Mat 11:25: Tuhan menyatakan diri-Nya kepada orang kecil

Pertanyaan:

Syalom.
Mohon penjelasan kepada Ibu Inggrid, Apakah maksud perkataan Yesus dengan : “..Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil”.
Yang berada di dalam Mat 11:25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

Terima kasih atas penjelasannya.

Yulius santoso.

Jawaban:

Shalom Yulius,

Demikianlah penjelasan yang saya terjemahkan dari The Navarre Bible tentang Mat 11:25-26:

“Mereka yang bijak dan pandai dari dunia ini, yaitu, mereka yang mengandalkan pemahamannya sendiri, tidak dapat menerima wahyu yang dibawa oleh Kristus kepada kita. Pandangan/ pemahaman adikodrati selalu berhubungan dengan kerendahan hati. Orang yang rendah hati, yang tidak menganggap dirinya penting, dapat melihat/ memahaminya; [sedangkan] orang yang penuh dengan kepercayaan/ keyakinan diri gagal untuk memahami hal- hal yang adikodrati.”

Dan menurut A Catholic Commentary on Holy Scripture, Dom Orchard, ed.:

“…. Yesus mengucap syukur kepada Bapa-Nya di surga, sebab Ia telah menyatakan rahasia tentang kedatangan-Nya kepada para murid-Nya, yang menurut pandangan umum yang keliru, adalah mereka yang kecil dan bodoh; dan Bapa telah menyembunyikannya dari para ahli Taurat dan orang- orang Farisi, yang disindir-Nya sebagai orang- orang yang bijak. Melalui doa ini, Yesus memohon kepada Bapa-Nya agar menyelesaikan apa yang telah dimulai-Nya di dalam diri para murid-Nya (St. Hieronimus).— Kristus tidak bersuka cita bahwa hal itu tidak dinyatakan kepada mereka yang bijak, tetapi karena hal itu dinyatakan kepada para pengikutNya yang kecil dan sederhana (St. Thomas Aquinas).”

St. Yohanes Krisostomus menafsirkan perikop ini, sepertinya Kristus akan mengatakan, “Teruskanlah Bapa, sebagaimana yang sudah Kau mulai”; atau mungkin, “Aku berterima kasih kepada-Mu, O Bapa, bahwa hal ini telah menyenangkan hati-Mu, bahwa karena orang- orang bijak dari dunia ini telah menolak Injil, Engkau telah berkenan menyatakannya kepada orang- orang kecil ….”

Nampaknya inti yang ingin disampaikan di sini adalah bahwa wahyu Allah yang disampaikan Kristus hanya dapat dipahami dengan sikap kerendahan hati, seperti halnya sikap anak- anak atau orang- orang yang sederhana, yaitu dengan sikap miskin di hadapan Allah. Ini sejalan dengan pesan pertama dalam khotbah di bukit (Mat 5:3), “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Maka kita semua dipanggil untuk mempunyai sikap kerendahan hati dan kesederhanaan ini di hadapan Allah, mau mendengarkan dan mau menerima pengajaran iman seperti yang diajarkan oleh Kristus dan para rasul-Nya, tanpa berkeras memegang pandangan sendiri sesuai dengan pemahaman pribadi.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

5
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
2 Comment threads
3 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
Stefanus TayPaulus Sutikno PanuwunYulius Santoso Recent comment authors
Paulus Sutikno Panuwun
Guest
Paulus Sutikno Panuwun

Dear All . Satu topik yang sangat indah, sangat tepat terlebih pada zaman ini. Bulan lalu saya mendengarkan sajak dibacakan murid Rendra yang Kristen pada acara penguburan. Sajak ini terasa aneh di kuping orang2 Kristen zaman ini dan salah2 pembuat sajak dianggap bego. Sajak itu mengkritisi orang Kristen zaman sekarang karena bunyinya (intinya sbb); kita bekerja harus untung; melayani harus untung (dapat pujian, penghormatan), ke gereja harus untung ( nantinya masuk surga); mati harus untung (pulang ke rumah Bapa). Pada acara bulan Kitab Suci pun saya mendengarkan bagaimana keuskupan menjelaskan kehendak Tuhan pada perumpamaan2 tsb : jelas tampak: Tuhan ingin… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Paulus, Terima kasih atas komentarnya. Tidak ada yang salah kalau pada awalnya orang yang beragama takut akan neraka, karena itu adalah hal yang manusiawi. Lama-kelamaan takut akan hukuman (servile fear) akan neraka harus berubah ke takut karena cinta (filial fear), yaitu takut seperti anak kepada bapa atau takut menyedihkan hati orang yang disayangi. Dengan demikian fokusnya berubah dari hukuman ke orang yang disayangi, yaitu Tuhan. Kalau kita mengasihi Tuhan dan Tuhan selamanya ada di Sorga, maka sudah selayaknya kita ingin menuju ke Sorga, sehingga kita dapat bersatu dengan Tuhan untuk selamanya. Yesus berkata “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit… Read more »

Paulus Sutikno Panuwun
Guest
Paulus Sutikno Panuwun

Dear Pak Tay, Terima kasih buat jawaban anda. Belakangan ini saya memang lebih berusaha ” mengkritisi dari pada ” menyemangati “, saya lebih ingin membawakan sabda Tuhan yang keras daripada sabda Tuhan yang menghibur. Kenapa begitu; saya coba jelaskan perenungan saya (sebagian sudah anda dengar karena kita kan sudah banyak berdiskusi): 1. Saya prihatin dengan situasi dunia ini : kehancuran dunia barat yang mengandalkan rationalisme (semula dunia Kristen): al a. kehancuran kapitalisme barat – karena cinta akan uang (BBC) b. masyarakat yang semula mayoritas Kristen, menjadi masyarakat atheis (New Age ; spiritualitas timur, Reiki). c. sebagian kecil yang tersisa agak… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Paulus, Terima kasih atas tanggapan anda. Tidak ada masalah dengan mengkritisi. Namun, yang harus dipikirkan oleh kita sebagai umat Katolik adalah bagaimana mengimplementasikan dogma dan doktrin yang kita percayai dalam kondisi nyata. Ini berarti ajaran Gereja Katolik harus kita pegang kuat-kuat dan pada saat yang bersamaan kita minta rahmat Allah sehingga kita dapat menyampaikan ajaran ini dengan bijaksana dan dapat menerapkan ajaran ini atas dasar kasih dan kebenaran. Berikut ini adalah tanggapan saya secara umum. 1. Ada banyak sebab mengapa dunia barat tidak terlalu perduli lagi kepada kekristenan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesaksian hidup yang baik dari umat… Read more »

Yulius Santoso
Guest
Yulius Santoso

Syalom.
Mohon penjelasan kepada Ibu Inggrid, Apakah maksud perkataan Yesus dengan : “..Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil”.
Yang berada di dalam Mat 11:25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

Terima kasih atas penjelasannya.

Yulius santoso.

[Dari Katolisitas: Pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X