Apakah Kriteria Seorang Nabi?

Nabi umumnya diartikan sebagai seseorang yang berbicara atas nama Tuhan dan menyampaikan apa yang menjadi pesan Tuhan kepada manusia; entah pesan itu yang sudah lampau, saat itu atau masa yang akan datang. Maka umumnya nabi adalah seseorang yang diterangi/ dikaruniai Tuhan untuk memberikan nubuatan, berkhotbah menyampaikan pesan, petunjuk, perintah Tuhan dan kehendak-Nya kepada umat-Nya (lih. 1Kor 14:37, 1 Raj 22:7), secara khusus pesan nubuatan rencana kasih karunia keselamatan Allah (lih. 1Pet 1:10) di dalam Kristus. Selain menyampaikan nubuatan, para nabi juga menegur umat Tuhan jika mereka menyimpang dari kehendak Tuhan.

Katekismus Gereja Katolik menyebutkan demikian tentang para nabi:

KGK 64    Dengan perantaraan para nabi, Allah membina bangsa-Nya dalam harapan akan keselamatan, dalam menantikan satu perjanjian yang baru dan kekal, yang diperuntukkan bagi semua orang (Bdk. Yes 2:2-4) dan ditulis dalam hati mereka (Bdk. Yer 31:31-34; Ibr 10:16). Para nabi mewartakan pembebasan bangsa Allah secara radikal, penyucian dari segala kejahatannya Bdk. Yeh 36., keselamatan yang mencakup semua bangsa (Bdk. Yes 49:5- 6; 53:11). Terutama orang yang miskin dan rendah hati di hadapan Allah (Bdk. Zef 2:3). menjadi pembawa harapan ini. Wanita-wanita saleh seperti Sara, Ribka, Rahel, Miriam, Debora, Hana, Yudit, dan Ester tetap menghidupkan harapan akan keselamatan Israel itu; tokoh yang termurni di antara mereka adalah Maria (Bdk. Luk 1:38).

KGK 201    Tuhan sebagai Yang Esa mewahyukan Diri kepada Israel, bangsa yang dipilih-Nya: “Dengarlah, hai orang Israel. Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu” (Ul 6:4-5). Dengan perantaraan para nabi, Allah mengajak Israel dan semua bangsa supaya berpaling kepada-Nya, Allah yang satu-satunya: “Berpalinglah kepada-Ku, dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi. Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain… semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam Tuhan” (Yes 45:22-24, Bdk. Flp 2:10-11).

KGK 522    Kedatangan Putera Allah ke dunia adalah satu kejadian yang sekian dahsyat, sehingga Allah hendak mempersiapkannya selama berabad-abad. Semua ritus dan kurban, bentuk dan lambang “perjanjian pertama” (Ibr 9:15) diarahkan-Nya kepada Yesus; Ia memberitahukan kedatangan-Nya melalui mulut para nabi, yang susul-menyusul di Israel. Sementara itu Ia menggerakkan dalam hati kaum kafir satu pengertian yang samar-samar mengenai kedatangan ini.

KGK 762    Persiapan jarak jauh dari pengumpulan Umat Allah, mulai dengan panggilan Abraham, kepada siapa Allah menjanjikan bahwa ia akan menjadi bapa suatu bangsa besar (Bdk. Kej 12:2: 15:5-6). Persiapan langsung mulai dengan pemilihan Israel sebagai Umat Allah (Bdk. Kel 19:5-6; Ul 7:6). Israel dipilih untuk menjadi tanda penghimpunan segala bangsa pada masa mendatang (Bdk. Yes 2:2-5; Mi 4:1-4). Tetapi para nabi menuduh Israel bahwa ia telah memutuskan perjanjian dan bertingkah bagaikan seorang pelacur (Bdk. misalnya Hos 1; Yes 1:2-4; Yer 2). Mereka mengumumkan satu perjanjian baru dan abadi (Bdk. Yer 31:31-34; Yes 55:3). “Kristus mendirikan perjanjian baru ini” (LG 9).

KGK 2581    Kenisah harus menjadi tempat latihan doa untuk Umat Allah. Ziarah, pesta–pesta dan kurban-kurban, kurban malam, kemenyan, dan “roti sajian” adalah tanda–tanda kekudusan dan kemuliaan Allah yang agung namun yang sangat dekat. Semuanya itu merupakan ajakan untuk doa dan jalan-jalan doa. Tetapi pelaksanaan lahiriah dari kegiatan religius sering kali menggoda umat untuk suatu ibadah yang hanya bersifat lahiriah. Ia membutuhkan pendidikan dalam iman dan pertobatan hati. Inilah tugas para nabi sebelum dan sesudah pembuangan.

KGK 2595    Para nabi menyerukan pertobatan hati dan mengajukan permohonan (doa syafaat) untuk umat, sedangkan mereka sendiri – sebagaimana Elia – dengan semangat berapi-api mencari wajah Allah.

Berdasarkan pengertian ini, terdapat dua kelompok:

1. Nabi- nabi pada Perjanjian Lama

Pertama-tama adalah Abraham, Bapa umat beriman (Kej 20:7).
Selanjutnya, nabi besar lainnya adalah Musa, pendiri dan yang memberikan hukum Taurat, pengantara pemberian Perjanjian Lama, yang tidak dapat disetarakan dengan siapapun sampai kedatangan Kristus (lih. Ul 34:10-)
Selanjutnya terdapat para nabi pada tingkatan berikutnya, seperti Harun dan Miriam, Eldad dan Medad, yang kepada mereka Tuhan menyatakan DiriNya dalam mimpi dan penglihatan, tetapi tidak dengan suara seperti yang dibuat-Nya terhadap Musa yang paling setia (Bil 12:7)
Lalu, pada jaman hakim- hakim ada juga Debora (Hak 4 -5) [yang menjadi ibu bagi umat Israel], demikian pula Samuel, Elia dan Elisa.

Sedangkan jika dilihat dari perannya menyampaikan pesan Allah secara tertulis, maka berikut ini adalah pengelompokan nabi yang menjadi penulis Kitab Suci yaitu para nabi besar (major prophets) dan para nabi kecil (minor prophets).

1. Nabi besar (major prophets) tersebut ada empat orang, yaitu: Yesaya, Yeremia, Yehezkiel dan Daniel
2. Sedangkan Nabi kecil (minor prophets) ada dua belas orang, yaitu: Hosea, Yoel, Amos, Obadiah, Yunus, Mikha, Nahum, Habakkuk, Zefanya, Hagai, Zakariah, Maleakhi.
3. Nabi perempuan. Kitab Perjanjian Lama memberikan karunia kenabian kepada beberapa perempuan: Nabi Miriam (saudara Nabi Musa), Debora, Hulda, (yang sejaman dengan Nabi Yeremia, seperti 2 Raj 22:14), dan juga kepada istri Nabi Yesaya.

2. Para Nabi Perjanjian Baru

Nabi- nabi pada Perjanjian Baru yang menyampaikan nubuatan rencana keselamatan Allah adalah Zakaria, Elisabet, Bunda Maria, Simeon, Hana, termasuk juga para nabi di Antiokhia (Kis 13: 1,8), Agabus, para anak perempuan dari Filipus.

Uraian selanjutnya tentang Nabi dan nubuat, silakan di link ini, silakan klik.

3. Misi sebagai nabi yang diberikan melalui Pembaptisan

Kita semua yang telah dibaptis mengambil bagian di dalam ketiga misi Kristus, yaitu sebagai nabi, imam dan raja. Sebagaimana disampaikan di atas, seorang nabi dapat didefinisikan sebagai seseorang yang mewartakan kebenaran dari Allah, yang menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan masa lalu, kini dan masa depan dan juga memberitakan kebenaran Allah lewat pengajaran. Hal ini dapat kita lihat bagaimana Tuhan berbicara dengan perantaraan para nabi untuk memberitakan kedatangan Sang Mesias. Maka kita sebagai anggota Gereja harus juga menjadi saksi untuk mewartakan kebenaran Kristus.

KGK 1268    Orang yang sudah dibaptis menjadi “batu hidup” yang dipergunakan untuk membangun “rumah rohani” dan “imamat kudus” (1 Ptr 2:5). Oleh Pembaptisan mereka mengambil bagian dalam imamat Kristus, dalam perutusan-Nya sebagai nabi dan raja. Mereka adalah “bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya [mereka] memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil [mereka] keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” (1 Ptr 2:9). Pembaptisan memberi bagian dalam imamat bersama umat beriman.

KGK 785    “Umat Allah yang kudus mengambil bagian juga dalam tugas kenabian Kristus“, terutama karena cita rasa iman adikodrati yang dimiliki seluruh umat, awam dan hierarki. Karena cita rasa iman itu “umat berpegang teguh pada iman yang sekali telah diserahkan kepada para kudus” (Lumen Gentium 12), memahaminya semakin dalam dan menjadi saksi Kristus di tengah dunia ini.

 

4 1 vote
Article Rating
19/12/2018
15 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
theo
6 years ago

Shaloom Tim Katolisitas Saya mau bertanya, dalam Kekristenan ada berapa nabi? apakah Daud,Salomo, dan raja-raja lain termasuk Nabi? Terima Kasih… [Dari Katolisitas: Silakan membaca terlebih dahulu, silakan klik. Walau di menurut sumber yang kami kutip di sana, Raja Daud dan Salomo tidak disebut sebagai Nabi, namun nampaknya keduanya adalah Nabi, jika mengingat definisi Nabi adalah seorang yang melaluinya Allah berbicara kepada umat-Nya. Penjelasan tentang mengapa Daud adalah Nabi, klik di sini, dan bahwa Salomo adalah Nabi, klik di sini, untuk melihat bahwa Raja Salomo dipilih Tuhan untuk berbicara kepada umat-Nya, melalui Sabda-Nya yang kemudian dituliskan menjadi kitab-kitab tertentu dalam Kitab… Read more »

Rita
Rita
6 years ago

Peribadi. Shalom, Apakah maksud: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.”Bolehkah pendekatan ini digunakan dalam kes ini ;Seorang pemimpin umat Katolik dalam sebuah kampung, meninggalkan keluarganya ketika terjadi masalah yg menyebabkan perpecahan dan tinggal di rumah orang lain (saudara-mara tapi masih tinggal dalam satu kampung). Bukan sahaja dia pemimpin di chapel, dia juga seorang ibu, seorang kakak (perempuan) dan juga seorang anak kerana ibunya masih hidup. Ibunya tidak menganut agama, adiknya yang perempuan ada yang beragama Katolik dan ada yang belum beragama. Seorang telah berkahwin dgn seorang Islam (tetapi suami… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Rita
6 years ago

Shalom Rita, Ayat Yoh 4:44 mengacu kepada Kristus sendiri, yang ditolak oleh orang-orang di kampung halaman-Nya sendiri di daerah Kapernaum. Maka, nampaknya agak terlalu dipaksakan jika ayat itu mau dihubungkan dengan seorang wanita yang aktif dalam kegiatan gerejawi. Sebab orang tersebut tidak dapat disamakan dengan nabi, yang artinya pelayan Allah yang menyampaikan sabda Allah kepada umat-Nya. Apakah yang menyebabkan perselisihan dalam keluarganya? Apakah karena ada anggota keluarga yang menolaknya karena ia seorang Kristiani, ataukah ada alasan lain? Jika ada alasan lain yang berhubungan dengan kelemahan sebagai manusia, seperti kemarahan karena sesuatu hal, iri hati, kurang sabar, dst., maka keadaannya tidak… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
15
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
X