Pohon Kehidupan

Kesaksian iman oleh Pst Felix Supranto, SS.CC

Tuhan tidak hanya menciptakan kita, tetapi Dia juga sangat mencintai kita. Dia menginginkan kita mengenalNya agar kita memiliki hidup kekal. Ia mencurahkan kasih-Nya yang melimpah agar kita dapat mengenal dan merasakan kebaikan-Nya.

Ibu Martha Joe Henny, yang bertemu denganku dalam Rekoleksi WKRI St. Kristoforus Grogol-Jakarta pada tanggal 12 Februari 2017, mengenal Tuhan Yesus Kristus melalui peristiwa pahit dalam kehidupannya. Pada tahun 2004, dokter menyatakan bahwa ia harus membuang rahimnya karena ada tumor sebesar telor angsa dan kista sepanjang 2 cm. Biaya operasi adalah duapuluh juta rupiah, tetapi ia tidak mempunyai uang sebanyak itu.

Karena tidak mempunyai uang yang cukup, ia hanya berserah kepada Tuhan. Walaupun ia belum menjadi seorang Katolik, ia percaya bahwa tiada yang mustahil bagi Tuhan, karena Ia datang untuk menyelamatkan umat-Nya: “Ketika berada dalam kekuatiran, aku berserah kepada Tuhan dan mengembalikan semua kekuatiranku itu kepadaNya karena aku berasal dari Dia dan akan kembali kepadaNya”. Pada saat ia berserah kepada Tuhan, ia bermimpi berada di dalam sebuah perahu di tengah lautan yang luas. Ia sangat ketakutan karena ia bisa mati dengan air yang memenuhi perahunya itu. Ia akhirnya terdampar di taman yang luas, tanpa ada batasnya. Ia hanya bisa melihat pohon besar dengan batang yang sangat besar pula. Ia ingin mencoba melihat daunnya, tetapi ia sama sekali tidak dapat melihatnya. Ia tiba-tiba melihat benda seperti sebuah jendela di tengah pohon itu. Ia melihat banyak buah-buahan beraneka ragam jenisnya. Ia mengambil anggur yang sebesar sawo bangkok. Anggur itu rasanya berbeda dengan anggur yang biasa ia makan karena anggur itu tak berbiji.

Awalnya ia menganggap hal itu hanyalah bunga-bunga mimpi. Anehnya, setiap ia hendak pergi tidur, hatinya gelisah karena ingin tahu apa maksud dari mimpinya itu. Selang beberapa minggu kemudian, ia terbangun dari tidurnya pukul dua dini hari. Ia pun melakukan meditasi. Di dalam meditasi itu, ia melihat terang dan terdengar suara: “Penyakitmu telah Kusembuhkan”.

Keesokan harinya, ia menceritakan tentang mimpinya itu kepada temannya. Temannya tersebut mengajak ke rumah sakit untuk melakukan cek. Ketika melihat monitor televisi, tumor dan kistanya sudah tidak ada lagi. Ia bersyukur atas penyembuhannya. Ia ingin menjadi anak Tuhan yang telah menyembuhkannya. Akan tetapi, ia tidak tahu Tuhan mana yang harus ia ikuti walaupun ia yakin bahwa Tuhan itu hanya satu. Ia berdoa: “Tuhan, arahkan aku ke agama apa yang harus aku ikuti?”. Ketika ia berdoa, ia dengan sendirinya menyanyikan lagu-lagu pujian. Ketika ia mau dibaptis, ia bingung hendak masuk gereja mana: “Tuhan, kok Gereja Kristen itu begitu banyak denominasinya, termasuk Gereja Katolik. Tunjukkanlah jalan kepadaku. Tolong kirimkan aku orang yang bisa membawa aku ke rumah-Mu. Aku tidak mau mengikuti keinginan manusia, tetapi hanya kehendak-Mu”.

Tuhan menjawabnya dengan mengirimkan saudara kakak iparnya, yang bernama Erni. Erni beragama Katolik. Erni menyuruhnya ke Gereja Santa Maria, Batu Tulis. Temannya mengantarnya dan bertemu dengan Suster Gusta. Katanya kepada Suster Gusta: “Bagaimana caranya kalau aku hendak menjadi orang Katolik?” Suster Gusta mengatakan kepadanya: “Ibu harus belajar selama setahun atau 45 x pertemuan, dan apabila Ibu tidak berkenan, Ibu bisa mundur”. Hatinya berkata bahwa ini adalah sebuah kesabaran untuk menjadi orang Katolik. Karena muridnya hanya dua orang, ia dikirim ke Katedral Jakarta untuk mengikuti pelajaran sebagai katekumen. Ia belajar agama hingga menerima Sakramen Baptis dan Krisma pada tahun 2008. Ia bersyukur telah menjadi pengikut Tuhan Yesus dalam Gereja Katolik: “Tuhan Yesus, terimakasih, Engkau telah menyembuhkan aku sebelum aku mengenalMu”.

Kesimpulan dari kesaksian dari Ibu Martha terungkap dalam sebuah doa singkat berikut ini:

Ya Bapa,

Engkau menciptakan aku dengan indah.
Aku bersyukur kepadaMu
karena Engkau telah memperkenankan aku
melihat dan merasakan semua rahmat
dan kasih-Mu.

Jangan jauhkan aku dariMu, Ya Bapa,
karena itu akan menyengsarakan aku.

Amin

19/12/2018
Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X