Setup Menus in Admin Panel

Persembahan Perpuluhan

Pertanyaan:

Kawan saya yang protestan sering menekankan pentingnya persembahan persepuluhan.. bahkan mereka menunjukan ayat yang mendukung itu misalnya “…ujilah Aku…Aku akan membuka tingkap tingkap langit..dst (wah lupa lengkapnya). Jadi mereka merelakan 10% dari penghasilannya untuk gereja karena bagian tersebut wajib dikembalikan kepada Tuhan.

Bagaimana prakteknya pada Katolik… seorang romo pada homili pernah menegaskan bahwa gereja Katolik tidak mengharuskan persembahan persepuluhan, yang terpenting adalah keikhlasan dari persembahan, karena nilai dari persembahan tersebut adalah relatif… bagi si kaya mungkin persepuluhan adalah sesuatu yang mudah.. tetapi bagaimana dengan umat yang hidup pas-pasan, 10%? …,mana tahan…. tetapi persepuluhan ini juga alkitabiah…

Bagaimana kita menyikapi hal ini… kami serahkan tanggapannya pada forum ini… terima kasih
Tormento.

Jawaban:

Shalom Tormento,

Terimakasih atas pertanyaannya yang mungkin sering menjadi pertanyaan umat Katolik. Memang saya juga sering mendengar tentang ayat yang dipakai untuk menekankan pentingnya persembahan persepuluhan. Maka marilah kita melihat bersama-sama meneliti tentang hal ini.

I. Definisi:

Persembahan yang diberikan kepada imam karena dedikasi mereka kepada urusan keagamaan dan juga pelayanan kasih mereka. Dan ini juga menunjuk kepada persembahan kepada Tuhan, sebagai penguasa atas manusia, yang biasanya persembahan ini diberikan kepada para pelayan Tuhan.

II. Dasar dari Kitab Suci di Perjanjian Lama tentang persepuluhan:

Ada beberapa ayat yang dapat kita lihat tentang persembahan persepuluhan, seperti: Abraham memberikan persembahan persepuluhan kepada imam agung Melkizedek (Kej 14:20). Juga menjadi dikatakan bahwa persembahan tersebut adalah sebanyak sepersepuluh (1 Sam 8:15; 1 Sam 8:17), yang menjadi suatu ekpresi akan pengakuan bahwa semua berkat berasal dari Tuhan (Kej 28:22). Dan peraturan ini juga ditegaskan di dalam kitab Imamat 27:30.
Sepersepuluh juga dapat berupa hasil bumi (Im 27:30), hasil ternak (Im 27:32); persembahan kepada Tuhan (2 Taw 31:6).
Dan akhirnya dipertegas di kitab Maleakhi 3:6-12, dimana di ayat 10 dikatakan “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

III. Bagaimana kita mengartikan Perjanjian Lama dalam terang Perjanjian Baru.

  1. St. Thomas Aquinas (ST, I-II, q. 98-108) mengatakan bahwa ada 3 macam hukum di dalam Perjanjian Lama, yaitu:
    • Moral Law: Moral Law atau hukum moral adalah menjadi bagian dari hukum kodrati, hukum yang menjadi bagian dari kodrat manusia, sehingga Rasul Paulus mengatakan “Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela” (Rom 2:15). Contoh dari hukum ini adalah yang tertulis di 10 perintah Allah, dimana terdiri dari dua loh batu, yang mencerminkan kasih kepada Allah (perintah 1-3) dan juga kasih kepada sesama (perintah 4-10). Hukum kodrati ini adalah hukum yang tetap mengikat (bahkan sampai sekarang) dan dipenuhi dengan kedatangan Kristus, karena hukum kodrati ini adalah merupakan partisipasi di dalam hukum Tuhan.
    • Ceremonial law atau hukum seremonial: sebagai suatu ekpresi untuk memisahkan sesuatu yang sakral dari yang duniawi yang juga berdasarkan prinsip hukum kodrat, seperti: hukum persembahan, tentang kesakralan, proses penyucian untuk persembahan, tentang makanan, pakaian, sikap, dll. Hukum ini tidak lagi berlaku dengan kedatangan Kristus, karena Kristus sendiri adalah persembahan yang sempurna, Kristus menjadi Anak Domba yang dikurbankan. Itulah sebabnya di Gereja Katolik sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Yesus dan juga para rasul (Petrus dan Paulus) tidak mempermasalahkan makanan-makanan persembahan, karena bukan yang masuk yang najis, namun yang keluar. Ulasan ini dapat melihat di jawaban ini (silakan klik ini, dan juga klik ini). Kalau kita mau terus menjalankan hukum seremonial secara konsisten, maka kita harus juga menjalankan peraturan tentang makanan yang lain, seperti larangan untuk makan babi hutan, jenis binatang di air yang tidak bersisik (ikan pari), katak, dll. (Lih Ima 11).
    • Judicial law: Ini adalah merupakan suatu peraturan yang menetapkan hukuman sehingga peraturan dapat dijalankan dengan baik. Oleh karena itu, maka peraturan ini sangat rinci, terutama untuk mengatur hubungan dengan sesama, seperti: peraturan untuk penguasa, bagaimana memperlakukan orang asing, dll. Contoh dari judicial law: kalau mencuri domba harus dikembalikan empat kali lipat (Kel 22:1), hukum cambuk tidak boleh lebih dari empat puluh kali (Ul 25:3). Setelah kedatangan Kristus, maka judicial law ini tidak berlaku lagi. Kalau kita mau konsisten, kita juga harus menjalankan hukuman rajam, hukum cambuk, dll.  Judicial law ditetapkan oleh penguasa sebagai perwakilan dari Tuhan, sehingga hukum dapat ditegakkan untuk kepentingan bersama. Menarik bahwa Yesus tidak mengajarkan judicial law, karena judicial law diserahkan kepada kewenangan otoritas pada saat itu. Dan kewenangan disiplin di dalam kawanan Kristus diserahkan kepada Gereja, dimana disiplin ini dapat berubah sejalan dengan perkembangan waktu dan keadaan. Ini juga yang mendasari perubahan Kitab Hukum Gereja 1917 ke 1983.
  2. Dari pengertian di atas, maka perpuluhan dalam pengertian yang luas dapat masuk dalam ketiga kategori di atas. Perpuluhan dapat menjadi bagian dari judicial law kalau setiap orang harus memberikan kontribusi kepada penyembahan secara publik sesuai dengan cara yang dipilihnya. Namun di dalam hukum Musa, perpuluhan di atur dengan cara yang begitu khusus sebagai manifestasi dari penghormatan dan persembahan kepada Tuhan. Dalam pengertian yang luas, perpuluhan dapat menjadi moral law, karena mengatur persembahan kepada Tuhan. Namun, pengaturan tentang hari persembahan, dengan cara bagaimana persembahan tersebut diberikan, masuk dalam kategori ceremonial law. Dan pengaturan bagi pelanggaran perpuluhan masuk dalam kategori judicial law.

IV. Ajaran Gereja Katolik

  1. Dalam Perjanjian Baru:Rasul Paulus mengatakan “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2 Kor 9:7)
    Rasul Paulus tidak mengatakan sepuluh persen, namun menekankan kerelaan hati dan sukacita.
    Yesus mengatakan “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan” (Mat 23:23)
    Yesus menekankan akan hakekat dari pemberian, yaitu keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan. Yesus tidak menekankan akan persepuluhan, namun apa yang menjadi dasar perpuluhan.
  2. Kitab Hukum Gereja: Kan. 222 – § 1. Kaum beriman kristiani terikat kewajiban untuk membantu memenuhi kebutuhan Gereja, agar tersedia baginya yang perlu untuk ibadat ilahi, karya kerasulan dan amal-kasih serta sustentasi yang wajar para pelayan.
    § 2. Mereka juga terikat kewajiban untuk memajukan keadilan sosial dan juga, mengingat perintah Tuhan, membantu orang-orang miskin dengan penghasilannya sendiri.
    Kan. 1262
    – Umat beriman hendaknya mendukung Gereja dengan bantuan-bantuan yang diminta dan menurut norma-norma yang dikeluarkan oleh Konferensi para Uskup.
    Kan. 1263
    – Adalah hak Uskup diosesan, sesudah mendengarkan dewan keuangan dan dewan imam, mewajibkan untuk membayar pajak yang tak berlebihan bagi kepentingan-kepentingan keuskupan, badan-badan hukum publik yang dibawahkan olehnya, sepadan dengan penghasilan mereka; bagi orang-perorangan dan badan-badan hukum lain ia dapat mewajibkan pungutan luar biasa dan tak berlebihan hanya dalam kebutuhan
    Jadi tidak ada yang mengatakan spesifik sepersepuluh bagian.

V. Kesimpulan

Dari dua dasar di atas, maka Gereja tidak perlu mendefinisikan seberapa besar sumbangan yang harus diberikan, namun lebih kepada pemberian sesuai dengan kemampuan dan juga dengan kerelaan hati dan sukacita. Namun itu tidak berarti bahwa bagi yang mampu untuk memberikan lebih dari sepuluh persen kemudian hanya memberikan bagian yang sedikit. Bagi yang mampu, seharusnya bukan hanya sepuluh persen, namun malah lebih pada itu, jika diperlukan. Bagi kaum miskin yang memang tidak mampu untuk memberikan sepuluh persen, mereka dapat memberikan sesuai dengan kemampuan mereka. Persembahan juga tidak hanya berupa uang, namun juga bakat dan waktu. Yang terpenting, semua persembahan harus dilakukan berdasarkan kasih kita kepada Tuhan sehingga kita dapat mengasihi sesama dengan lebih baik.

Itulah jawaban yang dapat saya sampaikan, semoga dapat menjawab pertanyaan Tormento. Mari kita mengasihi Tuhan dengan mempersembahkan apa yang ada di dalam diri kita, baik uang, waktu dan talenta.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org

29/11/2008

Tinggalkan pesan

60 Komentar di "Persembahan Perpuluhan"

Ingatkan untuk
Disortir menurut:   terbaru | terlama
welly
Guest
Mempersembahkan kepada Tuhan kok cuma 10%. Apa bukan menghina Tuhan tuh. Mustinya, dianugerahi 100% ya dipersembahkan 100%. Apa artinya mempersembahkan 100%? Pakai setiap sen yang dianugerahkan untuk membangun jiwa raga sebagai putera-puteri Tuhan. Biar hidupnya suci, sehat, sosial, sukses dunia akherat. Bayangin: 10% untuk perpuluhan (lepas dari tangan pribadi, diserahkan kepada Gereja untuk mengelola), 30% untuk pulsa dan internet, 20% untuk merokok…. yang lain ya untuk rumah tangga dan sosial … hiiii… ngeri donggg…. Lha terus, untuk pembangunan iman pribadi? membangun iman keluarga? membangun iman bersama sebagai lingkungan/wilayah/paroki/kelompok kategorial? Kalau emang gak dirancang ya gak heran kalau di rumah, buku… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
Shalom Welly, Gereja Katolik memang tidak membuat patokan 10 % sebagai persyaratan baku persembahan kepada Tuhan. Sebab memang benar, sebagaimana yang Yesus ajarkan, dalam persembahan janda yang miskin yang mempersembahkan segala miliknya kepada Tuhan: bahwa persembahan kepada Tuhan tidak mengenal batas, dan selayaknya menyangkut keseluruhan diri kita. Namun jangan terlalu lekas menilai bahwa orang yang mempersembahkan perpuluhan itu -secara jasmani- pasti tidak mempersembahkan diri mereka secara rohani kepada Tuhan. Sebab tentang hal ini, hanya Tuhan yang mengetahuinya. Adalah tantangan bagi kita agar kita memiliki kemurahan hati untuk memberi dalam bentuk persembahan kolekte, ataupun bentuk pelayanan kasih lainnya, dari segi waktu,… Read more »
heru
Guest
Tithes & Offerings These two words are often spoken in the same breath…but what’s the difference between them? “Tithe” literally means “tenth” or 10 percent. A tithe is the first 10% of your income. An offering is anything you give in addition to 10%. The Bible says in Deuteronomy 14:23 (Living Bible): “The purpose of tithing is to teach you always to put God first in your lives…”Tithing is a reminder that God is the supplier of everything we have. It is also God’spersonal invitation to experience an outpouring of his blessing in each of our lives. InMalachi 3:10, God essentially says:“Go Dear stef.. Teman protestan saya… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
Shalom Heru, Ketentuan tentang persepuluhan memang kita jumpai dalam sejumlah ayat dalam Perjanjian Lama. Ketentuan itu saling melengkapi, yaitu bahwa persembahan persepuluhan itu untuk diberikan kepada Allah dan juga bahwa persembahan itu untuk diberikan kepada kaum imam dari suku Lewi (lih. Ul 14:22-29, Bil 18:26-28). Maka sebenarnya persepuluhan itu sebenarnya juga termasuk dalam persembahan kepada Allah, termasuk untuk memenuhi perintah-Nya bahwa umat mendukung para imam-imam-Nya. Demikianlah, maka kita membaca di Perjanjian Lama, bahwa persembahan kepada Allah itu dinyatakan dengan persembahan persepuluhan (yang diberikan kepada imam Lewi) dan berbagai jenis persembahan korban-korban bakaran yang disyaratkan untuk ibadah kepada Allah. Namun demikian,… Read more »
doddy bj
Guest
Bagi saudara2 Katolik pd khususnya dan Kristiani pd umumnya.. mhn sharing.. mohon info bagi kami yg menjalankan persepuluhan.. persepuluhan menurut definisi idealnya itu dihitung dr pendapatan kotor atau bersih ya? apakah kewajiban2 yg menyertai diraihnya pendapatan terkait dpt dipotongkan dahulu, menjadi pendapatan bersih, baru dihitung persepuluhannya? mohon pembahasan utk konteks definisi ideal.. walaupun dlm penerapannya Yesus menekankan yg penting adalah keikhlasannya, tp Yesus jg tdk pernah menghapus satupun isi dr Taurat.. dimana salah satu kewajiban di dlmnya adalah persepuluhan.. mhn masukan dlm konteks definisi, trimakasih, maturnuwun, Berkah Dalem … [dari katolisitas: Sejauh yang kami tahu, Gereja Katolik tidak pernah memberikan… Read more »
fanny meliana
Guest

Mau tanya apakah di Katholik ada persepuluhan seperti di Kristen ? kalau ada bagaimana sifatnya ? apakah untuk yang mampu atau semua wajib persepuluhan ?
makasih sebelumnya

[dari katolisitas: Silakan melihat tanya jawab ini – silakan klik]

ika
Guest
syalom, saya sudah beberapa bulan ini menyisihkan 10% penghasilan saya untuk gereja. kadang saya berikan pada waktu misa untuk di doakan dalam perayaan ekaristi dan di amplopnya saya tulis “syukur pada allah atas berkat yang diberikan pada keluarga kami”. kadang juga langsung saya masukan dalam kotak kolekte. 1. Apakah cara ini benar ? (perpuluhan diberikan dalam kotak kolekte ataukah kolekte harus dipisahkan dengan perpuluhan?) 2. Apakah perpuluhan dapat diberikan dalam bentuk intensi pada saat misa misalnya : doa untuk para arwah, syukur atas terkabulnya novena Dll. 3. Apabilah jumlah perpuluhan sangat banyak sampai berjuta2, bisahkah sebagaian kita berikan kebada gereja… Read more »
laizenly
Guest

Shalom…
Terlebih dahulu terima kasih atas peneragan diatas tentang persembahan persepuluhan. Tapi saya masih Keliru.. adakah persembahan persepuluhan sama dgn collection persembahan dalam Misa Kudus? atau kedua2 persembahan ini dilakukan berasingan dan berbeza?

[dari katolisitas: Anda dapat memberikan perpuluhan kepada paroki Anda dalam bentuk kolekte setiap minggu atau dalam bentuk bantuan keuangan untuk membiayai kegiatan-kegiatan lain, atau juga untuk mendukung karya-karya kerasulan lain, seperti karya-karya sosial panti asuhan, evangelisasi, dll.]

Fei2
Guest
Tentang persepuluhan ini kalo aku sih lebih setuju kalo kita memberikan segala sesuatu dilihat dari segi keikhlasan, bukan dari besar kecilnya. Di perjanjian baru ada cerita tentang orang miskin (janda kalo gak salah) yg memberi dalam kekurangannya, dan Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan bahwa jumlah persembahan yang diberikan oleh orang miskin tersebut harganya sangat mahal di mata Allah. Dulu aku pernah skolah di skolah kristen, ada seorang temen yang tanya knapa kita boleh makan babi, padahal alkitab (perjanjian lama, yesaya kalo gak salah.) bilang “celakalah yang menajiskan mulutnya dengan memakan babi … (kira2 isinya gitu, lupa2 inget sih)” Jawaban dari… Read more »
richard roesnadi
Guest
Shalom.. Perpuluhan jelas sekali menjadi “MESIN” ekonomi yang sangat dahsyat – terutama (maaf) bagi pemimpin “non-katolik” yang sangat menekankan ayat dari malaeki. Bayangkan.. kumpulin 10 org jemaat, maka “tanpa” kerja cari uang, sang pemimpin punya penghasilan rata2 yang sama. Kalau 100 jemaat, dia akan punya 10x dari rata2.. bayangkan kalau jemaatnya ada 10.000 ? 1000x rata2 penghasilan jemaatnya. Padahal ayat “perpuluhan” aslinya diturunkan kepada Musa bagi Bangsa Israel (saja) dimana Bangsa Israel memiliki 12 Suku, namun hanya 11 suku yang memiliki warisan berupa tanah perjanjian, sedangkan suku Lewi harus mendedikasikan sebagai Imamat dan suku Lewi ini tidak memiliki warisan tanah… Read more »
PembalapForever
Guest

Persembahan persepuluhan tetap baik diterapkan di zaman ini, hanya saja besarannya yg. bisa flexibel, bisa lebih atau kurang tergantung kondisi & kerelaan umat.

Jika tidak demikian, bagaimana gereja paroki kita bisa membiayai operasionalnya seperti : listrik, telepon, air, dana sampah, pajak, biaya perawatan gedung, gaji karyawan gereja (koster, juru masak, kebersihan), membeli sebidang tanah untuk perluasan gedung atau parkir, dll.?

Ingrid Listiati
Admin
Shalom Fei, Sebenarnya ajaran tentang perpuluhan adalah ajaran yang baik, dan tentu baik jika dilakukan. Hal itu sudah dibahas di artikel di atas. Namun jika Gereja Katolik tidak menjadikannya sebagai hukum yang mutlak, disebabkan karena: 1) Tuhan Yesus sendiri menggarisbawahi bahwa yang terpenting adalah prinsip keadilan dan kasih Allah, dan bukan persembahan persepuluhan (lih. Mat 23:23; Luk 11:42); 2) Maka para Rasul memegang prinsip ini, dan menekankan kerelaan hati dalam memberi kepada Tuhan (lih. 2Kor 9:7); 3) Angka perpuluhan tidak menjadi baku, sebab seseorang dapat bahkan memberikan lebih dari perpuluhan, bahkan seluruh hidupnya (jadi dalam hal ini perpuluhan tidak saja… Read more »
Monica
Guest

Shalom,

Saya ingin bertanya, apakah berarti dengan persepuluhan Tuhan akan melancarkan rejeki kita karena persepuluhan itu menjadi “Jatah Tuhan” untuk membantu pelayanan Gereja? Jujur, saya sempat berdebat dengan kakak saya yang percaya bahwa kita harus memberi perpuluhan agar rejeki kita lancar? Dan saya tidak percaya. Mohon penjelasannya.

Terima Kasih…

Fransiskus Dany
Guest

shalom Ibu ingrid
kalau Kita berbicara tentang iman kepercayaan bahwa Kristus adalah sang juru selamat,dalam ayat2 Alkitap,di ayat mana saja kita dapat melihatnya,dan di dalam ayat mana saja ,ajakan bahwa kita harus menyerahkan seluruh kekurangan kita,
mis;yang percaya akan Dia ,maka tingkat2langit akan dibukakan baginya
terima kasih,n maaf kalau membingungkan

Ingrid Listiati
Admin
Shalom Fransiskus Dany, Tentang mengapa orang Kristen percaya bahwa Kristus adalah Tuhan Sang Juru selamat kita, silakan klik di beberapa artikel berikut ini: Mengapa Orang Kristen Percaya bahwa Yesus Kristus adalah TuhanYesus, Tuhan yang Dinubuatkan oleh para NabiInkarnasi dan Membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan Sedangkan ayat- ayat tentang Kristus sebagai Juruselamat kita, dapat anda baca di Luk 2:11; Yoh 4:42; Kis 5:31; Kis 13:23; 2Ptr 1:1,11, 2Ptr 2:20; 2 Ptr 3:2,18,  1 Yoh4:14, 1 Tim1:1; 1 Tim 2:3; 1 Tim 4:10; 2Tim 1:10; Flp 3:20; Tit 1:3,4; Tit2:10,13; Tit 3:4,6; Yud 1:25. Berikutnya tentang bahwa Tuhan membuka tingkap- tingkap langit,… Read more »
Erwin
Guest
Salam… mau sedikit komentar tentang persepuluhan.. memang di Perjanjian Lama disebutkan tentang persepuluhan tapi Tuhan menggenapinya dengan perumpamaan tentang janda yang miskin ( kita memberikan persembahan dari kekurangan kita ) Sebagai contoh : misal biasa kita memberikan kepada pengemis 5ribu rupiah, di saat kita sedang bokek, kita tetap memberi, mungkin memberi 1 ribu atau 2 ribu….Tuhan mau kita tetap berbagi walaupun keadaan kita mgkn sedang kesulitan ekonomi…. Dan juga misal tetap menganggap persepuluhan itu penting dan harus dilakukan, saya kasi ilustrasi : jika seseorang berpenghasilan 1 Milyar, apakah orang tersebut akan memberikan persepuluhan sebesar 100 juta? atau jikalau dia berpenghasilan… Read more »
Stefanus Freydy
Guest

Kalau di Gereja Katolik persembahan buat keperluan gereja, tapi bagaimana dengan di Protestan??
Di daerah saya para Protestan juga kerja keras memberikan perpuluhan, namun bukan untuk gereja, tapi untuk pendetanya, makanya kalo gak ada perpuluhan yang cukup, pendetanya gak mau datang kalo diminta khotbah..
Jadi saya tidak merasa ada yang salah jika Katolik bilang memberikan persembahan seadanya saja.. yang penting ikhlas dan mampu, karena itu buat kemajuan gerejaNya, daripada memberikan perpuluhan sepersekian untuk “Gereja” yang secara tidak langsung buat sewa pendetanya khotbah…

Ingrid Listiati
Admin
Shalom Stefanus, Saya percaya bahwa setiap komunitas gerejawi mempunyai kebijakan sendiri- sendiri dalam pengatur alokasi dana yang diterima. Maka mari jangan berkata dengan nada sinis demikian kepada mereka yang non- Katolik. Mereka pasti juga mempunyai kebijakan tersendiri, walaupun berbeda dengan yang ditentukan oleh Gereja Katolik. Lagipula mungkin istilah tepatnya bukan ‘memberikan persembahan seadanya saja‘, bagi persembahan di Gereja Katolik. Katekismus mengajarkan tentang hal ini demikian: KGK 2043 …… Umat beriman juga berkewajiban menyumbangkan untuk kebutuhan material Gereja sesuai dengan kemampuannya. (Bdk. KHK, Kan 222) Maka memberikan persembahan perpuluhan bagi kebutuhan Gereja tentu adalah suatu kebiasaan yang baik, dan jika sudah… Read more »
Stefanus Freydy
Guest
Maaf ibu namun itulah yang saya lihat, bahkan hal yang membuat saya juga kecewa karena dulu sempat ada keluarga jauh saya yang anggota gereja — [dari Katolisitas: kami edit, salah satu gereja non Katolik], jujur saja, persembahannya bahkan ditentukan, terlebih lagi keadaan mereka bisa dibilang miskin, jadi mereka pun dijauhi oleh umat lain di gereja — itu, bahkan saat beliau meninggal, tidak ada umat atau anggota gereja yang datang mendoakan atau melawat, hanya satu perwakilan saja yang datang dan HANYA mengantar peti mati lalu pulang, betapa kecewanya keluarga saya itu, dijauhi oleh saudara seimannya hanya karena tak mampu memenuhi perpuluhan.… Read more »
Elvina
Guest

Shalom,
saya sudah membaca tetang keselamatan menurut katholik, tetapi ada hal yg ingin saya pertanyakan mengenai hal itu. Saya mempunyai seorang teman yg beragama protestan dan dia gereja di gbi, dan dia pernah mengatakan dengan memberi persepuluhan atau janji iman kepada gereja maka kita akan diselamatkan,apakah kita jg hrs melakukan hal itu juga?

elsa
Guest
saya berterima kasih kepd ibu inggrid yg tlh menjwb pertanyaan saya.saya punya banyak sekali pertanyaan ttg katolik tp saya tdk tau hrs kemn hrs bertanya.saya harap dikatolitas saya dpt memperkuat iman dg bertambahnya pengetahuan iman katolik saya.saya ad pertanyaan: kakak saya setiap minggu setiap saya ke gereja selalu titip uang untuk persembahan,bahkan kdng nilainya banyak.demi gereja dn yesus,berapapun g masalah sedangkan saya hanya bisa ngasih sedikit.kadang saya digereja pas persembahan saya malu krn saya tdk bs ksh lbh utk yesus.pertanyaan saya 1.apakah kakak saya lbh diterima drpd saya 2.apakah benar dg memberi persembahan banyak kt jg diberi rejeki banyak? 3.kakak… Read more »
millenium21
Guest

Lebih masuk akal !!

Agung
Guest
Shalom, beberapa tahun terakhir ini saya mempraktekkan perpuluhan. Saya memberikan 10% dari penghasilan saya dan setelah berjalan beberapa lama, saya juga merasakan beratnya memberikan perpuluhan pada saat penghasilan menurun ataupun biaya kebutuhan meningkat. Saya juga mendapati bahwa perpuluhan tidak terbatas pada uang saja. Apapun yang ada pada saya – uang, barang, waktu, harga diri – semuanya pantas dan wajib saya persembahkan kepada Tuhan. Dengan memberikan/melepaskan semua itu, saya menjadi tidak memiliki apa-apa untuk diandalkan selain Tuhan dalam kehidupan saya. Jadi apabila Gereja Katolik tidak memberikan jumlah yang fixed 10% untuk dipersembahkan, bukan berarti hal itu tidak perlu dilaksanakan. Namun bukankah… Read more »
Budi Darmawan Kusumo
Guest

Syalom Agung,

Saya sangat setuju sekali pada pendapatmu. Bahkan ada anak Katolik yang bilang kalau WAJIB PERPULUHAN itu bukan ajaran Gereja Katolik. tapi mari kita memeriksa diri kita sendiri lagi kalau KITA BISA MENYERAHKAN HIDUP KITA SEPENUHNYA, OMONG KOSONG KALAU KITA TIDAK BISA MEMBERIKAN 10% DARI PENGHASILKAN KITA. Ingat, yang dikumpulkan kita di dunia ini adalah HARTA DI SURGA, dan BUKAN harta di dunia

TUHAN YESUS memberkati & BUNDA MARIA selalu menuntun anda pada putraNYA.

cornelius sigit sukmono
Guest

Salam damai..
kalo boleh saya utarakan isi hati saya sebenarnya perpuluhan ato sumbangan ke greja itu bukanlah memberi ,tapi lebih arif kalo kita katakan “”mengembalikan” sebagian yg sudah kita terima dari Tuhan

GBus

Hermawan
Guest
Salam Damai… Sekedar sharing, meskipun saya dibesarkan dalam keluarga Katolik dan telah dibaptis katolik sejak 13 tahun yang lalu. Namun saya baru mengetahui adanya konsep perpuluhan sejak menikah hampir dua tahun lalu karena istri saya cukup banyak memperoleh pengajaran dari GKI (meskipun beragama Katolik). Saya disarankan untuk setiap bulannya memberikan perpuluhan. Cukup lama bagi saya untuk bergumul, apakah keuangan kami mencukupi jika “harus” menyisihkan 10% dari penghasilan untuk gereja? Namun pada akhirnya saya sadar bahwa saya tidak boleh memandang perpuluhan sebagai 10% dari penghasilan. Bagi saya perpuluhan adalah tetap suatu persembahan kepada Allah Bapa, Putra & Roh Kudus. (di luar… Read more »
martha
Guest
Shalom bu inggrid Bu, ini kalimat yg saya copy dari penjelasan Ibu mengenai persembahan perpuluhan: “Dari pengertian di atas, maka perpuluhan dalam pengertian yang luas dapat masuk dalam ketiga kategori di atas. Perpuluhan dapat menjadi bagian dari judicial law kalau setiap orang harus memberikan kontribusi kepada penyembahan secara publik sesuai dengan cara yang dipilihnya. Namun di dalam hukum Musa, perpuluhan di atur dengan cara yang begitu khusus sebagai manifestasi dari penghormatan dan persembahan kepada Tuhan. Dalam pengertian yang luas, perpuluhan dapat menjadi moral law, karena mengatur persembahan kepada Tuhan. Namun, pengaturan tentang hari persembahan, dengan cara bagaimana persembahan tersebut diberikan,… Read more »
Thomas Biantoro
Guest
shalom, Pak Stef, dalam diskusi dengan istri yang tak pernah berujung istri saya selalu menekankan persepuluhan terlebih setelah dia mengikuti kegiatan protestan. salah satu dasarnya adalah firman Allah yang terdapat di dalam Kitab Suci. “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” Dari dasar itu di yakini bahwa bahwa dalam ajaran Protestan bahwa dengan semakin sering dan besar memberi persepuluhan maka berkat-berkat semakin dicurahkan. Berkat ada didepan kita dan kita tinggal mengambilnya apabila… Read more »
soenardi
Guest
Yang terkasih pasutri Stef & Ingrid, Terima kasih untuk pencerahan, kali ini mengenai persepuluhan yang tadi malam barusan kami (saya bersama istri dan “anak-anak” ) diskusikan lewat internet. Membaca tanya-jawab di atas tentang masalah ini menjadi jelas bagi saya bahwa pada dasarnya ketentuan (?) persepuluhan yang pada mulanya disebutkan dalam PL itu (Kej.14:20, Im.27:30, 2 Taw.31:6) dielaborasi dan dijelaskan (direvisi?) di PB (khususnya 2 Kor.9:7) sebagai suatu ketentuan yang lebih luwes, meskipun didahului dengan ayat sebelumnya (2 Kor.9:6) bahwa “Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikitjuga, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga”. Semua itu saya pahami sebagai… Read more »
agustinus endro wibowo
Guest
“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” dari kutipan ayat diatas saya menggaris bawahi kalimat “kedalam rumah perbendaharaan” maka bisa dikatakan juga bahwa perpuluhan harus diberikan kegereja. kalo diluar itu, semacam kegiatan amal, perbuatan kasih kepada fakir miskin, menolong teman yang kesusahan ya harus dihitung diluar perpuluhan. tapi perpuluhan ya wajib kegereja! begitu kata salah seorang teman saya dari protestan dengan semangatnya. bagaimana menurut ibu inggrid dan pak stevan..?? seblumnya saya ucapkan… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
Shalom Agustinus Endro, Gereja Katolik memang tidak menekankan secara literal persembahan persepuluhan, karena: 1. Yesus malah mengajarkan kesempurnaan persembahan, yaitu bahkan semua yang ada pada kita. Ia memuji persembahan janda miskin yang mempersembahkan seluruh nafkahnya (lih. Mrk 12:44, Luk 21:4). Hal serupa diajarkanNya kepada orang muda yang kaya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Mat 19:21). Maka di sini Tuhan Yesus tidak membatasi pada persembahan persepuluhan untuk dibawa ke rumah perbendaharaan/ gereja, tetapi Ia menekankan juga persembahan bagi… Read more »
agustinus endro wibowo
Guest

terimakasih banyak ibu inggrid atas jawabannya. pointya adalah kesempurnaan persembahan.

hendri
Guest
Shalom! Saya bersyukur saya semakin bertumbuh dan mengerti iman Katolik saya. Tuhan sudah mengubah hidup saya dengan menguji iman saya ketika saya dipertemukan dengan seorang wanita dari Protestan. sempat berpikir untuk meninggalkan Gereja Katolik, saya bergumul dan bergumul. Saya akhirnya mendapatkan jawaban-jawaban, baik secara tidak sengaja menemukan situs katolisitas.org (saya tidak ingat kenapa tiba2 situs ini bisa saya temukan). Dari jawban mengenai gambaran Allah orang Kristen di KOMPAS. dan akhirnya Tuhan memberikan saya jawaban dari buku Scott Hahn, Rome Sweet Home. Semuanya terjawab secara ajaib!!. Saya bersyukur saya tidak meninggalkan Gereja yang Tuhan Yesus dirikan. dan saya semakin mengerti dan… Read more »
wpDiscuz
katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. @Copyright katolisitas - 2008-2016 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial |
Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
X