Korban Yesus sekali untuk selamanya

Pertanyaan:

hallo kak..
sya ingin tanya..
gimana pendapat Gereja Katolik tentang Ibr 7:27, 10:14, 1Pet 3:18??
trus Kis 3:21, dan Ibr 9:26-28??
orang protestan jga berkata, keabsolutan karya’Nya di tnjukan dengan pnggunaan kta “telah”..

makasih kak..

Jawaban:

Shalom Thomas,

Mari kita melihat ayat- ayat yang anda sebutkan, yang intinya menyatakan bahwa korban Yesus telah terjadi satu kali untuk selama-lamanya:

Ibr 7:27,10:14

“…..yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban….. Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.”

1Pet 3:18

“Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah.”

Kis 3:21

“Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.”

Ibr 9:26-28

“Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya. Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.”

Tanggapan Gereja Katolik:

Gereja Katolik tentu meng- aminkan ayat- ayat di atas, bahwa memang Tuhan Yesus telah mengorbankan diri-Nya di kayu salib, sekali untuk selama- lamanya. Tetapi, karena Kristus sebagai Tuhan tidak terbatas oleh ruang dan waktu, maka Ia berkehendak untuk hadir di tengah umat-Nya melalui kurban Tubuh dan Darah-Nya agar semua manusia dari setiap generasi dapat menyambut-Nya, dan menerima buah pengorbanan-Nya. Dan keinginan-Nya untuk hadir di tengah kita yang menyambut Tubuh dan Darah-Nya juga kita ketahui dari Sabda-Nya dalam Kitab Suci.

Mari kita melihat beberapa teks berikut ini:

[Pada Perjamuan Terakhir sebelum sengsara-Nya], Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” (Luk 22:19, lih. Mat 26:26, Mrk 14:22, 1 Kor 11:24)

Lihatlah dalam perkataan yang diucapkan Yesus ini: “Inilah TubuhkubukanInilah lambang Tubuh-Ku“. Artinya, oleh kuasa Roh Kudus-Nya, Ia sungguh ingin menjadikan roti dalam perjamuan tersebut sebagai Diri-Nya sendiri. Demikian pula dengan anggur yang ada dalam cawan itu, sebagai Darah-Nya sendiri. Kenyataan bahwa perjamuan tersebut dilakukan sebelum kejadian pengorbanan-Nya di kayu salib, juga sudah memberikan bukti bahwa Kristus yang mengatasi ruang dan waktu, menjadikan kurban Perjamuan tersebut sebagai kurban yang satu dan sama dengan kurban Tubuh dan Darah-Nya, yang baru secara nyata terjadi di bukit Kalvari keesokan hari-Nya.

Selanjutnya, perkataan selanjutnya, ialah bahwa Ia menghendaki agar kita memperingati kurban Tubuh dan Darah-Nya ini sampai Ia datang kembali di akhir jaman:

“Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang…. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.” (1 Kor 11:26)

Maka pada saat kita merayakan Ekaristi, kita memberitakan kematian-Nya yang membawa kita kepada keselamatan. Kita melakukannya karena inilah yang diajarkan oleh Kristus dan para rasul, bahwa kita harus mengenang-Nya dengan cara demikian sampai Kristus kembali datang di akhir jaman.

Jadi kurban Kristus dalam Misa Kudus bukanlah korban yang baru, atau Kristus yang dikurbankan berulang- ulang; ataupun kurban berulang- ulang yang dilakukan oleh manusia seperti pada Perjanjian Lama. Yang dilakukan dalam Misa Kudus adalah memperingati dan menghadirkan kembali oleh kuasa Roh Kudus: korban Yesus yang satu dan sama itu; agar kita dapat memperoleh buah- buahnya. Sebab dengan kebangkitan-Nya dari maut, Kristus telah mengatasi maut, dan oleh kuasa Roh Kudus-Nya, Ia mengatasi ruang dan waktu, dan dapat menghadirkan kembali peristiwa yang satu dan sama itu, dengan cara yang berbeda, yaitu tidak dengan berdarah seperti yang terjadi 2000 tahun lalu ketika Ia wafat, tetapi secara sakramental, dengan kuasa-Nya mengubah roti dan anggur itu menjadi Tubuh dan Darah-Nya. Dengan demikian, Ia tidak wafat berkali-kali, namun efek pengorbanan-Nya tetap dapat disampaikan kepada Gereja-Nya di sepanjang zaman, sebab dengan kebangkitan-Nya memang Ia telah menebus umat manusia di sepanjang zaman.

Dengan kehadiran-Nya dalam Ekaristi tidak berarti bahwa Ia tidak tinggal di sorga; Ia tetap ada di surga, namun juga hadir di dunia, Ia berada di sebelah kanan Allah Bapa namun juga ada di tengah- tengah kita umat-Nya. Dalam Ekaristi, kita dapat menerima Tubuh dan Darah-Nya, agar kita memperoleh hidup di dalam Dia. Selanjutnya tentang topik ini silakan klik di sini. Sebab Yesus berkata:

“Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia…..Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” (Yoh 51-58)

Ajaran ini memang termasuk ajaran yang sulit, sehingga bahkan dalam Kitab Suci kita melihat banyak orang meninggalkan Yesus setelah Yesus mengajarkan hal ini kepada mereka (lih. Yoh 6:60-66). Karena mereka tidak dapat memahami, bagaimana Yesus dapat memberikan Tubuh-Nya untuk dimakan dan Darah-Nya untuk diminum? Namun Yesus tidak mengubah ajaran ini meskipun banyak pengikutnya pergi meninggalkan Dia:

“Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”(Yoh 6:68-69)

Sekarang, di tengah- tengah ajaran mereka yang tidak lagi menghayati kehadiran Yesus yang nyata dalam Ekaristi, mereka yang mengatakan roti dan anggur hanyalah lambang Tubuh dan Darah Kristus, mereka yang mengatakan bahwa Ekaristi bukan korban Kristus, sesungguhnya Yesuspun bertanya yang sama kepada kita umat Katolik: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”…. Apakah kamupun mau menjadi tidak percaya akan ajaran ini?

Semoga kita dapat menjawab bersama Rasul Petrus: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal…” Semoga kita dapat melihat bahwa iman para rasul akan kehadiran Yesus dalam Ekaristi ini merupakan salah satu pokok iman yang diajarkan secara tidak terputuskan sejak Gereja awal mula (lih. Kis 2:42) sampai sekarang. Gereja Katolik melestarikan ajaran ini lebih dari 2000 tahun lamanya. Pengajaran tentang Ekaristi sebagai kurban Kristus yang satu dan sama ini, merupakan suatu bukti yang nyata bagaimana kita harus membaca Kitab Suci dalam terang Tradisi Suci yaitu ajaran para rasul dan para Bapa Gereja, yang dengan setia melaksanakan ajaran Kristus. Ekaristi sebagai kurban Kristus yang satu dan sama itu adalah jawaban akan bagaimana Kristus memberikan hidup-Nya kepada mereka yang percaya kepada-Nya. Ekaristi adalah cara yang dipilih Yesus untuk menggenapi firman-Nya bahwa Ia adalah Sang Roti Hidup yang memberi hidup kepada dunia (Yoh 6:33). Tiada yang dapat membatasi kuasa Tuhan untuk menghadirkan kembali Misteri Paska-Nya (yaitu sengsara, wafat, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga), di tengah kita, agar kita, memiliki kesempatan untuk mengambil bagian di dalamnya.

Marilah kita menerima cara Kristus mengasihi kita, yaitu dengan kita menerima Tubuh dan Darah-Nya, agar dengan demikian kita dapat hidup oleh-Nya dan tinggal di dalam Dia. Sebab Ia berkata, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” (Yoh 6:58). Semoga dengan tinggal di dalam Dia, maka firman inipun digenapi di dalam kita, “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak…. mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yoh 15:5-7)

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org

0 0 vote
Article Rating
5 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Helen
Helen
8 years ago

Shalom umat Katolik, saya ingin meluruskan salah kaprah umat KAtolik dalam memahami Firman TUHAN. Mari kita bahas satu persatu tentang Roti hidup yang dimaksud TUHAN YESUS. I. Apa atau siapa itu Roti Hidup yang turun dari Sorga? Jawab: YESUS KRISTUS. Yohanes 6: 33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia. Yohanes 6: 35 Kata YESUS kepada mereka: “Akulah roti hidup”, barangsiapa DATANG kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa PERCAYA kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Yohanes 6:38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi… Read more »

thomas
thomas
10 years ago

hallo kak..
oy, sbnar’nya yang mnjadi pkok persoalan adlah kata “tubuh”..
kalo bleh tanya, di injil Yohanes, Yesus menggunakan kata kata “sarx” atau “soma”??
terima kasih kak..

Stefanus Tay
Reply to  thomas
10 years ago

Shalom Thomas, Terima kasih atas pertanyaannya tentang terjemahan dari Lk 22:19, yang mengatakan “Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.“ RSV 19: And he took bread, and when he had given thanks he broke it and gave it to them, saying, “This is my body which is given for you. Do this in remembrance of me.” NRSV 19 Then he took a loaf of bread, and when he had given thanks, he broke it and gave it to them, saying, `This is my… Read more »

thomas
thomas
10 years ago

makasih kak..
sangat membantu jawaban’nya..
^^

thomas
thomas
10 years ago

hallo kak..
sya ingin tanya..
gimana pendapat Gereja Katolik tentang Ibr 7:27, 10:14, 1Pet 3:18??
trus Kis 3:21, dan Ibr 9:26-28??
orang protestan jga berkata, keabsolutan karya’Nya di tnjukan dengan pnggunaan kta “telah”..

makasih kak..

[Dari Katolisitas: pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
5
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
X