Mengapa Gereja Katolik tidak mengajarkan Kerajaan literal 1000 Tahun

[Dari Katolisitas: Berikut ini adalah salah satu teori Premillennialism, yang mengimani bahwa akan ada 1000 tahun Kerajaan damai yang akan dipimpin oleh Yesus Kristus di dunia sesudah Kedatangan-Nya yang ke dua di dunia. Gereja Katolik tidak mengajarkan hal ini, dan Ingrid akan menjawab mengapa demikian, menurut dasar Alkitab]

Pertanyaan:

Salam damai sejahtera

Dear Ingrid
Sekali lagi tentang Kerajaan 1000 tahun damai

KERAJAAN 1000 TAHUN
Ini adalah :
A.Hari Sabat Allah
Di dalam rencana dan pekerjaanNya, Allah biasanya memakai satuan waktu : SABAT, yaitu : 6 hari kerja + 1 hari perhentian = 7 hari
Penciptaan alam semesta dalam Kej 1 dilakukan dalam 1 (satu) sabat.

Kej 2 : 2 – 3 (Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.)

Tanda2 khas dari hari yang ke tujuh (sabat) ini ialah :
1. Berhenti bekerja, ada perhentian
2. Menyucikannya
3. Memberkatinya

Sesudah Adam Hawa jatuh dalam dosa, Allah mulai lagi bekerja untuk menebus umat manusia, dan ini yang direncanakanNya dalam 7 hari Allah yaitu satu sabat Allah.

1 hari Allah = 1000 tahun manusia (2Pet 3 : 8)
7 hari Allah = 7000 tahun

Jadi rencana Allah untuk manusia akan diselesaikan dalam 6000 tahun (sejak kejatuhan Adam Hawa), lalu akan ada perhentian selama 1000 tahun.
Jadi Kerajaan 1000 tahun ini adalah hari sabat Allah.
Sebab itu kita juga menemukan tanda2 sabat dalam Kerajaan 1000 tahun ini yaitu :
1. Ada perhentian, iblis dan pengikutnya dipenjarakan, sehingga tidak ada lagi peperangan pada masa ini.
2. Kerajaan 1000 tahun ini disucikan.
Ini dilaksanakan dengan pemerintahan tongkat besi yang keras sekali, sehingga betul2 Kerajaan 1000 tahun ini menjadi suci.
3. Kerajaan 1000 tahun ini diberkati.
Dahulu pada waktu Adam Hawa berdosa, bumi ini dikutuki sehingga rusak, tetapi sekarang dalam Kerajaan 1000 tahun ini bumi dipulihkan dan diberkati, sehingga keadaannya menjadi indah seperti di Eden.
Jadi Kerajaan 1000 tahun adalah hari sabat Allah diatas bumi.

B. Bumi yang dipulihkan.
Mari kita sama2 melihat keadaan pada waktu
1.Selesai penciptaan alam
2.Sesudah dosa masuk
3.Sesudah pemulihan

Keadaan sesudah penciptaan semesta selesai.
Kej 1 : 31 (Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.)

Pada waktu Allah selesai menciptakan bumi ini, semua keadaannya amat baik, tidak ada dosa maupun segala akibatnya, tidak ada hal2 yang jahat atau kerusakan.

Keadaan sesudah dosa masuk
Oleh karena kejatuhan Adam Hawa, maka dosa masuk dalam manusia dan seluruh bumi.
Maka sebagai akibatnya bumi kena kutuk dan semua menjadi rusak, segala yang jahat timbul di mana2
Kej 3 : 17 (………..maka terkutuklah tanah karena engkau ……….)

Sebelum bumi ini dikutuki keadaan bumi dan isinya tidak sama dengan keadaan yang sekarang.
Tidak ada makluk yang makan daging / darah, semua makan tumbuh2an. Manusia makan buah2an.
Singa,beruang dll makan rumput,nyamuk tidak menghisap darah, kalajengking tidak menyengat, ular tidak berbisa dan seterusnya.

Tetapi sesudah bumi dikutuki Tuhan, keadaannya berubah rusak ditambah dengan semua akibat2 dosa.
Perkataan : “ …….. terkutuklah bumi ……” ini sangat hebat akibatnya. Semua berubah!
Binatang berubah menjadi garang dan kejam, singa makan domba dan binatang lainnya, nyamuk mulai menggigit dan menghisap darah dan seterusnya.
Juga dunia tumbuhan berubah menjadi cepat layu dan rusak.
Seluruh bumi dan isinya termasuk juga manusia terkena akibatnya.
Jadi sekarang ini sebetulnya kita hidup di dalam bumi yang relatif sudah rusak oleh dosa.

Keadaan sesudah pemulihan
Tuhan sudah merencanakan pada saatnya akan mengadakan pemulihan bagi bumi dan isinya.
Ini terjadi pada waktu Tuhan Yesus turun dari Sorga dalam kedatanganNya kembali untuk memerintah seluruh bumi.

Kis 3 : 21 (Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.)

BAGAIMANA PEMULIHAN ITU TERJADI ?
Dasarnya : Golgota
Kutuk dosa yang dijatuhkan atas dosa Adam Hawa dan yang mengenai seluruh dunia, itu sudah ditanggung oleh Anak Domba Allah di Golgota.

Gal 3 : 13 (Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”)

Sebab itu di dalam Kristus, kita bebas dari kutuk dosa, sebab sudah dibayar lunas oleh Tuhan Yesus diatas kayu salib (Kol 2 : 14)
Sesudah dibebaskan dari dosa dan kutuk dosa maka barulah nampak kemuliaan hari sabat Allah.
Ini hanya oleh pengorbanan Kristus dapat timbul pemulihan ini .

Perhentian : iblis dipenjarakan
Tidak ada lagi peperangan dengan iblis dan pengikutnya, sebab mereka dipenjarakan selama 1000 tahun ( Wah 20 : 1-3) yaitu selama Kerajaan 1000tahun ini berlangsung.
Sehingga bumi menjadi damai sepenuhnya, mengalami perhentian.

Disucikan dalam pemerintahan tongkat besi.
Pemerintahan ini sangat keras, setiap dosa bahkan rencana dosapun dihukum (sebab pemerintahnya adalah Allah yang maha tahu)

Wah 2 : 27 (dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk–sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku–)

Diberkati di dalam Hadirat Tuhan Yesus dan orang-orang suci Nya.
Dalam Mat 17 : 1-6 Tuhan Yesus berada didalam kemuliaanNya.
Pada saat itu murid2 merasakan begitu indah dan keberkatan, sehingga mereka tidak mau turun lagi.
Lebih2 disini Tuhan Yesus berada dalam kemuliaanNya selama 1000 tahun

Inilah faktor2 yang menyebabkan bumi dipulihkan kembali.
Ini sesuai dengan rencana Allah sejak dari awal dunia ini.
Dalam Kerajaan 1000 tahun inilah bumi dipulihkan dengan segenap isinya

KEADAAN BUMI YANG DIPULIHKAN.
Dunia Binatang
Binatang2 itu berubah seperti di taman Eden yaitu sebagaimana diciptakan oleh Allah pada mulanya. Semua keadaan dan sifat yang timbul sebagai akibat dari dosa dan kutuknya, sekarang lenyap.
Ini sudah pernah terjadi pada waktu binatang2 masuk dalam bahtera NUH ! (Kej 7 : 8-9)
Pada waktu itu binatang2 sudah berubah seperti dalam Kerajaan 1000 tahun ini, namun hanya selama satu tahun sepuluh hari saja ( Kej 7 : 11 & Kej 8 : 14) dan hanya pada binatang2 yang masuk dalam bahtera.
Nuh sekeluarga menikmati hidup yang luar biasa di dalam bahtera dengan dunia binatang yang sudah berubah sifat2nya, jika binatang2 tsb tidak berubah sifatnya maka akan terjadi menjadi medan pembunuhan yang hebat. Semua ini terjadi karena Firman Tuhan (Kej & : 1-3), tetapi waktu mereka keluar dari bahtera, keadaannya kembali lagi seperti sebelumnya. Semua hal2 yang jahat itu sudah lenyap.(Yes 11 : 6-9)
Semua binatang kembali makan rumput dan tumbuhan yang hijau. Seperti pada waktu diciptakan, sebelum kejatuhan.
Kej 1 : 30 (Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya)

Sebab itu anak2 dan bayi2pun dapat ber-main2 dengan singa dan ular biludak tanpa bahaya apa2 (Yes 11 : 8)

Binatang dapat berbicara. (Kej 3 : 1)
binatang2 berbicara dalam bahasa manusia seperti keledai Balhum (Bil 22 : 28) atau hewan2 berbicara dalam bahasa binatang, tetapi manusia bisa mengerti bahasanya.

Alam Tumbuh2an
Tanah dipulihkan menjadi subur sehingga tidak lagi ada tanah yang tandus atau gersang.

Yes 35 : 6 – 7 (Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan.)

Tumbuh2an tidak lagi ada yang bantut atau berpenyakit, semua tanaman “duri” lenyap diganti tanaman yang berguna.

Kej 3 : 18 (semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu)
Ayub 31 : 40 (maka biarlah bukan gandum yang tumbuh, tetapi onak, dan bukan jelai, tetapi lalang)
Yes 55 : 13 (Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.)

Oleh sebab dosa maka bumi menumbuhkan duri dan unak. Sebaliknya pada waktu kutuk dosa diangkat dan bumi disucikan serta diberkati oleh Allah, dosa praktis tidak ada lagi dan berkat serta hadirat Allah limpah, maka duri dan unak lenyap diganti sanobar dan murad.

Semua akibat dosa terhadap benda2 di bumi praktis lenyap dan pengaruh berkat Tuhan pada alam benda betul2 terasa.

Waktu masih ada, baru dalam kekekalan waktu itu tidak ada lagi (hilang), satu kali kita akan mengalaminya juga.

Iblis dan pengikutnya sudah dikalahkan dalam perang Harmagedon, semua ditangkap dan ditentukan tempatnya masing2 (Wah 20 : 1-3)
Seluruh “udara” (dunia roh) dikuasai oleh Tuhan Yesus dan orang2 suciNya. Antikris dan nabi palsu dibuang kedalam lautan api (Wah 19 : 20-21)

Sekarang ini iblis dan setan2nya masih memerintah “udara” dengan segala tingkah polahnya yang keji dan kejam
Ef 6 : 12 (karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.)

SIAPA YANG MASUK DALAM KERAJAAN 1000 TAHUN ?
Ada 2 macam orang yang masuk dalam Kerajaan 1000 tahun.
1.Orang2 yang lolos dari zaman antikris, tidak dibunuh dalam perang Harmagedon (Wah 19 : 9-10)

Apa tanda2 orang yang lolos ini ?
Mereka tidak menyembah binatang Anbtikris atau patungnya dan tidak menerima tanda binatang itu

Wah 13 : 15 – 16

Orang2 ini lolos dari tangan antikris dengan anugerah Tuhan, seperti halnya beberapa banyak orang2 yang lolos dari tangan Achab dan Izebel oleh anugerah Tuhan.

Roma 11 : 4-5
Lihat juga 1Raja 19 : 18

Juga dalam perang Harmagedon orang2 ini juga tidak mati dibunuh sebab mereka tidak memiliki meterai antikris (Wah 14 : 9-10)

Siapa saja orang2 ini ?
Orang2 Israel, sebab mereka tidak percaya pada Tuhan Yesus, mereka tidak ikut dalam pengangkatan. Tetapi mereka juga tidak mau menyembah antikris, mereka tetap menyembah Allah seperti dalam PL

Daniel 12 : 1

Dalam masa kesukaran yang paling besar inilah Mikhail diberi tugas oleh Tuhan untuk khusus melindungi orang2 Israel
Orang2 kafir juga masuk dalam Kerajaan 1000 tahun. Mengapa demikian ?
(Yes 2 : 3-4 & Yes 66 : 19)

Demikian sedikit dari apa yang sudah saya ketahui tentang Kerajaan Damai 1000 tahun, semoga menjadi berkat bagi semua pembaca katolisitas.org

Salam
Machmud

Jawaban:

Shalom Machmud,
Gereja Protestan memang mengajarkan pandangan tentang Kerajaan literal 1000 tahun ini, namun jika kita pelajari, ternyata sangatlah bervariasi. Teori yang anda tuliskan di atas, merupakan pandangan aliran Pre-millennialism, dan jika digabungkan dengan teori Secret Rapture yang pernah anda tuliskan tempo hari, maka teori yang anda percayai termasuk golongan Pre- tribulational (dispensational) Premillennialism. Silakan anda klik di Wikipedia ini (silakan klik), dan anda akan dapat melihat bahwa teori yang anda percayai itu hanya merupakan teori sebagian dari gereja Protestan, dan tidak mewakili semua gereja Protestan di dunia. Karena gereja Protestan mengenal teori-teori yang lain, yaitu Postmillennialism dan Amillennialism. Sedangkan di dalam pandangan Premillennialism sendiri, terbagi dua golongan, ada yang Post-tribunal Premillennialism dan Pre-tribulational (dispensational) Premillennialism yang anda imani.

Maksud saya mengatakan demikian adalah supaya anda melihat dengan objektif bahwa tidak semua umat beriman, bahkan di kalangan gereja Protestan sendiri yang sependapat dengan anda. Saya ingin mengusulkan agar anda mengunjungi juga link-link ini, supaya anda mendapat gambaran yang lebih objektif tentang paham Premillennialism ini:

1. Postmillennialism, yang mengimani bahwa Gereja akan mengalami perkembangan, sehingga mendekati akhir jaman nanti, terjadi Kristenisasi di dunia, terjadilah kerajaan 1000 tahun. Kemudian sesaat menjelang kedatangan Yesus, Antikristus akan datang, membawa kesesatan, namun kemudian dikalahkan oleh Kristus yang datang dengan mulia pada akhir jaman untuk mengadili segenap umat manusia. Lebih lanjut tentang ini, silakan klik di sini, di sini Saya sengaja hanya memilih dua link saja dari link yang begitu banyak, namun jika anda ingin mengetahui lebih lanjut, silakan klik sendiri dengan kata kunci Postmillennialism. Semua argumen yang disampaikan di sana juga mengambil ayat-ayat Alkitab.

2. Amillennialism, (yang paling mendekati ajaran Gereja Katolik) yang mengimani bahwa kerajaan 1000 tahun tersebut merupakan masa yang terbentang antara kedatangan Yesus yang pertama dengan Kedatangan Yesus yang kedua, sehingga di sini 1000 tahun merupakan angka simbolis dari jangka waktu yang lama. Sesaat sebelum kedatangan Yesus, Antikristus datang, membawa kesesatan, namun kemudian dikalahkan oleh Yesus, pada saat Kedatangan-Nya yang kedua, yang bersamaan dengan kebangkitan orang mati, dan segera diikuti dengan Pengadilan Terakhir. Silakan klik di sini untuk membaca lebih lanjut tentang Amillenialism.

3. Mengapa Premillennialism yang anda imani itu ternyata tidak sesuai dengan ayat-ayat Alkitab, silakan klik di sini. Artikel ini ditulis oleh Sam Storms, seorang Protestan, yang tadinya mempercayai Premillennialism, namun setelah mempelajari ayat-ayat Alkitab lebih lanjut menjadi yakin bahwa Premillennialism adalah teori yang keliru, sehingga ia kemudian beralih kepada pandangan Amillennialism.

Saya tak ingin berpanjang lebar di sini, namun saya hanya ingin menggarisbawahi beberapa hal yang saya pikir perlu untuk anda renungkan, jika sungguh-sungguh anda berniat untuk mencari kebenaran. Mohon maaf jika uraian di bawah ini kelihatan menyudutkan, tetapi saya rasa, jika kita membacanya dengan keterbukaan hati, kita tidak akan lekas tersinggung, sebab semuanya ini berdasarkan Alkitab.
Pada dasarnya, Premillennialism mempunyai kesulitan untuk menjelaskan beberapa hal:

1. 1 Kor 15:22-28, 50-57, terutama ayat 25-26 mengisahkan bahwa ketika Yesus kembali datang sebagai Raja pada kedatangan-Nya yang kedua, Ia akan mengalahkan musuh-Nya yang terakhir, yaitu maut. Maka,  jika anda percaya bahwa pada sebelum kerajaan damai 1000 tahun itu, Yesus turun sebagai Raja, maka anda harus juga percaya bahwa seharusnya tidak ada lagi maut sesudah itu, sebab maut sudah dikalahkan. Sebab, “yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.” (ay. 50) Maka deskripsi ini tidak cocok dengan kondisi kerajaan 1000 tahun di mana disebutkan ada “anak-anak dan bayi” bermain dengan singa dan ular (Yes 11:8), atau umur orang direstorasi menjadi ratusan tahun (seperti yang pernah anda tuliskan dalam surat tgl 29 Mei 09). Karena tetap saja pada kerajaan 1000 tahun itu orang lahir, bertumbuh dan mati, seperti juga tumbuhan dan hewan. Padahal seharusnya sesudah kedatangan Kristus tidak ada lagi kematian, seperti jelas dikatakan di Alkitab. Rasul Paulus berkata menggambarkan kedatangan Yesus sebagai Raja, “Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah…. Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” (ay. 52- 55)

2. 2 Pet 3:8-13: Rasul Petrus mengatakan, “bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun…” Rasul Petrus tidak mengatakan bahwa satu hari sama dengan 1000 tahun tetapi sama seperti seribu tahun. Maka sesungguhnya kita mengetahui bahwa bukan maksud Rasul Petrus untuk menyamakan kedua hal itu sebagai sesuatu yang identik dan literal, tetapi lebih merupakan simbol jangka waktu yang lama. Rasul Petrus mengatakan bahwa Tuhan seolah masih menunda kedatangan-Nya karena ingin memberi kesempatan kepada kita untuk bertobat. Tetapi Dia pasti akan datang, walaupun, “hari Tuhan akan tiba seperti pencuri” (ay.10) Dan pada saat kedatangan-Nya, segalanya akan hancur, langit akan binasa, dan diikuti oleh langit dan bumi yang baru. (lih ay.10-13). Maka berdasarkan ayat ini sepertinya tidak mungkin ada lagi kerajaan di bumi selama 1000 tahun, sebab pada saat kedatangan Yesus yang kedua itu, bumi dan langit hancur, dan langsung digantikan dengan langit dan bumi yang baru.

3. Mat 25:31-46: Dikatakan bahwa Kedatangan Yesus yang kedua akan segera diikuti oleh Penghakiman Terakhir. Orang yang jahat akan segera dihukum masuk neraka, dan orang yang baik langsung masuk surga. Bagaimana ini dijelaskan dengan pandangan kerajaan 1000 tahun ini? Apakah penghukuman untuk orang-orang yang masuk neraka itu harus “ditunda” selama 1000 tahun”? Atau jika tidak ada penundaan, maka akan terjadi setidak-tidaknya dua kali kebangkitan orang mati, dan dua kali Penghakiman Terakhir, yaitu di awal dan di akhir kerajaan 1000 tahun. Ini tidak sesuai dengan ayat 1 Kor 15:54-55, di mana seharusnya kebangkitan orang mati terjadi satu kali saja, karena sesudah maut dikalahkan oleh Yesus, maka tidak ada kematian lagi, otomatis tidak ada kebangkitan orang mati lagi. Juga, yang dikisahkan oleh Yesus dalam Mat 25 adalah satu kali Penghakiman Terakhir, maka dua tahap Pengadilan Terakhir juga tidak disebutkan di Alkitab. Jikapun sampai ada, maka, manakah yang disebut sebagai Penghakiman Terakhir? (karena “terakhir” seharusnya adalah “paling akhir”, semacam titik, dan bukan koma.)

Ada yang mengatakan bahwa Penghakiman Terakhir pada saat Kedatangan Yesus yang kedua adalah untuk menentukan siapa-siapa yang masuk neraka dan siapa yang masuk kerajaan 1000 tahun. Tetapi teori ini juga kurang jelas. Sebab pada saat itu, dimana setelah kebangkitan orang mati, maka tubuh dan jiwa seseorang yang jahat masuk neraka. Lalu ada kerajaan 1000 tahun, dan diakhir kerajaan 1000 tahun ini orang itu akan ‘dikeluarkan sebentar’ dari neraka, diadili lagi di Pengadilan [yang benar-benar paling] Terakhir di hadapan semua orang-termasuk generasi 1000 tahun itu-lalu tubuh dan jiwanya dikembalikan lagi ke neraka. Sam Storm dalam artikelnya pada link yang saya sebutkan di atas mengatakan, ini tidak masuk akal, dan menunjukkan kelemahan dari ajaran Premillennialism. Sayapun berpikir demikian.

Mari sekarang kita melihat ajaran Gereja Katolik tentang dua macam pengadilan, yaitu: Pengadilan Khusus dan Pengadilan Umum/ Terakhir. Pengadilan khusus diadakan segera setelah seseorang meninggal (sebelum akhir jaman), sedangkan Pengadilan umum terjadi pada akhir jaman. Orang yang sungguh-sungguh kudus dan beriman, maka setelah ia wafat dan diadili dalam Pengadilan Khusus (hanya antara orang itu pribadi dengan Tuhan) maka jiwanya akan segera masuk ke surga. Namun orang yang wafat dalam keadaan berdosa berat, maka jiwanya akan masuk ke neraka. Pada saat Kedatangan Tuhan yang kedua, terjadi kebangkitan orang mati dan diikuti oleh Pengadilan Umum/ Terakhir, di mana semua orang akan diadili di hadapan semua ciptaan yang lain. Maka  Pengadilan Terakhir ini merupakan pengulangan dari Pengadilan Khusus, namun dilakukan/ diumumkan di hadapan semua mahluk (jadi melibatkan orang itu, Tuhan dan disaksikan semua orang).  Di saat ini, tidak ada yang disembunyikan, yang salah dinyatakan salah, yang benar dinyatakan benar. Setelah itu, orang yang dibenarkan akan masuk ke Surga, tubuh dan jiwa-nya, sedangkan yang jahat, ke neraka tubuh dan jiwa-nya. Maka walaupun ada dua macam Pengakiman, tetapi tidak persis sama, karena yang pertama bersifat khusus untuk orang yang bersangkutan, sedangkan yang kedua, untuk diumumkan kepada semua ciptaan, di mana keadilan Tuhan dinyatakan di hadapan semua bangsa. Silakan membaca lebih lanjut dalam jawaban ini tentang Pengadilan Khusus dan Umum ini, silakan klik

Ini berbeda dengan ajaran Premillennialism, setidak-tidaknya dari pengajaran yang saya ketahui dari link di atas, bahwa menurut sebagian penganut Premillennialism, terjadi 2 kali (atau 2 tahap?) Pengadilan Terakhir. Pada kasus orang yang dihukum, hukuman diterima tubuh dan jiwa sesudah Pengadilan pertama, lalu dikeluarkan sementara untuk diadili lagi pada Pengadilan kedua, lalu dimasukkan lagi tubuh dan jiwa ke neraka. Suatu yang layak kita renungkan, jadi beda antara pengadilan yang pertama dengan yang kedua itu apa?

4. 2 Tes 1:5-10 dan Why 20: 7-15. Dikatakan di sini bahwa setelah Kedatangan Yesus yang kedua dengan kemuliaan-Nya, maka Ia akan mendatangkan hukuman bagi orang yang tidak mau mengenal Allah (2 Tes 1:9-10). Jika kita membacanya paralel dengan Why 20, maka kita ketahui bahwa penghukuman tersebut terjadi setelah kerajaan 1000 tahun (lih. Why 20:11-15). Maka, jika kedua peristiwa tersebut: Kedatangan Kristus yang kedua dan Pengadilan terakhir terjadi [hampir] bersamaan, dan kedua kejadian itu terjadi di akhir kerajaan 1000 tahun, maka kesimpulannya, saat menjelang Kedatangan Yesus yang kedua yaitu masa sekarang ini, adalah masa 1000 tahun tersebut. Atau, dengan kata lain, kita berada dalam masa 1000 tahun yang sifatnya simbolis/ jangka waktu yang lama.

5. Yoh 19:30: Kata terakhir Yesus sebelum wafat-Nya adalah: “Sudah selesai” (Yoh 19:30), artinya sudah selesailah misi Inkarnasi-Nya di dunia. Rencana keselamatan Allah telah mencapai puncaknya dengan wafat-Nya di salib yang kemudian diikuti oleh kebangkitan-Nya. Maka Ia tidak perlu lagi datang ke dunia untuk menjadi pemimpin dunia selama 1000 tahun. Ia hanya perlu datang ke dunia yang kedua kalinya di akhir jaman untuk menjadi Hakim dan Raja, untuk kemudian menjadi Raja di Surga dan bumi yang baru, dimana tidak ada lagi kematian.

Terus terang, dalam membaca dan mempelajari hal kerajaan 1000 tahun ini, saya semakin sadar pentingnya Wewenang Mengajar Gereja (Magisterium) untuk menginterpretasikan ayat-ayat yang memang cukup sulit dimengerti. (Selanjutnya tentang Apa dan siapa itu Magisterium, sudah pernah dibahas dalam tanya jawab ini , silakan klik) Sebab kenyataannya, terdapat banyak sekali interpretasi bahkan dari ayat yang sama. Masing- masing teori mengutip banyak ayat, namun diartikan berlainan. Maka banyaknya ayat yang dikutip tidak menjadi jaminan bahwa interpretasinya pasti benar. Marilah kita renungkan, bagaimana mungkin orang-orang yang sama-sama mengklaim dipimpin oleh Roh Kudus bisa sampai pada pengertian yang berbeda-beda, bahkan saling bertentangan? Jika kita percaya akan adanya kebenaran yang sifatnya objektif, maka kita akan bertanya, jadi yang benar yang mana, sebab tidak mungkin semuanya benar, apalagi jika yang diajarkan berlawanan. Sesudah vs sebelum; 1000 tahun literal vs 1000 tahun simbolis, Kedatangan kedua sekali saja vs dua kali/ 2 tahap; sekali saja kebangkitan vs dua kali. Jadi yang benar yang mana?

Bagi saya, saya mempercayai pengajaran Magisterium Gereja Katolik, karena:
1) lebih konsisten dan sesuai dengan apa yang dikatakan di Alkitab;
2) tidak mengandaikan asumsi yang rumit, dan jika ditelusuri malah bertentangan dengan ayat Alkitab.
3) tidak menjadikan hitungan akhir jaman seolah seperti hitungan matematika seolah bisa dihitung oleh manusia. Sejarah membuktikan bahwa siapapun yang berusaha ‘menghitung’ tidak ada yang berhasil.
4) mengajarkan kita kerendahan hati, untuk menerima bahwa kita tidak dapat sepenuhnya memahami misteri akhir jaman ini
5) menitik beratkan pada ajaran yang terpenting: yaitu bagaimana mempersiapkan Kedatangan Tuhan yang kedua tersebut dengan berjaga-jaga dan hidup kudus.

Sekali lagi, inilah inti ajaran Gereja Katolik tentang akhir jaman. Kedatangan Yesus yang kedua akan terjadi hanya satu kali, dapat diketahui secara publik, datangnya tiba-tiba seperti pencuri, dan tidak dapat diketahui sebelumnya oleh manusia. Kedatangan Yesus itu disambut oleh orang-orang beriman di awan-awan. Pada saat itu, orang-orang mati dibangkitkan, dan kejahatan Antikristus dan maut dikalahkan. Segera sesudah itu terjadi Pengadilan Terakhir, di mana setiap orang dihakimi di hadapan semua ciptaan. Di saat inilah keadilan Tuhan dinyatakan, dan Kristus meraja di langit (surga) dan bumi yang baru, di mana semua dipersatukan di dalam Kristus, sehingga Allah ada di dalam semua.

Jadi kerajaan 1000 tahun menurut Gereja Katolik adalah Masa Gereja, yang terbentang antara kedatangan Yesus yang pertama dengan Kedatangan-Nya kembali di akhir jaman. 1000 tahun di sini diinterpretasikan sebagai waktu simbolis yang menggambarkan jangka waktu yang lama. Kebangkitan pertama yang disebutkan di Why 20:5 adalah kebangkitan karena Pembaptisan. Oleh rahmat Allah yang kita terima dalam Pembaptisan, kita mati terhadap dosa untuk bangkit dan hidup bersama Kristus (lih. Rom 6: 1-14). Ini dimungkinkan karena Gereja Katolik yang meneruskan karya Kristus untuk menyelamatkan kita dengan memberikan sakramen-sakramen, di mana rahmat Allah sendiri diberikan untuk menguduskan umat-Nya.

Sebab itu saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” (2 Pet 3:14)

Demikian yang dapat saya tuliskan tentang mengapa Gereja Katolik tidak mengajarkan kerajaan literal 1000 tahun ini. Lebih lanjut tentang  kerajaan 1000 tahun ini (dengan kaitannya dengan akhir jaman) menurut ajaran Gereja Katolik, silakan klik di sini. Semoga bermanfaat.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org

10
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
5 Comment threads
5 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
8 Comment authors
YohanesStefanus TayFelix Sugihartokim hong nathanandreas Recent comment authors
Yohanes
Guest
Yohanes

Dear Ibu Ingrid. Mohon pencerahan, Ada yang mengatakan bahwa Surga itu ada tingkatannya, dan juga tentang purgatory ada tingkatannya juga, Bagaimana 2 hal tersebut menurut ajaran dan penjelasan Gereja Katolik ?? Terima Kasih Bu Ingrid. [Dari Katolisitas: Silakan membaca jawaban kami terhadap pertanyaan serupa di jawaban ini, silakan klik. Silakan juga untuk membaca artikel di atasnya. Rasul Paulus dalam 2 Kor 12:2 berbicara dalam gaya bahasa kiasan untuk menggambarkan Surga, namun ayat itu tidak dimaksudkan untuk menunjukkan adanya tingkatan-tingkatan tertentu dalam Surga. Demikian pula dalam Purgatorium/ Api Penyucian. Purgatorium adalah proses jiwa-jiwa dimurnikan, dan hanya jika jiwa tersebut telah dipandang… Read more »

kim hong nathan
Guest
kim hong nathan

Sdr. Ingrid, Anda menulis: […..] Ada yang mengatakan bahwa Penghakiman Terakhir pada saat Kedatangan Yesus yang kedua adalah untuk menentukan siapa-siapa yang masuk neraka dan siapa yang masuk kerajaan 1000 tahun. Tetapi teori ini juga kurang jelas. Sebab pada saat itu, dimana setelah kebangkitan orang mati, maka tubuh dan jiwa seseorang yang jahat masuk neraka. Lalu ada kerajaan 1000 tahun, dan diakhir kerajaan 1000 tahun ini orang itu akan ‘dikeluarkan sebentar’ dari neraka, diadili lagi di Pengadilan [yang benar-benar paling] Terakhir di hadapan semua orang-termasuk generasi 1000 tahun itu-lalu tubuh dan jiwanya dikembalikan lagi ke neraka. Sam Storm dalam artikelnya… Read more »

andreas
Guest
andreas

hm…. menarik
tapi disini saya mencoba untuk memberi opini
setahu saya yang namanya alkitab itu isinya tidak saling bertentangan
namun inggrid sepertinya memper-tentangkan Yesaya (11:8) dengan 1Kor 15:22-28

trus hal lainya adalah saya baca di Wahyu 20:4-6; silakan anda baca
kemudian baca lagi pada wahyu 20:7-15; silakan anda baca

semoga bermanfaat
thanks

Anton
Guest
Anton

Tuhan menggunakan “satuan waktu”… Sbrnya manusialah yang menggunakan satuan waktu, karena cara kita memahami segala sesuatu selalu dgn kategori ruang dan waktu. Tuhan melampaui ruang dan waktu.

Machmud
Guest
Machmud

Salam damai sejahtera

Dear Ingrid
Sekali lagi tentang Kerajaan 1000 tahun damai KERAJAAN 1000 TAHUN Ini adalah : A.Hari Sabat Allah Di dalam rencana dan pekerjaanNya, Allah biasanya memakai satuan waktu : SABAT, yaitu : 6 hari kerja + 1 hari perhentian = 7 hari Penciptaan alam semesta ……. [diedit]

Salam Machmud

[Dari Katolisitas: Pertanyaan lengkap dan jawaban  telah dicantumkan di atas. Silakan klik]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X