5. Thomas, is God good?

Summa Theologiae, I q. 6

THOMAS: Yes. Not only is he good, but he is also the supreme good.

PUPIL: Well, God is better than me, obviously. But let’s not take things for granted: explain me first what being good really means.

THOMAS: Goodness is that which is desirable.[1]

PUPIL: So, when I have a craving for a half-dozen popsicles, am I desiring something good for me? My mom would chew me out for this whim.

THOMAS: Yes. Yet, in that case, you would be desiring a good that is only apparent, but not real.

PUPIL: Alright. Then, you’re saying that God is good because he is desired by all beings. What about the flowers in my yard? They can’t know God; we can’t desire anything but what is known to us.

THOMAS: That’s a good point. The plants, however, desire their own perfection (such as their growth and multiplication) and, by doing so, unconsciously desire God Himself; God is the most perfect being and all creaturely perfections are therefore resemblances of Himself.

PUPIL: Wow! I’ve never thought of that.

THOMAS: Calling to mind our previous chat, we can actually draw a close connection between goodness and perfection: God is the supreme good because he is the most perfect being.

Firstly, God’s being—his existence—is identical to his essence: existing is intrinsic to being God. This is not the case in creatures, which begin and cease to exist.

Secondly, God’s perfections are essential to him. It is, in fact, improper to say that “God has a perfection;” it is more exact to say that “God is his perfection.” Since God is altogether simple,[2] there’s no composition between possessor and the thing possessed.

Lastly, God is the supreme good because he is the last end of all things. You can rightfully desire many good things here on earth, but they’re but means that help us attain the last end: we’ll stop desiring only when we see God.[3]

PUPIL: This is splendid! If God is that good, I want to be more like him. Thanks, Thomas!

 

[1] STh., Iª q. 5 a. 4 resp.

[2] Cf. STh., Iª q. 3 a. 7.

[3] Cf. STh., Iª-IIae q. 3 a. 8.

 

Indonesian Translation

THOMAS: Iya. Ia tidak hanya baik, namun kebaikannya adalah yang tertinggi.

MURID: Ya, Allah lebih baik dari pada diri saya, pastinya. Tapi saya tidak ingin menganggap remeh hal ini: jelaskan dulu kepadaku apa arti “baik.”

THOMAS: Kebaikan adalah hal yang diinginkan.

MURID: Jadi, ketika saya menginginkan setengah lusin es krim, apakah saya mencari apa yang baik bagi saya? Ibu saya pasti memarahi saya.

THOMAS: Iya. Tapi, dalam kasus ini, kamu menginginkan sebuah kebaikan yang palsu, bukan kebaikan yang sebenarnya.

MURID: Baik. Kamu berkata bahwa Allah adalah baik karena Ia diinginkan oleh semua makhluk. Bagaimana dengan bunga-bunga? Mereka tidak bisa mengenal Allah; kita tidak dapat menginginkan sesuatu yang tidak kita kenal.

THOMAS: Pengamatan yang baik. Meski demikian, tanaman menginginkan kesempurnaannya mereka sendiri (seperti pertumbuhan dan perkembangbiakan) dan, dengan melakukan hal itu, mereka secara tidak sadar menginginkan Allah sendiri; Allah adalah realitas yang paling sempurna dan semua kesempurnaan makhluk ciptaan adalah keserupaan dengan Allah.

MURID: Wow! Saya belum pernah berpikir demikian.

THOMAS: Mengingat perbincangan kita sebelumnya, kita dapat menghubungkan kebaikan dengan kesempurnaan: Allah adalah kebaikan yang tertinggi karena Ia adalah realitas yang paling sempurna.

Pertama, keberadaan Allah adalah identik dengan keadaan hidupnya (essentia): berada adalah bagian intrinsik dari Allah. Ini tidaklah demikian dalam makhluk ciptaan, yang lahir dan lalu bisa mati.

Kedua, kesempurnaan Allah adalah esensial bagi Allah. Tidaklah tepat bagi kita untuk mengatakan “Allah memiliki kesempurnaan;” lebih tepat jika kita mengatakan bahwa “Allah adalah kesempurnaannya.” Oleh karena Allah adalah sepenuhnya simpel, tidak ada komposisi antara pemilik dan hal yang dimiliki.

Terakhir, Allah adalah kebaikan yang tertinggi karena ia adalah tujuan terakhir semua hal. Kamu boleh menginginkan hal-hal yang baik di dunia ini, tapi mereka hanyalah sarana yang menolongmu untuk mencapai tujuan yang terakhir: kita akan berhenti menginginkan hal apa pun juga hanya ketika kita melihat Allah.

MURID: Luar biasa! Apabila Allah sebaik itu, saya ingin lebih menyerupainya. Terima kasih, Thomas!

SEE ALL Add a note
YOU
Add your Comment
 

Doa St. Thomas Aquinas

Allah Pencipta segala sesuatu, Sumber terang dan kebijaksanaan yang sejati, asal mula segala makhluk, curahkanlah seberkas cahaya-Mu untuk menembus kegelapan akal budiku. Ambillah dariku kegelapan ganda yang menyelimutiku sejak lahir, suatu ketidak-mengertian karena dosa dan ketidak-tahuan. Berilah kepadaku, pengertian yang tajam dan ingatan yang kuat dan kemampuan untuk memahami segala sesuatu dengan benar dan mendasar. Karuniakanlah kepadaku talenta untuk menjelaskan dengan tepat dan kemampuan untuk mengutarakannya dengan saksama, luwes dan menarik. Tunjukkanlah bagaimana aku memulainya, arahkanlah perkembangannya dan bantulah sampai kepada penyelesaiannya. Kumohon ini demi Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Review Kursus

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X