Peran Maria dalam mukjizat di Kana (Yoh 2:1-11)

Mari kita lihat ayat-ayat tersebut (Yoh 2:1-5): “Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;  Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.  Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.”  Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”  Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!

a. Dari ayat-ayat di atas, terlihat jelas, bahwa Maria membuat permohonan kepada Yesus, dengan mengatakan “Mereka kehabisan anggur” (ay.4). Dan Yesus mengerti permohonan ini dan bukan sekedar pemberitahuan, sehingga Dia mengatakan “Mau apakah engkau dari pada-Ku, Ibu? Saat-Ku belum tiba” (ay.5) Hal ini adalah sama saja dengan mengatakan “Mengapa engkau (Ibu Maria) meminta Aku untuk melakukan sesuatu [mukjizat], yang belum saatnya Aku lakukan?” Percaya dan tahu akan Putera-Nya, maka Bunda Maria bukan memohon kepada para pelayan, namun memerintahkan kepada para pelayan untuk melakukan apapun yang dikatakan oleh Yesus. (ay.5).

b. Kita jangan lupa, bahwa Maria adalah satu-satunya orang yang pernah dilahirkan di dunia ini, yang berkumpul dengan Yesus setiap hari, sejak di kandungan sampai sekitar 30 tahun. Inilah sebabnya, kalau ada orang yang paling mengerti Yesus, maka orang itu adalah Bunda Maria. Mungkin, kita bersama-sama dapat merenungkan, bahwa jika kita yang mengklaim telah menerima Roh Kudus dapat mengerti ajaran Yesus dan apa yang dilakukan oleh Yesus, maka, terlebih lagi Bunda Maria, sang mempelai Roh Kudus. Bunda Maria telah mengandung Sang Sabda, hidup bersama-sama dengan Sang Sabda selama 30 tahun, setiap hari mengasihi Sang Sabda, sehingga Sabda tersebut menyatu dalam kehidupannya, perkataannya, dan perbuatannya, dan seluruh keberadaan dirinya. Bunda Maria sungguh mengenal dan memahami ajaran dan kehendak Kristus Puteranya, sehingga apa yang dipikirkan, dilakukan dan diminta oleh Bunda Maria senantiasa sesuai dan sejalan dengan kehendak Kristus Sang Sabda. Dengan fakta ini, kita harus mengakui, bahwa Bunda Maria dan Yesus mempunyai hubungan yang begitu dekat, begitu murni, saling membagi, sehingga keduanya dapat mengatakan “ini aku, aku milikmu“.  Yesus sendiri, sebagai manusia dalam kebudayaan Yahudi, menghormati dan taat kepada orang tuanya. Ini dicatat dalam Injil  Lukas, “Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lk 2:51-52).

c. Mungkin penjelasan dari beberapa Bap Gereja dapat membantu. St. Bernardus menjelaskan perikop ini (lih. St. Bernard, Homily 2) demikian: “Saya melihat dengan jelas bahwa Yesus mengatakan, Mau apakah engkau daripadaku, ibu, bukan karena Ia memarahi/ menegur, atau mau mengaburkan kesederhanaan hati ibu-Nya yang merendah, namun karena demi kita, sehingga apa yang menjadi perhatian orang tua menurut daging janganlah membuat kita yang sudah percaya, menjadi kuatir.” Sebab Kristus nyatanya taat kepada ibu-Nya, dan untuk menghormatinya, Ia melakukan mukjizat itu. Dengarlah St. Krisostomus: ” Meskipun Ia [Yesus] menjawab demikian, namun Ia mengabulkan doa ibu-Nya, sehingga Ia dapat menghormatinya dan tidak tampak mengeraskan hati terhadapnya, ataupun juga mempermalukan dia di hadapan begitu banyak orang yang hadir.” Dan Euthymus mengatakan, “Betapa besar Yesus menghormati Maria adalah jelas dari banyak kejadian, termasuk juga di sini, bahwa Ia memenuhi permintaannya.”

 

19/12/2018

28
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
8 Comment threads
20 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
14 Comment authors
Lukas CungKonrad KudartoPhinerTeddyBudi Darmawan Kusumo Recent comment authors
Lukas Cung
Guest
Lukas Cung

Terima kasih banyak Pak Stef dan Bu Stef, atas tulisan ini.

Lukas Cung

Konrad Kudarto
Guest
Konrad Kudarto

Bagi saya, penghormatan (Devosi) terhadap Bunda Maria melalui Doa Rosario adalah karena kita menyadari peran Maria dalam seluruh Karya Keselamatan Kristus di Dunia. Seluruh Doa Salam Maria adalah penggalan kalimat dalam Kitab Suci sejak Salam Malaikat yang diucapkan Malaikat Gabriel. Banyak hal misteri yang dialami Maria sejak mengandung, yang terus menerus disimpan, yang mungkin ditemukan juga kehidupan Yesus sejak Kanak-Kanak. Jawaban Yesus yang tak dapat diselami Maria saat 12 tahun di gereja [Dari Katolisitas: mungkin maksud Anda adalah saat Yesus diketemukan kembali di bait Allah di Yerusalem] menjadi akhir dari kehidupan misteri Kanak-Kanak Yesus; yang muncul kembali 21 tahun kemudian… Read more »

Konrad Kudarto
Guest
Konrad Kudarto

Mengapa kalian berdebat tentang surga ? Surga tidaklah sesederhana yang dibayangkan? surga tidaklah serendah yang dipikirkan. Alam semesta ciptaan “BAPA” sungguh sangat luas tak terbayangkan. Jika kesadaran rohani (spiritual) kita meningkat maka harusnyalah kita menyadari kompleksitas ciptaan BAPA, menyadari eksistensi kita dalam luasnya alam semesta ini. Kehidupan adalah suatu bentuk energi yang dapat berupa fisik atau jiwa atau dua-duanya menyatu yang terus-menerus ber-evolusi dalam alam semesta yang terus berevolusi. Inti dari pengajaran Yesus adalah Kehidupan jiwa, bagaimana kita harus hidup agar jiwa kita dapat selamat. Menyadari kehadiran Roh Allah yang berdiam dalam diri kita sebagai penuntun kita ke jalan yang… Read more »

Phiner
Guest
Phiner

Shallom Pak Stef, Ikut sumbang pendapat, Kebetulan (kalau memang dikatakan demikian) minggu terklhir bulan oktober kemarin, dalam doa rosario kami merenungkan Peristiwa-peristiwa Terang / Cahaya. Lima peristiwa baru yang ditambahkan oleh alm. Paus Yohanes Paulus II, dalam Surat Apostolik tentang Doa Rosario (Ensiklik Rosarium Virginis Marie). Kelima peristiwa yang menggambarkan hidup, perbuatan, pengajaran/firman dan tindakan Yesus Kristus di depan publik, yang merupakan pewahyuan Allah secara penuh dan menerangi (sebagai cahaya) bagi seluruh umat manusia dan segala ciptaan. Kalau kita perhatikan kelima peristiwa cahaya ini : Yesus dibabtis di Sungai Yordan; Perjamuan perkawinan di Kana; Yesus memaklumkan Injil Kerajaan Allah; Yesus… Read more »

Machmud
Guest
Machmud

Salam damai sejahtera

Anda menulis :

Namun, coba anda diskusikan doktrin ini dengan denominasi lain, yang sering bertanya
“KALAU SEKARANG ENGKAU MENINGGAL, APAKAH ENGKAU YAKIN PASTI MASUK SORGA?”
Anda akan mendapatkan pengertian yang berbeda-beda, walaupun mendiskusikan ayat yang sama.
Kalau pengertiannya berbeda dan saling bertentangan, maka tidak mungkin keduanya sama-sama benar.

Lalu apa jawaban anda atas pertanyaan tersebut diatas ?

Terima kasih
Salam
Mac

Stefanus Tay

Shalom Machmud, Tentang keselamatan, maka Gereja Katolik senantiasa melihatnya sebagai sesuatu yang lampau, sekarang dan akan datang. Telah diselamatkan (Rom 8:24; Ef 2:5,8; 2 Tim 1:9; Tit 3:5).Sedang dalam proses (1 Kor 1:18; 2 Kor 2:15; Fil. 2:12; 1 Pet 1:9).Akan diselamatkan (Mt 10:22, 24:13; Mk 13:13; Mk 16:16; Kis 15:11; Rm 5:9-10; Rm 13:11; 1 Kor 3:15; 2 Tim. 2:11-12; Ibr. 9:28). Prinsip kedua adalah tidak ada yang tahu secara pasti bahwa seseorang pasti masuk Sorga, kecuali Allah sendiri atau Gereja-Nya yang menyatakan bahwa seseorang telah berada di Sorga atau dengan kata lain menjadi santa-santo. Di dalam diskusi tentang… Read more »

Machmud
Guest
Machmud

Salam damai sejahtera Terima kasih Stef atas jawaban yang telah anda sampaikan. Memang keselamatan itu bisa hilang, jika tidak diperihara dan dikerjakan dengan takut dan gentar seperti yang diungkapkan oleh Rasul Paulus, juga pada akhirnya akan ditolak untuk masuk Sorga. Tetapi kita tidak boleh lupa , setelah kita dijadikan baru oleh Tuhan Yesus, maka kita bukan lagi menjadi orang yang akan menjadi penghuni Neraka. Kita (saya dan anda) memang tidak akan pernah mempercayai akan doktrin sekali selamat tetap selamat, namun kita harus mempercayai bahwa kita ini ciptaan baru bikinan Tuhan yang pada akhirnya PASTI akan mewarisi kerajaan Sorga. Oleh sebab… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Machmud, Terima kasih atas tanggapannya. Saya akan menanggapi argumentasi yang anda ajukan dengan beberapa pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah anda percaya akan doktrin “sekali selamat tetap selamat” (once saved always saved). 2. Apakah anda percaya bahwa seseorang yang telah menerima Kristus, menerima pembaptisan dapat kehilangan keselamatannya? Kalau tidak, apakah alasannya dan bagaimana kaitannya dengan jawaban point 1? Kalau ya, apakah yang membuat seseorang dapat kehilangan keselamatannya? 3. Bagaimana seseorang dapat tahu secara persis (seyakin-yakinnya) bahwa dirinya pasti masuk Sorga? 4. Bagaimana anda mengartikan “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan… Read more »

Machmud
Guest
Machmud

Salam damai sejahtera Berikut ini tanggapan saya atas pertanyaan anda : 1. Apakah anda percaya akan doktrin “sekali selamat tetap selamat” (once saved always saved). Saya sudah menjawabnya di surat saya yang terdahulu bahwa saya TIDAK YAKIN DAN TIDAK PERNAH PERCAYA akan doktrin tersebut (Tolong jangan ditanyakan lagi) 2. Apakah anda percaya bahwa seseorang yang telah menerima Kristus, menerima pembaptisan dapat kehilangan keselamatannya? Kalau tidak, apakah alasannya dan bagaimana kaitannya dengan jawaban point 1? Kalau ya, apakah yang membuat seseorang dapat kehilangan keselamatannya? Keselamatan bisa hilang jika tidak dipelihara dengan se-baik2nya, sebab itu saya tidak percaya akan doktrin yang menyesatkan,… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Machmud, Terima kasih atas tanggapannya. Berikut ini adalah tanggapan yang dapat saya berikan: 1. Dari jawaban anda, maka dapat disimpulkan: (a) anda tidak mempercayai doktrin sekali selamat tetap selamat (once saved always saved); (b) keselamatan dapat hilang kalau tidak dapat dipelihara dengan baik dan untuk itu seseorang harus menerima Kristus, dibaptis dan melakukan kehendak Allah; (c) anda yakin bahwa kalau anda meninggal sekarang anda pasti akan masuk Sorga, karena pengorbanan Yesus yang sempurna di kayu salib. Bahkan kalau seorang tidak yakin dirinya pasti selamat, maka pengorbanan Yesus adalah sia-sia belaka. Mari kita melihat kesimpulan yang anda buat. a. Kalau… Read more »

Machmud
Guest
Machmud

Salam damai sejahtera Terima kasih Stef atas jawaban anda. Setelah saya membacanya, maka dapat saya simpulkan bahwa anda sama dengan penganut agama lain yang tidak mempunyai keyakinan yang pasti bahwa anda suatu hari kelak akan masuk Sorga atau dapat dikatakan MUDAH-MUDAHAN MASUK SORGA atau INSYA ALLAH BISA DITERIMA DISISI ALLAH. Pada hal sejak saya mengikuti perkembangan situs ini, anda selalu menonjolkan bahwa “hanya gereja Katolik” satu-satunya gereja yang dibangun oleh Tuhan kita Yesus Kristus, tapi mengapa anda sebagai umatNya tidak mempunyai keyakinan bahwa anda suatu hari nanti pasti masuk Sorga. Anda menulis : NAMUN KARENA KITA TIDAK PERCAYA bahwa apa… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Machmud, Terima kasih atas tanggapannya. Alangkah baiknya dalam berdiskusi anda dapat memberikan tanggapan akan argumentasi yang diberikan. Oleh karena itu, silakan menanggapi komentar yang telah saya berikan sebelumnya: 1. Dari jawaban anda, maka dapat disimpulkan: (a) anda tidak mempercayai doktrin sekali selamat tetap selamat (once saved always saved); (b) keselamatan dapat hilang kalau tidak dapat dipelihara dengan baik dan untuk itu seseorang harus menerima Kristus, dibaptis dan melakukan kehendak Allah; (c) anda yakin bahwa kalau anda meninggal sekarang anda pasti akan masuk Sorga, karena pengorbanan Yesus yang sempurna di kayu salib. Bahkan kalau seorang tidak yakin dirinya pasti selamat,… Read more »

Simon
Guest
Simon

Shalo, Pak Stef dan Pak Machmud, Sungguh senang sekali membaca diskusi bapak-bapak mengenai keselamatan. Soal konsep keselamatan memang saya tidak mengerti banget. Dalam pandangan saya hampir mirip dengan pak Machmud. Saya tidak mempercayai konsep sekali selamat tetap selamat (sekali dibaptis lalu tetap selamat). Dan saya juga berpikir kalau kita yang sudah mengakui Yesus adalah juru selamat kita dan kita menyakini/mengikutiNya kenapa harus ragu bahwa kita gak 100% masuk Surga? Ternyata setelah saya mengikuti diskusi ini, saya mendapatkan satu kesimpulan (mudahan-2 tidak salah dan mohon pencerahannya) bahwa kalau kita percaya dan mengikuti ajaran/perintah Yesus maka kita pasti selamat (100% masuk surga),… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Simon, Terima kasih atas tanggapannya dalam diskusi tentang keselamatan. Kesimpulan yang anda berikan benar, bahwa doktrin sekali selamat tetap selamat (once saved always saved) tidaklah benar, karena keselamatan dapat hilang – kalau kita tidak setia sampai pada akhirnya. Dapatkah kita yakin 100% bahwa kita pasti selamat? Seperti yang anda katakan, kalau kita mengikuti Yesus dan menjalankan semua perintah-Nya sampai pada akhir hayat kita, kita pasti masuk Sorga. Dengan demikiian halangannya bukan pada Yesusnya, namun pada kita sendiri. Untuk itulah diperlukan rahmat Allah, agar kita dapat setia sampai akhir. Rahmat Allah senantiasa cukup bagi setiap manusia untuk mengantar masing-masing pribadi… Read more »

Machmud
Guest
Machmud

Salam damai sejahtera Terima kasih Stef atas jawabannya. Tapi bagi saya Kristus itu adalah segalanya. Saya berubah menjadi orang Kristen sebab saya punya keyakinan bahwa hanya di dalam Kristus semua keyakinan saya tentang kehidupan yang akan datang itu adalah pasti (masuk di dalam Kerajaan-Nya / Sorga) Sejak kelahiran baru yang saya alami , maka saya berubah menjadi orang baru milik kepunyaan Allah, bukan lagi hamba dosa (sebab yang lama sudah lenyap). Memang saya masih sering mendengar bisikan iblis yang mengatakan tidak mungkin engkau bisa menjalani hidup yang kudus sampai ke akhir hidupmu seperti yang diminta oleh Allah Bapa, sebab engkau… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Machmud, Terima kasih atas tanggapannya. Kalau anda mau melanjutkan diskusi ini, silakan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang saya ajukan sebelumnya. Kembali saya ingin menekankan bahwa Kristus adalah pasti dan janji Kristus adalah ya dan amin. Namun, kita harus mengakui bahwa sisi manusialah yang tidak pasti. Tentu saja saya ikut bersyukur bahwa kehidupan anda diubah setelah anda mengenal Kristus. Pertanyaan saya adalah, apakah anda tidak berdosa setelah mengenal Kristus? Kalau anda menjawab bahwa anda masih berdosa (dan saya juga mengaku bahwa saya masih berdosa), maka itulah yang menjadi tanda bahwa ketidakpastian ada pada diri kita. 1 Yoh 1:8 mengatakan “Jika… Read more »

johanes
Guest
johanes

KESIMPULAN UMUM:(saya copi paste dari pendapat sy sendiri dari artikel “sekali selamat tetap selamat”dengan beberapa tambahan buat sdr Machmud) Setiap mulut (yang mengandung kesombongan) mengatakan : SAYA PASTI SELAMAT/SAYA PASTI MASUK SORGA = MELANGGAR SELURUH OTORITAS ALLAH YANG MAHA KUASA DAN MENYAMAKAN DIRINYA SENDIRI DENGAN ALLAH YANG MEMISAHKAN DIRINYA SENDIRI ANTARA KAMBING DAN DOMBA, SEKALIGUS MENOLAK SELURUH KEBENARAN FIRMAN TUHAN! (Tolong baca baik baik MATIUS 25:31-45, khususnya ayat 32) IA(TUHAN) saja yang akan memisahkan kambing dengan domba. Masih sanggupkah kita berkata saya masuk surga? marilah kita semua dengan kerendahan hati dan penuh penyesalan datang seperti orang buta yang mendengar Yesus… Read more »

Budi Darmawan Kusumo
Guest
Budi Darmawan Kusumo

Syalom, saudaraku Machmud. Sebenarnya pertanyaan anda itu sudah dijawab sendiri di alkitab masalah KEPASTIAN SELAMAT ! Kebetulan saya lupa ayatnya, tapi saya yakin anda pasti pernah mendengar ayat ini : TUHAN kami sudah bernubuat atas namaMU, kamu sudah melakukan mukjizat atas namaMU. Tuhan berkata, “enyalah engkau sekalian yang membuat kejahatan”. Pertanyaan : Bukankah orang – orang diatas adalah orang yang SUDAH MENERIMA YESUS sebagai juru selamat ? tapi kenapa kok tidak masuk surga ? padahal orang yang bisa melakukan mukjizat dan bernubuat sudah pasti mendapat rahmat TUHAN yang besar dan saya yakin memang mereka sudah pasti seyakin – yakinnya masuk… Read more »

Teddy
Guest
Teddy

Shalom Katolisitas, Saya mau ikut berpendapat sekaligus bertanya kepada pak Stef. Supaya jelas posisi saya adalah bukan penganut once saved always saved, dan seorang awam yang rindu lebih mengerti Firman Allah. Tapi penjelasan pak stef terhadap saudara machmud kali ini, menurut saya bisa disalahpahami (tolong koreksi kalau keliru). Ketika Stef memberi contoh dgn bertanya apakah saudara Machmud berdosa (termasuk pak Stef) dan dilanjutkan dgn keterangan bahwa karena itulah membawa ketidakpastian, menurut saya bisa misleading. Sepengetahuan saya agama Kristen/Katolik adalah bukan agama hukum seperti saudara kita yg muslim melainkan agama kasih. Dgn kata lain Allah tidak hitung2an, karena kalau demikian neraka… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Teddy, Terima kasih atas tanggapannya. Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan: 1. Anda menuliskan “Ketika Stef memberi contoh dgn bertanya apakah saudara Machmud berdosa (termasuk pak Stef) dan dilanjutkan dgn keterangan bahwa karena itulah membawa ketidakpastian, menurut saya bisa misleading. Sepengetahuan saya agama Kristen/Katolik adalah bukan agama hukum seperti saudara kita yg muslim melainkan agama kasih. Dgn kata lain Allah tidak hitung2an, karena kalau demikian neraka bisa fully book. Maka ajaran katolik mengenai api penyucian sangat masuk akal, karena hanya orang yang sungguh kudus dapat berhadapan dengan Allah.“ Saya minta maaf, kalau keterangan yang saya berikan mungkin… Read more »

Robert.K
Guest
Robert.K

inilah nilai suatu kerendahan hati seorang hamba yg memohon belas kasih dan pengampunan pada sang Tuan nya yg banyak di laukukan oleh para kudus.tapi bukan dengan menyombongkan diri dengan mengatakan kita pasti masuk bagian dalam kerajaan sorga. Hal ini mengingatkan saya pada cerita seorang pendosa yg berdoa di bagian belakang bait Allah dengan yg seorng lagi berdoa di depan dan menyombongkan kebaikannya.
terima kasih banyak buat stef yg telah memberi pengertian dalam hal ”menaruh pengharapan besar akan kasih dan belas kasih Allah”.

Anselmus ary
Guest
Anselmus ary

Penjelasan yang luar biasa.Semoga saudara kita Kristen Non Katolik mau mengerti.

Kevin M.
Guest
Kevin M.

@ Sdr Adri Amanupunnjo Sdr Adri, saya ingin menyampaikan pengertian saya kepada anda mengenai topik Yoh 2:1-11 ini dan tentunya pengertian ini bertolak belakang dengan apa yang diimani oleh gereja Katolik… Dalam bahasan tersebut memang ada 2 pernyataan yang menghasilkan 1 peristiwa yg disebut sebagai mujijat pertama Yesus, yg akhirnya di klaim oleh gereja Katolik bahwa Yesus melakukan mujijat /berkompromi dng persuasi Maria karena Maria memintanya sekalipun awalnya tampak Yesus menyatakan bahwa saatKu (saat Yesus) belum tiba…. mari kita kupas… 1) Maria meminta pertolongan Yesus untuk melakukan “sesuatu” 2) Yesus menjawab dengan mengatakan bahwa saatNya (waktunya Yesus) belum tiba 3)… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Kevin, Terima kasih atas tanggapan anda. Tentu saja perbedaan adalah hal yang wajar. Dan seperti yang anda katakan, maka pengertian anda memang bertentangan dengan pengajaran Gereja Katolik. Terlihat bahwa anda kuatir kalau Maria mempunyai peran dalam mukjizat di Kana, maka itu akan mengurangi kemuliaan Yesus. Ini adalah perbedaan mendasar untuk melihat peran “partisipasi” dalam karya keselamatan Kristus. Untuk menghilangkan “partisipasi” inilah, maka anda memberikan argumentasi bahwa Maria tidak mempunyai peran apapun dalam peristiwa mukjijat di Kana. Dan kemudian anda memberikan perkiraan bahwa permintaan Maria, jawaban Yesus, dan saat terjadinya mukjijat dapat dipisahkan waktu masing-masing 3 jam. Dan sekali lagi… Read more »

johanes
Guest
johanes

@ Kevin.: Penjelasan sdr sangat berbahaya. Sdr mencoba menambahkan sesuatu (jam jam kejadian) dengan harapan akan mendukung pendapat saudara. sementara Alkitab tidak mencatatnya demikian, karena memang bukan mau menonjolkan apa yang menjadi penafsiran sdr. apa yang tercatat dalam alkitab tidak bisa merubah kenyataan bahwa mukjijat pertama yang Yesus lakukan bersamaan dengan hadirnya tokoh Maria di situ dan perkataan Maria yang menggugah Yesus. Bahkan Yesus sendiri kelihatan “sedikit marah” kepada Maria karena menurut Yesus waktuNya belum tiba tetapi sudah didesak oleh Maria. Dari situ saja kita dapat melihat bahwa sebenarnya Maria tahu dari pengenalannya dengan Yesus bahwa Yesus dapat dan sanggup… Read more »

SONYA
Guest
SONYA

Shalom kevin, Saya merasa aneh dengan “tanggapan saudara kevin sbb: Kemungkinan lainnya adalah Maria memang meminta Yesus melakukan mujijat atas dasar segala sesuatu / kisah / cerita yang pernah disampaikan Yesus di waktu2 sebelumnya. Jadi dengan segala informasi / pengetahuan yang diperoleh Maria dari Yesus seputar keajaiban Tuhan / kemahakuasaan Tuhan, maka tiba2 Maria tergerak untuk “mencoba” atau “mengetes” Yesus, apakah benar apa yang selama ini dikatakanNya… Dan ketika waktu / saatNya tiba, Yesus membuktikan bahwa segala yang dikatakanNya dapat dibuktikanNya. Dengan demikian peristiwa tersebut merupakan pembelajaran yang diberikan Tuhan Yesus kepada Maria, bahwa Dia berkuasa. Menurut yg saya pahami… Read more »

Adri Amanupunnjo
Guest
Adri Amanupunnjo

Salam Kasih, Saya ingin bener2 tau bagian mana dari perkataan maria ibu Yesus yang menyatakan atau mengatakan meminta Yesus untuk mengubah air menjadi anggur sepengertian saya akan ayat itu tidak menjelaskan atau mirip sebagai suatu permintaan saya melihat di ayat itu seprtinya Tuhan Yesus bertanya “ada apa” saya cendrung beranggapan perkataan maria adalah memberitahukan atau menginformasikan bahwa anggur sudah habis di Yoh 2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan2 “Apa yang di katakan kepadamu buatlah itu. menurut ibu inggrid atau para pendukung katolisitas yang ikut berdiskusi disini setuju ngak klo ayat ini menyatakan kalau permohonan maria bukan utk Yesus tp… Read more »

johanes
Guest
johanes

Peran Maria bukan hanya dalam mukjizat di Kana. Peran Maria mencakup seluruh proses keselamatan manusia yang direncanakan ALLAH dalam Yesus Kristus putraNya. Peran Maria berlangsung dalam mukjizat terbesar Yesus Kristus yaitu sebagai Sang Juru Selamat. Buktinya? Alkitab bertaburan kisah dan peran Maria dalam mendampingi Yesus putra jasmaninya mengemban tugas penyelamatan manusia. Mulai dari kabar malaikat Gabriel, sampai gereja perdana lahir di Pentakosta pertama, Maria ada di sana. Mulai dari langkah Kristus memanggul salib yang pertama sampai hembusan nafasNya yang terakhir, Maria ada besertaNya. Sungguh pengorbanan seorang ibu yang besar mengantar anaknya menuju mezbah korban yang abadi. Tuhan Yesus tidak melupakan… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X