Kristianitas bukan agama buku/kitab?

Pertanyaan:

Salam tim Katolisitas,

Dalam “Exortasi Apostolik VERBUM DOMINI art 7″ Paus Benediktus XVI mengatakan bahwa iman kekristenan bukanlah agama kitab/buku.
Dalam pengertian apakah kekristenan bukanlah agama kitab? Apakah hal ini mau dibandingkan denga yahudi dan islam? Mohon penjelasan atau pencerahan.

Salam

Jawaban:

Shalom Phiner,

Maksud dari agama Kristen bukan agama kitab/buku adalah: bahwa agama Kristen tidak bersumber terbatas hanya dari Kitab Suci, melainkan bersumber dari Pribadi Kristus sendiri, yang adalah Sabda Allah yang menjelma menjadi manusia. Maka ajaran iman Kristiani tidak hanya terbatas kepada apa yang tertulis dalam Kitab Suci, tetapi kepada Pribadi Yesus Kristus secara keseluruhan, yaitu Sang Sabda Allah yang hidup, bahkan sampai saat ini, yang masih terus berkarya melalui Gereja-Nya oleh kuasa Roh Kudus. Hal ini diajarkan juga dalam Katekismus Gereja Katolik no. 108.

Berikut ini, adalah kutipan terjemahan dari Ekshortasi Apostolik, Verbum Domini, dari Paus Benediktus XVI, artikel 7:

“…. Seperti pendahuluan Injil Yohanes yang jelas menunjukkan kepada kita, Sang Firman (the Logos) mengacu kepada Sabda ilahi, Putera Tunggal, yang lahir dari Bapa sebelum segala abad, dan sehakekat dengan Dia: Firman itu bersama- sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Tetapi Firman yang sama ini, Rasul Yohanes mengatakan kepada kita, “menjadi manusia” (Yoh 1:14); oleh karena itu, Yesus Kristus, yang dilahirkan oleh Perawan Maria, adalah sungguh Firman Allah yang telah menjadi sehakekat dengan kita [manusia]. Maka ekspresi “Firman Allah” di sini, mengacu kepada Pribadi Yesus Kristus, Putera Allah yang kekal, yang menjadi manusia.”

“Kita juga mengakui iman kita bahwa Tuhan telah mengatakan Firman-Nya di sepanjang sejarah keselamatan; Ia sudah membuat suaraNya terdengar; oleh kuasa Roh Kudus-Nya, “Ia telah berbicara melalui perantaraan para nabi.” ((Nicene-Constantinopolitan Creed: DS 150.)) Maka Firman Tuhan telah dinyatakan di sepanjang sejarah keselamatan dan paling sempurna di dalam misteri inkarnasi, kematian dan kebangkitan Allah Putera. Maka juga, Sabda Tuhan adalah Sabda yang diberitakan oleh para Rasul di dalam ketaatan terhadap perintah Tuhan Yesus yang telah bangkit: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Mrk 16:15). Karena itu, Sabda Allah diteruskan di dalam Tradisi Gereja yang hidup. Akhirnya, Sabda Tuhan, yang dinyatakan sebagai kebenaran dan diinspirasikan Allah, adalah Kitab Suci, Perjanjian lama dan Perjanjian Baru. Semua ini membantu kita untuk melihat bahwa, walaupun di dalam Gereja kita menghormati Kitab Suci, [namun] iman Kristiani bukan “agama buku/kitab”: Kristianitas adalah “agama Sabda Tuhan”, yang bukan merupakan “sabda yang tertulis dan bisu, tetapi Sabda yang menjelma dan hidup” ((Saint Bernard of Clairvaux, Homilia super missus est, IV, 11: PL 183, 86B.)). Sebagai konsekuensinya, Kitab Suci harus diwartakan, didengarkan, dibacakan dan diterima dan dialami sebagai Sabda Allah, dalam aliran Tradisi apostolik yang daripadanya ia [Kitab Suci] tidak terpisahkan… ((lihat Konsili Vatikan II, tentang Wahyu Ilahi, Dei Verbum 10))

Jadi maksudnya di sini adalah iman Kristiani tidak hanya terbatas pada apa yang tertulis dalam Kitab Suci, sebab Pribadi Kristus Sang Sabda Allah, yang menjadi sumber iman kita, tidak terbatas oleh huruf- huruf yang tertulis dalam kitab/ buku. Kristus Sang Sabda Allah (yang adalah Allah) itu telah menjadi manusia dan menyatakan diri-Nya kepada Gereja yang didirikan-Nya di atas para Rasul- terutama Rasul Petrus (lih. Mat 16:18). Sebelum kenaikan-Nya ke Surga, Kristus memerintahkan para Rasul untuk mewartakan Injil, dan perintah ini terus dilakukan oleh para Rasul dan para penerus mereka. Pengalihan/ penerusan berita Injil yang merupakan Sabda Allah ini dilakukan tidak hanya secara tertulis, tetapi pertama- tama melalui pemberitaan melalui pengajaran lisan. Ingatlah bahwa Injil yang tertulis itu berasal dari pengajaran lisan Kristus yang kemudian juga diajarkan secara lisan juga oleh para Rasul, baru kemudian setelah selang beberapa waktu lamanya, ajaran tersebut ditulis/ dibukukan.

Itulah sebabnya, Gereja Katolik tidak pernah mengajarkan bahwa iman Kristiani bersumber hanya dari sebuah buku/ Kitab Suci, karena memang sejujurnya bukan ini faktanya yang terjadi. Ada banyak ajaran/ perkataan, perbuatan dan teladan Kristus yang tidak tercantum di dalam Kitab Suci (lih. Yoh 21:25), namun hal- hal ini juga terus dilestarikan oleh para Rasul dan para penerus mereka, sampai sekarang. Sebab yang didirikan oleh Kristus adalah Gereja, dan bukannya Kitab Suci. Kitab Suci lahir dari Gereja, sebab memang Gereja ada lebih dahulu sebelum Kitab Suci terbentuk [Kitab Injil pertama ditulis sekitar tahun 50-an, sedangkan keseluruhan Kitab Suci baru terbentuk di abad ke 4]. Kitab Suci diberikan kepada Gereja sebagai salah satu sumber pengajaran iman, namun iman Kristiani tidak terbatas pada Kitab Suci (sabda Allah yang tertulis) saja. Kitab Suci sendiri (lihat 2 Tes 2:15) mencatat pentingnya pengajaran lisan dari para Rasul, yang harus diterima dan dilaksanakan berbarengan dengan ajaran yang tertulis (yaitu Kitab Suci).

Demikian semoga menjadi jelas.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

0 0 vote
Article Rating
9 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Kristofer
Kristofer
6 years ago

Shalom Ibu Ingrid dan Pak Stef,

Saya ingin bertanya tentang komentar yang belakangan sering saya dengar.
Kurang lebih seperti ini bunyinya:
Christianity is not a religion but a way of life.

Kebetulan saya sering mendengar istilah ini dari rekan Protestan.
Saya ingin tahu tanggapan Bapak dan Ibu atau rekan-rekan di sini mengenai kalimat tersebut.
Saya sudah mencoba meng google hal ini, mtetapi masih tidak menjawabkan jawaban secara pandangan Katolik.

Terima kasih.
GBU.

[Dari Katolisitas: Silakan membaca tanggapan atas pertanyaan serupa di jawaban ini, silakan klik]

Herman Jay
Herman Jay
6 years ago

Kristianitas dan Katolisitas
1. Apa perbedaan esensial / dasar dari kedua istilah tersebut?
2. Sebenarnya dalam kehidupan nyata terdapat inkonsistensi pemaknaan .Di satu pihak kristianitas ( katolik dan atau kristen protestan )secara teologis dianggap bukan agama tetapi de facto dalam urusan kependudukan istilah katolik dan kristen mengacu kepada dua agama yang berbeda.
3. Yang lebih tragis : masih begitu banyak penganut Kristen Protestan di Indonesia menganggap penganut katolik bukan kristen. Ini benar-benar mispersepsi yang sangat fatal dan merupakan pembodohan/kebodohan masal yang tragis.
4. Usaha apa yang diperlukan untuk menghapus mispersepsi tersebut?

Lydia
Lydia
7 years ago

Salam, Sebelumnya saya mohon maaf apabila komentar saya tidak pada tempatnya sebab saya bingung mau menempatkannya kemana. Mgkn tim katolisitas yg lebih berhak untuk memoderasinya (memindahkannya). Saya pernah membaca sebuah novel yg sgt indah yg berjudul ‘Quo Vadis’ karya Henryck S. Jujur, saya sgt terinspirasi dengan novel tsb. Dapatkan karya novel tsb saya gunakan sbg ‘alat’ untuk membantu memperteguh iman katolik saya (tentunya Alkitab sebagai pedoman utama saya). Ataukah justru saya salah dgn tindakan tsb? Terimakasih. Tuhan memberkati katolisitas.org [Dari Katolisitas: Prinsipnya, sepanjang suatu bacaan itu tidak bertentangan dengan ajaran iman dan moral, maka boleh saja kita baca dan kita… Read more »

soenardi
soenardi
7 years ago

Yth.Ibu Ingrid, Merujuk pada jawaban terhadap pertanyaan dan tanggaan sdr.Phiner di atas, ada beberapa hal yang saya ingin memastikan pemahaman saya tentang hal-hal di bawah ini: (1) Tertulis dalam jawaban itu: ” Jadi maksudnya di sini adalah iman Kristiani tidak hanya terbatas pada apa yang tertulis dalam Kitab Suci, sebab Pribadi Kristus Sang Sabda Allah, yang menjadi sumber iman kita, tidak terbatas oleh huruf- huruf yang tertulis dalam kitab/ buku.” Itu amat dapat dipahami. Tetapi Kristus kan tidak selamanya ada di natara kita secara fisik seperti halnya Dia ada waktu itu? Hal serupa juga terjadi dengan para rasul dan para… Read more »

Stefanus Tay
Reply to  soenardi
7 years ago

Shalom Pak Soenardi, Terima kasih atas pertanyaannya. Saya akan mencoba menjawabnya. 1. Yang menjadi penekanan di sini adalah bukan untuk mengatakan bahwa Kitab Suci bukanlah sumber kebenaran, namun Kitab Suci SAJA tidak cukup. Justru menyadari bahwa Kristus secara fisik tidak hadir secara terus menerus bersama-sama dengan manusia, maka sebenarnya Tradisi yang hidup justru memegang peranan yang sangat penting untuk menjaga kebenaran. Tradisi yang hidup di dalam jemaat perdana menjadi bukti otentik pengajaran Kristus dan bukti pendukung dari Kitab Suci. Dan Magisterium Gereja mengawal pengajaran Kristus agar dapat diteruskan secara murni dari generasi ke generasi. Sebagai contoh, Kitab Suci menuliskan tentang… Read more »

Phiner
Phiner
9 years ago

Terima kasih banyak Inggrid atas jawabannya…. menjadi jelas bagi saya apa yang dikatakan Sri Paus dalam Seruan Apostoliknya VERBUM DOMINI : bahwa iman kekristentan kita berdasarkan pribadi Yesus Kristus yang adalah inkarnasi Allah menjadi manusia, Sang Sabda telah menjadi manusia dan tinggal diantara kita. Ia dikandung dari Roh kudus, lahir dari Perawan Maria, hidup di Galilea dengan mengajar dan melakukan tanda² heran dan mujizat, menderita sengsara dan wafat di salib, dan kebangkitanNya pada hari ketiga demi keselamatan umat manusia. Kesaksian akan pribadi Yesus ini lah oleh para muridNya diwartakan ke seluruh dunia dengan lisan dan tertulis. Jadi Kitab Suci merupakan… Read more »

Phiner
Phiner
9 years ago

Salam tim Katolisitas,

Dalam “Exortasi Apostolik VERBUM DOMINI art 7” Paus Benediktus XVI mengatakan bahwa iman kekristenan bukanlah agama kitab/buku.
Dalam pengertian apakah kekristenan bukanlah agama kitab? Apakah hal ini mau dibandingkan denga yahudi dan islam? Mohon penjelasan atau pencerahan.

Salam
Phiner
[Dari Katolisitas: pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
9
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
X