Tanggapan tentang New Age Movement: Reiki, yoga?

Pertama-tama perlu kita ketahui terlebih dahulu apa sebenarnya yang disebut sebagai New Age Movement (NAM), baru setelah itu kita bahas mengenai yoga dan reiki. Menurut Paus Yohanes Paulus II dalam bukunya “Crossing the Treshold of Hope“,  NAM sebetulnya memiliki kemiripan dengan heresi/ ajaran sesat di abad pertama yaitu Gnosticism. Gnosticism kuno sebenarnya telah ada sebelum Kristus. Gnosticism tidak secara khusus mempunyai hirarki dan lembaga yang jelas, tetapi ia ‘menyusup’ pada agama-agama yang sudah ada, menggunakan struktur agama tersebut sambil mengaburkan apa yang menjadi kepercayaan agama tersebut dan ajaran aliran Gnosticism sendiri. Hal serupa terjadi pada NAM. Ciri-ciri Gnosticsm yang mencoba merasuki iman Kristiani:

  1. Percaya pada Allah yang sama sekali tak dapat diketahui oleh orang biasa, kecuali dengan pengetahuan rahasia (‘gnosis‘). Allah ini memancarkan allah yunior (aeons) yang menjembatani antara dunia material dan Allah. Salah satu dari allah yunior ini disebut Demiurge (allah pencipta). Demiurge ini menciptakan dunia material.
  2. Demiurge ini menciptakan dunia material yang jahat. Jadi kejahatan bukan akibat dosa asal, tapi karena pengaruh dunia material.
  3. Menurut para gnostics, Yesus adalah salah satu dari allah yunior ini. Karena para gnostics itu membenci tubuh/ dunia material, maka mereka menolak Inkarnasi (Allah menjelma menjadi manusia/ mengambil bentuk tubuh manusia) dan kehadiran Kristus yang nyata dalam Ekaristi. Menurut mereka, Yesus datang untuk membebaskan manusia dari pengaruh Demiurge.
  4. Karena membenci tubuh yang berupa materi, maka pengajaran yang mereka tawarkan adalah ‘pembebasan’ dari tubuh, melalui praktek Gnosticism.
  5. Bagi mereka, pengajaran Yesus hanya diberikan kepada sebagian pengikut-Nya, dan keselamatan diperoleh bukan dengan rahmat Tuhan, melainkan dengan mempelajari ‘pengetahuan rahasia’ tersebut.

Pada jaman para rasul, sudah ada pengaruh Gnosticism yang ingin ‘mengaburkan’ kebenaran Injil. Maka pada surat kepada jemaat di Kolose Rasul Paulus memperingati mereka untuk tidak mengikuti ‘roh-roh dunia’/ cosmic powers (Kol 2:8), dan Rasul Yohanes juga memperingatkan jemaat terhadap ajaran sesat yang tidak mengakui bahwa Kristus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia (1Yoh 4:2).

Sekarang ini prinsip Gnosticism terdapat dalam NAM, yang sesungguhnya berakar dari agama-agama Timur, terutama Hindu Pantheism dan Buddha. Kepercayaan NAM adalah bahwa segala sesuatu adalah Satu (Brahman) dan Satu adalah Tuhan. Dunia yang kita ketahui sekarang adalah ilusi. Jadi tujuan hidup bagi penganut NAM adalah untuk menemukan kesatuan dan keilahian di dalam segala sesuatu. Maka tujuan dari latihan rohani NAM adalah untuk menemukan keilahian dalam setiap orang, bahwa setiap kita adalah Tuhan! Maka setiap kita akan kehilangan jati diri sebagai individu, dan terserap di dalam kesatuan yang disebut Nirwana. Kesatuan tersebut bukan pribadi, namun suatu Energi universal. Jadi Allah di sini digambarkan sebagai Energi.

Bagaimana mengatur/ mengarahkan ‘energi’ inilah yang diajarkan oleh reiki, dan juga sesungguhnya oleh yoga, dengan aneka gerakan. Pada tahap awal,  mempelajari gerakan-gerakan ini sepertinya tidak berbahaya, namun pada tahap lanjut mengarah kepada suatu meditasi pengosongan diri dan mantra-mantra tertentu. Praktek seperti demikian tidak sesuai dengan ajaran Kristiani, dan karenanya sesungguhnya tidak boleh diikuti oleh umat Katolik. Sesungguhnya mengikuti gerakan yoga sebatas olah raga tidak menjadi masalah, asalkan jangan sampai mendalami ke tahap yang lebih dalam. Namun jika dapat dihindari, tentunya hal itu lebih baik; sebab sesungguhnya dapat saja dipilih bentuk olah raga yang lain yang tidak mengarah kepada NAM. Karena semakin yoga/ reiki dituruti, semakin ada tingkatan tertentu yang jika diikuti terus tidak sesuai dengan iman Katolik, sebab:

  1. Kita percaya bahwa Allah bukan merupakan “Energi”, tetapi merupakan “Pribadi” dalam hal ini Pribadi Trinitas Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus. Jangan lupa bahwa bagaimanapun dashyatnya energi, tetaplah kapasitasnya berada di bawah mahluk spiritual. Jadi adalah semacam kontradiksi, jika manusia diciptakan oleh “energi”, yang tidak dapat berpikir, tak dapat merasa, apalagi mengasihi. Bagi kita, tidak mungkin manusia yang merupakan mahluk spiritual diciptakan oleh “Energi”, berdasarkan prinsip akal sehat, bahwa tidak mungkin sesuatu yang lebih rendah menciptakan yang lebih tinggi, atau seseorang tak mungkin memberikan sesuatu yang tidak lebih dahulu dipunyainya. (Lihat artikel: Bagaimana membuktikan bahwa Tuhan itu ada)
  2. NAM percaya akan adanya kesatuan yang abstrak, yang mengarah pada tidak adanya individu lagi, tidak ada lagi perbedaan antara yang jahat dan baik, semua dipandang sebagai ilusi. Hitler akan dipandang sama saja dengan Bunda Teresa. Tentu saja hal ini bertentangan dengan akal sehat; dan sama saja dengan menolak akal sehat.
  3. Iman Kristiani tidak pernah mengajarkan bahwa tubuh (dunia material) itu jahat (evil), bahkan dikatakan bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus (lihat 1 Kor 6:19; 3:16). Maka ajaran NAM agar kita membebaskan diri dari tubuh adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan iman Kristen.
  4. Iman Kristiani malah mengajarkan kebangkitan badan pada akhir jaman nanti, di mana tubuh akan bersatu kembali dengan jiwa. Jadi ajaran NAM berupa ‘pembebasan’ manusia dari tubuh sebagai prinsip keselamatan juga tidak sesuai dengan ajaran iman Kristen.
  5. Dengan mengikuti latihan-latihan NAM, seperti yoga dan reiki, apalagi jika mencapai tingkatan tertentu, maka pusat dan fokus latihan rohani adalah diri sendiri, dan bukannya Allah. Jika pada awalnya mungkin seolah-olah diperbolehkan untuk merenungkan Allah, namun pada tahap tertentu tidak demikian lagi halnya.
  6. Tanpa disadari, mereka yang mengikuti latihan-latihan tersebut akan lebih mengandalkan latihan pengaturan ‘energi’ tersebut daripada bersandar pada doa dan menimba kekuatan dari Tuhan sendiri.

Saya menganjurkan, jika ada orang Katolik yang tertarik melakukan meditasi, silakan mempelajari meditasi yang diajarkan oleh Para Orang Kudus yang sesuai dengan tradisi iman Katolik, seperti meditasi ala St. Theresia dari Avila, St. Franciskus de Sales, atau St. Ignatius dari Loyola, dan St. Yohanes Salib. Fokus meditasi tersebut adalah Allah dan bukan “mengosongkan diri”. Meditasi yang dianjurkan Gereja adalah meditasi dengan merenungkan Sabda Allah, yang disebut “Lectio divina”, atau sering juga dikenal dengan sebutan ‘berdoa dengan Sabda Tuhan’. Meditasi ini jelas berbeda dengan meditasi ala NAM.

Pihak Vatikan pernah mengeluarkan dokumen mengenai tanggaan Gereja terhadap New Age Movement, yang pada dasarnya menolak paham NAM tersebut, dan aneka bentuk penggabungan antara NAM dan iman Kristiani. Silakan membaca dokumen-nya di sini: Pontifical Council for Culture, Pontifical Council for Inter-religious Dialogue, Jesus Christ the Bearer of the Water of Life: A Christian reflection on the “New Age”(silakan klik) dan Presentations of Holy See’s document on “New Age”. (silakan klik)

89
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
38 Comment threads
51 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
50 Comment authors
coconutLusilusia putrisamuelfrans Recent comment authors
coconut
Member
coconut

Salam, Katolisitas. Akhirnya saya menemukan penjelasan yang padat mengenai hal ini setelah bertanya-tanya pada rekan2 sesama Katolik yg jawabannya bias, berbeda2 mengenai hal ini. Saya pernah memelajari teknik menyembuhkan diri sendiri melalui pernapasan, lewat sebuah video di YouTube, yang pada dasarnya begitu sederhana hanya tarik napas buang berkali2 dan tiba2 perut saya terasa panas, yang disebut energi/chakra yang bs saya pindahkan ke bagian tubuh saya yang lain hanya dengan menyentuhnya. Saya tidak ingin memercayainya tapi saat itu leher saya yang sakit terasa membaik. Saya senang tp di satu sisi hati saya meragukannya dan rasanya tidak enak setelah berpraktek demikian (meski… Read more »

Lusi
Guest
Lusi

Saya pernah diajak teman saya utk melakukan reiki. Saya lgsung heran dan bertanya apa itu reiki? Dia blg itu smcam penyembuhan dlm diri yg mngaitkan energi dlm tubuh. Lalu krna rasa tdk percya saya sy lgsung blg bhwa dlm Kristen kmi tdk mngenal reiki dan kmi tdk mempercayainya. Yg kmi percaya adalah Yesus sebagai penyembuh bukan lwat reiki. Puji Tuhan saya tahu itu ajaran yg slh yg bertentangan dgn iman kristen saya

[Dari Katolisitas: Ya, Anda benar, ajaran penyembuhan diri sendiri yang dikaitkan dengan energi tidak sesuai dengan ajaran iman Kristiani.]

lusia putri
Guest
lusia putri

saya lusia, besar di keluarga katolik, yang sangat saya syukuri dan kasihi. ada kalanya ada persoalan, seperti 4 tahun lalu, ayah saya terkena serangan stroke. Sudah berobat ke rumah sakit dan minum obat herbal,dan pijat alternatif. Puji Tuhan keadaaan ayah sudah membaik, walaupune tangan kiri dan kaki kiri belum cukup kuat untuk digerakkan. suatu saat, kakak saya mendapat informasi kalau ada teman yang bisa menyembuhkan penyakit dengan kekuatan supranatural. singkat ceritanya, ternyata sakit stroke yang dialami ayah bukan secara medis, tapi non medis, karena gangguan roh jahat. tetapi selain berobat itu, ibu selalu megingatkan kalo itu hanya sarana penyembuhan, penyembuh… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Lusia, Dewasa ini memang dunia banyak menawarkan aneka cara penyembuhan, bahkan dengan istilah yang seolah-olah dapat diterima oleh iman Kristiani. Penyembuhan supranatural yang dikenal oleh kita umat Kristiani adalah penyembuhan yang terjadi dalam nama Yesus, yang adalah Seorang Pribadi, dan bukan sebuah Energi/ Tenaga. Silakan Anda menilik kepada cara penyembuhan yang ditawarkan itu, apakah dengan doa-doa dan merenungkan firman Tuhan? Apakah digunakan perantaraan orang lain (master) atau medium lain atau disebutkannya suatu tenaga dari dalam diri sendiri untuk menyembuhkan? Jika dengan doa dan firman Tuhan itu baik, dan tidak perlu dicurigai. Tetapi jika dengan perantaraan orang lain (master), transfer… Read more »

samuel
Guest
samuel

pertanyaan .
apakah cikung tidak bertentangan dengan ajaran gereja katolik ( liturgi ekaristi ) ?
terima kasih mohon penjelasannya.

Ingrid Listiati
Member

Shalom Samuel, Qigong yang mengacu pada kata Qi/ chee mengacu pada kata energi atau energi kehidupan, dan Gong artinya kerja. Maka Qigong mengacu kepada praktek ‘mengerjakan energi kehidupan’ dalam diri seseorang. Nah, memang tersirat di sini adanya semacam kepercayaan akan adanya energi di dalam tubuh yang mengatur kehidupan seseorang, dan bahwa energi ini dapat dikendalikan. Paham tentang kekuatan ‘energi’ yang dapat mengendalikan kesehatan ataupun keadaan seseorang ini yang memang kurang dapat dijelaskan dari sisi iman, sebab tersirat di dalamnya bahwa pandangan sedemikian menempatkan diri sendiri, dan bukan Tuhan sebagai pengendali segala sesuatu. Maka, walaupun memang tidak semua praktek Qigong berkaitan… Read more »

frans
Guest

Salam damai. mBak Inggrit pertama saya trimakasih atas artikelnya tentang New Age Movement. Dengan membaca artikel ini saya merasa bahwa selama ini saya salah, karena ketidak tahuan. Saya banyak membaca buku tentang pengembangan diri dan perubahan pola pikir. Buku terbaru yang saya baca adalah There’s a spiritual solution to every problem karangan Wayne W. Dyer. Setelah saya membaca artikel tentang NAM baru saya tahu kalo Dyer ini rupanya penganut NAM. Dan buku sebelumnya adalah The way to love karangan Anthony de Mello yang mendapat perhatian juga dari Bapa Suci Benedictus.
Sekali lagi trimakasih.

arto
Guest
arto

Salam Damai
saya ingin bertanya, apabila seseorang terlibat atau pernah terlibat dalam praktek yang berkaitan dengan NAM seprti contoh2 yg telah disebutkan baik secara aktif ataupun tidak (hanya sepintas seperti percaya ramalan, horoskop, menyukai lagu2 yg berkaitan dng NAM, dll ) telah melakukan dosa berat?
saya juga pernah berpikir kalo ramalan bintang tidak salah karena ada di Injil tentang 3 orang Majus yang mengetahui tentang Yesus lewat ramalan dan melihat bintang. Tolong dikoreksi pemahaman saya
Salut dengan Katolisitas
Terima kasih

Stefanus Tay

Shalom Arto, KGK, 1857 menuliskan “Supaya satu perbuatan merupakan dosa berat harus dipenuhi secara serentak tiga persyaratan: “Dosa berat ialah dosa yang mempunyai materi berat sebagai obyek dan yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan dengan persetujuan yang telah dipertimbangkan” (RP 17).” Dengan kata lain, perbuatan tersebut adalah mempunyai materi dosa yang berat, tahu bahwa itu dosa berat, namun melakukannya juga. Jadi, kalau sebelumnya, seorang Katolik terlibat dalam NAM karena ketidaktahuannya, maka sebenarnya belum termasuk dosa berat, walaupun tetap berdosa. Namun, setelah dia tahu bahwa Gereja melarang NAM dan kemudian dia tetap melakukannya, maka dia dapat terjerumus ke dalam dosa berat.… Read more »

jbsoemitro
Guest
jbsoemitro

Reiki adalah istilah dari energi alam semesta sebainya Gereja Katolik tidak perlu resah dan menganggap Reiki adalah sesat dipandang dari sudut ajaran Gereja . sebelumnya alangkah baiknya untuk mendalami Reiki itu apa. jadi tidak ujug ujug mengangapnya itu sebagai sesuatu yang sesat. kalau ingin menilai buku jangan hanya melihat sampulnya tapi pahamilah dan telaahlah sampai tuntas baru boleh mengadakan penilaian apapun itu ujudnya. sangatlah tidak profesional bila menilai sesuatu hanya dari katanya orang atau informasi yang sempit. kalau ingin merasakan dinginya air ya mandilah dengan sungguh2. ada ungkapan bahwa “”Tuhan Yesus Kristus adalah Raja Semesta Alam “” cobalah dalami kata2… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom jbsoemitro, 1. Gereja Katolik ujug-ujug menganggap Reiki sesat? Dari pesan Anda, nampaknya Anda berpandangan bahwa Gereja Katolik tidak mempelajari terlebih dulu tentang New Age Movement (termasuk di dalamnya Reiki ini) lalu -meminjam istilah Anda- ujug-ujug menganggap Reiki sesat.  Ini adalah anggapan yang keliru. Silakan Anda membaca terlebih dahulu dokumen yang dikeluarkan oleh Vatikan tentang ajaran New Age ini, silakan klik. Anda akan mengetahui bahwa di sana dibahas tentang ajaran-ajaran New Age Movement itu, yang diambil dari sumber-sumber resmi New Age itu sendiri; dan dijelaskan di sana mengapa ajaran tersebut tidak sesuai dengan ajaran iman Kristiani. Sedangkan penjabaran tentang Reiki,… Read more »

Sartika
Guest
Sartika

Yth,Team katolisitas. Sy may tanya: diartikel diatas ditulis “jiwa-jiwa dari mans-mans yang telah meninggal dunia dan minta didoakan itu” , itu= adalah: arwah dari Mans-mans yang selama hidupnya didunia adalah: pemeluk agama Katolik, atau non katolik or apa ya … (mksd sy mis: apakah mereka slm hdp di dunia itu mis: org Atheis, atau agama lain atau gimana gitu…… ?? Menurut team katolisitas, sesghnya ada berapa sorga dan neraka ?? Dan dari pandangan dari (ajaran) katolik dan gereja katolik ??/ mengapa sy tanya, krn: pernah sy dengar,ada orang lain – orang lain bisa saja beranggapan dan ada pernah bicara ke… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Sartika, Gereja Katolik menurut pengajaran para Bapa Gereja mengajarkan bahwa surga adalah suatu tempat atau keadaan kediaman Allah beserta para kudus-Nya yang mulia. Di surga inilah para orang benar akan memandang Allah sebagaimana Ia yang sesungguhnya, tanpa tedeng aling-aling, sebagaimana dirumuskan oleh Paus Benediktus XII (1336) demikian: “Kami mendefinisikan bahwa jiwa-jiwa semua orang kudus di surga telah melihat dan benar-benar melihat Sang Hekekat Ilahi oleh intuisi yang langsung dan muka dengan muka, dengan bijak sehingga tak ada sesuatupun yang menghalangi sebagai obyek penglihatan, tetapi hakekat Ilahi mempresentasikan diri-Nya sendiri di hadapan mereka secara langsung, tanpa selubung, dengan jelas dan… Read more »

Yohanes
Guest
Yohanes

Shalom jbsoemitro..

Ya.. ini akan benar2 menjadi sesat apabila sdr lebih mempercayainya(kemampuan anda) ketimbang percaya dgn Tuhan Yesus Kristus Sendiri..

_____________________________________________________________________

Rendah Hatilah supaya Ia berkenan kepadaMu..

_____________________________________________________________________

Berkah Dalem Gusti
Fiat Voluntas Tua..^^

[Dari Katolisitas: Nampaknya perlu ditekankan kata “apabila/ kalau” itu. Dan suatu yang perlu direnungkan adalah apakah kita semua (tidak hanya yang terlibat dalam diskusi ini) cukup rendah hati untuk mendengarkan dan menaati apa yang diajarkan oleh Magisterium Gereja, yang telah diberi kuasa oleh Tuhan Yesus untuk “mengikat dan melepaskan” (Mat 18:18), artinya, menentukan sesuatu sebagai hal yang benar/mengikat atau tidak; mana yang disebut sebagai dosa/ pelanggaran dan mana yang tidak]

Doni
Guest
Doni

Salam dalam kasih Yesus Kristus Saya telah membaca tulisan Anda tentang Reiki dan gerakan movement. Terima kasih atas informasinya yang sangat mencerahkan. Saya ingin bertanya, suatu ketika saya memiliki kenalan orang Katolik yang memperdalam Reiki. Orang ini bahkan bisa menebak karakter dan perilaku orang lain dengan menyebutkan namanya, padahal orang ini tidak mengenal orang yang bersangkutan. Misalnya saja: “Siapa nama kawanmu” ucapnya “Ignasia Kimi” (bukan nama sebenarnya), sahutku Dia kemudian berkomentar, “wah, si Ignasia orangnya bla bla bla” Kadang diikuti dengan nasihat, “hati-hati sebaiknya jangan temenan saja dia, karena orangnya bla bla bla” Mohon maaf, dialog di atas hanyalah contoh… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Doni, Tentang hal ramalan Katekimus Gereja Katolik mengajarkan: KGK 2116     Segala macam ramalan harus ditolak: mempergunakan setan dan roh jahat, pemanggilan arwah atau tindakan-tindakan lain, yang tentangnya orang berpendapat tanpa alasan, seakan-akan mereka dapat “membuka tabir” masa depan (Bdk. Ul 18:10; Yer 29:8.). Di balik horoskop, astrologi, membaca tangan, penafsiran pratanda dan orakel (petunjuk gaib), paranormal dan menanyai medium, terselubung kehendak supaya berkuasa atas waktu, sejarah dan akhirnya atas manusia; demikian pula keinginan menarik perhatian kekuatan-kekuatan gaib. Ini bertentangan dengan penghormatan dalam rasa takwa yang penuh kasih, yang hanya kita berikan kepada Allah. Jadi kita tidak boleh percaya… Read more »

Santo
Guest
Santo

Mohon penjelasan mengenai pro-kontra ajaran Anthony de Mello? apakah dengan mengambil perumpamaan dari ajaran lain termasuk NAM dan bertentangan dengan ajaran Katolik? Referensi dari catatan Paus Benediktus XVI: http://www.vatican.va/roman_curia/congregations/cfaith/documents/rc_con_cfaith_doc_19980624_demello_en.html

[Dari Katolisitas: Kami sudah pernah menanggapi pertanyaan serupa di sini, silakan klik. Gereja Katolik menentang ajaran NAM, sehingga memang seharusnya para pengajar iman Katolik tidak mengambil contoh- contoh yang dapat mengacu kepada prinsip- prinsip ajaran NAM.]

Carolina
Guest
Carolina

Dear Bu Inggrid dan tim Katolisitas.. Mungkin agak terlambat untuk ikut serta dalam topik pembahasan ini, karena saya baru saja menemukan dan memperhatikan artikel2 dalam website Katolisitas :) Saya ingat beberapa tahun lalu waktu “The Secret” baru dipublish dan (seolah2) langsung booming. Ada yang meminjamkan kepada kakak saya, dvd dan bukunya sekaligus. Saya mencoba menonton dvd The Secret itu. Dari pembukaan sampai pertengahan isi video tersebut disusun dengan sangat indah, persis seperti video2 kesaksian Kristiani, maka orang tidak akan curiga bahwa inti pengajarannya akan menarik menuju arah yang berlawanan sama sekali dengan iman Katolik. Saat video sudah mulai memasuki pengajaran… Read more »

Poppy Linggi Allo
Guest
Poppy Linggi Allo

Bagiamana tanggapan Katolisitas.org mengenai pengajaran2 spiritual yang populer saat ini seperti “Hati Nurani”, “Membuka Hati” (dan berbagai pengajaran penggunaan hati lainnya), ESQ, “Pendalaman Spiritual”, “Quantum Psikoterapi” dsb? Sebagai informasi, lokakarya2 yang mengajarkan tentang hati diselenggarakan oleh organisasi yang juga mengajarkan reiki dan yoga.. apalah aliran2 semacam ini boleh diikuti ataukah dikategorikan juga sebagai NAM? Saya juga menemukan buku berjudul Peziarahan Hati yang ditulis oleh Romo Thomas Hidya Tjaya, SJ, PhD terbitan Kanisius yang dalam sinopsisnya antara lain : Buku ini menawarkan kepada anda sebuah pandangan integral mengenai tujuan hidup yang sebenarnya dan cara untuk mencapainya dalam peziarahan di dunia ini.… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Poppy, Sesungguhnya, ajaran NAM itu berbahaya justru karena sekilas terkesan tidak berbahaya. Dan karena kelihatan tidak berbahaya ini, maka pengaruhnyapun dapat masuk perlahan- lahan ke dalam kegiatan- kegiatan yang diikuti oleh umat Katolik. Terus terang, saya tidak mendalami apa itu latihan spiritual “Membuka hati”, “Hati Nurani” dan lain- lain yang Anda sebutkan, sehingga tidak dapat memberi komentar yang mendetail. Namun mari kenali prinsipnya saja, bahwa latihan spiritualitas Katolik itu fokusnya adalah pengenalan akan Tuhan dan pengenalan akan diri kita sendiri. Jadi apapun bentuk meditasi yang ditawarkan, kalau tidak mengarah ke fokus tersebut, atau jika hanya menekankan pengenalan ke hati… Read more »

Poppy Linggi Allo
Guest
Poppy Linggi Allo

Shalom bu Ingrid dan terima kasih atas tanggapannya, Mengenai latihan hati dan hati nurani saya pertanyakan berhubung waktu itu dipromosiin lokakarya Membuka Hati yang setahu saya link ke lokakarya masteryoga, dimana alumni membuka hati dapat mempelajari berbagai materi dan teknik lanjutan pada lokakarya masteryoga (diselenggarakan oleh organisasi yang sama). [Dari Katolisitas: link kami edit] Orang yang mempromosikan lokakarya juga menunjukkan buku Peziarahan Hati ketika mengetahui saya beragama Katolik. Melihat buku yang ditulis oleh seorang Romo, orang tentunya akan berpikir bahwa lokakarya maupun pengajaran yang diberikan telah mendapat acknowledge dari Gereja. Namun saya merasa perlu untuk bertanya berhubung sudah pernah punya… Read more »

Paulus Sutikno Panuwun
Guest
Paulus Sutikno Panuwun

Dear Monica dan teman2 katolisitas, Saya ingin menyampaikan pengalaman (dari membaca, melihat video maupun latihan meditasi / taichi) dan pemikiran saya pada topik New Age, Reiki, spiritualitas universal, Meditasi; Budhism, Tao Te Ching, karena saya sangat ingin mengenalnya. Juga sudah 5 tahun saya menjalani latihan Tai chi bersama teman2 lingkungan dan tetangga yang Kristen, Budha, bahkan ada yang Muslim. Sampai hari ini saya tidak merasa kehilangan kekatolikan saya, malahan saya merasa begitu indahnya latihan itu bagi diri saya dan teman2. Seperti halnya meditasi, taichi juga satu bentuk meditasi yang bertujuan mendapatkan inner peace. New age jelas lahir di dunia barat… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Paulus, Terima kasih atas tanggapan anda tentang NAM. Secara tidak sadar, orang-orang Katolik yang ikut NAM cenderung untuk mempunyai pandangan yang menyamaratakan agama, kebenaran dianggap sebagai sesuatu yang relatif, sehingga lama-kelamaan relativisme menjadi ajaran yang dipegang. Dan inilah yang perlu dikritisi. Silakan anda melihat diskusi tentang hal ini di sini- silakan klik. New Age tidak lahir dari kebosanan dunia barat akan kekristenan, karena aliran serupa (seperti: gnosticism) sudah ada di masa-masa awal kekristenan. Relativisme dan individualisme mempunyai tempat yang nyaman di NAM. Dunia barat dan dunia modern yang dipenuhi dengan paham individualisme dan relativisme menyukai NAM karena memperoleh pembenaran… Read more »

yohanes baptis nugroho
Guest
yohanes baptis nugroho

Pembahasan mengenai NAM makin hari kok makin ramai ya… Nampaknya makin banyak orang yang mengenalnya atau mempelajarinya. Kalau meninjau dari ajaran gereja Katolik bahwa ada kebenaran di luar gereja, apakah benar kalau gereja mengatakan bahwa New Age itu sesat karena tidak sesuai dengan doktrin agama Katolik. Kalau demikian halnya semua ideologi atau agama yang tidak sesuai dengan doktrin agama Katolik juga bisa dikatakan sesat dong… Satu hal yang membuat saya bingung, Tuhan pencipta alam semesta ini ada berapa sih. Apakah Tuhannya orang Katolik sama dengan orang lain baik dari Kristen, Islam, Hindu, Budha, atau Kong Hu Cu. Ataukah tiap agama… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Yohanes Baptis, Terima kasih atas komentar anda. Memang diskusi tentang NAM tidak akan ada habisnya. Namun, satu hal yang mungkin kita perlu renungkan adalah Tuhan tidak mungkin mengkontradiksi Diri-Nya sendiri atau dengan kata lain, kebenaran tidak dapat mengkontradiksi dirinya sendiri. Tidak mungkin dua hal yang saling bertentangan dalam kondisi dan cara yang sama, dapat dianggap benar keduanya. Dengan demikian, kebenaran yang mengatakan bahwa Tuhan itu satu dan mempunyai pribadi tidak mungkin sama benarnya dengan kepercayaan yang mengatakan bahwa Tuhan itu dapat banyak dan adalah energi. Menjadi tugas bagi setiap penganut agama Katolik dan NAM dan bahkan setiap agama untuk… Read more »

Jeany
Guest
Jeany

Bagaimana tanggapan gereja terhadap imam/biarawan-biarawati yang ikut reiki?

Ingrid Listiati
Member

Shalom Jeany,
Terus terang, sayapun sungguh prihatin mendengarnya. Namun saya menduga, semua itu dilakukan karena mereka tidak sungguh- sungguh mengetahui bahwa hal itu dilarang oleh Gereja Katolik, seperti telah dipaparkan di atas.
Maka jika dipandang baik dan dapat membantu, silakan anda meng-copykan tulisan- tulisan di Katolisitas tentang topik ini untuk disampaikan kepada mereka. Semoga maksud baik kita semua mendapat tanggapan positif, mengingat bahwa mereka seharusnya menjadi teladan iman bagi umat.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Jeany
Guest
Jeany

Shalom Ibu Ingrid,
Terima kasih atas tanggapannya, iya saya juga prihatin & sedih … Saya usul kalau bisa Ibu Ingrid/team Katolitas bantu untuk menyampaikan ke keuskupan supaya dari keuskupan secara formal memberitahukan lewat mimbar Gereja tentang hal ini kepada umat Katolik, dan kepada para imam… mungkin bisa dengan diadakan pertemuan khusus atau tergantung pada kebijakan Bapa Uskup nantinya.

Salam kasih,
Jeany

[dari Katolisitas: keprihatinan Anda sudah kami sampaikan juga kepada Rm Wanta dan Rm Santo di KWI, semoga dapat juga menjadi perhatian mereka dan dapat ditindaklanjuti bila perlu. Terima kasih atas kepedulian Anda.]

Monica
Guest
Monica

Syalom Katolisitas. Termia Kasih atas artikel yang sangat jelas ini. Tetapi saya memiliki beberapa masalah yang ingin saya tanyakan. Yesus sendiri mengajarkan kepada kita untuk tidak membeda-bedakan sesama kita yang berbeda keyakinan, lalu apakah Gereja Katolik menganggap Hindu dan Buddha itu ajaran yang salah? Terus terang saya sering melihat dan mendengar ajaran kedua agama itu dari media, dan mulai sedikit terpengaruh pikiran bahwa kebenaran itu relatif, terletak di mana-mana, berarti karena dewa-dewi itu belum tentu ada, Apa berarti keyakinan kita akan adanya Kristus dan Tuhan yang Esa juga relatif? Lalu, perbedaan konsep tentang reinkarnasi. Umat hindu dan Buddha percaya bahwa… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Monica, 1. Relativisme Memang dewasa ini ada banyak ideologi- ideologi yang mencuat ke permukaan, yang nampaknya baru, seperti NAM itu, walaupun sebenarnya akarnya sudah ada sejak lama. Bermacam ideologi ini begitu ‘membombardir’ kita seolah semua paham itu benar, dan segalanya menjadi relatif, seperti yang juga diajarkan oleh NAM tersebut. Tentu ini keliru. Iman yang menganggap semua adalah relatif sesungguhnya bukan iman yang berdasarkan kebenaran yang dari Tuhan, tetapi berdasarkan atas ego dan keinginan manusia, yang ingin dianggap benar. Sedangkan iman yang sejati itu harus bersumber dari Tuhan sendiri yang mewahyukan Diri-Nya, dan ini kita temukan di dalam Kristus. Gereja… Read more »

Hendrik
Guest
Hendrik

Dear Bu Ingrid,

Hanya sekedar rasa ingin tahu saja.
Tentang reinkarnasi, bukankah Katolik juga ada ? yaitu kebangkitan badan dan kehidupan kekal.
Saya mengartikan konteks reinkarnasi di ajaran Budha sama dengan kebangkitan badan dan kehidupan kekal dalam ajaran Katolik. Bukan seperti pemahaman reinkarnasi yang terlahir sebagai binatang, tumbuhan dll, saya juga tidak percaya. Seperti tertulis, Ibrani 9:27 “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.”

Terimakasih

Ingrid Listiati
Member

Shalom Hendrik, Kebangkitan badan dan kehidupan kekal yang diajarkan oleh Kristus, tidak sama dengan reinkarnasi seperti dalam ajaran Budha. Karena pengertian reinkarnasi yang umum dimengerti (menurut ajaran Budha) adalah seseorang yang sudah mati dapat ‘lahir kembali’ dalam rupa yang berbeda dalam kehidupan ini (bukan kehidupan kekal); dan rantai ‘kelahiran kembali’ ini dapat berlangsung sampai berkali- kali sampai banyak generasi. Ajaran macam ini tidak sesuai dengan ajaran Kristiani. Menurut ajaran Kristus seperti yang kita ketahui secara jelas dalam Kitab Suci adalah manusia itu hidup dan mati hanya satu kali saja (lih. Ibr 9:27) lalu setelah kebangkitan di akhir jaman, manusia (tubuh… Read more »

Arief Prilyandi
Guest
Arief Prilyandi

Shalom Tim Katolisitas,

Sekilas membaca “Jesus Christ The Bearer of The Water of Life” Saya mau bertanya mengenai Medieval Alchemy dan Renaissance Hermeticism, ajaran new age seperti apa?

Mengapa Celtic Christianity juga merupakan new age?

Terima kasih.

Ingrid Listiati
Member

Shalom Arief, 1. Medieval Alchemy Dalam sejarah ilmu pengetahuan, alchemy mengacu kepada bentuk penyelidikan tentang alam dan awal disiplin filosofi dan spiritual yang menggabungkan elemen- elemen kimia, metalurgi, obat- obatan, astrologi, semiotik, mistis, spiritualism, dan seni sebagai bagian- bagian kekuatan tunggal yang lebih besar. Maka alchemy menurut pemikiran kuno adalah jalan pemurnian dan transformasi spiritual; ekspansi kesadaran dan perkembangan intuisi melalui gambar- gambar. Alchemy berkaitan dengan mistis dan misteri, yang diyakini mempunyai kekuatan untuk mengubah kesadaran dan menghubungkan jiwa manusia dengan Allah. Pada jaman Abad Pertengahan (medieval) alchemy tersebar di dunia barat, seperti halnya astrologi dan okultism. Alchemy ini berfungsi… Read more »

Arief Prilyandi
Guest
Arief Prilyandi

Terima kasih atas tanggapan, bu Inggrid. Sehingga bisa menambah pengetahuan saya.

yashinta
Guest
yashinta

Bu Ingrid, terimakasih atas keterangan Anda yang begitu jelas. Apakah dokumen yang dikeluarkan oleh Vatican ini pernah disosialisasikan oleh Gereja pada umat? Saya berpendapat hal ini penting sekali disosialisasikan, tetapi seingat saya, saya belum pernah mendapati/mendengar tanggapan Gereja Katolik terhadap NAM ini secara resmi disosialisasikan pada umat. Demikian pula mungkin perlu disosialisasikan aplikasi2 NAM ini dalam masayarakat mengambil nama apa saja selain Reiki dan yoga, sehingga umat dapat mengenalinya. Terutama awam Katolik, sangat rentan terhadap NAM ini, contohnya melalui buku/film The Secret mengutip beberapa ayat Kitab Suci, maka dengan mudah mereka menilai ini sesuai dengan Kekristenan ( ini terjadi pada… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Yashinta,
Dokumen Jesus the Bearer of the Water of Life sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Yesus Pembawa Air Hidup, yang dapat anda peroleh di:

Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI
Jl Cut Mutiah 10 Menteng, Jakarta Pusat 10340 telpon 021 319 2 5757
Email: dokpen@kawali.org
Pembayaran melalui: Rekening KWI

atau pesan ke
Penerbit dan Toko Rohani OBOR
Jl. Gunung Sahari no. 91
Jakarta Pusat 10610
Telp. (021) 422 2396 Fax. (021) 421 9054
Email: tokorohani@obormedia.com
Website: http://www.obormedia.com

Memang mungkin perlu disosialisasikan lebih lanjut, maka anda dapat juga turut menyebarkan informasi ini, kepada mereka yang membutuhkannya.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

yashinta
Guest
yashinta

Terimakasih infonya Bu, tentu ini sangat membantu. Saya memang terbeban untuk membagikan info ini pada teman-teman saya.

Akhir-akhir ini semakin sering saya mendengar tentang anak muda Katolik yang goncang dan meninggalkan imannya karena kurang mengerti dasar iman keKatolikan sehingga mudah dipengaruhi dengan ajaran iman lain maupun paham NAM ini.

Sedapat mungkin saya berusaha membagikan apa yang sudah saya dapat dari web ini dan buku-buku Katolik yang saya baca, pada teman-teman di sekitar saya.

Tuhan memberkati

Aris O.Carm
Guest
Aris O.Carm

Syalom, Mba Ingrid dan Om Stef, saya mau minta tolong! bisa ga katolisitas mengupload dokumen “Yesus Kristus Pembawa Air Hidup” dalam bahasa Indonesia? setahu saya link yang diberikan masih dalam bahasa Inggris. dokumen ini Dokpen KWI pun sepertinya sudah sulit di cari. Jika memungkinkan bisa diuplaod bagi kami yang bertugas di tempat yang jauh dari Jakarta dan toko Buku Rohani yang ada di kota-kota mungkin akan memudahkan kami untuk memberi dan berbagi informasi kapada umat mengenai New Age kepada mereka yang membutuhkan. Trims, Tuhan memberkati!

Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr.
Guest
Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr.

Salam Aris O.Carm,

Silakan memesan langsung ke:
Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI
Jl Cut Mutiah 10 Menteng, Jakarta Pusat 10340 telpon 021 319 2 5757
Email: dokpen@kawali.org
Pembayaran melalui: Rekening KWI

atau pesan ke
Penerbit dan Toko Rohani OBOR
Jl. Gunung Sahari no. 91
Jakarta Pusat 10610
Telp. (021) 422 2396 Fax. (021) 421 9054
Email: tokorohani@obormedia.com
Website: http://www.obormedia.com

Salam
YDHpr

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X