Sekali selamat tetap selamat?

Apakah kamu yakin sudah selamat?

Ketika saya tinggal di Filipina sekitar tahun 1998, saya pernah ditanya oleh seorang teman saya yang adalah anggota Bible study dari kelompok Protestan, “Apakah kamu yakin sudah selamat?” Dia mengatakan keheranannya mengapa umat Katolik sepertinya tidak yakin akan keselamatannya sedangkan kalau umat Protestan yakin dengan seyakin- yakinnya kalau pasti selamat. Mendengar hal ini mungkin kita bertanya- tanya kepada diri sendiri, sikap manakah yang benar? Mari kita melihat jawabannya  dari Kitab Suci, yang menjadi pegangan kita bersama sebagai murid- murid Kristus.

Beberapa ayat yang digunakan untuk mengatakan ‘sekali selamat tetap selamat’

Seringkali saudara- saudari kita yang Protestan mengutip ayat- ayat berikut ini untuk mendukung pemahaman mereka bahwa sekali selamat mereka tetap selamat (once saved, always saved):

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16)

“Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal (1 Yoh 5:13)”

Lalu umumnya mereka mengatakan, jadi yang perlu dilakukan sederhana saja, tinggal mengaku dengan mulut kita bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita, dan kita pasti diselamatkan, seperti yang tertulis dalam surat Rasul Paulus,

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan (Rom 10:9-10).

Tanggapan kita umat Katolik

1. Terhadap Yoh 3:16
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Menurut Rm Pidyarto, O Carm, yang adalah seorang pakar Kitab Suci yang menguasai bahasa Yunani, kata “beroleh” di sini berasal dari kata ἔχω/ echō, echein, yang memang dapat diterjemahkan sebagai ‘beroleh’ (have), tetapi sebenarnya lebih tepat jika diterjemahkan sebagai ‘dapat beroleh’ (may have’), seperti yang terdapat dalam Kitab Suci edisi Douay Rheims/ Vulgate. Ini disebabkan karena digunakannya kata ‘me‘ (dalam bahasa Inggris terjemahannya adalah “lest)”,  pada kata ‘tidak binasa’ (should not perish) sehingga kata sambung ini menuntut / lebih tepat untuk diikuti oleh kata ‘may have‘. Kita mengetahui bahwa dalam bahasa Inggris sendiri kata ‘have‘ dan ‘may have‘  artinya tidak sama persis.

Namun demikian, jika diterjemahkan sebagai “beroleh”, kalimat ini tidak bermaksud mengatakan bahwa hanya dengan percaya/ beriman kepada Anak Allah saja maka seseorang pasti memperoleh hidup yang kekal. Maka kata kunci yang perlu dilihat adalah bagaimana memaknai kata “percaya” / beriman tersebut, sebab iman ini juga mensyaratkan penghayatan. Jadi kata ‘percaya’ di sini tidak boleh hanya diartikan pengakuan dengan mulut saja atau baptisan saja. Kita tidak dapat mengartikan satu ayat dalam Kitab Suci dan melepaskannya dengan ayat- ayat lainnya dalam Kitab Suci. Hidup yang kekal atau keselamatan ini diberikan oleh Allah karena kasih karunia, oleh iman/ kepercayaan yang bekerja oleh kasih (Ef 2:8; Gal 5:6); dan ini diberikan melalui Pembaptisan (Yoh 3:5, Mat 28:19-20) yang melibatkan pertobatan untuk melaksanakan perintah Tuhan (lih. Mat 7:21-23; Ibr 11;39; Yak 2:14.). Maka Gereja Katolik tidak pernah memisahkan kasih karunia, iman, perbuatan kasih, Pembaptisan dan pertobatan dalam ajaran Keselamatan ini. Silakan membaca diskusi mengenai hal ini, lebih lanjut di sini, silakan klik.

2. Terhadap 1 Yoh 5:13
“Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.”

Kata “tahu” di sini berasal dari kata eidete (dari kata oida); sebenarnya berarti “kamu dapat tahu”/ you may know, yang tidak mengacu kepada sesuatu pengetahuan absolut yang pasti. Ini seperti jika kita mengatakan bahwa kita tahu kalau kita dapat nilai A dalam ujian, atas dasar kita sudah belajar dengan rajin dan saya merasa menguasai topiknya. Tetapi kenyataannya apakah pasti kita dapat nilai A atau tidak itu harus dibuktikan kemudian. Jadi “tahu” di sini tidak bersifat absolut, tetapi memang ada pengharapan besar bagi kita untuk mencapainya.

Untuk memahami arti kata eidete maka kita melihat pada ayat sesudahnya yaitu ayat 1Yoh 5: 14-15, yang berbunyi:

“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu (oidamen- dari kata oida), bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.”

Di sini kita harus mengakui bahwa kita tidak dapat mempunyai kepastian yang absolut bahwa Tuhan akan menjawab setiap permintaan kita secara persis. Sebab Tuhan adalah Maha Baik dan Maha Kuasa dan Ia akan menjawab doa kita dengan cara yang dipandang-Nya baik bagi kita, yang sering kali tidak sama dengan yang kita minta/ yang kita pikirkan. Maka di sini kita harus menerima bahwa cara kita “mengetahui” dalam hal ini adalah bersifat kondisional dan bukan sesuatu yang pasti secara absolut.

Dengan pengertian yang sama kita mengartikan ayat 1 Yoh 3:21-22 yang mengatakan,

“Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

Maka kita sebagai umat Katolik ‘mempunyai keberanian percaya‘ untuk menerima apa yang kita doakan, namun kita tidak dapat mengatakannya sebagai jaminan yang sudah pasti secara absolut. Sebab hal keselamatan kita ini juga melibatkan partisipasi kita dalam menyatakan iman kita dalam perbuatan, agar iman yang demikian dapat menjadi iman yang ‘hidup’ (Yak 2: 24, 26) dan menyelamatkan. Kenyataannya bahkan Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa pada akhir jaman akan ada orang- orang yang terkejut untuk mendapatkan bahwa sikap mereka yang tidak menujukkan perbuatan kasih dapat menghantar mereka kepada penghukuman (Mat 25:41-46).

3. Maka hal keselamatan tidak semata tergantung dari “pengakuan dengan mulut” untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat pribadi. Sebab yang tak kalah pentingnya adalah kita harus bertobat, seperti yang diajarkan oleh Rasul Yohanes kepada semua murid Kristus yang sudah menerima Yesus (lihat 1 Yoh 2:12-14). Ia mengatakan,

“Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yoh 1:8-9)

Perhatikanlah bahwa Rasul Yohanes menggunakan kata “kita”, sebab dirinya sendiri juga termasuk di dalamnya. Silakan bertanya kepada orang yang berpandangan “sekali selamat tetap selamat”, apakah mereka masih perlu bertobat atau tidak? Jika mereka menjawab ya, berarti pandangan mereka sebenarnya bukan “sekali selamat tetap selamat”. Tetapi jika mereka mengatakan “tidak perlu bertobat, sebab sudah pasti diampuni dan pasti masuk surga”, maka pandangan mereka ini bertentangan dengan ayat- ayat Kitab Suci lainnya yang mengatakan bahwa dosa/ kejahatan yang tidak disesali tidak akan diampuni dan tidak ada sesuatupun yang berdosa dan najis dapat masuk Kerajaan Surga (lih. Hab 1:13; Why 21:8-9, 27)

Rasul Yohanes kemudian mengklasifikasikan dosa, yaitu dosa yang mematikan (dosa berat) dan dosa yang tidak mematikan (dosa ringan) lih. 1 Yoh 5:16-17. Seseorang yang berdosa berat melepaskan diri dari Tubuh Kristus. Dalam hal ini bukan berarti Yesus kurang kuasa untuk menyelamatkannya, tetapi orang itu sendiri dengan kehendak bebasnya memilih untuk melepaskan diri dari Yesus dengan perbuatan dosanya yang berat. Dan jika ia tidak bertobat, maka ia sendiri menolak rahmat keselamatan yang sudah pernah diterimanya dari Allah.

Selanjutnya, pengakuan dengan mulut juga tidak ada artinya, jika tidak dibarengi dengan ketaatan melaksanakan perintah- perintah Tuhan. Oleh sebab itu Rasul Paulus mengajarkan ketaatan iman (Rom 1:5, 16:26). Yesus berkata,

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Mat 7:21, lih. Mat. 10:33, 18:35).

4. Rasul Paulus mengajarkan kepada kita akan kedua sifat Tuhan yang tidak bisa dipisahkan yaitu kemurahan-Nya namun juga kekerasan-Nya;

“Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.” (Rom 11:22)

Maka di sini jelas dikatakan bahwa oleh kemurahan Tuhan kita diselamatkan, namun kita harus mengusahakan untuk selalu tinggal di dalam kemurahan-Nya. Kita harus bertahan untuk hidup sesuai dengan ajaran Kristus, sampai dengan kesudahannya, baru kita dapat selamat (lih. Mat 10:22). Kita harus berjaga- jaga dan tetap melaksanakan tugas- tugas dan pekerjaan Tuhan yang dipercayakan kepada kita dengan baik sampai pada akhirnya (lih. Luk 12:41-46, Why 2:25-26). Sebab memang benar oleh Injil kita diselamatkan tetapi kita harus tetap teguh berpegang kepadanya (1 Kor 15:1-2). Kita harus hidup kudus dan tidak bercela, dan tekun dalam iman dan tidak bergoncang (Kol 1:22-23); teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan kita (Ibr 3:6). Kita harus setia sampai mati (Why 2:10).

5. Rasul Petrus malah memperingatkan agar kita yang sudah percaya jangan sampai jatuh ke dalam dosa seperti pada waktu belum percaya, sebab akibatnya malah akan lebih parah:

“Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.” (2 Pet 2:20-22)

Kondisi melepaskan diri dari kecemaran dunia ini adalah makna dari kelahiran kembali dalam Kristus yang kita alami pada waktu Pembaptisan. Maka di sini Rasul Petrus mengingatkan agar setiap umat yang sudah dibaptis tidak kembali lagi kepada kehidupan yang lama yang penuh dosa.

6. Yesus juga mengingatkan Dalam Mat 6:15, bahwa kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita, sebab jika tidak, maka Allah Bapa tidak akan mengampuni kesalahan kita. Di sini Yesus tidak memperhitungkan apakah kita sudah ‘lahir baru/ born again‘ atau belum; namun kalau kita tidak mengampuni maka kita akan kehilangan keselamatan kita.

7. Kitab Suci memperingatkan kita bahwa kita dapat ‘lepas dari Kristus, dan hidup di luar kasih karunia‘ jika hidup dalam kuk perhambaan dosa (Gal 5:1-5), agar jangan bermegah supaya tidak dipatahkan (lih. Rom 11:18-22), dicoret namanya dari buku kehidupan (Why 3:5; Mzm 69:28), karena melakukan dosa dan tidak bertobat (lih. Ef 5:3-5; 1 kor 6:9; Gal 5:19; Why 21:6-8).

Tak mengherankan bahwa Rasul Paulus kemudian mengajarkan demikian:

“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Kor 9:27)

Jika Rasul Paulus yang sudah demikian kudus saja semasa hidupnya terus berjuang untuk melatih tubuhnya menghindari dosa, dan mengusahakan agar hidup sesuai dengan Injil agar tidak ditolak oleh Tuhan; apalagi kita- kita ini. Kalau Rasul Paulus sudah yakin “pasti” selamat, tentunya dia tidak perlu menuliskan ayat ini, sebab ia sudah yakin tidak akan ditolak Allah. Ayat ini membuktikan kerendahan hati Rasul Paulus yang selain berpengharapan teguh akan keselamatan yang dijanjikan Allah, namun juga menyadari bahwa ada bagian yang harus dilakukannya yaitu untuk berjuang hidup kudus sesuai dengan Injil yang diberitakannya.

8. Maka ayat Rom 10:9 tentang pengakuan iman akan Kristus yang menghantar kita kepada keselamatan itu tidak hanya untuk dilakukan sekali saja, tetapi harus terus menerus sepanjang hidup kita. Dalam Mat 10:22, 32-33, Tuhan Yesus mengajarkan,

“Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat…. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

Maka konteksnya di sini adalah berpegang pada pengakuan akan Kristus sepanjang hidup kita (lih. Ibr 4:14, 10:23-26 dan 2 Tim 2:12). Kita mengetahui dari Kitab Suci, bahwa pengakuan akan iman kita tidak dilakukan hanya dengan perkataan tetapi terlebih dengan perbuatan. Demikian pula, penyangkalan akan Kristus juga dilakukan dengan perbuatan.

Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman. (1 Tim 5:8)

Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. (1 Kor 6:9-10, lihat juga Ef 5:3-5; Gal 5:19; Why 21:8-9, 27)

Perbedaan kunci antara ajaran Gereja Katolik dan Protestan

Dari uraian di atas, kita dapat memahami bahwa secara garis besar terdapat perbedaan ajaran antara pandangan Protestan dan Gereja Katolik. Bagi umat Protestan keselamatan adalah sesuatu yang sudah pasti, yang diterima pada saat mereka mengakui Yesus sebagai Juru Selamat, berpegang terutama pada Rom 10:9. Sedangkan Gereja Katolik, berpegang kepada keseluruhan ajaran Kitab Suci, percaya bahwa keselamatan adalah sesuatu proses: yang telah, sedang dan akan datang, yang diterima oleh umat beriman karena kasih karunia Allah, oleh iman yang bekerja oleh kasih:

 

  1. Telah diselamatkan (Rom 8:24; Ef 2:5,8; 2 Tim 1:9; Tit 3:5)
  2. Sedang dalam proses (1 Kor 1:18; 2 Kor 2:15; Fil. 2:12; 1 Pet 1:9)
  3. Akan diselamatkan (Mt 10:22, 24:13; Mk 13:13; Mk 16:16; Kis 15:11; Rm 5:9-10; Rm 13:11; 1 Kor 3:15; 2 Tim. 2:11-12; Ibr. 9:28).

Oleh karena itu, Gereja Katolik tidak dapat menerima pandangan Martin Luther yang mengajarkan bahwa manusia diselamatkan oleh iman saja, yang dipisahkan dari perbuatan. Sebab menurut Luther, setelah orang menerima Yesus, maka tak peduli apapun yang dilakukannya, entah ia membunuh atau berzinah beribu-ribu kali sehari, pasti akan tetap masuk surga. Dalam suratnya kepada muridnya, Melancthon, tanggal 1 Agustus, 1521, (translated by Erika Bullmann Flores for Project Wittenberg); online at http://www.iclnet.org/pub/resources/text/wittenberg/luther/letsinsbe.txt , lihat nomor 13, Luther mengatakan, “…Be a sinner, and let your sins be strong, but let your trust in Christ be stronger…. No sin can separate us from Him, even if we were to kill or commit adultery thousands of times each day…

Semoga kita semua dapat melihat bahwa ajaran Luther ini tidak sesuai dengan ajaran Kitab Suci. Maka Gereja Katolik, berpegang pada Kitab Suci, mengajarkan bahwa keselamatan diberikan karena kasih karunia Allah dalam Pembatisan, namun juga mensyaratkan iman dan pertobatan, hidup dalam Kristus, dan melaksanakan perbuatan kasih sebagai bukti dari iman yang hidup. Sebab jika sungguh mengimani Kristus dan mengasihi-Nya, pasti kita akan berusaha menghindari dosa, dan akan rajin berbuat kasih. Iman seperti inilah yang menyelamatkan, seperti yang diajarkan oleh Paus Benedictus tentang Sola Fide menurut ajaran Gereja Katolik, silakan klik di sini.

Ajaran Calvin “sekali selamat tetap selamat” vs. ajaran Bapa Gereja

Ajaran “sekali selamat tetap selamat” ini pertama kali diajarkan oleh John Calvin di pertengahan abad ke 16.  Sebelum Calvin, jemaat Kristiani umumnya mengetahui bahwa seseorang dapat kehilangan keselamatannya, jika melakukan dosa berat, seperti yang diajarkan dalam 1 Yoh 5:16-17.

1. Di abad pertama, Didache, yang dikenal sebagai Pengajaran dari ke- dua belas Rasul mengatakan,

Berjaga- jagalah demi hidupmu. Jangan biarkan terangmu padam, ikat pinggangmu longgar; tetapi selalu siap sedialah; sebab kamu tidak tahu saatnya kapan Tuhan datang. Tetapi seringlah bersekutu, carilah hal- hal yang sesuai dengan jiwamu: sebab imanmu sepanjang waktu tidak akan mendatangkan kebaikan bagimu, jika kamu tidak menjadi sempurna di waktu terakhir.” ((Didache 16 [A.D. 70])).

2. St. Ignatius dari Antiokia (35- 98)

“Jangan salah, saudara-saudaraku: orang- orang yang menyimpang tidak akan masuk dalam Kerajaan Surga. Jika, lalu, mereka yang hidupnya melakukan perbuatan- perbuatan daging akan binasa, maka terlebih lagi mereka yang dengan ajaran- ajaran sesat menyimpangkan iman akan Tuhan yang karenanya Yesus Kristus telah disalibkan… ((St. Ignatius dari Antiokia, Letter to the Ephesians, Ch. 16:1))

3. St. Irenaeus (189) menulis,

“Kepada Kristus Yesus, Tuhan dan Allah kami, sesuai dengan kehendak Bapa yang tidak kelihatan, ‘setiap lutut bertelut dan segala sesuatu di bumi dan di bawah bumi, dan setiap lidah mengaku’ (Flp 2:10-11) kepadanya, dan Ia akan memutuskan penghakiman yang adil kepada semua orang….  Seseorang yang tidak baik dan tidak benar, jahat dan profan akan pergi kepada api abadi, tetapi Ia [Kristus] dapat, memberikan rahmat-Nya, memberikan kekekalan kepada mereka yang benar, kudus, dan mereka yang melakukan perintah- perintah-Nya, dan bertahan dalam kasih karunia-Nya; beberapa dari mereka sejak awal mula [dalam kehidupan Kristianinya], dan yang lain, sejak saat pertobatan mereka, dan Ia dapat mengelilingi mereka dengan kemuliaan kekal.” ((Against Heresies 1:10:1 [A.D. 189])).

Dosa berat memisahkan manusia dari Allah dan keselamatan yang dijanjikan-Nya

Maka pengajaran Gereja Katolik sangatlah konsisten dalam hal ini, bahwa walau janji keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus adalah sesuatu yang tetap dan pasti, namun pemenuhannya tergantung dari manusia itu sendiri. Sebab dosa berat memisahkan manusia dari Allah, memerampasnya dari kehidupan kekal.

KGK 1472     Supaya mengerti ajaran dan praktik Gereja ini, kita harus mengetahui bahwa dosa mempunyai akibat ganda. Dosa berat merampas dari kita persekutuan dengan Allah dan karena itu membuat kita tidak layak untuk kehidupan abadi. Perampasan ini dinamakan “siksa dosa abadi”… ((KGK 1472: Supaya mengerti ajaran dan praktik Gereja ini, kita harus mengetahui bahwa dosa mempunyai akibat ganda. Dosa berat merampas dari kita persekutuan dengan Allah dan karena itu membuat kita tidak layak untuk kehidupan abadi. Perampasan ini dinamakan “siksa dosa abadi”. Di lain pihak, setiap dosa, malahan dosa ringan, mengakibatkan satu hubungan berbahaya dengan makhluk, hal mana membutuhkan penyucian atau di dunia ini, atau sesudah kematian di dalam apa yang dinamakan purgatorium [api penyucian). Penyucian ini membebaskan dari apa yang orang namakan “siksa dosa sementara”. Kedua bentuk siksa ini tidak boleh dipandang sebagai semacam dendam yang Allah kenakan dari luar, tetapi sebagai sesuatu yang muncul dari kodrat dosa itu sendiri. Satu pertobatan yang lahir dari cinta yang bernyala-nyala, dapat mengakibatkan penyucian pendosa secara menyeluruh, sehingga tidak ada siksa dosa lagi yang harus dipikul (Bdk. K.Trente: DS 1712-1713; 1820).))

Dengan demikian kita harus berjuang dalam hidup ini agar jangan sampai  jatuh ke dalam dosa berat yang memisahkan kita dari Allah, sehingga kita tetap dapat menerima janji keselamatan Allah. Atau, jika sampai jatuh sekalipun, lekas- lekaslah bertobat, agar dapat kembali dalam persatuan dengan Kristus. Selanjutnya, kita harus berjuang untuk taat melaksanakan perintah- perintah-Nya dan setia sampai akhir.

Kesimpulan

Maka di manapun di dalam Kitab Suci tidak ada yang mengajarkan bahwa umat Kristen yang telah mengakui Kristus dapat melakukan dosa apapun, wafat dalam keadaan tidak bertobat, namun akan tetap dapat masuk surga juga. Prinsip ‘sekali selamat tetap selamat’ ini sesungguhnya tidak diajarkan dalam Kitab Suci. Selayaknya kita mempunyai kerendahan hati seperti Rasul Paulus yang mengajarkan demikian,

“Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir… ” (Flp 2:12)

Sebab memang kita harus berusaha untuk tetap taat dan setia mengerjakan keselamatan kita sebagai murid- murid Kristus, bukan karena Kristus kurang berkuasa menyelamatkan kita atau karena Ia tidak menepati janji-Nya; namun justru karena memang ada bagian yang harus kita lakukan jika kita benar- benar mengimani dan mengasihi Dia. Maka sebagai umat Katolik, kita mempunyai keberanian untuk berharap bahwa kita akan diselamatkan, namun mari dengan rendah hati kita serahkan kepada Tuhan yang telah berjanji menyelamatkan kita, sambil juga melatih diri agar tidak jatuh dalam dosa yang memisahkan kita dengan Allah. Dengan kerendahan hati ini kita berpengharapan, dan kita percaya bahwa pengharapan ini tidak mengecewakan oleh karena Roh Kudus telah dicurahkan kepada kita!

67
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
18 Comment threads
49 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
23 Comment authors
dicky daniel tandayuMarzelriswansteveOm. herman-wib Recent comment authors
arliando
Guest
arliando

Salam kasih kakak pembimbing,

Saat saya merenungkan Lukas 8:26-39 dan mencoba mengkaitkannya dengan kehidupan kita apakah saya boleh menafsirkan atau merenungkan babi-babi itu sebagai kaum reprobat atau yang dikuasai setan yang akhirnya binasa? (di dalam perikop itu TUhan Yesus membiarkan babi-babi itu binasa) Kalau begitu apakah Tuhan memang membiarkan beberapa orang untuk binasa? Terima kasih mohon bimbingannya Gbu

Marzel
Guest
Marzel

Syalom Bu.Inggrid,

Sekedar info, bahwa “dokumen Vatikan II – dekrit tentang ekumenisme” ini tidak dapat diakses atau dibuka.

Mohon bantuannya, terima kasih sebelumnya.
Tuhan Yesus Memberkati, katolisitas tetap maju berkarya, amin

salam, Marzel

[Dari Katolisitas: silakan klik di sini]

steveO
Guest
steveO

saya mau bertanya pada penulis artikel ini.
jika kita manusia tdk bisa selamat oleh penyelamatan Yesus maka untuk apa anda mengikut Yesus?
jika usaha kita dan ketaatan kita bisa menyelamatkan kita untuk apa Yesus perlu mati di kayu salib?

Stefanus Tay

Shalom SteveO, Ada baiknya Anda membaca kembali artikel tersebut, karena sebenarnya artikel tersebut tidak pernah mengatakan bahwa manusia tidak bisa selamat oleh penyelamatan Yesus dan hanya dengan usaha kita maka kita dapat selamat. Gereja-gereja non-Katolik cenderung untuk memilih A atau B. Namun, Gereja Katolik bisa memilih A dan B secara bersama-sama. Sebagai contoh, Gereja Katolik tidak pernah mengatakan bahwa keselamatan hanya karena perbuatan kasih saja, atau karena iman saja, atau karena baptisan saja. Namun, Gereja Katolik mengatakan bahwa semua hal tersebut diperlukan untuk keselamatan, karena semua hal tersebut diajarkan oleh Kristus. Jadi, yang disorot dalam artikel tersebut adalah untuk menunjukkan… Read more »

riswan
Guest
riswan

salam pa stef, setelah baca pemaparan sekali selamat tetap selamat oleh pengasuh katolisitas saya jadi tersenyum lucu dan sepertinya penganut dan pengasuh gereja katolik tidak mengerti dengan imannya orang percaya bahwa sekali selamat tetap selamat ini sudah sebuah janji orang yg percaya Yesus pasti selamat, karena iman kita di selamatkan seperti contoh penjahat yg di sebelah kanan YEsus karena iman pejahat itu masuk ke dalam taman Firdaus, ini karena sebuah tindakan iman bukan? bagai mana pun percaya kepada YEsus di mulai dari iman/percaya lalu perbuatan tidak ada yg namanya perbuatan dahulu baru iman. [dari katolisitas: Menjadi kebebasan bagi setiap orang… Read more »

Aloysius Siswanto
Guest
Aloysius Siswanto

Shalom Ibu Ingrid Listiati, MTS Sekali selamat tetap selamat. Pembahasan hal tersebut diatas adalah sangat menarik. Jika saya renungkang tulisan tsb dengan tulisan Ibu di “Api Pencucian”. Sebetulnya antara pendapat Katolik dan Protestan tidak beda beda amat. Karena kita yakin orang yang sudah dibaptis akan masuk surga karena sudah mengucapkan Syahadat Para Rasul yang antara lain Percaya akan Allah Bapa Yang maha Kuasa dan Yesus Kristus PuteraNya Yang Tunggal Tuhan Kita. Tapi kalau kita sebagai orang Kristen kalau masih belum bersih dari dosa selama hidup apalagi sering lupa bertobat/ mengaku dosa, maka kita akan disucikab dulu di api pencucian. Bukankah… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Aloysius,

Perbedaan utamanya adalah, bagi umat Katolik, kita menempatkan diri kita sebagai umat Allah dan bukan sebagai hakim. Sedangkan dalam konsep sekali selamat tetap selamat, maka kita “seolah-olah” menempatkan diri sebagai hakim, yang telah memberikan keputusan, bahwa apapun yang kita lakukan, maka kita tetap masuk Sorga. Padahal, seperti yang Anda sebutkan, perkara masuk Sorga, biarlah Allah sendiri yang menentukan. Bagian kita adalah bertumbuh dalam iman, pengharapan dan kasih, serta mempercayakan diri dalam belas kasih Allah.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

yusup sumarno
Guest
yusup sumarno

konsep keselamatan yang sangat menyeluruh/komprehensif/gestalt/utuh/lengkap/seimbang/ dari Katolik. semakin bangga jadi Katolik.

mereka yang kristen nonkatolik juga sering menggunakan kata kata Yesus di salib “Aku berkata kepadamu sesungguhnya hari ini juga kamu akan bersama dengan Aku di dalam Firdaus” sebagai pembenaran bahwa keselamatan penjahat itu hanya karena imannya bukan karena perbuatannya (karena sepanjang hidupnya orang itu berbuat jahat. tapi mereka lupa bahwa sepanjang hidupnya, penjahat itu belum mengenal Yesus. maka pada saat ia pertama kali mengenal Yesus dan bertobat maka ia diselamatkan karena ia tidak punya waktu lagi untuk berbuat baik

m. herman-wib
Guest
m. herman-wib

Shalom, pak Sumarno dan katolisitas.

Terima kasih atas sharingnya. Saya hanya ingin menambah sedikit bhw penjahat tsb langsung masuk firdaus krn memang memohon pengampunan sambil mengakui Jesus sebagai juru selamatnya, namun yg lebih penting lagi, dia sudah melakukan silih atas dosa2nya dgn dihukum/disalib dan menyadari bahwa dia pantas dihukum krn dosa2nya.

arliando
Guest
arliando

Shalom bapak ibu pembimbing, Menurut kristen, perbandingan peran Allah dan manusia dalam keselamatan adalah 100% persen Allah dan 0% manusia. Namun dari penjelasan di atas kenapa tampaknya manusia memiliki peran dalam keselamatan ya? Di Roma 3: 10-dst di situ ditulis tidak satu manusia pun baik, mencari Allah, dll. Berarti ayat ini secara implisit menyatakan bahwa pada dasarnya manusia tidak mau diselamatkan, bukan? Dan menurut senior2 saya, manusia bisa mengasihi itu hanya karena Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita dan karena Roh Kudus yang menggerakkan kita. jadi manusia sama sekali tidak punya peran dalam sejarah atau upaya keselamatan menurut hal yang… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Arliando, Terima kasih atas komentarnya tentang konsep keselamatan. Gereja Katolik mengakui bahwa keselamatan adalah semata-mata anugerah Allah, karena persatuan antara Allah dan manusia di Sorga tidak dapat dicapai oleh manusia tanpa bantuan Allah. Dengan kata lain, Sorga adalah merupakan tatanan rahmat yang berada di luar jangkauan manusia dalam tatanan kodrat. Jadi, diperlukan rahmat Allah sehingga manusia dapat mencapai Sorga. Namun, Tuhan menyelamatkan manusia yang mempunyai kehendak bebas dan bukan menyelamatkan robot. Oleh karena itu, Tuhan tetap menghormati kehendak bebas manusia – yang dapat menjawab “ya” atau “tidak” terhadap tawaran keselamatan Allah. Namun, jawaban ya (iman) dari manusia, juga merupakan… Read more »

dicky daniel tandayu
Guest
dicky daniel tandayu

saya sangat bertrima kasih untuk diskusi yg membangun ini

Leo
Guest
Leo

Syaloom Katolisitas, Terima kasih atas link ini, saya sudah membaca ini sebelum2nya. Terima kasih atas petunjuknya. Kalau Tuhan ingin kita juga berjuang. Sebenarnya saya takut akan “penghayatan” saya akan Penebusan Kristus, karena seakan2 saya berpikir kalau dia cm beli kita dr perbudakan dosa dan cm hapus dosa asal dan dosa sebelum kita baptis dan dosa ke depan2 nya sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan penebusan Kristus, karena dia mao kita jadi manusia baru utk tidak berdosa lagi. Dan saya melihat Kayu Salib itu seperti itu. Dan Hosti itu saya liat sebagai apa ya? itu keterlaluan sekali KAsih Nya kepada kita,, benar2… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Leo, Terima kasih atas tanggapannya tentang penebusan Kristus. Sebenarnya, kalau kita dapat melihatnya dalam konteks bahwa semua rahmat (termasuk yang mengalir dalam Sakramen) mengalir dari penebusan Kristus, maka kita akan mempunyai gambaran yang lebih jelas. Dengan demikian, walaupun baptisan memberikan pengampunan dosa asal dan dosa pribadi sampai pada saat dibaptis, namun rahmat Baptisan yang mengalir dari misteri salib Kristus sebenarnya memampukan kita untuk hidup kudus. Dengan demikian, kalau kita dapat terhindar dari dosa berat dan dapat setia sampai akhir, maka itu sebenarnya adalah karena rahmat Allah yang mengalir dari misteri Paskah Kristus. Tanpa rahmat Allah, maka kita tidak dapat… Read more »

Leo
Guest
Leo

Shaloom Pak Stef, Berarti benar donk kalau sebnarnya kita tuh bisa hidup tidak berdosa atau minim bgt berbuat dosanya, karena buah pengendalian diri nya semakin besar. (Saya jg denger dr Suster di Carmel). Dan adalah salah utk berpikir kalau kita buat dosa sekarang sebenarnya sudah di tanggung oleh Tuhan Yesus di kayu salib? Karena maksud dr Tuhan Yesus mati di kayu salib itu bukan seperti itu tetapi membebaskan kita dr belenggu dosa dan mencurahkan rahmat-Nya yg tidak terbatas agar kita bisa sempurna ( Mat 5:48). kalau begitu banyak sekali orang salah kaprah donk? Apa benar bukan saya yg sala mikir… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Leo, Terima kasih atas pertanyaan dan tanggapannya. Secara prinsip setelah kejatuhan Adam dan Hawa, maka manusia dalam kondisi tidak bisa tidak berdosa (non posse non peccare), karena manusia kehilangan rahmat pengudusan (sanctifying grace) dan four preternatural gifts (rahmat tidak dapat mati, tidak dapat menderita, tunduknya kedagingan terhadap akal budi /the gift of integrity, pengetahuan tentang Tuhan / infused knowledge). Dengan misteri Paskah, rahmat-Nya mengalir dalam sakramen-sakramen, juga termasuk Sakramen Baptis. Setelah menerima Sakramen Baptis, manusia dengan bantuan rahmat Allah bisa tidak berdosa (non posse peccare), karena telah menerima rahmat pengudusan, tiga kebajikan ilahi (iman, pengharapan dan kasih), 7 karunia… Read more »

Leo
Guest
Leo

Shaloom Pak Stef dan Bu inggrid terima kasih atas tanggapannya baik di tanya jawab ini dan di tanya jawab misteri paskah. Sya bersyukur kepada Tuhan yang mengenalkan saya ke Katolisitas.org supaya bisa mengenal Iman Katolik. Jadi yang bisa saya simpulkan dari jawaban2 anda 1. Adalah kurang tepat kalau dikatakan Tuhan menyelubungi kita dr luar istilah nya Tuhan belain kita lalu Bapa Di Surga cm melihat kita sudah di selubungi oleh Kristus. Jadi cm ada 2 manusia di mata Bapa orang yg di dalam Kristus dan orang yg masi di dalam Adam? Tetapi sebenarnya Kristus menebus kita selain mendamaikan kita dengan… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Leo, Kalau kita mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh, maka Tuhan akan membiarkan Diri-Nya ditemukan, dan bahkan secara aktif Tuhan mencari domba-dombanya, dan Dia juga membiarkan Diri-Nya ditemukan oleh orang-orang yang tidak mencari Dia (lih. Yes 65:1). Dengan kata lain, kalau Tuhan membiarkan Dirinya ditemukan oleh orang-orang yang tidak mencari Dia, maka Tuhan akan menyatakan Diri-Nya secara lebih jelas dan istimewa kepada orang-orang yang mencari Dia. Kepada orang yang mengasihi-Nya, Tuhan mengatakan “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Rm 8:28) Jadi, sikap untuk terus… Read more »

Leonard
Guest
Leonard

Shaloom Pak Stef, Adalah benar yang dikatakan oleh anda. Semua ttg Gereja Katolik didirikan oleh Kristus sendiri, ttg Ekaristi, kebenaran tidak akan saling bertentangan ,dsb. tapi saya akui di tengah – tengah pencarian kebenaran yang saya lakukan memang terselip ada kebencian thd Protestan karena kepuasan saya menemukan yg saya rasa paling benar dan akhir ny membawa saya berpikir yg lain salah, (saya tau itu salah dan syukur kepada Tuhan utk mengajarkan saya trus rendah hati dan mengubah saya utk tdk berpikir seperti itu) akibatnya saya tidak yakin saya netral dalam mencari kebenaran. Jadi apakah saya benar2 mencari Tuhan dengan kasih,… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Leonard, Ada baiknya sebelum berdiskusi lebih jauh, kita harus mengerti definisi iman, yaitu keteguhan akal budi dan kehendak terhadap kebenaran yang diwahyukan oleh Allah. Dengan demikian parameter kebenaran bukanlah apa yang menurut kita baik, namun apa yang sebenarnya dikehendaki Allah. Dalam Gereja Allah, perintah Allah dapat dilihat dari Kitab Suci, Tradisi Suci yang diwariskan secara murni oleh Magisterium Gereja. Iman yang seperti ini akan membawa pada ketaatan iman. Kalau anda yakin bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang didirikan oleh Kristus sendiri untuk menjadi sakramen keselamatan, maka konsekuensinya, dengan segala kerendahan hati kita mempertimbangkan dengan hati-hati dan menerima apa yang… Read more »

Leonard
Guest
Leonard

Shaloom Pak Stef, Terima kasih atas tanggapannya. Iya saya menjadi sombong karena di awal2 pencarian kebenaran ,saya menemukan Yesus di dalam pengajaran GK adalah sesuai dengan pemikiran saya dan bukan double predestinatiion yg di katakan oleh teman saya dan membuat saya pusing sekali (lg krisis iman wkt itu) sehingga saya mencari lagi celah2 apalagi nih yg salah dr Protestan. Dan memang saya menjadi sombong tidak bisa melihat saudara yg beda gereja dengan kasih,(akhirnya membuat saya merasa tidak fair dalam mencari kebenaran karena saya berat sebelah). Untuk itu saya berterima kasih atas rahmat Tuhan yang menyadarkan saya. Kira nya Anda berdua… Read more »

Michael Santosa
Guest
Michael Santosa

Salam kenal saya Michael Santosa dan ingin mengetahui lebih jauh tentang topik bahasan ini: sekali selamat tetap selamat. Jadi kalau boleh saya simpulkan iman Katolik percaya bahwa iman dan perbuatan yang menyelamatkan. Iman Reformed yang saya percayai, mempercayai bahwa hanya iman (Sola Fide) yang menyelamatkan. Perbuatan yang baik dan memuliakan Tuhan ‘keluar’ dari iman ini dan orang-orang yang mengaku sudah percaya kepada Kristus tetapi tidak melakukan perbuatan yang memuliakan Tuhan itu adalah orang-orang yang tidak memiliki ‘iman’ yang sejati/benar. Bagaimana tanggapan Anda? Kedua, apakah benar dari sisi sejarah, Gereja Katolik beranggapan bahwa Martin Luther menambahkan kata “hanya” untuk mendukung prinsip… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Michael Santosa, Terima kasih atas kunjungan anda ke situs ini. Tentang keselamatan, maka umat Katolik percaya bahwa keselamatan hanya karena rahmat Tuhan saja (by grace alone) karena kehidupan kekal adalah bersifat adi-kodrati (supernatural). Ini berarti, hanya dengan berbuat baik saja secara kodrati (natural), manusia tidak dapat sampai pada keselamatan kekal, karena perbedaan antara natural dan supernatural adalah tak terhingga. Itulah sebabnya, dalam kasih-Nya, Allah telah mengutus Yesus – sungguh Allah, sungguh manusia – sehingga melalui misteri Paskah, rahmat demi rahmat (lih. Yoh 1:16) mengalir kepada manusia, sehingga manusia dapat memperoleh keselamatan. 1. Kalau kita mempelajari Alkitab secara keseluruhan, maka… Read more »

vincentius felix
Guest
vincentius felix

salam damai sejahtera,, waktu itu saya ditanya oleh seorang calon pendeta protestan,,karna waktu itu kebetulan saya sendiri yang beragama katolik ditengah-tengah mereka,,,sebut saja insialnya “p”..dia bertanya kepada jemaat-jeamaatnya, “P” : apakah kalian yakin jika hari ini juga kalau kita mati kita akan masuk surga? jemaatnya menjawab dengan sangat yakin,,,” ya kami yakin” setelah itu dia melihat ke arah saya,,dan dia bertanya pada saya dengan sambil tertawa,, “P” : apakah kamu yakin jika hari ini kamu mati kamu akan masuk surga? saya merasa di pojokkan,,saya pun kmbali bertanya padanya..”apakah anda yakin anda akan masuk surga? dia menjawab “ya” lalu saya bilang… Read more »

Yohanes
Guest
Yohanes

Shalom, katolisitas.org

Saya ingin bertanya, mengenai pendapat saudara/i Protestan yang mengatakan sebagai berikut:

1) Iman itu tidak lepas dari perbuatan. Namun ajaran Gereja yang mengatakan bahwa iman + perbuatan untuk keselamatan (justification) itu tidak tepat. Yang dikatakan Yakobus bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati adalah bermaksud bahwa iman tanpa perbuatan yang menunjukkan iman Kristiani, tidak bisa dikatakan beriman. Namun iman saja sudah cukup. Sebagai contoh, bila seseorang menerima Kristus, dan belum sempat berbuat baik, apakah dia tidak akan selamat karena harus iman+perbuatan?

Terima kasih sebelumnya, dan Salam Kristus.
Tuhan sertamu.

Johanes
Guest
Johanes

Shalom, katolisitas.org

Mengenai Yoh 3:16 dan 1 Yoh 3:15,
Bolehkah saya meminta referensi yg netral (website, buku, dll), mengenai pengartian secara tata bahasa, dlm ayat ini?
Atau adakah bukti-bukti lain mengenai pengertian dan penjelasan serta interpretasi Gereja, masih mengenai ayat diatas?

Juga, bolehkah saya meminta penjelasan mengenai keselamatan sebagai, telah, sedang, dan akan datang? Beserta kaitannya dengan ‘Once Saved Always Saved’?
Saya kurang mengerti makna yang dijelaskan, mungkin karena wawasan saya masih sangat kurang.

Terima Kasih.
Salam Kasih Kristus.

Linda Miriam
Guest
Linda Miriam

Salam, Saya amat terkesan mengikuti perbahasan dialog tentang Keselamatan dari kacamata Katolik dan Protestan. Sebagai ex-Protestant, aliran Anglican kemudian pindah ke aliran Injili kemudian akhirnya ke aliran Pantekosta, saya perkirakan saya dulunya kalau berbicara selalunya kabur dan berbelit belit seperti saudara Adri. Akhirnya saya yang dahulunya pejuang keras Sola Fide akhirnya akur bahawa Sola Fide bukan Alkitabiah tetapi sebuah penghinaan iman yang murni dengan cara menjatuhkan martabat iman itu menjadi iman murahan iaitu asal percaya selamat dunia akhirat. Kekeliruan ini lah yang akhirnya membuatkan saya meninggalkan Protestant dan kembali kepada Katolik. Ternyata, orang Protestant sendiri banyak yang kurang paham dan… Read more »

De Santo
Guest
De Santo

Adri A says: ” ..kalau di tanya apa kamu pasti selamat ya kita harus bisa berani jawab ya saya pasti selamat , klo di tanya kenapa? ya Tuhan Yesus sendiri yg berani menjanjikan semuanya itu, ——————————————————– Memastikan dirinya selamat [apalagi hanya dengan modal iman saja/sola fide] jelas bukan ajaran gereja katolik. Sikap itu tidak mencerminkan kerendahan hati. Keselamatan bukan soal “ditanya dan harus dijawab apa”, tetapi lebih kepada mengerti apa yang diajarkanNya dan menjalankan apa yang diajarkanNya. Dan untuk mengerti apa yang diajarkanNya, orang tidak bisa bersandar kepada pendapat/pengalaman individu [sekalipun mengaku mendapat wahyu], tetapi harus bersadar pada gereja sbg… Read more »

johanes
Guest
johanes

Adri A says: ” ..kalau di tanya apa kamu pasti selamat ya kita harus bisa berani jawab ya saya pasti selamat , klo di tanya kenapa? ya Tuhan Yesus sendiri yg berani menjanjikan semuanya itu, komentar: Memang Tuhan Yesus menjanjikan keselamatan itu. Tetapi keselamatan itu tidak berhenti pada saat itu juga tetapi harus “DIKERJAKAN” Flp 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, Karena itu ,keselamatan harus dikerjakan, tapi ada juga kemungkinan yang mengerjakannya juga lalai.… Read more »

Indah yulianti
Guest
Indah yulianti

Salom Pak Johanes, Maaf saya ikut nimbrung postingan bapak utk saudara Adry. A copas => ” ..kalau di tanya apa kamu pasti selamat ya kita harus bisa berani jawab ya saya pasti selamat , klo di tanya kenapa? ya Tuhan Yesus sendiri yg berani menjanjikan semuanya itu, Utk pertanyaan yang membutuhkan jawaban Ya atau Tidak, dalam hal ini petanyaan yg menyangkut Keselamatan, maka saya pun akan menjawab : Ya. (sebagaimana jawaban saudara Adry.A) Kalau kemudian dimintai alasan atas jawaban saya, tentu saya akan menguraikan yg menjadi dasar atas jawaban saya. (meski pun jawaban yg saya jawaban tdk 100% sama persis… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Indah, Terima kasih atas komentarnya. Dalam komentar ini ada beberapa topik yang ingin disampaikan oleh Indah. Namun, sebenarnya, beberapa topik tersebut telah dibahas dalam diskusi di link-link berikut ini: 1. Tentang apakah kita pasti selamat: Artikel dapat dibaca di sini – silakan klik. Dan diskusi dengan Adri ada di bawah komentar anda, yaitu di sini – silakan klik. Di link terakhir ini, didiskusikan tentang doktrin “once saved always saved” atau “sekali selamat tetap selamat“. Kalau anda mau, anda dapat bergabung dalam diskusi tersebut, dan memberikan argumentasi-argumentasi yang baru. 2. Secara prinsip, Gereja Katolik melihat keselamatan sebagai: 1) Gereja Katolik,… Read more »

johanes
Guest
johanes

sdr Indah, Menuurt saya, pertanyaan yang diajukan oleh yang bertanya”Apakah kamu pasti selamat?” dan yang menjawab pertanyaan ini” ya/tidak ,saya pasti/tidak selamat!” adalah satu pertanyaan yang tidak berbobot dan tidak perlu ditanyakan. Orang Katolik memang asing dengan pertanyaan dan jawaban atas pertanyaan seperti itu yang menggelikan hati. Mengapa? Karena …jawabannya ada di Matius 7:21-23. Mohon sdr copi paste yang lengkap kata kata Tuhan di Matius : 7:21-23(karena sdr memotongnya di tanggapan sdr sebelumnya) Mat 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Mat 7:22… Read more »

johanes
Guest
johanes

Tambahan buat sdr Indah: Kisah Rasul 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan Kalau menrujuk kepada : Ya saya pasti selamat! maka kis 4:12 ini seharusnya akan berbunyi demikian: Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita PASTI diselamatkan Yang tertulis adalah “dapat” bukan “pasti” Dari penggunaan kata “dapat” saya mestinya kita bisa tahu… Read more »

johanes
Guest
johanes

mari belajar dari filosofi doa yang diajarkan oleh Yesus kepada muridNya: “……..Ampunilah dosa kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami…” Kalau kita mau diampuni maka kita harus mengerjakan pengampunan buat orang lain. Kalau kita mau diselamatkan, maka kita harus mengerjakan keselamatan itu(kepada orang lain=perbuatan) . Jadi doa Yesus sungguh memberikan kita pelajaran bahwa pengakuan saja tidak cukup(Sola Fide-Hanya iman). Perlu tindakan konkrit yang berbarengan dengan pengakuan kita. Itulah yang dimaksudkan dalam Matius 27:21-23 diatas dan Yakobus 2:26. Saya pernah membaca bahwa teologi doa Bapa Kami ini agak sedikit berbeda dengan pengajaran “Sola Fide” nya Protestan. Tidak heran kemudian… Read more »

Indah yulianti
Guest
Indah yulianti

Salom pak Johanes, maaf baru sempat membalas posting saudara saat ini krn baru sekarang ada waktu luang saya utk menulis kembali disini. Menjawab tanggapan saudara Johanes berikut ini tanggapan saya : Injil => Matius 7:21-23 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Indah, Terima kasih atas komentarnya. Memang anda menjawab komentar dari Johanes, namun pokok diskusi sebenarnya masih berkisar hal yang sama, seperti yang kita diskusikan di sini – silakan klik. Saya sebenarnya kurang mengerti mengapa anda tidak melanjutkan diskusi yang sedang berlangsung setengah jalan. Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan: a. Anda mempertanyakan tentang doa dengan perantaraan orang kudus. Bukankah kita sedang berdiskusi tentang topik ini di sini – silakan klik? b. Anda mengatakan “Karena orang katolik (kebanyakan) tidak suka di “usik” dengan pertanyaan yang memerlukan jawaban “Keyakinan Iman” umat-Nya tentang kepastian keselamatan hanya didalam Nama Tuhan Yesus… Read more »

didiktarsisius
Guest
didiktarsisius

Shalom Indah
Diskusi yang anda jalankan sangat tidak fokus, [edit]. Saya hanya mau bertanya kenapa ajaran yang dibawa kaum reformis dulu sangat berbeda dengan sekarang? [edit]. Tuhan memberkati.

johanes
Guest
johanes

Terimakasih atas tanggapan sdr Indah. Bagi kami orang Katolik keselamatan hanya ada pada Tuhan Yesus (tidak pada Maria seperti tuduhan kejam anda dan sebagian besar Protestan kepada Katolik). Kami tidak mengingkari Darah Yesus menjadi keselamatan bagi kami. Titik. dan tidak ada keselamatan di bawah kolong langit ini selain dalam nama Yesus, Jadi sdr tidak perlu lagi mengajarkan dasar dasar Katolik kepada kami dan menjadikan kami orang katolik sebagai orang yang bodoh dalam iman dan perllu ditobatkan. Tentang kami mendoakan doa Salam Maria misalnya , saya rasa kami menempatkan Maria sebagai porsi yang sebagaimana mestinya dan tidak melewati batas. Kalau sdr… Read more »

johanes
Guest
johanes

Dear Indah : melengkapi komentar sdr: copas pak Johanes : Mengapa Ia tetap marah dan menolak orang orang ini? Indah : Tuhan YAHSHUA (Yesus Kristus) marah karena orang” tsb yg mengaku sbg diri para pengikut-Nya (Kristen – Katolik) namun melakukan hal/perbuatan yg tidak berkenan kepada-Nya Dengan tulisan sdr Indah diatas; maka anda meruntuhkan prinsip sola fide yang dianut protestan. artinya sdr menerapkan prinsip ganda dalam menilai sesuatu. Di satu pihak anda setuju sola fide namun dalam tulisan di atas anda meruntuhkannya juga. Maka prinsip sola fide runtuh dengan sendirinya di atas pernyataan anda sendiri. bukankah begitu? copas pak Jo :… Read more »

johanes
Guest
johanes

KESIMPULAN UMUM:

Setiap mulut (yang mengandung kesombongan) mengatakan : SAYA PASTI SELAMAT = MELANGGAR SELURUH OTORITAS ALLAH YANG MAHA KUASA DAN MENYAMAKAN DIRINYA SENDIRI DENGAN ALLAH YANG MEMISAHKAN DIRINYA SENDIRI ANTARA KAMBING DAN DOMBA, SEKALIGUS MENOLAK SELURUH KEBENARAN FIRMAN TUHAN!

marilah kita semua dengan kerendahan hati dan penuh penyesalan datang seperti orang buta yang mendengar Yesus datang:
“YESUS ANAK DAUD KASIHANILAH KAMI!” dan kata perwira: ” YA TUHAN, SAYA TIDAK PANTAS, TUHAN DATANG PADA SAYA, TETAPI BERKATALAH SEPATAH KATA SAJA, MAKA SAYA AKAN SEMBUH”

MARANATHA, DATANGLAH YA TUHAN YESUS

Adri Amanupunnjo
Guest
Adri Amanupunnjo

Salam Kasih, Siapa diantara manusia yg mau berkorban menyerahkan nyawanya untuk orang lain apa lagi demi keselamatan orang yg ingin di tolong? tidak ada, selain Tuhan Yesus sendiri yg mati di kayu salib untuk keselamatan manusia tanpa meminta imbalan dari manusia kalau seperti ini kita katakan adalah anugrah sebab ada yang mau berkorban untuk orang lain tanpa minta imbalan, kalau kita bertahan sampai pada kesudahannya kita adalah orang yg beruntung kalau tidak bertahan ya akan kehilangan, keselamatan adalah milik pribadi kita pegang aja Firman Tuhan di Yohanes 3:16 ( BARANG SIAPA YANG PERCAYA KEPADA NYA TIDAK BINASA ) janji2 Tuhan… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Adri A, 1. Terima kasih atas tanggapannya. Sebenarnya, konsekuensi logis dari penolakan once saved always saved, adalah menolak doktrin sola fide. Kita memang diselamatkan karena iman, karena tanpa iman tidak ada yang dapat menyenangkan Tuhan (lih. Ibr 11:6). Namun, Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa hanya karena IMAN SAJA-lah, kita dapat diselamatkan. Alkitab mengatakan pentingnya baptisan untuk keselamatan, pentingnya perbuatan kasih, pentingnya melaksanakan seluruh perintah Yesus. Saya tidak mempertentangkan antara pentingnya iman untuk keselamatan seseorang. Namun, yang saya pertentangkan adalah HANYA IMAN SAJA tidaklah benar, karena kita tahu bahwa ada yang telah lahir baru tetapi tidak hidup dalam kasih. Silakan… Read more »

wahyudi
Guest
wahyudi

Syalom,
Buat Saudara Adri…
Saya akan menjawab singkat saja…

Jika saat kita bertobat trus kita dipanggil (maaf, meninggal)… jangan kuatir… hal itulah yang sangat kita harapkan dan rindukan…. karena semuanya telah tersedia… , pada saat itu, semua dosa kita telah terbayar…. lunas…. dan kita tinggal di rumah Bapa.

Untuk pertanyaan yang keluar konteks…. apakah perjamuan kudus sudah sesuai dengan firman Tuhan…? Maaf, mohon dibaca di Kitab perjanjian Baru saat Yesus melakukan perjamuan terakhir….

Untuk pertanyaan yang lain-lain sehubungan dengan iman Katolik, saudara Adri dapat membaca terlebih dahulu tema2 yang sudah disampaikan oleh saudara Stef n Inggrid, terima kasih.

Salam Damai sejahtera Selalu

Wahyudi n Fam

wahyudi
Guest
wahyudi

Syalom semuanya…. Saya ingin sedikit urun rembug nih… Kayaknya harus ada persepsi yang sama ya atas : 1. Keselamatan (kekal atau tidak??) 2. Percaya (sebatas kata2 atau karena iman???) 3. Iman Soalnya menurut pemahaman saya, masing2 memakai sudut pandang yang berbeda… jadi usul saya, saudara stef dan Inggrid sebelumnya harus menjelaskan dulu maksud “kata’ tersebut… (singkat saja) dan saya yakin pasti tidak akan ada penyangkalan. Barusan saya juga ada bahasan yang sama saat diskusi dengan teman saudara seiman saya, dengan pengetahuan dan bahasa awam kita. Dan ternyata memang umumnya mereka menerima ayat demi ayat dengan “mentah” (maaf sebelumnya, bukan bermaksud… Read more »

Stefanus Tay

Salam Wahyudi, Terima kasih atas tanggapannya. Dalam diskusi once saved always saved, keselamatan diartikan sebagai keselamatan kekal. Bagi yang percaya akan doktrin ini, maka mereka akan menyatukan antara iman dan perbuatan sebagai satu paket yang tak terpisahkan. Sejauh diartikan bahwa iman tak terpisahkan dari kasih, maka sebenarnya peran iman dalam keselamatan hampir mirip dengan pengertian Gereja Katolik, yang telah dibahas di sini (silakan klik). Namun, keselamatan juga menyangkut banyak hal, seperti baptisan, rahmat Allah, dll. Oleh karena itu, keselamatan menurut konsep Gereja Katolik dapat disarikan sebagai berikut: 1) Internal supernatural grace is absolutely necessary for the beginning of faith and… Read more »

Adri A
Guest
Adri A

Salam Damia Apakah Tuhan Yesus menggagalkan janjiNya sendiri ? tentu tidak. keselamatan adalah anugrah, benar? kita di kasih pilihan ikut Tuhan Yesus atau di luar Tuhan Yesus saya tidak setuju kalau orang kristen berpegang dengan sekali selamat tetap selamat, itu yg bikin orang jahat atau yg tidak mengenal Tuhan Yesus bertobat hanya utk bisa diselamatkan , keselamatan utk selamanya hanya bagai mana kita mempertahankannya ,kita hidup dalam dunia dan kita hidup dalam tubuh jasmani berbuat kesalahan atau dosa itu pasti akan tetap terjadi tetapi ketika sadar dan kita minta ampun Tuhan pasti mengampuni kan Tuhan Yesus bilang sendiri di Yohanes… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Adri A, Terima kasih atas tanggapannya. Saya akan mencoba melanjutkan diskusi ini. Sebelum saya memberikan jawaban, maka saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini kepada Adri. 1) Apakah seseorang yang telah menerima Tuhan Yesus – dengan penyesalan, pertobatan, dan menerima Yesus sebagai juru selamat pribadi – dapat kehilangan keselamatannya kalau dia tidak bertahan dalam kekudusan sampai akhir hidupnya? Kalau ya apakah alasannya dan kalau tidak apakah alasannya. 2) Apakah anda setuju dengan doktrin “faith alone“, yang percaya bahwa kita diselamatkan hanya karena iman saja? Dan apakah alasannya? Mungkin ada baiknya anda memberikan definisi kata “iman“. 3) Apakah anda percaya… Read more »

Adri amanupunnjo
Guest
Adri amanupunnjo

Salam Damai sejahtera,

Baik, saya akan jawab pertanyaan2nya tp sebelum saya jawab pertanyaannya ada satu pertanyaan ” di katakan 1) Apakah seseorang yang telah menerima Tuhan Yesus – dengan penyesalan, pertobatan, dan menerima Yesus sebagai juru selamat pribadi – dapat kehilangan keselamatannya kalau dia tidak bertahan dalam kekudusan sampai akhir hidupnya? hidup dalam kekudusan itu seperti apa ya stefanus?

Stefanus Tay

Shalom Adri, Terima kasih atas tanggapannya. Mungkin agar lebih mudah, saya hilangkan kata kekudusan di point 1 dan saya tambahkan sesuatu di point 3, sehingga pertanyaannya adalah sebagai berikut: 1) Apakah seseorang yang telah menerima Tuhan Yesus – dengan penyesalan, pertobatan, dan menerima Yesus sebagai juru selamat pribadi – dapat kehilangan keselamatannya? Kalau ya apakah alasannya dan kalau tidak apakah alasannya. 2) Apakah anda setuju dengan doktrin “faith alone“, yang percaya bahwa kita diselamatkan hanya karena iman saja? Dan apakah alasannya? Mungkin ada baiknya anda memberikan definisi kata “iman“. 3) Apakah anda percaya akan doktrin “once saved, always saved“? Kapankah… Read more »

Adri Amanupunnjo
Guest
Adri Amanupunnjo

Salam, Untuk yang no 1 , apakah orang yg lahir baru bisa kehilangan keselamatannya jawabannya ya.. di firman Tuhan di katakan klo kita mendukakan Roh Kudus tidak bisa di ampuni lagi Untuk yang no 2 , Ya saya percaya dengan iman kita di selamatkan firman Tuhan mengatakannya sendiri dan keselamatan itu anugrah dan itu kita dapatkan dari pengorbanan Tuhan Yesus di salib, dan saya mau tambahkan bahwa iman tanpa perbuatan hakekatnya adalah mati ( bukan dengan perbuatan baik kita ) tetapi kita harus berbuah karena sudah dan tau keselamatan ya bagikan kesalamatan itu. Iman buat saya adalah Ya dan benar… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Adri A, Terima kasih atas jawabannya. Mari kita melihat jawaban-jawaban dari Adri. Kalau kita menganalisa jawaban tersebut, maka Adri sebenarnya juga dapat melihat bahwa orang yang telah lahir baru juga dapat kehilangan keselamatannya, yaitu kalau orang tersebut menghujat Roh Kudus (lih. Mt 12:32). Apa yang Adri katakan di point 2 adalah apa yang dipercayai oleh Gereja Katolik, bahwa keselamatan adalah suatu anugerah yang mengalir dari misteri Paskah. Dan tentu saja iman adalah perlu untuk keselamatan, namun Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa karena iman SAJA, maka kita diselamatkan. Dan hal ini secara tidak langsung disadari oleh Adri, dengan mengatakan bahwa… Read more »

Adri A
Guest
Adri A

Salam Damai, Saya mengerti posis gereja katolik tentang keselamatan, walau menurut saya keselamatan yg di ajarkan tidak bisa memberikan kepastian yg pasti karena menurut saya dan kata alkitab yg saya tau hanya ada dua jawaban ya/tidak. Saya ingin menegaskan bahwa orang yg sudah mengenal kebenaran Firman Tuhan tidak mengenal namanya doktrin once saved always saved tetapi orang yg lahir baru sudah mempunya jaminan keselamatan malah di Yohanes dikatakan menjadi anak2Nya Tuhan, kita liat penjahat yang ada di sebelah kanannya Tuhan Yesus di detik terakhir hidupnya yg klo kita lihat ngak pantas dia di ajak Tuhan Yesus ke taman Firdaus bukan… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Adri A, Terima kasih atas tanggapannya. Untuk pembahasan tentang penjahat yang bertobat dan penolakan terhadap dogma once saved always saved, dapat dilihat di sini – silakan klik. Kalau memang Adri percaya bahwa jawabannya “ya / tidak”, maka sebenarnya Adri telah menjawab bahwa orang yang lahir baru dapat kehilangan keselamatannya di jawaban sebelumnya. Oleh karena itu, Adri tidak setuju dengan dogma once saved always saved, yang diajarkan oleh John Calvin. Namun, di satu sisi Adri juga mengatakan “Sekali lagi Orang yg lahir baru punya jaminan keselamatan.” Jadi di sini Adri harus mengambil keputusan apakah seseorang yang lahir baru dapat kehilangan… Read more »

Adri A
Guest
Adri A

Salam Damai sejahtra juga, Pa stefanus jawaban saya sangat simple sekali selamat tetap selamat dalam arti kita sudah berubah dari gelap masuk kedalam terang dan dikatakan dalam Firman Tuhan kita jadi anak2Nya dan apa kita selesai sampe di situ? tentu tidak kita harus berbuah kita harus bersaksi kita harus memperlihatkan kasih seorang yg percaya yaitu kasih Kristus agape kepada orang yg blm mengenal Tuhan Yesus dan blm lahir baru supaya mereka mengerti bahwa Tuhan Yesus adalah juru selamat, nah ini yang di maksud kerjakan keselamatanmu kalau hanya sebatas perbuatan baik dan kasih apakah itu cukup saya katakan tidak cukup karena… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Adri A, Terima kasih atas jawabannya. Adri menjawab “sekali selamat tetap selamat dalam arti kita sudah berubah dari gelap masuk kedalam terang dan dikatakan dalam Firman Tuhan kita jadi anak2Nya” ketika saya bertanya “apakah orang yang telah bertobat dan telah menerima Yesus sebagai juru selamat dapat kehilangan keselamatannya atau tidak?“. Namun, di jawaban sebelumnya, Adri mengatakan “Untuk yang no 1 , apakah orang yg lahir baru bisa kehilangan keselamatannya jawabannya ya.. di firman Tuhan di katakan klo kita mendukakan Roh Kudus tidak bisa di ampuni lagi” di sini – silakan klik. Untuk itu, mari kita memberikan definisi bahwa keselamatan… Read more »

Adri Amanupunnjo
Guest
Adri Amanupunnjo

Salam Kasih juga,

Diskusi panjang lebar ternyata pa stefanus hanya ingin tahu apa saya setuju dengan doktrin once saved always saved, saya tidak setuju sampai sekarang tidak ada penginjil atau pendeta dan hamba2 Tuhan yang mengajarkan doktrin ini tp yang saya tahu dalam Firman Tuhan disampaikan yg namanya tidak tertulis di buku kehidupan ya harus menghadapi lautan api neraka, kalau menurut pa stefanus bagaimana caranya supaya nama kita tertulis di buku kehidupan, kalau kata Firman Tuhan Lahir baru dan bertobat, hidup dalam Tuhan itu yg di percaya atau doktrin orang2 yang lahir baru :)

Stefanus Tay

Shalom Adri A, Terima kasih atas tanggapannya. Dengan mengkonfirmasi bahwa anda tidak setuju dengan “once salved always saved“, maka anda akan setuju bahwa “sola fide” juga tidak benar, karena kita melihat dalam kenyataan bahwa ada umat yang telah lahir baru, namun tidak setia sampai akhir hayatnya. Kalau anda diskusikan dengan teman-teman anda dari denominasi Kristen yang lain, maka ada banyak yang tidak setuju dengan anda. Konsep keselamatan menurut Gereja Katolik dapat dilihat dalam beberapa diskusi ini: Dosa berat dalam hubungannya dengan keselamatanKeselamatan dan hubungannya dengan BaptisanApakah keselamatan yang sudah diperoleh melalui Pembaptisan dapat hilang?Keselamatan adalah anugerah Allah?Apakah yang diselamatkan hanya… Read more »

Adnilem Sg
Guest
Adnilem Sg

Shalom katolisitas.org Mohon maaf sebelumnya, saya hanya seorang awam, namun saya percaya dan pegangan saya yg sangat sederhana saja, lihat surat Yakobus 2 : 14 – 26 sbb : yakobus 2 : 14 Apakah gunanya, saudara-saudara-ku,jika seorang mengatakan,bahwa ia mempunyai iman,padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkan iman itu menyelamatkan dia ? Yakobus 2 : 15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, Yakobus 2 : 16 dan seorang dari antara kamu berkata :”Selamat jalan,kenakan kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu ? Yakobus… Read more »

Adri A
Guest
Adri A

Ibu inggrid yg terkasih dalam Tuhan, Tuhan Yesus mengatakan sendiri barang siapa yg percaya kepadaNya tidak akan binasa melainkan akan beroleh hidup yg kekal, Akulah jalan kebenaran dan hidup tidak seorang dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku, banyak perkataan Tuhan Yesus yg menyatakan percaya kepadaNya kita tidak binasa atau beroleh hidup kekal jadi rasanya kalau di tanya apa kamu pasti selamat ya kita harus bisa berani jawab ya saya pasti selamat , klo di tanya kenapa? ya Tuhan Yesus sendiri yg berani menjanjikan semuanya itu, permasalahannya hanya bagai mana kita mempertahannkannya dan nama kita tertulis di buku kehidupan… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X