Mengapa Bunda Maria disebut “Woman” dalam Jn 19:26?

Ada sejumlah orang mempertanyakan, mengapa di Injil Yohanes 19:26, tepatnya di edisi bahasa Inggris, John 19:26, Yesus memanggil ibu-Nya dengan sebutan “gune/ woman/ perempuan.”:

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu (‘meter‘/ ‘mother‘)-Nya: “Ibu (‘gune’/ ‘woman‘), inilah, anakmu!” (Yoh 19:26)

When Jesus saw His mother, and the disciple whom He loved standing near, he said to His mother, “Woman, behold, your son!” (Jn 19:26)

Bahwa kitab Suci LAI menerjemahkannya dengan kata “Ibu” itu disebabkan karena pertimbangan kelayakan penggunaan istilah dalam bahasa Indonesia, sebagaimana sudah diulas di sini, silakan klik.

Namun berikut ini adalah terjemahan penjelasan yang diberikan oleh St. Alfonsus Liguori (1696-1787), dalam tulisannya, The Seven Words Spoken by Jesus Christ on the Cross, (silakan klik di sini untuk membaca teks selengkapnya) tentang alasan mengapa Yesus memanggil ibu-Nya dengan sebutan “gune/ woman/ perempuan”:

“Namun marilah kita kembali kepada Sang Perawan yang suci, dan meneliti lebih dalam alasan mengapa Yesus memanggil Maria ‘woman’/ perempuan, dan bukan mother/ ibu. Dengan ekspresi ini Ia [Yesus] ingin menunjukkan bahwa ia [Maria] adalah perempuan yang istimewa yang dinubuatkan di Kitab Kejadian, yang akan meremukkan kepala ular: “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dengan ‘the woman’/ perempuan itu, antara keturunanmu dan keturunannya: ia akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kej 3:15). Tidak diragukan oleh siapapun bahwa perempuan ini adalah Perawan Maria yang Terberkati, yang karena Putera-nya, akan meremukkan kepala iblis, … Secara kodrati Maria adalah musuh ular ini, sebab Lucifer itu sombong, tidak tahu berterimakasih, dan tidak taat; sedangkan ia {Maria] rendah hati, tahu berterima kasih, dan taat. Dikatakan bahwa ia [Maria] akan meremukkan kepalanya, sebab Maria, karena Putera-nya, mengalahkan kesombongan Lucifer, yang berjaga menantikan saatnya di tumit Yesus Kristus, yang berarti kemanusiaan-Nya yang kudus, yang adalah bagian-Nya yang terdekat dengan bumi; sementara Juru Selamat kita, oleh kematian-Nya memperoleh kemuliaan karena mengalahkan dia (iblis) dan menariknya dari kerajaan yang diperolehnya atas umat manusia, melalui dosa.

Allah berkata kepada ular, “Aku akan mengadakan permusuhan antara keturunanmu dan keturunannya.” Ini menunjukkan bahwa setelah kejatuhan manusia melalui dosa, meskipun semua telah diselesaikan oleh penebusan Yesus Kristus, tetaplah ada dua keluarga dan dua kubu di dunia: keturunan iblis yang menandai keluarga para pendosa, di mana anak-anaknya dirusak olehnya [oleh iblis]; dan keturunan Maria, yang menandai keluarga yang kudus, yang termasuk semua orang benar, dengan kepala mereka, Yesus Kristus. Maka Maria ditentukan untuk menjadi ibu bagi kepala maupun semua anggota-Nya, yaitu, umat beriman. Rasul Paulus menulis, “… kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham..” (Gal 3:28-29). Oleh karena itu, Yesus Kristus dan umat beriman adalah satu tubuh yang sama, sebab kepala tidak dapat dipisahkan dari anggota-anggotanya, dan anggota-anggota ini adalah semua anak-anak rohani Maria, sebab mereka memiliki roh yang sama dari Puteranya menurut kodrat, yang adalah Yesus Kristus. Jadi, Rasul Yohanes tidak dipanggil Yohanes, tetapi ‘murid yang dikasihi Tuhan’, supaya kita dapat memahami bahwa Maria adalah ibu bagi setiap umat Kristen yang baik yang dikasihi oleh Yesus Kristus, dan yang di dalamnya Yesus Kristus hidup oleh karena Roh-Nya. Ini adalah yang dinyatakan oleh Origen, ketika ia berkata, “Yesus berkata kepada Maria, Lihatlah anakmu, seolah Ia telah berkata, Inilah Yesus, yang telah engkau kandung, sebab Ia yang telah disempunakan [dibaptis], hidup tidak lagi bagi dirinya sendiri, tetapi Kristus hidup di dalamnya.”

Demikianlah St. Alfonsus Liguori di abad ke-18, menjelaskan kembali apa yang sudah pernah diajarkan oleh Origen (184-254), seorang Bapa Gereja di abad ke 2-3: “Putera Maria hanya Yesus sendiri; dan ketika Yesus berkata kepada Ibu-Nya, “Lihatlah, anakmu,” seolah Ia berkata, “Lihatlah orang ini adalah Yesus sendiri, yang engkau lahirkan.” Sebab setiap orang yang dibaptis, hidup tidak lagi dirinya sendiri, tetapi Kristus hidup di dalamnya. Dan karena Kristus hidup di dalamnya, perkataan kepada Maria ini berlaku baginya, “Lihatlah anakmu- Kristus, yang diurapi.” (Origen, Commentary on John I,4, 23, PG 14, 32). Sebab melalui Baptisan kita menerima Roh Kristus (lih. Rm 8:10-11), dan karena itu Kristus hidup di dalam kita, dan dengan demikian, kita juga menjadi anak Bunda Maria.

Interpretasi di atas merupakan salah satu contoh bahwa dalam menginterpretasikan Kitab Suci, Gereja Katolik mengacu kepada ajaran para Bapa Gereja, sebagai para penerus Rasul, sebab mereka yang hidup lebih dekat dengan zaman para Rasul lebih memiliki pemahaman yang akurat dalam mengartikan Kitab Suci, sebab selain mereka dibimbing oleh Roh Kudus, mereka juga hidup dalam konteks bahasa, budaya dan masyarakat zaman itu, sehingga lebih memahami maksud yang ingin disampaikan melalui penggunaan istilah-istilah tertentu dalam Kitab Suci, yang ditulis pada sekitar zaman abad-abad awal tersebut.

19/12/2018

Tinggalkan pesan

Please Login to comment
Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X