Buku Maria O, Maria

Rated 4.80 out of 5 based on 5 customer ratings
(5 customer reviews)

Rp 95,000

Tak sedikit umat Katolik yang mungkin mengalami kesulitan untuk menjelaskan ajaran Gereja Katolik tentang Bunda Maria. Sejumlah orang mempertanyakan apakah penghormatan kepada Bunda Maria diajarkan dalam Kitab Suci dan telah dilakukan oleh jemaat di abad-abad awal? Apakah para Bapa Gereja telah mengajarkan hal tersebut, seperti yang kini diajarkan oleh Magisterium Gereja? Buku ini hadir untuk menyampaikan pengajaran Gereja Katolik tentang Bunda Maria, yang mengambil dasar dari Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Dalam buku ini juga disertakan kutipan teks pengajaran resmi Gereja Katolik, agar memudahkan pembaca untuk mengetahui dengan lebih rinci ajaran Gereja Katolik tentang Bunda Maria dalam keseluruhan rencana penyelamatan Allah. Semoga dengan pemahaman ini, kita semakin menghormati dan mengasihi Bunda Maria, dan dengan demikian, membawa kita lebih dekat kepada Kristus. Mari menerima Bunda Maria di dalam hati dan hidup kita, sebab ia adalah Bunda Allah, Bundaku dan Bundamu….

Catatan:
Berat buku @0,5 kg. Dengan kata lain pengiriman dengan JNE untuk 1 buku atau 2 buku harganya sama.
Tidak ada pengiriman pada hari Sabtu dan Minggu maupun hari Libur.
WA/SMS: Lanni – 0882-1331-2959

SKU: BM1-16 Kategori:

Deskripsi

Dalam menjelaskan hakikat dan tujuan Gereja untuk pembaruan, Konsili Vatikan II kerap kali menggunakan dua kata, yaitu ressourcement dan aggiornamento. Ressourcement adalah kata bahasa Prancis, yang berarti “kembali ke sumber-sumber” yang dapat dipertanggungjawabkan tentang ajaran iman Kristiani untuk menemukan kembali kebenaran dan artinya. Sedangkan aggiornamento adalah kata bahasa Italia, yang secara bebas dapat diartikan “penyesuaian dengan zaman”. Tujuannya adalah menemukan cara baru untuk merumuskan kembali penegasan-penegasan fundamental tentang iman Kristiani, agar Injil dapat diwartakan dengan lebih berdaya makna, sesuai dengan keadaan zaman. Dua semangat inilah yang saya pandang sangat tepat untuk menggambarkan buku tentang Bunda Maria ini.

Penulis secara konsisten mencantumkan sumber-sumber yang jelas sehubungan dengan pengajaran Gereja Katolik tentang Bunda Maria, yang dapat ditelusuri dari Kitab Suci, Tradisi Suci dan Wewenang Mengajar Gereja. Dengan sumber-sumber tersebut, para pembaca diajak untuk mencermati ajaran Gereja tentang Bunda Maria seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, yang juga telah diimani dan berakar dalam kehidupan Gereja perdana, dan yang diajarkan secara konsisten oleh Gereja Katolik dari zaman ke zaman.

Iman memang memiliki dimensi lama namun sekaligus baru. Hal ini nampak juga dalam pemaparan ajaran tentang Bunda Maria dalam buku ini. Ajaran iman yang dipercaya oleh Gereja sejak dulu—dan yang tetap dipercaya sampai sekarang—disajikan dengan cara yang baru untuk menjawab tantangan-tantangan di zaman ini. Penulis memperoleh kesempatan untuk menghimpun sejumlah pertanyaan sehubungan dengan ajaran iman Katolik—termasuk tentang Bunda Maria, baik dari umat Katolik maupun umat non-Katolik, karena penulis adalah pendiri dan penanggungjawab dari situs katolisitas.org. Pengalaman mereka mengelola situs tersebut dan berdialog dengan para pembaca tentang iman Katolik memberikan warna tersendiri kepada penyusunan buku ini. Dengan demikian, buku ini dapat menjadi salah satu buku pegangan praktis bagi umat Katolik untuk mempertanggungjawabkan iman mereka. Gereja mendorong kaum awam yang turut mengambil bagian dalam pengajaran iman—seperti para katekis, ketua lingkungan, pewarta dan pemuka umat—untuk terus bertumbuh dalam pemahaman ajaran iman. Dengan demikian seluruh warga Gereja ikut ambil bagian dalam usaha untuk membangun Gereja atas dasar iman yang teguh, dan yang berbuah dalam perbuatan kasih. Dalam rangka itulah buku ini turut memberi sumbangan yang positif. Sebab semakin kita mengenal ajaran iman kita, semakin kita menghayatinya dan terdorong untuk mengamalkannya dalam kasih dan pengabdian kepada Tuhan dan sesama.

Akhirnya saya mengucapkan selamat atas terbitnya buku Maria ini. Semoga seluruh umat, khususnya pembaca buku ini semakin memahami dan meyakini peranan Bunda Maria dalam karya penyelamatan Allah dan lebih daripada itu, semakin terdorong untuk meneladani Bunda Maria.

Jakarta, 18 September 2015

+ I. Suharyo
Uskup Keuskupan Agung Jakarta

Maria, O Maria … mungkin sekilas frase ini terdengar seperti judul lagu. Namun, bukan demikian dalam tulisan ini. Frase tersebut adalah ungkapan spontan yang keluar dari hati kami, setelah mengetahui betapa beragamnya tanggapan orang terhadap Bunda Maria, yang telah melahirkan Tuhan kita, Yesus Kristus. Memang, ada banyak orang yang tidak memiliki kesulitan apapun untuk menghormati dan mengasihi Bunda Maria. Namun, tidak sedikit yang mempertanyakan mengapa harus menghormati dan mengasihinya. Hal ini kami ketahui dari dialog dengan para pembaca situs katolisitas.org, sejak berdirinya situs tersebut pada tahun 2008 hingga sekarang.

Dalam berbagai kesempatan, salah satu topik yang hampir selalu dipertanyakan, baik oleh umat Katolik maupun kalangan non-Katolik adalah tentang Bunda Maria. Tidak sedikit pembaca situs yang mempertanyakan bahkan keberatan, terhadap penghormatan Gereja Katolik kepada Bunda Maria. Walaupun hanya sebagian yang bersikap demikian, namun harus diakui terdapat sejumlah kendala bagi sebagian umat Kristen non-Katolik untuk dapat menerima bahwa Bunda Maria mempunyai peran yang unik dalam karya keselamatan Allah.
Pada umumnya, saudara-saudari kita non-Katolik menganggap Bunda Maria hanya sebagai manusia biasa, sehingga sulit bagi mereka untuk menghormatinya secara istimewa. Sementara itu, sejumlah umat Katolik yang sudah menghormati Bunda Maria, kurang memahami makna dan hakikat penghormatan tersebut. Akibatnya ketika ada kritikan bahwa penghormatan terhadap Bunda Maria adalah hal yang tidak alkitabiah, mereka menjadi ragu atau bahkan berhenti melakukan penghormatan. Hal ini membuka mata kita, bahwa di kalangan umat Katolik, masih terdapat banyak orang yang kurang memahami ajaran Gereja Katolik, khususnya tentang Bunda Maria. Di samping itu, di antara sesama umat Kristiani, terdapat penghayatan yang berbeda tentang peran Bunda Maria dalam rencana keselamatan Allah.

Di situs Katolisitas, telah dimuat berbagai pertanyaan atau komentar mengenai Bunda Maria, dan kami telah mencoba memberikan tanggapan. Dasar yang kami ambil sebagai acuan adalah ketiga sumber ajaran iman dalam Gereja Katolik, yaitu: Kitab Suci, Tradisi Suci, dan Magisterium atau Wewenang Mengajar Gereja. Ketiga sumber ini, menyampaikan dasar yang penting untuk membantu kita memahami semua ajaran Gereja, termasuk ajaran mengenai Bunda Maria. Pemahaman yang benar akan ajaran Gereja dapat membantu kita untuk semakin menghormati dan mengasihi Bunda Maria, sehingga kita pun dapat semakin menghormati dan mengasihi Kristus.

Untuk maksud itulah, kami menyusun buku dengan judul “Maria, O Maria”. Buku ini juga merupakan tanggapan dari banyaknya masukan para pembaca Katolisitas agar kami membukukan tanya jawab mengenai Bunda Maria, yang telah ditayangkan di situs katolisitas.org. Dengan demikian pembahasan tentang Bunda Maria dapat dibagikan kepada lebih banyak umat Katolik. Selain itu, buku ini dapat juga dibaca oleh siapapun yang ingin mengetahui tentang dasar ajaran Gereja Katolik tentang Bunda Maria. Semoga Roh Kudus memimpin kita semua untuk melihat betapa dalam dan luasnya kasih Kristus, yang selain telah menyerahkan nyawa-Nya, juga telah menyerahkan ibu-Nya kepada kita, agar mendampingi dan mendoakan kita sampai kita dapat memperoleh apa yang telah dijanjikanNya.

Dengan memahami ajaran Gereja Katolik tentang penghormatan kepada Bunda Maria, diharapkan umat Katolik dapat menempatkan penghormatan sebagaimana mestinya, sebab penghormatan kepada Bunda Maria selalu berada di bawah penghormatan kepada Kristus dan dilakukan demi penghormatan kita kepadaNya. Dengan demikian, penghormatan kita kepada Bunda Maria mendekatkan kita kepada Kristus.

Untuk memudahkan pembahasan, isi buku ini akan dikelompokkan menjadi tiga bagian. Pertama akan dibahas tentang dasar-dasar mengapa umat Katolik menghormati Bunda Maria. Kedua akan dipaparkan tentang empat dogma Gereja Katolik tentang Bunda Maria dan di bagian terakhir, akan dibahas pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan Bunda Maria.

Walaupun apa yang disampaikan di dalam buku ini masih belum sempurna, namun kami telah berusaha untuk setidak-tidaknya menyampaikan hal-hal yang penting, sehubungan dengan ajaran Gereja Katolik tentang Bunda Maria. Semoga apa yang kami sampaikan dapat menjadi bahan permenungan agar kita dapat semakin menghormati dan mengasihi Bunda Maria, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Kristus. Dan semoga kita dapat semakin menghormati dan mengasihi Kristus, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Bunda Maria.

Kami berterima kasih kepada para sahabat, kerabat, dan pembaca Katolisitas yang telah mendorong kami untuk menyusun buku ini. Secara khusus kami berterima kasih kepada Caecilia Triastuti Djiwandono, yang telah membantu merapikan naskah ini, dan memeriksa kesesuaian ayat-ayat Kitab Suci yang dikutip. Terima kasih juga kepada Kurni Setyawati untuk kesediaannya memeriksa naskah dan ejaan agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Di awal permenungan tentang Bunda Maria ini, terbersit satu pertanyaan, “Sayangkah kita pada Tuhan Yesus? Jika ya, mari kita sayangi juga ibu-Nya, yang telah diberikanNya kepada kita.” Semoga kasih kita kepada Tuhan menjadi semakin penuh.

Ad Jesum per Mariam.
Menuju Yesus melalui Maria.

Stefanus Tay dan Ingrid Listiati Tay,
Pendiri dan penanggungjawab
situs www.katolisitas.org

Berikut ini adalah daftar isi dari buku Maria, O Maria, yang secara total terdiri dari 400 halaman:

Daftar isi

Prakata dari Bapa Uskup

Prakata dari penulis

Bagaimana menggunakan buku ini?

Beberapa singkatan

Bab I: Apakah umat Katolik menyembah Bunda Maria?

  • Kesalahpahaman klasik: mengapa umat Katolik menyembah Maria?
  • Apakah Bunda Maria, yang hanya manusia biasa, patut dihormati secara istimewa?
  • Apakah arti devosi kepada Bunda Maria?
  • Benarkah berdoa di depan patung = menyembah berhala?
  • Mengapa umat Katolik dapat berdoa dengan perantaraan Bunda Maria dan Santo-Santa?

Bab II: Empat Dogma Gereja Katolik tentang Bunda Maria

  • Sekilas tentang empat Dogma Maria
  • Mungkinkah Maria yang adalah manusia disebut Bunda Allah?
  • Bagaimana mungkin Bunda Maria tetap perawan?
  • Mengapa Bunda Maria tidak berdosa?
  • Apa dasar ajaran Gereja Katolik bahwa Bunda Maria diangkat ke Surga?

Bab III: Beberapa pertanyaan tentang Bunda Maria

  • Mengapa Bunda Maria adalah Bunda Gereja?
  • Mengapa Bunda Maria disebut sebagai Hawa yang baru?
  • Mengapa Bunda Maria disebut sebagai Tabut Perjanjian Baru?
  • Mengapa Bunda Maria disebut Ratu Surga?
  • Siapakah ‘perempuan’ dalam Kitab Wahyu 12?
  • Apakah Bunda Maria mengalami sakit melahirkan?
  • Apakah Yesus pernah menyangkal Bunda Maria sebanyak tiga kali?
  • Mengapa Doa Rosario menjadi salah satu doa favorit umat Katolik?
  • Mengapa Doa Rosario bukanlah doa pengulangan yang dilarang Alkitab?
  • Bagaimana asal usul Doa Rosario?

Daftar pustaka

Situs referensi

Sumber gambar

“Selamat kepada Stefanus dan Ingrid yang menyelesaikan buku yang baik ini. Tentang Bunda Maria, segala ungkapan hormat bakti dan penjelasannya tidak pernah cukup. De Maria numquam satis. Buku ini mengungkapkan cinta Stefanus dan Ingrid yang besar kepada Bunda Maria dan niat mereka untuk berbagi pemahaman tentangnya. Buku ini merupakan sumbangan berharga untuk mempertanggungjawabkan ajaran dan devosi kepada Bunda Maria. Cara menulis Stefanus dan Ingrid teratur dan lancar. Setelah membahas dasar biblis, dilanjutkan dengan membahas ajaran Gereja dan penghayatan iman dalam hidup sehari-hari. Maka buku ini juga relatif lengkap bahasannya. Umat yang menghormati Bunda Maria seolah berkata: Terima kasih, Stefanus dan Ingrid. Saya bergabung dalam ucapan terima kasih itu.”

RD. Dr. Yohanes Subagyo – Imam Diosesan Keuskupan Agung Jakarta,
Doktor Teologi Kitab Suci dan dosen di Fakultas Pendidikan dan Bahasa
Universitas Atmajaya dan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta.

 


“Buku seperti ini, yang memberikan pertanggungjawaban serius akan salah satu pokok keyakinan Gereja Katolik, dalam hal ini tentang devosi Maria, tidak banyak beredar di pasaran. Sementara umat Katolik membutuhkan pegangan yang sederhana dan mudah dimengerti untuk mendasari keyakinan mereka. Buku tulisan Stef dan Ingrid—pengelola www.katolisitas.org—ini, memberikan dasar-dasar yang lengkap bagi penghormatan dan ajaran Gereja Katolik tentang Maria. Argumentasi Kitab Suci disampaikan, ajaran-ajaran Gereja dari zaman ke zaman serta tulisan para Bapa Gereja dipaparkan dalam terjemahan Indonesia sehingga mudah diakses banyak orang. Banyak orang rasanya akan terbantu oleh buku ini.”

RD. Dr. Vincentius Indra Sanjaya – Imam Diosesan Keuskupan Semarang,
Doktor Teologi Kitab Suci dan pengajar di Fakultas Teologi
Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

 


“Dasar dan ungkapan devosi kepada Bunda Maria sering dipertanyakan umat non-Katolik. Sementara sebagian umat Katolik sendiri kurang memahami keempat dogma tentang Bunda Maria (Maria Bunda Allah, Maria Tetap Perawan Selamanya, Maria Dikandung tanpa Noda Dosa, dan Maria Diangkat ke Surga). Dengan bahasa yang mudah dipahami pasutri Stef dan Ingrid Tay menjawab berbagai pertanyaan tersebut dengan mengeksplorasi kekayaan sumber-sumber iman Katolik (Kitab Suci, Tradisi Suci, dan Magisterium), bahkan memaparkan pandangan positif para pendiri awal gereja-gereja reformasi. Suatu paparan yang mencerahkan dan memotivasi kita berdevosi selaku anak-anak Bunda Maria yang sejati (Yoh 19:27).”

RD. F.X. Didik Bagiyowinadi – Imam Diosesan
Keuskupan Malang, Jatim, penulis buku-buku katekese
dan pengajar Kitab Suci di STFT Widya Sasana Malang.

Additional information

Berat .5 kg
Dimensi 20.5 x 13.5 x 2.2 cm

5 reviews for Buku Maria O, Maria

  1. Dinilai 4 dari 5

    Cornelius Pulung

    Pertama, saya ucapkan selamat kepada Pak Stef dan Bu Ingrid atas buku perdananya berjudul “Maria, O Maria”. Buku ini merupakan buku perdana Katolisitas, dan tentunya saya juga mengharapkan akan ada buku-buku lainnya yang tidak kalah bagusnya dengan buku Maria ini.

    Nah, beberapa pembaca telah memberikan ulasan seputar konten buku tersebut. Ada yang mengomentari bahwa buku ini memberikan pertanggungjawaban terhadap ajaran Gereja mengenai Maria. Ada pula yang menekankan bahwa buku ini menjelaskan dasar-dasar ajaran Gereja tentang Maria melalui Kitab Suci, tulisan Bapa Gereja, dokumen resmi Gereja dan katekese Paus. Saya sependapat dengan semua pujian terhadap konten buku tersebut.

    Oleh karena itu, saya akan mencoba memberikan penilaian dari sudut pandang yang berbeda.

    Pertama, mengenai desain sampulnya. Sebagai seseorang yang sangat suka membaca, harus diakui bahwa buku-buku rohani Katolik berbahasa Indonesia, sebagian besar memiliki desain sampul yang jelek (saya yakin selera saya cukup objektif untuk membuat penilaian demikian), yang terkadang diikuti pula dengan konten yang tidak berbobot. Tidak jarang juga sampul bukunya begitu jelek sehingga saya tidak memiliki niat untuk melihat dan membaca ulang buku tersebut (apalagi membeli bukunya, rugi!). Selain itu, seandainya ada buku yang kontennya bagus, terkadang sampul buku yang digunakan masih kurang menampilkan keindahan isi. Padahal, keindahan sebuah buku tidak hanya berasal dari kontennya, tetapi juga melalui desain sampulnya.

    Kita seharusnya dapat menyadari bahwa ajaran iman Katolik itu tidak hanya memuat kebenaran dan kebaikan, tetapi juga keindahan. Dan persisnya keindahan yang sejati—yang terpancar dari sampulnya—dapat menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap kebenaran. Desain sampul yang indah itu dapat membangkitkan rasa penasaran, sehingga seseorang semakin tergerak untuk membacanya. Setidaknya itulah pengalaman saya selama memilih dan membaca buku.

    Nah, buku “Maria, O Maria” menunjukkan harmoni antara konten yang berbobot dan desain yang indah, antara kebenaran dan keindahan iman. Perpaduan gambar, warna dan jenis huruf yang pas membuat sampulnya terlihat indah, desain bagian dalam buku pun terlihat elegan. Ditambah isi buku yang berbobot, maka kita tidak akan rugi kalau membeli buku ini hehe..

    Saya sangat mengharapkan agar keindahan buku-buku Katolisitas yang akan diterbitkan selanjutnya tetap dipertahankan.

    Kedua, buku “Maria, O Maria” memiliki nilai tambah dari segi kepraktisannya. Buku ini memudahkan umat Katolik untuk melakukan apologetika, karena sebagian besar bab dalam buku ini disusun dengan model tanya-jawab. Dengan adanya dasar Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja, Katolisitas memudahkan para pembaca sehingga kita tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk browsing internet mencari-cari dokumen Gereja, tulisan Bapa Gereja, ataupun membuka Kitab Suci.

    Ketiga, saya yakin buku ini juga sangat membantu para pengajar, katekis atau guru agama, yang mungkin kurang memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan bahan pengajaran. Dalam buku ini semuanya sudah tersedia, baik poin-poin penting yang ringkas, maupun penjelasan yang panjang. Jadi, buku ini saya rekomendasikan bagi mereka yang terlibat dalam pengajaran iman.

    Keempat, saya juga merekomendasikan buku ini bagi para pemula, yaitu mereka yang mungkin pengetahuan imannya masih biasa-biasa saja. Saya yakin, buku ini—sekalipun bobot doktrinalnya sangat terasa—cukup mudah dimengerti oleh orang awam biasa. Buku ini juga dapat digunakan sebagai buku pedoman bagi pengurus lingkungan, khususnya bagi mereka yang ditugaskan untuk mempersiapkan renungan atau pengajaran setiap bulan Mei dan Oktober, yang secara tradisional merupakan bulannya Bunda Maria.

    St. Josemaria Escriva pernah berkata demikian: “Kerja yang kita persembahkan haruslah tanpa cacat dan dilakukan dengan sehati-hati mungkin, bahkan dalam detil-detil terkecilnya”. Semangat untuk memberikan yang terbaik, sesempurna mungkin, memang menjadi ciri khas Katolisitas. Meskipun demikian, yang namanya karya manusia tentu tidak lepas dari kekurangan. Oleh sebab itu, berikut ini beberapa catatan saya, semoga dapat membantu penyempurnaan buku ini bila buku tersebut dicetak ulang.

    1) Pada bagian “Bagaimana Menggunakan Buku Ini?”, 5 halaman pertama dihabiskan untuk menjelaskan tentang Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja, baru kemudian pembaca diberikan petunjuk praktis. Penjelasan yang terlalu panjang dapat membuat pembaca merasa “lelah” duluan sebelum menemukan petunjuk penggunaan buku.

    Menurut saya, sebaiknya urutannya dibalik: seharusnya halaman xx-xxi tentang petunjuk praktis ditempatkan di awal bab, lalu diikuti oleh penjelasan mengenai tiga pilar Kitab Suci, Tradisi dan Magisterium. Penjelasannya dapat dibuat singkat saja, sekitar 2-3 halaman. Atau kalau tetap dipertahankan 5 halaman, maka bisa ditempatkan pada bagian appendix di akhir buku. Penjelasan 5 halaman terasa terlalu mendominasi, dan penjelasan yang cukup “teoretis” ini kurang harmonis dengan judul bab yang sangat praktis.

    2) Kesalahan penulisan. Tidak banyak, hanya saja kesalahan kecil tersebut sudah terlihat dari bab awal buku. Contoh kesalahan penulisan yang saya maksud ada pada hal. 283 (“… Tuhan Yesus sampai mendampingiNya di kaki salib-Nya”). Penulisan “-Nya” yang kurang konsisten perlu dirapikan lagi (dari bab awal juga sudah terlihat kekeliruan kecil ini), juga beberapa kelebihan spasi. Namun kesalahan seperti ini sangatlah kecil, dan buat saya pribadi tidak menganggu keterbacaan.

    3) Testimoni dari para imam di sampul belakang saya rasa terlalu panjang kalau ditampilkan semua, karena dapat membuat orang merasa malas atau lelah dahulu, dan akan memberikan kesan kalau buku ini terlalu “berat” dan sulit dicerna. Teks dalam sampul belakang sebaiknya tidak terlalu panjang dan padat. Cukup 1 atau 2 saja yang ditampilkan. Kalau mau ditampilkan testimoni yang panjang maka lebih bagus kalau ditempatkan di halaman awal buku, dan sampul belakang memuat sinopsis buku secara singkat + 1 atau 2 testimoni singkat.

    Saya rasa ulasan saya sudah cukup panjang :) semoga berguna bagi penerbitan buku Katolisitas di masa depan. Saya berikan 4 bintang untuk buku “Maria, O Maria”. Kualitas isi tidak diragukan, manfaat praktisnya sangat terasa, tinggal penyempurnaan dalam hal-hal kecil yang perlu ditingkatkan. Akhir kata, selamat buat Katolisitas! Tetap semangat dalam melayani Kristus. Semoga Tuhan memberkati.

    Catatan dari editor: Kami menggunakan “-Nya” untuk kata benda dan “Nya” tanpa tanda “-” untuk kata kerja. Sebagai contoh: mendampingiNya ; salib-Nya. Hal ini dilakukan setelah melalui proses diskusi dengan beberapa ahli. Tentang kelebihan spasi memang tidak dapat dihindari ketika ada kotak highlight, karena area tulisan menjadi pendek. Terima kasih atas masukannya.

  2. Dinilai 5 dari 5

    thomas.vernando (pemilik terverifikasi)

    Membaca artikel di Katolisitas, bagaikan mendengarkan orang tua yg sedang menasehati anaknya. Mungkin ajaran yg dijelaskan susah, tp akhirnya akan bisa dimengerti. Ini karena penulis sudah mengolah sedemikian rupa sehingga gaya penulisannya mudah dipahami [mungkin karena otak menganggapnya sbg sesuatu yg ‘masuk akal’, dan tak diberi jalan keluar lain].
    Dan, begitu juga dngn isi Buku ini. Anda akan menyukainya karena gaya penulisannya sama dengan artikel2 di situs ini, tapi, dengan susunan dan pola yg jauh lbh rapih [dan anda tdk perlu susah mencari-cari link yg berhubungan karena sudah disusun secara apik oleh penyusunnya].
    Dan, karena penulisnya berpengalaman bertemu dengan pertanyaan-pertanyaan dr setiap pembaca, menambah isi buku ini dengan penjelasan-penjelasan yg mungkin belum kita temui sebelumnya, yg selama ini sebenarnya membuat kita penasaran.
    Akhir kata, selamat kepada Katolisitas yg sudah menyusun buku “Maria, O Maria” ini. Buku ini dengan sukses membuktikan bahwa Gereja Katolik mempunyai alasan pengajaran Bunda Maria yg sangat kuat, baik dari Tradisi, maupun Kitab Suci.

  3. Dinilai 5 dari 5

    Lestyo.Haryanto

    Shallom,
    Ketika pertama kali saya mendengar bahwa Pak Stef dan Bu Ingrid mau membuat buku, saya senang sekali karena itu pernah saya usulkan ke team Katolisitas. Dan ketika buku Maria, O Maria terbit, saya langsung memesannya lewat website tetapi karena website sedang bermasalah maka saya dibantu team Katolisitas untuk melakukan pemesanan melalui WA.
    Buku Maria, O Maria bagi saya pribadi adalah buku yang membahas Bunda Maria secara iman katolik terlengkap yang pernah saya baca. Pembahasan dengan dasar Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium merupakan kelebihan buku ini dan saya sebagai pembaca sangat terbantu mendalami sebagian iman saya. Saya merekomendasikan kepada umat Katolik untuk memiliki dan membaca buku ini dan untuk Bapak Stef dan Bu Ingrid proficiat dan ditunggu buku-bukunya yang lain.
    Tuhan Yesus memberkati.

  4. Dinilai 5 dari 5

    ysumarno (pemilik terverifikasi)

    Bagian paling menarik setelah saya membaca sampai halaman 169 adalah mengenai keempat dogma tentang Maria yaitu: 1. Maria Bunda Allah; 2. Maria tetap perawan; 3. Maria dikandung tanpa noda; dan 4. Maria diangkat ke surga.
    Keempat dogma tentang Maria ini dibahas sedemikian detail dan lengkap dengan dasar Kitab Suci, Tradisi Suci, dan Magisterium Gereja. Masing-masing dogma tentang Maria menjadi sangat masuk akal setelah kita melihat dasar-dasarnya dari Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja.
    sebagai contoh disebutkan dasar Tradisi Suci tentang dogma Maria tetap perawan (pada saat melahirkan Yesus): Ia bagaikan sinar matahari menembus gelas, bagaikan lahirnya Sabda dari pangkuan Allah Bapa, keluarnya pikiran manusia dari jiwanya. Demikianlah, Kristus yang sama, keluar dari Rahim ibu-Nya tanpa merusaknya.
    Buku ini menjadi semakin kuat mengakar pada ajaran Gereja karena di sana kita akan banyak menemukan ajaran resmi Gereja tentang Maria dari Katekismus Gereja Katolik.
    Bagi saudara seiman Katolik, sangatlah disayangkan jika tidak memiliki buku ini untuk warisan anak-anak.
    Bagi saudara Kristen non-Katolik, buku ini sangat bagus untuk membuka cakrawala iman sebab iman tidak pernah bertentangan dengan akal budi. Membaca buku ini dengan akal budi (tidak dengan perasaan dan prasangka) pastilah akan mengantar Anda pada iman yang sejati.

  5. Dinilai 5 dari 5

    ysumarno (pemilik terverifikasi)

    Harus saya akui dengan jujur bahwa saat pertama kali saya membaca di website katolisitas.org bahwa akan segera dijual buku Maria O Maria, saya langsung bertanya dalam hati secara spontan, “Oh..mengapa buku Maria?”. Namun karena sejak awal kenal dengan situs katolisitas, saya sudah mengagumi situs ini karena tulisan tulisan dan jawaban-jawaban yang bagus, maka saya berpikir bahwa penulis buku ini (yg tak lain adalah pengasuh Katolisitas) pastilah mempunyai alas an yang sangat mendasar dan tepat mengapa menulis buku Maria O Maria.
    Yang pada awalnya saya agak kecewa (karena meski saya Katolik namun belum memiliki devosi yang kuat pada Maria), langsung berubah menjadi sangat tertarik dan penasaran karena saya mau lebih mencintai Maria (Bunda kita yang sangat dicintai para Santo dan santa pada saat mereka masih hidup).
    Saya langsung memesan dan tidak sabar menunggu saat saya bisa memegang buku itu. Begitu saya menerima dan membaca 20-an halaman pertama saya langsung terpukau karena isinya begitu luar biasa. pembahasannya begitu sistimatis (mulai dari dasar-dasarnya misalnya 3 pilar kebenaran Gereja; perbedaan penyembahan / latria dan penghormatan / dulia, dll).
    Sebagaimana dalam situsnya, penulis menulis buku ini dengan bahasa yang sangat mudah dipahami, di sana-sisi diwarnai dengan ilustrasi atau analogi dan menulis dengan sangat cermat seolah tidak boleh ada sesuatu yang tertinggal atau terlupakan. dan bagi saya, memamng tidak ada yang terlupakan atau tertinggal untuk membuat pembaca semakin mencintai Maria.
    Akhirnya saya menemukan alasan yg mendasar mengapa buku Maria menjadi buku pertama dari katolisitas, yaitu bahwa katolisitas ingin agar seluruh pembaca non katolik bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan kesalahpahaman terhadap penghormatan orang Katolik terhadap Maria. Dan bagi pembaca Katolik agar dapat mempertanggungjawabkan imannya dan semakin mencintai Maria yang bermuara pada semakin cinta pada Yesus puteranya sebagai pengantara tunggal pada Bapa.
    buku ini bagi saya adalah buku terbagus dan terlengkap tentang Maria. Selain itu dari buku ini kita juga menjadi tahu bahwa Ekaristi adalah puncak penyembahan kita pada Tuhan.

    Terlalu banyak hal baik yang bisa saya tulis, namun saya tidak bisa menuliskannya. Sepanjang waktu saya membaca buku ini, saya hanya bisa mengiyakan apa yang tertulis atau saya hanya bisa mengangguk-angguk dalam hati dan pikiran tanda setuju sekaligus kagum.
    dari buku ini saya jadi tahu bahwa Maria sangat pantas dihormati secara istimewa sebab: Allah terlebih dahulu menghormati Bunda Maria; sebab melalui Maria yang bekerja sama secara sempurna dengan Allah kita jadi mengenal dan memiliki Yesus; dan karena Yesus terlebih dahulu menghormati Maria dengan mengabulkan permohonannya mengubah air menjadi anggur dan menyerahkan atau memberikan Bunda-Nya pada Yohanes muridNya.
    Dari buku ini saya jadi tahu bahwa kita tidak perlu takut untuk menghormati Bunda Maria karena Maria bukanlah saingan Allah melainkan justru rekan sekerja Allah.
    Dan melalui buku ini kita harus semakin mennghormati dan mencintai Maria karena Marialah yang mengandung Yesus (kepenuhan Allah) yang menciptakan segala sesuatu.
    Akhirnya, siapakah kita ini sehingga kita takut untuk menghormati Maria sebab Maria yang penuh rahmat itulah yang mengandung Yesus yang adalah sumber dari segala rahmat untuk seluruh umat manusia.
    Terima kasih banyak pada Pak Stef dan Bu Ingrid yang sudah menulis buku yang sangat bagus ini. Buku yang sangat bagus untuk warisan buat anak-anak kita agar warisan iman ini tetap terpalihara dalam diri anak-anak kita.

    Ad Jesum per Mariam.

    PS: saya akan memberikan ulasan lagi setelah saya selesai membaca buku ini

Hanya pelanggan yang telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X