Apakah mohon doa dari para orang kudus bertentangan dengan firman Tuhan?

Pertanyaan:

Salam Damai Sejahtera

Dear Ingrid

Anda menulis :
1. Yang ada, memang adalah kita diperkenankan memohon agar para jiwa orang beriman yang ada di surga untuk mendoakan kita (KGK 956)
2. Maka, meskipun kita dapat memohon para beriman yang telah meninggal dunia untuk mendoakan kita, namun yang mengabulkan doa tetap Tuhan saja.

Pertanyaannya :
1. Untuk apa kita memohon para beriman yang telah meninggal dunia untuk mendoakan kita, jika mereka tidak bisa mengabulkan doa kita. Apakah hal ini tidak membuat Allah cemburu ?

2. Didalam kitab Ulangan ditulis sbb :
ULANGAN 18:10 Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir,
18:11 seorang pemantera, ataupun seorang yang BERTANYA KEPADA ARWAH atau kepada roh peramal atau yang MEMINTA PETUNJUK KEPADA ORANG-ORANG MATI .
18:12 Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini ADALAH KEKEJIAN bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.

Mengacu pada ayat-ayat ini , apakah penjelasan Ingrid yang diberikan pada Ririn tidak bertentangan dengan Firman Allah ?

Terima kasih
Mac

Jawaban:

Shalom Machmud,

Pertama-tama, memang harus diakui terlebih dahulu, adanya perbedaan pandangan antara umat Protestan dan umat Katolik tentang Pengantaraan Yesus. Walaupun baik Protestan maupun Katolik sama-sama memegang ayat ini, “… Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.” (1 Tim 2:5). Menurut ajaran Protestan, Pengantaraan esa Yesus ini merupakan sesuatu yang eksklusif milik Yesus saja. Sedangkan menurut ajaran Katolik, Pengantara yang satu-satunya ini memiliki sifat inklusif, yang melibatkan juga para orang kudus-Nya, yang telah bersatu dengan-Nya di surga. Justru karena persatuan yang sungguh erat antara para kudus di surga ini dengan Yesus, maka mereka tidak dapat untuk menginginkan sesuatu di luar kehendak Yesus. Para kudus akan mendoakan sesama umat beriman yang lain yang masih berziarah di dunia agar mereka-pun dapat selamat sampai ke surga, karena mereka mengetahui bahwa hal ini pulalah yang dikehendaki oleh Yesus.

1. Maka memang benar bahwa yang mengabulkan doa-doa hanya Tuhan saja, dan bukannya para orang kudus itu. Karena perantaraan mereka bergantung kepada Pengantaraan Kristus yang satu-satunya itu, atau, doa syafaat mereka tergantung sepenuhnya pada Doa Syafaat yang dilakukan Yesus bagi Gereja-Nya, yaitu kita semua.
Namun hal ini tidak berarti bahwa mereka tidak dapat mendoakan kita. Sebab, prinsipnya tetap sama, seperti kita sering meminta sesama saudara seiman untuk mendoakan kita, misalnya kepada imam, pendeta, atau sesama rekan komunitas. Apakah dengan demikian Allah cemburu? Tentu tidak! Allah malah menyuruh kita untuk saling mendoakan (lih. 1 Tim 2:1),  dan saling tolong menolong dalam menanggung beban (Gal 6:2).

Masalahnya memang yang kita mintai pertolongan untuk mendoakan kita itu sudah tidak hidup di dunia ini, tetapi di surga. Ajaran Protestan memang menganggap mereka itu sudah mati, namun bagi Gereja Katolik, mereka yang di surga itu malah orang-orang yang telah memperoleh hidup ilahi. Mereka malah sesungguhnya “lebih hidup” daripada kita, sebab mereka itu telah bersatu dengan Sang Hidup, yaitu Kristus (Yoh 14:6). Yesus bersabda, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Yoh 11:25). Maka orang-orang kudus itu adalah mereka telah menerima penggenapan janji Kristus akan kehidupan kekal yang diberikan kepada orang percaya (lih. 1 yoh 5:13; 1Tim 1:16). Orang-orang kudus itu bukan orang “mati” tetapi orang-orang yang “hidup”, sebab Tuhan Yesus yang mengatakan demikian.

Jika kita percaya bahwa mereka yang di surga itu adalah orang-orang yang “hidup”, yang telah lebih dekat dengan Yesus daripada kita semua yang masih hidup di dunia ini, maka, bukanlah sesuatu yang menyedihkan hati Tuhan jika kita memohon agar mereka mendoakan kita. Sebab pada akhirnya, merekapun akan mempersembahkan doa mereka bagi kita di hadapan altar Tuhan, dengan kesatuan dengan Kristus Sang Anak Domba, seperti doa-doa para tua-tua yang terdapat dalam penglihatan Rasul Yohanes dalam Kitab Wahyu 5:8.

2. Maka hal ini sama sekali berbeda dengan konteks yang disampaikan dalam kitab Ulangan:

Ul 18:10- 12 Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati. Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi Tuhan, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.

Pada perikop tersebut,  Allah melarang umat Israel untuk pergi ke peramal dan bertanya kepada arwah. Dan memang, perikop ini masih berlaku, bahwa Gereja Katolik juga melarang umat untuk pergi ke peramal untuk meminta petunjuk dari arwah. Sebab di sini para peramal tersebut bukan hamba Allah,  atau mungkin lebih tepatnya, hamba Allah tidak ada yang menjadi peramal/ penyihir pemanggil arwah. Maka tentu, hal ke peramal dan meminta petunjuk dari arwah seperti ini dilarang oleh Gereja Katolik.

Namun mohon untuk didoakan oleh para orang kudus itu tidak sama dengan pergi ke peramal dan minta petunjuk arwah seperti disebutkan dalam kitab Ulangan tersebut. Jika orang Katolik memohon doa dari para orang kudus, tidak melibatkan korban persembahan seperti disebutkan di ayat Ul 18:10, dan juga tidak ada pemanggilan arwah. Yang ada hanyalah, pada saat kita berdoa, kita membawa diri ke dalam hadirat Tuhan, dan karena di dalam hadirat Tuhan di surga, para kudus itu ada, maka kita dapat juga mohon mereka mendoakan kita. Jadi prinsipnya hampir sama dengan memohon dukungan doa kepada sesama umat beriman. Namun karena kedekatan mereka dengan Yesus, dan karena mereka telah dibenarkan oleh Tuhan, maka doa mereka sangat besar kuasanya (lih. Yak 5:16)

Lalu, pada konteks kitab Ulangan itu, memang orang-orang yang mati pada saat itu belum ada yang masuk ke surga. Jadi dalam hal ini mereka memang layak disebut sebagai orang-orang “mati”. [Orang-orang benar yang wafat sekalipun masih menunggu di pangkuan Abraham, dan belum sampai ke surga]. Karena Yesus Kristus Penyelamat belum lahir ke dunia pada saat itu, sehingga otomatis hasil dari wafat dan kebangkitan-Nya yang membuka pintu surga belum terjadi. Kita ketahui bahwa Kristus adalah yang sulung (Kol 1:15-dst) yang pertama bangkit dari mati dan membuka jalan bagi persatuan Allah dan manusia di surga.

Maka dalam konteks kitab Ulangan, memang benar hal berkomunikasi dengan orang mati melalui peramal merupakan kekejian, karena itu bersifat menduakan Allah. Hal itu dilakukan, karena orang Israel tidak lagi mengandalkan Allah, namun mencari petunjuk di luar Allah. Namun dalam kasus memohon agar para orang kudus mendoakan kita itu tidak demikian. Kita tetap melakukannya dalam hadirat Allah, dan para kudus itupun bukan saingan Allah, namun kawan sekerja Allah (1 Kor 3:9). Dengan melibatkan doa-doa sesama umat beriman itu malah Pengantaraan Yesus yang satu-satunya itu sungguh kelihatan lebih agung dan luar  biasa. Karena Yesus melibatkan para orang kudus-Nya, sebagai anggota-anggota Tubuh-Nya, yang dulunya juga manusia biasa yang lemah, namun karena persatuan-nya dengan Kristus, dapat juga memberi teladan dan menyemangati sesama saudaranya yang masih hidup di dunia.

Bayangkan saja, sebagai contoh, Rasul Petrus yang pernah menyangkal Yesus tiga kali, namun akhirnya dapat menyerahkan nyawanya demi iman dan kasihnya kepada Tuhan, dengan disalibkan terbalik. Hal ini hanya dapat terjadi karena Kristus, dan sesungguhnya lewat teladan para kudus ini kita malah semakin melihat kemuliaan dan kebesaran Allah, yang memampukan mereka melakukan hal-hal yang sedemikian luar biasa. Mereka tidak menjadi saingan Allah yang membuat Allah cemburu. Sebaliknya malah mereka adalah “kawan sekerja Allah”  (1 Kor 3:9) yang turut mendukung Allah dalam menyelamatkan manusia dan yang membuat kemuliaan dan kuasa Allah semakin terlihat nyata.

Demikianlah yang saya ketahui sebagai ajaran Gereja Katolik tentang memohon doa pada orang kudus, untuk menanggapi pertanyaan anda.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org

3 2 votes
Article Rating
32 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
yon
yon
6 years ago

apakah pejabat katholik yang korupsi masuk surga, ataukan harus ke api penyucian? jika harus ke api penyucian berarti masuk surga terbuka lebar. enak dong. [Dari Katolisitas: Pertanyaannya adalah apakah sebelum wafat, orang itu bertobat atau tidak? Sebab jika ia meninggal tanpa sempat bertobat, maka ia juga tidak dapat masuk ke Api Penyucian. Api Penyucian merupakan tempat bagi jiwa-jiwa orang-orang yang wafat dalam keadaan bersahabat dengan Tuhan, telah bertobat, hanya saja belum melunasi konsekuensi dosanya. Namun jika orang itu tidak bertobat sampai wafat, maka, ia telah menempatkan dirinya sendiri dalam keadaan keterpisahan dengan Allah selamanya, yang tidak memungkinkannya untuk masuk dalam… Read more »

Roberts
Roberts
7 years ago

Dear Katolisitas,

saya mau tanya,, jiwa2 yg sudah masuk sorga (terutama para kudus), apa yg mereka kerjakan disana? Apakah mereka worship sepanjang waktu, atau Tuhan memberikan pekerjaan kepada mereka masing2, atau mereka memiliki kehidupan seperti di bumi: punya tempat tinggal, berkebun dsb.?

Terima kasih
Roberts

brian susanto
brian susanto
7 years ago

Dear Katolisitas, Saya mohon pencerahan soal Santa Monika. Sejak SMP, saya diberitahu oleh guru Agama saya bahwa Santa Monika meninggal sebelum suami dan anaknya bertobat. Artinya, Santa Monika tidak menikmati langsung buah pertobatannya. Cerita guru saya ini begitu mempesona sehingga terekam terus sampai kini. Dan Santa Monika menjadi salah satu teladan hidup doa saya, di mana saya akan tetap terus berdoa meski kelak tidak menikmati hasil doa saya, tetapi akan dirasakan orang lain. Kemarin, 27 Agustus, saya membaca riwayat hidup Santa Monika di buku “Orang Kudus Sepanjang Tahun”, yang disusun oleh Mgr. Nicolaas MS, CICM dan diterbitkan oleh Obor. Betapa… Read more »

Netral
Netral
8 years ago

Shalom ibu Ingrid/Tim Katolisitas Trim’s banyak atas penjelasannya utk sdr.Machmud, yg tyt sama dg apa yg mjd kebimbangan saya selama ini, dg penuh kesabaran dan penuh kasih ibu telah menjelaskannya begitu gamblang, disertai dg dalil2nya…. Sy pribadi seorg katolik sejak lahir… tp stlh 41 th baru memahami hal ini setelah “terus menerus” menyimak berbagai pemaparan yg Ibu sampaikan. Ternyata benar2 indah iman katolik ini…. Di sisi lain menurut pendapat saya, kemungkinannya BUANYAK sdr/i seiman kita yg belum memahami dasar2 spti ini… akibatnya iman kita gampang terombang-ambing. Krn mmg utk menggali hal2 “dasar dan detail” spt ini kita tdk tahu kpd… Read more »

Netral
Netral
Reply to  Netral
8 years ago

Syalom Ibu Ingrid/Tim Katolisitas Trim’s atas segala pencerahannya. Namun saat ini sy mohon bantuan Ibu utk permasalahan yg sdg sy hadapi. Ibu dg mempelajari bbrp artikel yg telah ibu berikan perihal berdo’a kepada para Kudus ini, sy benar2 bisa memahami dg baik. Namun saat ini muncul permasalhan baru, stlh sy mencoba utk mempraktekkannya utk berdo’a: Salam Maria dan Rosario. Ternyata apa yg kini sy pahami ini, masih sebatas PENGETAHUAN, blm masuk dlm tahap meng-IMAN-i, shg apa yg sy coba do’a kan tsb benar2 terasa garing… rasanya gmn gitu… blm ada hadirat Tuhan dlm do’a. Nah bbrp hari ini justru muncul… Read more »

Adi Hermawan
Adi Hermawan
10 years ago

syalom Bpk Stef,
Maaf jika saya bertanya disini, krn saya tidak menemukan kolom khusus untuk bertanya. saya ingin bertanya dimana (alamat web) yang memuat nama dan biografi santa dan santo yg cukup lengkap, terutama st vincensius, krn saya berniat memberikan nama itu untuk calon anak saya. Mohon bantuannya.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Dela
Dela
10 years ago

SIAPAKAH YANG LEBIH BESAR DARI YOHANES PEMBAPTIS ( Lukas 7:28) Yth Ibu Igrid, Bapak Stev dan team Katolisitas yg dikasih TUHAN. Saya ingin share apa yang baru saya dapatkan yg selama ini menjadi pertanyaan besar mengenai ayat dalam Lukas 7:28 Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya.”(Lukas 7:28) Ayat ini tidak saja berbicara tentang Yohanes, tetapi juga berbicara tentang “YANG TERKECIL” dalam kerajaan Surga. Nah siapakah yang dimaksud oleh Yesus sebagai yang terkecil? Jika kita mengetahui hal ini… Read more »

Roy Hayong
Roy Hayong
10 years ago

Benarkah Kita Juga mebutuhkan Hamba Tuhan untuk Mendoakan Kita ?? Krn Saya pernah punya pengalaman dlm hidup yg benar2 mnumbuhkan iman sya..smpai sy benar-benar smakin dekat dengan Tuhan…Pngalamn yg luar biasa dri masalh pendmping hidup sy dimana sy terpuruk n dimn sy sperti hidup kmbali krn sy menemukan seorg yg disiapkan Tuhan krn apa yg dilihat dlm doa sm dngan knyataan dimana sy bertemu dngan si dia, n pernah mndoakan adik teman sy yg sudah gila slm 9 thun lmx lantas smbuh n org2 yg skit karna kuasa glap langsung smbuh… Sy ingin bertanya kpd pak stef n ibu inggrid… Read more »

nia
nia
11 years ago

Saya pernah mengalami kesulitan berdoa. Berhari-hari merasa galau dan kehilangan damai sejahtera. Berdoa pun rasanya hambar dan kering. Sepertinya hadirat Allah begitu jauh dan saya seperti terputus dari hubungan dengan Allah. Kemudian saat berdoa saya selingi dengan doa salam maria. Hanya sekali. Saat itu juga keran-keran yang semula mancet seperti terbuka. Doa-doa saya kemudian kembali hidup.
.
Menurut saya berdoa itu sulit. Mungkin kata-kata bisa keluar dari mulut kita. Namun jika hadirat Allah terasa jauh… rasanya sedih.
.

Saulus
Saulus
11 years ago

Bu Ingrid, sungguh tersentuh membaca penjelasan ibu atas pertanyaan Machmud. Saya berpikir cara berdialog seperti itu patut menjadi contoh, buat kita semua. Sangat sulit buat orang saling menghargai ‘penjelasan iman’ seseorang, apalagi jika tidak disertai dengan itikad baik. Semasa dulu SMA, teman-teman protestan di sekolah juga sering mengajak saya untuk melepaskan kekatolikan saya, tapi karena saya tahu maksud mereka baik, saya tidak marah, malah saya jadi bersemangat untuk menggali alasan gereja kita dalam hal mendoakan arwah. Hanya harus diakui, kadangkala penjelasan itu hanya cukup untuk menguatkan kita orang katolik, tetapi tidak cukup untuk membuat teman-teman mau mengerti. Jika sampai ke… Read more »

Machmud
Machmud
Reply to  Saulus
11 years ago

Salam damai sejahtera Dear Ingrid & Saulus Kita tahu bahwa memang ada perbedaan tafsiran tentang Alkitab antara Katolik dan non Katolik, dan itu sulit agaknya untuk disamakan untuk saat sekarang ini. Oleh sebab itu mari kita saling menghargai perbedaan tsb, bukan malah mempertentangkannya. Kalau iman percaya kita bersumber dari Firman Allah Yang Hidup yang sama, mengapa kita tidak bisa mengesampingkan perbedaan itu buat sementara sampai kita mengetahui kebenaran yang sejati itu muncul pada suatu saat nanti (tidak lama lagi). Tentang keberadaan YESUS, Ingrid dan juga Saulus mempercayai bahwa Yesus itu 100% Allah dan juga 100% manusia. Namun saya percaya bahwa… Read more »

lian
lian
11 years ago

shalom,,,, sy adlah seorng katolik,, tp sy prnah mndengar pertanyaan dr sdr protestan mngenai orng kudus,,, mreka mngatakan bahwa:
1. kita semua yg sdh dibaptis di dlm kristus adlah orng kudus, jd knpa hrs brdoa pd orng yg sdh mninggal??
2. atas dasar apa grja katolik mngatakan sesorng itu kudus / masuk surga,, shngga brani brdoa kpda mrka… sdangkan yg berhak mnentukan seseorng msuk surga atw tdk hanyalah TUHAN…. jadi knpa greja katolik bgtu yakin bahwa orng2 yg ditetapkan sbg santo / santa itu pasti msk surga?? apa dasarnya???

Mohon jawabannya,, Lian

Isa Inigo
Isa Inigo
11 years ago

Wah, saya kagum pada tanya jawab antara Machmud dan ingrid. Ini contoh dialog yang baik. Saya ucapkan “Selamat!” untuk Ingrid dan Machmud yang berhasil mengatasi pandangan negatif dan membuat diskusi berjalan elegan dan mengagumkan. Semuanya demi penemuan kebenaran-kebenaran baru di mana kita saling belajar di hadapan Allah yang Maha Mengetahui dan mengasihi kita anak-anaknya. Saya sendiri tertantang agar bisa bersikap bijaksana seperti Anda-Anda ini dalam berdialog dengan agama-agama lain. Amin.
Shalom: Isa Inigo

Saulus
Saulus
11 years ago

Machmud salam kenal, sekalian saya ingin ikut nimbrung. Mudah-mudahan tidak membuat anda terganggu. saya pikir mendoakan arwah berbeda dengan bertanya kepada arwah ataupun meminta petunjuk kepada orang-orang mati. Jadi mendoakan arwah tidak merupakan kekejian bagi Tuhan. Periksalah kitab suci, Yesus sendiri berbicara dengan Musa yang telah meninggal bukan? (Luk 9:30-31), membangkitkan Lazarus identik dengan memerintahkan arwah Lazarus untuk kembali. Yesus kan teladan kita, jadi kalau berbicara kepada arwah dilakukan Yesus, apalagi jika hanya mendoakan arwah.
Salam
Saulus

Machmud
Machmud
Reply to  Saulus
11 years ago

Salam damai sejahtera Saulus, terima kasih anda sudah mau berkenalanan dengan saya. Namun dalam hal Musa serta Lazarus , disini kasusnya berbeda . Sebab Yesus itu Tuhan jadi Dia bisa berbicara dengan siapa saja baik yang masih hidup ataupun yang sudah mati. Sedangkan kita yang masih hidup hanya bisa berbicara kepada Tuhan melalui DOA DALAM ROH DAN KEBENARAN dan kepada mereka yang sudah mati menurut saya kita sudah tidak bisa berhubungan lagi. Tetapi menurut ajaran gereja Katolik bisa. Kalau anda ingin mengetahui bagaimana berdoa dalam roh dan kebenaran, anda bisa tanyakan pada Stef atau Ingrid. Jadi terpulang kepada keyakinan kita… Read more »

reiki
reiki
Reply to  Ingrid Listiati
11 years ago

salam sejahtera dalam Kristus Yesus, Bu Ingrid says : —-Namun, tentu saja, yang dapat kita lakukan hanya terbatas pada meminta para kudus itu mendoakan kita, dan bukannya meminta mereka mengabulkan doa kita. Sebab mereka tidak berkuasa mengabulkan doa, dan juga kita tidak punya kuasa untuk ‘memerintahkan’ mereka untuk berbuat apapun. Para beriman yang telah mendahului kita dan sampai di surga, adalah orang-orang kudus yang telah memperoleh pemenuhan janji hidup kekal yang dijanjikan oleh Yesus (lih. Yoh 3:16); dan mereka adalah para pendahulu kita yang mempersembahkan doa-doa mereka di hadapan tahta Allah bagi kita yang masih berziarah di dunia (lih. Why… Read more »

Machmud
Machmud
11 years ago

Salam Damai Sejahtera Dear Ingrid Setelah saya pelajari ayat2 yang Ingrid berikan sepertinya ayat2 tsb tidak ada hubungannya dengan orang2 yang sudah meninggal seperti : YAHYA 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. GALATIA 6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. Yakub 5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya 1Korintus 3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah Ketiga ayat tsb… Read more »

Machmud
Machmud
Reply to  Ingrid Listiati
11 years ago

Salam damai sejahtera Dear Ingrid Saya tidak pernah berprasangka negatif pada tulisan Ingrid tentang hal ini, saya hanya ingin menanyakan dan ingin tahu, itu saja . Hampir semua agama mengajarkan bahwa setelah mati, hidup ini masih ada kelanjutannya. Ada yang hidup di surga bersama Allah dan ada juga yang hidup sengsara di neraka bersama iblis. Tetapi tentang apa yang diperbuat di sana, tidak ada yang tahu. Yang pasti mereka yang sudah mati tetap beribadah kepada Allah, dan kalau ada yang mendoakan kita yang masih hidup, bagaimana kita mengetahuinya ?. Saya belum pernah tahu bahwa orang mati itu bisa mendoakan kita,… Read more »

Machmud
Machmud
Reply to  Ingrid Listiati
11 years ago

Salam damai sejahtera

Dear Ingrid

Terima kasih atas penjelasannya, dengan demikian saya menjadi tahu tentang apa dan bagaimana pengajaran bagi umat Katolik.

Karena saya tidak tahu maka saya bertanya dan sekarang saya sudah tahu. Tak ada sedikitpun prasangka negatif atau yang lain dalam hati dan pikiran saya, yang ada hanyalah ke inginan tahu.

Nanti kalau masih ada yang ingin saya ketahui tentang pengajaran Katolik, saya akan menanyakan lagi dan tolong jangan “dicurigai”.

Terima kasih

Salam
Mac

Machmud
Machmud
11 years ago

Salam Damai Sejahtera Dear Ingrid, Anda menulis : 1. Yang ada, memang adalah kita diperkenankan memohon agar para jiwa orang beriman yang ada di surga untuk mendoakan kita (KGK 956) 2. Maka, meskipun kita dapat memohon para beriman yang telah meninggal dunia untuk mendoakan kita, namun yang mengabulkan doa tetap Tuhan saja. aPertanyaannya : 1. Untuk apa kita memohon para beriman yang telah meninggal dunia untuk mendoakan kita, jika mereka tidak bisa mengabulkan doa kita. Apakah hal ini tidak membuat Allah cemburu ? 2. Didalam kitab Ulangan ditulis sbb : ULANGAN 18:10 Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
32
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
X