Mengapa salib ditutup kain ungu?

Berikut ini adalah terjemahan dari “Saint Joseph Catholic Manual” (copyright 1956)

Masa Sengsara Yesus:

Masa Sengsara Yesus dimulai pada Minggu ke- 5 Masa Prapaska, yang dikenal sebagai Minggu Sengsara, dan dari hari itu sampai Paska, Gereja masuk lebih dalam lagi ke dalam Kisah Sengsara Tuhan Yesus dan membawa sengsara-Nya lebih dan lebih dalam lagi ke hadapan umat-Nya. Liturgi mengesampingkan semua lambang suka cita dan menampilkan dalam kata dan perbuatan, kesedihan dan penitensi yang harus mengisi setiap jiwa orang Kristen pada saat merenungkan peristiwa- peristiwa akhir dalam kehidupan Penyelamat kita di dunia ini.

Sebelum Vespers pada hari Sabtu sebelum Minggu Sengsara, crucifix (salib Yesus), patung-patung dan gambar-gambar di altar dan di sekitar gereja ditutup dengan kain ungu polos, kecuali gambar-gambar Jalan Salib. Salib Tuhan Yesus ditutupi kain ungu sampai hari Jumat Agung, sedangkan patung- patung dan gambar- gambar lainnya tetap ditutup sampai pada saat Gloria pada Sabtu Suci. Patung-patung dan gambar- gambar para malaikat dan santa-santo ditutup, untuk menunjukkan bahwa Gereja membungkus dirinya sendiri dan berkabung saat Tuhannya sedang mempersiapkan Diri untuk mengalami kesengsaraan dan kematian untuk menebus dunia. Dengan semua tanda-tanda lahiriah dan upacara Masa Sengsara, umat beriman diingatkan bagaimana Tuhan dalam keilahian-Nya di sepanjang masa sengsara-Nya, dan dengan penglihatan dan pendengaran, para pendosa diingatkan agar bertobat dan menarik diri semakin jauh dari kesenangan- kesenangan duniawi, dengan mendevosikan diri semakin dalam kepada doa- doa Masa Prapaska dan merenungkan kisah sengsara Kristus yang telah wafat demi kasih-Nya kepada mereka.

21
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
9 Comment threads
12 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
13 Comment authors
Atanasius Denny PratamaRomo Bernardus Boli Ujan, SVDChrisanctusMarryLian Recent comment authors
Atanasius Denny Pratama
Guest
Atanasius Denny Pratama

Maaf saya mau bertanya, waktu yang tepat untuk mengadakan Misa Kamis Putih sebaiknya sore hari atau malam hari? mungkin ini sepele namun.saya masih ingin tahu kejelasannya. [Dari Katolisitas: Sepengetahuan kami tidak ada aturan baku tentang hal ini, jadi bisa saja sore atau malam hari, namun bukan pagi atau siang hari. (Pada pagi hari yang ada adalah Misa Krisma di katedral, untuk memberkati minyak Krisma, minyak pengurapan orang sakit, dan minyak katekumen]. Karena yang diperingati pada Misa Kamis Putih adalah Perjamuan Terakhir Kristus dengan para murid-Nya yang terjadi di malam sebelum sengsara-Nya (di hari Jumat Agung). Bahwa di banyak paroki diadakan… Read more »

Chrisanctus
Guest
Chrisanctus

Para pengurus katolisitas yang baik, saya mau bertanya kapan sebenarnya salib dan patung di gereja ditutup? Benarkah pada waktu Minggu Palma atau ada kemungkinan di waktu lain? Mohon penjelasan. Terima kasih.

[dari Katolisitas: silakan membaca artikel di atas, silakan klik ]

Romo Bernardus Boli Ujan, SVD
Guest
Romo Bernardus Boli Ujan, SVD

Salam Chrisanctus,

Ada kemungkinan di waktu lain juga, yaitu mulai pada hari Minggu ke V Prapaskah, terutama kalau sudah kebiasaan seperti itu, karena hari Minggu ke V Prapaskah pernah disebut Hari Minggu Sengsara pertama dan hari Minggu Palma disebut hari Minggu Sengsara kedua. Dengan membungkus/menutup salib dan patung, kita dibantu untuk semakin menyelami makna misteri sengsara atau penderitaan Tuhan Yesus Kristus bagi kita manusia.

Doa dan Gbu.
Rm B.Boli, SVD.

Chrisanctus
Guest
Chrisanctus

Makasih pastor, saya mau tanya lagi beberapa hal:

1. Soal penerimaan abu, apakah hanya pada Rabu Abu saja, atau boleh sampai hari Minggu Prapaskah pertama?
2. Pada Kamis Putih kain warna apakah yang dipakai untuk membungkus salib Yesus?

Romo Bernardus Boli Ujan, SVD
Guest
Romo Bernardus Boli Ujan, SVD

Salam Chrisanctus,

1. Sebaiknya pada hari Rabu Abu karena ada perayaan dengan doa-doa dan tatalaksana khusus pada hari ini sehingga mendapat nama Rabu Abu. Bila ada alasan pastoral yang kuat untuk memberikan abu pada hari Kamis, Jumat, atau Sabtu sesudah Rabu Abu, sebaiknya ditanyakan ke keuskupan bersangkutan.

2. Pada Kamis Putih tetap dipakai kain ungu untuk membungkus salib Yesus, bila ada kebiasaan menggunakan kain putih boleh mengganti kain ungu dengan putih tetapi pada hari Jumat Agung kembali gunakanlah warna ungu.

Salam dan doa. Gbu.
Rm B.Boli Ujan, SVD.

Pujaka
Guest
Pujaka

Mohon penjelasan Tri hari suci dimulai kapan dan Tri hari Paskah dimulai kapan ?
Untuk Hari Raya Kamis Putih patung dan salib Yesus ditutup kain ungu atau putih ? mohon penjelasan
Pujaka

Ingrid Listiati
Member

Shalom Pujaka, 1. Tri hari Suci atau Tri hari Paskah dimulai dari hari Kamis Putih (misa malam) sampai hari Raya Paskah. Dimulai pada perayaan Perjamuan Terakhir pada Misa Kamis Putih, dan berakhir pada misa sore di hari Minggu Paskah. Selanjutnya tentang Tri hari suci, klik di sini. 2. Menurut keterangan dari the Catholic Encyclopedia: “Sejak Vesper pada hari Minggu Sengsara (Minggu ke-5 Masa Prapaska) sampai kepada hari Jumat Agung, maka crucifix yang ada di altar ditutupi oleh kain violet (Cong. Sac. Rit., 16 Nov 1649), kecuali pada Misa Agung pada Hari Kamis Putih, ketika kain penutupnya adalah warna putih (Cong.… Read more »

putra
Guest
putra

Terima kasih untuk forum ini, yang telah menjawab banyak pertanyaan saya tentang ajaran iman Katolik. Namun masih ada beberapa fenomena liturgi yang menurut saya patut dipertanyakan. antara lain : 1. Dalam perayaan Jumat Agung kemarin, 2 April 2010 di Paroki saya. Ada prosesi komuni, padahal tidak ada Doa Syukur Agung. Bukankah Jumat Agung bukan Misa? 2. Jika tidak ada Doa Syukur Agung, berarti tidak ada “transubstansi” pada hosti dan anggur. Apakah hosti yang diterima sungguh Tubuh Kristus? bukan untuk menyangsikan, tetapi bukankah puncak konsekrasi ada pada transubstansi tersebut? Besar harapan saya tim katolisitas dapat menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Putra dan Endro Wibowo, Terima kasih atas pertanyaannya tentang Kamis Putih dan Jumat Agung: 1) Kamis Putih. Pada hari Kamis Putih, maka Hosti yang telah dikonsekrasi di arak ke suatu tempat, bisa di sebelah kiri dari tabernakel (masih di dalam bangunan gereja yang sama) atau di kapel. Hosti yang telah dikonsekrasi ini kemudian harus dimasukkan ke dalam tabernakel tertutup.Dan kemudian umat berdoa di depan tabernakel yang tertutup sebagai suatu sikap untuk menemani Yesus yang mulai menjalani sengsara-Nya. Kita mengingat permintaan Yesus “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (Mt 26:38) dan “Berjaga-jagalah… Read more »

endro wibowo
Guest
endro wibowo

Bu Inggrid dan Pak Stevan Yth: saya mau tanya tentang

1. apa itu sakramen Maha Kudus yang diarak saat akhir misa kamis putih, dan apa maksudnya dibawa keluar gereja.

2. terus pada Jum’at Agung kenapa ada upacara penciuman salib? apakah maksudnya? apa yang hendak dicapai dalam upacara ini? apakah wajib menurut hukum gereja? apakah seluruh gereja katolik melaksanakannya?

demikian pertanyaan saya bapak,dan ibu, semoga roh kudus selalu menyertai bapak dan ibu. situs ini sungguh membantu umat katolik dalam belajar. trimakasih

Stefanus Tay

Shalom Endro Wibowo,
Silakan melihat jawaban ini – silakan klik.

Salam kasih dalam Kristus,
stef – katolisitas.org

s. joko susanto
Guest
s. joko susanto

makasih atas jawaban2 yang dimuat membuat wacana baru dan juga menambah pengetahuan iman dan agama. sukses dan jalan terus

Indah yulianti
Guest
Indah yulianti

terimakasih atas jawaban ibu Inggrid terhadap pertanyaan saya, namun mohon izin juga untuk bertanya : 1. kita memanggil ayah kita dg sebutan “bapa” karena memang beliau adalah ayah jasmani kita dan mengenal siapa diri kita dan ia pula yang wajib bertanggungjawab atas anak-anaknya. tanya : Apakah “Paus” mengenal setiap orang yg dianggap sebagai anak-anak rohaninya ? (karena setiap yg mengaku sbg “bapa” seharunya mengenal siapa anak-anaknya. juga “pastor” apakah mengenal umat di lingkungannya ? (bapa manakah yg tidak mengenal anaknya?). 2. Tentang peran “Pelayan diatas semua pelayan Tuhan” tanya : sungguhkah demikian ?, sedangkan yang saya lihat saat ini sebagian… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Indah Yulianti, 1. Kita tidak dapat memaksakan kriteria bapa jasmani untuk diterapkan kepada bapa rohani kita di dunia ini. Karena peran keduanya tidak sama. Walaupun bapa jasmani berperan juga dalam kerohanian, tetapi peran yang utama dan tak kalah penting juga adalah membesarkan anak secara jasmani. Sedangkan peran seorang bapa rohani tidaklah menyangkut kepada membesarkan anak secara jasmani, melainkan secara rohani. Kita mengetahui bahwa Bapak Presiden Suharto yang dikenal sebagai Bapak Pembangunan Indonesia (atau Tun, Abdul Razak sebagai Bapa Pembangunan Malaysia), juga tidak mungkin mengenal semua rakyatnya secara pribadi satu persatu. Namun itu tidak menggagalkan perannya sebagai bapak pembangunan, karena… Read more »

Indah yulianti
Guest
Indah yulianti

copas : Maka umat Katolik memanggil Paus sebagai “Holy Father” itu sebagai tanda hormat sebab kita mengakui bahwa ia telah dipanggil oleh Kristus untuk menjadi gambaran kekudusan dan kebapa-an dari Tuhan. Tanya : Bagaimanakah sebutan “Holy Father” itu bisa disematkan pada Paus, sedangkan kita tahu bahwa Rasul Petrus yg diangkat sbg Paus I tidak pernah menyatakan dirinya sbg “Holy Father”. Kita tahu bahwa satu-satunya yang Layak mendapat sebutan “Holy Father” Adalah Allah Bapa di sorga. Holy = Suci Father = Bapa . Paus dilahirkan oleh seorang wanita (ibu) karena adanya hubungan Intim suami dg Istri (ibu+ayah dari Paus). dengan demikian… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Indah Yulianti, Panggilan “Holy Father”/ Bapa Suci pada seorang Paus tidaklah dimaksudkan untuk menjadikan/ menganggap bahwa Paus itu setara dengan Allah Bapa, karena memang benar Allah Bapa itulah yang mempunyai kesempurnaan untuk dipanggil sebagai Bapa Suci. Namun panggilan Bapa Suci itu mengacu kepada jabatan/ peran yang diemban oleh Paus sebagai bapa rohani dari jemaat Allah. Gereja Katolik mengikuti ajaran Rasul Paulus yang berkata, “Karena akulah [Rasul Paulus] yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.” (1 Kor 4:15) “Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi. Sebab sekalipun… Read more »

Marry
Guest
Marry

Yth. Bu Inggrid, tdk setuju dlm konteks anda bhw paus dianggap setara dng Tuhan Yesus, itu kesalahan yg FATAL !!! paus hnylah seorang manusia yg pasti berdosa (smua manusia di bumi berdosa), tp Tuhan Yesus “TDK”, Dia Maha Kudus. masuk koran Kompas, saat paus benedixtus sembahyang di mesjid “MEMALUKAN KRISTEN” Holy Father bukan utk manusia tp Tuhan Yesus. Bu Inggrid, anda harus hati2 utk memberikan konteks pernyataan. anda mengatakan apa yg anda tuliskan, pasti Pendeta2 ketawa, hahhaaaaaa, bukan sembarang pendeta, tp pendeta yg dpt pengurapan dahsyat dr Tuhan Yesus : Pdt. Niko Notorahardjo (Gereja BetheL), Pdt. Yesaya Pariadji (Gereja Tiberias… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Marry, Anda sungguh keliru, jika mengatakan kami umat Katolik menganggap Paus setara dengan Tuhan Yesus. Gereja Katolik tidak mengajarkan demikian. Paus itu hanya wakil Kristus (Vicarius Christi) dan pelayan dari semua pelayan Tuhan (Servus servorum Dei), sehingga tidak akan setara dengan Kristus ataupun Tuhan yang menjadi tuannya. Bahwa kami memanggil Paus salah satunya dengan istilah Holy Father/ bapa suci, bukan untuk dimaksudkan menyamakan dia dengan Yesus ataupun Allah Bapa. Hal itu sudah dijelaskan di tulisan di atas, tidak perlu diulangi lagi di sini. Yang kami sampaikan di situs Katolisitas itu bukan pandangan saya pribadi, tetapi ajaran Gereja Katolik. Anda… Read more »

Andry
Guest
Andry

Terima kasih banyak Ibu Inggrid atas jawaban dan penjelasannya… Senang sekali saya boleh mengerti hal-hal ini,yang sudah cukup lama tidak bisa saya jawab… Sebenarnya saya juga tidak banyak tahu mengenai makna liturgi gereja dalam masa-masa prapaskah,jdi saya sgt bersyukur boleh mengerti sekarang.. Semoga dengan pengertian ini kami umat katolik bisa lebih menghayati masa prapaskah ini..

Tuhan memberkati.

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X