Setup Menus in Admin Panel

Relikwi, mengantar kita kepada Tuhan

Pendahuluan

Pada waktu saya SMP dan sedang belajar pelajaran agama Katolik, saya diberitahu bahwa di altar gereja, yaitu di bawah kotak marmer ada relikwi, yaitu bagian tubuh atau benda yang bersentuhan dengan santa atau santo. Waktu itu saya terbengong-bengong dan tidak tahu mengapa Gereja Katolik menempatkan relikwi tersebut di altar. Saya yakin, banyak pertanyaan dari para pembaca tentang hal ini. Dan sering, umat yang tidak terlalu tahu mengatakan bahwa relikwi ini adalah sama seperti jimat, yang dapat mendatangkan keuntungan.

Apakah sebenarnya relikwi?

Relikwi dapat didefinisikan sebagai suatu material, baik berupa bagian tubuh dari para santa-santo atau para kudus yang telah meninggal, dan juga benda-benda yang bersentuhan dengan mereka. Relikwi dibagi menjadi tigakelas. Relikwi kelas pertama adalah semua bagian tubuh dari orang kudus tersebut; kelas kedua adalah pakaian dan segala sesuatu yang penting yang dipunyai oleh santa-santo, serta alat-alat penyiksaan yang membunuh santa-santo; kelas ketiga adalah benda-benda yang disentuhkan kepada orang kudus atau ke makam orang kudus. Salah satu contoh relikwi di Indonesia adalah yang baru-baru ini ditempatkan di Paroki Stella Maris, Pluit – Jakarta. Di sana ditempatkan relikwi dari Santa Maria Faustina Kowalska.

Namun pertanyaan yang mendasar adalah, mengapa Gereja Katolik menganggap relikwi sebagai sesuatu yang istimewa dan perlu dihormati?

Relikwi adalah tanda kasih dari para kudus untuk mendekatkan kita kepada Tuhan

Para santa dan santo adalah mereka yang dipercaya dan dinyatakan bahwa mereka telah bersatu dengan Tuhan. Oleh sebab itu, tubuh mereka juga akan dimuliakan di surga. Kita adalah bait Allah (1 Kor 3:16; 2 Kor 6:16), dimana pada saat kita dibaptis kita menjadi tempat kediaman Allah Tritunggal Maha Kudus. Dan pada orang-orang yang benar-benar bertumbuh dalam Kristus dan menerapkan kekudusan, Tuhan berdiam secara khusus menjadi para terkasih Allah atau “the beloved“. Orang-orang Kudus adalah orang yang benar-benar dengan segala hati, pikiran, dan kekuatannya mengasihi Tuhan dan sesama. Oleh karena itu, seluruh umat beriman menghormati jiwa-jiwa orang kudus yang berada di Surga. Dan penghormatan ini juga dilakukan terhadap tubuh mereka yang berada di dunia ini yang nantinya akan dibangkitkan pada pengadilan terakhir dan bersatu dengan jiwa mereka.

Oleh karena itu, kita sebagai umat beriman harus mensyukuri akan anugerah para orang Kudus yang membangun Tubuh Mistik Kristus atau Gereja dengan hidup mereka yang mencerminkan kasih Kristus dan yang telah menerapkan kasih mengikuti jejak Kristus. Mereka juga menyadarkan kita bahwa kita yang telah dibaptis sebenarnya tergabung dalam kekuarga kudus, keluarga Allah, yang terikat dalam satu Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik.

Mungkin kita dapat menghubungkan konsep relikwi ini dengan peninggalan orang tua atau orang yang kita kasihi yang telah meninggal. Kita menghormati peninggalan mereka, seperti album foto, pakaian, dll. Dalam pengertian yang sama dan lebih mendalam, kita menghormat relikwi, karena mengingatkan kita tentang bagaimana para santa dan santo berjuang untuk hidup kudus, sehingga kita juga terpacu untuk hidup kudus, dalam kapasitas kita masing-masing. Teladan mereka membuat kita berbesar hati, sebab mereka yang adalah manusia biasa seperti kita, namun dapat benar-benar mencurahkan seluruh keberadaan mereka untuk memuliakan Tuhan. Maka, kitapun dapat memohon rahmat Allah untuk berbuat serupa dengan mereka.

Dan secara lebih mendalam dan terpenting, relikwi juga mengingatkan kita akan Tuhan sendiri. Pada saat kita melihat patung Pieta – Bunda Maria menggendong jenasah Yesus – karya maestro Michael Angelo, maka kita mengagumi karya tersebut, namun terutama kita mengagumi sang maestro yang begitu hebat. Demikian juga, pada saat kita menghormati relikwi, kita mengagumi santa atau santo tersebut yang hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Namun terutama kita terpesona akan karya Tuhan yang memberikan kekuatan dan berkat kepada para santa dan santo, sehingga mereka dapat bertahan sampai akhir hidup mereka dalam kasih. Jadi, mengagumi ‘pieta’ tanpa mengenal maestronya adalah tidak lengkap dan mengagumi relikwi dari orang kudus tanpa mengagumi Tuhan yang menciptakan dan memberikan berkat kepada orang kudus tersebut adalah keliru.

Penghormatan terhadap relikwi yang hanya berhenti pada relikwi itu sendiri atau santa dan santo itu sendiri, atau keuntungan material semata tanpa sampai kepada penyembahan kepada Tuhan bukanlah suatu hal yang benar. Sebagai contoh, kalau kita ke gereja tempat St. Padre Pio di Giovanni – Rotondo, Italia, kita dapat menghormati relikwi – tubuh St. Padre Pio yang pada waktu hidupnya mengalami luka-luka Yesus (stigmata). Namun penghormatan tersebut harus membawa kita kepada Tuhan, seperti: bagaimana kita dapat mencontoh St. Padre Pio, sehingga kita menyadari bahwa di dalam setiap penderitaan kita sehari-hari, kita harus senantiasa menghadapinya bersama dengan Yesus dan menyatukan setiap penderitaan kita dengan penderitaan Yesus di kayu salib. Tentu saja kita dapat meminta hal-hal yang lain, namun yang paling utama adalah agar kita diberikan rahmat Tuhan seperti orang kudus tersebut untuk menerima Roh Kudus dan menghasilkan buah-buah Roh yang berlimpah.

Dasar Alkitab

Penghormatan terhadap relikwi ini bukanlah karangan dari Gereja Katolik semata, namun mempunyai dasar Alkitab, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru. Kita tahu bahwa Tuhan bekerja dengan cara-Nya yang ajaib dan sering dengan menggunakan perantaraan manusia atau material yang lain. Di dalam Perjanjian Lama dikatakan bahwa Musa membawa tulang-tulang Yusuf sebagai pemenuhan akan permintaan Yusuf (Kel 13:19; Yos 24:32). Dan yang lebih eksplisit adalah bagaimana Elisa membawa jubah Elia dan memukulkannya di sungai Yordan, sehingga air terbelah, sehingga Elisa dapat menyeberangi sungai Yordan (2 Raj 2:9-14). Di kitab yang sama, diceritakan bagaimana mayat yang terkena tulang-tulang dari Elisa, dapat hidup kembali (2 Raj 13:20-21).

Di dalam Perjanjian Baru diceritakan bahwa sapu tangan dan kain yang pernah dipakai oleh Paulus dapat menyembuhkan penyakit-penyakit (Kis 19:11-12). Kisah Para Rasul juga menceritakan bagaimana orang-orang membawa orang-orang sakit, sehingga minimal mereka dapat terkena bayangan dari rasul Petrus, dan kemudian disembuhkan (Kis 5:15).

Dari beberapa ayat di atas, kita melihat bahwa kesembuhan dan mukjijat yang terjadi karena bersentuhan dengan relikwi dari para kudus adalah disebabkan oleh kuasa Allah. Gereja Katolik tidak pernah mengajarkan bahwa relikwi adalah seperti jimat yang mempunyai kuasa secara terpisah dari kuasa Allah. Allah mempunyai kebebasan untuk menyatakan kuasa-Nya, dan salah satunya dengan menggunakan relikwi. Dan memang begitu banyak mukjijat, baik yang bersifat jasmani maupun rohani, lewat relikwi di dalam sejarah Gereja dari awal sampai saat ini.

Perkembangan dari relikwi

Perkembangan penghormatan terhadap relikwi ini dapat ditelusuri mulai dari pertengahan abad ke dua, dimana kita dapat melihat surat dari jemaat di Symria yang menginginkan jenazah yang tertinggal dari St. Polikarpus yang dihukum bakar di tiang (156 – 157). Di surat tersebut dikatakan “Kami mengambil tulang-tulangnya, yang jauh lebih berharga daripada batu-batu mulia dan lebih murni daripada emas murni, dan meletakkannya di sebuah tempat yang pantas, dimana Tuhan akan mengijinkan kami untuk berkumpul bersama, sesering yang kami dapat, dalam kebahagiaan dan sukacita, dan untuk merayakan hari kemartirannya.” Dan masih begitu banyak surat-surat di abad-abad awal kekristenan yang menyatakan penghormatan mereka akan relikwi.

Dan tradisi penghormatan terhadap relikwi ini terus berkembang dengan pesat sejalan dengan ditemukannya begitu banyak mukjijat yang juga disaksikan sendiri oleh St. Augustinus. Namun pada saat yang bersamaan St. Augustinus juga mengecam penipu-penipu yang memperdagangkan relikwi, yang seringkali diragukan keaslian dari relikwi tersebut. Konsili Trente, sesi ke-25, juga mengeluarkan peraturan untuk menghindari penipuan-penipuan relikwi. Kitab Hukum Gereja 1190 dikatakan:

Kan. 1190 – § 1. Sama sekali tidak dibenarkan menjual relikwi-relikwi suci.

§ 2. Relikwi-relikwi yang bernilai tinggi dan relikwi lain, yang sangat dihormati oleh umat, tidak bisa dengan sah dialih-milikkan dengan cara apapun atau dipindahkan untuk selamanya tanpa izin Takhta Apostolik.

§ 3. Ketentuan § 2 itu berlaku juga untuk gambar atau patung suci yang dalam suatu gereja sangat dihormati oleh umat.

Namun tentu saja penipuan-penipuan ini tidak menghilangkan kebenaran bahwa secara teologis, penghormatan kepada relikwi ini mempunyai dasar yang kuat, seperti yang dilakukan oleh konsili trente, sesi ke-25 tentang permohonan, penghormatan, dan relikwi dari para kudus dan gambar-gambar yang suci “Tubuh sakral para martir yang kudus maupun para kudus lainnya yang hidup dalam Kristus, yang adalah anggota-anggota tubuh Kristus yang hidup dan bait Roh Kudus, dan yang dimaksudkan untuk dibangkitkan serta dimuliakan oleh-Nya dalam kehidupan kekal, hendaknya juga dihormati oleh umat beriman. Daripadanya, banyak manfaat dianugerahkan oleh Tuhan kepada manusia.” Dan ini diteguhkan dalam Kitab Hukum Kanonik no. 1237 – § 2. “Hendaknya tradisi kuno untuk meletakkan relikwi-relikwi para Martir atau orang-orang Kudus lain di bawah altar-tetap, dipertahankan menurut norma-norma yang diberikan dalam buku-buku liturgi.

Bapa Gereja

Kita juga melihat tulisan beberapa para kudus, seperti St. Jerome (340-420) yang mengatakan “Kita tidak menyembah (non colimus, non adoramus), karena takut bahwa kami harus bersembah sujud kepada ciptaan daripada kepada Sang Pencipta, tetapi kita menghormati (honoramus) relikwi dari para martir sehingga kita dapat menyembah Dia, yang empunya para martir” (Ad Riparium”, i, P. L., XXII, 907).

Kemudian Cyril dari Alexandria (378-444) mengatakan “Kita, bukanlah menganggap bahwa para martir kudus sebagai tuhan, atau bersembah sujud menyembah mereka, tetapi hanya secara relatif dan secara hormat [ou latreutikos alla schetikos kai timetikos].” (Adv. Julian.”, vi, P. G. LXXVI, 812).

Dan masih begitu banyak tulisan dari para santa dan santo yang menyatakan bahwa sudah semestinya umat beriman menghormati relikwi, sehingga umat beriman dapat lebih memuji dan menyembah Tuhan yang memberikan inspirasi dan berkat kepada para kudus dan para martir.

Kesimpulan

Dari pemaparan di atas, kita melihat bahwa relikwi mempunyai dasar teologis yang kuat, baik ditinjau dari Alkitab, perkembangan historis, dan juga perkembangan teologis. Relikwi dapat membawa umat kepada Tuhan yang memberikan inspirasi dan berkat kepada para kudus. Pada akhirnya ini dapat memberikan inspirasi kepada kita untuk mengikuti jejak para kudus yang bekerja sama dengan rahmat Tuhan, sehingga seperti mereka, kita bisa tetap setia beriman dan berbuat kasih sampai akhir hayat kita. Akhirnya, kita tidak dapat memperlakukan relikwi sebagai sebuah jimat yang mendatangkan keuntungan bagi kita. Sebab, kalaupun terjadi mukjijat, kita harus senantiasa mengingat bahwa itu semua adalah karena kebesaran Tuhan yang bekerja melalui relikwi.


New Catholic Encyclopedia, Vol. 12 QAT-SCR, 2nd ed. (Gacl, 1981), p.234

Apr 17, 2009

Tinggalkan pesan

52 Komentar di "Relikwi, mengantar kita kepada Tuhan"

Ingatkan untuk

Disortir menurut:   terbaru | terlama
heru
Guest
heru
2 tahun 6 bulan yang lalu

Dear stef.
Mohon penjelasan, apakah kubur Yesus, tempat kelahiran Yesus dan tempat dimana Yesus dipenjarakan merupakan relekui klas 3? Kemudian apakah gunanya kita pergi ke holy land? Adakah manfaatnya? Hal hal apakah yang perlu kita perhatikan jika seseorang pergi ke holy land?
Terima kasih, ditunggu penjelasannya.

Ingrid Listiati
Admin
2 tahun 5 bulan yang lalu

Shalom Heru,

1. Klasifikasi relikwi

Secara umum klasifikasi relikwi adalah sebagai berikut: 1) relikwi tingkat satu, adalah yang menjadi bagian tubuh dari martir/ orang kudus tersebut; 2) relikwi tingkat dua, adalah benda-benda yang pernah bersentuhan ataupun dikenakan secara langsung oleh martir/ orang kudus tersebut; 3) relikwi tingkat tiga, adalah benda-benda yang disentuhkan kepada relikwi tingkat satu dan tingkat kedua.

Dengan pengertian tersebut di atas, maka kubur Yesus nampaknya termasuk relikwi tingkat ke-2.

2. Apa gunanya berziarah ke Holy Land?

Silakan Anda membaca artikel ini yang baru kami tayangkan untuk menanggapi pertanyaan Anda, silakan klik.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Roberts
Guest
Roberts
2 tahun 11 bulan yang lalu

Dear Katolisitas,

meskipun bertujuan baik tapi agak sadis dan kurang hormat bila jasad relikwi para kudus di pisah-pisah (mutilasi).
Bagaimana dengan “kebangkitan badan” pada akhir zaman, bila jasad nya terpisah-pisah?

Satu lagi, bagaimana hukumnya apa boleh jasad orang Kristen di-kremasi?

Terima kasih atas penjelasannya.

Ingrid Listiati
Admin
2 tahun 10 bulan yang lalu
Shalom Roberts, Larangan untuk memutilasi tubuh yang ditulis dalam Katekismus, itu berhubungan dengan perintah Tuhan yang ke-5, yaitu jangan membunuh/ ‘jangan mengakhiri secara langsung kehidupan manusia yang tak bersalah’ (KHK 2258). Artinya adalah jangan mematikan tubuh, baik tubuh sendiri atau tubuh orang lain, tanpa alasan terapi yang kuat; sebab ini melawan martabat manusia. KGK 2297    Penculikan dan penyanderaan menyebarluaskan rasa takut dan melakukan tekanan tidak halal melalui ancaman atas kurban; mereka tidak dapat dibenarkan menurut moral. Terorisme, yang mengancam, melukai, dan membunuh secara sewenang-wenang merupakan pelanggaran besar terhadap keadilan dan cinta kasih Kristen. Siksaan yang memakai kekerasan fisik atau psikis… Read more »
kev
Guest
kev
2 tahun 11 bulan yang lalu
dear admin, beberapa hari ini saya terkejut dengan posting seorang sahabat, ternyata dia bisa mendapatkan sebuah 1st class relic beata anna maria taigi padahal dia tidak memiliki kapel pribadi . relik ini dipergunakan secara pribadi di dalam kamarnya. pertanyaan saya, relik manakah yang layak di simpan oleh umat awam? Sebab pada kesempatan WYD2011, saya menerima 3rd class relic dari Misionaris Cinta Kasih dan pemberiannya pun seperti membagi-bagi brosur di jalanan. secara jujur saya memiliki ketertarikan untuk menghimpun relik dari bberapa santo yang sangat saya hormati, apakah baik bila saya mengusahakan pengumpulan relik ini yang di tujukan untuk penggunaan pribadi? relik… Read more »
John
Guest
John
3 tahun 3 bulan yang lalu
Shalom Pak Stef & Bu Ingrid yg b’bahagia… 1. Boleh jelas’n relik ‘The True Cross’ yg dpkai oleh tntera Salib dlm Crusades? 2. Alang2 b’cerita ttng Crusade, boleh dberi p’cerahan knapa umat Kristian gagal m’pertahan’n Jerusalem? Adakah b’kaitan dgn dosa, krn scara logik, sbgai umat plihan Tuhan, kta x mugkin gagal m’pertahan’n kota suci kelahiran Jesus… Sya sdh m’nelusuri topik Crusades ni d ruangan – Perang salib, sejarah kelam gereja. – yg dsedia’n oleh tim katolisitas jg. Nmun spt gagal m’jwab p’soalan sya ini. B’bekal’n iman & k’kuatan demi agama, kita msh jg tewas. Di mana silapnya, mugkin dr sudut… Read more »
Bambang Siahaan
Guest
Bambang Siahaan
4 tahun 3 bulan yang lalu

Salam Damai,
Mengenai relikwi, saya punya pertanyaan. Apakah monstran, patena, atau piala yang pernah digunakan saat misa dan pada suatu waktu digunakan lagi bisa disebut relikwi?? Mengingat YESUS sendiri pernah berada di dalam benda-benda tersebut.
Trims

[dari katolisitas: Saya pikir, monstran, patena, piala bukanlah relikwi. Namun, Gereja Katolik memisahkan sesuatu yang kudus dengan profan. Dengan demikian, maka segala peralatan Misa memang tidak boleh diperlakukan dengan sembarangan.]

Bambang
Guest
Bambang
4 tahun 2 bulan yang lalu

Tapi kan YESUS sendiri yang bersentuhan dengan peralatan misa tersebut. Apa tidak bisa di katakan Relikwi tingkat 3?

Ingrid Listiati
Admin
4 tahun 2 bulan yang lalu
Shalom Bambang, Relikwi tingkat satu memang dapat berupa tubuh atau fragmen/ bagian tubuh dari para Santa/santo. Sedangkan definisi relikwi tingkat tiga adalah: obyek-obyek lain, yang telah bersentuhan dengan relikwi kelas 1. Kata relikwi berasal dari kata Latin ‘reliquiae’, artinya “sisa” atau “sesuatu yang ditinggalkan”, sehingga mengacu kepada sisa tubuh fisik yang ditinggalkan sebagai bukti historis. Maka yang dimaksud dari tubuh ataupun fragmen ini adalah benar-benar tubuh fisik historis dari para orang kudus itu. Para orang kudus itu telah mati, dan tubuh mereka tidak pernah lagi hadir secara sakramental di masa sekarang ini, yang ada adalah sisa tubuh/ jenazah secara historis.… Read more »
veronica
Guest
veronica
4 tahun 7 bulan yang lalu

Dijelaskan termasuk Relikwi tingkat 1 adalah darah dan rambut, pertanyaan kapan darah diambil ? Terima kasih.

[dari katolisitas: Sebagai contoh adalah darah dari yang terberkati Paus Yohanes Paulus II, yang disimpan ketika darahnya diambil untuk tes darah.]

Stefanus Freydy
Guest
Stefanus Freydy
4 tahun 10 bulan yang lalu

Syaloom
saya mau bertanya mohon baca http://id.wikipedia.org/wiki/95_dalil_Luther#Latar_belakang , apakah benar bahwa Frederick memiliki relikiu termasuk botol-botol kecil berisi susu Bunda Maria, jerami dari palungan [Yesus]???

B. Diptyarsa
Guest
B. Diptyarsa
5 tahun 5 hari yang lalu

Syalom admin,

Saya mau bertanya, apa umat beriman tidak diperkenankan memiliki relikui2 tersebut, baik yg kelas 1 maupun kelas 2?
Jika umat beriman diizinkan memiliki benda-benda tersebut (yang memang tujuannya untuk berdoa dan berdevosi), di mana bisa kita dapatkan?
Saya pernah melihat banyak contoh relikui2 kelas 2 (di sana mereka tulis kelas 3) yang ditaruh di rosario maupun di dalam salib. Nah di mana saya bisa mendapatkan barang-barang seperi itu?

Terima kasih banyak, Tuhan memberkati selalu

mungil
Guest
mungil
5 tahun 3 bulan yang lalu
salam ! saya barusan membaca sebuah berita di situs berita yahoo, ada berita tentang “Darah paus Yohanes Paulus II yang dipamerkan” . yang membuat saya cukup terganggu karena banyak komentar miring mengenai berita isi tersebut terutama pada pada bagian yang menyebutkan ( kutipan = Darah dan rambut ini berasal dari tubuh Paus, jadi merupakan bagian benda suci derajat tertinggi,” kata Kardinal Dziwisz. (MI/DOR)) pernyataan diatas dianggap seolah pihak gereja (kardinal Dziwisz, entah secar pribadi atau lembaga) dianggap telah mengkultuskan darah & rambut tersebut. saya ingin penjelasan lebih mengenai hal ini, apa kah boleh saja bagian dari tubuh seseorang yang memang… Read more »
yosafat
Guest
yosafat
5 tahun 3 bulan yang lalu

Syalom Rekan Katolisitas,
Terima kasih atas info ttg rekliwi ini.
Yg sy mo tanyakan, apakah semua Gereja katolik di Indonesia menggunakan rekliwi Santa/ Santo?
Apakah Indonesia memiliki santo/santa? setau saya hanya martir yang berasal dr Indonesia. Benarkah? Klo belum, kenapa kita belum memiliki santo/ santa dr sini. apakah karena kurang terekspos?
Kemudian apakah boleh beata/ beato digunakan untuk rekliwi? juga jika orang kudus yang masih ‘hamba Tuhan’ ato beato/beata kita mintakan berdoa bagi kita?
Terima kasih sebelumnya atas tanggapan Rekan.’
Semoga pelayanan anda selalu diberkati oleh Tuhan kita Yesus kristus.

Salam kasih,

Yosafat

Joseph C
Guest
5 tahun 5 bulan yang lalu

Yth. Ibu Inggrid dkk

Mohon informasi apakah ada relikwi, & makam dari St. Joseph di dunia ini..? klo ada mohon petunjuknya, krn saya sgt berdevosi pada Santo ini..setelah kemaren saya melihat relikwi St Yohanes Bisco di gereja Sunter, sy ingin sekali melihat relikwi St. Joseph

Joseph C

Caecilia Triastuti
Guest
Caecilia Triastuti
5 tahun 5 bulan yang lalu
Shalom Sdr Joseph, Terimakasih untuk pertanyaannya. Saya membantu Pak Stef dan Bu Ingrid untuk mencari di internet informasi mengenai keberadaan makam dan relikwi Santo Yosef, namun pencarian saya tidak berhasil menemukan jawaban yang kita cari. Berbagai informasi mengenai Santo Yosef tidak mencatat di mana makamnya berada, demikian juga relikwinya. Mohon maaf jika kami belum dapat membantu Anda dalam hal ini. Informasi yang menurut saya cukup baik untuk saya bagikan juga kepada Anda adalah bahwa St Yosef dikenal dalam Gereja sebagai model dari orang beriman yang percaya penuh kepada penyelenggaraan Tuhan. Dan karena dipercaya bahwa beliau wafat dengan didampingi Yesus dan… Read more »
Daniel
Guest
Daniel
5 tahun 3 bulan yang lalu

Terima kasih atas share mengenai St. Yosef. Baru-baru ini pada saat saya menyaksikan tablo kisah sengsara Yesus, pikiran saya seperti ter-usik, kemana St. Yosef pada saat Yesus memanggul kayu salib ataupun pada saat Yesus disalib sampai wafat. Kenapa yang ada hanya Bunda Maria. Melalui share ini saya jadi mengerti bahwa St. Yosef meninggal dunia di usia Yesus 26 tahun. Sedangkan Yesus mengalami sengsara dan mati di kayu salib di usia 33 tahun.

Salam
Daniel Rudi Sianturi

Nando
Guest
Nando
5 tahun 6 bulan yang lalu

Shalom katolisitas.org
Saya sedikit kesulitan mencari gereja2 mana yg menyimpan relikwi 12 Rasul. Bisakah katolisitas membantu saya mencari gereja2 trsebut, foto, dan legendanya?

Trims. Gbu.

johanes
Guest
johanes
5 tahun 5 bulan yang lalu
Relikwi sang pengkotbah ulung pada masanya , Santo Yohanes Don Bosco; berupa tangan kanan dari St Don Bosco akan tiba di Jakarta dari 9 Maret-11 Maret 2011 dan disemayamkan di Paroki ST Yohanes Bosco jl Taman Sunter Indah blok A3 no 13-21 Telp 021-6530 0109 atau info di http://www.st-yohanesbosco.org Kejadian ini sangat langka, bahkan mungkin tidak akan terulang lagi dalam kehidupan kita, luangkan waktu anda untuk mengunjungi relikwi dan mengalami rahmat Tuhan lewat hambaNya St.Don Bosco. Setiap hari diadakan MIsa Kudus dari tanggal tersebut pada jam 06;jam09;jam 19. Khusus setiap jam 19 dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta(9 Maret),Uskup Purwokerto(10 maret)… Read more »
Caecilia Triastuti
Guest
Caecilia Triastuti
5 tahun 5 bulan yang lalu
Shalom Sdr. Nando, Pertanyaan Saudara sangat menarik. Saya mencoba mencari di internet, dan dari Wikipedia saya menemukan artikel yang di dalamnya terdapat nama gereja dan situs beserta foto-foto gereja-gereja itu, dimana jenazah dan relikwi dari tujuh dari duabelas rasul Yesus diletakkan. Sedangkan makam dan relikwi dari rasul-rasul lainnya tidak diketahui dengan pasti keberadaannya dan diperkirakan juga tersebar di berbagai tempat di dunia. Ketujuh rasul yang makam serta relikwinya disebutkan di dalam sumber di Wikipedia itu adalah St Petrus di Basilika St Petrus, Vatikan, makam dan relikwi St. Andreas di Basilika St Andreas di Patras, Achaea, Yunani. Kemudian makam St. Yakobus… Read more »
Jane G
Guest
Jane G
5 tahun 6 bulan yang lalu
Saya baca di basilika St Nicholas, Bari, Italia ada oil extracted from the body of St. Nicholas. It is sold in church store next to Basilika. Saya mau tanya kenapa di toko Katolik atau di katedral kita tidak dapat membeli oil of the Saints bahkan air Lourdes? Padahal tour pilgrim ke Eropa sering diadakan. Setahu saya oil of Saints yg didapat dari Shrine of The Saints dapat dipakai utk mengurap orang sakit dan dibolehkan di banyak gereja Katolik kecuali di Indonesia. Toh tidak ada salahnya kita berdoa dgn perantaraan Saints dan mengurap org sakit dgn oil from the body of… Read more »
Jane
Guest
Jane
5 tahun 1 bulan yang lalu
THE MIRACLES The first miracle attributed by the church to prayers to Katharine Drexel was the 1974 healing of then-Bensalem resident Robert Gutherman. In March 1974, when he was 14, Gutherman had a severe ear infection that destroyed the three bones in his ear that are needed for hearing and perforated his eardrum. Doctors determined that Gutherman would be permanently deaf in that ear. His family and several members of the Sisters of the Blessed Sacrament prayed daily to Drexel for Gutherman’s recovery. In September 1974, Gutherman went for a checkup. That’s when the doctor realized that Gutherman’s bones had… Read more »
Rm Gusti Kusumawanta
Member
5 tahun 6 bulan yang lalu
Jane yth, Minyak urapan orang sakit yang digunakan dalam sakramen Pengurapan Orang Sakit (sakramen Perminyakan) harus diambil dari minyak yang diberkati saat misa Krisma dan janji Imamat yang diadakan hari Kamis Putih pagi hari bersama Bapa Uskup. Di luar itu tidak boleh ada minyak jenis lain. Maka, meskipun dari minyak Santo itu bukan untuk digunakan dalam ibadat untuk orang sakit oleh imam. Kalau hanya dioles oleh awam bagi orang sakit, itu bisa saja dilakukan. Air Lourdes tidak dijual di Katedral karena itu menyalahi aturan, sebab hal- hal kudus tidak boleh dikomersialisasi-kan. Maka, jika ingin menggunakan air suci, cukup minta air… Read more »
franciscus xaferius ginting
Guest
franciscus xaferius ginting
5 tahun 7 bulan yang lalu

KIRANYA TUHAN YESUS KRISTUS MEMBERKATI YANG MEMBERI INFORMASI YANG BERGUNA INI DEMI NAMA BAPA,PUTRA DAN ROH KUDUS ,AMIN.

Ebner Eugene
Guest
Ebner Eugene
5 tahun 11 bulan yang lalu

Shalom kepada Warga Katholisitas,

Soalan 1. Saya ingin bertanya mengenai barangan kudus misalnya rantai rosari yang terputus atau salib yang mungkin sudah rosak. Bagaimana caranya supaya pemberkatan atas barangan kudus ini dapat di batalkan untuk tujuan menyimpan sebagai barangan terbuang?

Soalan 2. Perlukah mohon pemberkatan kedua ke atas makanan yang sudah diberkati sebelumnya. Misalnya sisa makan yang masih baik disimpan dan akan dimakan kemudiannya?

Rm Gusti Kusumawanta
Member
5 tahun 11 bulan yang lalu

Ebner Eugene Yth

Barang barang kudus yang sudah diberkati meski rusak sebaiknya disimpan tidak dibuang, seperti salib gambar kudus, patung dll. Pemberkatan tidak bisa dibatalkan karena berkat Tuhan tidak bisa ditarik kembali; karena itu disimpan saja tidak dibuang. Pasti masih ada manfaat bagi orang yang bisa memperbaiki barang yang sudah rusak. Tidak perlu pemberkatan dua kali makanan yang disimpan dan dimakan lagi. Prinsipnya pemberkatan sekali cukup, namun jika tidak yakin bisa minta diberkati lagi asalkan tidak menjadi kurang percaya pada sekali pemberkatan.

Salam
Rm Wanta

Simon
Guest
Simon
6 tahun 6 hari yang lalu

Shalom Pak Stef dan Bu Ingrid,

Kita meyakini bahwa Bunda Maria Diangkat ke Surga (jiwa dan raga). Sampai saat ini juga tidak diketemukan kuburannya dibumi (setahu saya). Apakah para Rasul (Murid Kristus) dari Petrus sampai Matias semuanya diketahui dimana kuburannya? Termasuk pengarang Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) serta para Rasul yang lainnya? Maaf pertanyaan ini agak aneh. Terima kasih.

GBU,

Jane G
Guest
Jane G
5 tahun 6 bulan yang lalu
Lewat browsing di internet, telah ditemukan kuburan bundaMaria di Mount Olive, Jerusalem dan di makam tsb dibangun kapel kecil.Bahkan jasad atau relic ibunda bunda Maria yg bernama Saint Anne ada dikubur di Basilika St Anne de Beaupre, Quebec Canada. Makam nenek Tuhan Yesus tsb menyimpan tulang St Anne dan di tokonya ada dijual Blessed oil from St Anne. Banyak mukjizat penyembuhan yg terjadi dgn perantaraan relic oil of St Anne( adalah minyak zaitun yg sdh disentuhkan ke jasad St Anne dan diberkati di gereja tmpat makam tsb). Hari Selasa ditunjuk bunda Maria utk berdoa ke St Anne dgn menyebutkan 9… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
5 tahun 6 bulan yang lalu
Shalom Jane, Gereja Katolik mengajarkan bahwa Bunda Maria diangkat ke surga, tubuh dan jiwanya (lihat Munificentissimus Deus); namun hal apakah sebelum diangkat ia mengalami kematian tubuh atau tidak, masih merupakan hal yang ‘terbuka’ untuk diskusi/ pembahasan lebih lanjut. Namun demikian, sebagian besar teolog berpegang pada keyakinan bahwa Maria, seperti juga Yesus Putera-Nya, juga mengalami kematian, sebelum ia diangkat ke surga oleh Allah. Dengan demikian, adanya kubur Bunda Maria di kaki Mount Olive, (gerejanya disebut Dormition Abby) tidak bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik. Namun, walaupun ditemukan kuburnya, jasad/ relikwi Maria tidak pernah ditemukan. Hal ini memang berbeda dengan ibunya St. Anne,… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
5 tahun 11 bulan yang lalu
Shalom Simon, 1. Ya benar, jika kita mempelajari sejarah, maka kita akan mengetahui bahwa tiap rasul wafat dan kuburnya masih ada, dan dapat dikunjungi sekarang. Silakan anda klik di link ini, ini, ini dan ini, untuk mengetahuinya. Rasul Petrus: kuburnya terletak di bawah altar Basilica of St. Petrus, VatikanRelikwi Rasul Yudas Tadeus dan Simon orang Zealot, juga terletak di Vatikan.Rasul Paulus: relikwi tubuhnya terletak di bawah altar Basilica of St. Paul outside the wall, sedangkan kepalanya di basilica of St. John Lateran Rasul Filipus: dibunuh sebagai martir di Hieropolis, dan jenazahnya dikubur di bawah basilica of the Holy Apostle (Santi… Read more »
Alexander Pontoh
Guest
Alexander Pontoh
6 tahun 28 hari yang lalu

nih ada “something” yang saya tahu bisa dimanfaatkan oleh katolisitas. hanya saya tidak ingat harus posting di thread yang mana.

http://www.sayakasihtahu.com/2010/07/10-mayat-orang-suci-yang-tidak-membusuk.html

[dari katolisitas: silakan juga melihat di sini – silakan klik]

Eman Zebua
Guest
Eman Zebua
6 tahun 1 bulan yang lalu

Saya masih ingin bertanya tentang kesucian atau kekudusan dalam Gereja Katolik:
1. Apakah ada orang kudus yang dikanonisasi sekitar 1-2 abad terakhir yang berasal kalangan kaum awam? (maksud saya bukan dari kalangan hirarki dan religius)
2. Kalau ada siapa namanya? Apakah pernah dimuat dalam Majalah Hidup riwayatnya, mengingat dalam majalah itu sering dimuat tentang orang kudus? (jika ada dan pernah dimuat dimalajah itu, tolong informasi edisi keberapa).
3. Sebelum dan sesudahnya, saya ucapkan terima kasih! salam damai!!!

Piony
Guest
Piony
6 tahun 5 bulan yang lalu

Mat malam Pa Stef & Bu Inggrid,
Dewasa ini sering beredar pesan berantai lewat sms, misalnya tentang pesan Bunda Maria atau Tuhan Yesus sendiri. Pengirim sms mengharapkan agar pesan yang disampaikan tersebut dilanjutkan ke orang-orang lain, agar tidak terputus. Jika hal tersebut dilakukan maka akan mendapat keberuntungan, berkat dll, sebaliknya jika tidak dilakukan maka akan medapat musibah. Bagaimana pendapat Pa Stef dan Bu Inggrid mengenai hal ini? Thanks atas penjelasannya..

Felix Sugiharto
Guest
Felix Sugiharto
6 tahun 5 bulan yang lalu
Shalom Piony. Izinkanlan saya menyampaikan apa yang saya ketahui sehubungan dengan penuturan anda, memang banyak orang menggunakan sms berantai menyampaikan berita2 yang bernada rohani. Satahu saya memang ada sebagian umat Gereja fundamental yang menirukan pengalaman pendetanya atau mendengarkan kesaksian hidup saudara seiman di dalam komunitas bahwa dengan setelah membaca Alkitab kemudian berdoa akan menghasilkan penerangan dari Roh Kudus atau lebih dikanal dengan istilah “Roh Kudus telah berbicara kepada saya”. Nah itulah yang menjadi berita-berita yang mereka sampaikan secara berantai, kemudian berita itu diterima oleh (mungkin salah satunya adalah anda sendiri). Mereka melakukan ini dengan harapan setiap penyampaian berita suka cita… Read more »
Herman Gedowolo
Guest
Herman Gedowolo
6 tahun 9 bulan yang lalu
Romo, saya adalah seorang ketua Komunitas Umat Basis (KUB), dalam doa (doa Rosario Bln Mei dan Oktober, serta doa mingguan) di KUB kami, setiap selesai renungan Injil kami sering syaring kemudian untuk penguatan iman saya lengkapi dengan membacakan riwayat hidup orang-orang kudus (bukunya saya pinjam dari pastor paroki katedral ende, berupa cerita komik perbuku-per orang kudus). Tapi belakangan ini minat umat saya sangat antusias sekali mengikuti kegiatan doa dan syaring macam ini sehingga saya berpikir untuk membeli buku RIWAYAT HIDUP ORANG KUDUS EDISI LENGKAP (riwayat hidup semua orang kudus dalam satu buku). Dapatkah romo membantu saya? Terima kasih Alamat rumah… Read more »
chris
Guest
7 tahun 3 bulan yang lalu
Pak Stef/Bu Ingrid, tentang Roti Padre Pio pernah saya baca informasi tentang roti ini, saya copy kesini. Semoga bermanfaat. Diambil dari http://www.reginacaeli.org/index.php?option=com_content&task=view&id=959&Item id=187 Website Paroki Regina Caeli (reginacaeli.org). Sudah didiskusikan disini: http://forum.wgaul.com/showthread.php?t=83305 Akhir-akhir ini beredar di tengah kita SMS/surat/email tentang roti Padre Pio. Sebelumnya – malah masih berlangsung sampai sekarang – sering pula kita baca SMS/surat/email berantai tentang berbagai macam hal. Ujung-ujungnya minta diteruskan, yang diikuti dengan ‘janji’ dan/atau ‘ancaman’. Bagaimana seharusnya sikap kita? Saya mendapat email dari seorang teman yang berisi tanggapan Romo M. Sriyanto, SJ, pastor Paroki St. Maria – Tangerang, tentang topik tersebut. Saya merasa tanggapan itu… Read more »
anton
Guest
anton
6 tahun 11 bulan yang lalu

Sebegitu sesatkah ?

wpDiscuz
katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. @Copyright katolisitas - 2008-2016 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial |
Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.