1. Thomas, what is theology?

Summa Theologiae, I q. 1

THOMAS: Theology is a science.

PUPIL: If it’s so, I wonder why it’s not one of the STEM subjects.

THOMAS: Unfortunately, you’ve understood “science” in an excessively narrow way, identifying it with “exact science,” such as math, physics, and chemistry. This is not, however, what I precisely means by “science.” By “science,” I’m referring to a knowledge of causes.[1]

PUPIL: A down-to-earth example, please?

THOMAS: For example, knowing that a pen will fall if it rolls off the desk is not a science: this knowledge rather comes from the experience of having observed several times a pen falling down from higher surfaces. One has the science concerning this phenomenon when one identifies the cause of the pen’s falling down: the gravitational force.

PUPIL: So theology is a knowledge of causes. But, about what? About quantity?

THOMAS: Nope, that’s math.

PUPIL: About matter?

THOMAS: Uh-uh, that’s physics.

PUPIL: Hmm, about heaven, then?

THOMAS: You’re close. Theology is a science about God. It also concerns creatures inasmuch as God is their beginning and end. In sum, theology deals with everything related to God.

PUPIL: Now, how is theology different from our philosophical knowledge about God?

THOMAS: Good question. The difference lies in the source of their principles. Every science is founded on some principles. For example, math is based on several axioms, such as the symmetric axiom, according to which “if a = b, then b = a.”

A philosophical knowledge about God, which is commonly called natural theology nowadays, draws its principles from human reason. By contrast, theology, or supernatural theology to be precise, obtains its principles from divine revelation.

PUPIL: I got it. Thanks, Thomas!

 


[1] Cf. Aristotle, Posterior Analytics, 71b9–12.

 

Indonesian Translation

THOMAS: Teologi adalah ilmu pengetahuan.

MURID: Apabila demikian, mengapa teologi tidak termasuk mata pelajaran IPA?

THOMAS: Sayangnya, kamu mengartikan “ilmu pengetahuan” secara sempit dan menyamakannya dengan “ilmu eksak,” seperti matematika, fisika, dan kimia. Ini bukan apa yang saya maksudkan. Bagi saya, “ilmu pengetahuan” berarti pengetahuan akan sebab-sebab.

MURID: Adakah sebuah contoh yang sederhana?

THOMAS: Misalnya, mengetahui bahwa sebuah pen akan jatuh apabila pen itu bergelinding dari meja bukanlah sebuah ilmu pengetahuan: lebih tepatnya, pengetahuan ini berasal dari pengalaman ketika seseorang beberapa kali mengamati sebuah pen yang jatuh dari permukaan yang lebih tinggi. Seseorang memiliki ilmu pengetahuan mengenai sebuah kejadian ketika ia mengidentifikasikan penyebab kejatuhan pen tersebut: gaya gravitasi.

MURID: Jadi, teologi adalah pengetahuan akan sebab-sebab. Tetapi, tentang apa? Tentang kuantitas?

THOMAS: Bukan, itu adalah matematika.

MURID: Tentang materi?

THOMAS: Bukan, itu adalah fisika.

MURID: Tentang surga?

THOMAS: Hampir benar. Teologi adalah ilmu pengetahuan mengenai Allah dan juga mengenai makhluk-makhluk ciptaan yang memiliki Allah sebagai permulaan dan akhirnya. Secara ringkas, teologi berbicara tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah.

MURID: Sekarang, apa perbedaan antara teologi dan pengetahuan filosofis tentang Allah?

THOMAS: Pertanyaan yang baik. Perbedaannya ada dalam sumber prinsip-prinsipnya. Setiap ilmu pengetahuan didasari pada sejumlah prinsip. Misalnya, matematika didasari pada beberapa prinsip dasar, seperti prinsip kesimetrian: menurut prinsip ini, “apabila a = b, b = a.”

Pengetahuan filosofis tentang Allah, yang biasanya disebut teologi natural, menarik prinsip-prinsipnya dari akal budi manusia. Sebaliknya, teologi, atau—lebih jelasnya lagi—teologi supernatural, mendapat prinsip-prinsipnya dari wahyu ilahi.

MURID: Saya sudah mengerti. Terima kasih, Thomas!

SEE ALL Add a note
YOU
Add your Comment
 

Doa St. Thomas Aquinas

Allah Pencipta segala sesuatu, Sumber terang dan kebijaksanaan yang sejati, asal mula segala makhluk, curahkanlah seberkas cahaya-Mu untuk menembus kegelapan akal budiku. Ambillah dariku kegelapan ganda yang menyelimutiku sejak lahir, suatu ketidak-mengertian karena dosa dan ketidak-tahuan. Berilah kepadaku, pengertian yang tajam dan ingatan yang kuat dan kemampuan untuk memahami segala sesuatu dengan benar dan mendasar. Karuniakanlah kepadaku talenta untuk menjelaskan dengan tepat dan kemampuan untuk mengutarakannya dengan saksama, luwes dan menarik. Tunjukkanlah bagaimana aku memulainya, arahkanlah perkembangannya dan bantulah sampai kepada penyelesaiannya. Kumohon ini demi Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Review Kursus

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X