Mendoakan Firman Tuhan : Doa Dalam Masa yang Sulit dan Melelahkan

Oleh Pastor Felix Supranto, SS.CC

1. Ayat Kitab Suci

Masa yang sulit dalam kehidupan kita bisa menyebabkan kelelahan dalam jiwa dan raga kita. Ketika berada dalam masa yang sulit itu, kita bisa mendoakan Firman Tuhan dari Yesaya 40:29, 31: “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”.

2. Maksud Ayat ini

Bangsa Israel mulai ragu atas diri mereka sebagai bangsa pilihan ketika berada dalam pembuangan di Babel yang berlangsung sangat lama. Yerusalem, yang merupakan kebanggaan dan pusat kehidupan mereka, sudah porak poranda. Mereka mengalami kehidupan yang sangat sulit. Mereka menganggap bahwa Allah telah melupakan mereka dan membiarkan mereka hancur: “Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: “Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?” (Yesaya 40:27). Yesaya sangat kecewa melihat semangat keagamaan bangsa Israel yang telah turun. Kekecewaannya nampak dalam pertanyaannya kepada bangsa Israel: “Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya” (Yesaya 40:28). Pertanyaan Yesaya ini mengandung penekanan tentang sifat Allah, yaitu Mahakuasa. Kemahakuasaan Allah ini juga diungkapkan oleh Nabi Yeremia: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untukMu!” (Yeremia 32:17). Dengan menunjukkkan kepada mereka sifat Yahwe, yaitu Mahakuat dan Mahakuasa, Yesaya mau mengilhami umat Israel untuk senantiasa percaya kepada Dia. Yahwe pasti dapat melepaskan mereka dan menegakkan kerajaan-Nya untuk selama-lamanya. Umat Allah tidak boleh kuatir bahwa persoalan-persoalan dan kesulitan-kesulitan tidak dapat diselesaikanNya. Kuasa Allah adalah sangat hebat untuk dapat mengatasi persoalan-persoalan mereka. Allah memberikan secara berlimpah apa yang diperlukan bagi anak-anak-Nya yang kurang stamina dan kekuatan untuk terus bertumbuh dan mencapai kemajuan rohani. Syaratnya adalah mereka menanti-nantikan Dia dengan senantiasa berharap dan berdoa. Inilah yang dimaksudkan dalam Yesaya 40:31 “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”. Rajawali senantiasa membangun sarangnya di puncak Gunung. Puncak gunung melambangkan kedekatan dengan Tuhan. Rajawali yang membangun sarangnya di puncak gunung berarti orang yang membangun relasi dengan Tuhan akan selalu mendapatkan kekuatan untuk menerjang badai kehidupan dan berakhir dengan kemenangan.

Selama kita hidup di dalam dunia, kita pasti pernah bahkan sering menghadapi banyak masalah. Masalah itu bisa berupa masalah keuangan, keluarga, atau sakit penyakit. Bentuk masalah itu bisa masalah yang sederhana atau masalah yang pelik. Masalah itu juga bisa masalah yang baru muncul atau yang sudah lama dihadapi dan belum terselesaikan walaupun sudah berusaha dan berdoa. Persoalan-persoalan tersebut bisa menurunkan kekuatan kita baik secara fisik atau jiwa. Melemahnya kekuatan kita justru akan membuat kita semakin tidak berdaya dalam menghadapi persoalan yang ada. Kita akhirnya bisa kehilangan pengharapan dan bahkan merasa Tuhan sudah tidak peduli lagi kepada kita.

Kunci dalam menghadapi berbagai masalah adalah dengan menanti-nantikan Tuhan. Menanti-nantikan Tuhan berarti kita harus terus menerus berharap kepadaNya, mengarahkan hati kepadaNya, berdoa kepadaNya, membaca dan merenungkan Firman-Nya, menaati perintah-Nya, serta tetap teguh dalam iman kepadaNya.

Ketika kita datang kepada Tuhan Yesus Kristus dan senantiasa menanti-nantikan Dia, Dia akan memberi kekuatan baru kepada kita. Kekuatan baru itu akan memampukan kia menjalani hidup kita di tengah banyak persoalan. Kita menjadi bagaikan rajawali yang tak pernah lelah pada saat terbang. Artinya, kita tidak lelah dengan kehidupan kita yang dipenuhi dengan banyak kesusahan yang berat. Kita bahkan tidak menyadari bahwa kita secara ajaib telah melewati persoalan-persoalan kita berkat kekuatan baru yang Tuhan telah anugerahkan kepada kita.

3. Doa

Doa Dalam Masa Sulit dan Melelahkan

“Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yesaya 40:29, 31)

Tuhan, terlalu banyak persoalan yang melilitku (Sebutkan persoalan….) Persoalan-persoalan itu telah membuatku lelah dan capek dalam menjalani hidup ini karena sudah terlalu lama tiada solusi yang dapat memecahkannya. Berikan aku kekuatan dan semangat baru sehingga aku tetap dapat menjalani kehidupanku yang penuh dengan masalah berat ini. Dengan semangat dan kekuatan baru itu, hidupku tidak lumpuh. Semangat dan kekuatan baru itu akan memampukan aku keluar dari masalah-masalah yang ada. Dengan semangat dan kekuatan baru itu, aku yakin bahwa aku akhirnya menjadi pemenang atas persoalan-persoalan yang telah menghantamku sampai kehidupan jiwa dan ragaku berantakan. Kini aku dengan penuh kepercayaan atas kemahakuasaan-Mu berseru kepadaMu di tengah kelelahan dalam kehidupanku seperti nabi Yeremia: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!” (Yeremia 32:17). Aku yakin bahwa pengharapan kepadaMu tidak akan pernah sia-sia.


Tuhan Memberkati

19/12/2018
beatpiton
Guest
beatpiton

Pasangan saya non katolik dan saya sangat risau dengan agama anak saya, apakah yang harus saya lakukan?

[Dari Katolisitas: Silakan membaca jawaban kami terhadap pertanyaan serupa, silakan klik.]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X