Takdir dan pencobaan dari Tuhan?

1. Tentang takdir

Tuhan telah mengetahui segala sesuatu sejak awal mula dunia, akan apa yang akan kita alami dalam hidup kita masing-masing (termasuk pekerjaan dan pasangan hidup, dll). Hal ini disebabkan karena Tuhan tidak dibatasi oleh waktu, jadi bagi Allah tidak ada waktu dulu dan waktu yang akan datang; semua hadir di hadapanNya sebagai “saat ini“. Kedua, Allah mengetahui segala sesuatu karena segala sesuatu terjadi atas izin Tuhan. Tuhan yang mendukung segala sesuatu, memberi hidup dan keberadaan pada setiap orang. Jadi Allah yang Maha Kuasa dan Maha Tahu mengetahui segala sesuatu yang akan kita putuskan sesuai dengan kehendak bebas kita; namun ini tidak berarti bahwa Ia mentakdirkan kita akan segala sesuatu, sehingga kita seperti boneka/wayang saja. PengetahuanNya akan keputusan kehendak bebas kita bukan berarti Allah mengharuskan kita melakukan sesuatu yang sudah digariskan. Ibaratnya, seperti kitapun dapat melihat bagaimana orang lain memutuskan sesuatu, namun tidak memaksa mereka untuk melakukan hal yang tertentu; demikian pula Tuhan pada kita.

Kita adalah manusia yang bebas sebab kita punya akal budi dan keinginan bebas. Akal budi kita dapat meneliti banyak pilihan dan kita bebas untuk memilih apa yang kita pikir terbaik pada suatu saat tertentu. Tuhan telah mengetahui sejak awal mula siapa yang menjadi pasangan kita, apa yang menjadi pekerjaan kita, dst. Tetapi Dia tidak mengharuskan kita untuk memilih/ berbuat demikian. Kita bebas memilih pasangan hidup kita dan pekerjaan kita, namun tentu kita harus berdoa agar dapat mengetahui apa yang menjadi rencana Tuhan bagi kita di dalam hal- hal tersebut. Untuk itulah maka sebelum membuat keputusan-keputusan penting di dalam hidup, kita dapat mengikuti retret, seperti yang dianjurkan oleh St. Ignatius dari Loyola.

Rencana Tuhan yang abadi bagi kita adalah agar kita menjadi kudus. Rencana ini berbeda dan tentu saja lebih kaya dari pada rencana kita sebagai manusia; sebab rencana ini melibatkan kehendak bebas kita, apakah kita mau bekerja sama dengan menerima rahmat-Nya, ataukah kita menolak rahmat tersebut, yang ditawarkan pada kita berkali-kali di dalam hidup kita. Jadi, pada setiap saat, ada rencana Tuhan yang baik yang ditawarkan pada kita. Meskipun demikian, kita dapat terus menolak rencana Allah itu, dengan menolak untuk bekerja sama dengan rahmat-Nya. Tapi, kabar baiknya adalah: meskipun kita menolak rencana-Nya pada suatu saat dalam kehidupan kita, misalnya dengan menolak panggilan hidup sebagai biarawan/ biarawati, ini tidak berarti bahwa kita menghancurkan seluruh rencana Tuhan; sebab adalah rencana-Nya juga untuk melibatkan pengalaman kesalahan/ kegagalan kita di masa silam untuk mendatangkan kebaikan bagi kita, asal kemudian kita bekerja sama dengan Dia. Karena itu kita berdoa, agar kita dapat mengetahui rencana-Nya, sehingga kita dapat menanggapinya dengan lebih baik. Lebih lanjut tentang penjelasan ini silakan baca artikel : Apakah Berdoa itu Percuma, bagian ke-2.

2. Apakah Tuhan mencobai manusia?

Mengenai apakah Tuhan mencobai kita, kita melihat pada Kitab Suci. Pada satu sisi kita percaya bahwa Tuhan tidak mencobai kita (Yak 1:13), namun pada sisi lain kita dapat melihat bahwa Tuhan memang menguji kita (seperti pada kasus Abraham dan Musa). Namun, Tuhan tidak pernah mencobai atau lebih tepatnya menguji kita agar kita terjatuh (seperti setan mencobai kita), tetapi hanya untuk memberikan pada kita sesuatu yang lebih baik, untuk maksud membuat kita lebih kudus, melalui kesetiaan kita dalam menghadapi ujian tersebut. Dalam hal ini kita melihat bahwa seluruh hidup kita terdiri dari banyak ujian dan jika kita setia dalam iman, maka kita beroleh hidup yang kekal seperti yang dijanjikan-Nya.

Jadi, Tuhan memperbolehkan cobaan terjadi dalam hidup kita untuk alasan yang lebih baik: untuk pertobatan dan pengudusan. Sebaliknya, setan mencobai kita sehingga kita berdosa dan mengarahkan diri ke neraka. Kecenderungan kita berbuat dosa (concupiscence) dan nafsu yang tidak terarah juga mencobai kita, sebagai akibat dari dosa asal, yang mendorong kita mencari kesenangan yang semu dan berlebihan dari yang seharusnya. Kesombongan kita mencobai kita untuk mencari kemuliaan sendiri daripada kemuliaan Tuhan.
Jadi di sini kita melihat bahwa Tuhan tidak mencobai kita dengan cara yang sama seperti setan. Namun ada kalanya Tuhan mengizinkan cobaan terjadi di dalam hidup kita untuk mendatangkan sesuatu yang lebih baik dan memberikan kepada kita kesempatan untuk menunjukkan kasih kita kepada-Nya lewat kesetiaan iman kita dalam menghadapi cobaan tersebut.

Ingatlah ayat Roma 8:28: “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia”

‘Segala sesuatu’ di sini termasuk pekerjaan, pasangan hidup, tetapi juga kegagalan, pencobaan, dst. Pertanyaannya adalah: apakah kita sudah mengasihi Dia? Sebab jika kita mengasihi Dia maka ayat ini adalah janji Tuhan yang pasti akan dipenuhi-Nya di dalam kita.

19/12/2018

20
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
11 Comment threads
9 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
15 Comment authors
aurelbimomartensdestiAnonymousCaesarandra Recent comment authors
aurel
Member
aurel

terima kasih atas artikelnya
dulu saya bingung Tuhan itu mencobai kita atau tidak
krn di Kitab Suci dibilang Tuhan tdk pernah mencobai kita tp kita yang mencobai diri kita sendiri
sekarang saya sdh mengerti apa maksudnya
GBU

desti
Guest
desti

ada cerita seperti berikut. ada seseorang berdiri di depan rumahnya dan pot bunga yang terletak di lantai atas rumahnya jatuh. kemudian, temannya yang sedang berbicara dengan dia menyadari itu dan mengingatkannya untuk menghindar sehingga pot bunga itu tidak mengenai kepala orang tersebut. kemudian dia mengatakan terima kasih Tuhan. akan tetapi, temannya tidak senang akan itu dan mengatakan bahwa dia seharusnya berterima kasih kepadanya dan bukannya kepada Tuhan karena dia yang mengingatkan dia untuk menghindar. kalau Tuhan memang ada, dia pasti tidak akan sejahat itu membiarkan pot bunga jatuh di atas kepala orang itu. oleh karena itu dia menyatakan kalau Tuhan… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Desti, Sejujurnya, campur tangan Tuhan itu tetap ada, meskipun manusia tidak mengakuinya. Mungkin bagi orang yang tidak percaya akan keberadaan Tuhan, fakta ini perlu dijelaskan dengan lebih panjang. Namun bagi orang yang sudah percaya, mudah sekali untuk menerimanya. Sebab Tuhanlah yang menciptakan manusia – entah manusia yang percaya kepada-Nya atau yang tidak percaya- dengan akal budi dan kehendak bebas, dan dengan kemampuan dan kemauan dasar untuk mencari apapun yang benar, baik dan indah (true, good and beautiful). Nah, maka setiap manusia yang sehat akal budinya, umumnya akan berusaha melakukan yang benar, yang baik dan yang indah. Dorongan naluriah ini… Read more »

Anonymous
Guest
Anonymous

Ingin tahu, kalau Tuhan adalah Maha Tahu, mengapa Tuhan menawarkan rencana-Nya jika Ia sudah tahu akan ditolak?

[Dari Katolisitas: Sebab Tuhan juga sudah tahu bahwa Ia akan ditolak, dan Ia juga sudah memiliki rencana-Nya yang mengatasi penolakan itu, yang mendatangkan kebaikan bagi semua orang yang mengasihi Dia.]

Caesarandra
Guest
Caesarandra

Syalom tim Katolisitas, saya tau bahwa ajaran Katolik tidak percaya dengan takdir, namun ada beberapa ayat dalam PL dan PB yang nampaknya serupa dengan takdir…bagaimana menjelaskan ayat² tersebut ? Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Amsal 16:4 TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka. Yesaya 45:7 yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini. mohon pencerahan… [Dari Katolisitas: Nampaknya yang menjadi kunci adalah pemahaman tentang dua… Read more »

YANUAR HADA
Guest
YANUAR HADA

hai Katolisitas saya mau bertanya Iman Katolik tetang kematian, musibah, atau kecelakaan yg menyebabkan kematian. Banyk orang mengalami hal itu. Tapi org2 mengatakan kalau hal itu adalah kehendak Tuhan, saya sudah mencari jawaban itu di Alkitab, tapi bukankan kematian adalah musuh Kristus, saya agak kurang setuju jika banyak orang mengatakan kematian adalah kehendak Tuhan. Mohon pencerahannya… [dari Katolisitas: Mohon membaca terlebih dahulu artikel-artikel berikut ini: Tentang Apakah Takdir dan Pencobaan datang dari Tuhan?, klik di siniApakah Perbedaan Takdir dengan Nasib? klik di siniMengapa Banyak Kejahatan di Dunia ini? klik di siniMakna Kematian bagi Kita Orang percaya, klik di siniMengapa Tuhan… Read more »

Herman Jay
Guest
Herman Jay

Pencobaan
Di satu pihak dikatakan Tuhan tidak mencobai manusia. Teks doa Bapa Kami, “janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan” justru ditujukan kepada Tuhan berupa permohonan agar Tuhan tidak memasukkan manusia ke dalam pencobaan. Bagian kalimat dari doa Bapa Kami tersebut, mengandaikan Tuhan boleh-boleh saja memasukkan manusia ke dalam pencobaan sesuai kehendakNYA.
Ada pula pernyataan yang sering didengar : ” Tuhan mengijinkan manusia dicobai”.
Ada kontradiksi esensial dari kedua pernyataan yang umum disampaikan kepada umat. Tuhan tidak mencobai versus Tuhan mengijinkan pencobaan.Hal ini membingungkan umat.

[Dari Katolisitas: silakan membaca jawaban ini, terutama point 2, silakan klik]

Stefanus Tay

Shalom Herman Jay, Tuhan tidak mencobai manusia dalam pengertian bahwa Tuhan tidak pernah mencobai manusia yang membawa manusia pada kehancuran. Hal ini berbeda dengan setan, yang memang memberikan pencobaan kepada manusia agar manusia pada akhirnya jatuh ke dalam dosa sehingga manusia dapat kehilangan keselamatan kekal. Lihat juga tanya jawab ini – silakan klik. Dengan demikian, pernyataan “janganlah masukkan kami dalam percobaan” bermakna, agar jangan sampai kita masuk ke jalan yang salah; dan pada saat percobaan datang, maka kita jangan sampai kalah – yaitu dengan terus bekerjasama dan mengandalkan rahmat Allah. Katekismus Gereja Katolik menerangkannya sebagai berikut: KGK, 2846.    Permohonan ini… Read more »

Devi
Guest
Devi

Shalom,

Jika ada beberapa pasangan menikah dan akhirnya bercerai, apakah mereka memang tidak berjodoh?

Ingrid Listiati
Member

Shalom Devi, Sebelum pertanyaan Anda dibahas, mungkin baik diketahui prinsipnya dahulu, bahwa segala sesuatu yang kita alami dan yang terjadi dalam kehidupan kita, telah diketahui oleh Allah sejak awal mula, sebab Ia adalah Tuhan yang Maha Tahu, tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Walaupun demikian, bukan Tuhan yang menakdirkan segala sesuatu sampai manusia tidak punya andil sedikitpun dan hanya menjadi seperti wayang/ boneka dalam menjalani kehidupannya di dunia. Tentang hal ini sudah dibahas di artikel di atas, silakan klik. Maka pengetahuan Tuhan ini berlaku juga untuk hal jodoh. Tuhan sudah mengetahui akan apa yang akan terjadi pada setiap orang. Jika… Read more »

Caca
Guest
Caca

Shalom katolisitas,

Saya mau tanya apakah pandangan Katolik mengenai kegagalan
Mohon jawabannya. Terima kasih

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Salam Caca, Kegagalan ialah situasi di mana rencana untuk memenuhi tujuan tertentu yang baik (bukan keinginan egositis) tidak tercapai. Banyak teori management bagaimana mengelola kegagalan perusahaan maupun pribadi, lembaga maupun negara menuju keberhasilan di waktu yang akan datang. Gereja belajar dari pengalaman sejarah 2000 tahun dengan mendasarkan pengalamannya pada Yesus Kristus Sang Pemilik dan Pendirinya yang mengasihi dan melindungi Gereja milik-Nya, di mana alam maut tak kan pernah menguasainya, dan akan disempurnakan dalam kemuliaan. Yesus sendiri mengalami kematian di kayu salib, namun satu hal saja yang Ia lakukan yaitu setia kepada Bapa. Beata Teresa dari Kalkuta mengatakan: “Kita tidak dipanggil… Read more »

Dominicus Endy
Guest
Dominicus Endy

[Dari Katolisitas: pertanyaan ini dipindahkan dari Buku Tamu] Pertanyaan Saya : Apakah Tuhan campur tangan langsung dalam setiap kehidupan saya?bukannya saya meragukan campur tangan Tuhan tapi ada yang mengganjal dalam pikiran saya, mengingat sebenarnya Tuhan sudah memberi Akal Pikiran, Rasa, logika dan Perasaan untuk memutuskan suatu hal. Sebagai Contoh : ” Orang mengatakan bahwa Jodoh ditangan Tuhan, Jika seorang menikah dengan seorang wanita apakah itu karena campur tangan Tuhan? sebab pemikiran saya masalah jodoh ada ditangan kita sendiri karena Tuhan telah memberi kita Akal budi, Perasaaan, Pikiran untuk menimbang, jadi Tuhan tidak secara detail mengatur hidup kita. Tuhan memberi kita… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Dominikus Endy,

Pertanyaan serupa sudah pernah ditanyakan dan telah kami tanggapi di sini (tentang takdir dan pencobaan, silakan klik )dan di sini (tentang takdir dan nasib, silakan klik )

Silakan anda membaca terlebih dahulu di link- link tersebut.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

paulina galuh budi astuti
Guest
paulina galuh budi astuti

terimakasih bu Inggrid atas jawabannya. saya percaya bahwa rencana Tuhan adalah yang terbaik.
Salam Damai
Paulina

Julius Santoso
Guest
Julius Santoso

Mohon pencerahannya :
1. Apakah segala sesuatu (jodoh, pekerjaan dll) itu ditakdirkan oleh Tuhan?.
2. Tuhan mencobai manusia atau tidak? – Tuhan mencobai Abraham dan Musa (Kejadian 22:1-12, Ulangan 8:2) dan mencobai orang Israel (Hakim-hakim 2:22) – Tuhan tidak pernah mencobai siapapun (Yakobus 1:13)

Ingrid Listiati
Member

Shalom Julius,

Pertanyaan ini telah dijawab di sini – silakan klik.

 

Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
Ingrid Listiati

Abin
Guest
Abin

Bu Ingrid, saya lebih cocok dengan pendapat bahwa Allah tidak pernah mencobai manusia (Yak. 1:13) karena Allah itu kasih, dan tanpa dicobai oleh Allah-pun hidup manusia sudah penuh dengan derita karena dosa yang manusia perbuat sendiri. Bisakah kita memakai kata “pencobaan” untuk sesuatu kejadian/cobaan agar kita jatuh ke dalam dosa (seperti setan mencobai kita), dan memakai kata “ujian” untuk sesuatu yang memberikan kita sesuatu yang lebih baik? Jadi kita bedakan pengertian kata “cobaan” (biasanya dari setan yang ingin kita jatuh/dosa) dengan “ujian” (biasanya dari Tuhan agar kita semakin menjadi lebih baik). Karena jika kita berhasil melewati ujian itu kita akan… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Abin, Ya benar, Allah tidak mencobai kita (Yak 1:13) namun Ia menguji kita, dengan mengizinkan pencobaan terjadi dalam hidup kita yang tidak melebihi kekuatan kita (1Kor 10:13) agar mendatangkan sesuatu yang lebih baik dalam diri kita. Sebaliknya, Setan/Iblis mencobai kita agar kita jatuh. Jadi Allah menguji atau ‘mencobai’ dalam konteks yang sangat berbeda dengan Setan mencobai. Dalam Ibrani 11:17 dikatakan, "Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak." Atau pada Kitab Ayub, di mana Allah mengizinkan Iblis mencobai Ayub (Lih. Ayb 1:12) untuk kemudian memberikan kesempatan pada Ayub untuk membuktikan imannya kepada Tuhan. Sedangkan jika Setan/ Iblis mencobai,… Read more »

bimomartens
Member
bimomartens

Shalom ibu Ingrid, Saya ingin menanggapi jawaban anda diatas tentang; “Ia menguji kita, dengan mengizinkan percobaan terjadi dalam hidup kita .. ” Jika kita kembali pada Abraham, bukankah Allah sendiri secara AKTIF melakukan percobaan itu sendiri dengan mengutus Abraham mempersembahkan Ishak seperti yang tertulis di Kejadian 22:2. Bukankah dengan demikian kalimat; ” .. dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun ” dalam surat Yakobus 1:13 menjadi tidak relevan. Memang benar apa yang dilakukan oleh Allah, jika dilihat dari tujuan, adalah untuk pertobatan dan pengudusan yang jelas berbeda dengan tujuan percobaan yang dilakukan oleh setan. Namun yang saya garis bawahi adalah PERAN… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Bimomarten, Nampaknya kata kunci untuk memahami hal ini bukanlah pertama-tama apakah Allah secara aktif atau tidak aktif dalam menguji iman manusia, tetapi bahwa tujuan Allah menguji manusia adalah untuk mendatangkan sesuatu yang lebih baik bagi kita. Ini yang membedakan ujian Allah dengan pencobaan dari iblis. Sebab iblis tidak pernah mempunyai tujuan untuk kebaikan manusia, melainkan untuk menghancurkan/ menjatuhkan manusia ke dalam dosa dan neraka. Itulah sebabnya dikatakan bahwa God tests or tries us but never tempts us. Hal apakah dalam menguji itu Allah sepertinya berperan aktif (seperti pada kasus Abraham) ataupun kurang aktif (seperti pada kasus Ayub), tidaklah menjadi… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X