Mengapa Kita Memilih Gereja Katolik

Pertanyaan berikutnya setelah kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan

Dalam tulisan terdahulu, kita telah membahas bahwa kepercayaan kepada satu Tuhan adalah sesuatu yang sangat logis/ masuk akal (lihat artikel: Bagaimana Membuktikan Bahwa Tuhan Itu Ada?). Setelah kita percaya kepada Tuhan yang satu, kita dapat menarik kesimpulan bahwa sudah selayaknya kita juga percaya kepada Yesus Kristus[1], Putera Allah yang menjelma menjadi manusia (lihat artikel: Mengapa Orang Kristen Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan?). Tahap selanjutnya adalah: setelah kita percaya kepada Yesus, berarti kita menjadi pengikut Yesus dan menjadi seorang Kristen. Namun pertanyaannya sekarang, Kristen yang mana?

Pencarian kebenaran harus lebih tinggi daripada penghargaan dan perasaan pribadi

Pertanyaan di atas menjadi penting  di zaman sekarang ini, mengingat bahwa dewasa ini ada begitu banyak tipe kekristenan yang dilihat dari banyaknya macam gereja. Untuk begitu saja menerima kekristenan tanpa meneliti terlebih dahulu tentang Gereja mana yang sebenarnya didirikan oleh Yesus Kristus, adalah menempatkan diri sendiri dan perasaan diri sendiri lebih tinggi daripada kebenaran.[2] Maka, kerap kali kita mendengar pernyataan-pernyataan seperti berikut ini:

  • Saya senang ke gereja ini, karena gereja ini umatnya begitu ramah, musiknya juga bagus sekali.
  • Saya merasa bahwa gereja ini diberkati oleh Roh Kudus, karena saya merasakan bahwa kuasa Roh Kudus hadir di gereja tersebut.
  • Saya merasakan bahwa pembawa firmannya begitu penuh dengan Roh Kudus, sehingga dapat menyentuh hatiku.
  • Saya tidak dapat berkembang di gereja A, sehingga saya harus mencari gereja yang membuat saya berkembang.
  • Dan begitu banyak pernyataan-pernyataan yang lain.

Kalau kita meneliti pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, bukankah semuanya berfokus kepada “saya?” Padahal, dalam pencarian kebenaran, seharusnya, fokus kita bukan kepada diri sendiri, tetapi kepada kebenaran, yang akhirnya mengarahkan kita kepada Sang Kebenaran itu sendiri,[3] yaitu Yesus Kristus. Dengan kata lain,  kita menempatkan kebenaran di atas kepentingan dan perasaan pribadi.

Gereja yang mana?

Pertanyaan untuk mencari kebenaran adalah: “Sebenarnya Tuhan ingin saya ke gereja yang mana? Atau Gereja manakah yang Yesus dirikan? Pertanyaan ini sangatlah mendasar, karena kalau Tuhan mendirikan sebuah Gereja dan kalau kita menempatkan kebenaran di atas segalanya, termasuk diri kita sendiri, maka kita seharusnya memberikan diri kita kepada Gereja tersebut. Dalam tulisan ini, kita akan meneliti, gereja manakah yang dirancang oleh Allah Bapa, didirikan oleh Yesus Kristus, dan dikuduskan oleh Roh Kudus sampai akhir zaman.

Gereja terpecah belah

Pada waktu saya kuliah di Bandung, saya didatangi oleh umat dari gereja tertentu. Kemudian mereka memperkenalkan diri, bahwa mereka datang dari gereja X. Dalam hati saya sungguh mengagumi keberanian mereka untuk menyebarkan kabar gembira dan dedikasi mereka terhadap Tuhan. Kemudian mereka menceritakan tentang pendiri gereja X tersebut, sebut saja Yesaya. Menurut mereka, pendiri gereja X adalah seseorang yang diurapi oleh Roh Kudus. Sebelumnya sang pendiri ini adalah salah seorang anggota jemaat gereja Y. Kemudian karena sesuatu hal, menurut Yesaya, pemimpin gereja Y tidak dipenuhi lagi oleh Roh Kudus. Kemudian Yesaya mendapatkan inspirasi dari Roh Kudus untuk mendirikan gereja baru, yang bernama gereja X. Dalam keterbatasan saya tentang teologi dan juga pengertian saya yang dangkal, saya bertanya kepada mereka, “Bagaimana bila suatu saat, karena sesuatu hal, ada umat di gereja X yang juga mendapat inspirasi dari Roh Kudus untuk mendirikan gereja baru, bukankah nanti dapat terjadi ada gereja X1, X2, dan seterusnya?”

Kalau kita meneliti dengan jujur, inilah yang terjadi  sekarang ini. Ada lebih dari 28,000 denominasi gereja di dunia. Data di Amerika menunjukkan bahwa setiap minggu ada satu gereja baru muncul, dan kemudian dalam dua generasi akan lenyap. Keberadaan gereja yang ‘timbul dan tenggelam’ sudah menjadi hal yang biasa pada saat ini. Pertanyaan-nya adalah, “Mengapa gereja terpecah-pecah, dan kalau memang ini semua dari Roh Kudus, mengapa tidak ada kesatuan? Padahal kita tahu bahwa Roh Kudus adalah Roh Pemersatu dan bukan roh pemecah.”

Perpecahan Gereja terjadi dari awal jemaat sampai sekarang

Catatan sejarah menunjukkan bahwa sejak jemaat awal, akibat dari dosa, benih-benih perpecahan sudah ada. St. Paulus mengingatkan jemaat di Roma dan di Korintus untuk menghindari perpecahan (Rom 16:17; 1 Kor 1:10; 11:18-19; 12:25). Namun, sayangnya perpecahan ini tetap terjadi, mulai dari Docetism (90-451), Gnosticism (100), Manichaeism (250) dan seterusnya. Di abad- abad berikutnya,   perpecahan gereja terus terjadi, contohnya:

  • Gereja Timur Orthodox (1054).
  • Gereja Anglikan di Inggris (abad ke 16), didirikan oleh Raja Henry VIII.
  • Lutheran dan Calvinis di Jerman (abad ke 16), didirikan oleh Luther dan Calvin.
  • Methodis di Inggis (1739), didirikan oleh John Wesley.
  • Kristen Baptis (1639), didirikan oleh Roger Williams.
  • Anabaptis (1521), didirikan oleh Nicolas Stork.
  • Presbyterian di Skotlandia (1560).
  • Mormon di Amerika (1830), didirikan oleh Joseph Smith.
  • Saksi Yehovah di Amerika (1852-1916), didirikan oleh Charles Taze Russell.
  • Unification Church di Korea (1954), didirikan oleh Rev. Sun Myung Moon.

Perpecahan ini terus bertambah setiap hari sampai saat ini, walaupun sesungguhnya, perpecahan bertentangan dengan pesan Yesus yang terakhir sebelum sengsara-Nya. Yesus berdoa untuk semua orang yang percaya kepada-Nya agar bersatu seperti Ia bersatu dengan Allah Bapa agar dunia bisa percaya kepada-Nya (lih. Yoh 17:21).

Mungkin ada orang yang berargumentasi, bahwa banyaknya gereja tidaklah berarti perpecahan, karena semua gereja percaya akan Trinitas, juga kepada Yesus. Namun, kalau kita teliti lebih lanjut, sebetulnya tidaklah demikian, karena ada gereja-gereja tertentu yang tidak percaya akan ke-Allahan Yesus. Juga gereja-gereja tersebut tidak mempunyai ajaran yang sama. Contohnya: baptisan bayi diperbolehkan atau tidak? Ada berapakah jumlah sakramen? Isu-isu tentang otoritas, dan lain sebagainya. Selanjutnya, kita juga mengetahui bahwa Martin Luther sendiri bertentangan dengan John Calvin dalam pengajaran tentang sakramen pengampunan dosa, dan hal perbedaan ajaran terjadi juga di antara sesama gereja-gereja non- Katolik.

Benarkah: yang penting Kristen, namun tidak penting gereja apa…?

Ada banyak orang beranggapan bahwa yang penting adalah seseorang percaya kepada Yesus, mendapatkan keselamatan, namun tidaklah penting dari gereja yang mana. Mungkin anggapan seperti ini sedikit banyak sejalan dengan tulisan C.S. Lewis, yang mengatakan bahwa menjadi Kristen seumpama seperti banyak orang yang tinggal di rumah yang besar. Maka yang terpenting adalah, pertama- tama masuk ke rumah tersebut terlebih dahulu, sedangkan hal masuk di ruangan mana tidaklah menjadi terlalu penting. Di sini, ruangan diartikan sebagai denominasi gereja-gereja.

Kalau kita merenungkan lebih jauh dan meneliti tentang hakekat gereja dengan menggunakan argumen dari C.S. Lewis, kita dapat mempertanyakan bahwa bagaimana mungkin banyak orang bisa tinggal dalam satu rumah, memilih ruangan masing-masing, namun tidak mempunyai aturan dan ajaran yang sama? Bahkan yang menyedihkan adalah ada kemungkinan orang-orang tersebut masih mempertanyakan tuan rumah dari rumah tersebut. Kita melihat bahwa di kehidupan rumah kita, masing-masing rumah tangga mempunyai peraturan yang harus ditaati, agar semuanya dapat hidup dengan baik. Yesus mengatakan kalau suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan (Mrk 3:25). Kalau sebuah rumah yang besar terpecah-pecah dalam berbagai ajaran dan aturan moral yang berlainan, maka rumah besar itu tidak akan bertahan. Santo Paulus sendiri memperingatkan jemaat di Roma dan Korintus untuk menghindari perpecahan (Rom 16:17, 1 Kor 1:10, 12:25). Jika pemahaman yang diajarkan oleh C.S Lewis ini benar, maka, seharusnya semakin lama semua orang yang sama-sama tinggal di rumah itu semakin bersatu, dan bukannya semakin terpecah.

Gereja Tuhan hanya ada satu dan tidak mungkin banyak

Namun kenyataanya tidaklah demikian, perpecahan demi perpecahan mewarnai gereja-gereja tersebut. Dari buah-buah perpecahan yang terjadi di gereja-gereja di dunia ini, maka timbul pertanyaan, apakah semuanya itu datang dari Tuhan. Kalau datang dari Tuhan, mengapa gereja- gereja itu mempunyai ajaran yang berbeda-beda? Pertanyaan ini dapat dijawab jika dipahami tentang hakekat Gereja itu sendiri.

Gereja, seperti yang dinyatakan oleh Santo Paulus, adalah Tubuh Mistik Kristus,[4] di mana Kristus adalah Kepala, dan Gereja adalah anggota-anggota tubuh-Nya (Ef 5:23-32). Sama seperti tubuh manusia, semua organ diatur oleh mekanisme tubuh yang bersumber pada otak manusia atau di kepala manusia. Demikian juga dengan Gereja. Gereja sebagai tubuh harus mengikuti keinginan Kepalanya, yaitu Kristus. Kalau Yesus sendiri menghendaki agar para anggota-Nya bersatu, maka mereka harus mengikuti. Persatuan ini dikehendaki oleh Kristus, sehingga Ia dapat mempersiapkan, menguduskan, dan mempersembahkan Gereja-Nya sebagai mempelai yang kudus (Ef 5:27). Sama seperti perkawinan yang kudus hanya terdiri dari satu mempelai pria dan satu mempelai wanita, maka Gereja Tuhan -sebagai Mempelai Kristus- juga harus hanya ada satu dan tidak mungkin banyak.

Kristus hanya mendirikan satu Gereja, yaitu Gereja yang didirikan di atas Rasul Petrus (Mat 16:18) , dan Kristus menghendaki Gereja-Nya tetap satu agar menjadi saksi hidup bagi kesatuan antara Diri-Nya dengan Allah Bapa (Yoh 17:20-23). Sama seperti Kristus tak mungkin menyangkal kesatuan antara Diri-Nya dengan Allah Bapa, maka Kristus-pun tak mungkin menyangkal kesatuan antara Diri-Nya dengan Gereja-Nya. Oleh karena kesatuan tersebut, kita tidak dapat memisahkan Kristus dengan Gereja-Nya; kita tidak dapat mengikuti Kristus, tetapi tidak mau bergabung dengan Gereja yang didirikan-Nya.

Manusia tidak dapat membuat Gereja, namun hanya bisa menerima dan berpartisipasi

Mungkin ada orang yang berpendapat bahwa kesatuan Gereja hanyalah bersifat spiritual, di mana para anggotanya mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. Yesus sendiri mengatakan bahwa di mana dua atau tiga orang berkumpul, maka Ia hadir (Lih. Mat 18:20). Jadi di mana ada dua atau tiga orang jemaat berkumpul,  di situlah terbentuk Gereja. Namun di sinilah letak permasalahannya, sebab hakekat Gereja bukanlah hanya sekedar komunitas[5], melainkan lebih dari itu. Kalau orang membuat suatu komunitas dan menamakan komunitas itu gereja, berarti dia membuat gereja, bukan menerima gereja sebagai suatu pemberian dari Tuhan. Manusia tidak bisa membuat Gereja, dia hanya bisa menerima dan menjadi bagian dari Gereja.[6]

Menyadari bahwa Gereja adalah pemberian Tuhan, harus membuat setiap anggota Gereja semakin rendah hati. Dan juga setiap anggota harus menyadari peran masing-masing untuk melindungi dan membuat tanda kasih Allah ini agar semakin memancarkan cahaya kasih Allah. Oleh karena itu, Gereja yang sedang mengembara di dunia ini[7], yang terdiri dari para pendosa dan para kudus harus terus menerus mengalami pemurnian dan pertobatan agar sampai kepada tujuan akhirnya, yaitu persatuan kekal dengan Allah di surga.

Kalau begitu, Gereja mana yang didirikan oleh Yesus Kristus?

Akhirnya dari semua argumen di atas, kita menarik kesimpulan bahwa Gereja yang didirikan oleh Tuhan harus mempunyai tanda-tanda: satu, kudus, katolik, dan apostolik. Satu, karena kesatuan iman, pengajaran, sakramen, kepemimpinan; Kudus, karena bersumber pada Tuhan sendiri – yang hakekatnya adalah Kudus; katolik, karena Gereja Tuhan harus universal baik dari segi waktu maupun tempat; apostolik, karena berasal dari para rasul yang telah diberi mandat suci oleh Yesus. Keempat tanda inilah yang membedakan antara Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus sendiri dengan gereja-gereja yang lain. Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik ini berada dalam Gereja Katolik.[8] Hanya Gereja Katolik-lah yang mempunyai empat tanda ini atau yang disebut “the four marks of the Church.” (Lihat artikel: Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan – bagian 1). Mengapa empat tanda ini begitu penting? Karena tanda itu adalah bukti bahwa Gereja bukan organisasi yang didirikan oleh manusia, namun didirikan oleh Yesus Kristus sendiri. Karena Gereja didirikan di atas Rasul Petrus, dan senantiasa dilindungi oleh Yesus sendiri, melalui karya Roh Kudus, maka tidak ada suatu apapun yang dapat meruntuhkan Gereja ini.[9]

Ketahanan Gereja Katolik meskipun menghadapi percobaan-percobaan sepanjang zaman membuktikan bahwa Yesus memegang janji-Nya untuk melindungi Gereja-Nya

Mungkin ada pula orang yang berpendapat, bahwa Gereja awal adalah Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus, namun kemudian menjadi tidak murni; dan baru sekitar abad 15, Gereja kemudian dimurnikan. Jadi, menurut anggapan ini, Gereja Katolik yang sekarang adalah Gereja yang tidak murni. Mari kita menelusuri keberatan dari argumen ini. Pertama, apakah mungkin bahwa Tuhan yang telah berjanji untuk melindungi Gereja-Nya (Mat 16:18) kemudian melupakan Gereja-Nya selama kurang lebih 15 abad? Kalau jawabannya mungkin, mari kita telusuri lebih jauh. Anggaplah hal tersebut benar, bahwa Gereja tidak murni lagi dan diperbaharui pada zaman reformasi. Seharusnya setelah diperbaharui, maka Gereja Tuhan akan bersatu. Namun apa yang terjadi? Sejarah membuktikan bahwa setelah zaman reformasi (atau lebih tepatnya revolusi) maka gereja justru semakin terpecah-belah, sehingga ada sekitar 28,000 denominasi sampai sekarang. Dengan demikian keberatan ini tidaklah mendasar.

Keberatan yang lain ialah anggapan yang mengatakan bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang tidak murni dan banyak korupsi di dalam Gereja. Memang, percobaan yang dialami oleh Gereja Katolik sudah begitu banyak. Sejak abad awal sudah ada begitu banyak tantangan, percobaan, dan juga serangan dari ajaran-ajaran sesat. Selanjutnya, banyak orang yang memisahkan diri dari Gereja Katolik, seperti yang telah dijelaskan di atas. Selain itu, terdapat pula percobaan yang terjadi di dalam tubuh Gereja Katolik sendiri, baik karena korupsi maupun penyalahgunaan kekuasaan di dalam Gereja, dan lain-lain. Gereja Katolik mengakui bahwa hal- hal ini terjadi karena adanya unsur manusia yang tidak sempurna[10]. Namun demikian, kenyataannya, Gereja Katolik tetap bertahan walaupun diterpa berbagai permasalahan Gereja, baik dari luar maupun dari dalam. Ini membuktikan bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang Yesus janjikan. Jika Gereja Katolik hanya buatan manusia, maka Gereja Katolik sudah runtuh dan lenyap tak berbekas.

Gereja Katolik adalah Gereja yang didirikan oleh Kristus

Sejarah mencatat bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang tetap mempunyai empat tanda, yaitu “satu, kudus, katolik, dan apostolik.” Gereja Katolik sampai sekarang mempunyai kesatuan pengajaran yang kalau ditelusuri berasal dari Yesus dan ajaran para murid dan bapa Gereja. Ajaran Gereja Katolik selalu mengambil sumber dari pengajaran Yesus dan para rasul, sebagaimana yang dilestarikan oleh para penerus mereka. Perumusan suatu ajaran yang diadakan di abad- abad kemudian bukan merupakan perubahan ataupun tambahan yang sama sekali baru terhadap suatu ajaran, namun merupakan penjelasan yang semakin menyempurnakan ajaran tersebut. Hal perkembangan ini dikenal dengan istilah “pertumbuhan organik” suatu ajaran.[11] Konsistensi ajaran Gereja dapat dibuktikan dari segi waktu maupun tempat. Gereja Katolik di semua negara dan juga di masa apapun juga mengajarkan hal yang sama.

Bagaimana dengan orang yang tidak mengenal Kristus atau umat yang sudah menjadi anggota gereja lain?

(pembahasan detail untuk topik ini akan dijelaskan dalam artikel yang lain).

Setelah kita mengetahui bahwa Gereja Katolik adalah Gereja Kristus, bagaimana dengan saudara kita yang tidak mengenal Yesus? Gereja Katolik mengajarkan bahwa orang-orang yang, karena bukan kesalahan mereka, tidak mengenal Kristus,[12] dapat juga diselamatkan, asalkan mereka mengikuti hati nurani mereka dan melaksanakan hukum kasih[13], di mana mereka juga digerakkan oleh rahmat Ilahi.[14] Namun keselamatan mereka tetap diperoleh dari Yesus Kristus.[15]

Bagaimana juga dengan saudara kita yang menjadi anggota gereja lain? Dokumen Konsili Vatikan II menjelaskan, bahwa ada unsur-unsur kekudusan dan kebenaran di dalam gereja yang lain, seperti misalnya memegang nilai-nilai suci yang terdapat di Alkitab, hidup di dalam kasih, dll. Bahkan Gereja Katolik mengakui pembaptisan mereka.[16] Jadi mereka mempunyai kesatuan dengan Gereja Katolik dalam hal baptisan. Konsili menegaskan bahwa “andaikata ada orang, yang benar-benar tahu, bahwa Gereja Katolik itu didirikan oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai upaya yang perlu, namun tidak mau masuk ke dalamnya atau tetap tinggal di dalamnya, ia tidak dapat diselamatkan.” (Konsili Vatikan II, Konstitusi tentang Gereja, Lumen Gentium 14)

Bagaimana dengan umat Gereja Katolik?

Akhirnya, bagaimana dengan umat Katolik sendiri? Apakah mereka semua dapat diselamatkan? Konsili Vatikan II menegaskan akan pentingnya kita untuk terus berjuang hidup kudus, yaitu dengan mengasihi Tuhan dan sesama ((lih. Lumen Gentium 14)). Orang Katolik yang tidak mempraktekkan kasih, hanyalah menjadi anggota Gereja secara jasmani, namun bukan secara rohani, dan orang yang sedemikian tidak dapat diselamatkan.[17] Hal ini disebabkan karena mereka sudah mengetahui hal yang benar, namun mereka tidak melakukannya (Lih. Luk 12:47-48).

Mungkin ada dari kalangan non- Katolik yang mengatakan bahwa percuma saja menjadi Katolik kalau kehidupannya tidak sesuai dengan apa yang diajarkan Yesus. Pernyataan ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua yang menjadi anggota Gereja Katolik – yang seharusnya telah mengetahui bahwa kepenuhan kebenaran ada pada Gereja ini – untuk senantiasa berjuang setiap hari untuk melaksanakan kasih dan hidup kudus. Hidup kudus merupakan cara untuk ” menjadi saksi Kristus dan membangun Gereja” yang paling efektif, seperti yang telah dilakukan oleh para orang kudus. Kita tidak bisa mengasihi Yesus, kalau kita tidak mengasihi Tubuh-Nya, yaitu Gereja. Dan Gereja-Nya berada di dalam Gereja Katolik. Mari kita renungkan, sudahkah kita semua mengasihi Yesus?


[1]Untuk dapat percaya kepada Yesus sebagai Tuhan diperlukan berkat dari Tuhan yang menggerakkan hati kita. St. Paulus berkata bahwa bahwa tidak ada seorangpun dapat mengaku bahwa Yesus Tuhan kecuali oleh kuasa Roh Kudus (1Kor 12:3). Dalam teologi, ini dikenal dengan “actual grace” atau rahmat pembantu (Lih KGK 2000, 2024). Actual grace ini membawa orang kepada pertobatan untuk akhirnya menerima pembaptisan.

[2] Rasul Yohanes mengatakan “..dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh 8:32). Menempatkan kebenaran di atas segalanya termasuk diri sendiri akan membawa manusia kepada kebenaran sejati, yaitu Tuhan sendiri. Pada saat manusia menempatkan diri sendiri lebih tinggi daripada kebenaran, maka manusia menempatkan diri sendiri lebih tinggi daripada Tuhan.

[3] (Lih. Yoh 14:6) “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

[4] Pius XII, Encyclical Letter: Mystical Body of Christ and Our Union With Christ (Pauline Books & Media), para. 60-62.

[5] Menganggap gereja hanya sebagai komunitas, secara tidak langsung mengurangi bahkan menghilangkan dimensi Ilahi dari Gereja. Padahal, Gereja mempunyai dua dimensi: manusia – Ilahi, cara – tujuan (means – end), sebuah konstitusi – hubungan secara pribadi dengan Tuhan. Pembahasan lebih jauh tentang dua dimensi dari Gereja, dapat dilihat dalam artikel: Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Allah – Bagian 2)

[6] Cardinal Joseph Ratzinger, “The Ecclesiology of Vatican II,” http://www.ewtn.com/library/curia/cdfeccv2.htm: Ch. 2. – Cardinal Ratzinger mengatakan bahwa sama seperti iman dan sakramen, manusia tidak bisa membuat Gereja, namun menerimanya dari Kristus. Kalau iman, gereja, dan sakramen adalah tanda kasih Allah, maka kasih tersebut hanya bisa diterima. Manusia tidak bisa membuatnya, namun manusia dapat turut berpartisipasi dalam kasih Allah.

[7] Gereja Tuhan adalah satu, yang terdiri dari Gereja yang mengembara di dunia ini, Gereja yang jaya di surga, dan gereja yang menderita atau dimurnikan di Api penyucian.

[8] Lihat Lumen Gentium 8, “Itulah satu-satunya Gereja Kristus yang dalam Syahadat iman kita akui sebagai Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik[12]. Sesudah kebangkitan-Nya Penebus kita menyerahkan Gereja kepada Petrus untuk digembalakan (lih. Yoh 21:17). Ia mempercayakan Gereja kepada Petrus dan para rasul lainnya, untuk diperluas dan dibimbing (lih. Mat 28:18 dsl), dan mendirikannya untuk selama-lamanya sebagai “tiang penopang dan dasar kebenaran” (lih. 1Tim 3:15). Gereja itu, yang di dunia ini disusun dan diatur sebagai serikat, berada dalam Gereja Katolik, yang dipimpin oleh pengganti Petrus dan para Uskup dalam persekutuan dengannya[13], walaupun diluar persekutuan itupun terdapat banyak unsur pengudusan dan kebenaran, yang merupakan karunia-karunia khas bagi Gereja Kristus dan mendorong ke arah kesatuan katolik.”

[9] (Lih Mat 16:16-19). Yesus berkata ” Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Catatan: Di dalam terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia, dikatakan “jemaat-Ku”. Namun dalam bahasa aslinya adalah “ekklesia” yang berarti “gereja”. Yesus mengatakan bahwa Dia akan mendirikan Gereja-Ku. Ini sebabnya bahwa manusia tidak dapat mendirikan gereja, karena Yesus sendiri yang mendirikan Gereja-Nya, dan Yesus berkata Gereja bukan gereja-gereja. Jadi Gereja ini hanya ada “satu”.

[10] Pius XII, Encyclical Letter of Pius XII On The Mystical Body of Christ: Mystici Corporis (Boston: Pauline Books & Media), 66. Paus Pius XII menegaskan bahwa dosa dari anggota Gereja tidak bisa ditujukan kepada Gereja itu sendiri, karena Gereja itu pada dasarnya kudus. Ketidaksempurnaan ini ditujukan kepada anggota Gereja yang memang semuanya mempunyai kecenderungan untuk berbuat dosa (concupiscence). kecenderungan untuk berbuat dosa adalah sebagai akibat dari dosa dari manusia pertama.

[11] Cardinal Newman, dalam bukunya “An Essay of the Development of Christian Doctrines“, meneliti bahwa Gereja yang mempunyai pengajaran yang benar adalah Gereja yang mempunyai perkembangan ajaran yang dapat ditelusuri sampai kepada zaman awal kekristenan, yang bersumber pada Yesus sendiri. Ini berarti harus ada konsistensi dalam hal pengajaran, sama seperti perkembangan pohon kecil ke pohon yang besar. Yang dimaksudkan dari kecil ke besar adalah ajaran yang sama, namun perkembangannya hanya untuk karena ia menempatkan kebenaran di atas segalanya, ia berpindah dari gereja Anglikan ke Gereja Katolik.

[12] Sebagai contoh orang yang tinggal di pedalaman Kalimantan, Irian Jaya, atau pedalaman di China, dll. Ada sebagian dari mereka yang tidak pernah mendengar tentang Kristus. Dan hal ini bukan akibat kesalahan mereka. Tentu saja, kita tidak bisa mengatakan bahwa mereka pasti masuk neraka.

[13] (Lih Roma 2:14-16). St. Paulus mengatakan hukum Tuhan sudah ditulis di setiap hati nurani manusia. Karena manusia diciptakan menurut gambaran Allah dan juga diciptakan untuk mencapai tujuan akhir – yaitu persatuan dengan Allah – maka Tuhan memberikan hukum yang tertulis di dalam setiap hati nurani manusia.

[14] Vatican II, Dogmatic Constitution on the Church: Lumen Gentium (Pauline Books & Media, 1965), 16. ” ….. Penyelenggaraan ilahi juga tidak menolak memberi bantuan yang diperlukan untuk keselamatan kepada mereka, yang tanpa bersalah belum sampai kepada pengetahuan yang jelas tentang Allah, namun berkat rahmat ilahi berusaha menempuh hidup yang benar. Sebab apapun yang baik dan benar, yang terdapat pada mereka, oleh Gereja dipandang sebagai persiapan Injil, dan sebagai kurnia Dia, yang menerangi setiap orang, supaya akhirnya memperoleh kehidupan.”

[15] Seluruh keselamatan umat manusia datang dari misteri Paska Yesus (wafat, kebangkitan, dan kenaikan Tuhan Yesus).

[16] (Lih Ef 4:5) – St. Paulus menegaskan akan kesatuan umat beriman dalam “satu Tuhan, satu iman, dan satu baptisan “. Pengakuan baptisan yang diakui adalah baptisan dengan formula Trinitas.

[17] Vatican II, Dogmatic Constitution on the Church: Lumen Gentium, 14.

169
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
64 Comment threads
105 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
78 Comment authors
starlibra_14theoarnoldHendySahputra J Matondang Recent comment authors
Yohanis Doja Say
Guest

TUHAN YESUS adalah Bapa kita di Sorga. Sebab TUHAN YESUS adalah satu-satunya Bapa kami yang benar yang ada di Sorga, Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa Maha Suci, Bapa yang Kekal Maha Kudus, Raja Damai Kekal Selamanya. Dimuliakanlah Nama-Mu yang berkuasa, Nama-Mu diatas segala-galanya Nama TUHAN YESUS. TUHAN YESUS BAPA kami di Sorga datanglah Kerajaan-Mu jadilah Saya Katholik, karena itu saya tidak menyembah kepada bunda Maria, Saya hanyalah menyembah kepada TUHAN YESUS satu-satunya BAPA kita yang benar, Dialah Bapa kita yang hidup si Sorga. http://kasih-Tuhan-Yesus-Kristus.blogspot.com/ Dan kalau katholik menyembah bunda Maria, atau patung Paus, maka ajaran sesat. Sebab Katholik mengajar Kebenaran… Read more »

Samuel
Guest
Samuel

Shallom segenap tim Katolisitas
Yang terkasih dalam Kristus
Saya hanya ingin bertanya, tentang bagaimana hukumnya bila saya yang sudah memengetahui tentang “Gereja Katolik”, namun masih dibatasi/belum bisa pindahke Gereja Katolik dikarenakan oleh orangtua saya yang seorang Protestan Kharismatik yang taat sehingga iapun masih keberatan?? Begitu juga dengan rekanan saya lainnya di gereja kharismatik itu sendiri?? Oleh karena itu saya hanya ingin mengajukan pertanyaan tentang bagaimana solusi terbaik bagi saya sendiri, apakah harus tetap memaksakan pindah ke Gereja Katolik atau bagaimana ?? Sekali lagi terima kasih dan salam damai dalam Kristus.

Ioannes
Member

Salam, Samuel Syukur pada Allah bahwa Samuel merindukan untuk tinggal dalam Bunda Gereja. Saya mendoakan supaya Allah senantiasa menuntun Samuel dalam pergumulan anda menuju Gereja Katolik. Dilema yang anda alami kurang lebih pernah menimpa saya, walau mungkin tidak sama persis. Ketika Yesus memanggil saya pertama kali, Ia juga memanggil keluarga saya. Padahal, saya sedang terpisah sangat jauh secara geografis. Setelah kembali ke tanah air, saya berdiskusi dengan keluarga, yang yang kebetulan memutuskan untuk masuk gereja pentakostal karena keluarga kami memang berteman dekat dengan sepasang pendeta gereja tersebut. Mereka ingin segera dibaptis dan mengajak saya untuk ikut supaya serumah sama gereja.… Read more »

Samuel
Guest
Samuel

Shallom dan terimakasih juga bapak Ioannes yang terkasih dalam Kristus. Bahwa benar juga seperti yang dikatakan,bahwa kita harus membuktikan segala wujud penyertaan kasih dan ajaranNya dalam tindakan nyata agar mereka yang dalam hal ini skeptis(kurang memahami) tentang Kristiani Katolik dapat Kristus jamah dan beri pengertian seturut dengan kasih penyertaan-Nya..saya pribadi juga sudah mulai banyak berunding dengan bijak pada orang orang di sekeliling saya , tentang niatan saya yang tulus dalam kasih utk memuliakan nama Kristus di Bunda Gereja, serta dengan seturut juga kasih dan lemah lembut dalam menyelesaikannya. Semoga Kristus dapat menyertai saya selalu dalam perjalanan ‘pulang’ saya ini ke… Read more »

Wilfirmus
Guest
Wilfirmus

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Gereja_Katolik

Saya mengutip dan mengcopy alamat web di atas. Di sana dituliskan sejarah singkat Gereja Katolik.
Apakah tulisan di atas dapat dipercaya menjadi sumber pengetahuan akan sejarah perkembangan Gereja Katolik dari Kristus? atau Tim Katolisitas punya tulisan lain yang lebih lengkap mengenai sejarahnya?dari tulisan di atas apakah ada yang perlu di luruskan?

Salam Kasih,
Wilfirmus

[dari katolisitas: Kami hanya membaca secara sekilas dan cukup baik. Bagian yang perlu dicermati adalah apakah St. Sirilius menentang keutamaan Rasul Petrus. Silakan membacanya di sini – silakan klik]

Noldy Sulu
Guest
Noldy Sulu

shalom,Katolisitas.
saya mau bertanya; 1. apakah statusnya (kini) seseorang yang dibaptis secara katolik dan kemudian ketika dewasa pindah agama menjadi protestan tanpa adanya pernyataan keluar secara resmi dari gereja (katolik) ?
terima kssih.

[dari katolisitas: Status orang tersebut adalah umat Katolik, namun yang sesungguhnya tidak menjalankan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik]

Bonhop
Guest
Bonhop

Menyambung pertanyaan dan jawaban diatas, apakah dengan demikian seseorang yg tidak menjalankan ajaran Gereja(pindah agama) akan menerima hukuman atau tidak selamat?

Ingrid Listiati
Member

Shalom Bonhop, Nampaknya, yang menjadi kunci di sini adalah, apakah yang bersangkutan sudah “benar-benar tahu” bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang didirikan Allah melalui Kristus dan dikehendaki Allah menjadi sarana/upaya yang perlu untuk keselamatan bagi umat manusia, termasuk dirinya. Karena hal apakah seseorang sudah “benar-benar tahu” itulah yang nanti akan menentukan, sebagaimana dikatakan dalam Lumen Gentium: “Berdasarkan Kitab suci dan Tradisi, Konsili mengajarkan bahwa Gereja yang sedang mengembara ini perlu untuk keselamatan. Sebab hanya satulah Pengantara dan jalan keselamatan, yakni Kristus. Ia hadir bagi kita dalam tubuh-Nya, yakni Gereja. Dengan jelas-jelas menegaskan perlunya iman dan baptis (lih. Mrk 16:16; Yoh… Read more »

Ryan
Guest
Ryan

Shalom Bu Ingrid, Saya ada pertanyaan yang mengganjal tentang istilah “benar-benar tahu” ini. Mungkinkah atau apakah ada orang yang semacam ini? Orang yang benar-benar tahu tapi bisa-bisanya sampai menolak? Bukannya orang itu menolak disebabkan dia tidak tahu? Maaf kalau pertanyaan saya aneh. Ryan [Dari Katolisitas: Tentang hal “benar-benar tahu” ini memang hanya Tuhan yang tahu, sebab memang hanya Tuhanlah yang memahami sepenuhnya isi hati setiap orang. Menurut pemikiran kita seharusnya orang yang benar-benar tahu tidak akan menolak. Namun tetap ada kemungkinan di mana seseorang sebenarnya sudah tahu, tetapi me-rasionalisasikan dalam hatinya bahwa sekalipun dia memilih yang lain (umumnya demi kepentingan… Read more »

Riswan
Guest
Riswan

Salam,
Keaksian ini sebuah terobosan luar biasa bagai mana Tuhan menyentuh seseorang,apakah kesaksian ini akan diakui oleh GK? http://m.facebook.com/photo.php?fbid=371301362924412&id=314813785239837&set=a.368874236500458.89826.314813785239837&refid=28&_ft_=qid.5786791523432177592%3Amf_story_key.8330938,
apakah dia hrs beragama katolik krn iman percaya dia yg telah memilih Yesus.

[dari katolisitas: Iman adalah satu perjalanan. Kalau dia benar-benar mencari, maka harapannya dia akan sampai kepada Gereja Katolik]

Dela
Guest
Dela

Shalom pak stef,

Ketika kita mengatakan bahwa gereja Katolik dapat bertahan selama 2000 tahun adalah bukti penyertaan TUHAN atas gereja-Nya sebagaimana yang ia janjikan dlm injil, dan sebagai bukti bahwa gereja Katolik bukanlah karya manusia, karena jika karena karya manusia sudah pasti gereja itu akan pecah. Namun seringkali oleh kawan protestan dijawab dengan membandingkan dengan agama Budha, Hindu, dan Yahudi yang ada jauh sebelum GK. apakah berarti bahwa ajaran agama2 tersebut adalah benar? Sebab kita tidak bisa menjadikan bertahannya gereja selama 2000 tahun sebagai bukti bahwa Gereja Katolik adalah benar. Bagaimana tanggapan Bpk Stef tentang ini?

Salam Kasih

KA
Guest
KA

Salam, Saya mempunyai sebuah pertanyaan mengenai Yohanes 20:21, di mana Yesus berkata: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus [Gk. apostello] Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus [Gk. pempo] kamu.” Mohon koreksi saya apabila saya salah mengartikan kata-kata Yunani di atas. Kata apostello berarti mengutus seseorang dengan otoritas dari si pengirim. Dalam kasus ini, kita mengerti bahwa Yesus telah dikirim dengan otoritas dari Bapa (bdk. Mat 28:18). Kata pempo juga berarti mengutus seseorang atau sesuatu, tetapi tanpa memberinya otoritas untuk bertindak atau berbicara atas nama si pengirim; kata pempo memiliki arti yang lebih mendekati kata “kirim,” seperti yang dimengerti… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom KA, Benar, bahwa secara umum menurut bahasa Yunani sekular, memang kata Yunani pempo berhubungan dengan apostello di mana pempo merupakan terminologi yang lebih umum, yang berarti mengutus ataupun mengirim, sedangkan apostello mengacu kepada arti mengutus dengan otoritas resmi. 1. Dalam bahasa Kitab Suci, istilah ‘pempo‘ memang mengacu pada arti mengutus secara umum, sedangkan ‘apostello‘ adalah mengutus [dengan penekanan khusus] yaitu mengutus dengan kuasa ilahi. Dengan demikian kata ‘pempo’ digunakan secara umum, yaitu dapat mengacu kepada Kristus mengutus para rasul, atau para rasul mengutus utusan/ para murid mereka. Sedangkan karena mengacu kepada otoritas /kuasa ilahi, kata ‘apostello‘ dipergunakan jika kata… Read more »

gembala
Guest
gembala

apa selain umat katolik itu salah dan tidak selamat?kalo memang demikian ,berarti tidak ada keadilan disitu.sebab bayak saudara2 kita yg lahir dari lingkungan bukan katolik dan itu bukan kemauan mereka.cotoh ”saya terlahir dari orang non katolik,otomatis pemahaman yg diberikan orang tua saya adalah non katolik.ini kan bukan kemauan saya.tp tuhanlah yg menitipkan saya dilingkungan itu.saya rasa lingkunganlah yg memoles karakter dan kepercayaan seseorang.apa saya salah jika tidak memahami katolik?coba bapak renungkan,!jika bpk yg lahir bukan dari lingkungan katolik.mungkin bpk tidak mengimani katolik.. [Dari Katolisitas: Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa orang Katolik (tak peduli seperti apa penghayatan iman dan perbuatannya) pasti… Read more »

Celcius
Guest
Celcius

Kami pernah membaca di dalam website ini , kutipan Injil tentang Pokok Anggur dan ranting-rantingnya. Kutipan tersebut dijadikan dasar untuk menunjukkan kesatuan dan keutuhan Tubuh Kristus dan juga secara khusus kesatuan gereja ( katolik ) di dunia. Gereja-gereja non katolik berada di luar satu pokok anggur tersbut. Kami ingin menanyakan kembali:apakah penafsiran dari kutipan perumpamaan pokok anggur itu memang layak dan valid dijadikan dasar argumentasi untuk mendukung dogma Katolik tentang kesatuan gereja di dunia? Apakah perumpamaan di atas hanya mempunyai tafsir tunggal seperti di atas? Saudara-saudara seiman dari gereja kristen nonkatolik belum tentu menerima tafsir tunggal demikian sebagai argumentasi biblis… Read more »

dokter1001
Guest
dokter1001

manakah yang paling benar . . . . kristen katolik kristen protestan atau kristen yang lain apakah bedanya nasrani dan kristen? [dari katolisitas: SIlakan melihat tanya jawab “Mengapa kita memilih Gereja Katolik” – silakan klik. Nasrani dan Kristiani keduanya mengacu kepada para murid/ pengikut Kristus. Kitab Suci mengatakan bahwa para murid Kristus disebut sebagai Kristen (Kis 11: 26). Sedangkan istilah ‘Nasrani’ berhubungan dengan kata ‘Nasaret‘. Dalam Kitab Suci dikatakan Yesus disebut sebagai Orang Nazaret (lih. Mat 2:23), a Nazorean, yang berasal dari kata ‘nezer‘ yang artinya tunas (Yes 11:1) dan ‘nazorite‘ yaitu nazir (orang yang mempunyai nazar khusus untuk mengkhususkan… Read more »

Ian
Guest
Ian

Benarkah ini ajaran Katolik??? Yahudi/ Israel yang sejati adalah Gereja Katolik, Inilah satu-satunya Gereja yang didirikan oleh Yesus (seorang Yahudi keturunan Daud) diatas 12 Rasul Yahudi (yang dilambangkan oleh PL sebagai 12 suku Israel) yang mana fondasi utama 12 Rasul ini adalah Petrus seorang Yahudi pula (Mat 16:18) Gereja-gereja/ jemaat-jemaat lain didirikan oleh manusia biasa, bukan Yesus. Kebanyakan pendiri jemaat adalah non yahudi, atau kalaupun ada yang mendirikan adalah orang Yahudi, pendirinya bukan Yesus dan bahkan bukan penerus dari 12 fondasi Gereja Israel Sejati. Para Paus dan Bapa Gereja dilain pihak, adalah penerus dari Petrus dan 11 Rasul lainnya. Jadi… Read more »

Oktavianus
Guest
Oktavianus

Shawlom & terimakasih kepada para pekerja katolisitas.org; “Ad Maiorem Dei Gloriam”.

Dave
Guest
Dave

God is a concept by which we measure our pain.

[dari katolisitas: Apakah dengan demikian, pernyataan di atas ingin mengatakan bahwa Tuhan tidaklah nyata? Silakan membaca artikel ini terlebih dahulu – silakan klik.]

Dave
Guest
Dave

Bagaimana dengan pendapat John Lennon dibawah ini menurut Katolisitas?

I believe in God, but not as one thing, not as an old man in the sky. I believe that what people call God is something in all of us. I believe that what Jesus and Mohammed and Buddha and all the rest said was right. It’s just that the translations have gone wrong.

John Lennon

maria
Guest
maria

salam

mungkin pertanyaan ini konyol, apa istimewanya jd org Katolik? Hak2 apa yg hanya didapatkan oleh org Katolik yg umat lain tdk dptkn? Kenapa harus ke gereja? Tp pertanyaan2 ini yg sering ditanyakan terutama oleh org2 di luar Katolik, terima kasih.

[dari katolisitas: silakan mulai dengan membaca artikel di atas – silakan klik. Kalau Kristus mendirikan Gereja Katolik, maka sudah seharusnya kita masuk di dalamnya. Kalau Tuhan memberikan perintah untuk untuk menguduskan hari Tuhan, maka sudah seharusnya kita pergi ke Gereja.]

DK12
Guest
DK12

“You have a fine way of setting aside the commands of God in order to observe your own traditions!”

[dari katolisitas: Menurut saya, akan lebih baik, kalau anda memberikan argumentasi di bagian mana dari artikel di atas yang bertentangan dengan perintah Allah, sehingga kita dapat berdiskusi secara lebih mendalam.]

Nien Mitano
Guest
Nien Mitano

Mohon penjelasan mengenai perikop ini dalam hubungannya dengan Gereja Katolik. Kis.11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. a. Kumpulan orang percaya (gereja) Katolik kah yang dimaksud dengan perikop tersebut. b. Apakah perikop tersebut juga memberi bukti bahwa ada jemaat sebelum murid2 Yesus mulai mengajar? 2 Petrus2:21 Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. a. Apa yang dimaksud dengan Jalan Kebenaran dalam surat Petrus di… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Nien Mitano, 1. Kis 11:26 a. Kis 11 :26 mengacu kepada Gereja apostolik/ jemaaat perdana yang didirikan oleh Kristus di atas Rasul Petrus, yang saat itu sudah tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia (Lih. Kis 11:19). Dari perikop tersebut kita ketahui bahwa saat itu Gereja awal yang terbentuk secara resmi di hari Pentakosta di Yerusalem, sudah meluas ke wilayah- wilayah sekitarnya. Maka jika anda tanyakan apakah yang disebut di ayat Kis 11:26 ini adalah Gereja Katolik, maka jawabnya adalah ya, karena memang Gereja apostolik tersebut adalah Gereja Katolik, walaupun nama “Katolik” baru resmi dikenakan pada Gereja pada awal… Read more »

Aida Bela
Guest
Aida Bela

Saya bingung menjawab pertanyaan yang diajukan kawan Protestan sbb:

1. apakah jemaat dalam Mat. 16:18 artinya gereja khatolik, Yesus mendirikan jemaat bukan Gereja Katolik

2. apakah tubuh YESUS sbg roti hidup diserahkan YESUS sekali saja, atau berulang ulang setiap perayaan ekaristi..

3. manakah yg masuk sorga.. seseorg yg ke gereja khatolik tanpa mengakui YESUS sbg Juruselamatnya, atau seseorg yg mengakui YESUS sbg Juruselamatnya tanpa ke gereja khatolik..

Bisakah saya mendapat penjelasan, terima kasih atas waktunya

Tuhan Memberkati Katolisitas

Epie Veryssh
Guest
Epie Veryssh

Mengapa Protestant cuba menjelekkan POPE di mata dunia ya?
Mengapa mereka itu menjelekkan Tradisi orang Katolik??
Apakah sebenarnya mesej yang cuba disampaikan oleh mereka???

Jona Widjaja
Guest
Jona Widjaja

Syalom,
saya katolik
bagaimana menjelaskan tentang mengapa gereja Katolik berdoa kepada Bunda Maria, para Santo & Santa & juga para malaikat kepada orang2 kristen diluar Katolik? terutama kepada Bunda Maria, karena mereka berpikir kalau kita (Katolik) juga menyembahnya, oiya, mereka juga sering mengira kalau kita (Katolik) menyembah patung2 itu seperti berhala. bagaimana cara menjelaskannya dengan singkat jelas dan padat yah?
terimakasih,
GBU

[dari katolisitas: silakan melihat ini – klik ini dan klik ini]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X