Tidak cukup menerima Yesus di hati saja

Pertanyaan:

Hal ini meyakinkan saya bahwa tidak cukup kita hanya “menerima Kristus di hati kita”, tetapi kita juga harus mengikuti contoh Kristus dan mencintaiNya sedemikian rupa dalam pengorbanan hidup kita sehari-hari. Karena itulah Kristus mengajarkan, “Bukan mereka yang memanggil Tuhan, Tuhan, yang akan diselamatkan, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa di surga” (Mat 7:21). Saya setuju dengan hal ini sb hal perkataan ini tidak mengatakan bahwa gereja Katholik yang menyelamatkan .
Salam – Samuel.

Jawaban:

Shalom Samuel,

Berikut ini adalah jawaban saya untuk point M, atau point yang terakhir. Sebelumnya, Ingrid dan saya ingin minta maaf kalau dalam menjawab dari point A-M, ada kata-kata yang tidak berkenan dan menyinggung Samuel. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan Ingrid dan saya dalam menyampaikan point-point yang kami yakini sebagai suatu kebenaran.

Mari kita melihat point terakhir ini.

I. Tidak cukup menerima Kristus secara pribadi

  1. Pernyataan ini ada kaitannya dengan doktrin “sekali selamat tetap selamat”, yaitu menerima Kristus sebagai Juru Selamat pribadi, dan seolah-olah seseorang diberikan jaminan pasti masuk surga, walaupun hidupnya dipenuhi dengan dosa.Saya telah mencoba untuk menjabarkan bahwa ajaran ini tidaklah Alkitabiah. Silakan membaca lengkapnya di point F: Sekali selamat tetap selamat (silakan klik).
  2. Dan benarlah yang dikatakan oleh Samuel dengan mengutip Mt 7:21 “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga“. Karena pada akhirnya kasih yang menjadi takaran dari semuanya. Namun kasih tidak dapat dilepaskan dari pencarian kebenaran dengan segala akal budi, hati, dan kekuatan kita, yang pada akhirnya kita harus memilih suatu agama, yang menjadi sarana yang melaluinya kita dihantar kepada keselamatan kekal.Gereja Katolik dalam dokumen Vatikan II mengajarkan prinsip keselamatan melalui Gereja-Nya (dikenal dengan prinsip EENS- Extram Ecclesiam Nulla Salus) sebagai berikut:
    • ” Sebab mereka yang tanpa bersalah tidak mengenal Injil Kristus serta Gereja-Nya, tetapi dengan hati tulus mencari Allah, dan berkat pengaruh rahmat berusaha melaksanakan kehendak-Nya yang mereka kenal melalui suara hati dengan perbuatan nyata, dapat memperoleh keselamatan kekal” (Lumen Gentium, 16)Jadi bagi orang yang bukan kesalahannya sendiri dapat masuk surga sejauh keadaan tidak mengenal Kristus adalah sebagai akibat dari “invincible ignorance” (ketidak tahuan yang tak dapat dihindari) seperti yang telah dijelaskan di atas. (lihat keterangan di jawaban ini – silakan klik).
    • Hal ini tidaklah bertentangan dengan prinsip berikutnya, yaitu: “Andaikata ada orang, yang benar-benar tahu, bahwa Gereja Katolik itu didirikan oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai upaya yang perlu, namun tidak mau masuk ke dalamnya atau tetap tinggal di dalamnya, ia tidak dapat diselamatkan.” (Lumen Gentium 14)
      Hal ini dikarenakan bahwa orang yang benar-benar tahu bahwa Kristus mendirikan Gereja Katolik namun tidak masuk di dalamnya berarti dia mendahulukan kepentingan pribadi di atas pencarian kebenaran.
    • Dan juga tidak bertentangan dengan:”Tetapi tidak diselamatkan orang, yang meskipun termasuk anggota Gereja namun tidak bertambah dalam cinta-kasih; jadi yang “dengan badan” memang berada dalam pangkuan Gereja, melainkan tidak “dengan hatinya”. (Lumen Gentium 14)Ini berarti bahwa orang Katolik yang mempunyai “kepenuhan kebenaran” harus benar-benar dapat menerapkan ajaran kasih. Bagi orang Katolik tidak ada alasan untuk tidak mengasihi Tuhan dan sesama, karena semua telah diberi berkat yang berlimpah dari sakramen-sakramen, terutama Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat, yang memampukan seseorang untuk hidup kudus setelah menerima Sakramen Baptis.
  3. Dari keterangan di atas, maka kita semua dalam kondisi apapun mempunyai kesempatan untuk masuk surga, asal kita mencari Tuhan dengan segenap akal budi, pikiran dan kekuatan. Dan Tuhan sendiri berkata “apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, 14 Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN..” (Yer 29:13-14).Namun tentu saja, bagi yang telah mengenal Kristus mempunyai keuntungan yang lebih (namun juga tanggung jawab yang lebih), karena kita telah dimampukan oleh rahmat Tuhan untuk dapat menjalankan perintah-Nya. Dan dengan rahmat Sakramen Baptis, kita dapat menjadi anak-anak Allah dan berkenan di hadapan Allah. itulah sebabnya, kita semua dituntut untuk melakukan evangelisasi sampai ke ujung dunia untuk mewartakan Kristus, sehingga keselamatan juga dapat ditawarkan kepada semua orang.
  4. Konsep keselamatan Allah adalah yang melibatkan semua, dan bukan hanya pribadi lepas pribadi. Pada akhirnya nanti, Allah akan “menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua (1 Kor 15:28). Maka kesatuan di dalam Kristus merupakan tujuan akhir kita, dimana Kristus akan menjadi yang ‘sulung’ dari segala yang telah diciptakan (Kol 1:15). Oleh karena itu iman kepada Kristus menurut Kitab Suci tidak hanya terdiri dari hubungan tiap-tiap pribadi dengan Kristus, melainkan juga mempunyai dimensi sosial, yaitu bersama-sama dengan umat beriman yang lain sebagai sesama anggota Tubuh Kristus, dengan Kristus sebagai Kepala (Kol 1: 18; Ef 5:23; 1 Kor 12:12).

Demikian jawaban yang dapat saya sampaikan. Mari kita bersama-sama mencari Tuhan dengan segenap kekuatan kita, sehingga pada akhirnya kita akan bertemu dengan Yesus, muka dengan muka di dalam pengadilan terakhir, dan kita dapat mengatakan

Yesus, aku sering berdosa, namun dalam segala keterbatasanku, aku telah berusaha mencari kebenaran dengan segenap akal budi, hati, dan pikiranku. Aku juga telah masuk dalam Gereja yang Engkau sendiri dirikan, dan aku berusaha dengan sekuat tenagaku untuk menjalankan semua perintah-Mu, walaupun kadang seringkali aku gagal. Dalam kemurahan-Mu, ya Yesus, janganlah mengadiliku berdasarkan apa yang telah aku perbuat, tapi adililah aku menurut belas kasih-Mu.”

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – www.katolisitas.org

Tinggalkan pesan

Please Login to comment
Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X