Arti Yoh 6:12

Pertanyaan:

Salam damai sejahtera

Dear Ingrid

Ketika membaca Yohanes 6 saya menemukan sesuatu yang kelihatannya agak janggal.

Yoh 6:12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.

Mengapa Yesus menyuruh muridNya untuk mengumpulkan lagi potongan roti dan ikan yang tidak habis dimakan oleh orang banyak. ?
Biasanya kalau kita membagikan makanan sisanya diambil oleh yang makan untuk dibawa pulang, tetapi disini malah disuruh mengumpulkan lagi, apa artinya ?

Salam
mac

Jawaban:

Shalom Machmud,

Mukjizat pergandaan roti (Yesus memberi makan lima ribu orang) merupakan salah satu mukjizat Yesus yang besar dan penting, dan peristiwa ini dicatat oleh ke-empat Injil, yaitu Mat 14:13-21; Mrk 6: 32-44; Luk 9:10-17; Yoh 6:1-15). [Umat Katolik memperingati mukjizat pergandaan roti di dalam setiap perayaan Ekaristi, di mana umat menerima Yesus Kristus sendiri, Sang Roti Hidup, dalam rupa hosti dan anggur].

Dikisahkan bahwa setelah pergandaan roti dan semua orang telah makan kenyang, maka Yesus menyuruh para murid-Nya untuk mengumpulkan potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang (lih. Yoh 6:12).

Kristus menghendaki agar sisa tersebut dikumpulkan untuk mengajarkan agar:

1) jangan kita menyia-nyiakan ataupun membuang percuma hal-hal yang Tuhan berikan kepada kita,

2) agar para murid pada waktu itu memperoleh bukti nyata tentang mukjizat yang dilakukan oleh Yesus. Sebab sisa dari mukjizat itu saja jauh lebih banyak dari aslinya, yang hanya dari lima roti dan dua ikan.

Kemudian, pengumpulan sisa ini juga menunjukkan makna perbuatan-perbuatan sederhana yang dapat kita lakukan demi kasih kita kepada Tuhan yang telah mengaruniakan kepada kita segala sesuatu: yaitu menjaga keteraturan, kebersihan dan menyelesaikan segala sesuatu yang ditugaskan sampai selesai. Ini juga mengingatkan kepada umat, khususnya pada para pelayan di altar Tuhan, bahwa perhatian khusus perlu diberikan kepada species Ekaristi (hosti dan anggur).

Juga, ukuran mukjizat yang besar juga merupakan sebuah tanda keistimewaan Yesus sebagai Mesias, dalam membuat mukjizat [dan bagaimana Ia mengatur segalanya sampai ke penanganan sisanya dengan bantuan para rasul]. Para Bapa Gereja membandingkannya dengan nabi Musa, yang membagikan roti manna kepada setiap orang untuk makan seperlunya, namun beberapa orang sengaja meninggalkan sebagian manna tersebut untuk esok harinya, dan kemudian menjadi berulat (lih. Kel 16:16-20). Nabi Elia memberikan kepada  janda di Sarfat itu, secukupnya sesuai dengan kebutuhannya (1 Raj 17:13-16); namun Yesus memberikan dengan kemurahan hati-Nya dengan berlimpah, sampai semua dapat makan sampai kenyang, dan masih mempunyai sisa, untuk dapat dibagikan kepada orang-orang lain yang membutuhkan.

Pada dasarnya, semua berkat Tuhan yang diberikan kepada kita, harus digunakan dengan bijak, dengan semangat kemiskinan (‘the spirit of poverty“) dalam artian digunakan sampai habis sesuai dengan kebutuhan, namun jika ada sisanya, dikumpulkan agar dapat digunakan oleh orang lain yang membutuhkan. Ini adalah yang dikatakan oleh Paus Paulus VI dalam Konferensi Pangan sedunia, 9 November 1974, berikut ini kutipannya:

“… setelah memberi makan kumpulan orang banyak tersebut dengan limpah, Tuhan Yesus memerintahkan para murid-Nya untuk mengumpulkan yang sisa, jika tidak maka terdapat yang sia-sia terbuang (lih. Yoh 6:12). Betapa ini adalah pelajaran dalam hal penghematan – dalam artian yang paling halus dan penuh- sebab pada masa sekarang ini, begitu banyak berkat diboroskan sia-sia! Ajaran ini menunjukkan penolakan terhadap konsep masyarakat di mana konsumerisme cenderung menjadi tujuan akhir, di mana orang jijik (contempt) terhadap orang-orang miskin, dan akhirnya itu merugikan orang-orang tersebut karena menjadi tidak mampu untuk melihat bahwa manusia dipanggil untuk maksud yang lebih tinggi (to a higher destiny)….”

Maka sesungguhnya, ayat Yoh 6:12 ini adalah ayat yang sangat baik untuk mengingatkan kita untuk dapat menggunakan berkat-berkat yang Tuhan berikan dengan bijak, tidak memboroskannya dan membuang percuma, namun untuk membagikannya juga kepada orang lain yang membutuhkannya. Inilah prinsip penghematan dan solidaritas kepada yang miskin, yang diajarkan oleh Kristus kepada kita para murid-Nya. Sebab manusia terpanggil untuk maksud yang mulia (a higher destiny), yaitu jika ia dapat menggunakan berkat-berkat yang diberikan oleh Tuhan untuk mengembangkan diri dan sesamanya, dan hidup dalam persaudaraan kasih dengan sesama manusia, dan mengakui bahwa segala yang diterimanya sebagai anugerah dari Tuhan.  Sebab kebutuhan kita bukan melulu kebutuhan jasmani, tetapi juga rohani, dan bahwa pada akhirnya kita harus mempertanggungjawabkan kepada-Nya segala talenta yang sudah Tuhan berikan kepada kita.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org

0 0 votes
Article Rating
19/12/2018
10 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Yustina Siwi Purnamaningtyas
Yustina Siwi Purnamaningtyas
9 years ago

Shalom, Tim Katolisitas. Saya ingin bertanya beberapa hal yang berkaitan dengan Roti Hidup yang ada pada Yoh 6. Namun, bukan makna Roti Hidup itu sendiri yang ingin saya tanyakan, melainkan mengenai sikap para murid-murid yang mengundurkan diri di Galilea setelah mendengar ajaran yang cukup “keras/sulit” bagi mereka mengenai Roti Hidup tersebut. Pertanyaanya : 1. Mengapa Yesus menyatakan dirinya kepada para murid-murid dengan ajaran yang “sulit” diterima oleh para murid-murid (dalam perikop tersebut)? Seperti ketika Tuhan Yesus mengatakan bahwa mereka harus makan daging-Nya dan minum darah-Nya, murid-murid yang menanggapi sabda itu secara arti fisik tentu akan sulit menerimanya. Mereka mungkin dalam… Read more »

Stefanus Tay
Admin
Reply to  Yustina Siwi Purnamaningtyas
9 years ago

Shalom Yustina, Memang dalam perikop tentang Roti Hidup, ada begitu banyak murid yang tidak dapat menerima pengajaran ini, sama seperti sikap banyak umat Kristen saat ini yang tidak mau menerima pengajaran ini. Berikut ini adalah tanggapan yang dapat saya berikan: 1. Yesus menyatakan pengajaran yang keras dan tidak bergeming dari pengajaran ini walaupun banyak orang yang meninggalkan-Nya, karena memang itu adalah satu kebenaran. Sama seperti Yesus tidak bergeming dengan mengajarkan orang-orang bahwa Dia adalah sungguh manusia dan sungguh Allah. Demi menyatakan kebenaran inilah, maka Yesus rela wafat di kayu salib. Dari sini kita belajar, bahwa kalau kita masih tidak mengerti… Read more »

Thomas Vernando
Thomas Vernando
11 years ago

hallo kak Stef, saya mau tanya..
mengenai mukjizat pengadaan 5 roti dan ikan, ada suatu tafsir bahwa sebenarnya semua orang itu masing-masing sudah mempunyai makanan. namun, mereka tidak ingin berbagi satu sama lain. tapi setelah ada anak-anak yang memulai memberikan roti, mereka semua juga masing-masing memberikan roti tersebut untuk dimakan bersama, sehingga terkumpulah segitu banyak dan sampai sisa 12 bakul.
jadi mukjizat yang terjadi adalah bahwa orang-orang tersebut mau berbagi.
apakah tafsiran ini bisa diterima kak?
terima kasih.

Stefanus Tay
Admin
Reply to  Thomas Vernando
11 years ago

Shalom Thomas Vernando, Terima kasih atas pertanyaannya tentang penggadaan mukjizat 5 roti dan 2 ikan. Memang ada sebagian yang menafsirkan bahwa masing-masing dari orang yang hadir telah mempunyai makanan dan yang terjadi adalah saling membagi dalam komunitas. Namun, menurut saya, alasan ini tidak dapat diterima karena tiga hal: 1. Dalam kaitan dengan makna literal. Kalau kita mau tetap setia terhadap teks, maka yang pertama kali yang harus kita lihat adalah makna literal. Ini berarti apakah dengan mengatakan bahwa kejadian ini hanyalah “saling berbagi” merupakan manifestasi bahwa kita tidak percaya bahwa Kristus dapat melakukan hal ini. Apakah dengan demikian, kita ingin… Read more »

Arief Prilyandi
Arief Prilyandi
Reply to  Stefanus Tay
11 years ago

Terima Kasih atas penjelasan Pak Stef.

Hal yang dikemukakan oleh Thomas Vernando pernah saya dengar di homili.
Dengan penjelasan dari Pak Stef, saya yakin kembali bahwa Tuhan Yesus benar-benar memperbanyak makanan yang merupakan suatu mujizat.

Simon
Simon
12 years ago

Shalom Bu Ingrid, “Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah… Read more »

Machmud
Machmud
12 years ago

Salam damai sejahtera
Dear Ingrid
Ketika membaca Yohanes 6 saya menemukan sesuatu yang kelihatannya agak janggal.

Yoh 6:12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.

Mengapa Yesus menyuruh muridNya untuk mengumpulkan lagi potongan roti dan ikan yang tidak habis dimakan oleh orang banyak? Biasanya kalau kita membagikan makanan sisanya diambil oleh yang makan untuk dibawa pulang, tetapi disini malah disuruh mengumpulkan lagi, apa artinya ?

Salam
mac

[Dari Admin Katolisitas: Pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

Machmud
Machmud
Reply to  Machmud
12 years ago

Salam damai sejahtera Dear Ingrid Yoh 6 : 12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang Ini peritah yang aneh, sudah diberi, sisanya potongan2 roti diminta. Aneh dan kurang etis tetapi Tuhan perintahkan dan itu dikerjakan. Mengapa ? Supaya : 1. Bukti kemenangan yang sempurna, pertolongan Allah sudah terlaksana dengan sempurna tanpa cara manusiawi, tetapi sepenuhnya dipimpin Roh. Terbukti semua makan sampai kenyang dan ada sisa yaitu 12 bakul. 2. Kalau sisa roti tidak diminta, orang2 pulang tersebar di mana2, maka berita yang dibawa adalah, kita makan roti, ini buktinya,… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
10
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x