Sekali lagi kesalahpahaman tentang Bunda Maria

Pertanyaan:

Saudaraku umat Katolik…

Anda menjelaskan panjang lebar tentang ini itu sebenarnya tidak banyak manfaatnya karena itu hanyalah dalih / pembenaran yang (sebagian besar) tidak Alkitabiah…

Mari saya tunjukkan satu hal saja tentang Maria yang anda sebut Ratu Sorga atau Bunda Allah itu…

– Maria itu adalah manusia biasa, sama seperti kita.
– Maria HANYALAH seorang manusia di bumi yang DIPILIH ALLAH sebagai SARANA untuk melahirkan YESUS KRISTUS.
– Maria DIPILIH ALLAH bukan karena Maria suci, bukan juga karena sifat2 / karakter baik tertentu, TAPI karena ALLAH MEMANG MAU MEMILIH dia. (jadi alasan pemilihan bukan dari sisi manusia, namun dari sisi ALLAH, artinya ALLAH bisa pilih siapa saja termasuk anda atau saya, kalau ALLAH mau, jadi tidak harus Maria).
– Semua manusia yang pernah lahir ke dunia (kecuali YESUS KRISTUS) semuanya telah berdosa, termasuk Maria.
– Maria itu menjadi suci HANYA ketika ROH KUDUS menaungi dia guna mengandung bayi KRISTUS, dan berakhir kesuciannya setelah KRISTUS dilahirkan.
– Maria itu memang betul perawan sebelum melahirkan KRISTUS, tapi menganggap Maria perawan abadi itu perlu TANDA TANYA BESAR dimana dasar Alkitabiahnya.
– Maria itu ibu YESUS sebagai manusia, namun bukan Ibu YESUS sebagai ALLAH, jadi merupakan kesalahan yang sangat fatal bila memposisikan Maria sebagai Bunda ALLAH (YESUS Ilahi), yang benar adalah Bunda Yesus (YESUS manusia).
– Maria dijadikan sebagai sarana penghubung dalam doa kepada ALLAH itu adalah suatu penghujatan kepada SATU-SATUNYA jalan dan PENGANTARA kita, yaitu TUHAN YESUS KRISTUS.
– Berdoa kepada Maria adalah tindakan bodoh dan penghinaan kepada satu-satunya PENGANTARA kita kepada BAPA yaitu TUHAN YESUS KRISTUS. Doa hanya boleh ditujukan kepada ALLAH di dalam nama YESUS dan oleh kasih karunia ROH KUDUS. Itulah yang disebut menyembah ALLAH dalam ROH dan KEBENARAN.
– Mengucapkan doa yang sama berulang-ulang apalagi ditujukan kepada Maria, tidak bisa disebut doa, tetapi MANTRA.
– Bukan kebaikan kita, bukan perjuangan kita, bukan usaha kita, dan juga bukan karena didoakan oleh Maria maka anda bisa ke sorga. Kita bisa masuk surga hanyalah semata-mata karena KASIH KARUNIA ALLAH (sola gracia) dan oleh sambutan iman kita kepadaNYA (sola fide).
– Karya salib KRISTUS itu Maha Mulia, Maha Suci, Maha Kasih… jangan pernah menambahkan apapun kepada keselamatan yang disediakan oleh TUHAN YESUS dengan pengorbananNYA (bukan oleh Maria dengan doa2nya), karena upaya untuk menambahkan sesuatu kepada Keselamatan yang adalah Kasih Karunia itu merupakan tindakan menghina salib, alias menghina PENCIPTA anda sendiri.

Jadi kesimpulannya: Menganggap Maria sebagai Ratu Sorga, Bunda ALLAH, serta sebagai sosok yang begitu diagungkan, itu adalah perbuatan yang MENGHINA kemuliaan ALLAH. Karena Maria dipilih ALLAH bukan karena siapa Maria, namun semata-mata karena ALLAH memang ingin memilihnya, jadi tidak ada unsur turut campur atau kebaikan manusia di dalamnya.

Kita semua wajib menghormati Maria sebagai seorang perempuan yang dipilih oleh ALLAH untuk melahirkan TUHAN kita Yesus Kristus, sama seperti kita menghormati ibu kandung kita yang juga telah dipilih ALLAH untuk melahirkan kita, dan Alkitab memang mengajarkan kepada kita untuk mengasihi dan menghormati sesama manusia. Namun penghormatan yang melebihi kapasitas itu sudah termasuk mencuri kemuliaan ALLAH.

Saya tidak perlu menuliskan ayat-ayat yang mendasari tulisan saya diatas, karena saya tahu anda sekalian tentu tahu dimana ayatnya (kalo sampai belum tahu sebaiknya belajar Alkitab lebih dalam atau bertanya kepada pastor anda). Dan saya mengajak saudaraku umat Katolik untuk merenungkan kembali keyakinan anda terhadap Maria selama ini, agar jangan sampai anda tersesat. Karena kita bersaudara (sama2 mengakui YESUS KRISTUS sebagai TUHAN dan JURUSLAMAT), maka dengan segenap kasih saya menghimbau dan mengajak saudaraku untuk kembali berdoa, merenung, berpikir, mengkaji, dan berpijak kepada Alkitab sebagai satu-satunya kebenaran (sola scriptura) dan tidak ditambah-tambahi dengan doktrin para santa santo yang validitasnya tidak bisa disetarakan dengan Alkitab itu sendiri. Bukalah hati, bertanyalah kepada TUHAN, bacalah Alkitab dengan semangat untuk belajar dan bertumbuh dalam kebenaran, niscaya ROH KUDUS akan memberikan pencerahan sejati dan menunjukkan kebenarannya kepada Anda. Percaya begitu saja pada apa yang disampaikan oleh pastor / teolog / doktrin gereja, hanyalah membawa anda pada kesesatan yang lebih dalam. Jadi berhentilah ber-omong kosong dan berhentilah membual, carilah KEBENARAN sejati dengan hati terbuka pada bimbingan ROH KUDUS, agar anda tidak terdampar di api penyucian anda secara kekal (kalo api penyucian itu memang ada). Awas, neraka itu panaaas lho?
Bertobatlah ! Saya mengasihi anda semua umat Katolik, namun saya sangat tidak menyetujui beberapa doktrin omong kosong yang diajarkan gereja Katolik.

Salam kasih, Kevin
(maaf bila ada kalimat yang kurang berkenan, namun begitulah gaya bahasa saya ketika menulis)

Jawaban:

Shalom Kevin,

Saya percaya maksud anda menuliskan keberatan adalah untuk berdiskusi secara terbuka dengan kami umat Katolik, maka untuk maksud inilah saya menanggapi pernyataan anda. Harus diakui, perbedaan yang mendasar yang melandasi pandangan anda, adalah bahwa 1) anda hanya mengandalkan Alkitab saja dalam menyikapi hal Bunda Maria; 2) Alkitab inipun anda artikan seturut dengan pengertian anda sendiri (atau pengajar anda) tanpa membaca interpretasi yang diajarkan oleh Para Bapa Gereja yang meneruskan ajaran para Rasul. Inilah yang menyebabkan pandangan anda berbeda dengan ajaran Gereja Katolik, yang tidak mendasari pengajaran iman hanya dari Kitab Suci, melainkan juga dari Tradisi Suci. Kitab Suci tidak bisa dipisahkan dari Tradisi Suci, karena, dari Tradisi Sucilah lahir Kitab Suci. Saya baru saja menjawab mengenai hal ini di sini, silakan klik atau selanjutnya di artikel ini Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan bagian 3, silakan klik.

Berikut ini adalah tanggapan saya atas pernyataan anda satu persatu (pernyataan anda saya cetak biru):

1. Maria itu adalah manusia biasa, sama seperti kita. Maria HANYALAH seorang manusia di bumi yang DIPILIH ALLAH sebagai SARANA untuk melahirkan YESUS KRISTUS.

Maria memang manusia biasa, sama seperti kita tetapi perannya di dalam rencana keselamatan Allah adalah sungguh unik dan istimewa. Tidak ada manusia lain yang melahirkan Yesus Sang Juru selamat, hanya Bunda Maria saja. Justru karena perannya yang khusus ini yaitu yang melahirkan Kristus Sang Allah Putera, maka ia disebut sebagai Bunda Allah. Hal ini jelas disebutkan di Alkitab:

1. Lukas 1: 43 : Elisabeth menyebut Bunda Maria sebagai “ibu Tuhanku.

2. Matius 1:23: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan mereka akan menamakan Dia Immanuel, yang berarti, “Allah menyertai kita.” Bunda Maria adalah :anak dara itu, maka kesimpulannya, Bunda Maria adalah ibu dari Allah yang beserta kita.

3. Luk 1:35: Kata malaikat itu, “….sebab anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” Karena anak yang dilahirkan Maria adalah Anak Allah, maka Maria disebut Bunda Allah.

4. Gal 4:4 “tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.”

Maka memang, walaupun Maria adalah “sarana” namun sarana ini sungguh istimewa, bukan sebagai sarana tempat yang “asal untuk lewat” saja. Sebab jika tidak demikian, Allah tidak akan berkata demikian kepada Bunda Maria, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau!” (Luk 1:28) Jika kita membaca seluruh Alkitab, kita akan mengetahui bahwa tidak ada satupun orang/ nabi yang disapa Allah dengan salam hormat seperti ini.

DISKUSI LEBIH LANJUT DAPAT DILIHAT DI SINI (SILAKAN KLIK)

2. Maria DIPILIH ALLAH bukan karena Maria suci, bukan juga karena sifat2 / karakter baik tertentu, TAPI karena ALLAH MEMANG MAU MEMILIH dia. (jadi alasan pemilihan bukan dari sisi manusia, namun dari sisi ALLAH, artinya ALLAH bisa pilih siapa saja termasuk anda atau saya, kalau ALLAH mau, jadi tidak harus Maria).

Pernyataan ini ada benarnya, namun harusnya urutannya demikian: Maria dipilih Allah, bukan karena ia suci dari dirinya sendiri. Tetapi, karena Allah memang mau memilih Dia sebagai Ibu yang melahirkan Allah Putera, maka ia disucikan oleh-Nya. Silakan membaca dasar ajaran Gereja Katolik tentang hal ini yang pernah saya tuliskan di sini, silakan klik.

Allah memang dapat memilih siapa saja untuk menjadi Ibu Yesus, tetapi pada kenyataannya Tuhan tidak memilih anda (jika anda perempuan) atau saya, atau orang lain, tetapi, Ia memilih Bunda Maria. Ini suatu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Tuhan memilih Maria karena sejak dari awal mula Tuhan yang Maha Tahu sudah mengetahui bahwa Bunda Maria, dengan kehendak bebasnya akan bekerjasama dengan rahmat yang secara khusus akan diberikan Tuhan kepadanya.

3. Semua manusia yang pernah lahir ke dunia (kecuali YESUS KRISTUS) semuanya telah berdosa, termasuk Maria.

Mungkin anda menyatakan demikian, karena melihat ayat Rom 3:23, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”. Tetapi ternyata toh anda membuat pengecualian sendiri dengan memberikan tambahan di dalam kurung (kecuali Yesus Kristus), karena kita tahu Yesus Kristus tidak berdosa. Artinya memang andapun menyadari bahwa ayat ini tidak harus dimengerti secara mutlak.

Sebelum Rom 3:23, di ayat 9 dan 10 Rasul Paulus mengatakan, “mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” Sebenarnya di sini Rasul Paulus mengutip Mazmur 14, khususnya ayat 3, “Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.” Mazmur 14 ini ditulis Raja Daud yang menyampaikan ratapannya tentang besarnya pemberontakan bangsa Israel. Sebab musuh Raja Daud pada saat Mazmur itu ditulis, tidak lagi hanya bangsa-bangsa non Yahudi, tetapi bangsa Yahudi itu sendiri, bahkan orang terdekat dan anggota keluarganya sendiri, Saul dan Absolom. Maka Raja Daud menggunakan kata “semua” adalah dalam konteks menyatakan semua golongan, baik Yahudi maupun non Yahudi- dan bukannya bermaksud untuk menyatakan semua orang. Kita ketahui demikian, karena segera sesudah menyebutkan “semua orang melakukan kejahatan”, Raja Daud  menyebutkan “umat-Ku” (ay. 4) dan “angkatan yang benar” (ay.5). Kalau semua orang (dalam arti setiap orang tanpa kecuali) adalah jahat seperti yang disebutkan pada ayat 3 tersebut, siapa yang disebut Raja Daud sebagai “angkatan yang benar” tersebut? Sama konteksnya dengan perkataan Raja Daud, Rasul Paulus juga mengatakan “semua” dalam ayat Rom 3:23 dalam arti semua golongan telah berdosa terhadap Tuhan, tidak hanya orang-orang non- Yahudi, namun orang Yahudi juga. Jadi yang ingin disampaikan di sini adalah, tidak adanya beda antara orang yang bersunat dan tidak bersunat, kedua kelompok itu mempunyai dosa- dosa yang dilakukan oleh pribadi- pribadi di dalamnya, dan keduanya memerlukan kasih karunia Allah untuk dibenarkan di dalam iman akan Yesus Kristus.

Jadi perikop ini tidak bermaksud untuk menyatakan bahwa “semua orang telah berbuat dosa” dalam arti mutlak. Sebab Yesus adalah perkecualiannya, dan anak- anak yang di bawah umur (under the age of reason) juga demikian. Gereja Katolik mengajarkan bahwa Bunda Maria juga termasuk kekecualian dalam hal ini. Dasarnya mengapa Gereja Katolik mengajarkan demikian, tertulis dalam artikel Bunda Maria dikandung tanpa noda, mungkinkah?, silakan klik. Dengan prinsip ajaran Gereja Katolik ini maka tidak benar pendapat anda yang mengatakan, Maria itu menjadi suci HANYA ketika ROH KUDUS menaungi dia guna mengandung bayi KRISTUS, dan berakhir kesuciannya setelah KRISTUS dilahirkan. Kalau anda perhatikan, ayat Alkitab tidak mengatakan demikian. Maria telah dipenuhi rahmat Allah (lih. Luk 1:28, Hail, full of grace!) sebelum malaikat itu mengatakan bahwa Roh Kudus akan turun atasnya sehingga dapat mengandung seorang anak tanpa campur tangan manusia (lih. Luk 1:35).

4. Maria itu memang betul perawan sebelum melahirkan KRISTUS, tapi menganggap Maria perawan abadi itu perlu TANDA TANYA BESAR dimana dasar Alkitabiahnya.

Silakan anda membaca artikel ini: Bunda Maria tetap perawan, mungkinkah? silakan klik dan silakan membaca dasar Alkitabiahnya. Perlu anda ketahui di sini bahwa para pendiri gereja Protestan, Martin Luther, John Calvin, Zwingli dan John Wesley, semua mengajarkan hal Maria yang tetap perawan ini. (Silakan membaca  kutipannya di artikel Bunda Maria tetap perawan tersebut). Adalah suatu pertanyaan besar, mengapa berabad sesudahnya para pengikut mereka malah tidak memegang ajaran dari para pendiri mereka. Kebanyakan pandangan yang ada pada orang- orang yang skeptik tentang keperawanan Maria adalah karena membandingkannya dengan keadaan umumnya yang terjadi pada ibu yang melahirkan. Namun sejujurnya kita harus mengakui, sejak awal Gereja telah mengakui bahwa hal itu tidak terjadi pada bayi Kristus. Sebab, seperti Kritus yang bangkit dengan tubuh-Nya dapat menembus pintu-pintu rumah yang terkunci (lihat Yoh 20: 26), maka pada saat kelahiran-Nya, Ia pun dapat lahir dengan tidak merusak keperawanan ibu-Nya. Sebab Kristus yang adalah teladan Yang Sempurna, Utuh (uncorruptible), Sang Penyembuh, tidak mungkin mengawali kedatangan-Nya di dunia dengan merusak keutuhan ibu-Nya sendiri.

5. Maria itu ibu YESUS sebagai manusia, namun bukan Ibu YESUS sebagai ALLAH, jadi merupakan kesalahan yang sangat fatal bila memposisikan Maria sebagai Bunda ALLAH (YESUS Ilahi), yang benar adalah Bunda Yesus (YESUS manusia).

Jika anda mempelajari sejarah Gereja, maka anda akan mengetahui bahwa pandangan anda serupa dengan yang diajarkan oleh Nestorius (abad ke-4- 5), yang menolak keutuhan Pribadi Yesus. Maka Maria dilihat hanya sebagai ibu Yesus sebagai manusia, bukan ibu Yesus yang adalah Tuhan. Yesus dikatakan sebagai hanya “Temple of the Logos” (Yesus manusia) dan bukannya “Logos“/ Sabda (Yesus Ilahi) itu sendiri.

Ajaran sesat ini ditanggapi oleh Bapa Gereja, St. Cyril dari Alexandria (380-444) yang menjelaskan bahwa Maria adalah Bunda Allah sebab Kristus adalah Allah: “Saya heran akan pertanyaan yang menanyakan apakah Perawan Suci harus disebut sebagai Bunda Allah, sebab itu hampir sama dengan menanyakan apakah Puteranya Putera Allah atau bukan?” (St. Cyril of Alexandria, Epistle 1,4) Ia mengambil baginya kodrat kemanusiaan secara penuh dari Bunda Maria supaya Ia dapat menderita dalam kemanusiaan-Nya bagi kita. “Ia memberikan tubuh-Nya untuk mati [bagi kita], meskipun secara kodrat-Nya [sebagai Allah] Ia adalah hidup dan kebangkitan.” (Lihat St. Cyril of Alexandria, First Letter to Nestorius, trans. Henry Percival, in Nicene and Post Nicene Fathers, 14: 201-205)…. “Sang Sabda, setelah menyatukan secara hypostatik dalam Diri-Nya, daging yang dihidupi oleh jiwa manusia …, Ia menjadi manusia dan disebut sebagai Anak Manusia…” Dengan Inkarnasi, maka Putera Allah menjelma menjadi manusia dalam rahim Maria. Ini terjadi dalam saat yang bersamaan, sehingga bukan terjadi manusia terlebih dahulu, baru kemudian Sabda itu turun memenuhinya. Dengan demikian, maka Yesus dapat mengatakan bahwa kelahiran-Nya dalam daging itu sungguh-sungguh adalah kelahiran-Nya. “Maka para Bapa Gereja tidak segan-segan mengatakan bahwa Perawan Suci (Maria) adalah Bunda Allah.” (D 111, St. Cyril of Alexandria, Second Letter to Nestorius, Ibid.)

Memisahkan Yesus manusia dan Yesus Ilahi itu seperti halnya memisahkan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam pribadi manusia. Itu sama seperti mengatakan bahwa ibu Siti Habibah itu adalah ibunda Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, tetapi bukan ibunda dari Bapak Presiden RI. Hal ini tidak mungkin, karena kita percaya bahwa Bapak SBY adalah juga Bapak Presiden RI. Dengan analogi ini, maka jika kita mengatakan bahwa Bunda Maria adalah Bunda Yesus dan jika kita percaya Yesus itu selain manusia juga Putera Allah, maka Bunda Maria adalah Bunda Allah.

Terlihat di sini ajaran mengenai “Bunda Allah” bukan semata-mata untuk memberi gelar kepada Bunda Maria, tetapi terutama adalah untuk mempertahankan ajaran para rasul bahwa Yesus, semasa hidup-Nya di dunia, adalah sungguh- sungguh manusia tetapi juga sungguh- sungguh Allah; dan kedua kodrat ini menyatu dalam Pribadi Yesus, walaupun tidak tercampur aduk. Setiap kodrat (manusia dan Ilahi) dari  diri Yesus mempunyai karakter/ sifat-sifatnya tersendiri namun tidak terpisahkan menjadi dua hal yang tidak berhubungan. Silakan jika anda tertarik, untuk membaca topik ajaran ini yaitu Yesus sungguh Allah sungguh manusia, silakan klik di sini.

6. Maria dijadikan sebagai sarana penghubung dalam doa kepada ALLAH itu adalah suatu penghujatan kepada SATU-SATUNYA jalan dan PENGANTARA kita, yaitu TUHAN YESUS KRISTUS. Berdoa kepada Maria adalah tindakan bodoh dan penghinaan kepada satu-satunya PENGANTARA kita kepada BAPA yaitu TUHAN YESUS KRISTUS. Doa hanya boleh ditujukan kepada ALLAH di dalam nama YESUS dan oleh kasih karunia ROH KUDUS. Itulah yang disebut menyembah ALLAH dalam ROH dan KEBENARAN.

Di sini harus diakui bahwa pemahaman konsep “Pengantara” menurut paham Protestan berbeda dengan ajaran Gereja Katolik. Menurut Protestan, Pengantaraan Yesus yang satu-satunya itu (1 Tim 2:5) bersifat eksklusif (hanya Yesus saja), tetapi menurut Gereja Katolik Pengantaraan Yesus yang satu-satu-Nya itu inklusif (sebagai Kepala yang melibatkan anggota-anggota Tubuh-Nya yaitu Gereja-Nya -lih. Ef 5:22-32). Dasar Akitabiah ajaran ini pernah kami tuliskan di sini, silakan klik.

Karena Pengantaraan Bunda Maria ini bergantung pada Pengantaraan Yesus, dan hanya bisa terjadi karena Pengantaraan Yesus, maka tetap saja doa umat Katolik ditujukan pertama-tama kepada Allah Bapa, dengan Pengantaraan Kristus dan di dalam Kristus, oleh kuasa Roh Kudus. Kepada Bunda Maria ini umat Katolik hanya mohon didoakan, karena percaya akan besarnya kuasa doa Bunda Maria (dan para orang kudus lainnya), sebagai orang yang sudah dibenarkan Allah (lih. Yak 5:16). Selanjutnya, tentang apakah ajaran mengenai persekutuan orang kudus itu berlawanan dengan ajaran Alkitab, sudah pernah dibahas di sini, silakan klik.

7. Mengucapkan doa yang sama berulang-ulang apalagi ditujukan kepada Maria, tidak bisa disebut doa, tetapi MANTRA.

Topik ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik. Pada dasanya Rosario bukanlah doa berulang yang sia-sia, seperti yang dituduhkan/ dikira banyak orang. Doa rosario adalah rangkaian doa -doa yang disertai dan “dijiwai” oleh permenungan kisah peristiwa hidup Yesus. Maka doa Rosario bukan semata- mata doa berulang, melainkan merupakan rangkuman permenungan akan misteri keselamatan Allah. Rosario adalah doa yang sangat indah yang dapat membawa seseorang semakin menghayati kasih Kristus, sehingga iapun dibawa untuk mengasihi Kristus dan mensyukuri karya Keselamatan-Nya.

8. Bukan kebaikan kita, bukan perjuangan kita, bukan usaha kita, dan juga bukan karena didoakan oleh Maria maka anda bisa ke sorga. Kita bisa masuk surga hanyalah semata-mata karena KASIH KARUNIA ALLAH (sola gracia) dan oleh sambutan iman kita kepadaNYA (sola fide).

Paus Benediktus XVI pernah membahas tentang Sola Fide ini menurut ajaran Gereja Katolik, seperti pernah saya paparkan di jawaban ini, silakan klik. Gereja Katolik juga mengajarkan bahwa keselamatan diperoleh karena kasih karunia Allah, oleh iman, namun iman ini tidak untuk dipisahkan dan dipertentangkan dengan kasih. Maka Gereja Katolik juga tidak pernah mengajarkan bahwa manusia diselamatkan oleh perbuatan manusia semata.

9. Karya salib KRISTUS itu Maha Mulia, Maha Suci, Maha Kasih… jangan pernah menambahkan apapun kepada keselamatan yang disediakan oleh TUHAN YESUS dengan pengorbananNYA (bukan oleh Maria dengan doa2nya), karena upaya untuk menambahkan sesuatu kepada Keselamatan yang adalah Kasih Karunia itu merupakan tindakan menghina salib, alias menghina PENCIPTA anda sendiri.

Anda mengatakan demikian seolah anda mempertentangkan doa Maria dengan karya Keselamatan Kristus. Padahal tidak demikian jika kita membaca Alkitab. Maria hanya menghantar manusia kepada Yesus dan mendorong agar manusia melakukan apa yang menjadi perintah Yesus (lih. Yoh 2:5). Maka pengantaraan doa Bunda Maria bukan menghina salib dan menghina Yesus, tetapi malahan mendukung karya penyelamatan Yesus.

10. Jadi kesimpulannya: Menganggap Maria sebagai Ratu Sorga, Bunda ALLAH, serta sebagai sosok yang begitu diagungkan, itu adalah perbuatan yang MENGHINA kemuliaan ALLAH….. Kita semua wajib menghormati Maria sebagai seorang perempuan yang dipilih oleh ALLAH untuk melahirkan TUHAN kita Yesus Kristus, sama seperti kita menghormati ibu kandung kita yang juga telah dipilih ALLAH untuk melahirkan kita….. Namun penghormatan yang melebihi kapasitas itu sudah termasuk mencuri kemuliaan ALLAH.

Topik tentang Ratu Surga sudah pernah dibahas di sini, silakan klik dan  klik di sini. Jika kita mau terbuka untuk mendengarkan pengajaran Bapa Gereja tentang Bunda Maria, maka sesungguhnya kita akan memahami bahwa menghormati Maria sebagai Ratu Surga dan bahwa Maria diangkat ke surga, bukan menghina kemuliaan Allah, namun malah menyatakan kemuliaan Allah. Sebab Bunda Maria merupakan “sebuah masterpiece di tangan Sang Pencipta”, yang keindahannya menggambarkan kemuliaan Penciptanya dan bukan kemuliaan dirinya sendiri.

Sudah sepantasnya kita menghormati dan mengasihi ibu kita sendiri, namun juga sepantasnya, jika menghormati dan mengasihi Kristus, kita menghormati dan mengasihi pula ibu-Nya yang diberikan-Nya kepada kita (lih Yoh 19:26-27). Jika kita mengasihi Kristus lebih daripada segalanya, maka sudah selayaknya juga kita mengasihi dan menempatkan ibu-Nya secara khusus di hati kita, sebab melalui kesediaan Bunda Marialah maka kita memperoleh Yesus Penyelamat kita. Betapa kita harus berterimakasih kepada Bunda Maria secara istimewa!

Maka, terima kasih atas anjuran anda agar kami umat Katolik untuk berdoa, merenung, berpikir tentang iman kami. Ya, memang itulah yang kami usahakan, antara lain dengan adanya situs ini. Namun untuk menerima doktrin Sola Scriptura (Alkitab saja) sebagai doktrin yang benar, tentu saja tidak akan pernah bisa kami lakukan, karena itu sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Alkitab itu sendiri. Lagipula, buah dari Sola Scriptura mengakibatkan perpecahan gereja, silakan klik, dengan timbulnya 28.000 macam denominasi gereja Protestan, yang masing-masing mengklaim denominasinya yang paling benar. Jika anda memakai prinsip yang diajarkan Kristus, untuk menilai apakah pohon itu baik dari buahnya (Mat 12:33, Luk 6:44) maka anda akan mengetahui apakah Sola Scriptura itu baik atau tidak.

Silakan anda membaca kembali Alkitab anda, maka anda tidak akan menemukan satu ayatpun yang mengatakan bahwa Kitab Suci adalah satu-satunya sumber pengajaran iman. Yang tertulis malah Rasul Paulus mengingatkan umat agar perpegang tidak saja pada ajaran-ajaran tertulis (seperti Injil dan surat- surat Rasul) namun juga pada pengajaran lisan dari para rasul (yang menjadi Tradisi Suci dalam Gereja Katolik). Rasul Paulus mengatakan, “Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.” (2 Tes 2:15). Tentu saja pada saat itu Rasul Paulus tidak menganggap bahwa pengajaran lisan tersebut tidak penting, atau bahkan bertentangan dengan ajaran tertulis dari para Rasul. Selanjutnya Rasul Pauluspun mengajarkan, “Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” (1 Tim 3:15). Maka di sini kita ketahui Alkitab sendiri menyatakan bahwa tiang/ tonggak penopang dan dasar kebenaran adalah jemaat/ Gereja, sebab memang oleh Gerejalah Alkitab itu lahir. Dan Gereja yang melahirkan Alkitab itu -yang menetapkan kanon Alkitab pertama kali tahun 382- adalah Gereja Katolik.

Jadi kami rasa tidak tepat kalau anda mengatakan kami membual dan beromong kosong di sini. Sebab yang kami tuliskan di sini semua ada dasarnya, baik dari Kitab Suci, maupun tulisan Bapa Gereja yang sudah ada sejak abad- abad awal, dan yang diteruskan dengan setia oleh Gereja Katolik. Jika anda mengatakan bahwa Gereja Katolik mengajarkan omong kosong, itu sama saja anda mengatakan bahwa ajaran para Bapa Gereja dan para rasul itu juga omong kosong; dan dengan demikian secara tidak langsung anda menempatkan pemahaman pribadi anda di atas pengajaran para Rasul. Saya percaya anda tidak bermaksud demikian.

19/12/2018

104
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
39 Comment threads
65 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
62 Comment authors
vity sungkayroandykurniawanMARIA Recent comment authors
kayro
Member
kayro

Salam, Yang dimaksud bunda Allah itu apakah karena Maria ibu kandung asli Yesus? Apakah karena Allah sudah menentukan maria sebagai ibu apa hanya alat rencana Allah? Pertanyaan ini muncul karena Anak saya bertanya sama saya kenapa saya harus berdiri di depan patung maria pap utk berdoa? [Dari Katolisitas: Silakan membaca beberapa artikel tentang Bunda Maria yang sudah ada cukup banyak di situs ini. Silakan menggunakan fasilitas pencarian di sisi kanan homepage dengan mengetikkan kata kuncinya lalu enter. Secara khusus mungkin Anda dapat membaca artikel-artikel ini terlebih dahulu: Mungkinkah Maria yang manusia biasa disebut sebagai Bunda Allah? Maria, ibu biologis Yesus… Read more »

andy
Guest
andy

saya terkesan dengan semua tulisan di artikel ini, terutama untuk ibu inggrid dkk seiman katolik. Apa jadinya bila ngga ada lagi manusia-manusia seperti ibu inggrid dkk, mungkin kita yang masih dipersimpangan iman kita akan bingung dan tak tau arah harus kemana kita berjalan melangkah atau mana arah tujuan kita. 1 hal yang jelas dan sederhana yang saya tau, kita sebagai manusia biasa saja bila keabsahan ibu kandung kita sendiri dipertanyakan sama orang-orang yang sudah mengenal kita, padahal jelas-jelas dengan bukti lisan dan tertulis itu adalah ibu kandung kita, maka kita akan marah, sedih bahkan sakit hati dan lainnya, ke orang-orang… Read more »

kurniawan
Guest
kurniawan

Saya ingin bertanya, bila seseorang berdoa dalam bahasa Roh (glossolalia) apakah perlu berdoa melalui perantara Maria? karena hanya Tuhan, Allah dan Roh Kudus yang mengerti arti bahasa Roh.
Bahasa Roh yang saya dapat karena karunia Roh Kudus, bukan karena dibuat-buat dan sebagainya. Para pendeta dan jemaat juga yang diberi karunia berbahasa Roh dapat melakukannya

[dari katolisitas: Sebenarnya tidak ada hubungan antara bahasa Roh dengan Bunda Maria. Pertanyaan anda sama seperti ini: Kalau Anda dapat berdoa dalam bahasa roh, apakah Anda pernah minta didoakan oleh pendeta, keluarga, teman? Bukankah untuk mendapatkan bahasa roh ini, Anda juga perlu didoakan oleh pendeta atau teman Anda?]

MARIA
Guest

Saya seorang Katolik dan saya sangat mengasihi Bunda Maria. Trimakasih kepada ibu Ingrid Lisliati yang telah memberikan pemahaman kepada saya mengenai peran Bunda Maria yang memiliki peran penting bagi seluruh umat manusia termasuk saudara Kevin sendiri

abrahammahan
Guest
abrahammahan

Shalom.. Hmmmm dari pada debat kaya gini.. mending tanya Roh kudus atau Tuhan langsung ttng “Boleh ga sih berdoa secara terus menerus ke bunda maria ?” kalau blm peka dengan suara Tuhan.Jangan ambil keputusan sendiri “Boleh kok boleh…/ Boleh banget !! ” atas dasar apa ? kalo Tuhan minta nya untuk berdoa ke Dia bukan ke yang lain kok :) . Kalau mau peka suara Tuhan. Minta !! ( Matius 7:7 Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. )Btw Jangan beda bedain Protestan dengan Katolik ya :) .. karena kita sama… Read more »

Rachmat
Guest
Rachmat

Syalom, saya disini hanya menyampaikan sedikit komentar mengenai diskusi ini, Mengenai doa kepada Maria itu tidak bener, karena mana ada dasarnya (ayatnya) bahwa Yesus menyuruh muridnya untuk berdoa kepada Maria, kalau anda mengatakan bahwa Yesus mengatakan inilah ibumu dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya : ini berarti Yesus mengatakan supaya murid-muridnya memelihara dan melindungi Maria, hanya itu saja [dari Katolisitas: menanggapi komentar Anda ini, kami menyarankan Anda membaca artikel “7 pesan terakhir Yesus di kayu salib yang mengantar manusia pada keselamatan” khususnya bagian ketiga, silakan klik di sini. Juga silakan dibaca artikel “Maria Bunda Gereja”,… Read more »

Selly Angela G
Guest
Selly Angela G

Bagaimanapun hujatan telah melahirkan kemauan/ilham untuk mencari. Mendadak saya yang awalnya kurang respek pada Maria setelah lebih dari 10 tahun menjadi katolik, membeli buku Rahasia Rosario karya St. Louis de Monfort yang secara ajaib buku yg tinggal 1 itu menemukanku, jg web Katolisitas. Saya jadi mulai mau berdoa Rosario dan mendapatkan banyak bantuan dari Bunda.
Jadi sungguh hujatan keji ini adalah berkah terselubung. Hanya kadang masih agak susah untuk memaafkan orang yang melakukannya, karena mereka punya kecenderungan mengulangi. Namun bila saya terngiang2 oleh bisikan Ilahi, saya harus mau memaafkannya dan lebih bersabar seperti yang diteladankan Bu Inggrid. Saya mau mencoba!

Paulus Sutikno Panuwun
Guest
Paulus Sutikno Panuwun

Dear All, Saya sebagai Katolik sudah terbiasa mendengar hal2 tsb dari sebagian kalangan Kristen. Buat saya Bunda Maria lebih indah dan mulia sebagai teladan orang beriman; nah kalau kita membaca dari Alkitab, saya lebih mengutamakan melihat pada keistimewaan Maria al sbb : 1. Maria selalu menggunakan Hatinya dalam semua peristiwa ; inilah yang saya paling sukai ; karena betapa manusia modern sekarang ini tidak mengenali hatinya ; selalu mengandalkan pikirannya ; mengadili benar dan salah ; apakah alkitabiah atau tidak, mengutamakan untung daripada malang ; mengutamakan kesuksesan sendiri, mengejar popularitas ; daripada menjadi orang hidup yang menghidupi sesamanya. Kenyataannya Tuhan… Read more »

ALBERTUS
Guest
ALBERTUS

To Kevin :
Kevin menulis :
Anda menjelaskan panjang lebar tentang ini itu sebenarnya tidak banyak manfaatnya karena itu hanyalah dalih / pembenaran yang (sebagian besar) tidak Alkitabiah…

Albertus menanggapi :
Kevin menjelaskan panjang lebar tentang ini itu sebenarnya tidak banyak manfaatnya karena itu hanyalah dalih / pembenaran yang dianggap Alkitabiah…

Saya mengasihi Kevin sebagai sesama manusia tetapi saya juga sangat tidak suka dengan doktrin Protestan
( Sola macam2 itu ) yang sangat dianggap alkitabiah dan kesukaan orang protestan untuk menjelek jelekkan Gereja Katolik tanpa mau diberi pengertian.

Salam kasih dalam Kristus
Albert

Aquilino Amaral
Guest
Aquilino Amaral

Dama sejaterah bagi saudaraku dari Non-Katolik, Bahwasannya, penjelasan dari Katolisitas.org, itu sangatlah jelas, dan masuk diakal, yang menjelaskan tentang alkitab dan tradisi suci yang diinterpretasikan oleh Magisterium gereja. Oleh karena itu, bagi saudara kita non-katolik (Kalangan Protestan) untuk tidak mengedepankan pendapat anda tentang Alkitab, atau anda seharusnya tidak boleh menginterpretasi isi alkibat dengan pemahaman anda sendiri, karena kita boleh menginterpretasikan menurut kehendak sendiri. Gereja katolik melalui Magisterium Gereja yang akan menginterpretasi isi alkitab dengan bimbingan roh kudus, agar interpretasi mereka tidak meleset dari ajaran dari para bapa gereja dan para rasul. Oleh karena itu, lebih baik anda berhenti menginterpretasikan alkitab… Read more »

Harjanto
Guest
Harjanto

#Peristiwa pesta di Kanaan: Bunda Maria meminta Jesus membantu tuan rumah yg kehabisan anggur. Jesus semula menjawab: waktuKU belum tiba, Ibu. Spt yg menolak, tp disitulah Tuhan kita mengadakan mujizat yg pertama, menunjukkan kemuliaanNYA. Memenuhi permintaan Bunda Maria, IbuNYA. #Disaat menjelang ajalNYA dikayu salib, dibwh salib ada Bunda Maria n muridNYA. Tuhan kita berkata kepada muridNYA: inilah Ibumu. Sejak saat itu Bunda Maria diterima dirmh para murid Jesus…… *** Betapa Jesus sendiri sangat mencintai n menghormati ibuNYA. Alkitabiah !!! Kalau kau Kristen, coba kau baca didalam Injil, kedua peristiwa itu ada kok. sebagai pengikut Jesus, tentu saja org Kristen HARUS… Read more »

son
Guest
son

Coba saya jelaskan dengan simple. 1. Intinya Maria adalah seorang yang spesial sehingga Allah memilih beliau utk mengandung Yesus. Mengapa demikian? Mengapa Allah memilih Maria? Adakah pernah dijelaskan alasannya dikitab suci? Hayo… Tidak lain dan tidak bukan krn Maria percaya dan pasrah pada kehendak Allah. Kalo tidak salah beliau bilang “terjadilah padaku menurut kehendakMu”. That’s it. 2. Yang perlu benar-benar saya sampaikan pada saudara2 sekalian umat Katholik, bahwa yang mempunyai “kuasa” untuk menyelamatkan dan menjamin keselamatan tersebut hanyalah Yesus, ya, hanya Dia seorang, bukan Maria, atau santo2 dan santa2, yang menebusmu juga bukan mereka, melainkan Yesus. Kadang saya bingung mengapa… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Son, 1. Silakan anda membaca terlebih dahulu, dasar- dasar pengajaran Gereja Katolik tentang Bunda Maria, tentang mengapa ia dipilih oleh Allah untuk mengandung Yesus, di artikel- artikel berikut ini: Sekilas ajaran Gereja tentang Bunda MariaMaria Bunda AllahMaria dikandung tanpa noda, apa maksudnya?Maria Tabut Perjanjian BaruMaria Hawa yang baru Gereja Katolik tidak hanya mendasarkan ajarannya kepada apa yang tertulis dalam Kitab Suci, karena Sabda Allah tidak hanya disampaikan secara tertulis, tetapi juga secara lisan oleh para rasul dan para penerus mereka. Pengajaran yang hanya mengambil sumber dari Kitab Suci saja (Sola Scriptura), malah tidak Alkitabiah, dan ini sudah pernah diulas… Read more »

Dwi Puspita
Guest
Dwi Puspita

Ternyata pemahaman yang sama (Kevin) telah tertanam dalam diri saya.
Luar biasa, terbukalah mata hati dan pikiran saya setelah membaca keseluruhan tulisan ini.
Dan nampaklah kebenaran mana yang harus di imani.
Karenanya saya berterima kasih , dengan diskusi ini telah membantu saya dalam usaha saya mempelajari katolik sehingga saya boleh semakin diteguhkan dengan jalan yang telah saya pilih.

David Wongso
Guest
David Wongso

Salam Damai dalam nama Tuhan Kita Yesus Kristus. saudara2 ku terkasih sungguh jika kita perhatikan dengan baik segala yang tertulis di atas,sekilas kita akan melihatnya sebagai perdebatan dan secara sepihak ada pendapat yang mengalahkan satu sama lain. namun, tanggapilah dengan damai, tenangkan dahulu pikiran kita, renungkan sejenak ajaran dari para Bapa Gereja, pesan yang ditinggalkan para Santo-Santa dan apa makna yang sesungguhnya ketika berdevosi/berdoa melalui perantaraan para kudus termasuk Bunda MARIA. mereka adalah perantara kita kepada Yesus KRISTUS, saudara-saudaraku yang terkasih dalam Tuhan kita YESUS KRISTUS disini saya hanya ingin menyampaikan bahwa ketika Yesus Tuhan kita disalib, Yesus sendiri sudah… Read more »

Dermawan
Guest
Dermawan

Shallom, saudara-saudariku dlm Kristus… Setelah saya membaca pertanyaan dari Kevin dan tanggapan dari Bu Ingrid, saya menangis karena haru. Saya bukan orang yang mendalami alkitab. Saya barusan dibaptis secara Katolik belum 1 tahun. Dan saya menemukan pada para pengajar umat Katolik, ada kesatuan hati. Saya percaya dan yakin bahwa karya Roh Kudus yang sejati akan mendatangkan kesatuan hati dan kesatuan pemahaman. Saya terharu karena di forum mana pun yg saya baca baik forum Indonesia maupun luar negri seperti US, tanggapan para pengajar umat Katolik ini SAMA… luar biasa… saya sangat terharu dan tersentuh oleh ke-seia-sekata-an ini… saya benar2 merasakan adanya… Read more »

budiaryotejo
Guest
budiaryotejo

Dear Bu Inggrid,

FYI, saya mendengar secara langsung banyak kalangan protestan mendapat pemahaman baru dari pengajarnya atas penglihatan mereka tentang bunda Maria yang nampak sedih dan meneteskan air mata yg menyatakan kepadanya : 1. janganlah menyembah aku tetapi kepada Yesus saja.
2. jangan berdoa kepadaku tetapi berdoa kepada Yesus

Bagaimana tanggapan ibu tentang hal ini ? atao ibu sendiri juga sudah mendengar akan pengajaran ini.

Saloom….

Ingrid Listiati
Member

Shalom Budiaryotedjo, Kami pernah menanggapi pertanyaan serupa di jawaban ini, silakan klik. Sesungguhnya penglihatan- penglihatan tersebut merupakan wahyu pribadi yang memang masih harus dibuktikan kebenarannya, sebab penglihatan- penglihatan tersebut bisa terjadi bukan berasal dari Allah. Sebab di dalam sejarah Gereja Katolik, ada banyak wahyu- wahyu pribadi yang diterima oleh para Santa dan Santo yang menyatakan sebaliknya (Maria dimuliakan oleh Tuhan di surga dan menjadi pendoa syafaat bagi kita yang masih berziarah di dunia), yang mungkin tidak dipercayai oleh umat Protestan. Adalah sesuatu yang tidak konsisten, bahwa mereka yang mengklaim bahwan Kitab Suci saja cukup (Sola Scriptura) kini malah menilai kebenaran… Read more »

Peter
Guest
Peter

seharusnya di dalam Kristus ada persatuan krn Roh Kudus adalah Roh Pemersatu bukan memecah belah. Saya percaya dengan ajaran Gereja Katolik.krn ajaran Gereja Katolik ada sejak abad awal. Pada mulanya saya Protestan tetapi krn saya tau sejarah perkembangan Iman Katolik saya akhirnya memilih Iman Katolik. pada mulanya saya ragu dgn iman Katolik tetapi kini saya percaya akan Iman yg saya imani skrg.

Indra Kusumo M.
Guest
Indra Kusumo M.

Saya mengerti bahwa setiap ajaran akan mengajarkan bahwa ajarannya yang paling benar. Anda juga harus mengimani itu. Jika tidak, bagaimana anda dapat memiliki dan mempertahankan iman itu? Namun menurut saya, anda juga tidak seharusnya dengan sesombong-sombongnya mengklaim bahwa ajaran yang lain salah, bahkan menyerukan BERTOBATLAH… saya sungguh menggeleng-gelengkan kepala saat membaca tulisan anda [Kevin]… [Dari Katolisitas: Ya, memang demikianlah gaya bahasa yang dipergunakan oleh Kevin. Semoga melalui tanya jawab dan dialog yang ada di situs Katolisitas ini, para pembaca sendiri dapat menilai ajaran mana yang memaparkan kepenuhan kebenaran, dan melihat pula bahwa yang namanya kebenaran tidak perlu disombong- sombongkan, namun… Read more »

Stefanus freydy
Guest
Stefanus freydy

Saya setuju ibu Ingrid, mungkin kalau saya jadi anda saya tidak akan mau meladeni panjang lebar tuduhan gak jelas umat Protestan, mereka memberi pernyataan tetapi mereka pasti tidak mau mendengar jawaban anda. Tapi untung saja anda tidak demikian. Saya doakan agar anda selalu diterangi Roh Kudus dan kesabaran hati anda mendapatkan balasan yang besar oleh Allah. Karena melalui jawaban anda dan seluruh tim, sudah banyak yang mata hatinya terbuka oleh kebenaran iman Katolik!! [Dari katolisitas: kami edit] Karena menurut saya, sekalipun ajaran Protestan itu memang benar (walaupun salah), mereka akan lebih memilih untuk banyak berdoa saja pada Yesus, bukannya malah… Read more »

tere
Guest
tere

Kepada Sdr. Kevin, Ibu Ingrid, dan semua komentator yang Saya kasihi dalam Kristus, Saya yakin dan percaya bahwa Saudara sekalian adalah anak-anak Allah yang sangat dikasihiNya, namun betapa hancur hatiNya melihat anak-anakNya saling menghujat dan saling menyerang….Dimana KASIH yang selama ini diagung-agungkan oleh anak-anakNya??? Apakah KASIH itu sudah mati?? ataukah KASIH itu hanya sebatas simbol belaka?? Dan jika ada perbedaan diantara mereka, mengapa itu menjadi jurang yang memisahkan ? Apakah saling hujat dan saling serang lebih penting daripada saling mendoakan dan saling membangun?? Jika ini memang benar, maka sia-sialah semua kebaikan kalian…karena IMAN tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati… Tuhan… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Tere, Terima kasih atas tanggapan anda dan maksud baik anda untuk mengingatkan kami agar kami menyikapi perbedaan atas dasar kasih. Saya ingin memberikan klarifikasi bahwa katolisitas.org adalah situs yang bernafaskan Gereja Katolik, yang bertujuan untuk memaparkan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Banyak pengunjung situs yang terlibat dalam diskusi, baik yang beragama Katolik maupun non-Katolik, dengan gaya bahasa yang beragam – dari yang kasar sampai yang halus. Yang kami lakukan adalah mencoba memaparkan apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik. Kalau kami berbeda pendapat dengan saudara/i dari agama lain, maka bukan berarti tidak ada kasih. Justru, kalau kami menyetujui… Read more »

Ryan
Guest
Ryan

Setuju dg Bp Stef. Perbedaan pendapat dlm diskusi adalah sesuatu yang wajar. Kasih sendiri menurut saya tidak berarti harus selalu bermanìs-manis. Bahkan kebenaran sendiri kadang dirasa cukup menyakitkan. Kalau anak kita gemar dg situs2 porno misalnya, sebagai ungkapan kasih orang tua sudah selayaknya mengingatkan walaupun si anak menganggap teguran orang tuanya dirasa menyakitkan. Atau contoh lain ketika kita tahu ada saudara Katolik kita yg memakai kontrasepsi kemudian kita memberi tahu bahwa GK melarang penggunaan kontrasepsi. Pemberitahuan ini (walaupun disampaikan dg lemah lembut) bisa jadi dirasakan menyakitkan bagì dia yg selama ini asyik2 saja dg penggunaan kontrasepsi. Tapi memang itulah kebenaran… Read more »

aries riani
Guest
aries riani

Yah, setelah saya membaca dan merenungkan memang sulit untuk menjelaskan suatu pengakuan IMAN dari seseorang yang sangat didasari oleh kefanatikan yang sebenarnya tidak dijiwai dengan dasar yang kuat sehingga sering kali cuma dicuplik dari sebagian apa yang didengar dan apa yang difahami, nah dari sinilah kalau terus terusan bisa menimbulkan ketidak benaran dalam menjalankan suatu ajaran sebagai pengikut YESUS. Saya seorang katholik tulen mulai dalam kandungan dan keluarga saya mengajarkan kepada kami untuk menjadi orang katholik yang baik, nah bagaimana caranya ya, percaya dan melakukan perintah perintah Tuhan dan gereja, dan yang penting adalah buah dari IMAN yang bisa dinikmati… Read more »

vity sung
Member
vity sung

“Karena Alkitabpun juga belum tahu kebenarannya”. kata ARIES . saya benar2 tidak faham dengan maksudnya. Adakah selama ini dia tidak meletakkan keyakinannya pada Alkitab sebab tanpa Alkitab kita tidak akan pernah mengenal Yesus.

[Dari Katolisitas: Ya, nampaknya pernyataan Aries ini kurang tepat. Kitab Suci menyampaikan kebenaran. Namun demikian dibutuhkan otoritas untuk menginterpretasikannya, agar kebenaran itu dapat diketahui dalam kepenuhannya. Dan kita mengetahui bahwa otoritas itu telah diberikan oleh Yesus Kristus kepada Gereja-Nya yang didirikan di atas Rasul Petrus (Mat 16:18), dan yang kini dipimpin oleh para penerus Rasul Petrus, dalam Gereja Katolik.]

Stefanus freydy
Guest
Stefanus freydy

Maaf saudara, saya rasa anda melihat sendiri di sini, bukan umat Katolik yang sibuk mempermasalahkan iman dan ajaran kami, tetapi saudara dari “seberanglah” yang demikian. Anda dapat melihat bagaimana kasarnya mereka memberi statement di situs ini, dan anda bandingkan bagaimana sopan, lembut tapi berbobotnya jawaban dari tim situs ini..
Trims

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X