Tentang Malaikat Pelindung dan Eksorsisme

1. Tentang Malaikat Pelindung

Di dalam Alkitab PL kita mengetahui bahwa para malaikat diutus Allah untuk menjaga umat-Nya, seperti contohnya dalam kisah Lot (lih. Kej 28-29); bangsa Israel (lih. Kel 12-13); Nabi Musa (Kel 32:34). Dalam kitab Mazmur 91:11, “sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.”

Dalam PB, Yesus mengajarkan, “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.”(Mat 18:11) Maka kita mengetahui bahwa Allah mengirimkan malaikat-Nya untuk menjaga manusia, bahkan anak-anak kecil. Malaikat ini yang tak terbatas oleh tubuh, menjaga manusia, namun pada saat yang sama mereka memandang Allah.

Hidup Yesus sendiri tak terlepas dari para malaikat-Nya, di saat kelahiran-Nya, saat Ia berpuasa di padang gurun, dan saat ia berdoa di Taman Getsemani. Para rasulpun mengalami perlindungan para malaikat, contohnya saat Rasul Petrus dibebaskan dari penjara (lih. Kis 12:1-19). Maka Rasul Paulus mengajarkan, “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?” (Ibr 1:14) Dan ‘roh-roh yang melayani’ ini adalah para malaikat.

Maka Katekismus Gereja Katolik mengajarkan:

KGK 336     Sejak masa anak-anak (Bdk. Mat 18:10) sampai pada kematiannya (Bdk. Luk 16:22) malaikat-malaikat mengelilingi kehidupan manusia dengan perlindungan (Bdk. Mzm 34:8; 91:10-13) dan doa permohonan (Bdk. Ayb 33:23-24; Za 1:12; Tob 12:12). “Seorang malaikat mendampingi setiap orang beriman sebagai pelindung dan gembala, supaya menghantarnya kepada kehidupan” (Basilius, Eun. 3, 1). Sejak di dunia ini, dalam iman, kehidupan Kristen mengambil bagian di dalam kebahagiaan persekutuan para malaikat dan manusia yang bersatu dalam Allah.

KGK 352     Gereja menghormati para malaikat yang mendampingi Gereja dalam ziarah duniawinya dan melindungi setiap manusia.

Dalam buku Fundamentals of Catholic Dogma, oleh Dr. Ludwig Ott (p. 120), dikatakan tentang peran para malaikat yang baik, yaitu: 1) Tugas utama para malaikat yang baik ini adalah memuliakan dan melayani Tuhan; 2) Tugas sekunder dari para malaikat yang baik adalah melindungi manusia dan memperhatikan keselamatannya; 3) Setiap umat beriman mempunyai malaikat pelindung yang khusus sejak Baptisan.

Maka besarlah peran para Malaikat Pelindung bagi keselamatan manusia. Namun demikian, Gereja tidak pernah mengeluarkan pengajaran definitif tentang adanya Malaikat Pelindung yang khusus mendampingi setiap jiwa manusia, dengan nama-nama tertentu, apalagi mengharuskan kita untuk berkomunikasi dengan Malaikat Pelindung kita. Kecenderungan untuk ‘berkomunikasi’ dengan malaikat pelindung ini malah harus diwaspadai, agar tidak malah menjadi semacam tahayul.

Bahwa Malaikat Pelindung itu ada, ini memang diajarkan oleh para Bapa Gereja, seperti St. Basilius yang dikutip di KGK dan juga St. Jerome, yang mengajarkan, “Betapa besarnya martabat jiwa manusia, sebab setiap jiwa dari kelahirannya mempunyai satu Malaikat yang ditugaskan untuk menjaganya.” ((Commentary on Matthew xviii, lib.II)) Maka, memang dalam tradisi Gereja memang terdapat doa mohon perlindungan dari Malaikat pelindung karena mereka selalu ada dalam hadirat Allah, dan intinya memohon agar mereka melindungi kita. Tetapi yang mengabulkan doa itu hanya Allah saja, karena memang Allah sudah menugaskan malaikat itu untuk menjaga kita, dan peran malaikat pelindung itu hanya mungkin karena kuasa Allah:

Angel of God, My Guardian Dear
to whom God’s love commits me here.
Ever this day be at my side
to light and guard and rule and guide. Amen

Malaikat Tuhan, Pelindungku yang terkasih,
yang olehnya Kasih Tuhan bekerja padaku di sini
Selalu pada hari ini, tetaplah di sisiku
untuk menerangi, dan menjaga, dan memimpin dan membimbing. Amin

Jadi saya rasa, cukuplah bagi kita untuk mengetahui bahwa Tuhan mengirimkan malaikat-Nya untuk menjaga kita. Selanjutnya di dalam doa kita, komunikasi yang kita lakukan adalah antara kita dengan Tuhan. Maka prinsipnya adalah, sama seperti kita boleh memohon agar para orang kudus mendoakan kita, kitapun boleh (bukan harus) memohon kepada malaikat pelindung untuk mendoakan kita; namun tidak lebih dari itu.

2. Tentang Eksorsisme (pengusiran setan)

Menurut New Advent Encyclopedia, pengertian eksorsisme adalah: 1) tindakan pengusiran setan-setan atau roh-roh jahat dari orang-orang, tempat, atau benda-benda, yang diyakini kerasukan setan atau menjadi korban atau alat-alat tipu muslihat mereka; 2) sebagai cara-cara yang dilakukan untuk maksud ini, terutama pengusiran setan secara resmi (solemn and authoritative) di dalam nama Tuhan.

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan tentang eksorsisme sebagai berikut:

KGK 1673    Kalau Gereja secara resmi dan otoritatif berdoa atas nama Yesus Kristus, supaya seorang atau satu benda dilindungi terhadap kekuatan musuh yang jahat dan dibebaskan dari kekuasaannya, orang lalu berbicara tentang eksorsisme. Yesus telah melakukan doa-doa semacam itu (Bdk. Mrk 1:25-26); Gereja menerima dari Dia kekuasaan dan tugas untuk melaksanakan eksorsisme (Bdk. Mrk 3:15; 6:7.13; 16:17). Dalam bentuk sederhana eksorsisme dilakukan dalam upacara Pembaptisan. Eksorsisme resmi atau yang dinamakan eksorsisme besar hanya dapat dilakukan oleh seorang imam dan hanya dengan persetujuan Uskup. Imam itu harus melakukannya dengan bijaksana dan harus memegang teguh peraturan-peraturan yang disusun Gereja. Eksorsisme itu digunakan untuk mengusir setan atau untuk membebaskan dari pengaruh setan, berkat otoritas rohani yang Yesus percayakan kepada Gereja-Nya. Lain sekali dengan penyakit-penyakit, terutama yang bersifat psikis; untuk menangani hal semacam itu adalah bidang kesehatan. Maka penting bahwa sebelum seorang melakukan eksorsisme, ia harus mendapat kepastian bagi dirinya bahwa yang dipersoalkan di sini adalah sungguh kehadiran musuh yang jahat, dan bukan suatu penyakit. (Bdk. CIC, can. 1172).

Kita mengetahui adanya dua macam eksorsisme, yaitu:
1) eksorsisme sederhana yang dilakukan terhadap katekumen oleh imam yang membaptis,
2) eksorsisme yang resmi/ besar (pada kasus orang-orang yang kesurupan/ terkena pengaruh roh jahat). Bentuk eksorsisme ini hanya dapat dilakukan oleh imam yang ditunjuk secara khusus oleh Uskup. Ia haruslah seorang yang kudus, dalam artian berakar kuat dalam doa, Sabda Allah, sakramen, puasa, matiraga, dan rendah hati dengan mengandalkan kekuatan Tuhan saja. Sebelum melakukan ritus eksorsisme, imam itu sendiri haruslah mengaku dosa di Sakramen Tobat, atau setidak-tidaknya mengucapkan doa “act of contrition” dan sedapat mungkin mempersembahkan Misa, dan memohon pertolongan Tuhan dengan doa-doa yang khusuk.
Selanjutnya doa ritus eksorsisme yang hanya dapat diucapkan oleh imam dengan kuasa Gereja, yang ditujukan pada orang yang positif dinyatakan kerasukan setan, dapat dilihat di link ini, silakan klik, atau ritus khusus yang memang masih dalam bahasa Latin, De exorcismus et supplicationibus quibusdam, yang disetujui oleh Paus Yohanes Paulus II tahun 1998. Gereja memang menyarankan agar kita berhati-hati untuk menyatakan bahwa seseorang benar-benar kerasukan, sebab di banyak kasus, orang yang kelihatan ‘terganggu’ bukan disebabkan oleh kerasukan setan tetapi oleh hal-hal lain, seperti gangguan kejiwaan, penyakit, atau tekanan emosional, dst. Untuk ini memang diperlukan ‘discerment’ dari pihak mereka yang melayani di lapangan.

Gereja Katolik mengajarkan bahwa eksorsisme besar tersebut yang berkaitan dengan kasus-kasus yang ekstrim dan berat, hanya dapat dilakukan oleh seorang imam, yang diberi kuasa oleh Uskup. Namun untuk kasus-kasus yang tidak ekstrim, umat yang bersangkutan ataupun awam yang lain dapat mendoakan doa pelepasan dari kuasa kegelapan, silakan klik di sini. Maksud Gereja membatasi pelaku eksorsisme besar tersebut juga adalah untuk kepentingan umat agar kuasa jahat tersebut tidak malah ‘memasuki’/ mengganggu orang yang mengusirnya. Kita ketahui bahwa Yesus sendiri juga tidak dengan sembarangan mengirim semua orang untuk mengusir setan (yang diberi kuasa adalah para murid-Nya); inipun harus dipersiapkan secara khusus, sebab dapat saja kasusnya cukup berat, yang hanya dapat diatasi dengan doa puasa.

Dalam kehidupan sehari-hari, dapat saja kita mengetahui adanya tempat-tempat, benda-benda atau orang-orang tertentu yang terkena pengaruh kuasa jahat dalam batas-batas yang dizinkan Tuhan. Untuk mengatasi hal ini maka para beriman dapat berdoa kepada Tuhan agar Ia sendiri berbelas kasihan kepada kita dan mengusir pengaruh jahat tersebut, atau jika memang kasusnya berat, silakan menghubungi pihak keuskupan untuk memohon bantuan dari imam yang khusus ditugaskan untuk itu.

Jadi pada prinsipnya, dalam doa mengusir kuasa jahat ini, yang boleh kita lakukan sebagai umat Katolik bukan dalam artian berkomunikasi/ menghardik iblis secara langsung, namun berupa doa permohonan kepada Tuhan dan doa syafaat dari para Orang Kudus dan para malaikat Tuhan untuk membantu kita mengusir setan, dan memohon kepada Yesus untuk mengusir kuasa jahat itu bagi kita. (Sedangkan untuk benda lebih baik dibakar/ dimusnahkan saja, sebagai tanda tiadanya keterikatan lagi dengan benda itu). Prinsip-prinsip ini diberikan, justru untuk kepentingan kita sendiri, berdasarkan akan iman dan kuasa Yesus yang masih tetap nyata bekerja pada saat ini, juga di dalam Para Kudus-Nya. Mereka (para kudus) di surga adalah mereka yang sudah jelas berhasil mengalahkan kuasa setan dalam hidup mereka, sedangkan kita di dunia ini masih dalam proses perjuangan mengalahkan kuasa jahat, karena kita masih bisa jatuh di dalam dosa. Maka memohon doa kepada Yesus untuk mengusir kuasa jahat, dan memohon agar para kudus mendoakan kita adalah bentuk kerendahan hati, suatu sifat yang paling tidak disukai oleh Iblis. Dengan kerendahan hati kita menolak dosa utama Iblis, yaitu kesombongan. Dengan berlindung kepada Yesus dan persekutuan para Orang Kudus-Nya, kita memperoleh bantuan dari seluruh bala tentara surgawi untuk menolak kuasa jahat apapun dalam hidup ini.

Maka, tak mengherankan, salah satu doa yang paling berkuasa untuk mengusir kuasa roh jahat adalah doa Rosario, karena Bunda Maria yang telah berhasil mengalahkan kuasa jahat dengan kekudusan, kerendahan hati dan ketaatannya kepada Tuhan sepanjang hidupnya. Jika diucapkan dengan disposisi hati yang benar, doa ini, beserta dengan doa litani para kudus, akan sangat besar kuasanya. Di samping doa, tentu yang sangat besar kuasanya untuk menolak kuasa jahat adalah sakramen Tobat dan Ekaristi.

136
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
57 Comment threads
79 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
66 Comment authors
Agatha advenia pradawatiBenyaminHESTYrickyfbriantoHERUHANDOKO Recent comment authors
Gillard
Guest
Gillard

Baru-baru ini saya tertarik dengan angelology dan demonology, namun saya jarang sekali menemukan sumber yang menurut iman Katolik. Saya membaca buku Malaikat – Malaikat dalam Kitab Suci, karangan St. Darmawijaya, terbitan Kanisius 2010. Dalam buku ini disebutkan beberapa nama Malaikat Agung (Archangel, saya lebih suka menyebutnya dalam bahasa inggris) menurut tradisi Katolik, yaitu – Gabriel yang kita kenali kisahnya terutama dalam Dan 8:16; 9:21; Luk 1:11-20.26-38 – Mikael, Dan 10:13.21; Why 12:7 – Rafael, 1Taw 26:7, Tob 12:17-20 – Raguel, Tob 3:7; 6:11 – Uriel, malaikat ini banyak disebut dalam kitab Enoch, namun, ada tertulis dalam Alkitab untuk menyebut anak-anak… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Gillard, Walaupun kita mengenal adanya urutan tingkatan malaikat dalam tradisi Gereja Katolik, namun ajaran tentang urutan ini tidak mengikat. Artinya Gereja Katolik tidak/ belum mengeluarkan ajaran yang harus kita pegang sebagai hirarki/ urutan malaikat. Menurut St Thomas Aquinas, berdasarkan tulisan St. Denis dari Aeropagus (De Coelesti Hierarchia), demikian: (lihat Summa Theologica I:108): Malaikat-malaikat dibagi menjadi tiga tingkatan yang masing-masing terdiri dari tiga tingkatan. Kedekatan mereka dengan Allah adalah yang menjadi dasar dari pembagian ini: 1. Seraphim, Cherubim, Thrones, (Serafim, Kerubim, Singgasana/ Tahta suci)2. Dominations, Virtues, Powers, (Pemerintah, Kebajikan, Penguasa)3. Principalities, Archangels dan Angels (Kerajaan, Penghulu malaikat, Malaikat) Silakan anda… Read more »

Edwin ST
Guest
Edwin ST

Ibu Ingrid, Di sebuah paroki di Surabaya terdapat patung – patung malaikat yang menurut ibu Ingrid dilarang oleh Gereja. Apakah perlu saya beritahukan ke romo paroki setempat? Yang saya ingat pasti ada patung malaikat Uriel. Terima kasih. Edwin ST [dari Katolisitas: Paus Zachary melalui sinoda tahun 745 memang melarang penggunaan nama-nama malaikat di luar yang disebutkan dalam Kitab Suci, disebabkan karena penyalahgunaan penggunaaan nama- nama tersebut pada masa itu yang cenderung digunakan untuk penyembahan kepada para malaikat. Namun demikian, hal penghormatan kepada malaikat tetap diperbolehkan. Dalam gereja-gereja Timur, nama-nama ketujuh malaikat tersebut tetap dipertahankan. Beberapa gedung-gedung Gereja Katolik di abad… Read more »

Pat
Guest
Pat

ayat Mazmur yang benar untuk kalimat “sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu” adalah Mazmur 91:11

[Dari Katolisitas: Terima kasih atas koreksi Anda, kesalahan ketik tersebut sudah kami perbaiki]

oni widyawati
Guest
oni widyawati

Mengenai malaikat pelindung, saya senang sekali ada artikel mengenai hal ini, karena kebetulan saya orang Jawa…dalam budaya Jawa juga di kenal istilah ‘pamomong’, yang setelah saya tanyakan pada nenek, pamomong memiliki tugas untuk melindungi, mengawasi dan mencoba sebisa mungkin melindungi kita dari hal-hal negatif, bahkan dapat membalaskan kejahatan yang dilakukan oleh orang lain yang ingin mencelakakan ‘yg dilindungi’. Pertanyaan saya apakah, malaikat pelindung juga membalaskan kejahatan yg dilakukan orang lain pada saya?
Terima kasih Romo…..

Rm Yohanes Dwi Harsanto
Guest
Rm Yohanes Dwi Harsanto

Salam Oni Widyawati,

Malaikat pelindung sebagaimana para malaikat, setia pada kehendak Allah yang mengasihi. Maka sukar dipahami oleh iman kita jika malaikat pelindung membalas kejahatan dengan kejahatan. Ia akan menyerahkan perkara ketidakadilan yang menimpa kita pada keadilan Allah.
Konsep “pamomong” dalam tradisi Jawa mirip dengan eksistensi malaikat pelindung dalam ajaran Katolik, namun berbeda pula. Perbedaannya ialah bahwa konsep “pamomong” tidak menunjuk kepada malaikat pelindung sebagaimana yang diimani oleh umat Katolik, namun sesuatu yang tidak bernama, atau sesuatu roh yang tidak dikenal yang berwatak baik yang melindungi manusia. Hal ini merupakan benih bagi iman akan malaikat pelindung.

Salam
RD. Yohanes Dwi Harsanto

jack
Guest
jack

salam damai Kristus Romo. Saya mohon penjelasan, saya dulu pernah diramal seseorang, dan saya pernah baca2 buku Kristen bahwa itu dosa besar, saya sebenarnya sadar kalo itu berdosa, saya ingin melepaskan kutukan itu apa cukup dengan bertobat dan rajin berdoa Romo, apakah kutukan itu tidak melekat? Dan apakah setan tidak selalu mengontrol kehidupan saya Romo? Saya sangat mohon bantuan dari Romo, terimakasih

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Salam Jack,

Menerima Sakramen Pengampunan secara sah dan layak serta berkala merupakan langkah tepat untuk melepaskan diri dari yang jahat. Kemudian rutin menyambut Kristus dalam perayaan Ekaristi merupakan langkah agar kita bersatu selalu dengan-Nya. Di samping itu, kerohanian dipupuk dengan doa devosi pribadi (rosario, novena, dll) serta aktif dalam komunitas doa di paroki, dan selalu bersikap cinta kasih. Dengan langkah-langkah demikian, Anda makin menghayati diri sebagai orang Katolik yang bahagia.

Salam
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Hermenigildus
Guest
Hermenigildus

shalom trims

Hermenigildus
Guest
Hermenigildus

Mengapa Gereja tidak mengajarkan eksorsisme pada kaum awam, padahal imam-imam sangat sedikit untuk dapat melayani umatnya yang banyak? Saya pernah melakukan pengusiran roh jahat (eksorsisme atau pelepasan?) pada seorang pemuda Dayak yang usianya sekitar 25 tahun beberapa minggu yang lalu. Saya dan saudara saya diundang oleh satu keluarga untuk mendoakan anak mereka yang kerasukan roh jahat. Pemuda ini, sudah menderita kerasukan selama kurang lebih 1 tahun 8 bulan. Sudah pernah dibawa ke rumah sakit jiwa, tetapi menurut dokter pemuda tersebut tidak mengalami gangguan jiwa. Akhirnya pemuda tersebut dibawa pulang ke kampung halamannya. Ketika tiba di rumahnya, pemuda tersebut mengamuk dan… Read more »

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Salam Hermenigildus,

Yang Anda lakukan itu sudah benar sebagai doa pelepasan. Mengapa? Karena dilakukan sekali dan selesai. Eksorsisme ialah perkara berat. Artinya, sudah didoakan secara Katollik (doa pelepasan) berkali-kali berwaktu-waktu tetap membandel. Barulah kasus itu dianggap berat dan dilakukan upacara eksorsisme, yang bisa berkali-kali pula. Kuasa Eksorsisme memang hanya diberikan untuk imam. Kasus kerasukan bukan perkara harian. Karena itu uskup tidak perlu menugaskan banyak imam untuk menjadi eksorsis.

Salam
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Hermenigildus
Guest
Hermenigildus

Syalom Romo Doa pelepasan dan langsung selesai itu bukan ukuran kasus ringan. Dari mana bisa menilai ini kasus ringan? Di gereja protestan tidak mengenal eksorsis. Apakah berani kita katakan bahwa kasus-kasus mereka ringan? Dan hanya ditemukan kasus ringan dan berat di Katolik. Banyak kasus “berat” selesai di gereja Protestan. Sangat disayangkan gereja Katolik sangat minim memberi referensi tentang dunia roh sehingga hal ini sesuatu langka bagi kita. Yang penting kesiapan si pelepas atau eksorsis dan karunia membedakan roh. Apakah itu murni roh jahat atau sakit kejiwaan. Gereja Katolik harus rendah hati belajar dari saudara kita di Protestan bukan berarti di… Read more »

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Salam Hermenigildus, Secara umum, penilaian objektif dari Gereja terhadap kasus kerasukan setan yang dianggap berat ialah, jika sudah terbukti itu kerasukan (bukan gangguan medik-psikis), sudah didoakan pelepasan oleh awam maupun imam berkali-kali dan lama namun toh setan tetap membandel. Itulah kondisi objektif sehingga kasus itu disebut kasus berat. Hal ini sesuai pengalaman Romo Gabriel Amorth (op.cit.), eksorsis resmi di Roma. Dari tulisan Anda mengenai pengalaman mendoakan korban itu, jika saya tidak salah baca, baru Anda yang mendoakan secara khusus doa pelepasan secara Katolik. Memang benar bahwa pendoa mesti bebas dari dosa berat (mengaku dosa dahulu), dan berdoa. Prosedur yang ditulis… Read more »

nate
Guest
nate

syallom sdr.octavianus…. Trims atas sarannya…
Sbenarnya saya tidak mau sharing masalah ini, tapi kondisinya saya perlu advise supaya tidak salah jalan.
Ya memang saat kondisi diserang… yang bisa saya lakukan hanya mengucap “Yesus…” “Bunda Maria”… sampai serangan itu berhenti dalam hitungan detik… Setelah itu baru bisa berdoa….
Saat yang membuat saya tidak nyaman itu antara jam 22 s.d. 00…. selepas itu bisa agak lega. jadi kadang memaksa diri tidur larut malam..

Trimakasih atas semua responnya

nate
Guest
nate

Dear katolisitas Mungkin ini agak personal, hanya mohon saran saja….. Rumah saya ( jarang saya tempati) sekarang “dihuni makhluk halus”. Saya memang tidak bisa melihat tetapi saya selalu diserang saat saya tidur ( = istilah jawanya tindihen). Saya memang punya banyak sekali pengalaman “tindihen” ini. Setiap saya tidur di tempat baru di manapun itu selalu mengalaminya. Suatu yang tidak nyaman mengalaminya…. Baik inti dari pertanyaan saya : 1. Saya dengar gereja punya cara selain pemberkatan rumah juga ada istilahnya ” GARAM TERBERKATI”. Apakah benar ini resmi dari gereja ? 2. Jika minta garam tersebut dari gereja, jenis garamnya apakah boleh… Read more »

Rm Yohanes Dwi Harsanto, Pr
Guest
Rm Yohanes Dwi Harsanto, Pr

Salam Nate, 1. Ya. Imam memberkati garam untuk kemudian dicampurkan dalam air yang sudah lebih dulu diberkati. Teks upacara ini ada di buku “Tata Perayaan Ekaristi”. Dasarnya ialah perintah Allah kepada nabi Elia untuk mencampurkan garam ke dalam air agar siapapun yang terkena air yang bercampur garam berkat itu diluputkan dari serangan yang jahat dan ditumbuhkan imannya. 2. Garam yang dimaksud ialah garam yang diketahui umum, bisa garam krosok, garam dapur, garam meja. Intinya ialah bahwa garam bersifat menyembuhkan, menetralisir, membunuh kuman, membuat enak makanan, suatu mineral yang dibutuhkan badan. Garam berasal dari air laut maka paling cocok karena laut… Read more »

nate
Guest
nate

Trimakasih Romo atas penjelasannya.
Akan segera saya konsultasikan dengan Romo paroki untuk memintakan berkat….

Trimakasih

jimanjiman
Guest
jimanjiman

Salam saudara/i Nate, jangan langsung menyimpulkan bahwa rumah anda dihuni.

mungkin yang anda alami adalah “Sleep paralysis”
bisa dilihat sekilas di sini “en.wikipedia.org/wiki/Sleep_paralysis”

salah satu faktornya adalah karena
Sudden environmental or lifestyle changes

sama seperti penjelasan anda, setiap anda tidur di tempat baru di manapun itu.

cobalah pelajari cara menghindari dan mengobatinya.

kalau memang terbukti bukan karena hal tersebut, maka anda bisa minta nasehat dari romo paroki di daerah anda.

semoga ini bisa membantu, Salam

nate
Guest
nate

Trimakasih saudara jimanjiman atas responnya.
Ya saya pernah membaca artikel ini.
Tetapi saya meyakini bahwa yang saya alami adalah karena makhluk halus… Saya tidak bisa menjelaskan dengan kalimat2… karena ini juga masih misteri bagi saya… Saya juga tidak akan berkonsultasi dwngan paranormal atau sejenisnya di luar gereja Katolik.

Syalom…

Oktavianus
Guest

Shalowm Nate, pengusiran yg dilakukan Romo pasti dpt mengatasi masalah di rumah anda, tp tdk berarti “oknum” lain tdk akan muncul lagi di lain waktu/kesempatan.
Saran saya adalah melatih diri utk melawan. Melalui doa sebelum tidur dan doa di dalam nama Yesus saat diserang, contoh doa sebelum tidur ada katolisitas.org dan doa Bapa Kami saat diserang adalah yg paling baik (karena paling mudah diingat meskipun dalam keadaan tidur), lalu segeralah bangun utk berdoa lagi (tetap perlu perjuangan utk bangun, walaupun bangun sebagai pemenang).
Semoga dapat membantu.

christian
Guest
christian

syalom saudara/i nate.. untuk mengetahui apakah rumah beserta gangguan yang saudara alami adalah karena adanya makhluk supranatural atau karena fenomena science seperti yg saudara jimanjiman sebutkan, memang agak sulit.. mengingat semua kembali kepada latar belakang pengetahuan dan pengalaman rohani seseorang. sy tidak bermaksud menggurui atau langsung menolak atau bahkan meng-iyakan kasus yg sedang saudara hadpi sekarang ini adalah akibat fenomena ulah dari si-jahat atau sekedar fenomena science reaksi alami tubuh anda.. namun jika apa yg saudara/i alami sudah sangat mengganggu, saya sekedar share apa yg saya alami dan bagaimana saya menghadapi hal tsb.. saya sendiri pada dasarnya tidak pernah percaya… Read more »

emmanuelle
Guest
emmanuelle

Syalom

Salam kenal

Pa Stefanus, pertanyaan saya

apa perbedaan dari pelepasan dan eksorsime?
contoh pelepasan itu apa saja? maksudnya apa saja yg di lepaskan?
contoh exsorsime itu apa saja? maksudnya setan jenis apa ?

kesurupan itu termasuk jenis pelepasan or eksorsime ?

GBU

[Dari Katolisitas: Silakan membaca terlebih dahulu jawaban Rm. Santo, Pr., di sini, silakan klik]

dde
Guest
dde

saya ada 1 pertanyaan, bagaimana kita boleh mengenal malaikat pelindung kita?

[dari katolisitas: Silakan melihat jawaban di atas – silakan klik]

Yohan
Guest
Yohan

Saya ingin bertanya, Apakah eksorsisme (pengusiran setan) boleh dilakukan oleh orang ” awam katolik ” atau hanya imam saja yang telah gelarkan imam eksorsisme? Mengingat saya pernah membaca kesaksian bahwa banyak orang awam karismatik maupun non-karismatik pernah dpt melakukan eksorsisme atau mempunyai karunia pengusiran setan dan pada sejarahnya dulu kalau tdk salah ada kumpulan orang awam yang khusus untuk melakukan eksorsisme.. Salam damai Kristus Tuhan.. Terimakasih.. [dari Katolisitas: Harap dibedakan antara ‘doa pelepasan’ dan ‘eksorsisme’. Yang dapat dilakukan oleh awam adalah doa pelepasan, sedangkan eksorsisme hanya dapat dilakukan oleh bapa uskup atau oleh imam yang diberi kuasa oleh uskup. Silakan… Read more »

Engelbertus
Guest
Engelbertus

Salam Damai, Saya ingin bertanya : 1. Apakah bahasa roh itu penting dalam kegiatan gerejani karena beberapa gereja tertentu menggunakan bahasa roh dan bahkan bahasa roh itu wajib dipakai setiap kali ibadah karena mereka mengganggap bahwa setiap orang berhak untuk mengetahui seperti yang dilakukan oleh para rasul tetapi dalam gereja Katolik tidak terlalu diprioritaskan, mengapa demikian! Apabila seseorang bisa berbicara bahasa roh, apakah ada hal – hal yang mempengaruhi dalam kehidupannya? 2. Apabila sepasang kekasih yang akan menikah tetapi yang wanitanya dari gereja Katolik Roma dan prianya dari gereja Katolik ortodox, apa yang harus dilakukan oleh pihak yang akan menikah… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Engelbertus, 1. Tentang Bahasa Roh Kitab Suci mengajarkan bahwa bahasa Roh adalah salah satu karunia karismatik Roh Kudus, yang diberikan kepada Gereja untuk membangun Gereja. Oleh karena itu, karunia ini baik (karena dari Roh Kudus) namun bukan segala- galanya bagi umat beriman, sebab karunia bahasa roh itu tidak dapat digunakan terlepas dari karunia yang lebih tinggi yaitu kasih (1Kor 13). Tanpa kasih, segala macam pengetahuan ataupun bahasa roh, tidak ada gunanya, sebab tidak menunjukkan buah- buahnya yang membuktikan bahwa semua itu berasal dari pohon yang benar (lih. Mat 7:16,20). Perlu juga diketahui bahwa yang namanya karunia itu adalah pemberian… Read more »

michael
Guest
michael

Salam Katolisitas Saya mau bertanya m’enai eksorsisme 1.Apakah Vatikan mempunyai suatu organisasi yg mmg menangani mslh yg menyangkut ttg eksorsisme?? Kalau ada, sejak kapan mulai didirikan nya? 2.Bbrp wktu lalu saya melihat sebuah film ttg iblis dan para ksatria salib yg mendapat tgs melawannya, dlm film tsb dikatakan bahwa dlm ritus eksorsisme kuno mereka m’gunakan doa dan ayat” dr kitab Kebijaksanaan Salomo, apakah hal itu mmg bnar?? 3.Mgkn pertanyaan saya sedikit tidak masuk akal, maaf, bagaimana Gereja menanggapi makhluk” gaib spt dracula, vampire, dll, kenapa pd abad ptghan di Eropa sempat gempar dng kasus” m’enai dracula, witch (tukang sihir dll)… Read more »

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Salam Michael,

1. Ada. Vatikan sendiri mengadakan kursus eksorsisme di Athenaeum Pontificium Regina Apostolorum, Roma. Pelayanan eksorsisme sendiri ada sejak awal mula Gereja.
2. Bisa saja hal itu terjadi. Namun doa-doa Gereja untuk pengusiran setan memang menggunakan data dan kata-kata Alkitab serta Tradisi.
3. Sejak awal, Gereja mencanangkan pertempuran rohani melawan roh kegelapan atau setan. Inti pokok tujuan setan ialah agar kita jauh atau beralih perhatian dari Kristus. Entah dengan cara kasar: penampakan drakula, pocong dll, maupun menggoda dan mempengaruhi orang agar berpaling dari Kristus dan ajaran serta tradisi Gereja-Nya.

Salam
Yohanes Dwi Harsanto Pr

michael
Guest
michael

Salam Katolisitas

Trima kasi Rm.Santo atas penjelasannya

Berkah Dalem

wisnu
Guest
wisnu

Salam sejahtera..

Saya mau menanyakan ttg doa kepada St. Michael, St. Gabriel & St. Rafael yg menggunakan kaplet/ rosari..
a. Saat kapan saya bisa daraskan doa tsb, adakah waktu2 tertentu?
b. Apakah cara yg tepat cukup dengan membaca pada lembaran panduan doa yg tersedia?
c. Adakah fungsi khusus untuk masing2 Malaikat tersebut?

Untuk jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Caecilia Triastuti
Editor

Shalom Wisnu, 1. Menurut hemat kami, tidak ada waktu-waktu khusus untuk mendaraskan doa kepada para Malaikat Agung Gabriel, Michael, dan Rafael. Anda dapat mendoakannya kapan saja, atau misalnya bersamaan dengan pengucapan Doa Angelus (Malaikat Tuhan), yang biasanya didoakan jam 6 pagi, 12 siang, atau 6 sore 2. Ya, cukup dengan membaca panduan doa, atau bila sudah sering didoakan, kita bisa mendoakannya tanpa teks panduan karena sudah hafal. Yang terpenting, seperti juga prinsip doa lainnya, doa itu keluar dari hati yang tulus dan penuh iman. 3. Anda bisa membaca selengkapnya di situs Yesaya, silahkan klik, mengenai ujud doa yang bisa kita… Read more »

Bambang
Guest
Bambang

Shalom
Tentang Eksorsisme nih, saya mengutip sedikit “hanya dapat dilakukan oleh seorang imam dan hanya dengan persetujuan Uskup”.
Apakah memang harus seperti itu? Apakah tidak bisa meminta bantuan imam yang ada di paroki? Bagaimana jika TKP nya sangat jauh dari keuskupan atau imam yang dimaksud sedang bertugas di luar wilayah keuskupan?

Salam
Bambang

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Salam Bambang, Rumusan Hukum Kanon memang menyatakan begitu. Hendaknya kita tidak menyamakan eksorsisme dengan pelepasan. Pelepasan bisa dilakukan awam Katolik dan imam siapapun. Sedangkan eksorsisme hanya dilakukan dalam kasus berat oleh imam eksorsis dan tim yang terdiri dari tenaga medis, psikiater dan para pendoa, dan dilaksanakan sesuai buku tata upacara eksorsisme. Sangat jarang kasus yang harus ditangani imam eksorsis dan tim-nya. Kasus-kasus yang terjadi entah di kota entah di pedalaman, biasanya selesai dengan doa pelepasan atau pemberkatan saja. Jika kasusnya berlarut-larut, barulah dilakukan eksorsisme. Dalam kasus yang berlarut-larut, atas kondisi pastoral, uskup bisa mengangkat imam eksorsis yang ada di paroki… Read more »

Bambang
Guest
Bambang

Salam,
Tapi bukankah itu memerlukan waktu yang tidak sebentar? Bagaimana jika katakanlah korban sudah dalam kondisi terburuk sementara baru saat itulah diketahui bahwa si korban sedang kerasukan. Apakah ada solusi yang lebih ringkas tanpa perlu menghubungi keuskupan?

Salam
Bambang

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Salam Bambang, Solusinya ialah, orang(-orang) Katolik terdekat melakukan doa pelepasan. Pakailah doa melawan kuasa kegelapan yang ada di web ini, silahkan klik, juga doa-doa standard, benda-benda suci dan air berkat (jika ada). Menurut kesaksian, awam-awam Katolik mampu melakukannya dengan baik. Jika dirasa masih membandel, silahkan menghubungi imam terdekat sambil terus mendoakannya. Sering kali sebelum imam itu datang, yang bersangkutan sudah sembuh. Jika belum sembuh, imam bisa melakukan doa berkat, memberkati air, garam, dan menggunakannya untuk melepaskan si korban dari kuasa jahat. Biasanya berhasil. Jika masih diserang, lakukan hal yang sama. Jika terus diserang sampai berhari-hari atau berminggu-minggu, tetap mendoakannya dan… Read more »

bambang
Guest
bambang

Terima kasih atas pencerahannya Romo. Wawasan akan iman saya semakin cerah…
GOD Bless you always..
:-)
Salam,
Bambang Siahaan

maria
Guest
maria

Salam apakah malaikat pelindung memiliki nama seperti santo/santa pelindung? Kalau iya bagaimana cara saya mengetahuinya? Saya juga ingin mengetahui santo/santa pelindung saya, bagaimana caranya? Apakah dengan nama baptis saya? Nama baptis saya Maria Elisabeth, apakah ada santa Maria Elisabeth (nama ini ayah saya yang pilih)? Kalau semisal ada dan banyak (semisal dari Avilla, Antiokhia dll) bagaimana cara tahu yang mana pelindung saya? Santo Padre Pio pernah marah kepada malaikat pelindungnya karena sengaja melambat saat dimintai bantuan saat St.Padre Pio dicobai iblis, kemudian malaikat pelindungnya menangis, apa benar malaikat pelindung juga bisa tidak taat seperti malaikat pelindung St.Padre Pio? Malaikat pelindung… Read more »

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Salam Maria, 1. Malaikat pelindung tidak bernama. 2. Kita bisa mengetahui sejarah hidup Santo-Santa pelindung kita dengan membaca buku mengenai orang-orang kudus. Misalnya, “Orang Kudus Sepenjang Tahun”, yang disusun oleh Mgr Schneiders CICM, terbitan OBOR, Jakarta. Mengenai nama pelindung Anda yang dipilihkan oleh ayah, akan lebih pas jika ada informasi dari ayah. Namun jika tidak ada informasi dari ayah, maka Anda tentukan sendiri. Kemungkinan pelindung Anda ialah St. Perawan Maria bunda Kristus dan St. Elizabeth bunda St Yohanes Pembaptis, karena tidak ada tambahan nama lain di belakang nama baptis Anda tersebut. 3. Pengalaman St Padre Pio adalah pengalamannya pribadi (perwahyuan… Read more »

maria
Guest
maria

Salam terima kasih Romo atas dijawabnya pertanyaan saya. Ayah saya sudah meninggal sewaktu saya masih kecil jadi saya tidak bisa bertanya kepada beliau, tapi menurut Ibu saya Ayah saya mengambil nama baptis saya dari kisah Injil sewaktu Bunda Maria bertemu Elisabeth. Tentang malaikat pelindung jadi menyadarkan saya kalau ternyata saya tidak sendirian selama ini, bahkan saat saya melakukan dosa tersembunyi sekalipun dan membuat saya tambah bersyukur dan bangga jadi seorang Katolik karena di iman Katolik kaya sekali termasuk pengetahuan tentang malaikat pelindung. Mau tanya lagi Romo, bagaimana dengan orang yang penuh kejahatan seperti Hitler, Stallin, Kain atau pembunuh massal lainnya?… Read more »

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Salam, Maria Dalam Yesus kita tahu bahwa Allah kita penuh kasih kerahiman. Ia tetap menghendaki setiap orang diselamatkan betapapun jahatnya orang-orang itu. Namun, tawaran keselamatan Allah itu tetap memerlukan tanggapan dari manusia. Manusia sendiri memiliki kebebasan untuk menerima atau menolak tawaran keselamatan Allah melalui Kristus dalam Roh Kudus yang penuh kasih itu. Yang menerima berarti bertobat dan kembali menerima kasih Allah. Dalam kasus para penjahat kemanusiaan yang besar yang meninggal sebelum bertobat, kita tidak tahu bagaimana mereka masing-masing bergulat untuk menerima kasih Allah pada detik-detik terakhir sebelum meninggal, dan bagaimana pergolakan jiwanya setelah meninggal. Semua hanya bisa kita serahkan pada… Read more »

Hermenigildus
Guest
Hermenigildus

Syalom Rm Yohanes
Romo mengatakan malaekat pelindung tidak memiliki nama. Lalu bagaimana Tuhan memanggil mereka? Alkitab tidak mampu menampung semua hal yang tersembunyi. semua makhluk hidup memiliki nama bahkan yang tidak kelihatan. sekiranya malaekat pelindung tidak memiliki nama. Maka bahasa pun tidak diciptakan. Mengapa 7 malaekat yang melayani ALLAH mempunyai nama? di Alkitab katakan “ada tubuh jasmani ada juga tubuh rohani” maka ada nama duniawi, ada juga nama sorgawi.sedangkan manusia didunia sanggup memberi nama pada semua yang nyata apalagi ALLAH. Ada bahasa roh (bahasa malaekat) ada juga bahasa manusia.Jika tidak memiliki nama maka malaekat tidak spesial.

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Salam Hermenigildus, Malaikat disebut dalam KGK sepanjang nomer-nomernya, dapat dibaca misalnya di situs Iman Katolik, silakan klik. Namun di situ tidak disebut bahwa malaikat pelindung bernama. Misalnya KGK 335 nama-nama Malaikat agung disebut namun nama Malaikat Pelindung tidak: Dalam liturginya Gereja mempersatukan diri dengan para malaikat untuk menyembah Allah yang Maha Kudus Bdk. MR “Sanctus”.; ia minta bantuan mereka Bdk. “Supplices te rogainus…” dalam Doa Syukur Agung I (Romawi); “In paradisum deducant te angeli…” dalam Upacara Pemakaman dan “Himne Kherubim” dalam liturgi Santo Yohanes Krisostomus., dan merayakan terutama peringatan akan malaikat tertentu (Mikael, Gabriel dan Rafael, dan para malaikat pelindung… Read more »

Hermenigildus
Guest
Hermenigildus

Trima kasih romo kalau dalam konteks Alkitab bahwa malaekat pelindung tidak memiliki nama saya setuju. Tetapi kalau boleh saya membuat ilustrasi, ada seseorang yang memesan barang dari sebuah toko, ia menelpon pemilik toko itu. Kemudian pemilik toko itu memerintahkan anak buahnya mengantarkan barang kepada si pemesan. Otomatis si pemesan dan bahkan sangat jarang terjadi si pemesan menanyakan nama si pengantar barang tersebut. Bagi si pengantar tidak penting apakah si pemesan tahu atau tidak namanya yang terpenting bagi si pengantar adalah barang ini sampai pada tujuan dan perintah bos atau tuannya terlaksana. Hati kecil saya tetap percaya bahwa malaekat pelindung memiliki… Read more »

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Salam Hermenigildus,

Terimakasih atas ilustrasi “pengantar barang” untuk menggambarkan “fungsi kemalaikatan”. Ilustrasi dari Anda mengingatkan pada pandangan dalam teologi tentang malaikat bahwa untuk mengetahui malaikat harus ditelaah dari fungsi dan hakikatnya. Hakikatnya makhluk rohani, sedangkan fungsi/ jabatannya ialah malaikat. Makhluk rohani ini melaksanakan kehendak Allah. Para malaikat sendiri disebut namanya sesuai fungsinya/jabatannya/tugasnya. Dalam ilustrasi Anda, “Pak Pengantar” ialah nama orang yang mengantarkan barang. Malaikat pelindung ialah malaikat yang melindungi kita. Ilustrasi Anda cukup membantu untuk lebih mengerti. Terimakasih.

Salam
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Monica
Guest
Monica

Shalom, Bu Ingrid,

Saya agak bingung…waktu saya membaca kisah St. Padre Pio, dia begitu akrab dengan malaikat pelindungnya, dan dia mengatakan bahwa kita sudah diberi malaikat pelindung oleh Allah, pergunakanlah…Beberapa kejadian dalam hidup padre Pio dan orang-orang yang minta bantuannya juga terjadi atas perantaraan malaikat pelindung. Salahkah kita meminta bantuannya untuk hal kecil seperti melindungi perjalanan kita atau memintanya untuk pergi menggantikan kita saat tidak bisa mengikuti Misa Harian (yang ini ada doanya)…

Terima Kasih…

Shalom,

Monica

Ingrid Listiati
Member

Shalom Monica, Doa Malaikat Pelindung, sudah dilampirkan di atas. Pada prinsipnya, seperti di dalam Kitab Suci disebutkan bahwa setiap kita mempunyai malaikat pelindung yang diutus Tuhan untuk mendampingi dan menjaga kita dari saat kita lahir sampai wafat (lih. Mat 18:10; Luk 16:22), untuk membawa kita untuk lebih dekat kepada Tuhan. Maka tugas mereka memang melindungi kita. Jika kepada sesama manusia saja yang menjaga kita dan melindungi kita, kita akan berterima kasih; demikian pula layaklah kita berterima kasih kepada malaikat pelindung kita yang senantiasa melindungi kita; dan kepada Allah yang memberikan malaikat pelindung itu kepada kita. Inilah sesungguhnya mengapa sampai ada… Read more »

Hermenigildus
Guest
Hermenigildus

Syalom Monica
Anda bertanya pada 19 Agustus 2011 tentang apakah malaekat pelindung bisa menggantikan kita waktu misa atau tidak. Pertanyaan saya, yang mau ke surga itu siapa? Malaekat pelindung bukan pembantu kita, tetapi dia adalah roh yang melayani yang diperintahkan ALLAH untuk mendampingi kita. Jika berhalangan mengikuti misa kita dapat menggantinya dengan berdoa secara pribadi. Berdoa adalah berkomunikasi dengan ALLAH. Kapan saja dan di manapun saja. Trima kasih.

Xaverius Freydy
Guest
Xaverius Freydy

Apakah KKR yang di adakan oleh jemaat non Katolik dalam mengusir setan itu sama dengan eksorsisme?? Jika beda, mohon dijelaskan perbedaannya baik dalam pelaksanaan itu sendiri maupun pengajarannya?? Hmm, saya ingin share, Doa Rosario pun bisa digunakan untuk kita dalam keadaan menghadapi kuasa kegelapan /pun ada yang kesurupan. Setahun yang lalu, saat saya baru kelas 1 SMA, di sekolah saya terjadi kesurupan massal. Mayoritas siswa adalah muslim dan sekitar 40 siswa mengalami kesurupan secara satu per satu. (Maaf sebelumnya, saya memang agak takut, namun sejujurnya sejak saya mulai rajin belajar Katolik berapa tahun lalu sampai saya sudah baptis seperti sekarang,… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Xaverius Freydy, Demikian jawaban dari Romo Santo: Eksorsisme hanya dilakukan untuk kasus berat, yang tidak cukup hanya dengan mengatakan dalam nama Yesus, lalu setannya lari. Pada banyak kasus, pengucapan nama Yesus malah dijawab oleh setan dengan tawa dan ringkikan, serta kata-kata pelecehan. Pada kasus ringan, Anda pun bisa mengatakan dalam nama Yesus dengan sepenuh iman lalu setannya pergi. Kasus ringan hanya perlu pelepasan, Anda pun bisa dengan syarat tertentu. Sedangkan eksorsisme pasti hanya untuk kasus berat. Selanjutnya silakan membaca jawaban Romo Santo, di sini, silakan klikSedangkan untuk doa melawan kekuatan kegelapan, klik di sini Hal pengusiran setan melalui doa… Read more »

Stefanus Freydy Hian
Guest
Stefanus Freydy Hian

Maaf ibu saya sudah coba cari, namun saya belum menemukan cerita dan riwayat hidup santo/a itu.. boleh minta referensi?? Trims

Ingrid Listiati
Member

Shalom Stefanus, Contohnya adalah St. Padre Pio, yang semasa hidupnya kerap mengalami serangan dari si Jahat yang bahkan sampai mendera tubuhnya. St. Padre Pio dapat menghadapi semua itu dengan sabar karena imannya yang teguh kepada Tuhan Yesus, Bunda Maria, Malaikat pelindungnya, St. Yusuf dan St. Fransiskus. Padre Pio adalah seorang yang taat berdoa rosario setiap hari, sesuai dengan kebiasaan yang dilakukan oleh para biarawan Capuchin. Dalam Surat Apostoliknya Paus Yohanes Paulus II yang Terberkati, Rosarium Virginis Mariae, Paus menyebutkan secara khusus tentang St. Padre Pio yang disebutnya sebagai satu dari banyak Santo yang mengajarkan bahwa Rosario merupakan jalan yang asli… Read more »

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Salam Eddy 1. Malaikat Pelindung sebagaimana malaikat lainnya yang setia pada kehendak Allah, selalu menaati Allah Tritunggal Mahakudus, Bapa, Putra dan Roh Kudus. Karena itu, tiada bedanya, bimbingan malaikat melalui suara hati mengalir dari satu sumber yaitu Allah Yang Mahatunggal. 2. Roh dalam arti makhluk lain di luar manusia hanya ada dua yaitu malaikat dan setan yang dulunya malaikat namun memberontak. Bisa saja keberadaan setan tidak “mengganggu” secara fisik, namun setan ialah roh sangat jahat yang tetap menginginkan kebinasaan manusia dengan tipu muslihatnya. Kristus mengusir setan-setan bukan sebagai pertunjukan namun sebagai tanda datangnya Kerajaan Allah dengan diri-Nya. Sedangkan tayangan infotainment… Read more »

Eddy
Guest
Eddy

Selamat malam Pak Stefanus dan Bu Ingrid saya mau bertanya : 1) Bagaimana kita membedakan suara hati dengan jalan atas bimbingan Malaikat Pelindung? 2) Saya tidak punya kelebihan apa2 namun apakah benar di luar Malaikat Pelindung kadang ada roh2 lain yg mengikuti kita? Jikalau benar, bagaimana kita menyingkapi ini? Dan bagaimana kita bisa membedakan antara roh2 itu dengan Malaikat Pelindung kita? Karena tidak semua roh itu pasti jahat..saya tidak dalam soal agama namun bagi saya semua yg ada di dunia ini ciptaan ALLAH n kita tidak berhak mengusir apapun selagi itu tidak mengganggu kita, sebab kadang pengusiran2 itu juga lebih… Read more »

Stefanus
Guest
Stefanus

Pak Stefanus dan bu Ingrid, mohon jawaban untuk pertanyaan pak Eddy di atas,
karena saya sangat ingin mengetahuinya, terutama apakah benar di luar Malaikat Pelindung ada roh2 lain yang mengikuti kita?
Terimakasih sebelumnya
GBU

[dari Katolisitas: Romo Santo telah memberikan jawaban atas pertanyaan Sdr Eddy di atas, dengan nomor komen 22, persis di atas pertanyaan Sdr Eddy, atau silahkan klik di sini]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X