Sudahkah Kutaati Sang Pemegang Kunci yang Telah Ditunjuk Yesus?

[Hari Minggu Biasa XXI: Yes 22:19-23; Mzm 138:1-8; Rm 11:33-36; Mat 16:13-20]

Stef dan Ingrid, kami titip anak-anak ya…. Kami akan pulang minggu depan. Ini kunci rumah kami. Silakan mengatur anak-anak selama kami pergi.  Kalau ada yang nakal boleh kalian beri konsekuensi, seperti yang kalian tahu kami lakukan kepada mereka, kalau mereka nakal. Semoga anak-anak baik-baik saja selama kami tak ada di rumah...!” demikian pesan adik sepupu kami. Selama beberapa hari berikutnya, kami menjadi wakil papa dan mama bagi keempat orang keponakan kami. Kami berusaha menerapkan segala sesuatu yang biasa dilakukan oleh sepupu kami dan suaminya kepada anak-anak mereka. Demikianlah kami menyiapkan dan mendampingi keponakan kami untuk makan, belajar, bermain, berdoa, tidur, dst, sampai orang tua mereka kembali pulang ke rumah.

Ini adalah suatu pengalaman sederhana yang mengingatkan kami akan peran Rasul Petrus, dan para penerusnya, yang menjadi wakil Kristus untuk memimpin Gereja-Nya di dunia ini. Setelah kenaikan-Nya ke Surga, memang Kristus tidak lagi hadir dalam rupa manusia, seperti ketika Ia hidup di tengah para murid-Nya. Namun Yesus tidak meninggalkan kita umat-Nya sebagai yatim piatu. Ia mengutus Roh Kudus-Nya untuk menyertai umat-Nya dan juga telah menunjuk wakil-Nya untuk memimpin dan membimbing umat-Nya, yaitu Gereja-Nya di sepanjang sejarah, sampai kelak Ia datang kembali di akhir zaman. Dewasa ini, ada banyak orang yang dengan mudah mengakui bahwa Yesus telah mengutus Roh Kudus-Nya kepada orang-orang yang mengimani Dia. Namun tak semua orang Kristen mengakui bahwa Yesus telah menunjuk Rasul Petrus dan para penerusnya sebagai wakil-Nya untuk memimpin Gereja-Nya di dunia ini. Bukankah sikap ini merupakan  ironi, karena dalam kenyataan hidup sehari-hari, kita mengakui adanya kebiasaan umum jika seorang pemimpin pergi, maka ia akan mempercayakan orang-orang yang dipimpinnya kepada wakilnya atau orang kepercayaannya. Jika kita manusia saja tahu akan pentingnya menunjuk wakil bagi kita, mengapakah kita berpikir bahwa Tuhan tidak melakukannya? Apalagi Kitab Suci jelas mengajarkan kepada kita akan hal ini, ketika Yesus berkata, “… Engkau adalah Petrus (Kefas), dan di atas batu karang (Kefas/Petrus) ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku, dan alam maut tak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” (Mat 16: 18-19; bdk Yoh 21:15-17). Tuhan Yesus telah mempercayakan kunci Rumah-Nya kepada Petrus, dan memberikan kuasa kepadanya untuk mengikat dan melepaskan, yaitu untuk mengatur umat-Nya di dunia ini. Peran Rasul Petrus ini telah digambarkan samar- samar dalam Perjanjian Lama, oleh peran Elyakim bin Hilkia, yang dipilih Allah dan diberi kuasa untuk menjadi bapa bagi kaum Yehuda. Elyakim ditunjuk menjadi kepala rumah tangga Raja Daud, yang memegang kunci kerajaannya dan dengan demikian menentukan siapa-siapa yang dapat masuk ke dalam kerajaan itu, tentu dengan ketentuan sang empunya kerajaan (lih. Yes 22: 20-23).

Kitab Suci tidak menyatakan bahwa kunci kerajaan itu dipercayakan kepada orang-orang kebanyakan, namun kepada orang tertentu yang dipilih-Nya. Mari sejenak kita merenungkan hal ini.  Jika Tuhan Yesus sudah memberikan kuasa ini kepada Rasul Petrus dan para penerusnya yaitu para Paus, karena janjiNya yang akan selalu menyertai Gereja sampai akhir zaman (Mat 28:19-20), maka bukankah sepantasnya kita menaati ajaran Bapa Paus dan para uskup serta para imam yang membantunya untuk memimpin Gereja? Jika kita sungguh menghormati Kristus, maka selayaknya kita menghormati juga para wakil-Nya di dunia. Sebab dengan demikian kita memenuhi kehendak Kristus, yaitu agar semua orang yang percaya kepada-Nya menjadi satu (lih. Yoh 17:21). Sebab penolakan akan kepemimpinan Paus itulah yang menjadikan ada begitu banyaknya denominasi gereja sampai saat ini. Mari kita, sebagai umat Katolik, mensyukuri rahmat kesatuan di bawah pimpinan Rasul Petrus dan para penerusnya yang telah menjaga Gereja Katolik tetap satu sampai 2000 tahun ini, walaupun menghadapi berbagai tantangan dari dalam maupun dari luar Gereja. Betapa kita perlu melihat hal ini sebagai penggenapan janji Kristus bahwa Ia tidak akan membiarkan Gerejanya punah dikuasai oleh alam maut.

Maka kalau dewasa ini kita membaca tentang berbagai tuduhan negatif kepada Paus Fransiskus, berbagai klaim wahyu pribadi yang mendiskreditkan Gereja Katolik, ataupun komentar-komentar miring tentang ajaran Gereja, mari kita menyikapinya dengan bijaksana. Jika kita percaya akan kuasa firman Tuhan, kita tidak perlu risau.  Sebab Kristus pasti menepati janji-Nya bahwa Ia akan menyertai Gereja-Nya dan tak akan membiarkannya musnah. Mari kita menghormati dan menaati ajaran Bapa Paus, Uskup dan imam, sebab kepada merekalah Kristus telah mempercayakan pengajaran iman dan moral. Jangan sampai, oleh karena kepicikan kita, malah kita menyangka mereka hanya mengajarkan ajaran manusia. Mereka itu telah diberi kuasa oleh Allah untuk melanjutkan kepemimpinan Kristus untuk menggembalakan kita; maka mari kita menaati pengajaran mereka demi hormat dan kasih kita kepada Kristus yang menghendakinya demikian.

19/12/2018
roni_proling
Member

Sungguh mulia Tuhan Yesus

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X