Rapture menurut sudut pandang ajaran Gereja Katolik

Pendahuluan

Pertama saya mendengar teori tentang rapture ini adalah ketika saya pernah berbincang-bincang dengan teman saya yang beragama Protestan di sekitar tahun 1997. Terus terang, pada saat itu, saya tidak tahu banyak tentang hal ini, sehingga saya lebih banyak diam dan mendengarkan. Tentu hal ini membuat hati saya bertanya-tanya, namun saya bersyukur, bahwa setelah saya mempelajari lebih lanjut tentang ajaran Gereja Katolik tentang akhir jaman, pertanyaan saya ini terjawab. Saya bersyukur akan rahmat yang Tuhan berikan melalui pengajaran Magisterium yang diteruskan oleh para ahli kitab suci dan tokoh apologetik Katolik yang mampu menyampaikan ajaran ini dengan jelas dan rinci. Dalam hal ini saya bersyukur atas keterangan yang diberikan oleh Fr. Frank Chacon dan Jim Burham, melalui buku mereka Beginning Apologetics 8, The End Times, sumber utama yang saya ambil untuk menjelaskan topik yang penting ini. ((Lihat Father Frank Chacon & Jim Burnham, Beginning Apologetics 8: The End Times, (Farmington, NM: San Juan Catholic Seminary, 2005), esp. pp.10-17.))

Teori “secret rapture” adalah bagian dari ajaran Dispensationalism, yang pertama diajarkan oleh John Nelson Darby (1859-1874) dan dipopulerkan di Schofield Study Bible pada tahun 1909, serta belum lama ini menjadi ‘hit’ melalui buku seri Left Behind. Kita sebagai umat Katolik memang perlu waspada akan pengajaran “rapture” ini, sebab selain memperkenalkan interpretasi yang asing tentang Kedatangan Kristus yang kedua, teori ini juga mengajarkan hal yang keliru tentang pengertian Gereja. Maka mari kita lihat dulu pandangan Gereja Katolik baru kemudian pandangan Protestan dalam hal “rapture” ini.

Pandangan Katolik tentang “rapture”

Kata “rapture” berasal dari bahasa Latin yang artinya “to be caught up/ taken up” atau “diangkat”. Kata ini terdapat pada perikop 1 Tes 4:17:

“Sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka [para kudus] dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

Orang Katolik percaya bahwa mereka yang masih hidup pada saat kedatangan Kristus yang kedua tidak akan mengalami kematian, melainkan akan diubah dalam kemuliaan dan menyongsong (dengan ‘diangkat’) para kudus yang sudah bersama-sama dengan Kristus. Maka penyambutan Kristus di awan-awan tidak saja melibatkan para beriman yang masih hidup, namun juga para beriman yang telah meninggal. Interpretasi ini juga diimani oleh gereja Orthodox, dan sejumlah besar umat Protestan.

Pandangan Protestan Fundamentalis tentang “secret rapture”

Pada abad ke 19, di Amerika berkembang banyak aliran yang memusatkan perhatian pada keadatangan Yesus yang kedua. Salah satunya yang terkenal adalah yang dikenal dengan Dispensationalism. Dispensationalism, adalah pengajaran yang dipelopori oleh John Nelson Darby (1859-1874), pemimpin sekte Kristen di Inggris, yang bernama Plymouth Brethern. Dinamakan ‘dispensationalism’ karena ia membagi sejarah manusia menjadi 7 masa dispensasi/ tahap dimana Tuhan menyatakan wahyu-Nya kepada manusia. Namun di setiap tahap, manusia gagal dalam ujian, sehingga penghakiman terjadi di akhir setiap tahap, dan tahap baru akan menyusul sesudahnya.

Kita hanya akan membahas 2 aspek saja dalam tulisannya yang berkaitan dengan rapture, yaitu: 1) pandangannya tentang kedatangan Kristus; 2) pandangannya tentang Gereja. Menurut Darby terdapat perbedaan tak terseberangi antara bangsa Israel dan Gereja, sehingga ia membagi misalnya, bahwa nubuat Perjanjian Lama hanya diperuntukkan bagi bangsa Israel, dan tak ada satupun untuk Gereja. Menurut para dispensationalists, karena bangsa Israel menolak pembentukan Kerajaan Mesias di dunia dengan menolak Kristus, maka Tuhan menunda pembentukan Kerajaan tersebut, dan berpaling pada bangsa-bangsa non-Yahudi. Karena itu, jam/ lonceng nubuatan Yahudi berhenti berdetak ketika Yesus wafat; dan karena itu, semua nubuatan Perjanjian Lama bagi bangsa Israel ditunda.

Setelah waktu pemenuhan bangsa-bangsa non Yahudi (Luk 21:24), menurut Darby, Yesus akan kembali dengan rahasia untuk mengangkat Gereja yang terdiri dari orang-orang beriman non-Yahudi- ke surga. Mereka akan diangkat untuk bertemu dengan Yesus di surga. Setelah kedatangan Yesus ini, dimulailah masa tujuh tahun penderitaan/ tribulation dan pengrusakan dunia, di mana Antikristus akan berjaya. Setelah tujuh tahun penderitaan, baru Yesus akan datang secara publik dan mengalahkan Antikristus.

Selanjutnya, orang-orang Yahudi akan menerima Kristus sebagai Penyelamat mereka. Kristus akan memimpin dunia selama 1000 tahun (Millennium menurut Why 20:4) yang memerintah atas bangsa Israel yang telah dipulihkan. Pada masa ini nubuatan Perjanjian Lama akan bangsa Israel akan dipenuhi. Jam nubuatan bagi Israel kembali berdetak. Israel akan kembali membentuk agama yang sesuai dengan ritual dan kurban-kurban sesuai dengan Perjanjian Lama. Inilah kerajaan yang diajarkan oleh Yesus di Injil. Israel akan menjadi bangsa pilihan Allah lagi. Maka Gereja hanya menjadi solusi sementara, ‘pengisi masa kekosongan’ sampai Israel kembali kepada Tuhan. Setelah 1000 tahun, maka setan akan dilepaskan dan segera dikalahkan, dan dunia akan sampai pada akhirnya.

Dengan ide seperti ini, maka tak heran, bahwa orang-orang Kristen Fundamentalis memiliki pandangan yang rendah tentang Gereja, sebab hanya dianggap sebagai pengisi kekosongan masa saja. Dengan berpegang pada ide di atas, maka banyak dari mereka menganggap bahwa pendirian negara Israel pada tahun 1948 adalah sebagai sesuatu yang sangat penting. Mereka berpendapat bahwa saat itulah maka jam nubuatan Israel kembali berdetak lagi. Israel akan kembali menjadi bangsa pilihan, “rapture” akan segera terjadi, dan para beriman yang tergabung dalam Gereja akan segera ‘diangkat’.

Beberapa Masalah dari teori Dispensationalism tentang Rapture

1. Kesalahpahaman pandangan tentang Gereja.

Terdapat dua kekeliruan di sini: 1) Pandangan yang menganggap bahwa Gereja hanya mengisi kekosongan demi kepentingan bangsa non- Yahudi 2) Kerajaan Allah yang dikhotbahkan Yesus adalah berkenaan dengan bangsa Israel di masa mendatang yang telah dipulihkan.

Kenapa? Karena pada Mat 4:17 Yesus berkata, “Kerajaan Allah sudah dekat.” Dan juga dalam Mat 16: 13-20 ketika Yesus mengatakan akan “mendirikan Gereja-Nya atas batu karang” (Rasul Petrus), Ia berkata, “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga.”

Alkitab mengatakan bahwa Gereja adalah Tubuh Kristus (Ef 5:23; Kol 1:24), Yerusalem yang baru (Why 21:2), kota yang beranggotakan orang-orang Kudus yang diangkat menjadi keluarga Allah, dan kota yang dibangun atas dasar para rasul dan para nabi (lihat Why 21:14 dan Ef 2:19-22), Kerajaan Surga (Mat 13), Mempelai Kristus pada akhir jaman (Why 21:9). Dan Yesus juga mengatakan akan menyertai Gereja-Nya sampai pada akhir jaman (Mat 28:20).

Maka ide bahwa Gereja hanya sebagai ‘fase yang terlewati’ sampai bangsa Israel dipulihkan sebenarnya tidak ditemukan di dalam Alkitab. Terlebih lagi, pandangan ini tidak sesuai dengan bukti biblikal yang menyatakan bahwa Kerajaan Allah adalah Gereja. Bahkan yang lebih menyedihkan, beberapa pendukung ajaran ini malah mengatakan bahwa Gereja Katolik adalah agama yang sesat dan yang akan menjadi Antikristus- kota Babel (the Whore of Babylon) pada Why 18!

2. Kekurangpahaman akan makna sakramen, pengubahan diri kita di dalam hidup Kristus sebagai aspek penting untuk memperoleh keselamatan, dan karya Roh Kudus dalam Magisterium Gereja.

Karena pandangan yang keliru tentang Gereja, maka dengan sendirinya, para rapturist menolak sakramen-sakramen yang diberikan oleh Gereja sebagai tanda yang menyampaikan rahmat Tuhan. Dengan menolak sakramen, mereka memusatkan perhatian kepada Alkitab saja, dan terutama ayat untuk mengakui Yesus sebagai Tuhan dengan mulut (Rom 10:10). Tak heran, biasanya tujuan dari khotbah akhir jaman, adalah supaya seseorang dapat menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat pribadi, dan dengan demikian Tuhan membenarkan dia, dan menyelamatkannya. Supaya dengan kondisi ini, ia dapat memiliki kepastian, bahwa ia ‘pasti’ diangkat dalam “secret rapture”, jika Yesus datang kembali. Maka di sini yang digarisbawahi hanya iman.

Padahal menurut ajaran Gereja Katolik yang berpegang pada ajaran Yesus dalam Yoh 3:5, untuk diselamatkan seseorang tidak hanya harus percaya kepada Yesus dan mengaku dengan mulut, namun juga seseorang harus lahir kembali dalam air dan Roh, yaitu dengan dibaptis dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, (Mat 28:19), dan selanjutnya hidupnya harus berubah sesuai dengan perintah Tuhan, yaitu: dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik (lih. Yak 2:24) dan mengambil bagian dalam hidup ilahi (Rom 8: 10-11), yang kita terima melalui sakramen-sakramen, terutama Ekaristi.

Penolakan akan pengajaran ini menunjukkan betapa para rapturist itu tidak mengakui bahwa Roh Kudus bekerja dalam Magisterium Gereja Katolik. Namun penolakan terhadap ajaran Magisterium mengakibatkan mereka tidak memiliki keseragaman dalam pemahaman tentang rapture ini, sebab mereka hanya mengandalkan khotbah dari berbagai tokoh rapture, yang dapat mengajarkan pengajaran yang berbeda-beda.

3. Kesalahpahaman pandangan tentang Israel

Perjanjian Lama (PL) digenapi di Perjanjian Baru (PB). Peran Imamat dalam PL telah dipenuhi dalam Kristus sebagai Imam Agung yang lebih tinggi dari Harun –imam dalam PL (lihat Ibr 7:11-28). Maka segala kurban dalam PL telah digenapi di dalam kurban salib Yesus di Golgota, yang kemudian dihadirkan kembali di sepanjang segala abad dalam Sakramen Ekaristi. Maka, bangsa Israel dalam PL telah digenapi oleh Gereja dalam PB, yang disebut sebagai bangsa Israel yang baru (Gal 6:16). Nubuatan- nubuatan PL tentang Israel menemukan pemenuhannya di dalam Gereja. Jadi, tidak mungkin ada titik balik menuju bangsa Israel seperti dalam PL, sebab Gereja dalam PB adalah merupakan bangsa pilihan Allah yang baru dan kekal.

Maka pengakuan bangsa Israel secara sekular pada tahun 1948 oleh PBB yang adalah institusi non-Kristen tidak ada hubungannya dengan perjanjian bangsa Israel dengan Allah seperti pada Perjanjian Lama. Perjanjian bangsa Israel dengan Allah dalam PL terbentuk melalui perjanjian yang diberikan kepada Nabi Musa di Gunung Sinai. Oleh karena itu, Bangsa Israel adalah bangsa perjanjian. Sedangkan pembentukan Negara Israel secara sekular tidak mempunyai nilai religius yang penting bagi umat Kristen. Namun demikian, kita percaya bahwa bangsa Israel tetap ada dalam rencana Tuhan, seperti yang diajarkan oleh rasul Paulus dalam Rom 11. Suatu hari nanti mereka akan bergabung dengan Gereja dan menjadi bagian dari PB: bangsa pilihan Allah yang baru.

4. Kekeliruan dalam mengartikan 1 Tes 4

Tak ada dalam ayat 1 Tes 4 yang menyatakan kedatangan Kristus secara rahasia. Pada perikop ini yang diajarkan oleh Rasul Paulus adalah tentang kebangkitan orang mati yang terjadi pada waktu kedatangan Yesus yang kedua. Umat di Tesalonika waktu itu berduka dan cemas memikirkan keadaan umat Kristen yang meninggal sebelum kedatangan Kristus yang kedua: akankah mereka turut mengambil bagian dalam kemuliaan Kristus. Maka Rasul Paulus mengajarkan bahwa mereka yang telah wafat dalam Kristus akan bangkit terlebih dahulu. Baru kemudian, umat Kristen yang masih hidup akan bergabung dengan mereka yang telah bangkit, dan “bersama-sama dengan mereka, akan bertemu dengan Tuhan di angkasa” Dengan demikian, “kita akan selalu bersama-sama dengan Tuhan.” (a.17)

Jadi perhatian Rasul Paulus yang utama adalah untuk menghibur umat di Tesalonika dengan ajaran kebenaran bahwa pada akhirnya, kita akan berjumpa dengan Yesus pada kedatangan-Nya yang kedua. Tidak satupun orang, termasuk yang sudah mati akan ditinggalkan, sebab semua orang mati akan dibangkitkan. Maka para beriman yang masih hidup juga akan bergabung bersama mereka yang telah mendahului kita dan bersama dengan mereka akan mengambil bagian dalam kemuliaan Kristus yang turun dari Surga ke dunia.

Rasul Paulus mengajarkan tentang satu kali kedatangan Kristus (‘coming’ not ‘comings’). Silakan lihat tabel berikut ini untuk melihat hubungan perikop 1 Tes 4:13-17 ini dengan 3 perikop yang lain, yang menunjukkan bahwa yang dijabarkan mengacu pada kejadian yang sama. Kedatangan Kristus akan diumumkan dengan seruan malaikat dan suara sangkakala, dan ini bukan “secret rapture”/ masa pengangkatan ataupun kedatangan yang rahasia. Dalam perikop ini tidak dikatakan bahwa Yesus akan datang secara rahasia untuk mengangkat orang-orang Kristen ke surga untuk menghindari mereka dari masa penderitaan selama 7 tahun.

Empat perikop yang menjabarkan tentang Kedatangan Kristus yang kedua.

1 Tes 4:13-17

Mat 24:29-31

2 Tes 2:1,3,8

1 Kor 15

“kedatangan Tuhan” (a.14)

“Anak Manusia itu datang” (a.30)

“kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus” (a.1)

_

“penghulu malaikat berseru” (a.16)

“malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala” (a.31)

_

_

“sangkakala Allah berbunyi” (a.16)

“sangkakala yang dahsyat bunyinya” (a.31)

_

“nafiri akan berbunyi” /“nafiri terakhir” (a.52,51)

“mereka yang mati dalam Kristus akan bangkit” (a.16)

_

_

“orang-orang mati akan dibangkitkan (a.52)

“diangkat bersama-sama… menyongsong Tuhan di angkasa” (a.17)

“mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya” (a.31)

“terhimpunnya kita dengan Dia” (a.1)

“dalam awan” (a.17)

“di atas awan-awan” (a.30)

_

[Kapankah peristiwa ini terjadi?]

“Segera sesudah siksaan pada masa itu” (a.29)

“Sebab sebelum hari itu haruslah datang dulu murtad dan harus dinyatakan dahulu manusia durhaka (Antikristus)” (a.3)

“pada waktu bunyi nafiri yang terakhir” (a.51)

Juga, tak kalah pentingnya, tak ada sebutan bahwa Yesus akan merubah haluan. Perhatikanlah bahwa, Yesus “akan turun dari surga.” Ia akan turun dari surga ke dunia. Tidak dikatakan bahwa Yesus akan membuat jalan putar balik (U-turn) setelah umat Kristen bertemu dengan-Nya di angkasa, lalu Ia akan kembali ke surga. Melainkan, ayat ini menjabarkan kembalinya Kristus dengan mulia ke dunia, dan kebangkitan orang mati akan terjadi bersamaan dengan hal ini. (Mengenai penjelasan U-turn ini silakan lihat Appendix- 1 di bawah artikel ini).

Dalam 1 Kor 15: 50-58, Rasul Paulus juga membahas hal yang sama. Ia mengatakan bahwa suara sangkakala di sini merupakan bunyi nafiri yang terakhir. Maka kematian akan berakhir, ”yang dapat binasa mengenakan yang tidak dapat binasa… Maut telah ditelan dalam kemenangan.” (1Kor 15:54). Jelaslah di sini bahwa Rasul Paulus mengajarkan tentang kedatangan Yesus yang kedua pada akhir jaman, di mana pada saat itu tidak ada kematian lagi.

Mat 24: 29-31 juga menjabarkan peristiwa yang sama dengan 1 Tes 4. Kedua perikop menceritakan kedatangan Kristus dalam awan-awan, dengan para malaikat dan suara sangkakala, dan pengumpulan orang-orang pilihan-Nya. [Namun para dispensationalists membedakan kedua peristiwa itu; 1 Tes 4 adalah pada waktu Yesus datang secara rahasia, dan pada Mat 24:29-31 adalah pada kedatangannya yang terakhir].

Mat 24:29-31: “Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi…”

Maka karena ayat ini membahas kedatangan Yesus di akhir jaman seperti yang juga disetujui oleh para rapturist, dan karena 1 Tes 4:13-18 juga membicarakan peristiwa yang sama, maka sesungguhnya “rapture”/ pengangkatan tidak mungkin terjadi sebelum siksaan/ tribulation, tetapi segera sesudah siksaan pada saat kedatangan Yesus yang kedua.

2 Tes 2:1,3,8, juga meneguhkan bahwa “rapture” tidak terjadi sebelum siksaan tetapi sebaliknya, yaitu sesudah terjadi kesesatan/ pemberontakan dan pernyataan Antikritus/ manusia durhaka. Jadi, pengangkatan para beriman untuk bertemu dengan Kristus tidak terjadi sebelum 7 tahun siksaan/ tribulation dan kedatangan Yesus yang kedua. Sebaliknya, terjadi bersamaan dengan kedatangan Yesus yang kedua pada akhir jaman.

2 Tes 2:1,3,8: “Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, ….Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagimanapun juga! Sebab sebelum Hari ini haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka… tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulutNya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.”

Jadi “rapture” tidak datang sebelum siksaan/ tribulation, tetapi sesudah siksaan, pemberontakan, dan Antikristus. “Rapture” itu terjadi saat sangkakala dibunyikan pada kedatangan Yesus kembali di akhir jaman.

5. Kesalahan interpretasi Mat 24:38-41

Mat 24: 38-41: “Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah….mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikianlah pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.”

Para penganut paham secret rapture mengajarkan bahwa ayat-ayat ini mengisahkan adanya pengangkatan umat beriman secara rahasia. Tetapi sebenarnya, ayat-ayat ini tidak mengatakan secara jelas akan adanya pengangkatan rahasia itu. Yang jelas, Yesus mengambil contoh tersebut untuk menekankan betapa tiba-tiba dan tidak diketahui-nya kedatangan-Nya yang kedua. Nampaknya, ide ‘pengangkatan rahasia’ telah dimasukkan ke dalamnya; dan bukannya diperoleh langsung dari teks tersebut.

Di perikop  paralelnya dalam Luk 17:22-37, Yesus juga menggunakan contoh air bah untuk menjelaskan kedatangan-Nya kembali yang tiba-tiba. Ia menambahkan contoh lain tentang kehancuran Sodom. Kedua contoh menggambarkan satu ciri: kedatangan-Nya yang tiba-tiba dan tidak disangka-sangka.

Jadi tidak ada pengajaran tentang ‘pengangkatan secara rahasia’ menurut ayat-ayat Kitab Suci. Tuhan Yesus memulai perikop dengan mengatakan bahwa Hari kedatangan-Nya akan terlihat jelas: “Sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya” (Luk 17:24). Kita tahu, tak ada yang rahasia tentang kilat yang menyambar di langit. Yesus menyatakan bahwa seperti penghakiman di zaman Nabi Nuh dan Lot yang terjadi tanpa peringatan terlebih dahulu, “Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan Diri-Nya” (Luk 17:30). Menyatakan diri adalah lawan kata dari menyembunyikan atau merahasiakan diri. ‘Hari ini’ mengacu pada kedatangan Yesus yang diketahui secara publik, dan tiba-tiba pada akhir zaman. Kedatangan-Nya akan jelas kelihatan seperti banjir air bah, jelas seperti kehancuran kota Sodom, dan jelas seperti kilat di langit.

Penganut paham ‘pengangkatan rahasia/ secret rapture’ memakai contoh air bah di zaman Nabi Nuh dan kehancuran Sodom untuk mendukung teori bahwa orang-orang benar lah yang akan diangkat, dan orang-orang yang jahat ditinggalkan. Tetapi dalam kedua contoh itu, yang terjadi malah sebaliknya: mereka yang diangkat/ dilenyapkan adalah yang jahat. Malah yang tinggal di dunia adalah orang-orang yang benar. Ini malah bertentangan dengan teori ‘pengangkatan rahasia’ tersebut.

6. Kesalahpahaman berpikir bahwa misi Yesus di dunia belum selesai

Sekitar 2000 tahun yang lalu, Yesus menyelesaikan Penyelamatan kita dalam tiga tahun pelayanan-Nya kepada publik. Di Golgota, Yesus “tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai”, sehingga kata terakhir sebelum Ia wafat adalah, “Sudah selesai” (Yoh 19:28-30). Maka mengapa kemudian [seperti anggapan para dispensationalist] secara literal Ia akan kembali untuk suatu pelayanan publik yang lain selama 1000 tahun? Apakah ada sesuatu yang belum selesai? Bukankah Yesus berkata bahwa “Aku telah mengalahkan dunia.” (Yoh 16:33). Maka masuk akal jika pada tahun 1944, Magisterium Gereja Katolik mengeluarkan pernyataan menolak ajaran millenniarism seperti ini. Hal ini diulangi dalam KGK 676. ((KGK 676: Kebohongan yang ditujukan kepada Kristus ini selalu muncul di dunia, apabila orang mengkhayalkan bahwa dalam sejarahnya mereka sudah memenuhi harapan mesianis, yang hanya dapat mencapai tujuannya sesudah sejarah melalui pengadilan eskatologis. Gereja telah menolak pemalsuan Kerajaan yang akan datang, juga dalam bentuknya yang halus, yang dinamakan “milenarisme”, tetapi terutama bentuk politis dari mesianisme sekular yang secara mendalam bersifat salah.))

7. Kesalahan untuk tidak melihat pernyataan kitab Wahyu 13

Para rapturist mengajarkan bahwa orang-orang kudus akan diangkat sebelum Antikristus datang dan siksaan/ tribulation terjadi. Tetapi dalam Why 13:7-8, dikatakan bahwa Antikritus (binatang buas/ the Beast) malah memerangi para kudus tersebut di dunia!

8. Kesalahpahaman dalam memandang hal penderitaan

Para rapturist mengajarkan bahwa orang beriman akan diangkat untuk dibebaskan dari siksaan dan penderitaan yang besar. Mereka gagal untuk memahami bahwa Alkitab mengajarkan bahwa penderitaan dan ujian hidup adalah suatu hak istimewa bagi para pengikut Kristus (lihat Kol 1:24, Rom 8:17-18, Yak 1:2-4). Yesus mengatakan bahwa para pengikut-Nya akan memikul salib (Mat 16:24) dan bahwa kita akan menderita di dunia (Yoh 16:33). Dalam Kis 14:22 kita diajarkan, “untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.” Maka Alkitab sangat jelas mengajarkan bahwa untuk mengikuti Yesus berarti kita juga harus mengambil bagian di dalam sengsara-Nya.

Pengajaran yang mengatakan bahwa para orang beriman akan dibebaskan dari siksaan besar/ the great tribulation, adalah pemikian yang tidak berdasarkan Alkitab. Ini hanya semacam keinginan sebagian orang yang menolak salib dan nilai –nilai luhur dari penderitaan. Lebih lanjut mengenai hal ini silakan baca dalam tulisan ini silakan klik

9. Ketidak-adaan bukti dalam sejarah

Jika teori “rapture” para beriman ini benar, kita layak mengharapkan bahwa teori ini diajarkan secara eksplisit dalam Alkitab dan para Bapa Gereja; tapi ternyata, hal ini tidak secara jelas diajarkan di Alkitab. Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa kedatangan Yesus yang kedua terjadi lebih dari satu kali. Kedatangan Yesus yang kedua ini selalu disebut dalam bentuk singular “Second coming” [bukan “comings”] dan mengacu pada kedatangan-Nya di akhir jaman. Juga, para Bapa Gereja mengajarkan bahwa kedatangan Yesus kembali hanya terjadi satu kali di akhir jaman.

Kesimpulan

Melalui tulisan di atas, semoga kita dapat mengambil kesimpulan bahwa teori Dispensationalist dan “secret rapture” merupakan ajaran yang tidak didasarkan atas pemahaman Alkitab, yang bahkan merendahkan peran Gereja. Teori ini tidak pernah terdengar sampai tahun 1830; dan juga ditolak oleh mayoritas orang Protestan sendiri. Ini adalah mirip seperti ajaran Saksi Yehova yang mengatakan bahwa orang yang masuk surga adalah 144,000 orang, atau ajaran Mormon yang mengajarkan pembaptisan orang mati.

Perlu kita ketahui di sini, bahwa Teologi berbeda dengan Ilmu Pengetahuan empiris, sebab dalam Teologi, teori yang betul-betul baru malah perlu dicurigai, justru karena keterlepasannya dari Tradisi para rasul yang jelas-jelas telah diinspirasikan oleh Roh Kudus. Perkembangan doktrin haruslah merupakan perkembangan organik, yang merupakan buah perkembangan dari biji/ akar yang sudah ada dari semula, dan bukannya merupakan ‘buah’ yang tidak ada asal-usulnya. Marilah kita berdoa agar kita diberi rahmat discernment oleh Tuhan untuk melihat manakah pengajaran yang benar berasal dari Tuhan, dan mana yang tidak, agar kita dapat dengan bijaksana menyikapi ajaran- ajaran yang berkembang di jaman modern ini. Salah satunya, tentang akhir jaman ini.

Appendix 1

Siapa yang membuat U- turn (jalan balik arah)?

Kata “bertemu/ menemui” dalam bahasa Yunani adalah apantesis. (( Apantesis dipergunakan dalam papyri [karya tulis Yunani]… sepertinya kata itu berarti sebagai penyambutan resmi dari orang terkemuka yang baru datang. (Moulton, Greek Test. Gram Vol I, 14) W.E. Vine, Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words (Nashville: TN: Thomas Nelson Publishers, 1996), p.402.

“The word seems to have been a kind of technical term for the official of a newly arrived dignitary- a usage which accords excellently with its NT usage.” J.H. Moulton and G. Milligan, Vocabulary of the Greek New Testament (Peabody, MA: Hendrickson Publishers, 1997), p. 53.

“The use of apanthesis in 1 Tes 4:17 is noteworthy. The ancient expression for the civic welcome of an important visitor or the triumphant entry of a new ruler into the capital city and thus to his reign is applied to Christ.” Colin Brown, ed. New International Dictionary of New Testament Theology (Grand Rapids, MI: Zondervan, 1986), p.235.

Also see Barbara R. Rossing, The Rapture Exposed: The Message of Hope in the Book of Revelation (Boulder, CO: Westview Press, 2004),p. 174-177.)) Kata ini mengacu pada praktek masyarakat kuno, di mana para warga yang berkedudukan penting keluar untuk menyambut kedatangan raja atau orang terkemuka, dan menjemput beliau kembali ke kota. Dengan demikian, para warga itu mengambil bagian dalam kemuliaan kedatangan Tamu mereka itu. Perhatikanlah, bahwa di sini yang terjadi adalah: para warga meninggalkan kota, bertemu dengan orang terkemuka, dan kemudian kembali bersamanya ke kota. Yang berganti haluan adalah para warga, sedangkan orang yang terkemuka itu tidak. Ia terus menuju tempat tujuannya. Inilah arti kata apantesis yang digunakan di perikop-perikop lain di Alkitab.

Pada Mat 25: 6, dikisahkan lima perempuan yang bijaksana yang pergi keluar untuk menemui [apantesis] mempelai pria dan lalu menemaninya kembali ke pesta perkawinan. Lihatlah bahwa di sini para perempuan itulah yang kembali berbalik arah setelah pergi keluar menemui mempelai laki-laki. Pengantin laki-lakinya tidak membuat U-turn/ berbalik arah; ia terus menuju ke tempat tujuannya.

Kis 28:15, menceritakan bagaimana saudara-saudara Kristen, setalah mendengar bahwa Rasul Paulus mendekati Roma, mereka pergi ke luar kota untuk menemui [apantesis] Paulus, dan menghantarnya kembali ke Roma. Lagi-lagi, saudara-saudara Kristen itu yang membuat langkah balik setelah bertemu dengan Rasul Paulus. Rasul Paulus tidak membuat U-turn, ia tetap terus menuju tujuannya. Maka apantesis di sini seperti menjemput seseorang di airport/ stasiun kereta api. Artinya, untuk “menemui dan kembali bersama” orang yang dijemput, dan bukan untuk menemui dan “pergi meninggalkan [tempat asalnya] bersama.”

Jadi ketika 1 Tes 4:17 mengatakan bahwa semua orang Kristen akan bangkit menemui [apantesis] Kristus di awan-awan, maka bukan berarti bahwa kemudian secara tiba-tiba Yesus mengubah haluan/ berbalik kembali ke surga. Apantesis di sini artinya, bahwa kitalah yang akan mengubah haluan setelah menemui Kristus, dan menjemput Raja kita itu, saat Ia terus menuju tempat tujuan kedatangan-Nya yaitu ke dunia. Jadi 1 Tes 4:17 tidak menceritakan kisah yang mengerikan tentang mereka yang tertinggal dan tidak diangkat dalam “secret rapture”. Melainkan, ayat itu menceritakan partisipasi kita yang mulia pada kedatangan Yesus yang kedua. Kita akan bertemu dengan Tuhan kita di angkasa dan mengambil bagian dalam kedatangan-Nya yang mulia, saat Ia mengambil semua milik-Nya di dunia dan mengakhiri sejarah manusia.

19/12/2018

52
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
18 Comment threads
34 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
23 Comment authors
ArdiYohanes Dwi Harsanto PrBN AntoniusDK12Gery Mudaya Recent comment authors
Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Gagasan ‘Pengangkatan oleh Tuhan Yesus’ (Raptured) merupakan gagasan eskatologis beberapa denominasi Kristen yang didasarkan terutama pada 1Tes 4,16-17. Perlu disadari bahwa gagasan ini bukan ajaran Gereja Katolik. Di antara saudara-saudara protestan sendiri, penafsiran atas 1Tes 4,16-17 juga berbagai macam. Ajaran yang sehat dan seimbang serta benar mengenai akhir zaman ada di buku “Katekismus Gereja Katolik” no. 988-1050. Dalam versi yang lebih singkat padat ada di buku “Kompendium Katekismus Gereja Katolik” no. 207-216. Mari kita menyadari juga bahwa St. Paulus pernah mengingatkan: “akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan… Read more »

BN Antonius
Guest
BN Antonius

Shalom pak Stef,

Menurut saya, Yesus Kristus ingin menguji kita, umat manusia, tentang kedatangan-Nya yang kedua kali pada akhir zaman, Apakah kita setia dan menerapkan semua ajaran-Nya ? Sehingga kita dapat memperoleh hidup yang kekal. Dengan “waktu hidup” yang tersisa di dunia ini, marilah kita masing-masing mempersiapkan diri dengan baik (berbuat baik kepada sesama dan senantiasa memuliakan Tuhan) agar memperoleh keselamatan yang daripada-Nya. Amin.

DK12
Guest
DK12

“6. Kesalahpahaman berpikir bahwa misi Yesus di dunia belum selesai Sekitar 2000 tahun yang lalu, Yesus menyelesaikan Penyelamatan kita dalam tiga tahun pelayanan-Nya kepada publik. Di Golgota, Yesus “tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai”, sehingga kata terakhir sebelum Ia wafat adalah, “Sudah selesai” (Yoh 19:28-30). Maka mengapa kemudian [seperti anggapan para dispensationalist] secara literal Ia akan kembali untuk suatu pelayanan publik yang lain selama 1000 tahun? Apakah ada sesuatu yang belum selesai? Bukankah Yesus berkata bahwa “Aku telah mengalahkan dunia.” (Yoh 16:33). Maka masuk akal jika pada tahun 1944, Magisterium Gereja Katolik mengeluarkan pernyataan menolak ajaran millenniarism seperti ini. Hal… Read more »

Rebecca Cahya
Guest
Rebecca Cahya

Shallom Ibu, saya memilih untuk percaya kedatangan Tuhan Yesus di awan-awan dan tidak adanya U-turn karena arahnya ketika Israel berseru dan mengakui Yesus sebagai Mesias maka Beliau akan turun ke bumi menyelamatkan. [dari editor: pernyataan di bawah ini digabungkan:] Saya percaya akan secret rapture seperti dari ayat ini. Dan dalam secret rapture juga tidak ada konteks mengenai U-turn karena semua menanti di awan-awan selama genap masa 7 tahun. Dan ketika Israel menjadi sadar dan berseru bahwa Yesuslah Mesias maka Tuhan Yesus dengan bala tentaranya akan turun ke bumi menyelamatkan orang Israel. Memang ada pengajaran yang diulaskan oleh Ibu Ingrid n… Read more »

antonius
Guest
antonius

dan berikut salah satu contoh ajaran rapture yang baru saja tidak terbukti dan menyebabkan kegoncangan yang amat dalam diri individu – individu yang mengikutinya….. :)
http://berita.liputan6.com/read/335670/ramalan_kiamat_meleset_pengikut_rapture_bingung

[dari katolisitas: seandainya orang dengan rendah hati mengakui bahwa tentang hari dan saatnya, tidak ada seorangpun yang tahu (lih. Mat 24:36). Jalan yang terbaik untuk mempersiapkan akhir dunia adalah dengan terus waspada dan bersiap-siap. Berjuang dan terus bertumbuh dalam kekudusan adalah persiapan yang terbaik dan tidak mungkin salah.]

Ardi
Guest
Ardi

Itu hanya sebuah kelompok gereja / jemaat yang memiliki pimpinan yg sesat… ngga perlu diulas. Sudah seharusnya baik gereja katolik maupun Kristen tidak akan pernah mengetahui kapan pastinya, tanggal, bulan dan tahun YESUS datang kembali (wong YESUSnya sendiri aja juga ngga tau kan… makanya baca tuh Firman), maka berjaga2 lah (seperti tertulis di Alkitab) dan jangan cuma berjaga2 saja, tapi sudahkah kita menggunakan talenta kita yang diberikan oleh “TUAN” kita atau kita cuma menyimpannya seperti dalam cerita hamba yang jahat ? atau sudahkah kita sebagai pimpinan baik “GEREJA” KATOLIK MAUPUN KRISTEN sudah memberitakan Injil dan menjadikan umat sebagai murid Kristus… Read more »

sugeng pratiknyo
Guest
sugeng pratiknyo

Shalom Bu Inggrid, Gereja Katolik punya tradisi2/ spiritualitas/ mistik (utamanya terjadi di Biara) yang sy pikir sangat2 luar biasa( tidak kalah sama agama lain).Pengalaman sy (bu Inggrid boleh gk percaya/ boleh anggap saya gila) ada romo yg mampu Out of Body, menembus alam mimpi,bisa moksa,bertransformasi jadi semacam kabut dan kemampuan 2 spiritual fantastis lainnya.Saya dan orang tua pernah dekat dengan Biara CDD/Serikat Murid Tuhan( Dekat kolose santo yusup.blimbing malang) tpi hanya bapak sy yg boleh datang ke sana.Kita minta bantuan doa dari romo biara karena saking kerasnya ilmu santet mengganggu keluarga kami.Puji Tuhan Yesus semua santet musnah.Selama beberapa tahun kami… Read more »

Yunita
Guest
Yunita

Syalom Katolisitas RAPTURE Setelah membaca diskusi antara Katolisitas dan pembaca, maka aku berkesimpulan bahwa Katolisitas kurang memahami akan ayat-ayat yang bersangkutan dengan rapture, contohnya : 1. Tidak perlu untuk mengetahui kapan rapture itu akan terjadi, yang penting selalu tetap berjaga-jaga. Apa benar demikian ? Kalau para pedagang diberitahu bahwa “SEMINGGU” lagi harga cabai akan naik bahkan akan menembus angka Rp.100.000, apakah mereka tidak akan menginfestasikan modalnya untuk memborong cabai ? Atau mereka tetap tenang-tenang saja dan berjaga-jaga pasti tidak. Semua modalnya akan dihabiskan untuk memborong cabai, sebab tahu kalau seminggu lagi harga cabai akan melambung dan mereka akan mendapat untung… Read more »

Sigit Pranoto
Guest
Sigit Pranoto

Terimakasih atas artikel-artikel seputar akhir zaman yang sangat menarik, khususnya tentang rapture. Topik mengenai rapture ini sebenarnya pernah kami bahas dalam sebuah seminar kecil bersama teman2 mahasiswa di Fakultas Teologi USD beberapa waktu lalu dengan beranjak pada refleksi atas 1 Tes 4:17 sebagaimana sudah diangkat juga dalam artikel di atas. Sayangnya, waktu itu saya belum menemukan website ini sehingga belum tahu tentang adanya artikel yang sangat menarik ini. Dalam seminar tersebut, salah satu teman saya mengetengahkan gambar yang muncul di beberapa website tanpa ada keterangan apapun tentang cara membacanya. DI sini kami menemukan kesulitan dalam membahasnya. Gambar bisa dilihat dalam… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Sigit Pranoto, Terima kasih atas pertanyaannya. Menjadi diskusi yang sia-sia untuk mencoba memperhitungkan hari, tanggal dan tahun kedatangan Kristus yang kedua, karena Yesus sendiri mengatakan “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Mt 24:36) Jadi, Yesus mengingatkan segenap umat Allah untuk berjaga-jaga, yang artinya sedia setiap saat, karena kedatangan Anak Manusia adalah seperti pencuri – yang artinya tidak ada yang tahu waktunya (lih. Mt 24:42). Kalau anda ingin mengikuti diskusi panjang tentang topik ini, silakan membacanya di sini – silakan klik. Lihat juga diskusi di bagian… Read more »

Alexander Pontoh
Guest
Alexander Pontoh

sebetulnya, apa sih Kristen Fundamentalis itu?

“berpegang pada ide di atas, maka banyak dari mereka menganggap bahwa pendirian negara Israel pada tahun 1948 adalah sebagai sesuatu yang sangat penting”

Bisakah kita mengatakan begini….? Pembentukan negara Israel pada tahun 1948, salah satunya disebabkan oleh adanya pandangan Dispensationalism?

immanuel
Guest
immanuel

Shalom…. Bolehkah saya berandai-andai seperti ini tentang rapture: Saya sudah membaca alkitab tentang akhir zaman, akan datang penguasa yang bernama antikris, Dia akan menguasai dunia ini dan akan menyiksa seluruh manusia yang tidak mau menyembah dia. Bahkan siksaan yang dia buat belum pernah terjadi sebelumnya. Jadi saya sudah membayangkan bahwa sisksaan yang dia lakukan kepada umat Tuhan akan sangat berat dan akan mempengaruhi iman percaya kita kepada Tuhan. Sejak saya mengerti tentang akhir zaman, maka saya berusaha untuk hidup kudus dan berdoa serta baca alkitab setiap hari. Dan saya berdoa dan meminta kepada Tuhan Yesus supaya saya bisa “disingkirkan /… Read more »

selvia
Guest
selvia

apa kalian mendalami dan sudah membaca kitab wahyu ?

Stefanus Tay

Shalom Selvia,
Terima kasih atas pesannya. Kami telah membaca dan terus mendalami Alkitab, termasuk juga kitab Wahyu. Namun, kami juga menyadari, bahwa tidak ada batas dalam mendalami Alkitab, karena siapakah kita yang dapat mengerti secara penuh akan Tuhan. Oleh karena itu, kami menyerahkan semua apa yang kami ketahui dan kami tulis berdasarkan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Karena Gereja Katolik yang mementukan kitab-kitab mana yang menjadi bagian dari Alkitab, maka Gereja Katoliklah yang memberikan pengertian yang benar terhadap kitab-kitab tersebut.
Mari, bersama-sama kita mendalami Alkitab.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef & ingrid – http://www.katolisitas.org

selvia
Guest
selvia

berbicara tentang rapture dan menghubungkan dari sisi agama dan pengetahuan sangatlah kontradiksi.karena manusia hanya melihat semua itu dan memikirkan tentang itu menurut logika kita sendiri.menurut saya kita ga usah terlalu ambil pusing menghubungkan rapture dengan teori agama dan pengetahuan. intinya kalau kita mo diangkat/ rapture dan tidak mau mengalami penyiksaan antikris slama 7thn maka yang harus kita lakukan adalah hidup intim dengan Tuhan. kl hidup intim dan kudus serta tidak bercela dihadapannya maka Tuhan akan menunjukan/mengungkapkan apa yg tidak kita pernah tahu atau kita pikirkan slama ini kepada kita. so jadikan Yesus sebagai sahabat dalam hidup mu dan selalu berharap… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Selvia, Terima kasih atas tanggapannya tentang rapture. Sebenarnya kalau kita melihat orang-orang yang mempercayai teori rapture mendasarkan kepercayaannya dari Alkitab. Oleh karena itu, saya kurang mengerti akan kalimat yang disampaikan oleh Selvia, yang mengatakan “berbicara tentang rapture dan menghubungkan dari sisi agama dan pengetahuan sangatlah kontradiksi. karena manusia hanya melihat semua itu dan memikirkan tentang itu menurut logika kita sendiri“. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah Alkitab benar-benar mengajarkan tentang rapture yang terpisah dari kedatangan Kristus yang ke-dua. Dan Gereja Katolik tidak mengajarkan hal ini. Kemudian, kalimat “intinya kalau kita mo diangkat/ rapture dan tidak mau mengalami penyiksaan antikris slama… Read more »

Aquilino Amaral
Guest
Aquilino Amaral

Penjelasan diatas sangat logis sekali kalau kita mendalami alkitab secara lebih mendalam. Oleh karena itu tidak ada kemustahilan dalam Alkitab. Yesus hanya memberikan kuasa dan menyerahkan kunci kerajaan surga dan Dunia hanya kepada Petrus saja, bukan kepada rasul lain. Jadi Petrus setelah Yesus naik ke surga mempunyai kuasa dan memimpin para rasul lain untuk mewartakan ajaran Yesus kepada seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu gereja mempunyai 4 sifat, yaitu: satu, kudus, katolik dan apostolik. dan golongan lain yang tidak setuju dengan para apostolik itu lalu mendirikan gereja baru yang sponsori oleh Martin Luther dari Jerman dan yang lain. Tapi mereka… Read more »

toni
Guest
toni

terpecahnya gereja itu dulu adalah karena kesalahan manusia. Tetapi saya kok yakin nantinya suatu saat kita dan mereka yang telah memisahkan diri akan bersatu kembali oleh kuasa Tuhan. Bukankah sudah lama dimulai gerakan Ekumene?

[Dari Katolisitas: Ya, mari kita berdoa untuk persatuan Gereja, seperti yang juga didoakan oleh Kristus sendiri dalam Yoh 17:20-21]

Agem
Guest

Lagipula matius 24 ayat 13 dinyatakan oleh kristus sendiri bahawa yang bertahan sampai pada kesudahannya yang akan selamat. Semoga lebih jelas.

pearl
Guest
pearl

Mau tanya..
Menurut teman2 apa Paus itu tidak mengambil posisi Tuhan Yesus?
karena seperti disembah dan diagungkan….

Mengenai rapture:
tolong dijelaskan maksud dari Lukas 17
Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)

thanks
JBU

Lopre
Guest
Lopre

Ibu Inggrid.. terima kasih untuk jawabannya…pemaparan ibu mengenai second coming, rapture, dsb sangat membukakan pengetahuan dan iman saya mengenai ajaran iman Katolik (jujur saya baru tahu). Selama ini, saya hanya meraba-raba, atau bahkan bingung mengenai hal tersebut. Ingin mengetahui namun ternyata terkadang menemukan orang yang kurang tepat untk menjelaskan mengenai ini. Benar yang dikatakan ibu Inggrid, banyak versi mengenai pandangan rapture ini. Sementara Gereja Katolik sendiri jarang (sampai sekarang saya belum pernah mendengar) mengenai ajaran rapture ini. Barulah melalui situs ini saya dapat mengetahui bagaimana ajaran iman Katolik mengenai rapture dan second coming. Saya doakan selalu untuk kemajuan web ini.… Read more »

Machmud
Guest
Machmud

Salam damai sejahtera

Dear Ingrid

Misi Yesus dalam penyelamatan umat manusia memang sudah selesai, sewaktu wafat di kayu salib, tetapi penamatan dunia belum berakhir.

Bukankah Yesus berkata : BapaKu sampai sekarang masih bekerja.

Kalau Bapa masih bekerja pastilah Anak Manusia juga masih harus bekerja , sebab masih belum masuk ke dalam sabat perhentian Allah.

Salam
Machmud

Lopre
Guest
Lopre

Shalom,,
saya ingin menanyakan:
apakah memang orang yang diselamatkan sudah ditentukan sejak awal mula sebelum dilahirkan ke dunia?
bagaimana tanggapan Bpk Stef atau Ibu Ingrid mengenai film Knowing, dimana ketika kiamat, orang pilihan akan diberi langit dan bumi baru dan orang bukan pilihan tetap di bumi dan mengalami kiamat?(kata teman ada ayatnya di wahyu). Apakah memang film tersebut fiksi tidak berelasi dengan kepercayaan umat Kristen, layaknya film da vinci code?

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X