Stigmata

Pertanyaan:

Syalom,Pak Stef dan Bu Ingrid

Saya ingin menanyakan tentang stigmata,artinya apa ya..seperti pernah di alami Padre Pio,apakah hal itu juga penyakit jasmani,dari pandangan Gereja sendiri, bagaimana?Apakah stigmata bisa sembuh dengan sendrinya,atau tidak, dan kalo dari pengalaman orang orang yang mengalaminya apa terjadi secara tiba tiba atau bagaimana?
Apakah ciri ciri stigmata itu sendiri,apakah hanya dialami oleh orang-orang suci..?
Apakah ada data orang-orang yang pernah mengalami stigmata?
Terima kasih,sebelumnya
Berkah Tuhan

Jawaban:

Shalom Joan Heru,

Stigmata (bentuk jamak dari stigma, dalam bahasa Yunani) adalah luka- luka di tubuh ataupun perasaan sakit pada bagian- bagian tubuh seperti yang dialami oleh Tuhan Yesus karena penyaliban-Nya. Maka stigmata yang dialami oleh para stigmatist berkaitan dengan kelima luka seperti luka- luka Kristus yaitu: di kedua tangan, kaki dan lambung. Beberapa di antara para stigmatist tersebut juga mengalami luka- luka di kepala. Para stigmatist ini ada yang mengalami sakit pada bagian- bagian tubuh tersebut, tetapi di tubuhnya tidak ada luka. Sedangkan pada kasus lainnya, stigmata disertai juga luka- luka dengan rasa sakit yang tak terkira. Pada kasus- kasus tertentu pada darah yang keluar, disertai dengan bau harum. Stigmata ini dihubungkan dengan persatuan spiritual/ mistik antara orang yang menerimanya dengan Kristus, sebab mereka secara khusus dapat mengambil bagian dalam penderitaan Kristus (lih. Kol 1:24)/mempersatukan penderitaan mereka dengan penderitaan Kristus, demi mendoakan pertobatan dunia. Karena stigmata ini berhubungan dengan pengalaman rohani, maka umumnya diterima dalam keadaan/ setelah berdoa ataupun mengalami karunia penglihatan dalam doa.

Stigmatist yang terkenal adalah St. Fransiskus dari Asisi (1181-1226) dan St. Padre Pio dari Pietrelcina, Italia (1887-1968). St. Fransiskus Asisi adalah Santo pertama yang tercatat menerima stigmata. Ia menerima stigmata tersebut di tahun 1224, dua tahun sebelum wafatnya, yaitu pada saat ia berdoa di hari raya Salib Suci. Salah satu stigmatist lainnya yang terkenal adalah St. Padre Pio, yang menerima stigmata ini dan menanggungnya selama 50 tahun. Luka- lukanya ini telah dipelajari oleh para dokter di abad ke 20, yaitu oleh Dr. Luigi Romanelli, Dr. Giogio Festa, antara 1920-1925. Profesor Giuseppe Bastianelli, yang menjadi dokter Paus Benediktus XV juga telah memeriksanya, namun tidak memberi komentar. Ahli pathologi Dr. Amico Bignami dari universitas Roma yang memeriksanya tidak dapat memberikan diagnosa.

St. Padre Pio sendiri, selain memiliki stigmata, juga mempunyai banyak karunia lainnya seperti karunia melakukan mukjizat, penyembuhan, nubuat, bilocation (dapat hadir di dua tempat pada waktu yang bersamaan), levitation (dapat terangkat saat berdoa), dapat membaca isi hati seseorang, mendatangkan pertobatan dan hidup tanpa tidur dan makan yang normal (dapat hidup selama minimal 20 hari hanya dengan Ekaristi, tanpa makanan lainnya), karunia bahasa lidah, dan dari luka- luka stigmata-nya terpancar bau harum. Selama lima puluh tahun luka- luka stigmatanya mengeluarkan darah dan baru berhenti sesaat sebelum kematiannya. Pada saat kematiannya luka- luka stigmatanya hilang seluruhnya, tanpa meninggalkan bekas.

Orang- orang yang dicatat mempunyai stigmata, kebanyakan memang dari kalangan biarawan/ biarawati Katolik, yaitu:

* Blessed Lucia Brocadelli of Narni
* Saint Catherine of Ricci
* Saint Catherine of Siena
* Blessed Anne Catherine Emmerich
* Saint Francis of Assisi
* Saint Gemma Galgani
* Saint Veronica Giuliani
* Saint John of God
* Saint Faustina Kowalska
* Saint Marie of the Incarnation
* Saint Pio of Pietrelcina
* Saint Rita of Cascia
* Fr. Zlatko Sudac

Stigmatist yang bukan dari kalangan biara ialah:
* Therese Neumann (1898-1962), anggota order ketiga St. Fransiskus dari Bavaria, Jerman.
* Mary Kourbet Al-Akhras, dikenal Myrna Nazzour, seorang ibu rumah tangga dari Soufanieh, Syria (1964-)

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

30
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
13 Comment threads
17 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
15 Comment authors
Martin SaragihMariaFydjomariaLeo Recent comment authors
Martin Saragih
Guest
Martin Saragih

Syalom…..
Saya lagi menyusun Skripsi taon ini……
Judul skripsi saya: STIGMATA KRISTUS (Suatu Tinjuan Teologi Sosial Tentang Stigmata Kristus Sebagai Tugas Panggilan Gereja Masa Kini).
Sekarang masih Bab II.
boleh nggk saya minta sunmber buku yang menyangkut tentang STIGMATA KRISTUS.

Maria
Guest
Maria

Dear Ingrid dan Stefanus, Salam damai dalam Jesus Kristus. Masalah adanya orang-orang tertentu mendapatkan wahyu, dan apakah benar-benar hal ini dari Tuhan, sy sangat setuju dengan jwaban Stefanus. Walaupun memang kita tidak menghakimi tetapi kalau memang itu benar dari Tuhan maka tidak akan bertentangan dengan ajaran gereja Katolik yang sudah sangat lama bertahan menjadi iman kita. Stefanus dan Inggrid, yang sy ingin tanyakan di sini adalah mengenai stigmata. Seperti telah kita ketahui beberapa orang suci telah menerima stigmata dan yang terakhir adalah Fra Elia. Apakah gereja katolik sudah mengakui tentang stigmata dari Fra Elia ? Sy mendengar masih ada pertentangan… Read more »

Fydjo
Guest
Fydjo

Syalom,,, saya mau bertanya tentang film stigmata dan injil Tomas. apakah ayat pada injil Tomas dalam film stigmata (Yesus berkata : kerajaan Tuhan berada dalam dirimu dan setiap perbuatanmu, bukan gedung kayu atau batu, belah sepotong kayu dan Aku ada di sana) benar-benar ada atau cuma karangan dalam film saja? apakah injil Tomas memang dilarang untuk disebarluaskan agar iman umat tidak goyah krn salah satu ayat ini ataukah ada ayat lain yang memang bertentangan dengan injil-injil yg diakui. kalau memang benar ayat di atas ada dalam injil Tomas dan apakah benar ayat itu ditujukan kepada orang atheis, maaf,…karena saya kurang… Read more »

Helena
Guest
Helena

Syalom bu/pak.. Met malem.
Saya mau tanya lagi nih. Berhubung masih penasaran. Di sebuah website ditulis klo stigmata itu ada yg sifatnya sementara (kontemporer) jg, itu maksudnya gmana ya? Trus yg dimaksud dgn pas lagi doa itu ‘ngambang’ maksudnya gmana ya? Makasih ya Pak Stef dan Bu Inggrid. Jawab jg bsa dikirim ke email saya, terimakasih. God Bless.. :)

maria
Guest
maria

salam

bagaimana dengan fenomena stigmata yang dialami oleh Catalina Rivas dari Bolivia, apakah Vatikan pernah mengeluarkan pernyataan resminya tentang hal tersebut? Karena hal tersebut direkam dan coba dibuktikan secara ilmiah (Fox tv, science test faith, signs from God) dan ternyata mereka tidak mendapatkan penjelasan yang secara ilmiah, masih misterius. Darah yang keluar dari luka tersebut juga ditest di lab dan diperiksa DNAnya. Pada jaman St.Padre Pio mengalami stigmata apa juga pernah diteliti untuk dibuktikan kebenarannya? Apa hasil dari test tersebut?

terima kasih

Stefanus Tay

Shalom Maria,
Terus terang, saya tidak terlalu tahu tentang pembuktian dari ilmu pengetahuan dari Catalina Rivas. Dan tentang St. Padre Pio, ada cukup banyak dokter yang menyelidiki tentang stigmata tersebut, dan stigmata tersebut hilang pada beberapa hari sebelum dia meninggal. Namun,satu hal yang perlu dicermati, ketika kanonisasi, Vatikan tidak menyinggung tentang stigmata maupun kemampuan bilocation dari St. Padre Pio. Dengan kata lain, bagi Gereja bukan stigmata atau bilocation yang membuat seseorang menjadi santa/o, namun dari iman, pengharapan dan kasih dalam derajat yang heroic.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

Leo
Guest
Leo

Syaloom, Saya mao bertanya sedikit, tadi malam tanpa sengaja saya menonton film “stigmata”. Mungkin Pak Stef dan Bu Inggrid tau atau pernah menontonnya Dan tentang film itu, saya sungguh kesal menontonnya, karena seperti film “Da Vinci Code” sungguh memojokkan gereja katolik dan kali ini dengan menggunakan stigmata yang sungguh “kehormatan” bagi yng menerimanya. Saya bingung kenapa pihak Vatican mengijinkan syuting film ini dan “Da Vinci Code”? apakah memang tidak meminta ijin terlebih dahulu? Maaf, tetapi saya benar2 kesal menonton film tersebut, sehingga saya memberikan pertanyaan seperti ini. (Walaupun saya mendapat sedikit hal positif dr film tsb) Terima kasih (Btw Disana… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Leo, Terima kasih atas pertanyaannya tentang film. Kalau tidak salah, saya pernah menonton film tentang stigmata. Secara prinsip, kita harus melihat bahwa sering dalam sebuah film, walaupun sering dengan embel-embel berdasarkan fakta sejarah, namun harus diakui bahwa ada banyak hal yang kemudian didramatisir, apalagi film ‘stigmata’ yang hanya merupakan cerita fiksi. Tentang film Da Vinci Code, sebenarnya mereka tidak pernah menggunakan Vatikan. Bahkan ketika mereka ingin mengambil gambar di Westminster Abbey dan Saint-Sulpice, pihak gereja tidak mengizinkannya, sehingga mereka harus menggunakan bangunan yang lain atau menggunakan komputer untuk gambar visual. Dan Vatikan tidak juga memberikan izin untuk pengambilan gambar… Read more »

Leo
Guest
Leo

Shaloom Pak Stef,

Terima kasih atas tanggapannya. Iya saya sungguh kesal kok banyak ya film2 seakan2 memojokkan otoritas gereja Katolik di dunia ini. Bahkan di film “Stigmata” disebutkan perkataan Tuhan Yesus di perjamuan terakhir adalah “Jesus said… the Kingdom of God is inside you, and all around you, not in mansions of wood and stone. Split a piece of wood… and I am there, lift a stone… and you will find me.” Dan diartikan di film itu tidak perlu gereja di dunia ini dan Vatican tidak mengakui injil itu karena akan menghancurkan gereja mereka

Terima kasih sekali lagi

Stefanus Xaverius
Guest
Stefanus Xaverius

Maaf saya ingin bertanya mengenai bilocation (dapat hadir di dua tempat pada waktu yang bersamaan), boleh dijelaskan bagaimana maksudnya?? Trims tim.. ;)

Stefanus Tay

Shalom Stefanus, Terima kasih atas pertanyaannya tentang bilocation. Orang yang diberi kemampuan ini dapat berada di dua lokasi pada waktu yang bersamaan, yang sering disaksikan oleh orang-orang yang berada di lokasi pertama dan orang-orang yang berada di lokasi ke dua. Sebagai contoh, ada yang mengatakan bahwa St. Alphonsus Mary de Liguori pada tanggal 21 September 1774 setelah misa, kemudian dia terduduk dengan sikap yang penuh hormat dan berlangsung selama dua hari. Dan ketika dia bangun, dia mengatakan bahwa dia baru saja mengunjungi Paus Clement XIV, yang meninggal pada tanggal 22 September 1774. Masih banyak cerita yang lain tentang kemampuan bilocation… Read more »

Alexander Pontoh
Guest
Alexander Pontoh

saya pernah diceritai oleh teman saya. ttg biarawan katolik yang sewaktu meditasi bisa sampai melayang/mengambang di udara. kemudian saya searching di internet. saya menemukan santo padre pio di wikipedia, yang bisa mengambang sewaktu berdoa. saya jadi cukup penasaran. seingat saya di katolisitas pernah dibahas (tapi ttg stigmata) di wikipedia… saya menemukan bahwa fenomena ini tidak hanya dialami oleh santo santa dari katolik. sehingga terpikir dibenak saya bahwa ini adalah sesuatu yang tidak berhubungan dengan Tuhan. jadi bisa dijelaskan dengan ilmu fisika (mungkin seperti… Psychokinesis) tapi jika saya melihat di wikipedia… sepertinya fenomena ini banyak (mungkin paling banyak) dialami oleh santo… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Alexander Pontoh, Memang dalam kehidupan santa-santo, ada yang digambarkan pada waktu berdoa dapat mengambang, termasuk St. Padre Pio maupun St. Fransiskus Asisi, dll. Fenomena ini tidak ada hubungannya dengan kekudusan seseorang, karena kekudusan seseorang tidak diukur dari seberapa tinggi dia mengambang, namun dari derajat persatuannya dengan Tuhan. Tuhan secara bebas dapat memberikan karunia ini kepada orang-orang yang dipilihnya, namun bukan berarti bahwa orang-orang yang tidak diberi karunia ini tidak kudus, sebagai contoh: saya tidak pernah mendengar yang terberkati Bunda Teresa dari Kalkuta dapat mengambang kalau berdoa, atau tidak juga diceritakan para rasul mengambang kalau berdoa. Jadi, silakan ilmu pengetahuan… Read more »

Alexander Pontoh
Guest
Alexander Pontoh

Terima kasih atas balasannya, Pak Stef.

Apakah Pak Stef ingin mengatakan bahwa ini (mengambang sewaktu berdoa) hanya fenomena alam yang bisa dijelaskan secara ilmiah?

Stefanus Tay

Shalom Alexander Pontoh,
Terus terang, dalam hal ini saya tidak terlalu tahu. Bahwa ada cerita hal ini terjadi di dalam beberapa diri santa-santo, terutama ketika mereka berdoa, memang fenomena ini dituliskan. Namun, bagaimana penjelasannya secara ilmiah, biarlah ilmu pengetahuan yang membuktikannya. Namun, yang jelas, kekudusan atau kekhusukan seseorang dalam berdoa tidaklah diukur dari apakah seseorang bisa mengambang atau tidak. Maaf, saya tidak dapat menjelaskan lebih jauh tentang hal ini.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

lucia
Guest
lucia

Dear P’Stef,
saya mau tanya sedikit tentang Fra Elia yg menurut buku yg pernah saya baca, menuliskan tentang Fra Elia, siapa dan rahmat stigmata yg diterimanya spt Padre Pio.
pertanyaan saya, apakah P’Stef tau Fra Elia itu masih hidupkah sekarang ? tinggal dimana ? dan skr melayani dimana ? krn sptnya info tentang Fra Elia ini terbatas, tidak sepopular Padre Pio yg sama2 menerima rahmat stigmata.

Trima kasih sebelum dan sesudahnya.
Tuhan memberkati.

salam damai,
Lucia

Helena
Guest
Helena

Shalom Pak Stef dan Bu Ingrid

saya mau tanya nih. dari artikel artikel yang saya baca tentang stigmata itu, ternyata ada stigmata ada yang terlihat secara fisik yakni seperti luka-luka yang dialami Yesus dan stigmata yang tak terlihat. yang mau saya tanyakan adalah apa ciri-ciri orang yang mendapatkan karunia stigmata yang tak terlihat itu (seperti apa) dan juga yang terlihat.

Terima kasih. GBU

nb: mohon jawaban kalau bisa juga diposkan ke alamat email saya, terima kasih sebelumnya.

Caesarandra
Guest
Caesarandra

Dear pak stef,

Saya juga agak bingung pak Stef…mengapa dari sekian banyak yang mengalami stigmata dan jenasah yang tak rusak itu hanya dari kalangan Katolik ya ? Apa kah itu dengan secara tidak langsung Tuhan telah memberitahu kita bahwa Katolik lah iman yang paling benar dimata Nya ?

Rgds,
CaesarAndra

LILIAN
Guest
LILIAN

Dear Katolisitas, Saya sering menghadiri kebaktian oikumene yang dibawakan Pendeta Pantekosta, di mana saat mereka mendoakan seseorang, maka orang yang didoakan bisa rebah ke lantai. Hal ini tidak saya ketahui ada di Katolik. Mohon dijelaskan apakah itu karena pengaruh Roh Kudus ? Mengapa di gereja Pantekosta diwajibkan perpuluhan sementara di GK tidak ? Apakah berarti GK tidak taat pada firman Allah yang terdapat di Kitab Maleakhi ? -Apakah berbahaya bagi iman Katolik kita, apabila sering mengikuti kebaktian-kebaktian yang dibawakan oleh Pendeta Pantekosta. – Mengapa Pendeta Pantekosta juga menyebut diri mereka Pastor ? – Bagaimana pandangan GK mengenai Facebook ? Karena… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Lilian, 1. Terima kasih atas pertanyaannya tentang kebaktian oikumene. Fenomena seseorang yang rebah saat didoakan juga terdapat di acara-acara kelompok karismatik Katolik. Anda dapat membaca pembahasan tentang gerakan karismatik ini di sini – silakan klik. Bahwa ada yang mengalami pengalaman spiritual ketika didoakan sampai rebah, mungkin saja terjadi. Yang penting di sini adalah, orang tidak hanya berhenti untuk mencari fenomena-fenomena spiritual seperti ini, namun untuk hidup secara spiritual – yang berarti hidup di dalam roh setiap hari dan menampakkan buah-buah Roh dalam kehidupan nyata. Sebagai umat Katolik, kita harus bertumbuh bukan dari fenomena-fenomena seperti ini, namun dari sakramen-sakramen, seperti… Read more »

Joan Heru
Guest
Joan Heru

Syalom,Pak Stef dan Bu Ingrid

Saya ingin menanyakan tentang stigmata,artinya apa ya..seperti pernah di alami Padre Pio,apakah hal itu juga penyakit jasmani,dari pandangan Gereja sendiri, bagaimana?Apakah stigmata bisa sembuh dengan sendrinya,atau tidak, dan kalo dari pengalaman orang orang yang mengalaminya apa terjadi secara tiba tiba atau bagaimana?
Apakah ciri ciri stigmata itu sendiri,apakah hanya dialami oleh orang-orang suci..?
Apakah ada data orang-orang yang pernah mengalami stigmata?
Terima kasih,sebelumnya
Berkah Tuhan

[Dari Katolisitas: Pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

tasjim
Guest
tasjim

shalom pak Stef dan bu Ingrid

Saya ingin menanyakan tentang stigmata yang dialami oleh Julia Kim dari Korea.
Apakah juga telah diakui oleh Paus dan kalangan petinggi gereja katolik ?

Bagaimana tanggapan Pak stef dan Bu Ingrid ttg Ibu Julia Kim ini ?

Terima kasih, GBU

[Dari Katolisitas: sepanjang pengetahuan saya, Vatikan belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang fenomena Julia Kim. Hal ini sudah pernah saya tuliskan di sini, silakan klik.]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X