Sudahkah Api Roh Kudus Mengobarkan Hatiku?

[Hari Raya Pentakosta: Kis 2:1-11; Mzm  104:1-34; 1Kor 12:3-13; Yoh 20:19-23]

Orang muda mungkin menghubungkan api dengan asmara, koki menghubungkan api dengan masakan, dan tukang emas menghubungkan api dengan emas murni. Api memang mempunyai sifat yang panas, mengobarkan, memurnikan. Tak mengherankan, bahwa dalam Kitab Suci, api sering digunakan untuk menggambarkan kasih, yang menerangi, menembus segala sesuatu dan memurnikan segala sesuatu. Dalam bacaan pertama Minggu ini, Roh Kudus digambarkan sebagai lidah-lidah api, yang turun disertai dengan tiupan angin keras (lih. Kis 2:2-3). Ini menggambarkan kasih Allah yang turun dengan nyala yang berkobar dan kekuatan, untuk menembus setiap jiwa dan memberikan kehidupan. Pentakosta tidak lagi dimaknai hanya sebagai perayaan panen, atau peringatan saat diberikannya hukum Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai yang dirayakan 50 hari setelah Paska. Sebab bagi Gereja, panen yang sesungguhnya terjadi ketika Roh Kudus turun atas para Rasul dan para murid Kristus, termasuk kita semua, untuk memimpin kita kepada kehidupan yang berbuah kasih dan sukacita ilahi.

Maka turunnya Roh Kudus di hari Pentakosta, bukanlah hanya merupakan kejadian yang berdiri sendiri yang tidak ada pengaruhnya dalam kehidupan Gereja. Sebaliknya, Roh Kudus tetap turun, untuk menerangi dan menguduskan Gereja sepanjang masa. Seperti api, Roh Kudus menerangi sehingga kebenaran ajaran Kristus menjadi semakin nyata bagi kita. Yesus bersabda, “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran…. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.” (Yoh 16:13-14)  Roh Kudus itulah yang akan mengingatkan kita tentang segala yang telah diajarkan oleh Kristus (lih. Yoh 14:26) dan yang akan membimbing kita kepada pengertian yang penuh akan kebenaran ajaran-Nya itu. Sudah selayaknya, kita yang terbatas dalam banyak hal, termasuk dalam pemahaman akan ajaran Kristus, memohon kepada-Nya, agar Roh Kudus-Nya dapat membimbing kita. Sebab pemahaman akan ajaran-Nya akan membantu kita semakin mengasihi Dia. Pepatah, ‘Tak kenal maka tak sayang’ kini mendapat rumusan yang baru: ‘Semakin kenal, semakin sayang’. Ya, dengan semakin mengenali Dia, dan mengenali apa yang diajarkan-Nya, kita akan semakin rindu untuk melakukan kehendak-Nya. Bukankah ini yang terlebih dulu dialami oleh para Rasul di hari Pentakosta? Roh Kudus yang turun atas mereka (lih. Kis 2:4) memberikan pengertian akan segala ajaran Tuhan Yesus; dan ini mengobarkan kasih dan semangat mereka untuk menjadi saksi-saksi iman yang berani ke seluruh dunia, bahkan sampai rela menyerahkan nyawa mereka untuk mewartakan Kristus.

Di bacaan kedua, kita diingatkan bahwa segala karunia pernyataan Roh Kudus diberikan Allah untuk kepentingan bersama (lih. 1Kor 12:7), dan terutama adalah untuk mempersatukan. Sungguh, kita perlu meresapkan kebenaran ini, yang kerap dilupakan, atau diabaikan. Sebab kasih sejati, pertama-tama bukan berarti perasaan yang meluap-luap, tetapi kesediaan untuk mempertahankan kesatuan. Bukankah ini nyata dalam  keluarga, dan secara khusus dalam kasih suami istri? Maka menjadi tantangan bagi kita, jika kita sungguh diperbaharui oleh Roh Kudus dan dikobarkan oleh-Nya: sejauh mana kita menjadi orang-orang yang mengusahakan kesatuan kasih? Mari kita membangun keluarga, Gereja dan masyarakat kita, dengan semangat kasih yang mempersatukan ini.

Akhirnya, jangan dilupakan bahwa api Roh Kudus itu bersifat memurnikan. Artinya, orang yang dipenuhi Roh Kudus itu seharusnya menjadi semakin peka akan dosa- dosa, dan semakin berusaha menghindarinya. Namun demikian, kerap terjadi, betapapun dihindari, kita tetap jatuh di dalam kelemahan dan dosa. Dalam bacaan Injil, Tuhan Yesus memberitahukan kepada kita kehendak-Nya, akan apa yang harus kita lakukan, jika kita jatuh dalam dosa. Yaitu agar kita dapat mengakui dosa-dosa kita di hadapan para penerus Rasul, yang kepada mereka Tuhan Yesus telah memberikan Roh Kudus-Nya, sehingga mereka dapat melepaskan kita dari dosa-dosa kita (lih. Yoh 20:21-23).  Jika demikian kehendak Tuhan Yesus, sudahkah kita melaksanakannya?

Hari ini adalah saatnya menyanyikan madah ini, “Ya, Roh Kudus, kunjungi umat-Mu, kobarkan api kasihnya…. Curahkanlah karunia sapta-Mu, sudi terangi hatinya….”  Namun selanjutnya, mari kita periksa batin kita: sudahkah kita siap untuk ‘dikobarkan’ oleh api kasih Tuhan? Maukah kita semakin mengenali ajaran-Nya, menjadi saksi-Nya,  mengusahakan kesatuan dan semakin menghindari dosa? O, Roh Kudus, datanglah dan ubahlah hatiku, meskipun aku belum siap sepenuhnya!

19/12/2018

1
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
calvin Recent comment authors
calvin
Member
calvin

Shalom,

Ya Tuhan utuslah aku, untuk menjadi perpanjangan tanganMu, untuk menggenapi janji-janjiMu kepada Abraham, Isac, dan Jacob, dan juga memberkati keturunan-keturunannya.
Amin..

Salam,
Calvinis

[Dari Katolisitas: Sesungguhnya janji-janji Allah kepada Abraham, Ishak, Yakub, dan keturunan-keturunannya telah digenapi sempurna di dalam Kristus Tuhan. Jika kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk mendatangkan berkat bagi banyak orang/bangsa-bangsa, itu hanya mungkin karena kita ada dalam persatuan dengan Kristus yang menjadi puncak penggenapan seluruh nubuat para nabi.]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X