Sains Penciptaan

Pertanyaan:

Saya sewaktu kuliah di Universitas Kristen Petra, pernah mengambil mata kuliah Sains Penciptaan.

Selama ini, yg saya tahu, sains penciptaan adalah “produk” protestan. bagaimana tanggapan Gereja Katolik terhadap Sains Penciptaan ini? apakah ini hanya “sains”? atau sains yg benar-benar bisa dibuktikan?
Alexander Pontoh

Jawaban:

Shalom Alexander Pontoh,

Terus terang, saya hanya pernah mengikuti ceramah tentang Sains Penciptaan ini melalui program televisi, sehingga mungkin tidak selengkap dengan apa yang anda ketahui melalui kuliah. Sepanjang ingatan saya, memang program tersebut berusaha membuktikan adanya penciptaan dunia secara bertahap, berdasarkan dengan bukti-bukti batuan dan fosil yang ditemukan dari jaman purbakala. Tujuan utamanya adalah untuk membuktikan bahwa penciptaan bukan berasal dari sesuatu yang terjadi dengan sendirinya secara kebetulan (Big Bang), namun karena benar-benar diciptakan oleh Tuhan.

Tentang hal penciptaan ini, sebenarnya Gereja Katolik juga mempunyai prinsip yang sama, yaitu bahwa dunia dan alam semesta diciptakan oleh Tuhan, dan bukannya oleh Big Bang, semacam “kecelakaan” dan kebetulan semata- mata. Maka, Gereja Katolik tidak melarang Sains Penciptaan, di mana para ahli berusaha menemukan bukti-bukti dan menarik kesimpulan dari bukti-bukti yang ditemukan, tentang Penciptaan, secara khusus penciptaan manusia. Namun demikian, terdapat prinsip dasar yang harus tetap diakui, karena bersumber dari Alkitab, yaitu: 1) jiwa manusia diciptakan langsung oleh Tuhan, dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada, dan 2) penciptaan tubuh manusia diperoleh dari sesuatu yang sudah ada (yaitu debu tanah sesuai dengan Kej 2:7), namun hal ini tidak berarti bahwa manusia bebas mengatakan bahwa sesuatu yang sudah ada itu adalah tubuh hewan. Dengan prinsip ini maka Gereja Katolik menolak prinsip pengajaran evolusi makro (Macroevolution), yaitu bahwa manusia berasal dari kera. Silakan membaca jawaban yang sudah pernah saya tuliskan di sini, tentang Bagaimana hubungan teori evolusi dengan iman, silakan klik. Tubuh Adam haruslah merupakan hasil dari campur tangan Tuhan untuk mengubah materi apapun yang sudah ada (pre-existing matter) dan menjadikannya layak sebagai tubuh yang dapat menerima jiwa manusia. 3) Penciptaan manusia berasal dari sepasang pria dan wanita (yaitu Adam dan Hawa- Monogenism) dan bukan dari banyak pasang (Polygenism) karena melalui Adam dan Hawalah dosa asal diturunkan kepada seluruh manusia.

Berikut ini kutipannya dalam bahasa Inggris, surat ensiklik Paus Pius XII, Humani Generis, 1950″

36. For these reasons the Teaching Authority of the Church does not forbid that, in conformity with the present state of human sciences and sacred theology, research and discussions, on the part of men experienced in both fields, take place with regard to the doctrine of evolution, in as far as it inquires into the origin of the human body as coming from pre-existent and living matter — for the Catholic faith obliges us to hold that souls are immediately created by God. However this must be done in such a way that the reasons for both opinions, that is, those favorable and those unfavorable to evolution, be weighed and judged with the necessary seriousness, moderation and measure, and provided that all are prepared to submit to the judgment of the Church, to whom Christ has given the mission of interpreting authentically the Sacred Scriptures and of defending the dogmas of faithful[11] Some however rashly transgress this liberty of discussion, when they act as if the origin of the human body from preexisting and living matter were already completely certain and proved by the facts which have been discovered up to now and by reasoning on those facts, and as if there were nothing in the sources of divine revelation which demands the greatest moderation and caution in this question.

37. When, however, there is question of another conjectural opinion, namely polygenism, the children of the Church by no means enjoy such liberty. For the faithful cannot embrace that opinion which maintains either that after Adam there existed on this earth true men who did not take their origin through natural generation from him as from the first parent of all or that Adam represents a certain number of first parents. Now it is in no way apparent how such an opinion can be reconciled with that which the sources of revealed truth and the documents of the Teaching Authority of the Church propose with regard to original sin, which proceeds from a sin actually committed by an individual Adam and which through generation is passed on to all and is in everyone as his own.[12]

Selanjutnya, silakan anda klik di sini untuk membaca selengkapnya surat ensiklik Paus Pius XII tersebut. Pada dasarnya, harus diakui bahwa mengenai Penciptaan ini memang banyak melibatkan hipotesa-hipotesa yang belum dapat dipastikan kebenarannya, justru karena begitu besar rentang waktu peristiwa penciptaan itu dengan masa sekarang. Ini merupakan tantangan bagi para ilmuwan, tetapi juga harus menjadikan kita menjadi lebih kritis untuk menanggapi hasil-hasil penemuan pada saat ini, karena bisa saja kesimpulan ditarik atas dasar hipotesa. Untuk inilah Paus Pius XII mengingatkan kita agar waspada, dan tidak mudah percaya atas teori- teori yang berkembang sekarang ini, secara khusus Big bang dan Macro-evolution. Sebab dasar teori-teori tersebut sesungguhnya adalah hipotesa, sehingga tentu lebih baik jika kita mempercayai sumber yang lebih pasti, yaitu pengajaran Magisterium Gereja, sebab prinsip pengajaran tersebut berdasarkan Wahyu Ilahi dari Allah sendiri.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org

27
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
10 Comment threads
17 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
18 Comment authors
bonekerineJerome UigithSunshine monalisaAdrian Hartanto Recent comment authors
erine
Guest
erine

team katolisitas, belakangan beredar tulisan2/berita2/artikel2 seperti ini. Dan ini telah beredar dengan cepat di facebook. apakah ini benar? jika benar, mengapa paus mengatakan adam n hawa adalah fabel? bukan seperti yg dipercaya gereja katolik (seperti yg dituliskan oleh jawaban bu inggrid diatas?

http://entertainment.vacancynigerians.com/2013/12/shocking-there-is-no-hell-fire-adam-eve.html?m=1

[dari katolisitas: Jangan mempercayai berita-berita -lebih tepatnya gosip yang tidak mempunyai dasar yang jelas – seperti ini, yang didapat dari sumber ini – silakan klik. Kalau kita jeli, ada banyak hal di artikel tersebut yang perlu diragukan, sebagai contoh kapan Gereja Katolik mengadakan Konsili Vatikan III – Third Vatican Council?]

Sunshine monalisa
Guest
Sunshine monalisa

Shaloom :)

ketika saya akan menghadapi suatu ujian tertulis, membaca-baca kembali buku pelajaran sejarah saat SMP/SMA tentang manusia prasejarah (ada zaman paleolithikum, mesolithikum, neolithikum, megalithikum, etc) di mana diyakini bahwa memang manusia benar benar hidup pada zaman itu. Saya jadi sedikit bingung bagaimana konsep masyarakat prasejarah menurut ajaran gereja katolik (diakui/tidak). Sedangkan di alkitab (kejadian) kita mengetahui manusia pertama yang diciptakan Adam & Hawa.

[Dari Katolisitas: Silakan membaca terlebih dahulu artikel-artikel berikut ini, (silakan klik di judul berikut):
Sains Penciptaan
Hubungan Evolusi dengan iman]

Adrian Hartanto
Guest
Adrian Hartanto

Syalom, Tim Katolisitas. Ada beberapa pertanyaan yang mengganjal bagi saya. 1. Apakah yang sebenarnya dimaksudkan dalam Kitab Kejadian tentang Adam dan Hawa? Apakah mereka benar-benar ada persis seperti yang diceritakan dalam Kejadian? Sebab saya pernah membaca tentang konsep mereka, yakni bahwa Adam dan Hawa adalah konsep kehidupan. Panjang sekali apabila saya harus menuliskan konsep tsb, namun konsep ini dapat di search di google. Dan juga saya pernah memverifikasi konsep ini kpd org yg mengerti, dan ia menyatakan benar adanya bahwa Adam dan Hawa adalah konsep. 2. Apabila Adam dan Hawa adalah konsep, lalu darimana asalnya Dosa Asal? Saya telah membaca… Read more »

yusup sumarno
Guest
yusup sumarno

Dear Katolisitas, Bagaimana pendapat katolisitas terhadap pandangan pribadi saya ini. Saya tidak peduli bagaimana Allah menciptakan alam semesta dan juga manusia. Saya bisa menerima teori big bang, saya bisa menerima teori evolusi, dan saya bisa menerina kisah penciptaan menurut kitab Kejadian. Bagi saya, penciptaan alam semesta dan juga manusia adalah misteri karena Allah adalah misteri dan akan tetap menjadi misteri. Semua diciptakan seperti kitab Kejadian, bisa saja. Karena big bang, juga sangat mungkin. karena proses evolusi juga tidak mustahil. Yang jelas semuanya bukan tanpa Perencana, bukan kebetulan, tetapi memang Allah yang menghendaki/yang merencanakan/yang mengatur. So, saya tidak peduli semua teori.… Read more »

yusup sumarno
Guest
yusup sumarno

Dear katolisitas.
Orang papua bilang, “Sa stuju” (maksudnya saya setuju) Bu/Pak.

Antonius - Manado
Guest
Antonius - Manado

Dear Tim Katolisitas.org,

Saya mohon bantuan tanggapan Ibu/Bapak atas statement kawan saya yg mengatakan bahwa,

” Untuk apa Tuhan menciptakan planet lain selain Bumi ?”.

Fyi : Dia seorang yg sudah menjauh dari Gereja.

Sbnrnya saya sudah melakukan searching jawaban ats tanggapan2 sperti ini di yahoo (eh.. ternyata kegunaan-nya banyak), ada yg sudah menjawab dgn baik namun belum cukup bagi saya. Saya ingin yg lebih bijak yg menurut sy hanya bisa didpatkan dari situs ini.

Terima kasih.

Shalom,
Antonius – Wenang

Stefanus Tay

Shalom Antonius, Tuhan menciptakan segala sesuatunya baik adanya. Tuhan tidak perlu menciptakan untuk menunjukkan kemuliaan-Nya, karena memang Dia adalah maha sempurna. Namun, karena Tuhan juga maha kasih dan sifat dari kasih adalah memberi, maka Tuhan juga menginginkan agar semakin banyak ciptaan yang berpartisipasi dalam kebahagiaan dan kemuliaan Tuhan. Untuk itulah, Tuhan menciptakan segala mahluk ciptaan dari yang terendah: benda mati, tumbuhan, hewan dan manusia serta malaikat, sehingga dari yang terendah sampai yang tertinggi dapat mengambil bagian dalam kebahagiaan dan kemuliaan Tuhan. Mengapa Tuhan menciptakan planet lain selain bumi dan seluruh tata surya? Mereka diciptakan untuk kemuliaan Allah. Mereka diciptakan untuk… Read more »

ari hastanto
Guest
ari hastanto

Syalom Bapak Stef dan Ibu Inggrid yang diberkati Tuhan,
mohon maaf kalau salah tempat,,saya hanya ingin menanyakan bagaimana pandangan Katolik terhadap ilmu sains tentang kemungkinan kehidupan di luar planet bumi.
adakah kemungkinan ini. karena saya dari kalangan pelajar dari dahulu tertarik dengan ilmu astrofisika. namun, karena seperti kontra dengan ajaran iman Katolik, saya jadi kurang tertarik lagi. terima kasih.
Tuhan memberkati.

[Dari Katolisitas: Pertanyaan serupa sudah ditanggapi di sini, silakan klik]

Jerome Uigith
Guest
Jerome Uigith

sebenarnya bukan suatu masalah jika memang suatu saat ditemukan planet yang memiliki bentuk kehidupan (apalagi jika ada makhluk cerdas dan berakal, dan terlebih jika makhluk cerdas dan berakal tersebut juga memiliki tubuh rohani). Dalam alkitab kata “eretz” tidak HANYA bermakna sempit secara literal, yg sering dimaknai “tanah / bumi”. Eretz juga memiliki arti lain, yaitu : negeri, dunia, dan bahkan bermakna “Materi” jika kedepan diketemukan adanya planet yg memiliki bentuk kehidupan, maka hal itu telah menunjukan FENOMENAL DARI PLANET BUMI, BAHWA IA (planet yg ditemukan tersebut) MEMILIKI KEHIDUPAN. Jadi planet yang demikian dapat dimaknai sebagai “planet bumi juga / negeri… Read more »

Fransisca
Guest
Fransisca

Shalom….. Maaf sebelumnya kalau saya salah kolom. Saya ada sedikit ganjalan di hati mengenai kisah penciptaan dunia di kitab kejadian 1. Mohon bantuannya, trims. Pertanyaan : Dalam kitab Kejadian bab 1 ayat 29 tertulis : Berfirmanlah Allah : “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yg berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yg berbuahnya berbiji, itulah akan menjadi makananmu. Kalau merujuk pd ayat 29 tsb apakah seharusnya kita menjadi vegetarian ? karena dalam ayat 28 tertulis bahwa sebenarnya Allah hanya berfirman bahwa agar kita berkuasa atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yg merayap di bumi.… Read more »

anonim
Guest
anonim

maaf gak nyambung… soalnya saya tidak menemukan cara membuat topik pertanyaan baru di situs ini…

saya mau bertanya, apakah gereja Katolik percaya akan adanya kehidupan ekstraterestrial (alien)?

Bukti-bukti :

http://www.telegraph.co.uk/science/space/6536400/The-Vatican-joins-the-search-for-alien-life.html
(Kalau link ini di hapus, ketikkan di pencarian google : vatican in search of alien life site:telegraph.co.uk

http://www.telegraph.co.uk/news/newstopics/religion/the-pope/8009299/Pope-Benedict-XVIs-astronomer-the-Catholic-Church-welcomes-aliens.html

[Dari Katolisitas: kami pernah menanggapinya sekilas di sini, silakan klik]

Abin
Guest
Abin

Shalom P. Stef & B. Ingrid, Lama saya tidak berkunjung ke website ini dan tampaknya semakin berkembang dan ramai saja ya… Saya ada sedikit pertanyaan sehubungan dengan penciptaan. Bagaimana Kitab Suci atau Gereja Katholik menjelaskan tentang : 1. Berbagai ras manusia yang ada di dunia ini; 2. Apakah Tuhan hanya menciptakan Adam dan Hawa saja, selanjutnya semua manusia di dunia ini adalah keturunannya mereka? Bukankah dikatakan bahwa mereka hanya manusia pertama, bukan berarti setelah itu Tuhan tidak menciptakan manusia yang lain (bukan keturunan Adam dan Hawa). Jika hanya Adam dan Hawa yang diciptakan, bagaimana Kitab Suci / Gereja Katholik menjelaskan… Read more »

Alexander Pontoh
Guest
Alexander Pontoh

Saya sewaktu kuliah di Universitas Kristen Petra, pernah mengambil mata kuliah Sains Penciptaan.

Selama ini, yg saya tahu, sains penciptaan adalah “produk” protestan. bagaimana tanggapan Gereja Katolik terhadap Sains Penciptaan ini? apakah ini hanya “sains”? atau sains yg benar-benar bisa dibuktikan?

[Dari Admin Katolisitas: pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X