Perlukah kita mengetahui kapan terjadinya akhir zaman?

Pertanyaan:

Yang tidak kalah pentingnya informasi tentang waktu. Minimal kapan solusi dari krisis itu harus mulai dikerjakan. Bila solusinya membutuhkan, berapa lama krisis akan berlangsung. Dalam hal wahyu akhir zaman, tentu saja harus dapat disingkapkan minimal waktu kedatangan si Pendurhaka, dan rentang waktu krisis yang akan di alami oleh umat Tuhan. Banyak yang berdalih bahwa mengenai waktu ini tidak ada yang akan tahu. Mereka melandaskan pada beberapa ayat sebagai dasar yang menguatkan mereka. Sebaliknya melalui ayat-ayat itu saya disingkapkan hal sebaliknya. Yaitu justru kita akan tahu waktu-waktu itu. Baik waktu kedatangan Antikris, maupun waktu kedatangan Tuhan Yesus (waktu pengangkatan kita). Jangan terburu mencap sesat, kalau ada yang mengatakan akan tahu waktunya. Yang sesat adalah yang tidak tahu apa-apa, bukan yang tahu apa-apa. Bukankah Tuhan Yesus berkata: “Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat memahami waktu ini?” (Luk 12:56 KJV) Memang banyak orang memprediksi waktu kedatangan Tuhan menurut hikmat mereka sendiri. Tapi penyingkapan yang sempurna bukan berupa prediksi. Tetapi mengalami penyingkapan dari naskah-naskah Alkitab secara jelas. Orang menggunakan Matius 24:36 untuk menyimpulkan bahwa tidak ada yang bakal tahu waktu kedatangan Tuhan. “Tetapi tentang hari dan jam itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, tetapi Bapaku sendiri.” (KJV). Namun sekarang perhatikan baik-baik. Baca kembali sebagai seorang yang mengasihi dan percaya bahwa kita juga dikasihi oleh Bapa. Ayat ini justru seharusnya memberi kepada kita suatu harapan. Bukan malah memutus harapan tidak akan pernah mendapat informasi penting itu. Ketika membaca ayat ini dalam penyingkapan, saya tiba-tiba mempunyai keyakinan Bapa ingin kita mengetahui waktunya. Ayat ini seperti berkata “jangan kuatir, walaupun malaikat-malaikat tidak tahu, tetapi Bapa tahu”. Lalu saya menemukan kebenaran itu dalam sederet ayat yang menjelaskan, bahwa Bapa selalu ingin memberitahu rahasia-rahasia-Nya kepada kita yaitu anak-anak-Nya. Berikut ayat-ayat yang dimaksud. “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan?… Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN…” (Kejadian 18:17-19) “Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.” (Amos 3:7) “Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu…” (Yohanes 14:26a) “Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.” (I Korintus 2:10) Orang-orang juga secara ceroboh menggunakan perikop 1Tes 5 “Kedatangan Tuhan seperti pencuri” dan memahaminya secara sangat-sangat keliru. Dan mengajar kepada jemaat bahwa, Kedatangan Tuhan itu bagi kita seperti pencuri. Padahal yang dimaksud adalah bagi orang lain kedatangan Tuhan itu seperti pencuri. Memang Kedatangan Tuhan seperti kedatangan pencuri pada malam hari, untuk orang lain. Tetapi tidak untuk kita! Itulah sebabnya ayat 4 dan 5 berkata, “Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.” Lalu ada juga yang terjebak menyimpulkan Luk 12:40 untuk memperkuat pendapat bahwa kita memang tidak akan menyangka saat kapan Tuhan akan datang. “Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.” Namun perhatikan ayat 40 ini jangan diambil sepotong, sebab merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya, ayat 39 yang berkata: “Tetapi ketahuilah ini: Jika ‘orang bijaksana dalam rumah’ (the goodman of the house – KJV), telah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia akan berjaga-jaga, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.” Lebih jelasnya ayat 39 dan 40 bermaksud memberitahu. “Ketahui ini: Jika ‘orang bijaksana dalam rumah’ telah tahu kapan waktunya, ia akan berjaga-jaga, Hendaklah kamu juga, karena kamu tidak tahu waktunya.” Bagi mereka yang tidak tahu kapan waktunya, Tuhan memberi petunjuk: ikuti ‘orang bijaksana dalam rumah’. Kalau ia berjaga-jaga, itulah waktunya. Siapakah ‘orang bijaksana dalam rumah’ ini yang tahu kapan waktu kedatangan itu? Petrus juga bertanya hal yang sama pada ayat berikutnya, ayat 41. “Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan?” Lalu Tuhan Yesus menyingkapkan dalam ayat-ayat berikutnya, ayat 42-44, bahwa ‘orang bijaksana dalam rumah’ adalah ‘Pengurus Rumah yang Setia dan Bijaksana’. Orang-orang seperti inilah yang tahu kapan kedatangan Tuhan. Merekalah orang yang akan tahu kapan waktu kedatangan Tuannya. Mengenai ‘Pengurus Rumah Yang Setia dan Bijaksana’. Jadi penyingkapan waktu merupakan hal yang akan muncul dalam penyingkapan yang sempurna. Baik waktu kedatangan Antikris, rentang waktu krisis, maupun waktu pengangkatan. Salam – Young Man in The Last Generation

Jawaban:

Shalom Young Man (YM), Terima kasih atas komentarnya tentang akhir dunia, dimana Young Man berpendapat bahwa kita perlu mengetahui akan waktu dari akhir jaman dan juga kapan anti-Kristus akan datang. Dalam hal ini, memang kita mempunyai pendapat yang berbeda, karena saya berpendapat bahwa kita tidak perlu mengetahui waktu (tanggal, bulan dan tahun) kedatangan Kristus yang ke-dua, karena itulah yang difirmankan oleh Kristus. Berikut ini adalah tanggapan saya tentang hal ini: 1) YM mengatakan “Yang tidak kalah pentingnya informasi tentang waktu. Minimal kapan solusi dari krisis itu harus mulai dikerjakan. Bila solusinya membutuhkan, berapa lama krisis akan berlangsung. Dalam hal wahyu akhir zaman, tentu saja harus dapat disingkapkan minimal waktu kedatangan si Pendurhaka, dan rentang waktu krisis yang akan di alami oleh umat Tuhan.” Saya ingin menanggapi pernyataan ini dengan beberapa pertanyaan:

a) Mengapa informasi waktu (hari, bulan, dan tahun) kedatangan Kristus begitu penting? Apa yang membedakan antara kita tahu kapan waktunya dengan kita tidak tahu waktu kedatangan Kristus? Bagaimana kalau seseorang meramalkan bahwa akhir jaman akan terjadi 200 tahun lagi atau 1 tahun lagi dari sekarang? Apakah dampaknya terhadap spiritualitas seseorang? Mengapa kita perlu menyingkapkan kapan kedatangan anti-Kristus beserta waktu krisis yang dialami oleh umat Tuhan? Apakah agar kita bersiap diri untuk dapat diangkat? Jika jawaban pertanyaan terakhir ini adalah ya, maka kita telah mempunyai perbedaan fundamental tentang eskatologi. Apakah yang dipercaya oleh YM – post-tribulational Pre-millennialism, Pre-tribulational (dispensational) Premillennialism, Postmillennialism, Amillennialism? Dan kemudian, kapankah persisnya kedatangan Kristus yang ke-dua (di luar akhir jaman)? Kapankah orang-orang diangkat (rapture)? kapankah dimulainya masa millennium? Kalau teori tentang ini begitu banyak, dan semua mendasarkan teorinya pada Alkitab, dari manakah kita tahu mana yang benar? Bagi orang awam yang mungkin kurang mendalami Alkitab, teori manakah yang harus diikuti oleh mereka? Dan apakah pengaruhnya teori-teori ini dalam kehidupan spiritual mereka?

b) Bukankah ada begitu banyak ramalan tentang akhir dunia yang telah terbukti gagal, walaupun mereka mendasarkan ramalannya dari Alkitab? Bagaimana kita tahu ramalan yang memang diilhami oleh Allah dan yang bukan?

2) YM mengatakan “Banyak yang berdalih bahwa mengenai waktu ini tidak ada yang akan tahu. Mereka melandaskan pada beberapa ayat sebagai dasar yang menguatkan mereka. Sebaliknya melalui ayat-ayat itu saya disingkapkan hal sebaliknya. Yaitu justru kita akan tahu waktu-waktu itu. Baik waktu kedatangan Antikris, maupun waktu kedatangan Tuhan Yesus (waktu pengangkatan kita).

a) Ya, memang saya mempunyai pendapat bahwa tidak ada yang tahu kapan (tanggal, bulan, dan tahun) waktu kedatangan Kristus yang ke-dua, karena itulah yang dikatakan oleh Kristus sendiri, yaitu: “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Mt 24:36; Mk 13:32). Lebih lanjut, ketika para murid bertanya kepada Yesus kapankah saatnya Yesus memulihkan kerajaan bagi Israel, maka Yesus menjawab “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.” (Kis 1:7). Bukankah rasul Paulus menegaskan bahwa kedatangan Kristus adalah seperti pencuri dan tidak ada yang tahu kedatangannya (1 Tes 5:2; 2 Pet 3:10)? Akhirnya, kitab Wahyu menegaskan bahwa tidak ada yang tahu kedatangan Kristus yang ke-dua (lih. Why 3:3).

b) Bagaimana untuk menyikapi kedatangan Kristus yang tidak diketahui saatnya? Cara yang paling baik adalah berjaga-jaga dan siap sedia menantikan kedatangan Kristus (lih. Mt 24:44; Mt 25:13; Mk 13:35-37; Lk 12:37-40, 46; 1 Tes 5:6; Why 3:3, 16:15). Rasul Yakobus mengatakan, agar kita bersabar untuk menantikan kedatangan Kristus (Yak 5:7). Dan cara yang paling baik untuk mempersiapkan kedatangan Kristus adalah dengan hidup kudus.

c) Itulah beberapa ayat yang mendasari pemikiran, mengapa kita tidak tahu kapan kedatangan Kristus yang kedua. Berikutnya saya akan membahas tentang ayat-ayat yang diajukan oleh YM. Dari kalimat yang YM tuliskan “Baik waktu kedatangan Antikris, maupun waktu kedatangan Tuhan Yesus (waktu pengangkatan kita),” maka saya mengambil kesimpulan bahwa YM percaya akan teori rapture. Dan kalau rapture diartikan secara terpisah dari kedatangan Kristus yang ke-dua, maka kita mempunyai perbedaan pendapat. Silakan untuk membaca artikel tentang rapture (silakan klik).

3) YM mengatakan “Jangan terburu mencap sesat, kalau ada yang mengatakan akan tahu waktunya. Yang sesat adalah yang tidak tahu apa-apa, bukan yang tahu apa-apa. Bukankah Tuhan Yesus berkata: “Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat memahami waktu ini?” (Luk 12:56 KJV)

a) Bukankah dari ayat-ayat di atas sebenarnya begitu jelas, bahwa manusia tidak perlu tahu kedatangan Kristus, karena kedatangan Kristus yang ke-dua adalah seperti pencuri? Bukankah kalau kita tahu secara persis, maka kedatangan-Nya bukan lagi seperti pencuri? Orang yang tidak tahu apa-apa memang harus belajar, namun orang yang tidak tahu kedatangan Kristus yang ke-dua memang sudah semestinya, karena Kristus sendiri di dalam kebijaksanaan-Nya, tidak menyatakannya kepada manusia. Dan kalau orang berusaha untuk mencari tanggal, bulan, dan tahun kedatangan Kristus yang ke-dua malah berfokus pada hal yang salah, yaitu mencari secara persis kapan Kristus datang, bukan berfokus pada persiapannya. Kristus telah menegaskan bahwa tidak ada yang tahu kedatangan-Nya dan sikap yang terpenting adalah berjaga-jaga. Oleh karena itu, mempersiapkan kedatangan Kristus yang ke-dua lebih penting daripada mencari tahu kapan tanggal, bulan, dan tahun kedatangan-Nya.

b) Lk 12:56 mengatakan “Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” Kalau kita melihat konteks dari ayat ini, maka kita dapat menilai bahwa Yesus sedang menceritakan kepada orang banyak untuk waspada kepada kemunafikan orang farisi (Lk 12:1). Dan pada waktu Kristus menceritakan tentang kerajaan Sorga, maka Kristus sendiri menekankan agar manusia terus berjaga-jaga (lih. Lk 12:35-37, 40). Lalu, apakah ayat 56 mengatakan bahwa seharusnya kita tahu hari kiamat? Sama sekali tidak, karena ayat tersebut mengacu kepada kedatangan Kristus, pada zaman itu. Yesus mengatakan, bahwa orang farisi adalah munafik, karena mereka tahu begitu banyak hal (yang dapat meramalkan cuaca, dll), namun Kristus yang datang di “zaman itu“, yang telah dinubuatkan begitu banyak oleh para nabi, yang telah dipersiapkan oleh Yohanes Pembaptis, yang telah membuat begitu banyak mukjijat, namun tidak dapat mereka kenali. “Zaman ini” adalah mengacu kepada zaman pada waktu itu, yaitu zaman Kristus.

4) YM mengatakan “Memang banyak orang memprediksi waktu kedatangan Tuhan menurut hikmat mereka sendiri. Tapi penyingkapan yang sempurna bukan berupa prediksi. Tetapi mengalami penyingkapan dari naskah-naskah Alkitab secara jelas.” Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana orang dapat membedakan apakah prediksi tersebut menurut hikmat mereka sendiri atau prediksi yang sempurna. Yang membingungkan lagi, kalau mengklaim bahwa prediksi mereka berdasarkan Roh Kudus dan Alkitab. Untuk dapat melihat hal ini secara jelas, saya ingin mengutip beberapa prediksi yang sebagian telah dikumpulkan dalam site ini (silakan klik).

a) 1635 – Lutheran Church: Adam Nachenmoser dalam bukunya Prognoosticum Theologicum, memprediksi tahun 1635 kemungkinan besar adalah hari kiamat.

b) 1948 – Baptist Church: Dr. Isaac M. Haldeman, seorang pastor dari First Baptist Church di kota New York memprediksi bahwa pada tahun 1948, anti Kristus akan datang. Dia mengatakan “The Scriptures teach that this man (the Antichrist) will be the prime factor in bringing the Jews back, as a body into their own land; that he will be the power that shall make Zionism a success; that through him the nationalism of the Jews shall be accomplished.

c) 1533 – Anabaptis Church: Millenium akan terjadi tahun 1533.

d) 1650-1695 – Presbyterian Church: Thomas Brightman memprediksi bahwa pada tahun 1650-1695 akan terjadi pertobatan kaum Yahudi dan kebangkitan kembali negara mereka di Palestina… kehancuran kepausan … pernikahan antara Anak Domba dan istrinya. Dan lebih lanjut Christopher Love memprediksi bahwa Babilonia akan jatuh di tahun 1758, kemarahan Tuhan kepada yang jahat akan ditunjukkan di tahun 1759, dan akan terjadi gempa bumi besar di seluruh dunia di tahun 1763.

e) 1934-1935 – Assemblies of God Church: The Weekly Evangel, publikasi resmi dari Assemblies of God menuliskan bahwa akhir dunia diprediksikan tidak akan lebih lama dari tahun 1934 atau 1935.

f) 8 Maret 1889 – Mennonites: Kristus akan kembali pada tanggal 8 Maret 1889 sampai 1891.

g) 1981 – Calvary Chapel: Chuck Smith dalam bukunya entitled End Times, mengatakan bahwa Kristus akan datang kembali sebelum masa sengsara dimulai, yang akan terjadi sebelum tahun 1981 (1948 [dipercaya sebagai generasi terakhir] + 40 [a generation of judgment]+ 7 [masa sengsara] = 1981). Lebih lanjut, dia mengatakan kemungkinan bahwa generasi terakhir dimulai tahun 1967.

h) 1890 – Mormonism: Joseph Smith memprediksikan bahwa kedatangan Kristus yang ke-dua akan terjadi sebelum dia berumur 85 tahun, atau tahun 1890.

i) 1874, 1914, 1925 – Jehovah’s Witnesses: Charles Taze Russell dan Joseph Franklin Rutherford memprediksi tahun 1874, 1914, 1925 sebagai tahun-tahun sebagai berikut: kedatangan Kristus yang ke-dua, hari penghukuman, masa millennium.

j) 15 September 1829 – Harmony Society.

k) 21 Maret 1843 – 21 Maret 1844, 22 Oktober 1844 – William Miller – American baptist preacher. William Miller menggunakan kitab Daniel untuk memprediksi kedatangan Kristus yang ke-dua.

Dan masih begitu banyak prediksi yang lain. Pertanyaannya, bagaimana seorang yang hidup pada masa tersebut dapat tahu apakah prediksi tersebut benar atau tidak? Pertanyaan ini sama seperti bagaimana orang yang hidup di zaman ini tahu apakah prediksi seseorang (yang mengklaim mendapatkan hikmat dari Roh Kudus dan Alkitab) benar atau tidak? Beberapa contoh di atas adalah mereka telah mencoba menyingkapkan kedatangan Kristus yang ke-dua berdasarkan Alkitab, namun tidak pernah terbukti kebenarannya. Ribuan, mungkin jutaan orang telah mempercayai beberapa prediksi akhir dunia pada waktu itu, namun tidak pernah terjadi. Apakah setelah terbukti gagal, maka kita baru dapat mengatakan bahwa ramalan tersebut hanyalah berdasarkan pemikiran pribadi?

5) YM mengatakan “Orang menggunakan Matius 24:36 untuk menyimpulkan bahwa tidak ada yang bakal tahu waktu kedatangan Tuhan. “Tetapi tentang hari dan jam itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, tetapi Bapaku sendiri.” (KJV). Namun sekarang perhatikan baik-baik. Baca kembali sebagai seorang yang mengasihi dan percaya bahwa kita juga dikasihi oleh Bapa. Ayat ini justru seharusnya memberi kepada kita suatu harapan. Bukan malah memutus harapan tidak akan pernah mendapat informasi penting itu.

a) Saya telah membaca ayat tersebut beberapa kali dan tetap mempunyai kesimpulan bahwa tidak seharusnya manusia tahu kedatangan Kristus yang ke-dua, karena kedatangan-Nya adalah seperti pencuri. Dan terlebih, Yesus menegaskan kembali hal ini, dengan mengatakan “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.” (Kis 1:7) Menurut hemat saya, kalau memang Yesus, di dalam kebijaksanaan-Nya, ingin menyatakan kepada manusia, maka Dia akan menyatakan-Nya. Namun, di beberapa kesempatan, Dia senantiasa menegaskan bahwa kedatangan-Nya adalah seperti pencuri dan tidak ada yang tahu. Dari ayat-ayat tersebut, yang menurut saya telah begitu jelas apa yang dimaksud Yesus, maka harapan seperti apakah yang diinginkan? Apakah kita harus terus berharap bahwa seseorang akan mengatakan kepada kita tentang hari, tanggal, dan tahun kedatangan Kristus yang ke-dua? Contoh-contoh di atas, adalah bukti bahwa telah begitu banyak orang yang mencoba untuk meramalkan kedatangan Kristus yang ke-dua, namun selalu gagal.

6) YM mengatakan “Ketika membaca ayat ini dalam penyingkapan, saya tiba-tiba mempunyai keyakinan Bapa ingin kita mengetahui waktunya. Ayat ini seperti berkata “jangan kuatir, walaupun malaikat-malaikat tidak tahu, tetapi Bapa tahu”. Lalu saya menemukan kebenaran itu dalam sederet ayat yang menjelaskan, bahwa Bapa selalu ingin memberitahu rahasia-rahasia-Nya kepada kita yaitu anak-anak-Nya. Berikut ayat-ayat yang dimaksud.

a) Saya tidak terlalu jelas dengan kalimat pertama. Apakah setelah membaca ayat tersebut (Mt 24:36), maka YM tiba-tiba mempunyai keyakinan bahwa Bapa ingin kita mengetahui waktunya? Darimanakah keyakinan yang tiba-tiba datang? Dan dengan keyakinan ini, YM menarik kesimpulan bahwa Bapa senantiasa ingin memberitahu rahasia-rahasia-Nya kepada kita, yaitu anak-anak-Nya. Tuhan memang membagikan pengetahuan kepada manusia lewat Yesus, dimana Yesus mengatakan “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.” (Yoh 15:15). Namun, bukankah pengetahuan bahwa Yesus pasti akan datang ke-dua kali adalah sudah cukup? Dan bukankah sikap untuk menghadapi kedatangan Yesus yang ke-dua adalah berjaga-jaga lebih bijaksana dibandingkan dengan terus mencoba mencari hari, tanggal, dan tahun kedatangan Kristus yang ke-dua?

b) YM mengutip ayat-ayat: Kej 18:17-19; Amos 3:7; Yoh 14:26a; 1 Kor 2:10, untuk menunjukkan bahwa Tuhan pasti akan menyingkapkan segala sesuatu (termasuk kapan hari kiamat) kepada manusia. Mari kita bersama-sama mengupas ayat-ayat tersebut:

Kej 18:17-19: “Berpikirlah TUHAN: “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini? 18  Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat? 19  Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya.” Tuhan mempunyai kebebasan dan kebijaksanaan, apakah sesuatu dipandang baik untuk dinyatakan atau tidak kepada manusia. Dan kepada Abraham, Tuhan menyatakan kehancuran kota Sodom dan Gomorah tanpa menyebutkan waktunya.

Amos 3:7: “Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.” Bukankah Tuhan telah menyatakan keputusan-Nya agar Kristus datang ke-dua kalinya? Namun keputusan-Nya tidak disertai oleh tanggal, bulan, dan tahun kedatangan-Nya.

Yoh 14:26a: “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Semua yang dikatakan oleh Roh Kudus adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan Yesus. Dia tidak menyatakan segala sesuatu yang baru, yang tidak pernah diajarkan oleh Yesus. Inilah sebabnya, di ayat yang sama, dikatakan bahwa Roh Kudus akan mengingat kita akan semua yang telah Yesus katakan. Dan kalau Yesus mengatakan bahwa kedatangan-Nya yang ke-dua tidak ada yang tahu, dan terjadi secara tiba-tiba (Mt 24:36; Mk 13:32) seperti pencuri (lih. Mt 24:43), dan kita tidak perlu mengetahui masa dan waktu yang telah ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya (lih. Kis 1:7), maka Roh Kudus juga akan mengatakan demikian. Kalau orang yang mengatakan atas nama Roh Kudus tahu hari, bulan, dan tahun hari kiamat, maka itu berarti bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh Kristus sendiri. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa itu bukan dari Roh Kudus.

1 Kor 2:10: “Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.” Roh Allah memang tahu segala sesuatu, karena Roh Allah / Roh Kudus adalah satu dengan Allah Bapa dan Allah Putera. Oleh karena itu, kalau Allah Putera (Yesus) memilih untuk tidak menyatakan kapan kedatangan-Nya yang ke-dua, maka Roh Allah-pun akan berkata sama. Kalau Roh Allah mengatakan yang berbeda, maka terjadi kontradiksi, dimana Allah Roh Kudus dan Allah Putera tidak menyatakan hal yang sama. Namun, di dalam Allah tidak ada kontradiksi, karena kalau terjadi kontradiksi, Dia bukan lagi Allah. Di katakan di ayat 11 “Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.” Dari sini jelas, bahwa tidak semua pengetahuan Allah dinyatakan kepada manusia, namun Roh Allah tentu saja tahu segala sesuatu di dalam diri Allah, karena Roh Kudus adalah Allah.

7) YM mengatakan “Orang-orang juga secara ceroboh menggunakan perikop 1Tes 5 “Kedatangan Tuhan seperti pencuri” dan memahaminya secara sangat-sangat keliru. Dan mengajar kepada jemaat bahwa, Kedatangan Tuhan itu bagi kita seperti pencuri. Padahal yang dimaksud adalah bagi orang lain kedatangan Tuhan itu seperti pencuri.

a) Mari kita lihat apa yang dikatakan rasul Paulus di dalam 1 Tes 5:1-2 “1 Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, 2  karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.” Menurut saya, text tersebut telah begitu jelas menyatakan bahwa Tuhan tidak menyatakan kapan kedatangan Kristus ke-dua, karena kedatangan-Nya adalah tiba-tiba, seperti pencuri.

b) Saya tidak tahu bagaimana YM sampai pada kesimpulan bahwa text itu ditujukan kepada orang lain dan bukan kepada kita semua. Lebih lanjut YM mengatakan “Memang Kedatangan Tuhan seperti kedatangan pencuri pada malam hari, untuk orang lain. Tetapi tidak untuk kita! Itulah sebabnya ayat 4 dan 5 berkata, “Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.” Ayat 4 dan 5 bukanlah dasar bahwa ayat 1-2 dikatakan untuk orang lain, namun tidak termasuk kita semua. Surat rasul Paulus dituliskan kepada jemaat di Tesalonika untuk menyatakan kepada mereka bahwa mereka tidak perlu tahu kedatangan Kristus yang ke-dua, dan oleh karena itu mereka harus terus menjalankan kehidupan mereka, namun harus senantiasa berjaga-jaga. Ini adalah kesalahan dari jemaat Tesalonika pada waktu itu, yang tidak melakukan apapun, karena mengira bahwa kedatangan Kristus telah begitu dekat. Oleh karena itulah, rasul Paulus mengatakan sikap yang seharusnya dipunyai oleh anak-anak terang (ay 5), yaitu “…baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.” (ayat 6). Bagi anak-anak terang, walaupun kedatangan Kristus adalah tiba-tiba, namun bukanlah sesuatu yang mengejutkan, karena Kristus sendiri telah mengatakannya demikian – yaitu Dia pasti datang. Kalau kita terus berjaga-jaga, dengan hidup kudus, kedatangan Kristus yang ke-dua adalah suatu kejadian yang kita rindukan.

c) Text di atas ditujukan kepada jemaat di Tesalonika, yang telah menjadi pengikut Kristus, sama seperti kita. Oleh karena itu pernyataan bahwa text tersebut ditujukan kepada orang lain bukan kepada kita adalah tidak tepat. Apa yang membedakan kita dengan jemaat di Tesalonika? Apakah jemaat di Tesalonikan bukan anak-anak terang dan hanya kita saja yang menjadi anak-anak terang?

8) YM mengatakan “Lalu ada juga yang terjebak menyimpulkan Luk 12:40 untuk memperkuat pendapat bahwa kita memang tidak akan menyangka saat kapan Tuhan akan datang. “Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.” Namun perhatikan ayat 40 ini jangan diambil sepotong, sebab merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya, ayat 39 yang berkata: “Tetapi ketahuilah ini: Jika ‘orang bijaksana dalam rumah’ (the goodman of the house – KJV), telah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia akan berjaga-jaga, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

a) Menurut saya, orang yang mengatakan bahwa tidak ada yang tahu waktu kedatangan Kristus yang ke-dua adalah setia terhadap Alkitab, karena Alkitab mengatakannya demikian, dan juga banyak ayat lain yang mendukungnya.

b) Mari kita membahas ayat Lk 12:39 yang mengatakan “Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.” YM menafsirkannya demikian “Lebih jelasnya ayat 39 dan 40 bermaksud memberitahu. “Ketahui ini: Jika ‘orang bijaksana dalam rumah’ telah tahu kapan waktunya, ia akan berjaga-jaga, Hendaklah kamu juga, karena kamu tidak tahu waktunya.” Bagi mereka yang tidak tahu kapan waktunya, Tuhan memberi petunjuk: ikuti ‘orang bijaksana dalam rumah’. Kalau ia berjaga-jaga, itulah waktunya.” Ayat 39 yang mengatakan “the goodman of the house (KJV)” adalah sama dengan the head of the house (NASV), “the householder (RSV, DRB), the master of the house (ASV), yang intinya adalah pemilik rumah. Kalaupun kita menganggap bahwa yang benar adalah orang bijaksana dalam rumah, namun ayat 39 tidak menyebutkan bahwa tuan rumah (the goodman of the house) adalah tahu akan saatnya pencuri datang, dimana dinyatakan dalam kata “IF / JIKA”.

c) Oleh karena itu, kesimpulan YM yang mengatakan “Siapakah ‘orang bijaksana dalam rumah’ ini yang tahu kapan waktu kedatangan itu?” adalah salah, karena Yesus hanya menyebutkan “JIKA tuan rumah itu telah tahu” dan bukan “Tuan rumah itu telah tahu”. Sebaliknya, kalimat tersebut, menyiratkan bahwa tuan rumah tersebut tidak tahu kapan pencuri datang atau dalam hal ini adalah menggambarkan kita juga tidak tahu kapan kedatangan Kristus yang ke-dua. Oleh karena itu, Yesus mengatakan di ayat 40 “Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.” Kemudian Petrus bertanya “…Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?” (Lk 12:41). Kita dapat menghubungkan jawaban Yesus yang dikatakan di Mk 13:37 “Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!” Di Lukas 12, Yesus tidak menjawab secara langsung, namun dari ayat-ayat berikutnya (42-48), maka pengurus rumah yang setia dan bijaksana adalah bukan yang tahu kapan kedatangan Kristus yang ke-dua, namun yang “melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” (ay. 43). Apakah tugasnya? melakukan semua perintah Kristus dan melakukan persiapan – yaitu dengan berjaga-jaga (lih. ayat 47). Oleh karena itu, kesimpulan YM yang mengatakan “Lalu Tuhan Yesus menyingkapkan dalam ayat-ayat berikutnya, ayat 42-44, bahwa ‘orang bijaksana dalam rumah’ adalah ‘Pengurus Rumah yang Setia dan Bijaksana’. Orang-orang seperti inilah yang tahu kapan kedatangan Tuhan. Merekalah orang yang akan tahu kapan waktu kedatangan Tuannya. Mengenai ‘Pengurus Rumah Yang Setia dan Bijaksana’.” adalah tidak benar. Seperti yang telah dipaparkan di atas, pengurus rumah yang setia dan bijaksana bukanlah yang tahu kapan kedatangan Kristus yang ke-dua, namun yang menjalankan perintah tuanya dan selalu siap sedia.

9) Dan karena itu, kesimpulan YM “Jadi penyingkapan waktu merupakan hal yang akan muncul dalam penyingkapan yang sempurna. Baik waktu kedatangan Antikris, rentang waktu krisis, maupun waktu pengangkatan.” adalah tidak tepat, karena: 1) Kristus telah mengatakan tidak ada yang tahu kedatangannya, 2) teori pengangkatan yang terpisah dari kedatangan Kristus yang ke-dua, juga tidak mempunyai dasar yang kuat. Oleh karena itu, mengapa kita tidak kembali kepada apa yang diajarkan oleh Alkitab, dan ditulis secara jelas – yang tidak mempunyai penafsiran ganda, yang juga didukung oleh ayat-ayat yang lain? Waktu kedatangan Kristus yang ke-dua tidak ada yang tahu, malaikat-malaikat di Sorga tidak, dan Anakpun tidak (Mt 24:36; Mk 13:32; Why 3:3), karena kedatangan-Nya adalah seperti pencuri (1 Tes 5:2; 2 Pet 3:10). Kita tidak perlu tahu kedatangan-Nya (Kis 1:7), namun yang terpenting adalah berjaga-jaga dan siap sedia, serta dengan sabar menantikan kedatangan-Nya (lih. Mt 24:44; Mt 25:13; Mk 13:35-37; Lk 12:37-40, 46; 1 Tes 5:6; Why 3:3, 16:15; Yak 5:7). Oleh karena itu, kita harus berfokus bukan pada mencari tahu kapan kedatangan-Nya, namun kepada bagaimana mempersiapkan kedatangan-Nya sebaik mungkin – dengan menjalankan semua perintah-Nya dan senantias siap sedia menyambut-Nya. Kita akan bertemu Yesus muka dengan muka, baik dalam akhir jaman (kalau kita mengalaminya) atau kalau kita telah dipanggil Tuhan sebelum akhir jaman terjadi. Oleh karena itu, bersiap-siaplah dan berjaga-jagalah. Semoga diskusi ini dapat membawa bermanfaat. Terpujilah Kristus.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – www.katolisitas.org

19/12/2018

33
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
8 Comment threads
25 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
13 Comment authors
Jack Bu'uloloflorianapardoharBernardus Aansanto Recent comment authors
Jack Bu'ulolo
Guest
Jack Bu'ulolo

Saya masih ingat betul ajaran guru saya, juga setelah membaca Kitab Suci serta belajar sejarah, tidak dapat saya ragukan lagi bahwa Kristus hanya mendirikan satu Gereja yang benar, yaitu Gereja Katolik, Gereja yang Apostolik, sebuah Gereja di bawah pimpinan Santo Petrus yang disuksesi hingga kini dalam kepemimpinan Bapa Suci, Bapa Paus. Saya akhirnya semakin tau dan meyakini sungguh-sungguh bahwa Kitab Suci ditulis, dihimpun dan dikukuhkan (dikanonisasi) oleh dan dalam Gereja Katolik dari sebuah proses pengalaman iman umat perdana akan Allah Tritunggal. Artinya, Kitab Suci oleh Allah diserahkan kepada Gereja Katolik di bawah bimbingan Roh Kudus, dan karenanya Gereja Katoliklah yang… Read more »

floriana
Guest
floriana

Dear team Katolisitas,
saya mohon ulasan tentang Pesan Peringatan melalui Maria Devine Mercy http://www.thewarningsecondcoming.com
Mohon dibaca seluruh pesan mulai dari 8 Nov 2010 sampai dengan sekarang sebelum menanggapinya ya. Terima kasih.

pardohar
Guest
pardohar

Syalom, saya senang dapat bergabung dalam forum diskusi katolisitas.org. Semoga sarana ini dapat mendekatkan kita kepada yang Sempurna itu. Saya prihatin terhadap penyelesaian krisis dalam tubuh Perserikatan Bangsa- bangsa. Seandainya iman kita di perlengkapi oleh karunia untuk bernubuat, kenapa tidak dimanfaatkan untuk menyelesaikan krisis, sebelum, pada saat dan setelah terjadinya krisis dalam menjaga perdamaian dunia ini. Semoga.

[dari katolisitas: Jangan lupa bahwa Gereja Katolik juga mempunyai ajaran sosial Gereja, di mana prinsipnya dapat diambil untuk menciptakan tatanan masyarakat yang baik]

Budi Darmawan Kusumo
Guest
Budi Darmawan Kusumo

Memang, membaca webpage 1 halaman ini saja memerlukan waktu hampir 4 jam tidak berhenti (karena sambil berpikir dan tidak asal baca). dari sini bisa saya lihat bahwa prinsip AKU, ALKITAB & ROH KUDUS menyebabkan kebingungan. karena saya sendiri pernah berdiskusi dengan pendeta dari gereja lain ( saya rasa beda dengan gereja Machmud ), dia memiliki teori rapture yang jauh berbeda dan herannya AYAT – AYAT yang disampaikan LEBIH BIBLIS dari Machmud. disini saja saya sudah jadi bingung dengan teori rapture milik Machmud. ahkirnya benarlah apa yang dikatakan saudara Stef bahwa akan menimbulkan kebingungan. padahal ayatnya sudah jelas bahwa TIDAK ADA… Read more »

santo
Guest
santo

Shalom Pak Stef & Bu Inggrid, Bagaimana kabarnya ? Nampaknya semakin sibuk ya, semoga senantiasa diberkati dalam kebenaran Firman Tuhan. Saya terbeban ingin menunjukkan kutipan beberapa kesaksian berikut ini, semoga Pak Stef & Bu Inggrid serta teman2 yg lain dapat membacanya. Terlepas dari percaya atau tidak, setidaknya Bpk & Ibu sudah pernah membacanya. Saya menuliskan / mengutip ini karena saya peduli dgn Bpk & Ibu semuanya. Mohon maaf mungkin terjemahan dari google kurang sempurna. Sebagian kutipan dari: http://www.divinerevelations.info/ Bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu! The Kingdoms of Heaven & Hell, and the Return of CHRIST by Angelica Zambrano (aka.23 Horas Muerta)… Read more »

Aquilino Amaral
Guest
Aquilino Amaral

Menurut saya,
ketika orang berbicara tentang akhir zaman, banyak meprediksi Yesus akan datang ke-2 di dunia ini untuk mengakimi, tetapi menurut renungan saya, justru sebaliknya, “Yesus akan datang menjemput kita saat kita meninggal dunia” dan saya bermimpin, kita yang telah meninggal akan berkumpul, dan Yesus akan mengonktrol kita, tetapi jiwa kita tidak akan dapat melihat Allah Bapa secara sempurna. Saya tekankan bahwa ” Saat kita meninggal dunia” itulah akhir Zaman dan Yesus menyongsong jiwa kita.

mohon di tanggapi.

Amaral

franks
Guest
franks

semakin tahu akan iman yg aku yakini….
Pak stef smoga pelayananmu besar upahnya di surga…JBU

yohanes yudi purnomo
Guest
yohanes yudi purnomo

dear katolisitas,
saya setuju dengan komitmen bahwa tugas kita adalah hidup kudus… sederhana dan tidak rumit… tapi jangan ditanya kesulitannya sungguh luar biasa… jadi sebaiknya kita konsentrasi terhadap hal ini saja dan dijamin akan menghabiskan waktu kita yang tidak akan cukup ini… apalagi untuk memikirkan… apalagi harus mencari kapan kiamat akan datang?
jadi anggota gereja katolik memang tidak mudah… maka kadang kita mencoba-2 dengan sesuatu yang lain… tapi saya bangga menjadi bagian didalam gereja katolik… meski saya belum mampu seperti yang Tuhan kehendaki dari saya…
Tuhan mecintai kita dengan kerahiman-Nya

Young Man in The Last Generation
Guest
Young Man in The Last Generation

Yang tidak kalah pentingnya informasi tentang waktu. Minimal kapan solusi dari krisis itu harus mulai dikerjakan. Bila solusinya membutuhkan, berapa lama krisis akan berlangsung. Dalam hal wahyu akhir zaman, tentu saja harus dapat disingkapkan minimal waktu kedatangan si Pendurhaka, dan rentang waktu krisis yang akan di alami oleh umat Tuhan. Banyak yang berdalih bahwa mengenai waktu ini tidak ada yang akan tahu. Mereka melandaskan pada beberapa ayat sebagai dasar yang menguatkan mereka. Sebaliknya melalui ayat-ayat itu saya disingkapkan hal sebaliknya. Yaitu justru kita akan tahu waktu-waktu itu. Baik waktu kedatangan Antikris, maupun waktu kedatangan Tuhan Yesus (waktu pengangkatan kita)….. salam… Read more »

Machmud
Guest
Machmud

Salam damai sejahtera Dear Young Man Memang kita perlu tahu kapan kedatangan Tuhan itu akan terjadi, dan memang Alkitab sudah memberitahukannya pada kita. Sekarang terserah pada kita, apakah kita dapat menangkap apa yang sudah diberitahukan pada kita atau tidak. Jika kita tidak dapat menangkap apa yang sudah ditulis dalam Alkitab, maka kita tidak akan tahu kapan DIA akan datang kembali (kita hanya tahu bahwa DIA akan datang) tapi tidak tahu kapan. Sebaliknya jika kita dapat menangkap apa yang tertulis dalam Alkitab maka kita pasti akan tahu , kapan DIA datang kembali. Apabila Young Man mau meluangkan waktu untuk membaca kitab… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X