Pandangan Gereja Katolik terhadap agama lain?

Pertanyaan:

Saya sudah dikatakan teman evangelisasi Katolik saya sebagai domba yang tersesat, saya dikatakan “jajan’ ke gereja lain dsb.tapi saya tidak gentar. karena saya lebih memilih TAKUT AKAN TUHAN, daripada takut sama manusia.
Jadi sekarang, saya berpindah-pindah Gereja, untuk mencari Gereja yang sungguh2 melakukan perintah2 Allah, bukan yang hanya menjalankan aturan2 yang dibuat oleh manusia. Saya rindu melihat anak-anak Tuhan, kita semua baik Katolik maupun Protestan (denominasi apapun) untuk BERSATU sebagai umat pilihan Allah.

N/B. Saya tidak bermaksud untuk berdebat, tapi cuma ingin meluruskan saja. Marilah kita kembali ke kesederhanaan dan kebenaran Alkitab yang sesungguhnya.
Tuhan Memberkati. – Anna.

Jawaban:

Shalom Anna,

Berikut ini adalah jawaban dari saya untuk point terakhir, yaitu point J, tentang bagaimana sikap orang Katolik terhadap saudara-saudara non Katolik.

  1. Sikap Gereja Katolik dan juga setiap anggota Gereja terhadap orang lain adalah sama seperti sikap Kristus terhadap orang lain, yaitu kasih. Sikap kasih inilah yang dituntut dari setiap anggota Gereja, sehingga masing-masing dari kita akan menjadi saksi yang hidup. Tanpa kesaksian yang baik, maka semua kebenaran hanyalah menjadi teori belaka tanpa ada realitasnya. Setiap anggota Gereja dipanggil untuk menjadi kudus. Namun sikap kasih ini tidak berarti mengorbankan kebenaran. Jadi Gereja tetap mewartakan kebenaran yang sama, seperti yang diwartakan oleh Kristus, walaupun berbeda dengan apa yang dipercayai oleh agama atau kepercayaan yang lain. Mewartakan kebenaran adalah salah satu bentuk dari kasih.
  2. Mari kita melihat pernyataan bahwa Anna adalah domba yang tersesat dan jajan ke gereja lain. Untuk lebih jelasnya mengenai pandangan Gereja Katolik terhadap saudara-saudara yang terpisah dari Gereja Katolik, silakan membaca : Unitatis Redintegratio, terutama no:19 dan seterusnya. Secara prinsip gereja non-Katolik bersatu dalam Gereja Katolik karena Sakramen Baptis, namun tidak menjadi anggota penuh dari Gereja Katolik, dan kehilangan berkat-berkat Sakramen, seperti Ekaristi, Sakramen Tobat, Sakramen Imamat. Jadi apakah Anna domba yang tersesat? Dan perlukah Anna gentar? Mari kita melihatnya.
  3. Adalah suatu fakta bahwa Anna memisahkan diri dari kawanan domba di Gereja Katolik. Pertanyaannya adalah, apakah Anna telah berusaha dengan segenap hati, segenap pikiran, dan segenap kekuatan untuk tahu terlebih dahulu tentang iman Katolik sebelum memutuskan untuk pindah gereja? Kalau jawabannya Anna belum benar-benar mencari tahu, maka ada sesuatu yang salah dalam proses ini. Jangan lupa, bahwa hal ini adalah urusan yang paling penting, karena ini menyangkut keselamatan abadi kita. Jadi silakan Anna merefleksikannya sendiri di dalam doa. Apakah Anna benar-benar mempelajari bahwa aturan, ajaran, dan doktrin dari Gereja Katolik benar-benar hanya karangan manusia belaka? Bagaimana Anna dapat menyimpulkan hal ini? Kami telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjawab keberatan-keberatan Anna di point-point di atas. Apakah Anna masih mempunyai kesimpulan yang sama bahwa Gereja Katolik mengajarkan doktrin yang berasal dari manusia dan bukan dari Allah?
  4. Kalau Anna melihat bahwa pernyataan “domba yang tersesat” terlalu keras, coba bandingkan dengan pernyataan gereja non-Katolik terhadap Gereja Katolik. Sebagian dari mereka melihat dan berpandangan bahwa Katolik bukanlah Kristen, yang tidak mungkin diselamatkan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa yang terberkati Bunda Teresa dari Kalkuta tidak selamat, karena tidak pernah mengaku di depan umum bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, seperti yang biasanya dilakukan dalam altar call kebaktian gereja Protestan. Atau tuduhan yang lain bahwa Bapa Paus adalah Anti-Kristus. Banyak orang non-Katolik beranggapan bahwa umat Katolik perlu diselamatkan, karena umat Katolik tidak tahu Alkitab dan ajarannya adalah sesat. Apapun alasannya, sesungguhnya dalam perbedaan pendapat, kita dapat mendiskusikannya dengan hormat dan penuh kasih.
  5. Masalahnya bukanlah tidak gentar, dan memilih takut akan Tuhan daripada takut akan manusia. Semua orang Kristen, termasuk Katolik dituntut untuk menjadi martir jika diperlukan (lih Lumen Gentium, nomor 42-50). Namun ketidakgentaran kita dapat ditunjukkan terlebih dahulu dengan benar-benar mendalami iman kita, sehingga pada saatnya nanti kita bertemu dengan Yesus, kita dapat mengatakan “Yesus, saya telah berusaha dalam keterbatasanku namun dengan segenap hati, segenap pikiran, dan segenap kekuatanku, telah berusaha mendalami dan menjalankan apa yang Engkau firmankan. Aku telah berusaha menemukan kebenaran bukan berdasarkan perasaan pribadi, komunitas yang akrab, kotbah yang berkobar-kobar, namun benar-benar dengan tujuan untuk menemukan Engkau sendiri. Aku juga menyembah Engkau dengan cara yang Engkau kehendaki. Aku bergabung dalam Gereja yang Engkau dirikan. Dan aku tidak memilih-milih perintah tertentu, tapi aku berusaha untuk menjalankan semua perintah-Mu” Pernyataan di atas bukan hanya untuk Anna, namun juga berlaku untuk saya sendiri. Apakah kita dapat melihat kepada Yesus, mata dengan mata, dan mengatakan hal tersebut di atas?
  6. Terimakasih untuk mengingatkan kita semua untuk kembali kepada kesederhanaan dan kebenaran Alkitab. Namun, masalahnya adalah bagaimana untuk mengerti (baik sederhana atau sulit) dan menjalankan semua perintah yang dinyatakan oleh Tuhan di dalam Alkitab. Kesederhanaan adalah baik, namun tanpa menjalankan semua perintah Tuhan di dalam Alkitab, kita dapat tersesat. Kebenaran akan terus bertahan, baik itu sederhana atau sulit. Bagi umat Katolik, untuk menjalankan semua yang diperintahkan Tuhan diperlukan tiga pilar kebenaran: Kitab Suci, Tradisi Suci, dan Magisterium Gereja.

Kalau sekarang Anna berpindah-pindah gereja, kapan Anna dapat berhenti dan mengatakan kepada diri sendiri “Inilah Gereja yang Yesus dirikan“, dan kemudian Anna beristirahat di dalamnya. Pencarian tanpa henti tidak akan mendatangkan kebahagiaan, karena kebahagiaan hanya tercapai kalau kita menemukannya. Jadi tantangan bagi Anna untuk memutuskan hal ini sebelum Tuhan memanggil Anna. Pertanyaan yang lain adalah bagaimana Anna tahu bahwa gereja tertentu melakukan semua yang diperintahkan Allah? Apakah yang sebenarnya Anna cari? Mungkin jawaban dan banyak pertanyaan di dalam uraian dari point A-J dapat menjadi bahan permenungan bagi Anna. Saya mengusulkan untuk membawa hal ini di dalam doa, atau Anna juga dapat mendiskusikannya dengan orang lain.

Ingrid, Lia, dan saya turut berdoa agar Anna dapat menemukan Gereja yang Yesus dirikan, dalam Gereja Katolik.

Dan mari kita bersama-sama mengasihi Kristus dengan segenap hati, segenap pikiran, dan segenap kekuatan kita. Kita tidak dapat mengasihi Kristus, kepala dari Gereja, secara penuh kalau kita tidak mengasihi Gereja-Nya, tubuh mistis Kristus. Dan Gereja-Nya hanya satu, karena tubuh mistis Kristus hanya satu dan tidak terpecah-pecah.

Kalau ada kata-kata di dalam jawaban dari point A-J yang menyinggung Anna, kami mohon maaf. Hal ini dikarenakan keterbatasan kami dalam memilih kata-kata yang tepat untuk menyampaikan kebenaran. Kami telah mencoba untuk menyampaikan argumentasi berdasarkan kasih. Dan kami juga tahu bahwa Anna juga mempunyai niatan diskusi ini karena terdorong oleh kasih Anna terhadap Kristus. Kita mempunyai kerinduan yang sama untuk melihat Gereja Tuhan bersatu. Terpujilah Kristus….

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – www.katolisitas.org

19/12/2018

20
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
8 Comment threads
12 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
12 Comment authors
Stefanus TaymartinsuciadiJohnDonnyDonny Recent comment authors
martinsuciadi
Member
martinsuciadi

Shalom Pak Stef/Bu Ingrid, Saya ingin menanyakan sesuatu yg menurut saya sesuatu yg cukup sensitif, namun saya ingin menyikapinya dengan kedewasaan and akal sehat. Di dalam agama2 lain, terdapat pandangan yg berbeda tentang Tuhan Yesus, saya ambil contoh yang paling dekat adalah Islam. Dimana di dalam Al-quran disebutkan bahwa Yesus (Atau Isa dalam bahasa mereka) sebenarnya tidak mati disalibkan, melainkan diangkat ke Sorga, dan yang disalibkan adalah orang lain yang serupa. Saya sebagai orang Katolik mempercayai sepenuh hati seluruh ajaran Gereja Katolik, akan tetapi saya pun percaya saudara2 kita yang muslim juga mempercayai pengajaran agama mereka. Pertanyaan saya adalah :… Read more »

Donny
Guest
Donny

Shalom.. Tentang Pandangan Gereja Katolik terhadap agama lain, saya setuju bahwa point utamanya adalah pada kasih. Apapun agamanya, jika dia melakukan tindakan kasih maka dia bisa diselamatkan. Dalam hal Sdri Anna,menurut saya Sdri Anna diatas tidak mutlak salah. Dia tahu yang paling utama adalah berbuat kasih. Namun kekurangannya mungkin adalah dia tidak mengasihi Gereja. Dia tidak meyakinkan diri bahwa dengan berkumpul dalam suatu Gereja tertentu dia bisa berbuat kasih dengan lebih terhadap sesama. Menurut saya Sdri Anna mungkin sombong, bahwa dia yakin telah memilih takut akan Tuhan dengan cara hidupnya yang berpindah-pindah Gereja. [dari Katolisitas: Mari menghindarkan diri dari sikap… Read more »

Donny
Guest
Donny

Terimakasih banyak atas penjelasannya. Maaf merepotkan. Mohon penjelasannya lagi atas beberapa hal yang tidak saya pahami.hehe Mengenai hubungan kasih dan iman. Bagaimana hubungan yang sebenarnya dari kedua hal ini? Apakah Kasih yang baik adalah yang juga mengimani Kristus? Apakah kasih tidak ada jika kita tidak mengimani Kristus? Tokoh yang melakukan kasih menurut saya adalah Mahatma Gandhi, namun beliau tidak mengimani Kristus, apakah beliau itu juga melakukan kasih? Atau apakah kasih yang dilakukan oleh Mahatma Gandhi berbeda dengan kasih yang diajarkan oleh Yesus? Apakah hanya orang Kristen yang bisa melakukan kasih? Terima Kasih. Mohon tanggapannya. Tuhan memberkati. [dari katolisitas: Silakan melihat… Read more »

Donny
Guest
Donny

Maaf, tapi saya masih kurang memahami hubungan antara iman dan kasih. Pada intinya saya setuju jika iman dan kasih memang bagian yang tidak dipisahkan. Jika kita mengimani Yesus maka kita pasti harus mengasihi. Tapi jika kita melihat 1 Korintus 13:1-3, maka sepertinya iman dan kasih sepertinya merupakan dua bagian yang dapat dipisahkan. *Pertanyaan dibawah ini hanya jika Bapak/Ibu tahu tentang “The Secret”.* Ini saya pikir contoh orang yang selalu berpengharapan, namun mereka tidak mengimani Yesus, silahkan ada di http://en.wikipedia.org/wiki/The_Secret_%28book%29 , buku ini juga sudah di filmkan http://en.wikipedia.org/wiki/The_Secret_%282006_film%29 . Menurut saya mereka adalah orang yang berpengharapan dengan baik, sehingga mereka mampu… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Donny, Adalah penting untuk membaca suatu ayat dalam Kitab Suci dalam kesatuannya dengan ayat-ayat lainnya. Jika kita berpegang pada prinsip ini, maka kita tidak akan mengalami kebingungan akan pemahamannya. Bahwa di 1 Kor 13:1-3 sepertinya ada kesan bahwa iman dan perbuatan dapat dipisahkan, itu adalah karena pada ayat itu justru makna yang disampaikan adalah sebaliknya, yaitu kalau iman dan perbuatan yang seharusnya satu itu dipisahkan, maka akibatnya iman itu tidak ada gunanya, dan tidak dapat menyelamatkan. Demikianlah maka Gereja Katolik mengajarkan bahwa iman yang tidak disertai perbuatan kasih kepada Allah dan sesama, tidak dapat menyelamatkan (lih. Yak 2:17,24). Kasih… Read more »

Donny
Guest
Donny

Saya mengerti bahwa iman dan perbuatan kasih harus bersesuaian. Tapi ayat tersebut menjelaskan bahwa sepertinya iman tanpa perbuatan kasih merupakan hal yang mungkin terjadi. Ayat tersebut sepertinya mengajarkan supaya kita tidak seperti itu(beriman namun tidak berbuat baik). Intinya saya melihat ayat tersebut menjelaskan bahwa iman dan perbuatan dapat atau bisa saling terpisah. Dengan begini saya melihat bahwa bisa saja orang hidup dalam kasih namun dia tidak beriman pada Kristus. Orang yang berpengharapan dan memperoleh buah dari keberpengharapannya sekalipun mereka tidak beriman pada Kristus(seperti saya jelaskan di komentar sebelumnya). Saya tahu itu tidaklah baik, namun pertanyaan saya adalah apakah hal itu… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Donny, Sebenarnya memang mungkin dapat saja terjadi ada orang yang mengatakan bahwa ia beriman, namun perbuatannya tidak menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang beriman. Itu memang bisa terjadi, dan hal ini dikecam oleh para Rasul, sebagaimana ditulis dalam surat Yakobus (lih. Yak 2:17,26). Iman macam ini adalah iman yang mati, dan bukanlah iman yang menyelamatkan. Maka kalau Anda tanyakan apakah bisa iman tidak disertai perbuatan, ya bisa saja, tapi bukan iman macam itu yang diajarkan oleh Kristus dan para Rasul. Nah, sementara itu perbuatan kasih tanpa iman, juga tidak menyelamatkan. Sebab firman Tuhan mengatakan, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin… Read more »

John
Guest
John

Shalom bu Ingrid, P’jelasan yg baik skali. Namun sya ingin b’tanya. Sya ad seorang sahabat Kristen Evangelical. Mnurut beliau, yg dmaksudkn dgn Yak 2 itu ialah p’buatan yg ddasari atas iman t’sebut. Dgn kata lain, kita telah dselamatkan mlalui iman atas Kristus Yesus. Maka sterusnya, oleh krana kita tlah dselamat’n inilah maka kita wajib b’buat kbaikan & hidup kudus. Mksudnya, bukan kita perlu b’buat baik utk dselamat’n, tp kita b’buat baik krana kita sdh dselamat’n. Ap pndangan bu Ingrid..? 1 lg soalan ya? Bgaimana klu skiranya sseorang yg tidak ingin masuk dlm gereja Katolik, adalh dkeranakan beliau kurang setuju dgn… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom John, 1. Tentang iman dan perbuatan baik Ya, tentu perbuatan baik yang disebut dalam Yak 2 tersebut adalah perbuatan baik yang didasari iman. Gereja Katolik juga tidak mengajarkan bahwa hanya dengan melakukan perbuatan baik tanpa iman, orang dapat diselamatkan. Jika Anda tertarik dengan topik ini, silakan membaca artikel tentang topik ini yang sudah pernah ditulis di situs ini, silakan klik di judul-judul berikut: Paus Benediktus XVI dan Sola FideApakah Kaitan antara Iman dan Perbuatan Baik?Iman tanpa Perbuatan adalah matiKeselamatan dan hubungannya dengan Baptisan Silakan juga membaca deklarasi bersama antara Gereja Katolik dan Lutheran tentang topik Justifikasi ini, yang keseluruhannya… Read more »

Dianne
Guest
Dianne

Syalom, Katolisitas..
Adakah pengajaran Gereja Katolik yang menyatakan kesesatan agama/kepercayaan lain? Jika ada, dimanakah saya dapat temukan pengajaran Gereja Katolik yang menyatakan kesesatan agama/kepercayaan lain?
Terimakasih

[dari katolisitas: Point yang harus kita tekankan adalah ada unsur-unsur kebenaran dalam setiap agama, namun kepenuhan kebenaran ada di dalam Gereja Katolik. Tentang hubungan antara Gereja Katolik dengan agama-agama non-Kristen bisa di baca di sini – silakan klik dan agama Kristen secara umum – silakan klik]

Donny
Guest
Donny

Tambahan pertanyaan saya diatas yang masih awaiting moderation. Bagaimana pandangan Gereja Katolik terhadap agama kristen Protestan? Jika kita mengharapkan Gereja yang satu, maka menurut saya, kesalahan dari Gereja Katolik terdahululah yang menyebabkan perpecahan terjadi. Gereja menolak perbaikan yang diusulkan oleh Martin Luther. Gereja juga yang “mengeluarkan” Martin Luther dari gereja Katolik. Ini berarti kita tidak bisa menyalahkan Martin Luther. Darisini kemudian jika mereka mendirikan Gereja baru yang memang lebih baik daripada Gereja Katolik saat itu, kita tidak dapat menyalahkan mereka. Kesalahan Gerejalah yang tidak merangkul, malah Gereja mengeluarkannya dari Gereja saat itu. [Dari Katolisitas: Nampaknya Anda belum membaca sejarah dari… Read more »

Herman Jay
Guest
Herman Jay

Beragama sebagai suatu Anugerah Ada bahan pengajaran puluhan tahun lalu dari para pastor yaitu bahwa beragama dan beriman merupakan suatu karunia Allah. Dapatkah dikonklusikan bahwa pilihan agama yang berbeda-beda bagi setiap individu memang merupakan karunia Tuhan bagi yang bersangkutan? Kalau begitu buat apa berlelah-lelah mewartakan Kabar Gembira , karena keterpilihannya sangat tergantung dari preferensi anugerah yang diberikan Tuhan kepada setiap orang. Bukankah saudara -saudara lain mendapat anugerah untuk hidup sebagai orang Muslim, Buddha, Hindu, Agnostis dan sebagainya? [Dari Katolisitas: Ya, kesadaran dan pengakuan akan Allah adalah suatu karunia. Gereja Katolik tidak menolak apapun yang baik dalam agama-agama lain. Silakan membaca… Read more »

Lusang
Guest
Lusang

Sy sangat terkesan dgn jawaban sdr sblmx. Sy jg sangat bangga sbg org Katolik. Ajaran yg penuh kasih membuat sy bisa diterima di manapun sy berada. Sy menghargai manusia lainnya dgn apapun kepercayaannya. Ajaran kasih dlm Katolik harus kt terapkan di manapun kita berada.

Antonius Wenang
Guest
Antonius Wenang

Yth Katolisitas, Syalooom… Sy ingin tau pandangan Gereja Katolik mengenai keberadaan akhir dari Muhammad Saw, Budha Sidharta Gautama, Kong Hu Cu, Kwan Im, ect di akhirat ?? Dimanakah mereka ^^ Sy ingin mengurai fakta2 yg baru & aneh bagi saya, yg sy temui belakangan ini sbb : – Beberapa wktu lalu sy s4 menonton siaran pagi d TVRI Nasional, acra bert4 d mesjid Istiqlal, ada sesuatu yg baru buat sy yaitu para hadirin d t4 itu memanggil Romo kpd imam mereka. Anehhhhh… – Sebutan Pastor yg sdh banyak d gunakan oleh bnyk Protest’n (mmg sih dlm bhsa inggrisnya searti dgn… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Antonius Wenang, Sepanjang pengetahuan saya, Gereja Katolik tidak pernah mengeluarkan pernyataan apapun tentang keberadaan akhir dari para pemimpin agama-agama lain. Biarlah kita serahkan hal ini kepada Tuhan Yesus saja yang menjadi Hakim atas orang- orang yang hidup dan yang mati (lih. Kis 10:42). Tentang fakta-fakta yang Anda sampaikan itu, marilah kita sikapi dengan sikap yang positif, artinya bahwa saudara- saudari kita yang beragama lain dapat melihat juga kebenaran dan kebaikan yang sudah diterapkan di dalam Gereja Katolik, sehingga mereka juga melaksanakannya. Atau kemungkinan lain adalah hal yang diterapkan itu sebenarnya merupakan kebenaran yang dapat mereka tangkap sendiri oleh tuntunan… Read more »

Simon Petrus Herry Pramono
Guest
Simon Petrus Herry Pramono

Sejujurnya, sebagai seorang Katolik saya juga penganut Katolik liberal. Saya tidak membeda-bedakan antara Protestan dengan Katolik. Saya kerap kecewa jika ada umat dari masing-masing Gereja saling menghina dan menjelek-jelekan satu dengan lainnya. Namun sejujurnya saya seperti yang Sdri. Inggrid katakan bahwa “saya belum berusaha dengan segenap hati, segenap pikiran, dan segenap kekuatan untuk tahu terlebih dahulu tentang iman Katolik.” Saya tertarik untuk tahu apa maksud dari Tradisi Suci, sejauh mana cakupannya, apakah ini berarti Liturgi, Devosi, Doa-doa, Sakramen, dlsb? Saya juga tertarik maksud dan implikasi dari Magisterium Gereja. Menurut hemat saya ini berarti otoritas yang dimiliki Gereja Katolik untuk mengajar.… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Simon, 1. Tentang Tradisi Suci dan Magisterium Sesungguhnya sebagai sesama pengikut Kristus dan sesama umat beragama memang kita tidak boleh menghina atau menjelek- jelekkan gereja lain ataupun agama lain. Sepanjang pengetahuan saya, Gereja Katolik tidak pernah menghina atau menjelekkan gereja ataupun agama lain. Yang disampaikannya adalah apa yang memang menjadi pengajaran iman Katolik yang telah ada sejak zaman para rasul dan yang sampai sekarang tetap dilestarikan. Jika ada ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran iman dari para rasul itu, Gereja Katolik kemudian meluruskannya, dengan menegaskan kembali apa yang telah pernah diterimanya dari para pendahulunya yang memegang ajaran para rasul… Read more »

Monica
Guest
Monica

Shalom Bu Ingrid,

Terima Kasih atas kesediaan Anda menjelaskan pada saya yang masih dangkal ini.

Izinkan saya mengajukan satu pertanyaan lagi,

Bagaimana pandangan ajaran Gereja Katolik tentang Muhammad, Sidharta Gautama dan tokoh dalam agama lain? Apakah ada catatan dalam Gereja mengenai tokoh-tokoh itu?

Terima Kasih.

Salam Damai,
Semoga Kristus menguatkan iman kita.

Ingrid Listiati
Member

Shalom Monica, Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada dokumen ajaran Gereja Katolik yang secara ekplisit menyebutkan tentang Sidharta Gautama maupun Muhammad. Namun tentang Buddhisme dan Islam, [dan agama- agama lain] Konsili Vatikan II, dalam Pernyataan tentang Hubungan Gereja dengan Agama-agama bukan Kristiani, Nostra Aetate, mengatakan: “Buddhisme dalam pelbagai alirannya mengakui, bahwa dunia yang serba berubah ini sama sekali tidak mencukupi, dan mengajarkan kepada manusia jalan untuk dengan jiwa penuh bakti dan kepercayaan memperoleh keadaan kebebasan yang sempurna, atau – entah dengan usaha sendiri entah berkat bantuan dari atas – mencapai penerangan yang tertinggi. Demikian pula agama-agama lain, yang terdapat di seluruh… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X
});