Yesus mendirikan Gereja, bukan denominasi

Pertanyaan:

Ada pernyataan menarik dari seorang pendeta di Radio [dari Katolisitas, kami edit] yang patut direnungkan bersama dalam kaitan dengan pemahaman Tubuh Kristus sesuai dengan Efesus 4.
1.Setiap denominasi tidak boleh mengembangkan denominasi melainkan Tubuh Kristus
2.Adalah aneh jika denominasi yang satu menjelekkan denominasi lain padahal mereka semua adalah bagian dari Tubuh Kristus
3.Kesatuan agama tidak otomatis merupakan kesatuan dalam Tubuh Kristus karena sebenarnya yang penting bukan iman katolik atau iman protestan melainkan iman akan Kristus
4.Perjamuan Tubuh Kristus adalah dalam rangka kesatuan Tubuh Kristus. Tubuh Kristus sebenarnya tidak terpecah-pecah. Tidak ada dalam kitab suci yang menyatakan bahwa Tubuh Kristus terpecah-pecah.
5.Agama kristen baru lahir 300 tahun setelah kematian Yesus. Tidak ada satu pun rasul yang menyiarkan agama kristen
6.Kristus tidak pernah membawa denominasi

Jawaban:

Shalom Herman Jay,

Berikut ini tanggapan saya atas pernyataan anda, yang mengutip dari sumber yang anda dengar:

1. Anda berkata, “Setiap denominasi tidak boleh mengembangkan denominasi melainkan Tubuh Kristus

Komentar saya:

Pernyataan ini benar namun menjadi ambigu, jika dihubungkan dengan Gereja Katolik. Sebab memang benar kita harus mengembangkan Tubuh Kristus, yaitu Gereja-Nya. Namun, Gereja Katolik bukanlah merupakan salah satu denominasi, melainkan adalah Gereja satu- satunya yang didirikan oleh Kristus di atas Rasul Petrus (Mat 16:18). Maka kita tidak dapat mensejajarkan Gereja Katolik dengan berbagai denominasi gereja Kristen lainnya. Gereja yang didirikan oleh Kristus di atas Petrus itu adalah Gereja yang oleh Rasul Paulus disebut sebagai Tubuh Kristus dan mempelai Kristus (lih. Ef 5:22-33). Gereja ini hanya satu – Gereja Katolik- sehingga memang tepatlah jika seseorang ingin tergabung dalam Tubuh Kristus dan mengembangkannya, untuk bergabung dengan Gereja Katolik, yang dipimpin oleh penerus Rasul Petrus.

2. Anda berkata, “Adalah aneh jika denominasi yang satu menjelekkan denominasi lain padahal mereka semua adalah bagian dari Tubuh Kristus

Pernyataan ini benar, sebab sesungguhnya Kristus menghendaki persatuan dari semua pengikut-Nya (Lih Yoh 17:20-21). Gereja Katolik memandang umat Kristen non-Katolik yang telah dibaptis dengan sah- sebagai saudara-saudari dalam Kristus. Hal ini disebabkan karena Gereja Katolik mengakui adanya satu baptisan (Ef 4:5), karena otoritas Kristus yang menginstitusikannya. Unitatis Redintegratio 3 (Dekrit tentang Ekumenisme, Konsili Vatikan II) mengatakan:

“Sebab mereka itu, yang beriman akan Kristus dan dibaptis secara sah, berada dalam suatu persekutuan dengan Gereja Katolik, baik perihal ajaran dan ada kalanya juga dalam tata-tertib, maupun mengenai tata-susunan Gereja, persekutuan gerejawi yang sepenuhnya terhalang oleh cukup banyak hambatan, diantaranya ada yang memang agak berat. Gerakan ekumenis bertujuan mengatasi hambatan-hambatan itu. Sungguhpun begitu, karena mereka dalam Baptis dibenarkan berdasarkan iman, mereka disaturagakan dalam Kristus. Oleh karena itu mereka memang dengan tepat menyandang nama kristen, dan tepat pula oleh putera-puteri Gereja katolik diakui selaku saudara-saudari dalam Tuhan.”

Jadi Gereja Katolik tidak menjelekkan denominasi lain. Kami di situs ini juga tidak menjelekkan denominasi lain, melainkan kami hanya menyampaikan apa yang menjadi ajaran Gereja Katolik, bahwa di dalam Gereja yang didirikan Kristus di atas Rasul Petruslah, yaitu Gereja Katolik, dapat ditemukan kepenuhan sarana keselamatan:

“Sebab hanya melalui Gereja Kristus yang katoliklah, yakni “sarana yang menyeluruh untuk keselamatan”, dapat dicapai seluruh kepenuhan upaya-upaya penyelamatan. Sebab kita percaya, bahwa hanya kepada Dewan Para Rasul yang diketuai oleh Petruslah Tuhan telah mempercayakan segala harta Perjanjian Baru, untuk membentuk satu Tubuh kristus di dunia. Dalam tubuh itu harus disaturagakan sepenuhnya siapa saja, yang dengan suatu cara telah termasuk umat Allah, Selama berziarah di dunia, umat itu, meskipun dalam para anggotanya tetap tidak terluputkan dari dosa, berkembang dalam Kristus, dan secara halus dibimbing oleh Allah, menurut rencana-Nya yang penuh rahasia, sampai akhirnya penuh kegembiraan meraih seluruh kepenuhan kemuliaan kekal di kota Yerusalem sorgawi.” (Unitatis Redintegratio 3)

3. Anda mengatakan, “Kesatuan agama tidak otomatis merupakan kesatuan dalam Tubuh Kristus karena sebenarnya yang penting bukan iman katolik atau iman protestan melainkan iman akan Kristus.”

Pernyataan ini tidak benar, karena mengisyaratkan bahwa iman Katolik bukan iman akan Kristus. Padahal sebenarnya, istilah “katolik” (artinya universal/ lengkap) itu dipakai di abad pertama, untuk menunjukkan kelengkapan/ keseluruhan ajaran Kristus dan para rasul; karena bahkan di abad- abad awal sudah ada aliran- aliran yang mengaku sebagai Kristen, namun tidak mengajarkan keseluruhan kebenaran seperti yang diajarkan oleh para rasul.

4. Anda mengatakan, “Perjamuan Tubuh Kristus adalah dalam rangka kesatuan Tubuh Kristus. Tubuh Kristus sebenarnya tidak terpecah-pecah. Tidak ada dalam kitab suci yang menyatakan bahwa Tubuh Kristus terpecah-pecah.”

Pernyataan ini benar, sebab:

a) Memang Tuhan Yesus memberikan warisan Perjamuan Terakhir untuk mempersatukan Gereja sebagai Tubuh Mistik-Nya. Gereja Katolik menyebut perjamuan ini sebagai perayaan Ekaristi. Justru karena Gereja Katolik menghayati makna Ekaristi yang tak terlepas dengan kesatuan Tubuh Kristus inilah, maka Ekaristi hanya diberikan kepada mereka yang mengimani dengan sungguh kehadiran Kristus dalam Ekaristi kudus, dan mereka yang berada dalam kesatuan penuh dengan Gereja Katolik sebagai Tubuh Kristus.

b) Benar bahwa Tubuh Kristus tidak terpecah- pecah dan dalam Kitab Suci tidak dikatakan Tubuh Kristus yang terpecah- pecah. Sebab Yesus berkata kepada Petrus, bahwa Ia akan mendirikan Gereja-Nya (“ekklesia”) -(satu Gereja, bukan banyak gereja).

5. Anda mengatakan, “Agama kristen baru lahir 300 tahun setelah kematian Yesus. Tidak ada satu pun rasul yang menyiarkan agama kristen.”

Ini adalah pernyataan yang sangat keliru. Agama Kristen lahir bersamaan dengan lahirnya Gereja yang resminya kita peringati pada hari Raya Pentakosta, pada saat Roh Kudus turun atas para rasul. Istilah “kristen” sendiri mulai dipakai di Antiokhia, sebagai sebutan bagi para murid Kristus sejak abad pertama. Demikian pula istilah “katolik” (artinya: lengkap/ menyeluruh) telah dikenal sejak abad awal, untuk membedakan ajaran Gereja yang lengkap dari para rasul dan beberapa aliran lainnya yang menyebut diri sebagai Kristen, namun tidak menyampaikan keseluruhan kebenaran seperti yang disampaikan oleh para rasul (seperti Gnosticism dan Docetism). Tentang hal ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik, dalam sub-judul: Gereja yang katolik.

Bahwa kemudian pada tahun 313 agama Kristiani dijadikan sebagai agama kerajaan oleh Kaisar Konstantin, tidak berarti bahwa sebelumnya agama Kristen tidak ada. Sudah sejak awal para murid Kristus bersekutu dalam pengajaran para rasul dan beribadah memecah roti sesuai dengan ajaran Kristus, dan ini dicatat dalam Kitab Suci (lih. Kis 2:42). Silakan membaca tentang definisi “agama” menurut St. Thomas Aquinas, di sini, silakan klik; semoga anda dapat melihat bahwa agama Kristiani sudah ada sejak Gereja ada. Dengan demikian, tidak benar jika dikatakan bahwa tidak ada satu rasul-pun yang menyiarkan agama Kristen. Semua rasul (kecuali Yudas Iskariot) menyiarkan ajaran agama Kristen, bahkan sampai menyerahkan nyawa mereka sebagai martir [kecuali Rasul Yohanes pengarang Injil] yang wafat di usia tuanya di Pulau Patmos].

6. Anda mengatakan, “Kristus tidak pernah membawa denominasi.”

Tanggapan saya:
Pernyataan ini benar, sebab memang yang didirikan oleh Kristus adalah Gereja (ekklesia) dan bukan denominasi. Dan Gereja yang didirikan oleh Tuhan Yesus di atas Petrus ini sekarang masih eksis dalam Gereja Katolik.

Demikianlah yang dapat saya tulis untuk menanggapi pernyataan anda. Bukan maksud Gereja Katolik untuk menyombongkan diri, dengan mengatakan dirinya sebagai Gereja yang didirikan Kristus, sebab memang itulah faktanya. Sebab Gereja yang didirikan Kristus di atas Petrus ini kini masih eksis di dalam Gereja Katolik yang dipimpin oleh Paus yang dapat ditelusuri kepemimpinannya sebagai penerus Rasul Petrus. Karena hal ini adalah kebenaran, maka tidak dapat dikatakan sebagai pernyataan kesombongan; namun pernyataan yang menuntut tanggung jawab yang besar, sebab mensyaratkan anggota- anggotanya agar hidup sesuai dengan misi perutusan Kristus yang menyeluruh: yaitu kesempurnaan hidup sebagai seorang Kristiani, atau singkatnya: hidup kudus dalam persekutuan dengan Kristus dan seluruh umat manusia. Ini adalah perjuangan sepanjang hidup, dan karenanya tidak ada alasan untuk menyombongkan diri.

Selanjutnya tentang topik denominasi dan apa bedanya dengan Gereja Katolik, silakan klik di sini.

19/12/2018

14
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
7 Comment threads
7 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
9 Comment authors
yusup sumarnoDevikenzoacongTorres9 Recent comment authors
Devi
Guest
Devi

Shalom, saya bingung dengan ajaran Gereja Katolik. Kadang dikatakan Gereja adalah tubuh Kristus, dilain waktu dikatakan Tubuh kristus adalah Hosti yang disambut. Dilain kesempatan Gereja bukan tubuh kristus tetapi mempelai Kristus? Kok kontradiktif semua nih ajarannya? Yang benar yang mana?

Terima kasih

GBU

Ingrid Listiati
Member

Shalom Devi, Tidak ada yang kontradiktif dalam ajaran Gereja Katolik, sebab Gereja Katolik mengambil dasar ajarannya dari Kitab Suci yang tidak mengajarkan kontradiksi. Gereja memang adalah Tubuh Kristus, istilahnya adalah Tubuh Mistik Kristus (Mystical Body of Christ), untuk membedakannya dengan Tubuh Kristus secara fisik. Penggambaran Gereja (jemaat) sebagai Tubuh Kristus, yang selalu ada dalam kesatuan dengan Kristus (sebagai Kepalanya), diajarkan dalam Kitab Suci, yaitu dalam Kol 1:18,24; Ef 5:23, 3:6; Rom 12:5, 1Kor 12:12-27. Sedangkan Ekaristi (hosti yang sudah dikonsekrasikan) adalah Tubuh Kristus itu memang dikatakan oleh Kristus sendiri sewaktu mengajarkannya kepada para Rasul, “Inilah tubuh-Ku” (Mat 26:26; Mrk 14:22;… Read more »

kenzo
Guest
kenzo

Dear Catholicity,

I’ve been asking by my non-christian friends on why are there so many denominations of Christianity?
What’s the best answer?

And how to tell them that although there are many denominations, but we’re 1 in Jesus Christ?

God bless,
Kenzo.

Ingrid Listiati
Member

Shalom Kenzo, I think the best answer you can refer to is the document of Vatican II regarding Ecumenism, called Unitatis Redintegratio. Here is the introduction of the decree (for the complete text, please click): DECREE ON ECUMENISMUNITATIS REDINTEGRATIO INTRODUCTION “1. The restoration of unity among all Christians is one of the principal concerns of the Second Vatican Council. Christ the Lord founded one Church and one Church only. However, many Christian communions present themselves to men as the true inheritors of Jesus Christ; all indeed profess to be followers of the Lord but differ in mind and go their… Read more »

acong
Guest
acong

Saya ingin bertanya…
Dalam pandangan gereja katolik katax gereja denominasi lain dinyatakan sesat n pecahan. Hal apa yg menyebabkan demikian n adka bukti pendukungx. Bgm dengan gereja orthodox jg yg menyatakan gereja katolik sesat..Mohon tanggapanx

Ingrid Listiati
Member

Shalom Acong, Sebenarnya, yang dilakukan oleh Magisterium Gereja Katolik pada saat timbulnya suatu ajaran sesat/ menyimpang adalah meluruskannya dan menegaskan kembali pengajaran yang mereka terima dari para Rasul dan para Bapa Gereja. Hal inilah yang terjadi pada saat konsili- konsili, mulai dari konsili yang pertama di Nicea, tahun 325. Pada Konsili Nicea, Gereja menyatakan bahwa ajaran Arius (yang menyatakan bahwa Kristus bukan Tuhan) adalah sesat, dengan menegaskan kembali ajaran Kristus dan para rasul, bahwa Kristus adalah Putera Allah yang sehakikat dengan Allah. Nah, biasanya dalam pernyataan konsili- konsili, dijabarkan ajaran yang menyimpang pada saat itu, atau ajaran yang tidak menyampaikan… Read more »

Torres9
Guest
Torres9

Syalom Bu Ingrid.. Saya mau bertanya apakah hukum taurat berjumlah banyak sekali ? Seingat yang saya tahu Hukum Taurat berjumlah 613 buah.. Di antaranya 285 Keharusan dan 328 Larangan / pantangan.. Kalau data di atas keliru saya mohon maaf karena saya juga sudah lupa-lupa.. Yang saya mau tanyakan :

1.Apakah Hukum Taurat ini telah menjadi ajaran gereja Katolik atau hanya ajaran umum saja ? Melihat ajaran dimana Hukum Taurat hanya berjumlah 10 saja ( Yang telah diajarkan ) ?

2.Apakah bole saya meminta seluruh isi dari Hukum Taurat tersebut ?

Thanks… GBU…

Ingrid Listiati
Member

Shalom Torres9, Perintah- perintah yang ada dalam Hukum Taurat seperti yang dicatat oleh kaum Maimonides memang ada 613 butir, dengan dasar ayatnya dari kelima Kitab Musa, seperti tercantum di link ini, silakan klik Jika anda melihat butir- butir hukum itu memang terlihat ada banyak butir yang tidak lagi dilaksanakan oleh umat Kristiani (bukan hanya umat Katolik saja, tetapi umat Kristen lain secara umum), terutama yang berkaitan dengan hal- hal seremonial yang berkaitan dengan kurban sembelihan/persembahan, dan hal- hal yudisial/ sangsi/ hukuman bagi pelanggaran hukum. Mengapa? Karena hukum- hukum ini gunanya adalah untuk mempersiapkan umat Israel (sebagai umat pilihan Allah) kepada… Read more »

Vano
Guest
Vano

Shalom Tentunya kita disini semua mencari kebenaran Tuhan, bukan kebenaran manusia. Sangat sulit mendapatkan sumber mana yang benar, mana yang salah karena keterbatasan kita. Biarlah minta Tuhan YESUS KRISTUS sendiri membuka mata hati dan iman kita apabila kita minta dengn jujur dan penuh ketulusan. Yang menarik bagi saya adalah bagaimana dalam gereja katolik seorang manusia biasa, Paus, dapat menjadi “wakil Tuhan” dan “perantara” sedangkan hanya YESUS sebagai perantara kita. Bagaimana Bulla nya menjadi lebih tinggi daripada Firman Tuhan yaitu alkitab? Sedangkan Firman itulah Allah, ia bersama dengan Allah, dan Ia lah Allah (Yoh 1:1). Dalam matius 23, mengenai perkumpulan umat… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Vano, Ya benar, diskusi di sini adalah untuk mencari kebenaran Tuhan, bukan kebenaran manusia. 1. Paus = wakil Tuhan? Anda mempertanyakan mengapa Paus yang adalah manusia biasa dapat menjadi wakil Tuhan. Sesungguhnya jawabnya sederhana sekali, sebab Yesus telah menentukan demikian. Tuhan Yesus telah mendirikan Gereja-Nya atas Petrus (Mat 16:18), dan akan menyertainya sampai akhir jaman (Mat 28:19-20), dan alam maut tak akan menguasainya (Mat 16:19). Maka janji ini berlaku juga sampai kepada para penerus rasul Petrus, yaitu para Paus. Berikut ini adalah rangkaian artikel tentang keutamaan Rasul Petrus (silakan klik di judulnya), jika anda ingin mengetahui dasarnya: Keutamaan Petrus… Read more »

Alex
Guest
Alex

Sdri Ingrid, Terima kasih , karena selama ini anda bersama rekan2 yang lain banyak memberi pencerahan dalam soal2 Gereja yang memang komplek. Saya punya beberapa pertanyaan dalam soal saudara saudari dalam Kristus seperti yang anda ttulis diatas. “Pernyataan ini benar, sebab sesungguhnya Kristus menghendaki persatuan dari semua pengikut-Nya (Lih Yoh 17:20-21). Gereja Katolik memandang umat Kristen non-Katolik yang telah dibaptis dengan sah- sebagai saudara-saudari dalam Kristus. Hal ini disebabkan karena Gereja Katolik mengakui adanya satu baptisan (Ef 4:5), karena otoritas Kristus yang menginstitusikannya” Pertanyaannya: 1. Yoh 17:20-21, Pengikut disini, bukankah pengikut langsung dari Jesus termasuk pengikut dari para rasul dan… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Alex, 1. Yoh 17:20-21 Ya benar, di sini disebutkan bahwa Yesus menghendaki persatuan murid- murid-Nya, dan juga semua orang yang menjadi percaya kepada Kristus oleh karena pemberitaan murid- murid-Nya itu. 2. Perihal Pembaptisan Memang Gereja Katolik berpegang pada prinsip “satu baptisan”, sehingga Gereja Katolik mengakui baptisan dari gereja lain, sepanjang hal itu dilakukan dengan niatan yang benar, yang sesuai dengan niatan Gereja, dan dilakukan dengan materia (dengan air) dan forma yang benar (dalam nama Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus). Bahkan dalam keadaan darurat, siapapun boleh membaptis, tentu asalkan mempunyai niatan sesuai dengan niatan Gereja, dan dengan forma dan… Read more »

Herman Jay
Guest
Herman Jay

Ada pernyataan menarik dari seorang pendeta di Radio [Dari Katolisitas: kami edit] yang patut direnungkan bersama dalam kaitan dengan pemahaman Tubuh Kristus sesuai dengan Efesus 4. 1.Setiap denominasi tidak boleh mengembangkan denominasi melainkan Tubuh Kristus 2.Adalah aneh jika denominasi yang satu menjelekkan denominasi lain padahal mereka semua adalah bagian dari Tubuh Kristus 3.Kesatuan agama tidak otomatis merupakan kesatuan dalam Tubuh Kristus karena sebenarnya yang penting bukan iman katolik atau iman protestan melainkan iman akan Kristus 4.Perjamuan Tubuh Kristus adalah dalam rangka kesatuan Tubuh Kristus. Tubuh Kristus sebenarnya tidak terpecah-pecah. Tidak ada dalam kitab suci yang menyatakan bahwa Tubuh Kristus terpecah-pecah.… Read more »

yusup sumarno
Guest
yusup sumarno

“Adalah pendapat umum dari saudara- saudari kita yang non- Katolik, bahwa kalau Paus yang mengeluarkan suatu ajaran maka itu berasal dari manusia, sedangkan kalau pemimpin mereka yang menjelaskan Alkitab, itu berasal dari Roh Kudus”.

ya betul Bu Ingrid, itulah anehnya. Memang melihat selumbar di seberang lautan lebih mudah daripada melihat balok di mata sendiri.

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X