Dalamnya Makna Tanda Salib

Tanda salib ini mengandung arti yang sangat mendalam yaitu 1) kemanunggalan dari Allah Trinitas, 2) salib menunjukkan keadilan Allah, yang menunjukkan betapa kejamnya akibat dosa kita, sehingga Allah sendiri yang menebusnya dengan wafat-Nya di salib itu (lih. Gal 3:13); 3) salib menunjukkan kasih Allah yang terbesar, yaitu bahwa Ia menyerahkan nyawa-Nya bagi kita (Yoh 15:13) agar kita dapat diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal (Yoh 3:16); 4) salib yang merupakan tanda keselamatan dan kemenangan orang-orang Kristen, yang disebabkan oleh kemenangan Kristus atas dosa dan maut. Jadi tanda salib ini merupakan lambang yang berdasarkan Alkitab (lih. Yeh 9:4, Kel 17:9-14, Why 7:3, 9:4 dan 14:1), dan bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Yesus. Bahkan Rasul Paulus sendiri bermegah dengan pewartaan salib Kristus (Gal 6:14), sehingga wajarlah jika kita sebagai pengikut Kristus membawa makna tanda salib ini kemanapun kita berada.

Menurut sejarah, diketahui bahwa Tanda Salib memang merupakan tradisi jemaat awal, yang dimulai sekitar abad ke-2 berdasarkan kesaksian para Bapa Gereja, terutama Tertullian, yang dilanjutkan oleh St. Cyril dari Yerusalem, St. Ephrem dan St Yohanes Damaskus. Jadi walaupun kita tidak membaca ajaran mengenai tanda salib ini dilakukan oleh para rasul di dalam Alkitab, namun bukan berarti bahwa tanda salib ini tidak berdasarkan Alkitab.

Sebab, biar bagaimanapun, makna yang terkandung dalam pembuatan tanda salib ini terpusat pada Kristus, untuk mengingatkan para beriman akan keselamatan yang dapat diperoleh oleh jasa Kristus yang tersalib dan bangkit. Maka tanda salib ini bagi umat Kristen adalah tanda yang harus kita bawa kemanapun sebagai tanda yang mengingatkan kita kepada salib Kristus yang menyelamatkan kita. Tradisi ini serupa dengan tradisi bangsa Yahudi yang memakai “tefilin” yaitu semacam kotak hitam yang berisi naskah Alkitab, yang mereka ikatkan di dahi mereka, sebagai pelaksanaan dari perintah dalam kitab Ul 6:4-8: “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu…” Tanda di dahi ini juga disebutkan di dalam kitab Yeh 9:4.

Tanda Salib menurut Para Bapa Gereja

Maka bagi umat Kristiani, tradisi membuat tanda salib ini sudah berakar sejak lama, bahkan dari Alkitab Perjanjian Lama, dan juga Perjanjian Baru, yaitu dari kitab Wahyu Why 7:3; 9:4; 14:1. Berakar dari ajaran Kitab Suci inilah, maka Para Bapa Gereja mengajar demikian:

1) Tertullian (abad 2) mengajarkan dalam De cor Mil, iii: “Dalam perjalanan kita dan pergerakan kita, pada saat kita masuk atau keluar, ….. pada saat berbaring ataupun duduk, apapun pekerjaan yang kita lakukan kita menandai dahi kita dengan tanda salib.”

2) St. Cyril dari Yerusalem (315-386) dalam Catecheses (xiii, 36)  mengajarkan, “Maka, mari kita tidak merasa malu untuk menyatakan Yesus yang tersalib. Biarlah tanda salib menjadi meterai kita, yang dibuat dengan jari-jari kita, di atas dahi … atas makanan dan minuman kita, pada saat kita masuk ataupun keluar, sebelum tidur, ketika kita berbaring dan ketika bangun tidur ketika kita bepergian ataupun ketika kita beristirahat.”

3) St. Ephrem dari Syria (373) mengajarkan, “Tandailah seluruh kegiatanmu dengan tanda salib yang memberi kehidupan. Jangan keluar darin pintu rumahmu sampai kamu menandai dirimu dengan tanda salib. Jangan mengabaikan tanda ini, baik pada saat sebelum makan, minum, tidur, di rumah maupun di perjalanan. Tidak ada kebiasaan yang lebih baik daripada ini. Biarlah ini menjadi tembik yang melindungi segala perbuatanmu, dan ajarkanlah ini kepada anak-anakmu sehingga mereka dapat belajar menerapkan kebiasaan ini.”

4) St. Yohanes Damaskus (676-749) mengajarkan, “Tanda salib diberikan sebagai tanda di dahi kita, …. sebab dengan tanda ini kita umat yang percaya dibedakan dari mereka yang tidak percaya.”

Memang dalam hal cara membuat tanda salib itu terjadi perkembangan, karena pada awalnya tanda salib hanya dibuat di dahi saja, namun kemudian diajarkan juga untuk membuat tanda salib di mulut (St Jerome, Epitaph Paulae) dan di hati (Prudentius, Cathem., vi, 129). Tanda salib seperti yang kita kenal sekarang, yang secara jelas diajarkan oleh Paus Innocentius III (1198–1216), seperti demikian:

“The sign of the cross is made with three fingers, because the signing is done together with the invocation of the Trinity. … This is how it is done: from above to below, and from the right to the left, because Christ descended from the heavens to the earth, and from the Jews (right) He passed to the Gentiles (left). Others, however, make the sign of the cross from the left to the right, because from misery (left) we must cross over to glory (right), just as Christ crossed over from death to life, and from Hades to Paradise. [Some priests] do it this way so that they and the people will be signing themselves in the same way. You can easily verify this — picture the priest facing the people for the blessing — when we make the sign of the cross over the people, it is from left to right…

Cara membuat tanda salib

Memang terdapat beberapa cara untuk membuat tanda salib. Yang terpenting di sini adalah makna yang ingin disampaikannya, dan penghayatan orang yang membuat tanda salib ini. Maka cara yang mendetail sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah, seperti apakah membuatnya dengan dua jari (jari penunjuk dan jari tengah, yang melambangkan dua kodrat Yesus, yaitu Allah dan manusia) atau tiga jari (yang melambangkan Trinitas), atau kelima jari (melambangkan kelima luka-luka Yesus di kayu salib). Atau arah salibnya ke kanan dulu baru kiri (seperti yang dilakukan Gereja-gereja Timur dan Orthodox) atau ke kiri dahulu baru ke kanan (seperti yang dilakukan oleh Gereja Katolik Roma).

Umumnya caranya adalah demikian:

Dengan dua atau tiga (atau lima jari) jari tangan kanan di dahi (sambil mngucapkan: “Atas nama Bapa”), tangan kemudian ke dada -melambangkan hati atau ke perut -menunjuk kepada luka Yesus di perut-Nya ataupun rahim di mana Yesus dikandung oleh Bunda Maria (sambil mengucapkan “dan Putera”, kemudian tangan menuju ke bahu kiri dan kanan (sambil mengucapkan “dan Roh Kudus” Amin). Dan tangan kembali terkatup.

Kapan kita membuat tanda salib?

1) Pada saat sebelum dan sesudah kita berdoa.

2) Ketika kita melewati setiap bangunan gereja Katolik, untuk menghormati kehadiran Tuhan Yesus di dalam tabernakel.

3) Ketika memasuki gereja (membuat tanda salib dengan air suci)

4) Saat-saat sedang menghadapi ketakutan ( misalnya: ketika kita mendengar sirine ambulans, mobil kebakaran) ataupun ketika menerima kabar duka cita orang yang meninggal.

5) Ketika kita melihat Salib Kristus, ataupun di saat- saat lain untuk menghormati Kristus, memohon pertolongan-Nya,

6) Ketika hendak mengusir godaan, ketakutan maupun mengusir pengaruh kuasa jahat.

7) Ketika ayah, sebagai imam dalam keluarga memberkati anak-anaknya, ia dapat menandai anak-anaknya dengan tanda salib di dahi mereka, misalnya sebelum anak-anak berangkat ke sekolah atau sebelum mereka tidur pada waktu malam hari.

Semoga kita dapat menghayati makna tanda salib ini, dan menjadikan tanda salib sebagai bagian dari hidup kita sendiri. Setiap kita membuat tanda salib kita mengingat dan menhormati Kristus yang oleh kasih-Nya rela menyerahkan hidup-Nya di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Semoga kita dapat berkata bersama dengan Rasul Paulus, “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.” (Gal 6:14)

0 0 vote
Article Rating
19/12/2018
65 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Bonifasius
Bonifasius
7 years ago

Shaloom juga untuk kalian semua….
saya juga mau bertanya Tentang Tanda salip/tanda kemenangan
saya lihat Versi tanda salip orang berbeda-beda
-)Kalo saya sendiri si :
“Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus”
-)tapi saya pernah juga lihat orang berkata:
” Demi namaBapa,dan Putra,dan Rohkudus”
-)Kalo Teman saya:”Atas nama Bapa, dan Putra, dan Rohkudus”
saya bingung yang sebenarnya harus dikatakan “Demi, Atas atau Dalam”
atau Ketiga itu sama saja Artinya
mohon penjelasanya …..

Ingrid Listiati
Reply to  Bonifasius
7 years ago

Shalom Bonifacius, Tanda salib “Atas nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus” merupakan kata terjemahan dari kata Latin, “In nomine Patris, et Filii, et Spiritus Sancti“ yang terjemahan bahasa Inggrisnya adalah: “In the name of the Father, and of the Son and of the Holy Spirit” Arti frasa “in the name of” adalah sebagai berikut (menurut http://www.thefreedictionary.com): in behalf of; on the part of; by authority; as, it was done in the name of the people; – often used in invocation, swearing, praying, and the like.– Hooker.    In behalf of; by the authority of.    In the represented or assumed character… Read more »

Fredy Kwee
Fredy Kwee
8 years ago

kepada pengasuh katolisitas.org, beberapa waktu yang lalu ada seorang kerabat jauh saya yang pada mulanya seorang Katolik dan saat ini ternyata mulai mempelajari ajaran2 saksi yehova, pada suatu saat saudara ini bertanya kepada saya tentang tanda salib. ada beberapa point yang diajukan, tetapi beberapa sudah saya dapatkan jawabannya di katolisitas.org pada artikel tentang saksi yehova. yg menjadi perhatian saya dan belum sy temukan jawabannyan adalah: 1. salib Yesus itu bentuknya bukan seperti sekarang ini melainkan hanya tiang saja, dan salib bentuk sekarang ini mengadopsi agama pagan romawi. 2. dengan demikian tanda salib itu mengandung gerakan pemujaan berhala. dari kedua point… Read more »

Andi fan
Andi fan
8 years ago

Tuhan tidak pernah mengajarkan cara berdoa harus diawali dengan tanda salib. Murid Yesus di dalam Alkitab juga tidak disebutkan berdoa dengan tanda salib. Dari mana ide dan atas dasar apa berdoa menggunakan tanda salib..? Salib digunakan hanya sebagian simbol mengingatkaan kita atas wafatnya pengorbanan Yesus untuk manusia. Kenapa di dalam Khatolik salib bisa mempunyai berbagai jenis. Ada yang namanya salib Benediktus, salib Theresia apa. dll selain itu salib tersebut jg bisa mempunyai kegunaannya tersendiri. Salib Benediktus buat mengusir roh jahat dll. Kenapa Yusuf suami Maria harus disebut Santo dan ada di dalam doa ada disebutkan terpujilah Santo Yusuf untuk selamanya.… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Andi fan
8 years ago

Shalom Andi Fan, 1. Yesus tidak mengajarkan tanda salib? Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan berdoa dengan diawali tanda salib, karena pada saat mengajar para murid-Nya berdoa, Kristus belum disalibkan: salib yang tak terpisahkan dari puncak rencana keselamatan Allah belum dinyatakan kepada para murid.  Setelah Kristus disalibkan, wafat, bangkit, naik ke surga dan mengutus Roh Kudus-Nya, baru kemudian para Rasul dan para penerus mereka semakin memahami maksud kedatangan Kristus ke dunia, yaitu untuk menyelamatkan manusia lewat pengorbanan-Nya di kayu salib. Maka salib menjadi inti pewartaan para Rasul, sebagaimana dinyatakan oleh Rasul Paulus, “Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di… Read more »

Yustinus DM
Yustinus DM
8 years ago

Salam sejahtera bp. Stef dan bu Inggrid, 1. Dari kebiasaan kami membuat Tanda Salib adalah : di dahi : Dalam Nama Bapa di dada/perut : dan Putera di bahu kiri : dan Roh Kudus di bahu kanan : amin, tangan mengatup. 2. Saya baca dari beberapa web, cara membuat Tanda Salib adalah : di dahi : Dalam Nama Bapa di dada/perut : dan Putera di bahu kiri ke bahu kanan : dan Roh Kudus tangan mengatup : amin Mohon pencerahan dalam membuat Tanda Salib yang benar menurut ajaran Gereja Katolik dengan cara pertama ataukah yang kedua, ataukah ada cara lain… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Yustinus DM
8 years ago

Shalom Yustinus, Menurut pengetahuan saya, tidak ada dokumen Gereja yang secara resmi mengajarkan cara membuat Tanda Salib. Yang memang diajarkan secara prinsip adalah makna Tanda Salib, dan tulisan para Bapa Gereja yang membuktikan bahwa Tanda Salib dibuat sebagai permulaan dan penutup doa yang mengingatkan kita kepada Salib Kristus. Sedangkan terdapat sedikit perbedaan dalam hal cara membuat Tanda Salib, dan asalkan dipahami maknanya, hal itu tidaklah menjadi masalah. Silakan membaca di link ini tentang Tanda Salib, dan cara umum membuat Tanda Salib, silakan klik.Jika berpegang kepada tulisan itu, maka cara yang benar adalah cara yang kedua, yaitu: di dahi : Dalam… Read more »

Yustinus DM
Yustinus DM
Reply to  Ingrid Listiati
8 years ago

Shalom bu Inggrid,

Terima kasih atas pencerahannya yang semakin meneguhkan kami akan makna Tanda Salib.
Tuhan memberkati

Shalom,
yustinus

yusup sumarno
yusup sumarno
Reply to  Ingrid Listiati
7 years ago

sungguh bangga menjadi Katolik.
di manapun, saat mau makan di restoran misalnya, berani menjadi saksi Kristus dengan berani membuat tanda salib.

Patrick
Patrick
8 years ago

Bagi saya tanda salib itu artinya hubungan kita dengan TUhan,manusia,dan dibawah kia yakni kematian, kenapa kita membuat tanda salib agar tubuh dan jiwa kita sesuai dengan salib tadi

Mateus
Mateus
8 years ago

Berkah Dalem. 1. Mohon informasi tentang sejarah penggunaan tanda salib di Gereja Katolik dan mengapa ada perbedaan dengan Gereja Timur. 2. Apa makna tanda salib dan berbagai karunia yang dapat kita peroleh dari penggunaan tanda salib. 3. Apa alasan teman-teman Kristen Protestan tidak menggunakan tanda salib. Terima kasih.

[dari katolisitas: silakan melihat artikel di atas – silakan klik]

Barnabas
Barnabas
8 years ago

Shalom pak Stef dan bu Ingrid, saya ingin bertanya. Apakah salib kita umat Katolik harus menyertakan corpus Christi ataukah tidak harus? Apakah ada alasan tertentu untuk hal ini? Di Gereja St. Matias, Kosambi koq tidak ada corpus Christi, yaa? Mohon informasinya. Terima kasih.

Romo Bernardus Boli Ujan, SVD
Reply to  Barnabas
8 years ago

Shalom Barnabas, Menurut tradisi Gereja Katolik, salib itu punya corpus Yesus yang menderita. Pada abad pertengahan hal ini sangat ditekankan untuk mengungkapkan bahwa Yesus adalah Tuhan yang sungguh-sungguh telah menjadi manusia dan sungguh-sungguh telah menanggung duka derita manusia berdosa, meskipun Dia sendiri tidak berdosa, hanya untuk menebus manusia yang berdosa supaya selamat. Yesus yang telah menderita dan mati itu, sungguh-sungguh telah bangkit untuk mengalahkan maut abadi atau dosa maut, sebab Dia sungguh-sungguh Allah (Putra Allah yang Tunggal yang sangat dikasihi oleh Allah Bapa). Sementara itu saudara-saudara kita yang Protestan mewarisi kebiasaan menggunakan salib tanpa corpus untuk menggarisbawahi kebenaran tentang kebangkitan… Read more »

diah
diah
8 years ago

Saya termasuk orang yang paling suka membuat Tanda Salib, bukan ingin pamer, bukan ingin menonjolkan diri, tapi percaya atau tidak Tanda Salib ini selalu membawa kebahagiaan serta ketenangan untuk saya, di saat akan menghadapi ujian, di saat terlewat dari hal2 buruk, dan sebagainya salah satu cara saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus adalah dengan Tanda Salib, Terima Kasih karena blog ini sudah membuka wawasan saya betapa sakralnya Pengorbanan Tuhan Yesus Kristus dan betapa intimnya kita bisa berkomunikasi denganNya walau hanya dengan cara sederhana yakni Tanda Salib yang kita gambarkan dengan jemari di atas tubuh kita yang merupakan kediaman-Nya.… Read more »

yohannes sutrisno
yohannes sutrisno
8 years ago

Berkah Dalem
Pertanyaan singkat:
– Apakah dalam membuat tanda salib setelah kata ‘amin’ kemudian mencium telapak tangan / jari tangan,diperbolehkan dalam gereja Katolik? hal ini sering terlihat dalam kebiasaan membuat tanda salib bagi umat katolik di Amerika Latin.
Terima kasih – Deo Gratias –

Ingrid Listiati
Reply to  yohannes sutrisno
8 years ago

Shalom Yohanes Sutrisno,

Menurut pengetahuan saya, cara membuat tanda salib yang umum dikenal adalah yang telah disampaikan di atas. Namun kadang ada orang- orang yang membuat tanda salib setelah berdoa rosario, dan kemudian mencium salib di ujung rantai rosario itu, sehingga kesannya seperti ia sedang mencium ujung jari tangannya sendiri. Kemungkinan hal inilah yang Anda lihat, karena mungkin saja rosario yang digunakan untuk berdoa adalah rantai kecil yang ada di balik telapak tangan, dengan salib kecil di ujungnya.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

eka berutu
eka berutu
8 years ago

Syalom

Maaf sebelumnya, saya ingin bertanya apakah tanda salib boleh digunakan jemaat gereja2 lain (Protestan) kecuali Katolik???
Thank u
Gbu

Stefanus Tay
Reply to  eka berutu
8 years ago

Shalom Eka,

Sebenarnya tanda salib merupakan sintesis atau rangkuman dari apa yang kita percaya, yaitu Tritunggal Maha Kudus. Kalau jemaat lain menyadari apa yang terkandung dalam tanda salib ini serta berniat mengekspresikannya, maka sesungguhnya itu adalah hal yang sangat baik. Dengan demikian, gereja-gereja non-Katolik juga dapat melakukan tanda salib, kalau mereka mau dan menghayatinya.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

iman iswanto
iman iswanto
8 years ago

Salam dalam Kristus,
Prodiakon dilarang memberikan berkat publik dengan mengarahkan tanda salib kepada umat seperti yang dilakukan imam, akan tetapi prodiakon diijinkan memberi berkat dengan membuat tanda salib pada dahi anak-anak. Saya mohon penjelasan apa saja yang dilarang dan apa yang diijinkan bagi Prodiakon sehubungan dengan membuat tanda salib. Apakah pemberkatan jenazah oleh Prodiakon membuat tanda salib dengan menggunakan patung salib yang diarahkan ke jenazah termasuk yang dilarang dilakukan oleh Prodiakon? Terima kasih atas pencerahannya. Tuhan memberkati kita semua.

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Yohanes Dwi Harsanto Pr
Reply to  iman iswanto
8 years ago

Salam Iman Iswanto, Dalam buku “Tata Laksana Melepas Jenazah” terbitan Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang, ada keterangan pada halaman 49-50 demikian: “Ditegaskan kembali di sini bahwa yang diperbolehkan memberikan berkat publik dengan tanda salib atas jenazah atau umat hanyalah imam. Bila pemimpin ibadat bukan imam, maka dalam permohonan berkat, cukuplah baginya untuk membuat tanda salib sendiri atas dirinya sendiri dan diikuti oleh umat yang juga membuat tanda salib atas diri mereka masing-masing. Namun tindakan liturgis mengulurkan tangan atas jenazah boleh dilakukan oleh siapapun sebagai pemimpin ibadat, baik imam maupun bukan imam.” Pada bagian pemberkatan jenazah hlm 66 ada tambahan keterangan:… Read more »

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Yohanes Dwi Harsanto Pr
Reply to  Yohanes Dwi Harsanto Pr
8 years ago

Tambahan jawaban saya untuk Iman Iswanto:

Dalam buku Ibadat Berkat (Komlit KWI) yang disusun berdasar buku “De Benedictionibus” (editio typica dari Tahta Suci 1984), prodiakon:

1.Tidak boleh merentangkan tangan saat membawa doa-doa seperti doa pembuka, doa berkat, doa penutup. Saat mengucapkan doa-doa tersebut, tangan prodiakon tetap terkatup.
2.Tidak boleh membuat gerakan pemberian berkat tanda salib publik.
3.Boleh membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi orang.
4.Boleh mengulurkan tangan di atas atau ke arah orang/barang yang dimohonkan berkat, termasuk jenazah.
5.Boleh memerciki barang/orang dengan air suci
6.Boleh mendupai gedung/barang/tempat. Dalam pemberkatan jenazah, dimungkinkan Prodiakon mendupainya.

Salam,
Yohanes Dwi Harsanto, Pr

FX. Tjua
FX. Tjua
Reply to  Yohanes Dwi Harsanto Pr
7 years ago

Syalom Romo, membaca tulisan di atas (no 1), di mana Prodiakon tidak boleh berdoa dgn merentangkan tangan, saya jadi ingat saat doa/nyanyian Bapa Kami di gereja kita, yg ingin saya tanyakan : a. Sejak kapan umat Katolik berdoa Bapa Kami dengan menadahkan tangan ke langit spt umat muslim? Setahu saya, berdoa adalah dgn tangan tertutup (mengapitkan kedua telapak tangan kita) b. Apakah hal itu sama dgn merentangkan tangan spt pd poin no 1 di atas? Terima kasih, Tuhan memberkati.

Ingrid Listiati
Reply to  FX. Tjua
7 years ago

Shalom FX Tjua, Sejujurnya, dalam GIRM/ PUMR (Pedoman Umum Misale Romawi), tidak disebutkan sikap tertentu sebagai sikap yang baku untuk umat pada saat mendoakan doa Bapa Kami. Yang tertulis di sana adalah sikap imam pada saat mendoakan Bapa Kami, (lih. no. 192). Namun memang dalam ketentuan yang lain, misalnya dalam Instruksi tentang Kolaborasi orang-orang beriman yang tidak ditahbiskan dalam pelayanan suci para imam, dituliskan pada artikel 6 § 2, bahwa para diakon atau awam yang tak ditahbiskan tidak dapat melakukan gesture/ sikap tubuh atau tindakan apapun yang layaknya dilakukan oleh imam. Nah, maka ada yang menyimpulkan bahwa pada saat doa… Read more »

FX. Tjua
FX. Tjua
Reply to  Ingrid Listiati
7 years ago

Terima kasih Bu Ingrid, GBU

eveline
eveline
8 years ago

Dear moderator yg baik2 n sabar,

Sy kaget sekali wkt sdg googling (dgn gambar) ada salib2 yang milik orang pagan/menyembah berhala. Tapi memang modelnya lain2 (lain dgn bentuk salib Katolik/Kristen). Juga sy baru dapat kabar dr sdr : musti hati2 dgn rosario versi new world. (salibnya ada lingkaran yg sebetulnya melambangkan matahari). Bagaimana ini mods? Terima kasih atas jawaban yg akan diberikan.

[Dari Katolisitas: Silakan membaca artikel ini terlebih dahulu, silakan klik]

abu hanan
9 years ago

1.JIka Injil tidak mengajarkan tanda salib,lantas apa yang menjadi dasar gereja mengadakan-nya?
2.Ayat yang dicantumkan WHY 7,9 dan 14 hanya menyatakan dahi,mengapa kemudian bersilang kiri-kanan (dada)?
3.Apakah murid2 Yesus pernah melakukan tanda salib?
4.apakah benar yesus mati di salib?
salam

Stefanus Tay
Reply to  abu hanan
9 years ago

Shalom Abu Hanan, Terima kasih atas pertanyaan anda. Saya tidak tahu apakah anda telah membaca artikel di atas. Namun, kalau belum, silakan membaca terlebih dahulu artikel di atas – silakan klik. Dan tidak menjadi masalah kalau membuat tanda salib tidak disebutkan di dalam Kitab Suci, karena Gereja Katolik mempunyai tiga pilar kebenaran, yaitu: Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Magisterium Gereja inilah yang menjaga agar pesan Tuhan yang disampaikan dalam Kitab Suci dan Tradisi Suci dapat diwariskan dengan setia dan murni dari generasi ke generasi. Pengertian dari tiga pilar ini adalah sebagai berikut: Tradisi Suci Tradisi Suci adalah Tradisi… Read more »

abu hanan
Reply to  Stefanus Tay
9 years ago

salam Tradisi Suci adalah Tradisi yang berasal dari para rasul yang meneruskan apa yang mereka terima dari ajaran dan contoh Yesus dan bimbingan dari Roh Kudus saya tidak melihat adanya murid Yesus/para rasul melakukan contoh “salib”.Termasuk di kalangan awal pemeluk Kristen (2 abad pertama). berdasarkan kesaksian para Bapa Gereja. adakah hal tersebut adalah karena intervensi penguasa?Mengingat keadaan masa itu bahwa kalangan awal kristen dalam keadaan tertindas? Kesaksian Bapa gereja bagaimna yang dimaksudkan? Kita perlu mengingat bahwa Gereja sudah ada terlebih dahulu sebelum keberadaan kitab-kitab Perjanjian Baru. Justru yang demikian itu menjadi pertanyaan besar bagi saya….. Karena ; 1.penulisan KS datang… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  abu hanan
8 years ago

Shalom Abu Hanan, 1. Tentang Tanda Salib Catatan tentang pembuatan tanda salib ditulis oleh Bapa Gereja di abad awal, pertama kali oleh Tertullian (160-225), namun bukan berarti bahwa baru pada saat itu orang membuat tanda salib. Tanda salib berakar pada inti iman Kristiani, yaitu Allah yang menyelamatkan manusia, melalui kematian Kristus di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. Nah, tentang Kristus yang disalibkan dan kebangkitan-Nya pada hari ketiga, telah diberitahukankan sendiri oleh Kristus kepada para murid-Nya, dan hal ini secara eksplisit ditulis di Kitab Injil maupun di catatan sejarah, seperti sudah pernah dibahas di sini: Yesus wafat di salib… Read more »

elisabeth antaraningsih
elisabeth antaraningsih
9 years ago

Pada saat membuat tanda salib dan mengatakan ‘ dan putera’
apakah tangan di ‘ hati’ , ‘pusar’, atau ‘perut ‘ ?

Terimakasih,
Berkah Dalem.

Ingrid Listiati
Reply to  elisabeth antaraningsih
9 years ago

Shalom Elisabeth,
Tidak menjadi masalah, anda dapat melakukan tanda salib pada kata “Putera” dengan menandai baik di hati (mengacu kepada hati Yesus) atau perut yang mengacu kepada lambung Kristus yang ditembus oleh tombak, demi menyelamatkan kita; atau di perut mengacu kepada rahim Maria, bahwa Kristus pernah menjelma menjadi manusia dan dikandung di dalam rahim Maria, atau di pusar yang mengingatkan bahwa Kristus adalah pusat hidup kita. Yang terpenting adalah bagaimana anda menghayatinya.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Bambang
Bambang
Reply to  Ingrid Listiati
8 years ago

Shalom!!
Saya membaca di sebuah website Katolik juga yang mengatakan kalau pada kata Putera posisi tangan di pusar karena karena tali pusar adalah tali kehidupan, tali yang menyambung antara ibu dan anak di sinilah janin mendapat makan dan mendapat curahan kehidupan. Dan Yesus lahir sebagai manusia untuk menyelamatkan manusia dan karyaNya itu dimulai dari semenjak kita masih berupa janin.
Semoga bisa menjadi referensi.
GBU

[Dari Katolisitas: Posisi tangan di pusar ataupun di dada, pada saat menyebut “Putera”, keduanya diperbolehkan, dengan maknanya masing- masing]

Herman Jay
Herman Jay
9 years ago

Pertanyaan seputar Jumat Agung:
1.Apakah kebiasaan Mencium Salib pada Jumat Agung hanya dilakukan dalam gereja katolik? bagaimana dengan gereja lain?
2.Bagimana sejarah terjadinya upacara mencium salib?
3.Apakah mencium salib dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan teologis? Bukankah tindakan tersebut aneh dan tidak logis menurut akal sehat? Mengapa iman katolik harus melakukan hal yang tidak masuk akal?

Ingrid Listiati
Reply to  Herman Jay
9 years ago

Shalom Herman Jay, 1. Apakah yang mempunyai tradisi mencium salib hanya Gereja Katolik? Tidak. Gereja Orthodox, yaitu Gereja- gereja Timur yang mempunyai jalur apostolik, juga mempunyai tradisi mencium salib. 2. Sejak kapan dilakukan penciuman salib? Upacara penghormatan salib yang melibatkan menyingkapan selubung kain pada salib dan penghormatan salib yang dilakukan di liturgi Latin di abad ke 7 dan 8, berasal dari Gereja Yerusalem. Tulisan “Peregrinatio Sylviae” mencatat upacara ini, yang telah dilakukan di Yerusalem di akhir abad ke-4. Berikut catatannya (selengkapnya silakan klik di link ini): Then a chair is placed for the Bishop in Golgotha behind the Cross… a… Read more »

RBV
RBV
9 years ago

Shalom,
Baru-baru ini saya mendengar suatu pertanyaan semacam ini :
“Kenapa harus membuat tanda salib sebelum berdoa? Toh tidak ada bedanya/sama saja dengan jika tidak membuat tanda salib?”
Jawaban apa yang harusnya dapat diberikan kepada si penanya?

Mohon bantuannya..
Terima kasih,
GBU

Stefanus Tay
Reply to  RBV
9 years ago

Shalom RBV, Terima kasih atas pertanyaannya. Sebagai umat Katolik, kita diperintahkan untuk menjadi saksi Kristus. Tanda salib adalah merupakan “credo” yang singkat namun bermakna sangat dalam. Dalam tanda salib kita mewartakan iman kita akan Tritunggal Maha Kudus. Selain mewartakan Kristus, maka kita juga diingatkan bahwa kita telah ditebus oleh Kristus, yang telah mati di kayu salib. Ini berarti bahwa sebagai orang yang telah ditebus Kristus, kita harus berfikir, berkata dan bertindak sebagaimana layaknya anak-anak Allah. Dengan demikian, tanda salib membantu kita untuk terus berjaga-jaga dalam iman. (lih. Why 3:3). Dengan demikian, sungguh besar manfaat membuat tanda salib dan tidak membawa… Read more »

Jaya
Jaya
9 years ago

Saya mau bertanya,

apa makna tanda salib dengan air suci?

berikut sumber yg telah saya temukan dari http://www.indoforum.org/archive/index.php/t-73026.html
tp sy ingin jawaban yg cukup kuat dan dapat dipercaya…

Terimakasih
Salam Damai… GBU

Stefanus Tay
Reply to  Jaya
9 years ago

Shalom Jaya, Terima kasih atas pertanyaannya tentang tanda salib dengan air suci. Jawaban di link tersebut adalah baik dan benar. Dalam konteks liturgi, pada waktu kita masuk ke dalam Gereja, maka ketika kita mengambil air suci, maka kita diingatkan kembali akan makna baptisan yang telah kita terima, yaitu: dibebaskan dari belenggu dosa, menjadi anak-anak Allah, menerima rahmat pengudusan, yang pada akhirnya mengantar kita kepada kehidupan kekal. Lihat artikel tentang baptisan di sini – silakan klik. Pembabtisan juga mengingatkan kita akan pertobatan kita, dan janji baptis kita, yaitu untuk menolak Setan. Ini berarti, kita dapat memeriksa diri kita, apakah kita telah… Read more »

Hamidi
Hamidi
10 years ago

Bagaimana membuat tanda salib yang benar?
Sebab ada yang hingga dada, ada yang hingga perut, mana yang benar?

Ingrid Listiati
Reply to  Hamidi
10 years ago

Shalom Hamidi,
Walaupun yang umum diterapkan di Gereja Katolik Roma adalah membuat tanda salib (pada perkataan “dan Putera”) hingga di dada (melambangkan hati); namun jika seseorang membuat tanda salib (pada perkataan “dan Putera”) sampai ke perut (melambangkan luka Yesus yang di lambung, atau bahwa Yesus telah dikandung di rahim Bunda Maria”) juga benar. Jadi tergantung bagaimana memaknainya. Yang terpenting adalah makna keseluruhan yaitu membawa “salib Kristus” di dalam tubuh kita, supaya kita teringat akan janji Baptis kita yaitu: kita mati terhadap dosa dan hidup di dalam dan untuk Kristus.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- https://www.katolisitas.org

BUDI YOGA PRAMONO
BUDI YOGA PRAMONO
10 years ago

Tanda salib…itulah salah satu alasan saya mengapa pindah ke Katolik. Seperti identitas diri bahwa kita adalah milik Kristus yang termanifestasi dalam Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus.
Saya cenderung memakai jempol krn Dia adalah yang terbaik, yang terutama dalam hidup kita ; di mana di luar Kristus sebenarnya kita tidak bisa berbuat apa-apa.
Waktu Brazil juara dunia, setelah mencetak gol saya nggak ingat siapa orangnya membuat tanda salib dan membuka kausnya dan terlihat kaus dalamnya bertuliskan : I belong to Jesus . Wow….

Dela
Dela
Reply to  BUDI YOGA PRAMONO
10 years ago

YOGA PRAMONO, saya tahu siapa yang mencetak gol dan kemudian membuat tanda salib dan kemudian membuka kausnya dan terlihat kaus dalamnya bertuliskan : I belong to Jesus . Dia adalah pemain Brasil bernama Kaka, sekarang menjadi pemain di Club Real Madrid.

Kalau saya membuat tanda salib dengan menyatukan jari telunjuk, jari tengah ke ibu jari sebagai tanda Tritunggal.

Justin syuhada
Justin syuhada
10 years ago

Kepada Bpk. Stefanus,
shallom dalam nama Kristus.
Saya mau bertanya, sejak kapan tanda salib mulai digunakan, karena tidak ada dalam alkitab, dan para rasul mungkin tidak menggunakan tanda salib mengingat mereka masih beribadat di sinagoga. Dan mengapa tanda salib gereja roma dan orthodox berbeda arah urutannya, apakah dulunya sama trus ada perubahan atau memang sejak semula berbeda. Terima kasih, Justin Syuhada

[Dari Admin Katolisitas: Pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

ius
ius
Reply to  Justin syuhada
9 years ago

kapan tradisi tanda salib muncul?

[Dari Katolisitas: Seperti telah tertulis di artikel di atas, “Menurut sejarah, diketahui bahwa Tanda Salib memang merupakan tradisi jemaat awal, yang dimulai sekitar abad ke-2 berdasarkan kesaksian para Bapa Gereja….”]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
65
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
X