menusia yang memiliki kelemahan dan bisa… Read more »

Jessica Celinne Kusnadi
Reply to  Jessica Celinne Kusnadi
6 years ago

Dear Katolisitas.

[Sebab sekalipun ada perbedaan pendapat ataupun usulan, pendapat itu dapat disampaikan dengan motivasi kasih untuk membangun daripada menuduh dan menyalahkan]

BENAR.
Dengan kesedihan sangat – Celinne pun salah satu Umat yang menolak kegiatan yang diselenggarakan tahun lalu di JHCC.

Herman Jay
Herman Jay
9 years ago

Apa dasar pemikiran sehingga Kemuliaan dan Syahadat tidak selalu dibacakan dalam Misa Harian?
Bukankah dalam Misa yang lengkap, kedua doa itu dibacakan? Jadi Misa Harian sebenarnya bukan Misa yang lengkap?

Romo Bernardus Boli Ujan, SVD
Romo Bernardus Boli Ujan, SVD
Reply to  Herman Jay
9 years ago

Salam Herman Jay,

Dasar pemikirannya adalah tingkat perayaan, bukan lengkap tidaknya Misa, karena semua Misa itu lengkap. Hanya dari segi tingkat perayaan, ada solemnitas (hari raya wajib dan tidak wajib), Hari Minggu, Hari Pesta, Hari Peringatan wajib dan Hari Peringatan fakultatif serta hari biasa. Kemuliaan dan Syahadat dalam Ekaristi merupakan unsur-unsur yang memperlihatkan tingkat perayaan: Hari Raya, Hari Minggu (kecuali Minggu-Minggu Masa Adven dan Masa Prapaskah tanpa Kemuliaan). Hari Peringatan dan hari-hari biasa tidak ada Kemuliaan dan Syahadat.

Salam dan doa. Gbu.

Pst. B.Boli.

Nitro
Nitro
9 years ago

Pada penjelasan mengenai misa sabtu sore, anda mengatakan bahwa misa itu hanya untuk antisipasi jika berhalangan hadir pada hari minggu. Bisa di jelaskan sumber nya dari mana?

Jika misa paskah dirayakan pada hari sabtu sore/malam, apakah itu berarti Yesus bangkit pada hari sabtu?

Terimakasih

Ingrid Listiati
Reply to  Nitro
9 years ago

Shalom Nitro, 1. Katekismus mengajarkan bahwa perayaan Hari Tuhan adalah hari Minggu: KGK 2177    Perayaan hari Minggu yakni hari Tuhan dan Ekaristi-Nya merupakan pusat kehidupan Gereja. “Hari Minggu di mana dirayakan misteri Paska dari tradisi apostolik, harus dipertahankan sebagai hari pesta wajib yang paling pertama di seluruh Gereja” (CIC, can. 1246, ?1). “Begitu pula harus dipertahankan sebagai pesta wajib: pesta Kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus, pesta penampakan Tuhan, pesta Kenaikan Tuhan, pesta Tubuh dan Darah Kristus, pesta Santa Perawan Maria Benda Allah, pesta Santa Perawan Maria Dikandung tanpa Dosa, dan Diangkat ke Surga, pesta Santo Yosef, pesta Rasul Santo Petrus… Read more »

frans benedict
frans benedict
9 years ago

Terima kasih kepada ibu Ingrid Listiati dari katolisitas org yang telah bersedia menjawab pertanyaan yang mungkin bagi semua orang tak layak di tanyakan, namun justru pada beberapa individu umat (baik dewasa dan orang muda) masih belum paham tt Misa. Juga Harapan saya, akan adanya beberapa ‘sumber2 resmi’ sepeti KGK. Ternyata penegasan2 dari sumber2 resmi ini semakin menjadikan frans (pribadi) dan tentunya orang muda untuk kemudian sadar akan makna Misa Minggu. Share Tentang Misa jumat pertama: Apakah tata perayaan liturgi Misa jumat pertama sama dengan Misa pada hari minggu ? Pada misa jumat bulan pertama bulan di gereja kami, misa jumat… Read more »

Rm Gusti Kusumawanta
Reply to  frans benedict
9 years ago

Frans Yth

Liturgi Jumat Pertama dan Minggu tidak sama, salah satu bedanya yang menyolok adalah Credo. Di Misa Hari Minggu selalu wajib ada Credo namun pada misa Jumat Pertama tidak. Bacaan berbeda sekali. Karena itu misa harian termasuk Jumper tidak sama dengan misa hari Minggu. Tingkatan perayaan liturgi berbeda: Misa pada Hari Minggu sama dengan perayaan, sedangkan Misa Jumat pertama adalah misa harian biasa.

salam
Rm wanta

frans benedict
frans benedict
9 years ago

salam admin katolisitas.org. Pada laman terbaru, ada pembahasan tentang Misa Pertama, Wah… judul yang pas dengan apa yang frans pengen tahu, yakni tentang Misa Jumat pertama. terima kasih buat admin, yang sudah memjawab dengan jelas. selain misa Jumat pertama, ada beberapa misa yang ingin frans ketahui lebih banyak. yakni pemahaman dari 1.Misa hari minggu, 2.Misa salve 3.Misa harian pagi 4.misa sabtu sore [dari Katolisitas: kami edit] Bila berkenan, jawaban ini merupakan postingan yang akan frans sarikan di laman blog OMK Paroki yang frans kelola, dimana menjadi sumber alternatif rujukan akan pertanyaan seputar orang muda yang kian kritis tt pemahaman katolik.… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
36
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
X