Mengapa Reinkarnasi dan Karma tidak Sesuai dengan Ajaran Iman Kristiani?

Konsep karma dan reinkarnasi (bedakan dengan Inkarnasi), secara sekilas terlihat logis dan adil. Namun, kalau kita telusuri, sebenarnya justru bertentangan dengan prinsip keadilan dan bahkan dapat dikatakan bertentangan dengan akal budi, serta bertentangan dengan iman Katolik. Karma mengajarkan bahwa apa yang dialami sekarang adalah merupakan akibat dari baik atau buruk kehidupan di masa sebelumnya, dan karena itu, ada suatu rangkaian reinkarnasi, yaitu penjelmaan kembali, baik sebagai manusia, ataupun sebagai mahluk hidup lainnya. Proses rangkaian kehidupan ini dilihat sebagai suatu penderitaan, dan penderitaan ini hanya dapat dilepaskan ketika seseorang melepaskan semuanya dari dunia ini dan mencapai pencerahan (enlightment).

Dari pengertian di atas, maka kita dapat melihat beberapa hal dalam konsep karma dan reinkarnasi: (1) Apa yang terjadi pada diri kita adalah suatu bentuk perbuatan masa lalu kita, yang mungkin terjadi di satu generasi, ataupun beberapa generasi atau bahkan ratusan generasi sebelumnya. Yang menjadi masalah di sini adalah apapun yang kita lakukan tidak mengubah keadaan kita, karena semua itu adalah sebagai akibat dari masa lalu kita. Jadi yang perlu dipertanyakan adalah sampai seberapa jauh manusia mempunyai kebebasan (free will) kalau semuanya telah ditentukan oleh kehidupan sebelumnya; (2) Penjelmaan dari satu makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain dalam bentuk reinkarnasi menyebabkan tidak adanya perbedaan antara manusia dan makhluk hidup yang lain, seperti binatang; (3) Ajaran tentang karma dan reinkarnasi mengajarkan manusia untuk mencapai kebahagiaan sejati atau surga tanpa campur tangan Tuhan, karena semuanya adalah melalui perbuatan baik yang diusahakan diri sendiri.

Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci mengajarkan bahwa tidak ada reinkarnasi setelah kematian. Katekismus Gereja Katolik menuliskan sebagai berikut:

KGK 1013 Kematian adalah titik akhir penziarahan manusia di dunia, titik akhir dari masa rahmat dan belas kasihan, yang Allah berikan kepadanya, supaya melewati kehidupan dunia ini sesuai dengan rencana Allah dan dengan demikian menentukan nasibnya yang terakhir. “Apabila jalan hidup duniawi kita yang satu-satunya sudah berakhir” (Lumen Gentium 48), kita tidak kembali lagi, untuk hidup beberapa kali lagi di dunia. “Manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja dan sesudah itu dihakimi” (Ibr 9:27) Sesudah kematian tidak ada “reinkarnasi”.

Iman Kristiani yang percaya akan kebangkitan badan di akhir zaman, menolak adanya kemungkinan kelahiran kembali seorang manusia menjadi manusia lain atau bahkan binatang. Sebab dengan tubuh yang mana, jika seseorang itu kelak dibangkitkan? Prinsip ajaran reinkarnasi bertentangan dengan prinsip keseriusan rahmat Allah yang diberikan kepada seseorang dalam kehidupannya di dunia yang terjadi hanya satu kali saja.

Pada tahun 1991 Komisi Teologi Internasional Tahta Suci mengeluarkan dokumen Aspek-aspek tertentu tentang Eskatologi, yang antara lain mengatakan:

“Kristianitas mempertahankan dualitas [yaitu adanya tubuh dan jiwa], reinkarnasi mempertahankan dualisme, di mana tubuh hanya dilihat sebagai alat jiwa dan disingkirkan keberadaannya dengan keberadaan berturut-turut, sebagai tubuh yang seluruhnya berbeda, di saat tubuh itu diambil setiap kalinya…. Menurut pertimbangan eskatologis, ajaran reinkarnasi menyangkal kemungkinan penghukuman kekal dan kebangkitan badan. Tetapi kesalahan fundamentalnya adalah di dalam hal penolakan akan ajaran Kristiani tentang keselamatan. Sebab bagi mereka yang percaya akan reinkarnasi, jiwa adalah merupakan penyelamatnya sendiri dengan usaha- usahanya sendiri.” (Section 9.3)

Selain itu, paham reinkarnasi dan karma juga menyangkal perlunya seseorang untuk bertobat, padahal pertobatan merupakan salah satu ajaran yang penting yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Sebab jika jiwa-jiwa itu terus berdaur ulang, maka bukankah jiwa-jiwa itu akan menuju suatu tempat, tapi tanpa tempat definitif? Jika demikian, mengapa harus dibuat keputusan pertobatan di dalam hidup sekarang ini? Sebab -menurut paham reinkarnasi- pertobatan ini toh tidak menghantar kepada suatu tempat yang kekal. Jika dilihat dari sisi ini, malah prinsip reinkarnasi tidak adil, sebab orang yang sudah bertobat dengan tuluspun tidak ada efek/ akibatnya, sebab kelahiran kembali ‘sebagai orang lain’ itu juga tidak menjamin pasti kondisinya lebih baik daripada kondisi sebelumnya, sampai pada akhir hidupnya.

Maka reinkarnasi tidak kompatibel dengan ajaran Kristiani, pertama-tama karena ajaran itu menolak perlunya rencana keselamatan Allah yang dinyatakan di dalam Kristus. Ajaran reinkarnasi itu juga tidak sesuai dengan akal sehat, sebab bahkan binatang yang lebih rendah dari manusia dapat lahir kembali menjadi manusia dan ini merupakan asumsi yang tidak sesuai dengan prinsip self- evident principle (prinsip yang tidak perlu dibuktikan lagi kebenarannya), yaitu bahwa segala sesuatu tidak dapat memberikan apapun yang tidak dimilikinya sebelumnya. Dengan prinsip ini kita mengetahui bahwa jiwa hewan yang derajatnya lebih rendah ataupun kemampuannya jauh di bawah jiwa manusia, tidak dapat berubah dengan sendirinya menjadi jiwa manusia.

Di sisi yang lain, reinkarnasi dan karma mensyaratkan bahwa jiwa manusia telah ada terlebih dahulu sebelum menempati tubuh atau bentuk yang ada sekarang (sebelumnya telah hidup di zaman/ generasi yang lalu). Memang jiwa kita memungkinkan kita mengetahui bahwa kita ada, yang dibuktikan dengan pengetahuan kita akan masa lalu kita (namun dalam kehidupan yang sama), misalkan: apa yang terjadi satu tahun atau beberapa yang lalu, ataupun masa kecil kita. Namun akan sangat sulit bagi kita untuk menjumpai orang yang tahu dan sadar akan kehidupannya beberapa generasi sebelumnya, dan kalaupun ada, maka sangat sulit untuk membuktikan kebenarannya.

Reinkarnasi bertujuan untuk mencapai suatu “enlightment“, di mana menurut kepercayaan ini dibutuhkan ribuan tahun untuk mencapainya. Kalau memang demikian, maka roh manusia yang telah menjelma dalam ratusan kehidupan, seharusnya menjadi lebih baik, karena mereka belajar dari masa lalu. Namun kenyataannya tidaklah demikian, karena kejahatan manusia jaman dulu dan sekarang adalah sama, bahkan di beberapa sisi kehidupan, manusia saat ini menjadi lebih kejam daripada manusia masa lalu.

Mungkin ada orang yang mengatakan bahwa reinkarnasi dan karma memberikan keadilan, namun sesungguhnya, ajaran Kristiani yang menolak reinkarnasi, justru lebih adil, karena memberikan prinsip keadilan yang sejati. Sebab setiap orang, pada akhirnya akan diadili menurut perbuatannya (lih. Mat 16:27;1Pet 1:17; 2Tim 4:14; Ams 24:12; Mzm 62:12; Why 2:23;20:13;22:12) dan ini tidak mungkin terjadi jika jiwa itu pernah berkali-kali hidup dengan tubuh yang berbeda-beda yang melakukan perbuatan yang berbeda- beda juga.

Kehidupan yang hanya sekali dan sesudah itu diadili oleh pengadilan Kristus merupakan sesuatu yang pasti adil, karena setiap orang pasti menerima sesuai dengan apa yang diperbuatnya di dunia selama hidupnya, dan ini tidak dicampurkan ataupun dikacaukan dengan perbuatan orang lain. Sesungguhnya klaim keadilan yang umumnya dipegang oleh mereka yang meyakini reinkarnasi, justru malah tidak dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi logika maupun dari segi kebenaran yang diwahyukan Allah sendiri, sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci.

32
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
17 Comment threads
15 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
19 Comment authors
antonibverlyLie YapHerman Jaywandi Recent comment authors
bverly
Guest
bverly

saya akan mencoba menjelaskan dari sudut pandang saya secara pribadi “”Dari pengertian di atas, maka kita dapat melihat beberapa hal dalam konsep karma dan reinkarnasi: (1) Apa yang terjadi pada diri kita adalah suatu bentuk perbuatan masa lalu kita, yang mungkin terjadi di satu generasi, ataupun beberapa generasi atau bahkan ratusan generasi sebelumnya. Yang menjadi masalah di sini adalah apapun yang kita lakukan tidak mengubah keadaan kita, karena semua itu adalah sebagai akibat dari masa lalu kita. Jadi yang perlu dipertanyakan adalah sampai seberapa jauh manusia mempunyai kebebasan (free will) kalau semuanya telah ditentukan oleh kehidupan sebelumnya;”” JAWAB :: kehidupan… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Bverly, 1. Nampaknya harus dilihat terlebih dahulu, apakah definisi umum “karma”. Kalau kita klik di Google, lalu yang muncul adalah definisi ini: (in Hinduism and Buddhism) the sum of a person’s actions in this and previous states of existence, viewed as deciding their fate in future existences. Dengan demikian, dari definisi ini, karma memang dihubungkan dengan keadaan masa sekarang, yang dihubungkan dengan takdir di kehidupan mendatang. Jadi di sini karma dihubungkan dengan paham re-inkarnasi, yang mengacu kepada adanya hubungan antara kehidupan masa sekarang dengan kehidupan yang lain di masa mendatang. Namun demikian, memang ada definisi lain, misalnya yang dari… Read more »

Lie Yap
Guest
Lie Yap

Saya juga be-reinkarnasi.. Saya sering melihat kejadian kehidupan saya di masa lampau. Pada saat usia saya 3th,, saya sering melihat mimpi yang berulang-ulang kali bahwa saya diperkosa, diseret dan disiksa oleh sekelompok pria apabila saya kabur dari rumah tuannya. Masuk akal kah saya yg berusia 3th kurang sudah bermimpi pemerkosaan dan kekerasan. Saya juga melihat kuburan saya. Ternyata kehidupan saya di masa lampau seperti Cabau Kan.. Apakah saya seorang yang tidak bereinkarnasi?! Apakah saya tidak nyata? Terima kasih. [Dari Katolisitas: Yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana dapat dipastikan bahwa pengalaman mimpi-mimpi itu adalah suatu kejadian nyata di kehidupan sebelumnya. Iman… Read more »

Herman Jay
Guest
Herman Jay

Dosa Asal dan Karma
Gereja katolik mengajarkan adanya dosa asal tetapi menolak ajaran karma. Sebenarnya Gereja Katolik juga memberikan ajaran yang tidak adil : mengapa dosa Adam dan Hawa harus ditanggung juga oleh manusia sekarang?
Ajaran ini pada dasarnya sama juga dengan ajaran karma, Adam dan Hawa menabur dosa, manusia sekarang menuai dosanya. Bukankah ini juga hukum sebab akibat yang diajarkan gereja Katolik?

Stefanus Tay

Shalom Herman Jay, Gereja Katolik memang menolak karma. Memang dosa asal adalah dosa yang diwariskan oleh Adam dan Hawa kepada seluruh umat manusia. Apakah hal ini adil? Silakan melihat diskusi tentang dosa asal – silakan klik. Karma dalam artian rangkaian sebab akibat yang berhubungan dengan reinkarnasi, memang tidak dapat diterima. Dalam konsep ini dimengerti bahwa apa yang dialami oleh seseorang adalah akibat dari rangkaian (lebih dari satu kali) kehidupan sebelumnya dan berpengaruh terhadap rangkaian (lebih dari satu kali) kehidupan selanjutnya. Perubahan kehidupan selanjutnya ditentukan dari tindakan di masa lalu dan masa kini. Hal ini berbeda dengan dosa asal dan seluruh… Read more »

wandi
Guest
wandi

selamat malam pak stef ada yg saya mau tanyakan jika memang reinkarnasi benar2 tidak ada tolong baca website dibawah ini sampai selesai: http://koetaradja.wordpress.com/2011/04/12/kisah-tragis-junko-furuta-gadis-yang-disiksa-selama-44-hari/ yang membuat saya selalu berfikir 1. junko selalu memohon pada orang tua pelaku yg mempunyai rumah, tetapi mereka hanya berdiam diri saja.(apakah Tuhan memberatkan hati mereka untuk menolong?) 2. junko beberapa x berusaha kabur tetapi selalu tertangkap kembali. (apakah Tuhan yg maha pengasih tidak membiarkan junko untuk lepas dari siksaan ini selama 44hari?) 3. bahkan sekitar 100 orang mengetahui junko di siksa selama 44hari( apakah Tuhan yg maha adil, pengasih, baik mentulikan hati ke 100 orang tersebut?)… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Wandi, Terima kasih atas tanggapan Anda. Secara prinsip, Anda ingin memberikan argumentasi bahwa penderitaan seseorang menjadi masuk akal karena prinsip reinkarnasi – yaitu dalam kehidupan sebelumnya dia telah melakukan hal yang tidak baik, sehingga harus ditebusnya dalam kehidupan sekarang maupun dalam lingkaran kehidupan selanjutnya. Kita tidak perlu mempermasalahkan bahwa penderitaan yang dialami oleh Junko maupun banyak penderitaan di dunia ini memang sungguh nyata dan menyedihkan. Dalam prinsip reinkarnasi, penderitaan tersebut dianggap adil karena perbuatan yang dilakukan di masa lalu – tanpa orang tersebut sebenarnya mengetahui apakah memang di masa lalu dia benar-benar melakukan sesuatu yang buruk. Tanpa prinsip reinkarnasi,… Read more »

Kanisius
Guest
Kanisius

Salam Sejahtera.
Untuk Memahami reinkarnasi dan karma serta ada atau tidaknya hal tersebut dibutuhkan lebih dari sekedar bijaksana, lebih dari sekedar beriman dan kepatuhan kepada dogma maupun sebuah pembelajaran terhadap keyakinan. Keagungan dan kebesaran Allah yang mahatinggi tidaklah cukup di diselami dengan sebuah pembelajaran terdalam sekalipun terhadap suatu iman atau keyakinan.

[dari katolisitas: Disinilah pentingnya seseorang berpegang pada wahyu Allah dan iman yang mencari pengertian – yang juga selaras dengan akal budi]

beni
Guest
beni

katolositas pemahaman spiritualnya minim banget

[dari katolisitas: Silakan memberikan masukan yang jelas]

josenius
Guest
josenius

pak stef…dari semua penjelasan bapak, khususnya pertanyaan dari sdr Yohanes…jawaban dan penjelasan bapak terlalu berbelit2 dan tidak menjawab apapun dari pertanyaan tersebut..anda hanya bilang tidak masuk akal menurut saya tidak menjawab pertanyaan… dan pak stef bilang…bahwa tidaklah adil kalau saya harus menanggung penderitaan yang disebabkan oleh kehidupan di masa lalu – yang saya sendiri tidak tahu menahu….pak menurut saya pernyataan pak stef ini kurang baik pak…coba pak bayangkan …bila bapak berbuat dosa pada waktu kecil atau lg ABG..terus dampaknya setelah bapak tua…emank bapak bisa inget…..dalam kehidupan bapak skarang…bapak berbuat dosa emank bapak tau……itu penjelasan sederhana saya… setiap manusia ada pilihan…untuk… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Josenius, Terima kasih atas tanggapan Anda. Saya telah memberikan jawaban kepada Yohanes di sini- silakan klik dan telah menuliskan argumentasi tentang reinkarnasi di sini – silakan klik. Silakan memberikan kritikan maupun argumentasi sehingga kita dapat berdialog lebih lanjut. Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan atas tanggapan Anda. Saya mengetahui bahwa dosa berdampak sosial, seperti kalau saya berdosa, maka anak-anak saya dapat menanggung dosa saya. Yang saya permasalahkan dalam konsep reinkarnasi adalah apa yang saya alami saat ini adalah akibat dari “saya di masa lalu”. Dari mana kita dapat membuktikan kebenaran ini? Mungkin ada baiknya berfokus pada diskusi… Read more »

john
Guest
john

justru kepercayaan anda menunjukan ketidak adilan.seakan akan hanya melalui yesuslah keselamatan didapatkan,sebaik apapun orang akan tetapi tak mengenal yesus maka jiwanya tak diselamatkan

[dari katolisitas: Kalau Anda mau mencoba mengerti tentang konsep keselamatan di dalam Gereja Katolik, silakan untuk membaca di tanya jawab ini – silakan klik. Anda juga dapat berdialog tentang konsep keselamatan di dalam link tersebut.]

Desy
Guest
Desy

Selamat siang, Saya sudah membaca hampir keseluruhan dari penjelasan Pak Stefanus Tay. Tapi dari semua penjelasan tidak sama sekali memberikan pencerahan karena penjelasan yang anda jelaskan sangat mendasar dan tidak mengerti prinsip hukum reinkarnasi dan karma secara mendalam. Membicarakan soal reinkarnasi, banyak hal yang perlu kita pahami kalau reinkarnasi bukan sesuatu hal yang mengambarkan “Kita yang sekarang ini adalah hasil dari kehidupan yang lalu”. Yah! Itu hanya dasar dari reinkarnaasi. Saya akan menjelaskan sedikit tentang reinkarnasi itu apa. Saya rasa Pak Stef sering mendengar kata-kata ini: “Saya bisa sukses sekarang, karena dulu saya membuka usaha kecil2an hingga besar.” Dari kalimat… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Desy, Terima kasih atas tanggapan Anda mengenai topik reinkarnasi. Untuk menghindari kesalahpahaman, silakan Anda menerangkan terlebih dahulu konsep reinkarnasi yang Anda percayai dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut ini: Apakah definisi reinkarnasi dan bagaimana menjelaskan konsep ini? Apakah paham ini mempercayai bahwa manusia dapat dilahirkan kembali ke makhluk hidup yang lebih rendah atau lebih tinggi tingkatannya dibandingkan manusia sesuai dengan kehidupan yang dijalaninya dan apakah siklus ini berlangsung secara tidak terbatas? Apakah jiwa yang masuk ke dalam tubuh merupakan jiwa yang identik dengan jiwa di kehidupan sebelumnya atau merupakan jiwa yang baru atau merupakan gabungan? Apakah paham ini mempercayai adanya… Read more »

Moniq
Guest
Moniq

Pak Stef, mohon maaf apakah karma itu sama dengan prinsip tabur tuai?
Apa yang kita tabur itu yang akan kita tuai pada akhirnya; jika kita menanam karma baik maka akan mendapat buah kebahagiaan, sama jika kita menabur kebaikan maka akan memperoleh berkah yang baik.
Untuk reinkarnasi yang tidak dibenarkan oleh ajaran kristiani, bagaimana menjelaskan perasaan dejavu / perasaan sudah pernah melihat atau mengalami suatu kejadian, apakah berhubungan dengan psikologis?
Mohon penjelasannya, terima kasih. Tuhan memberkati.

Ingrid Listiati
Member

Shalom Moniq, Gereja Katolik tidak mengajarkan hukum karma yang dihubungkan dengan reinkarnasi, seolah orang dapat hidup kembali setelah kematian dengan sendirinya, dengan mengambil wujud tubuh yang lain. Dasarnya sudah disebutkan di artikel di atas, tidak perlu diulangi lagi di sini. Kitab Suci memang mengajarkan, “Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga” (2 Kor 9:6).  Maka hukum tabur tuai yang diajarkan di dalam Kitab Suci harus kita pahami secara menyeluruh, dan sebab yang ditabur itu tidak hanya sesuatu yang kelihatan, tetapi juga yang tidak kelihatan, seperti kasih, pengabdian, pengorbanan, dst. Dengan… Read more »

yusup sumarno
Guest
yusup sumarno

Pak Stef, saya ingin memisahkan reinkarnasi dengan karma. saya sendiri tidak setuju dgn reinkarnasi. namun saya mempercayai adanya karma dalam artian konsekuensi logis dari perbuatan kita. sebagai contoh sederhana, kalau kita berbuat baik pada semua orang maka orang akan suka pada kita. sebaliknya kalau kita berbuat jahat pada setiap orang maka cepat atau lambat kita akan mendapatkan konsekuensi buruk dari perbuatan kita itu. jika kita korupsi uang yang jadi hak orang lain maka cepat atau lambat kita akan mendapatkan karma (entah dipenjara, anak sakit keras, mobil hasil korupsi dicuri orang, atau anak terlibat dalam narkoba dsb). namun logikanya tidak bisa… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Yusuf Sumarno, Yang perlu kita pegang adalah: (1) Seseorang akan menanggung apa yang dia perbuat, baik di dalam kehidupan ini maupun di kehidupan mendatang; (2) Jiwa masing-masing individu diberikan oleh Tuhan sejak pembuahan sel telur dan jiwa ini adalah jiwa yang baru, yang bukan jiwa yang ‘didaurulang’ dari kehidupan masa lalu. Dengan prinsip ini, maka kita tidak pernah menyalahkan kehidupan sebelum kita dan masing-masing dari kita mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh kehidupan abadi di Sorga. Belum tentu orang yang berlaku tidak jujur – seperti korupsi – mendapatkan penghukuman di dunia ini. Dapat saja orang yang selama hidupnya korupsi,… Read more »

yusup sumarno
Guest

Pak Stef,

banyak terima kasih, terutama paragraf terakhir (bahwa Tuhan adil seadil adilNya)

Erviani
Guest
Erviani

Shalom dan slamat pagi katolisitas…
Mau bertanya bagaimana dengan orang katolik yang percaya akan karma? Bukankah sebagai org kristen (katolik) kita tidak percaya dgn itu??
Mohon penjelasannya tentang injil Mrk.4:24..tks sblumnya
Tuhan Yesus Memberkati

Stefanus Tay

Shalom Erviani, Reinkarnasi dan karma bertentangan dengan iman Katolik, seperti yang telah dijabarkan di atas – silakan klik. Mrk 4:24 menuliskan “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.” (bdk. Mt 7:2; Luk 6:38) Untuk mengerti ayat ini, maka kita harus melihat ayat 25, “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”Dua ayat ini mengingatkan kita akan perumpamaan tentang talenta (lih. Mat 25:14-30). Semakin banyak kita diberi talenta oleh Tuhan, maka semakin banyak… Read more »

Erviani
Guest
Erviani

Terima kasih Pak Stef untuk jawabannya..Artikel dan tulisan yg ada di Situs ini sangat membantu saya memahami apa yang menjadi pertanyaan saya jg slama ini. Terima kasih banyak. GBU.

Krisna
Guest
Krisna

http://terselubung.blogspot.com/2011/12/reinkarnasi-tang-jiangshan.html

Bagaimana anda menjelaskan hal ini?

Jika Allah dapat ber reinkarnasi menjadi manusia… Mengapa manusia masa lampau tidak dapat ber reinkarnasi lagi menjadi manusia yang hidup di zaman sekarang?

thanks

Ingrid Listiati
Member

Shalom Krisna, Yang diajarkan oleh iman Kristiani adalah bukan reinkarnasi tetapi Inkarnasi: yaitu Penjelmaan Putera Allah menjadi manusia di dunia; dan ini hanya terjadi sekali saja, sehingga istilahnya inkarnasi, bukan reinkarnasi. Mengapa Allah dapat menjelma menjadi manusia? Jawabnya: karena Ia Allah dan bagi Allah tidak ada sesuatupun yang mustahil, sepanjang tidak melawan diriNya sendiri. Nah, akan menjadi tidak mungkin (mustahil) jika Allah berhenti menjadi Allah; karena hal itu bertentangan dengan kodrat-Nya sebagai Allah. Sebab salah satu kodrat Allah adalah tetap ada selamanya. Dalam Inkarnasi, Allah tidak berhenti menjadi Allah; sebab Kristus yang lahir sebagai sungguh manusia, juga tetap adalah sungguh… Read more »

michael
Guest
michael

Salam Damai dlm Kristus Trima kasi pak stef atas tanggapan dan jwb dr ptanyaan sy tsb….. Sy ada 1 ptanyaan namun mgkn sdikit d luar dr topik ttg reinkarnasi ini(bbrp mggu lalu sy pernah m’irim nya,entah sampai atau tidak) Yaitu bbrp mggu lalu ketika sy sedang berjalan d gramedia sy melihat sebuah buku yg m’upas ttg sgala misteri fenomena yg tjd d dunia ini dan d hub kan dng pandangan dr sisi agama(dr sudut pndang muslim) Ada slh 1 bab yg m’buat sy penasaran,yaitu ttg crita 7 pemuda romawi pd masa kaisar siapa sy lupa,yg psti d ceritakan ke 7… Read more »

michael
Guest
michael

Salam dalam damai Kristus

Sy ingin bertanya”dosa apa yg masuk,bila kita mnyiksa binatang?

Trima kasih,
Berkah Dalem

Stefanus Tay

Shalom Michael, Menyiksa binatang yang didorong untuk sekedar menyakiti binatang adalah berdosa. Sebagai contoh, kalau sebuah perusahaan penjagalan sapi memperlakukan sapi secara kejam sebelum dijagal, maka itu juga tidak boleh, karena menyebabkan penderitaan yang tidak perlu bagi sapi tersebut. Katekismus Gereja Katolik menuliskan sebagai berikut: KGK 2418.    Bertentangan dengan martabat manusia ialah menyiksa binatang dan membunuhnya dengan cara yang tidak wajar. Juga tidak layak, kalau manusia mengeluarkan uang untuk binatang, yang pada tempat pertama harus meringankan penderitaan manusia. Orang dapat memiliki hewan, tetapi tidak boleh mencintai mereka sebagaimana layaknya hanya berlaku untuk manusia. Intinya adalah kita dapat memanfaatkan dan menggunakan… Read more »

yohanes sumiyono
Guest
yohanes sumiyono

Salam Damai dalam Kristus Bu Inggrid/Pak Stefanus, Trimakasih atas pencerahannya, sebagai orang Katolik kami sudah meyakini ajarani ini namun dalam hati saya masih ada pertanyaan terkait dengan permasalahan ini yaitu : 1. Jika tidak ada reinkarnasi atau kelahiran kembali, bagaimana dengan orang yang terlahir cacat berat, kondisi keluarga yang serba kekurangan dan lingkungan kehidupan mereka entah karena negara, masyarakat di sekitarnya tidak memungkinkan untuk mengenal Kristus, apakah dalam kehidupan yang sekali ini bisa dikatakan adil bagi yang cacat ini bila dibandingkan dengan mereka yang normal kecukupan dan lingkungan memberi kesempatan mengenal Kristus? 2. Terkait dengan kebangkitan badan, saya juga masih… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Yohanes, Coba kita pikirkan sebentar pertanyaan Anda dengan menggunakan logika reinkarnasi. Dengan logika ini, maka orang cacat, serba kekurangan merasa bahwa ada keadilan, karena yang berbuat baik akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik di masa depan. Sedangkan orang yang cacat juga dapat melihat adanya keadilan dengan logika berfikir inkarnasi, karena bisa saja manusia yang terlihat sempurna di mata dunia namun tidak baik dapat saja turun derajat, menjadi binatang atau makhluk yang lain. Namun, di satu sisi, walaupun terlihat adil, namun sungguh sulit diterima oleh akal sehat bahwa binatang bisa menjadi manusia atau sebaliknya. Kalau kita mengerti hakekat dari binatang… Read more »

antoni
Member
antoni

Shalom, salam sejahtera bagi kita semua, Banyak pandangan orang mengenai karma, tetapi mungkin saya mencoba menambahkan pendapat saya tentang karma (hukum sebab akibat). Beberapa pendapat tentang karma yaitu: 1. Nasib kita sekarang itu tidak ada sebabnya, terjadi begitu saja 2. Nasib kita sekarang (susah senang, bahagia menderita) terjadi karena sudah digariskan seperti itu/ grand skenario yang sudah disiapkan. Kita hanya menjalankan saja apa yang sudah digariskan itu. 3. Nasib kita sekarang ditentukan oleh sebab lampau/karma dikehidupan lampau (berkaitan dengan reinkarnasi). Sehingga kita mengetahui dan menjalankan apa yang menjadi karma kita Dari ketiga pendapat ini, menurut Guru saya kurang tepat karena… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Antoni, Sebagaimana telah ditulis di artikel di atas, paham reinkarnasi tidak sesuai dengan ajaran Kristiani. Ajaran iman Kristiani juga tidak mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita itu sudah digariskan secara aktif oleh Tuhan. Ada peran serta kehendak bebas manusia dalam berlangsungnya jalan hidup setiap manusia. Maka, tentu benar, bahwa kerja keras di masa ini dapat saja mengubah keadaan orang yang lahir dari keluarga yang berkekurangan. Namun ini bukan untuk meminimalisir perngaruh karma ataupun akibat perbuatan di kehidupan yang lalu, yang sesungguhnya bukan tanggung jawabnya. Iman Kristiani mengajarkan bahwa setiap orang yang wafat, menanggung kesalahannya sendiri (Yer… Read more »

Elizabeth Yustira
Guest
Elizabeth Yustira

Shallomm Bu Inggrid/Pak Stef, Seorang teman bertanya kepada saya dan saya tidak bisa menjawab dengan detail. Mohon bantuan Bu Inggrid dan Pak Stef untuk menjawab pertanyaan berikut: “Jika tidak ada hukum karma dan reinkarnasi, bukan kah tidak adil bagi org2 baik di dunia ini. Begitu banyak org jahat yg hidup jaman sekarang. Moral anak2 muda bejat. Masih kecil saja sudah dpt menghina org tua, dll. Jika kita pakai statistic, mungkin org baik di dunia hanya seperti sebutir emas pada beras. Apakah jika semua org percaya kepada Yesus maka mereka semua akan ke Surga? Bagaimana dengan org2 baik yg dicelakakan oleh… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X