Mengapa Kita Memilih Gereja Katolik

Pertanyaan berikutnya setelah kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan

Dalam tulisan terdahulu, kita telah membahas bahwa kepercayaan kepada satu Tuhan adalah sesuatu yang sangat logis/ masuk akal (lihat artikel: Bagaimana Membuktikan Bahwa Tuhan Itu Ada?). Setelah kita percaya kepada Tuhan yang satu, kita dapat menarik kesimpulan bahwa sudah selayaknya kita juga percaya kepada Yesus Kristus[1], Putera Allah yang menjelma menjadi manusia (lihat artikel: Mengapa Orang Kristen Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan?). Tahap selanjutnya adalah: setelah kita percaya kepada Yesus, berarti kita menjadi pengikut Yesus dan menjadi seorang Kristen. Namun pertanyaannya sekarang, Kristen yang mana?

Pencarian kebenaran harus lebih tinggi daripada penghargaan dan perasaan pribadi

Pertanyaan di atas menjadi penting  di zaman sekarang ini, mengingat bahwa dewasa ini ada begitu banyak tipe kekristenan yang dilihat dari banyaknya macam gereja. Untuk begitu saja menerima kekristenan tanpa meneliti terlebih dahulu tentang Gereja mana yang sebenarnya didirikan oleh Yesus Kristus, adalah menempatkan diri sendiri dan perasaan diri sendiri lebih tinggi daripada kebenaran.[2] Maka, kerap kali kita mendengar pernyataan-pernyataan seperti berikut ini:

  • Saya senang ke gereja ini, karena gereja ini umatnya begitu ramah, musiknya juga bagus sekali.
  • Saya merasa bahwa gereja ini diberkati oleh Roh Kudus, karena saya merasakan bahwa kuasa Roh Kudus hadir di gereja tersebut.
  • Saya merasakan bahwa pembawa firmannya begitu penuh dengan Roh Kudus, sehingga dapat menyentuh hatiku.
  • Saya tidak dapat berkembang di gereja A, sehingga saya harus mencari gereja yang membuat saya berkembang.
  • Dan begitu banyak pernyataan-pernyataan yang lain.

Kalau kita meneliti pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, bukankah semuanya berfokus kepada “saya?” Padahal, dalam pencarian kebenaran, seharusnya, fokus kita bukan kepada diri sendiri, tetapi kepada kebenaran, yang akhirnya mengarahkan kita kepada Sang Kebenaran itu sendiri,[3] yaitu Yesus Kristus. Dengan kata lain,  kita menempatkan kebenaran di atas kepentingan dan perasaan pribadi.

Gereja yang mana?

Pertanyaan untuk mencari kebenaran adalah: “Sebenarnya Tuhan ingin saya ke gereja yang mana? Atau Gereja manakah yang Yesus dirikan? Pertanyaan ini sangatlah mendasar, karena kalau Tuhan mendirikan sebuah Gereja dan kalau kita menempatkan kebenaran di atas segalanya, termasuk diri kita sendiri, maka kita seharusnya memberikan diri kita kepada Gereja tersebut. Dalam tulisan ini, kita akan meneliti, gereja manakah yang dirancang oleh Allah Bapa, didirikan oleh Yesus Kristus, dan dikuduskan oleh Roh Kudus sampai akhir zaman.

Gereja terpecah belah

Pada waktu saya kuliah di Bandung, saya didatangi oleh umat dari gereja tertentu. Kemudian mereka memperkenalkan diri, bahwa mereka datang dari gereja X. Dalam hati saya sungguh mengagumi keberanian mereka untuk menyebarkan kabar gembira dan dedikasi mereka terhadap Tuhan. Kemudian mereka menceritakan tentang pendiri gereja X tersebut, sebut saja Yesaya. Menurut mereka, pendiri gereja X adalah seseorang yang diurapi oleh Roh Kudus. Sebelumnya sang pendiri ini adalah salah seorang anggota jemaat gereja Y. Kemudian karena sesuatu hal, menurut Yesaya, pemimpin gereja Y tidak dipenuhi lagi oleh Roh Kudus. Kemudian Yesaya mendapatkan inspirasi dari Roh Kudus untuk mendirikan gereja baru, yang bernama gereja X. Dalam keterbatasan saya tentang teologi dan juga pengertian saya yang dangkal, saya bertanya kepada mereka, “Bagaimana bila suatu saat, karena sesuatu hal, ada umat di gereja X yang juga mendapat inspirasi dari Roh Kudus untuk mendirikan gereja baru, bukankah nanti dapat terjadi ada gereja X1, X2, dan seterusnya?”

Kalau kita meneliti dengan jujur, inilah yang terjadi  sekarang ini. Ada lebih dari 28,000 denominasi gereja di dunia. Data di Amerika menunjukkan bahwa setiap minggu ada satu gereja baru muncul, dan kemudian dalam dua generasi akan lenyap. Keberadaan gereja yang ‘timbul dan tenggelam’ sudah menjadi hal yang biasa pada saat ini. Pertanyaan-nya adalah, “Mengapa gereja terpecah-pecah, dan kalau memang ini semua dari Roh Kudus, mengapa tidak ada kesatuan? Padahal kita tahu bahwa Roh Kudus adalah Roh Pemersatu dan bukan roh pemecah.”

Perpecahan Gereja terjadi dari awal jemaat sampai sekarang

Catatan sejarah menunjukkan bahwa sejak jemaat awal, akibat dari dosa, benih-benih perpecahan sudah ada. St. Paulus mengingatkan jemaat di Roma dan di Korintus untuk menghindari perpecahan (Rom 16:17; 1 Kor 1:10; 11:18-19; 12:25). Namun, sayangnya perpecahan ini tetap terjadi, mulai dari Docetism (90-451), Gnosticism (100), Manichaeism (250) dan seterusnya. Di abad- abad berikutnya,   perpecahan gereja terus terjadi, contohnya:

  • Gereja Timur Orthodox (1054).
  • Gereja Anglikan di Inggris (abad ke 16), didirikan oleh Raja Henry VIII.
  • Lutheran dan Calvinis di Jerman (abad ke 16), didirikan oleh Luther dan Calvin.
  • Methodis di Inggis (1739), didirikan oleh John Wesley.
  • Kristen Baptis (1639), didirikan oleh Roger Williams.
  • Anabaptis (1521), didirikan oleh Nicolas Stork.
  • Presbyterian di Skotlandia (1560).
  • Mormon di Amerika (1830), didirikan oleh Joseph Smith.
  • Saksi Yehovah di Amerika (1852-1916), didirikan oleh Charles Taze Russell.
  • Unification Church di Korea (1954), didirikan oleh Rev. Sun Myung Moon.

Perpecahan ini terus bertambah setiap hari sampai saat ini, walaupun sesungguhnya, perpecahan bertentangan dengan pesan Yesus yang terakhir sebelum sengsara-Nya. Yesus berdoa untuk semua orang yang percaya kepada-Nya agar bersatu seperti Ia bersatu dengan Allah Bapa agar dunia bisa percaya kepada-Nya (lih. Yoh 17:21).

Mungkin ada orang yang berargumentasi, bahwa banyaknya gereja tidaklah berarti perpecahan, karena semua gereja percaya akan Trinitas, juga kepada Yesus. Namun, kalau kita teliti lebih lanjut, sebetulnya tidaklah demikian, karena ada gereja-gereja tertentu yang tidak percaya akan ke-Allahan Yesus. Juga gereja-gereja tersebut tidak mempunyai ajaran yang sama. Contohnya: baptisan bayi diperbolehkan atau tidak? Ada berapakah jumlah sakramen? Isu-isu tentang otoritas, dan lain sebagainya. Selanjutnya, kita juga mengetahui bahwa Martin Luther sendiri bertentangan dengan John Calvin dalam pengajaran tentang sakramen pengampunan dosa, dan hal perbedaan ajaran terjadi juga di antara sesama gereja-gereja non- Katolik.

Benarkah: yang penting Kristen, namun tidak penting gereja apa…?

Ada banyak orang beranggapan bahwa yang penting adalah seseorang percaya kepada Yesus, mendapatkan keselamatan, namun tidaklah penting dari gereja yang mana. Mungkin anggapan seperti ini sedikit banyak sejalan dengan tulisan C.S. Lewis, yang mengatakan bahwa menjadi Kristen seumpama seperti banyak orang yang tinggal di rumah yang besar. Maka yang terpenting adalah, pertama- tama masuk ke rumah tersebut terlebih dahulu, sedangkan hal masuk di ruangan mana tidaklah menjadi terlalu penting. Di sini, ruangan diartikan sebagai denominasi gereja-gereja.

Kalau kita merenungkan lebih jauh dan meneliti tentang hakekat gereja dengan menggunakan argumen dari C.S. Lewis, kita dapat mempertanyakan bahwa bagaimana mungkin banyak orang bisa tinggal dalam satu rumah, memilih ruangan masing-masing, namun tidak mempunyai aturan dan ajaran yang sama? Bahkan yang menyedihkan adalah ada kemungkinan orang-orang tersebut masih mempertanyakan tuan rumah dari rumah tersebut. Kita melihat bahwa di kehidupan rumah kita, masing-masing rumah tangga mempunyai peraturan yang harus ditaati, agar semuanya dapat hidup dengan baik. Yesus mengatakan kalau suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan (Mrk 3:25). Kalau sebuah rumah yang besar terpecah-pecah dalam berbagai ajaran dan aturan moral yang berlainan, maka rumah besar itu tidak akan bertahan. Santo Paulus sendiri memperingatkan jemaat di Roma dan Korintus untuk menghindari perpecahan (Rom 16:17, 1 Kor 1:10, 12:25). Jika pemahaman yang diajarkan oleh C.S Lewis ini benar, maka, seharusnya semakin lama semua orang yang sama-sama tinggal di rumah itu semakin bersatu, dan bukannya semakin terpecah.

Gereja Tuhan hanya ada satu dan tidak mungkin banyak

Namun kenyataanya tidaklah demikian, perpecahan demi perpecahan mewarnai gereja-gereja tersebut. Dari buah-buah perpecahan yang terjadi di gereja-gereja di dunia ini, maka timbul pertanyaan, apakah semuanya itu datang dari Tuhan. Kalau datang dari Tuhan, mengapa gereja- gereja itu mempunyai ajaran yang berbeda-beda? Pertanyaan ini dapat dijawab jika dipahami tentang hakekat Gereja itu sendiri.

Gereja, seperti yang dinyatakan oleh Santo Paulus, adalah Tubuh Mistik Kristus,[4] di mana Kristus adalah Kepala, dan Gereja adalah anggota-anggota tubuh-Nya (Ef 5:23-32). Sama seperti tubuh manusia, semua organ diatur oleh mekanisme tubuh yang bersumber pada otak manusia atau di kepala manusia. Demikian juga dengan Gereja. Gereja sebagai tubuh harus mengikuti keinginan Kepalanya, yaitu Kristus. Kalau Yesus sendiri menghendaki agar para anggota-Nya bersatu, maka mereka harus mengikuti. Persatuan ini dikehendaki oleh Kristus, sehingga Ia dapat mempersiapkan, menguduskan, dan mempersembahkan Gereja-Nya sebagai mempelai yang kudus (Ef 5:27). Sama seperti perkawinan yang kudus hanya terdiri dari satu mempelai pria dan satu mempelai wanita, maka Gereja Tuhan -sebagai Mempelai Kristus- juga harus hanya ada satu dan tidak mungkin banyak.

Kristus hanya mendirikan satu Gereja, yaitu Gereja yang didirikan di atas Rasul Petrus (Mat 16:18) , dan Kristus menghendaki Gereja-Nya tetap satu agar menjadi saksi hidup bagi kesatuan antara Diri-Nya dengan Allah Bapa (Yoh 17:20-23). Sama seperti Kristus tak mungkin menyangkal kesatuan antara Diri-Nya dengan Allah Bapa, maka Kristus-pun tak mungkin menyangkal kesatuan antara Diri-Nya dengan Gereja-Nya. Oleh karena kesatuan tersebut, kita tidak dapat memisahkan Kristus dengan Gereja-Nya; kita tidak dapat mengikuti Kristus, tetapi tidak mau bergabung dengan Gereja yang didirikan-Nya.

Manusia tidak dapat membuat Gereja, namun hanya bisa menerima dan berpartisipasi

Mungkin ada orang yang berpendapat bahwa kesatuan Gereja hanyalah bersifat spiritual, di mana para anggotanya mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. Yesus sendiri mengatakan bahwa di mana dua atau tiga orang berkumpul, maka Ia hadir (Lih. Mat 18:20). Jadi di mana ada dua atau tiga orang jemaat berkumpul,  di situlah terbentuk Gereja. Namun di sinilah letak permasalahannya, sebab hakekat Gereja bukanlah hanya sekedar komunitas[5], melainkan lebih dari itu. Kalau orang membuat suatu komunitas dan menamakan komunitas itu gereja, berarti dia membuat gereja, bukan menerima gereja sebagai suatu pemberian dari Tuhan. Manusia tidak bisa membuat Gereja, dia hanya bisa menerima dan menjadi bagian dari Gereja.[6]

Menyadari bahwa Gereja adalah pemberian Tuhan, harus membuat setiap anggota Gereja semakin rendah hati. Dan juga setiap anggota harus menyadari peran masing-masing untuk melindungi dan membuat tanda kasih Allah ini agar semakin memancarkan cahaya kasih Allah. Oleh karena itu, Gereja yang sedang mengembara di dunia ini[7], yang terdiri dari para pendosa dan para kudus harus terus menerus mengalami pemurnian dan pertobatan agar sampai kepada tujuan akhirnya, yaitu persatuan kekal dengan Allah di surga.

Kalau begitu, Gereja mana yang didirikan oleh Yesus Kristus?

Akhirnya dari semua argumen di atas, kita menarik kesimpulan bahwa Gereja yang didirikan oleh Tuhan harus mempunyai tanda-tanda: satu, kudus, katolik, dan apostolik. Satu, karena kesatuan iman, pengajaran, sakramen, kepemimpinan; Kudus, karena bersumber pada Tuhan sendiri – yang hakekatnya adalah Kudus; katolik, karena Gereja Tuhan harus universal baik dari segi waktu maupun tempat; apostolik, karena berasal dari para rasul yang telah diberi mandat suci oleh Yesus. Keempat tanda inilah yang membedakan antara Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus sendiri dengan gereja-gereja yang lain. Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik ini berada dalam Gereja Katolik.[8] Hanya Gereja Katolik-lah yang mempunyai empat tanda ini atau yang disebut “the four marks of the Church.” (Lihat artikel: Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan – bagian 1). Mengapa empat tanda ini begitu penting? Karena tanda itu adalah bukti bahwa Gereja bukan organisasi yang didirikan oleh manusia, namun didirikan oleh Yesus Kristus sendiri. Karena Gereja didirikan di atas Rasul Petrus, dan senantiasa dilindungi oleh Yesus sendiri, melalui karya Roh Kudus, maka tidak ada suatu apapun yang dapat meruntuhkan Gereja ini.[9]

Ketahanan Gereja Katolik meskipun menghadapi percobaan-percobaan sepanjang zaman membuktikan bahwa Yesus memegang janji-Nya untuk melindungi Gereja-Nya

Mungkin ada pula orang yang berpendapat, bahwa Gereja awal adalah Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus, namun kemudian menjadi tidak murni; dan baru sekitar abad 15, Gereja kemudian dimurnikan. Jadi, menurut anggapan ini, Gereja Katolik yang sekarang adalah Gereja yang tidak murni. Mari kita menelusuri keberatan dari argumen ini. Pertama, apakah mungkin bahwa Tuhan yang telah berjanji untuk melindungi Gereja-Nya (Mat 16:18) kemudian melupakan Gereja-Nya selama kurang lebih 15 abad? Kalau jawabannya mungkin, mari kita telusuri lebih jauh. Anggaplah hal tersebut benar, bahwa Gereja tidak murni lagi dan diperbaharui pada zaman reformasi. Seharusnya setelah diperbaharui, maka Gereja Tuhan akan bersatu. Namun apa yang terjadi? Sejarah membuktikan bahwa setelah zaman reformasi (atau lebih tepatnya revolusi) maka gereja justru semakin terpecah-belah, sehingga ada sekitar 28,000 denominasi sampai sekarang. Dengan demikian keberatan ini tidaklah mendasar.

Keberatan yang lain ialah anggapan yang mengatakan bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang tidak murni dan banyak korupsi di dalam Gereja. Memang, percobaan yang dialami oleh Gereja Katolik sudah begitu banyak. Sejak abad awal sudah ada begitu banyak tantangan, percobaan, dan juga serangan dari ajaran-ajaran sesat. Selanjutnya, banyak orang yang memisahkan diri dari Gereja Katolik, seperti yang telah dijelaskan di atas. Selain itu, terdapat pula percobaan yang terjadi di dalam tubuh Gereja Katolik sendiri, baik karena korupsi maupun penyalahgunaan kekuasaan di dalam Gereja, dan lain-lain. Gereja Katolik mengakui bahwa hal- hal ini terjadi karena adanya unsur manusia yang tidak sempurna[10]. Namun demikian, kenyataannya, Gereja Katolik tetap bertahan walaupun diterpa berbagai permasalahan Gereja, baik dari luar maupun dari dalam. Ini membuktikan bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang Yesus janjikan. Jika Gereja Katolik hanya buatan manusia, maka Gereja Katolik sudah runtuh dan lenyap tak berbekas.

Gereja Katolik adalah Gereja yang didirikan oleh Kristus

Sejarah mencatat bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang tetap mempunyai empat tanda, yaitu “satu, kudus, katolik, dan apostolik.” Gereja Katolik sampai sekarang mempunyai kesatuan pengajaran yang kalau ditelusuri berasal dari Yesus dan ajaran para murid dan bapa Gereja. Ajaran Gereja Katolik selalu mengambil sumber dari pengajaran Yesus dan para rasul, sebagaimana yang dilestarikan oleh para penerus mereka. Perumusan suatu ajaran yang diadakan di abad- abad kemudian bukan merupakan perubahan ataupun tambahan yang sama sekali baru terhadap suatu ajaran, namun merupakan penjelasan yang semakin menyempurnakan ajaran tersebut. Hal perkembangan ini dikenal dengan istilah “pertumbuhan organik” suatu ajaran.[11] Konsistensi ajaran Gereja dapat dibuktikan dari segi waktu maupun tempat. Gereja Katolik di semua negara dan juga di masa apapun juga mengajarkan hal yang sama.

Bagaimana dengan orang yang tidak mengenal Kristus atau umat yang sudah menjadi anggota gereja lain?

(pembahasan detail untuk topik ini akan dijelaskan dalam artikel yang lain).

Setelah kita mengetahui bahwa Gereja Katolik adalah Gereja Kristus, bagaimana dengan saudara kita yang tidak mengenal Yesus? Gereja Katolik mengajarkan bahwa orang-orang yang, karena bukan kesalahan mereka, tidak mengenal Kristus,[12] dapat juga diselamatkan, asalkan mereka mengikuti hati nurani mereka dan melaksanakan hukum kasih[13], di mana mereka juga digerakkan oleh rahmat Ilahi.[14] Namun keselamatan mereka tetap diperoleh dari Yesus Kristus.[15]

Bagaimana juga dengan saudara kita yang menjadi anggota gereja lain? Dokumen Konsili Vatikan II menjelaskan, bahwa ada unsur-unsur kekudusan dan kebenaran di dalam gereja yang lain, seperti misalnya memegang nilai-nilai suci yang terdapat di Alkitab, hidup di dalam kasih, dll. Bahkan Gereja Katolik mengakui pembaptisan mereka.[16] Jadi mereka mempunyai kesatuan dengan Gereja Katolik dalam hal baptisan. Konsili menegaskan bahwa “andaikata ada orang, yang benar-benar tahu, bahwa Gereja Katolik itu didirikan oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai upaya yang perlu, namun tidak mau masuk ke dalamnya atau tetap tinggal di dalamnya, ia tidak dapat diselamatkan.” (Konsili Vatikan II, Konstitusi tentang Gereja, Lumen Gentium 14)

Bagaimana dengan umat Gereja Katolik?

Akhirnya, bagaimana dengan umat Katolik sendiri? Apakah mereka semua dapat diselamatkan? Konsili Vatikan II menegaskan akan pentingnya kita untuk terus berjuang hidup kudus, yaitu dengan mengasihi Tuhan dan sesama ((lih. Lumen Gentium 14)). Orang Katolik yang tidak mempraktekkan kasih, hanyalah menjadi anggota Gereja secara jasmani, namun bukan secara rohani, dan orang yang sedemikian tidak dapat diselamatkan.[17] Hal ini disebabkan karena mereka sudah mengetahui hal yang benar, namun mereka tidak melakukannya (Lih. Luk 12:47-48).

Mungkin ada dari kalangan non- Katolik yang mengatakan bahwa percuma saja menjadi Katolik kalau kehidupannya tidak sesuai dengan apa yang diajarkan Yesus. Pernyataan ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua yang menjadi anggota Gereja Katolik – yang seharusnya telah mengetahui bahwa kepenuhan kebenaran ada pada Gereja ini – untuk senantiasa berjuang setiap hari untuk melaksanakan kasih dan hidup kudus. Hidup kudus merupakan cara untuk ” menjadi saksi Kristus dan membangun Gereja” yang paling efektif, seperti yang telah dilakukan oleh para orang kudus. Kita tidak bisa mengasihi Yesus, kalau kita tidak mengasihi Tubuh-Nya, yaitu Gereja. Dan Gereja-Nya berada di dalam Gereja Katolik. Mari kita renungkan, sudahkah kita semua mengasihi Yesus?


[1]Untuk dapat percaya kepada Yesus sebagai Tuhan diperlukan berkat dari Tuhan yang menggerakkan hati kita. St. Paulus berkata bahwa bahwa tidak ada seorangpun dapat mengaku bahwa Yesus Tuhan kecuali oleh kuasa Roh Kudus (1Kor 12:3). Dalam teologi, ini dikenal dengan “actual grace” atau rahmat pembantu (Lih KGK 2000, 2024). Actual grace ini membawa orang kepada pertobatan untuk akhirnya menerima pembaptisan.

[2] Rasul Yohanes mengatakan “..dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh 8:32). Menempatkan kebenaran di atas segalanya termasuk diri sendiri akan membawa manusia kepada kebenaran sejati, yaitu Tuhan sendiri. Pada saat manusia menempatkan diri sendiri lebih tinggi daripada kebenaran, maka manusia menempatkan diri sendiri lebih tinggi daripada Tuhan.

[3] (Lih. Yoh 14:6) “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

[4] Pius XII, Encyclical Letter: Mystical Body of Christ and Our Union With Christ (Pauline Books & Media), para. 60-62.

[5] Menganggap gereja hanya sebagai komunitas, secara tidak langsung mengurangi bahkan menghilangkan dimensi Ilahi dari Gereja. Padahal, Gereja mempunyai dua dimensi: manusia – Ilahi, cara – tujuan (means – end), sebuah konstitusi – hubungan secara pribadi dengan Tuhan. Pembahasan lebih jauh tentang dua dimensi dari Gereja, dapat dilihat dalam artikel: Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Allah – Bagian 2)

[6] Cardinal Joseph Ratzinger, “The Ecclesiology of Vatican II,” http://www.ewtn.com/library/curia/cdfeccv2.htm: Ch. 2. – Cardinal Ratzinger mengatakan bahwa sama seperti iman dan sakramen, manusia tidak bisa membuat Gereja, namun menerimanya dari Kristus. Kalau iman, gereja, dan sakramen adalah tanda kasih Allah, maka kasih tersebut hanya bisa diterima. Manusia tidak bisa membuatnya, namun manusia dapat turut berpartisipasi dalam kasih Allah.

[7] Gereja Tuhan adalah satu, yang terdiri dari Gereja yang mengembara di dunia ini, Gereja yang jaya di surga, dan gereja yang menderita atau dimurnikan di Api penyucian.

[8] Lihat Lumen Gentium 8, “Itulah satu-satunya Gereja Kristus yang dalam Syahadat iman kita akui sebagai Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik[12]. Sesudah kebangkitan-Nya Penebus kita menyerahkan Gereja kepada Petrus untuk digembalakan (lih. Yoh 21:17). Ia mempercayakan Gereja kepada Petrus dan para rasul lainnya, untuk diperluas dan dibimbing (lih. Mat 28:18 dsl), dan mendirikannya untuk selama-lamanya sebagai “tiang penopang dan dasar kebenaran” (lih. 1Tim 3:15). Gereja itu, yang di dunia ini disusun dan diatur sebagai serikat, berada dalam Gereja Katolik, yang dipimpin oleh pengganti Petrus dan para Uskup dalam persekutuan dengannya[13], walaupun diluar persekutuan itupun terdapat banyak unsur pengudusan dan kebenaran, yang merupakan karunia-karunia khas bagi Gereja Kristus dan mendorong ke arah kesatuan katolik.”

[9] (Lih Mat 16:16-19). Yesus berkata ” Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Catatan: Di dalam terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia, dikatakan “jemaat-Ku”. Namun dalam bahasa aslinya adalah “ekklesia” yang berarti “gereja”. Yesus mengatakan bahwa Dia akan mendirikan Gereja-Ku. Ini sebabnya bahwa manusia tidak dapat mendirikan gereja, karena Yesus sendiri yang mendirikan Gereja-Nya, dan Yesus berkata Gereja bukan gereja-gereja. Jadi Gereja ini hanya ada “satu”.

[10] Pius XII, Encyclical Letter of Pius XII On The Mystical Body of Christ: Mystici Corporis (Boston: Pauline Books & Media), 66. Paus Pius XII menegaskan bahwa dosa dari anggota Gereja tidak bisa ditujukan kepada Gereja itu sendiri, karena Gereja itu pada dasarnya kudus. Ketidaksempurnaan ini ditujukan kepada anggota Gereja yang memang semuanya mempunyai kecenderungan untuk berbuat dosa (concupiscence). kecenderungan untuk berbuat dosa adalah sebagai akibat dari dosa dari manusia pertama.

[11] Cardinal Newman, dalam bukunya “An Essay of the Development of Christian Doctrines“, meneliti bahwa Gereja yang mempunyai pengajaran yang benar adalah Gereja yang mempunyai perkembangan ajaran yang dapat ditelusuri sampai kepada zaman awal kekristenan, yang bersumber pada Yesus sendiri. Ini berarti harus ada konsistensi dalam hal pengajaran, sama seperti perkembangan pohon kecil ke pohon yang besar. Yang dimaksudkan dari kecil ke besar adalah ajaran yang sama, namun perkembangannya hanya untuk karena ia menempatkan kebenaran di atas segalanya, ia berpindah dari gereja Anglikan ke Gereja Katolik.

[12] Sebagai contoh orang yang tinggal di pedalaman Kalimantan, Irian Jaya, atau pedalaman di China, dll. Ada sebagian dari mereka yang tidak pernah mendengar tentang Kristus. Dan hal ini bukan akibat kesalahan mereka. Tentu saja, kita tidak bisa mengatakan bahwa mereka pasti masuk neraka.

[13] (Lih Roma 2:14-16). St. Paulus mengatakan hukum Tuhan sudah ditulis di setiap hati nurani manusia. Karena manusia diciptakan menurut gambaran Allah dan juga diciptakan untuk mencapai tujuan akhir – yaitu persatuan dengan Allah – maka Tuhan memberikan hukum yang tertulis di dalam setiap hati nurani manusia.

[14] Vatican II, Dogmatic Constitution on the Church: Lumen Gentium (Pauline Books & Media, 1965), 16. ” ….. Penyelenggaraan ilahi juga tidak menolak memberi bantuan yang diperlukan untuk keselamatan kepada mereka, yang tanpa bersalah belum sampai kepada pengetahuan yang jelas tentang Allah, namun berkat rahmat ilahi berusaha menempuh hidup yang benar. Sebab apapun yang baik dan benar, yang terdapat pada mereka, oleh Gereja dipandang sebagai persiapan Injil, dan sebagai kurnia Dia, yang menerangi setiap orang, supaya akhirnya memperoleh kehidupan.”

[15] Seluruh keselamatan umat manusia datang dari misteri Paska Yesus (wafat, kebangkitan, dan kenaikan Tuhan Yesus).

[16] (Lih Ef 4:5) – St. Paulus menegaskan akan kesatuan umat beriman dalam “satu Tuhan, satu iman, dan satu baptisan “. Pengakuan baptisan yang diakui adalah baptisan dengan formula Trinitas.

[17] Vatican II, Dogmatic Constitution on the Church: Lumen Gentium, 14.

169
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
64 Comment threads
105 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
78 Comment authors
starlibra_14theoarnoldHendySahputra J Matondang Recent comment authors
Titus Anindya P
Guest
Titus Anindya P

Syalom rekan2 katolisitas.org yang terkasih dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus… Perkenalkan, saya Titus dari GPIB, salah satu gereja Protestan/Reformed di Indonesia. Saya memang bukan orang Katolik namun saya sangat suka dengan sejarah gereja yang banyak saya dapatkan dari rekan2 umat Katolik yang sudah memulai peradabannya jauh lebih lama dari Protestan. Saya juga sangat kagum dengan kesatuan iman umat Katolik yg sampai hari ini masih berada dalam satu naungan Gereja yang Kudus dan Am. Bahkan sampai sekarang saya juga masih suka “merinding” bila menyaksikan siaran langsung Misa Natal dari Vatikan di televisi yang begitu khidmat dan sakral. Saya membayangkan betapa… Read more »

Christina Mussie
Guest
Christina Mussie

Shalom… Saya dari Malaysia,saya telah membaca artikel-artikel di dalam Tanya Jawab.Saya penganut agama katolik dan suami saya penganut agama Seventh Day Adventis (SDA) dan kami berdua pun tidak dapat berkahwin di gereja Katolik atas sebab-sebab tertentu.Saya sekarang berusaha untuk memujuk suami saya supaya kami dapat berkahwin di gereja katolik tapi usaha saya itu di di balasnya dengan alasan ‘Ya, gereja katolik memang yang pertama di mata dunia tetapi adakah penganut katolik masih merujuk kepada Imamat 10:8-11 tentang larangan minuman keras, Imamat 11:1-59 tentang bintang yang haram dan tidak haram, Keluaran 20:1-17 tentang kesepuluh firman tuhan, Kejadian 31:12-17 tentang peringatan untuk… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Christine Mussie, Gereja Katolik tentu menerima Kitab Perjanjian Lama, sebab Kitab Perjanjian Lama merupakan bagian dari Kitab Suci. Namun demikian, Gereja Katolik membaca Kitab Perjanjian Lama dalam terang dan kaitannya dengan Perjanjian Baru, di mana apa yang dituliskan dalam PL merupakan gambaran samar- samar, akan apa yang kemudian digenapi di dalam PB oleh Kristus. Maka Gereja Katolik tidak mengambil sumber dari Kitab Perjanjian Lama saja, tanpa melihat kaitannya dengan Perjanjian Baru. Tentang hal ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik. Secara khusus tentang makanan/ minuman haram, dibahas di sini, silakan klik. Sedangkan, pembahasan tentang hari Sabat, dan mengapa… Read more »

Bernardus Aan
Guest
Bernardus Aan

Salam Damai Kristus bu Ingrid, Berkenaan dengan pertanyaan di atas dan hal ini memang pernah dibahas sebelumnya pada link yang ibu sebutkan, Namun yang saya tanyakan adalah mengenai makna yang dalam ketika Kristus selama penjelmaanNYA menjadi manusia dan bersabda sebagai berikut : Mt. 5:17-20 mengatakan “17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19 Karena itu siapa yang… Read more »

jhon
Guest
jhon

syaloom…………..
sya cuma mau tanya kenapa saat sekarang initerlalu banyak aliran dalam aga ma kiristen??? saya sendi terkadang berpikir sebenar nya mana yg benar?????????
terimah kasi/God Bless

Edwin
Guest
Edwin

Pak Stef dan Bu Ingrid, Saya sedang kebingungan mengenai Kardinal. Dari hasil kunjungan ke http://www.catholic-hierarchy.org saya menemukan ada 3 macam Cardinal yaitu Cardinal Deacon, Cardinal Priest, dan Cardinal Bishop. Sedangkan setahu saya seseorang yang menerima jabatan Kardinal kalau belum menerima tahbisan Uskup diminta untuk menerima tahbisan Uskup terlebih dahulu. Walaupun saya sendiri pernah bertemu dengan seorang Kardinal yang bukan Uskup di kota Roma. Dengan alasan umur uzur dan kesehatan beliau minta dispensasi dari Paus agar tidak ditahbiskan sebagai Uskup. Pertanyaan saya apa perbedaan dari 3 macam Cardinal tersebut di atas? Apa kriteria Paus dalam menentukan seseorang masuk ke salah satu… Read more »

Rm Gusti Kusumawanta
Member

Edwin Yth

Benar dalam sejarah Gereja kita mengenal kardinal diakon, imam dan uskup. Namun sekarang dengan Surat Apostolik dari Paus tentang pengangkatan kardinal selaku penasehat Paus dan calon Paus hal itu tidak ada lagi. Kardinal harus Uskup yang sudah ditahbiskan di dalam Gereja Katolik. Kardinal Julius masih bisa diundang dalam konklaf pemilihan Paus meskipun sudah pensius sebagai Uskup.

salam
Rm Wanta

Stefani
Guest
Stefani

Mohon tanya, bagaimana saya harus menyikapi bila ada seorang teman katolik yang tidak ke gereja lagi dengan alasan ia lebih memilih menjalankan imannya dari hati (dengan berdoa, membaca kitab suci, renungan, bersikap baik) daripada menjalankan ritual. Mohon pencerahannya. Terima kasih

aviras
Guest
aviras

“Mengapa gereja terpecah-pecah, dan kalau memang ini semua dari Roh Kudus, kenapa tidak ada kesatuan? Kita tahu bahwa Roh Kudus adalah Roh Pemersatu bukan roh pemecah.”

maaf, saya orang bodoh yang baru tahu adanya katolisitas.org. ingin bertanya
Bukankah di katholik, arti gereja adalah umat? (maaf bila ada pendapat/ arti lain)
Tetapi yang saya tangkap dari paragraf / kalimat di atas adalah gereja dalam arti perkumpulan/ kelompok
Apakah benar?

Mohon diberi pencerahannya…

salam damai..

Herman Jay
Guest
Herman Jay

Berulang kali dikatakan bahwa kepenuhan dan keutuhan ajaran Kristus hanya terdapat dalam Gereja Katolik ? Bukankah ini mencerminkan sikap arogansi Gereja Katolik, padahal kebenaran sempurna hanya ada pada Tuhan? Apa dasar alkitabiah yang menguatkan bahwa kepenuhan ajaran hanya terdapat di dalam gereja Katolik.

Olvy
Guest
Olvy

Saya jadi ikutan mau bertanya pada semua team katolistas Gereja katolik roma mulai kapan memiliki Alkitab ? Apakah tau? Kalo gereja yang benar seperti yang diklaim mestinya dari semula dia punya Alkitabnya ya…… Edited: Tentu saja supaya jelas maksud pertanyaan saya, yang saya tanyakan mulai tahun berapa gereja katolik roma memiliki Alkitab ? Terima Kasih….. Tanggapan saya lainnya tentang Mat 16:16-19 16 Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” 17 Kata YESUS kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. 18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Olvy, 1. Kitab Suci yang ada pada kita sekarang berasal dari kanon Kitab Suci yang ditentukan oleh Magisterium Gereja Katolik, yaitu oleh Paus Damasus I pada tahun 382, dilanjutkan dengan Konsili Hippo, 393 dan Konsili Carthage, 397. Silakan anda membaca artikel ini, silakan klik, untuk mengetahui asal usul terbentuknya Kitab Suci. 2. Anda benar sewaktu mengatakan bahwa dalam Mat 16:17-19, Yesus berbicara kepada Rasul Petrus, dan Ia mendirikan Gereja-Nya di atas Rasul Petrus. Selanjutnya tentang hal ini, sudah pernah kami tuliskan di artikel ini, silakan klik. Jadi anda benar juga sewaktu mengatakan bahwa Gereja itu bukan semata berarti bangunan,… Read more »

Laila
Guest
Laila

Shalom Steve, keterikatan dalam satu tubuh. Siapakah yg disebut gereja Tuhan, Tubuh KRISTUS? Bukankah mereka yg beriman kepada KRISTUS. Bagaimana jika ia berbeda denominasi? Apakah ia bukan termasuk tubuh KRISTUS? Apakah Tubuh KRISTUS harus satu gereja dalam pengertian satu denominasi? Perbedaan. Mungkinkah dalam satu tubuh mempunyai doktrin yg berbeda bahkan bertentangan? Jawabnya mungkin saja. Sebab manusia yg memiliki akal dan kebebasan telah memberikan peluang terjadinya hal tersebut. Ini adl ttg persepsi. Con: seorang ayah sedang mengendarai mobil dg anaknya yg berumur 8 th. Kemudian terjadi kecelakaan dan anak tersebut terluka dibagian kepalanya sehingga mengeluarkan darah yg banyak dan pingsan. Kemudian… Read more »

Lukas Cung
Guest
Lukas Cung

Shalom Laila, Saya jadi ingin berkomentar setelah membaca tulisan Anda di atas tentang perbedaan; mungkin saja dalam satu tubuh mempunyai doktrin yang berbeda, bahkan bertentangan. Anda menulis: Perbedaan. Mungkinkah dalam satu tubuh mempunyai doktrin yg berbeda bahkan bertentangan? Jawabnya mungkin saja. Sebab manusia yg memiliki akal dan kebebasan telah memberikan peluang terjadinya hal tersebut. Ini adl ttg persepsi. Komentar saya: Walaupun dalam tulisan Anda berikutnya, Anda menulis: “tidak ingin berkutat ttg apakah doktrin adl ttg persepsi ataukah tidak”, tetapi saya ingin mengomentari contoh yang Anda berikan di atas, tentang ayah yang mengendarai mobil bersama anaknya yang berumur 8 tahun. Di… Read more »

David
Guest
David

Saya mempertahtikan kalimat diatas adanya kata Kudus. yang dimaksud disini setelah saya baca sepintas dari posting ini ingin mengatakah hanya katolik gereja kudus yang didirikan Tuhan. Sebaliknya saya tidak sependapat dengan ini. Banyak saya baca ketidak kudusan gereja katolik. tentang pembantaian orang2 Yahudi ternyata beberapa tahun lalu pope john II minta maaf, berarti tuduhan banyak pihak bahwa vatican dibalik ini benar. Kalau kita perhatikan beberapa bulan di Yahoo dimuat berita bahwa tuntutan oleh 300 pengacara Yahudi supaya bank of Vatican mengembalikan uang dari orang2 Yahudi yang di tranfer(baca rampok) oleh vatican dan disimpan dibanknya untuk dikembalikan sayangnya pengadilan san fransisco… Read more »

Piony
Guest
Piony

Bu Inggrid & Pa Stef yang dikasihi Tuhan…. Saya sangat kagum dengan kesabarannya menanggapi setiap pertanyaan maupun komentar yang kadang menjengkelkan, nyeleneh dll. Mau tanya dikit ni (nyeleneh tapi, maaf ya!): 1. Sifat gereja katolik adalah: satu, kudus, katolik dan apostolik. Mengapa memilih kata Katholik sebagai nama gerejanya bukan satu, kudus atau apostolik. 2. Katanya gereja katolik tidak pernah pecah, tapi kalau sepengetahuan saya gereja katolik ortodoks (gereja timur) juga adalah gereja katolik yang konon memiliki aturan (liturgi dsb) sama persis dengan gereja katolik. Bahkan yang pernah saya dengar (sumber kurang dipercaya) katanya doa syukur agung yang dipakai pada ekaristi… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Piony, 1. Tentang nama Gereja “Katolik” yang dipilih, dan bukan ‘satu’ atau ‘kudus’ atau ‘apostolik’, berkaitan juga dengan: 1) makna yang ingin dicapainya sebagai Gereja yang ‘lengkap’/ menyeluruh/ universal, yang mencakup seluruh dunia. Ini sesuai dengan amanat Kristus kepada para rasul sebelum kenaikan-Nya ke surga untuk mewartakan Kabar Gembira ke seluruh dunia (lih. Mat 28:19-20); 2) fakta sejarahnya, bahwa nama “Katolik” tersebut yang dipakai/ ditekankan oleh para Bapa Gereja, terutama oleh St. Ignatius dari Antiokhia untuk membedakan Gereja yang setia dengan ajaran para rasul dengan mempertahankan doktrin yang lengkap, dengan aliran sesat yang berkembang pada saat itu (yaitu Docetism… Read more »

Adri A
Guest
Adri A

Salam sejahtera Ibu ingrid, Saya masih belum menemukan detail kepastian tentang bahwa Tuhan Yesus mengajarkan atau membentuk gereja khatolik secara specifik di alkitab, apakah gereja yg di maksud ibu inggrid itu gedungnya atau pribadi masing2 karena dalam alkitab ada di katakan apa yg kamu lihat dan kamu dengar sebarkan, mkn benar nama gereja pada waktu itu dinamakan katolik tetapi yg yg melakukan dan apa yg Tuhan Yesus ajarkan, tp sekarang sepertinya ada penanmbahan buatan manusia yg mengatas namakan bahwa ini yg dari Tuhan, Saya belum liat ada sesuatu yg bisa menyaknkan saya bahwa dengan masuk katolik atau mengimani iman katolik… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Adri, 1. Kitab Suci jelas mengatakan bahwa Tuhan Yesus mendirikan Gereja-Nya di atas Rasul Petrus dan Ia berjanji bahwa alam maut tidak akan menguasai Gereja-Nya (Mat 16:18) dan Yesus akan menyertai Gereja-Nya sampai akhir jaman (Mat 28:19-20). Nah dari sini kita mengetahui bahwa Gereja yang didirikan oleh Yesus itu adalah Gereja Katolik, yang dipimpin oleh Paus yang mempunyai jalur kepemimpinan yang diturunkan dari Rasul Petrus. Paus Benediktus XVI adalah Paus ke 265, sedang Rasul Petrus adalah Paus yang pertama. Walau istilah ‘paus’ (=bapa) belum ada pada jaman Rasul Petrus, itu tidak mengubah fakta bahwa kepemimpinannya sebagai bapa bagi para… Read more »

johanes
Guest
johanes

itulah yang dimaksudkan oleh St Paulus sebagai : IMAN, PENGHARAPAN , dan KASIH. Menurut saya kalau ada gereja (protestan) yang berani mengajarkan bahwa “sekali selamat tetap selamat” sepertinya tidak sesuai dengan apa yang St Paulus ajarkan.

Budi Darmawan Kusumo
Guest
Budi Darmawan Kusumo

lho kalo Gereja Katolik Timur baru ada sejak tahun 867 M, ya berarti Gereja Katolik Timur dong yang menjiplak dari Gereja Katolik Roma ( Barat ), karena yang Gereja Katolik Roma sudah ada sejak YESUS sendiri yang mendirikan

Ingrid Listiati
Member

Shalom Budi Darmawan,
Gereja Timur Othodox memisahkan diri dari Gereja Katolik Roma pada abad ke- 9 dan pemisahan ini benar- benar nyata pada tahun 1054. Namun mereka sebenarnya juga mempunyai jalur apostolik yang bersumber pada para rasul. Hanya memang pada sekitar abad ke -9 terjadi pemisahan yang dipelopori oleh Photius, berkisar atas istilah ‘filioque’ dalam Credo Aku Percaya. Hal ini pernah dibahas di sini, lihat point 3, Filioque. silakan klik.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

richard
Guest
richard

Izin copy paste ya buat disebar ke media gereja katolik q dan situs pertemanan seperti facebook, friendster, twitter…tenang aja nti gw akan menyebutkan sumber dan nama penulisnya

andryhart
Guest
andryhart

Shalom, Dalam pertemuan lingkungan kami sering disinggung oleh Bapak Prodiakon bahwa keluarga Katolik yang baik harus mendidik anak-anaknya untuk tetap menjadi penganut Katolik yang baik. Mereka harus mencari jodoh yang Katolik dan menikah dengan sakramen pernikahan menurut tatacara Gereja Katolik. Orangtua yang tidak berhasil melakukan hal ini bukanlah penganut Katolik yang baik. Saya sendiri sebagai orangtua merasakan bahwa jika benar demikian, maka saya dan isteri saya bukanlah keluarga Katolik yang baik karena salah satu anak kami telah beralih kepada agama lain kendati tetap di dalam Kristus. Bahkan dia telah membangun gerejanya sendiri dan membiayainya dengan penghasilannya. Meskipun tetap menghormati ajaran… Read more »

Felix Sugiharto
Guest
Felix Sugiharto

Shalom sdr Andryhart Penuturan yang anda alami hampir serupa dengan “keadaan” yang saya jalaninya saat ini, pergumulan ini telah membawa saya hampir selama 12 tahun lamanya dan saat ini masih berlangsung. Apapun yang anda ceritakan mungkin masih merupakan sebagian dari yang anda alami, dimana anda merpakan keluarga Katolik, saat ini anak anda telah tumbuh dewasa serta telah berkeluarga.. Pengalaman saya sedikit berbeda, saya membangun keluarga belum dilandasi oleh agama manapun, pernikahan kami di karuniai 2 orang anak akan tetapi saya tetap memilih menyerahkan pendidikan anak2 saya di sekolah Katolik sejak mereka TK hingga SMA. Anak puteri (sulung) kami oleh karena… Read more »

hendri
Guest
hendri

Hati saya sedih melihat banyak orang non katolik menyerang gereja katolik bertubi2….
mengapa mereka terus2an mencari2 kesalahan pada kita… sedangkan kita tidak pernah menyinggung mereka…

Semoga Kasih Tuhan tetap menguatkan Iman kita dan semoga kita bisa mempertanggungjawabkan iman kita
dengan lemah lembut dan hormat..

1 Petr 3:15
Rom 1:16

Tuhan Memberkati kita semua!

Aquilino Amaral
Guest
Aquilino Amaral

Saya sampai tidak habis berpikir tentang para golongan dari gereja lain masih tetap keras kepala mempertahankan gereja mereka dan/atau pandagan mereka yang keliru terhadap gereja dan terlebih salah penabsiran terhadap Alkitab. maka dengan rahmat kasih Yesus Kristus dapat membimbing arah dan pandangan mereka agar mereka sadar bahwa gereja Katoliklah gereja yang didirikan oleh Tuhan kepada Rasul Petrus.

Semoga gereja lain dapat dibimbing oleh roh kudus yang sama. Amin

Aquilino Amaral

skywalker
Guest
skywalker

[quote] Kenyataannya, Gereja Katolik tetap bertahan walaupun menghadapi berbagai permasalahan Gereja, baik dari luar maupun dari dalam. Hal ini membuktikan bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang Yesus janjikan. Kalau Gereja Katolik hanya buatan manusia, seharusnya Gereja Katolik sudah runtuh dan lenyap tak berbekas [unquote]

apakah kalau sesuatu itu tidak runtuh SELALU membuktikan bahwa ybs bukan buatan manusia ?
argumen yang sama bisa diklaim oleh SEMUA agama-agama besar dunia yang lain bukan ?
Bahkan mungkin pun dapat diklaim oleh paham macam kapitalisme – karena kapitalisme tetap bertahan maka ia bukan buatan manusia ?

mohon koreksi

christ
Guest
christ

p stef, saya butuh artikel tentang perpecahan gereja(lengkap), termasuk bidaah-bidaah yang sekarang mulai marak lagi (saksi yehova). 2 orang saudara ketua lingkungan saya sudah 2 tahun ini ikut aliran ini di jakarta. tolong ya pak, terima kasih. berkah Dalem…

skywalker
Guest
skywalker

Berita dari Irlandia seputar abuse oleh oknum kaum berjubah menambah lembaran hitam gereja Katolik
http://network.nationalpost.com/np/blogs/fullcomment/archive/2009/05/21/ireland-contemplates-its-holocaust-of-abuse-and-decades-of-denial.aspx

teoritis, gereja katolik – mungkin saja lebih unggul [seperti kita bisa baca diatas] – namun pada akhirnya gereja tidak lebih dari sekumpulan manusia yang lemah dan rentan terhadap dosa
semoga hal macam ini hanya kasus yang terisolasi dan bukan kanker yang sudah menyebar dalam dan membusukan gereja

Ingrid Listiati
Member

Shalom Skywalker, Ya, selayaknya kita memang turut berprihatin jika membaca berita-berita negatif seperti yang ada di link yang anda sebutkan. Ini memang menunjukkan bahwa Gereja memang mempunyai aspek ilahi dan aspek manusiawi. Aspek ilahinya sungguh kudus, sebab Gereja didirikan oleh Kristus dan dijiwai oleh Roh Kudus, namun, aspek manusiawinya, memang senantiasa harus terus bertobat dan berjuang untuk hidup kudus. Dengan kata lain, kita memang harus menerima, bahwa Gereja memang terdiri dari orang-orang kudus dan pendosa; "saints and sinners", dan memang sepanjang kita hidup di dunia, kita semua harus berjuang untuk bertumbuh dalam kekudusan. Tak hanya para imam, tetapi juga para… Read more »

skywalker
Guest
skywalker

[quote] Memang para imam adalah manusia biasa, namun sebenarnya mereka telah dipilih Allah secara khusus untuk melanjutkan pelayanan-Nya di dunia [unquote] terlalu berat sebelah IMHO – karena anda dan saya yang tidak dipanggil jadi klerus tetap juga melayani ALLAH dengan cara kita masing2 – Gereja Katolik IMHO bosa jatuh pada kultus klerus- menomor duakan awam (sekaligus melanggengkan ketimpangan dan ketergantungan awam pada klerus) saya tidak anti klerus – yang mau dan merasa dipanggil silakan saja – tetapi tidak lantas klerus menjadi lapisan elit tersendiri yang berhak atas privilese – kalau minta privilese karena sudah berkorban (misal tidak menikah dsb) –… Read more »

Mari
Guest
Mari

Shalom
Saudara stefanus, saudara ingrid.
Saya kagum ama kalian yg begitu sabar mau mnjawab pertanyaan kami. Oiya sbenarnya saya dari agama kristen, saya mau tanya kalo di ibadah kristen tiap blnnya ada perpuluhan,apa benar di misa katolik tdk ada perpuluhan? Jika memang tidak ada bukannya trdapat di kitab mal 3:6-12. Saya mau nanya lg, misalnya saya d kristen sdh di baptis lalu saya pindah ke katolik apa perlu d baptis ulang, jika memang iya knapa? Sblmnya saya minta maaf kalo ada kata2 yg salah.
GBU

bram
Guest
bram

salam damai dalam Tuhan….. Saya menulis beberapa pertanyaan,  mohon kiranya untuk bisa dijawab, karena saya dan beberapa umat merasa ada yang kurang benar. pertanyaan saya: 1. apakah di gereja katolik tidak mengenal organisasi atau hieraraki atau struktur (karena beberapa tokoh umat dan romo menyatakan bahwa kita ini adalah organism), menurut penangkapan saya, adalah organisasi itu ada ketua, sekretaris, bendahara dan beberapa anggota sehingga muncul struktur, dari struktur itu punya arutan main atau AD/ART. sedangkan organiesm atau organisme adalah sebuah bentuk yang tidak memiliki struktur sehingga tidak diperlukannya struktur. dari pemahaman saya yang seperti ini maka muncul pertanyaan dalam diri saya… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Bram Kris, Berikut ini jawaban pertanyaan anda dari Romo Wanta dan saya:  1. Pada dasarnya, kita perlu mengetahui bahwa Gereja adalah Umat Allah, yang memiliki dimensi spiritual/ rohani (yang tak kelihatan) dan dimensi jasmani (yang kelihatan) dalam bentuk manusianya dan struktur organisasinya. Maka Gereja merupakan persekutuan communio, societas religius namun ada di tengah dunia. Maka pada prinsipnya orgamism dan organisasi tidak dapat dipisahkan. Hal ini jelas dijabarkan dalam Lumen Gentium (LG) 9, 23, dan KHK Kan. 204, 2 teksnya sebagai berikut: LG 9, tentang Gereja sebagai Umat pilihan Allah (‘Israel’) yang baru: "Adapun seperti Israel menurut daging, yang mengembara… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X