Lagu pop dinyanyikan di Misa?

Pertanyaan:

Shalom Bu Ingrid,
Bagaimana dengan lagu pop yang dinyanyikan untuk lagu pembukaan (awal misa) dan/atau lagu penutup misa? Apakah juga tidak diperbolehkan? Jika tidak adakah ketentuan KHK atau peraturan yang lain yang menyatakannya demikian?
Terima kasih.
Abin.

Jawaban:

Shalom Abin,

Saya tidak mengerti akan apa yang anda maksud dengan lagu pop untuk dinyanyikan di Misa. Sebab sebenarnya yang boleh dinyanyikan di Misa adalah lagu-lagu rohani, yang memang ditujukan untuk pujian dan penyembahan kepada Allah, jadi tentunya tidak termasuk lagu-lagu pop sekular, yang liriknya kemungkinan tidak sesuai dengan maksud tersebut.

Dokumen Vatikan II, tentang Liturgi Suci, Sacrosanctum Concilium (SC), mengajarkan pentingnya peran musik yang sakral untuk digunakan pada perayaan Liturgi. Musik yang sakral ini merupakan kesatuan antara melodi dan lirik/ perkataannya yang memang merupakan satu kesatuan dengan keseluruhan  liturgi (lihat SC 112). Jika anda ingin membaca selengkapnya tentang musik yang sakral ini, silakan klik di sini, dan silakan membaca paragraf nomor 112 sampai 121.

Jika yang anda maksud di sini lagu-lagu yang berirama seperti lagu pop namun syairnya adalah lirik lagu rohani, untuk dinyanyikan sebagai lagu pembuka atau penutup, mungkin masih dapat didiskusikan. Sebab lagu-lagu yang ada di Puji Syukur, juga ada yang bernada gembira, dan seperti lagu-lagu rakyat popular. Mungkin diperlukan kebijaksanaan juga untuk menentukan sejauh mana irama tersebut masih dapat membawa umat untuk berdoa, dan bukannya malah membawa pikiran melayang untuk memikirkan hal- hal sehubungan dengan irama lagu pop tersebut.

Selanjutnya perlu diingat bahwa yang harus diperhatikan juga adalah syair dari lagu itu, sebab dikatakan, “Syair-syair bagi nyanyian liturgi hendaknya selaras dengan ajaran Katolik, bahkan terutama hendaklah ditimba dari Kitab suci dan sumber-sumber liturgi.” (SC 121). Maka lagu- lagu yang dinyanyikan dalam liturgi harus mempunyai irama yang membawa ke suasana doa, namun juga syairnya sesuai dengan ajaran Katolik. Sebab prinsip yang dipegang oleh Gereja Katolik adalah “Lex orandi, lex credendi“: apa yang didoakan adalah apa yang dipercaya/ diimani (lih. KGK 1124). Jadi apa yang dinyanyikan (yaitu doa yang dimadahkan), itu harus menjadi ungkapan kepercayaan iman kita.

Dengan prinsip ini maka lagu-lagu pop dengan syair yang tidak berkaitan dengan iman Katolik atau syair yang tidak sesuai dengan iman Katolik, tidak dapat dinyanyikan di dalam liturgi Gereja Katolik.

Semoga uraian singkat di atas menjawab pertanyaan anda.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org

49
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
18 Comment threads
31 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
25 Comment authors
BERTUSIgnatiusKrisChriswibowo Recent comment authors
BERTUS
Guest
BERTUS

Syalom Pengasuh Katolisitas. Mungkin pertanyaan saya agak melenceng dari topik. Saya adalah penggemar musik terutama aliran Rock (progressive rock, tapi bukan underground lo..) Apakah ada anjuran dari gereja tentang musik-musik aliran Rock tersebut bagi umat.?karena banyak orang yang berpendapat bahwa musik rock bisa menjauhkan kita dari Tuhan (rock cendreung dekat dengan musik setan) akan tetapi dari pengalaman pribadi saya sejauh ini musik (rock) yang saya dengarkan tidak menjauhkan saya dari Tuhan. mohon pencerahan nya. Terimakasih. Selamat berkarya dalam Kristus tim Katolisitas. [Dari Katolisitas: Nampaknya yang penting di sini adalah ‘prudence‘/ kebijaksanaan. Silakan Anda menilainya berdasarkan nurani Anda, dan lihatlah apakah… Read more »

BERTUS
Guest
BERTUS

Saya akui kesukaan saya terhadap musik sekuler (Rock) akan tetapi untuk ketenangan hati, fikiran dan jiwa saya, nyanyian dalam setiap liturgi dalam perayaan Ekaristi adalah yang utama untuk hidup saya.
Terimakasih tim Katolisitas atas pencerahannya. Semoga pimpinan rahmat Tuhan Yesus menuntun kita semua pada Bapa di Sorga. Amin.

Ignatius
Guest
Ignatius

ada suatu persekutuan pemuda/remaja dari berbagai gereja di daerah saya,
yang doktrinnya melarang anggota persekutuan memutar lagu-lagu sekuler,pertanyaan saya apakah Gereja juga melarang memutar lagu-lagu sekuler atau tidak?

Chris
Guest
Chris

Yth Katolisitas,

Bagaimana dengan lagu Bapa Kami MB 143, MB 145, MB 679, 680, 681

setelah kata-kata bebaskanlah kami dari yang jahat,
tidak ada kata-kata yang diucapkan oleh imam
“Ya Bapa, ………. sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus……”

jadi langsung sesudah kata-kata bebaskanlah kami dari yang jahat langsung “Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya”. Apa ini cara yang benar?

FeFe
Guest
FeFe

Kalo buat saya pribadi, menyanyikan lagu pop rohani buat Tuhan itu sah-sah saja. Selama hati kita diarahkan ke Tuhan, mau kita nyanyi suaranya fals ato gimana juga, pasti Tuhan terima. Santo siapa gitu bilang kalo menyanyi yang benar untuk Tuhan sama dengan berdoa dua kali. Menurut saya, menyanyi yang benar itu adalah tentang sikap hati saat kita menyanyi untuk Tuhan. Apakah kita benar2 menyanyi untuk memuji dan memuliakan namaNya? Ataukah kita menyanyi untuk iseng? ato mungkin supaya orang lain muji2 kita? Itu kembali ke diri kita masing2 lagi. Terus kalo masalah apakah lagu pop rohani boleh di pake di misa… Read more »

Leo
Guest
Leo

Syaloom, Ketika saya pulang dr Lembah Karmel, disana saya agak bingung pada saat Misa hr minggu mereka dominan memakai lagu2 rohani yang bukan liturgi begtu, walaupun kami bernyanyi dengan sopan, tapi ada tepuk tangan di sana tp tidak berlebihan. Lalu ketika pulang memakai travel, banyak peserta bilang enakan lagu nya di gereja kaya gini ya, ga ngantuk, ga bosenin. Dan kebanyakan bukan OMK tapi ibu2. Ya sejujurnya saya juga merasa kalau pake lagu2 seperti itu mungkin gampang terhanyut oleh lirik dan nadanya yg enak didengar karena sesuai dengan culture jaman sekarang dan sangat membantu umat. Tapi saya juga menyukai musik2… Read more »

Christina
Guest
Christina

pertama-tama saya mohon maaf, saya tidak tahu dimana saya harus menuliskan pertanyaan saya, maka saya tulis di kolom pesan ini… Saya ingin bertanya,mengenai pemilihan lagu yang dipakai dalam suatu komunitas seperti persekutuan doa karismatik dalam Gereja Katolik, 1. Apakah ada batasan untuk pemilihan lagu2 yang dinyanyikan di komunitas persekutuan doa? Atau bebas, lagu dengan aliran musik apapun yang penting berbau rohani/ mengenai Tuhan kita Yesus Kristus? Jika ada batasannya, saya mohon untuk dijabarkan. Sekarang ini banyak lagu2 rohani dengan aliran pop&rock. Saya pernah mendengar dari saudara kita yg lain, untuk lagu rohani tetapi dengan musik pop&rock itu tidak boleh dipakai,… Read more »

Aloysius K. Ruslim
Guest
Aloysius K. Ruslim

Selain Madah Bakti dan Puji Syukur, kita di KAJ juga mempunyai Kidung Syukur.

[Dari Katolisitas: Namun Kidung Syukur sendiri sifatnya adalah “Ad experimentum” , (percobaan) seperti yang tertulis di Kata sambutan Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmaja SJ maupun di Kata Pengantar oleh Rm. Susilo Wijoyo, Pr, Ketua Komisi Liturgi KAJ]

Teddy
Guest
Teddy

Shalom Katolisitas, Setelah membaca thread ini, ada yang masih ingin saya tanyakan: 1. Mengenai Misa kharismatik, apa sebetulnya definisinya? Apakah karena beda lagunya saja? atau adanya penyembahan dalam bahasa Roh? Hal ini ditanyakan karena kadang disebutkan Misa karismatik hanya karena ada sebagian lagu2 pop rohani yang dinyanyikan. 2. Karena ada penggemarnya, sebagian paroki mencoba mengakomodasi lagu2 pop rohani dalam Misa sebulan sekali. Yang menjadi pertanyaan adalah setiap paroki ternyata mempunyai standard ganda tergantung siapa pemimpinnya. Kalau penyembahan rasanya ga ada, tapi ada yg cuma boleh lagu pembukaan, persembahan, komuni, dan penutup, selebihnya ikut lagu2 standar Puji Syukur/Madah Bakti, dan ada… Read more »

michael
Guest
michael

Salam

Trima kasih atas penjelasannya mengenai mukjizat pada gereja Katolik, yang semakin menguatkan iman dan menambah pengetahuan iman

Saya ada pertanyaan, beberapa hari lalu saya mendapat bbm dari teman yang isinya sbb:

Penting!!!
Melalui lagu “Alejandro” yg dipopulerkan Lady Gaga, iblis secara diam2 menyusup ke dalam kehidupan kita, mencuri dan menghancurkan jiwa anak2 Tuhan.

Kita bahkan tdk menyadari bahwa hanya dengan menyanyikan lirik lagu yg tampak tidak bermakna jahat dengan nada yang asyik, kita telah membuka celah untuk masuknya roh jahat!

Stefanus freydy
Guest
Stefanus freydy

Shalom Bu Ingrid, saya cukup senang dengan adanya tambahan lagu pop rohani saat Ekaristi. misalnya lagu ‘Tetap Cinta Yesus’ yang waktu itu dinyanyikan sesudah komuni. Sungguh saya merasa tersentuh bahwa betapa berharganya saya di mata Tuhan, karena saya sudi Ia terima dalam GerejaNya. Walaupun banyak yang mamandang lirik “…Meskipun badai silih berganti dalam hidupku, ku tetap cinta Yesus SELAMANYA…”, dipandang oleh sebagian orang waktu itu sebagai sebuah “kesombongan rohani “. karena begitu yakin sekali dalam menyanyikannya, namun sungguh saya senang dengan lagu tersebut. Lalu apa pendapat ibu mengenai lagu “Dalam Yesus” yang dinyanyikan oleh Edward Chen?? Di mana ada lirik… Read more »

boy refra
Guest
boy refra

Mungkin ada baiknya kita mengikuti petunjuk tentang musik Gereja, sehingga tidak ada salah kapra dalam menyanyikan sejumlah lagu pada saat misa berlangsung.

Falenta
Guest
Falenta

Saya seminaris dari seminari Santo Paulus Palembang, saya mau bertanya bagaimana sebenarnya kebenaran dari ekaristi kaum muda, apakah itu diperbolehkan dengan gaya ekaristi yang tidak semestinya (contoh: ada penderamaan, lagu memakai pop rohani, memakai band dsb.), bahkan saya masih resah karena seminari yang seharusnya ideal SC tapi sudah 3 kali mengadakan ekaristi kaum muda.

[Dari Katolisitas: pertanyaan ini digabungkan karena topiknya sama]

nah kalau nyanyian Bapa Kami yang isinya tidak sesuai dengan Kitab suci (dasar biblis) bagaimana?

Falenta

Romo Bernardus Boli Ujan SVD
Guest

Fr. Falenta, Ekaristi orang muda dengan penyesuaian bagi kelompok orang muda dimungkinkan. Ada pedoman yang menunjukkan kemungkinan-kemungkinan penyesuaian itu. Untuk itu perlu dipelajari gaya yang semestinya, dan bukan gaya yang tidak semestinya. Drama dapat dibuat, misalnya sebagai bagian dari homili, tetapi bukan untuk mengganti Pemakluman Sabda. Istilah lagu rohani (pop rohani) sebenarnya dipakai untuk lagu-lagu yang diciptakan dengan maksud-tujuan untuk dipakai di luar perayaan liturgi (Ekaristi). Pemakaian band dengan gaya yang tenang dan anggun, tentu bermanfaat bagi orang muda. Musik yang hingar bingar seperti biasanya dalam suatu bar, tidak menolong orang muda untuk sungguh beribadat. Orang muda dapat menunjukkan dan… Read more »

Budiman
Guest
Budiman

Salam dalam Kasih Kristus, Yth, Romo Bernardus Boli Ujan. Saya setuju dengan penjelasan romo tentang doa -doa yang biblis dan sebagai umat katolik saya bangga karena upacara liturgi maupun kalender liturgi semuanya sudah tersusun dengan teratur sehingga dapat seragam dan bila kita rutin mengikuti misa kudus selama 3 tahun berturut-turut, maka seluruh isi kitab suci berarti sudah kita baca, namun ada beberapa pertanyaan saya sbb: 1. Mengapa doa Bapa kami yang seharusnya juga biblis kata-kata agak sedikit berbeda dengan alkitab? (kata dikuduskan menjadi dimuliakan dan makanan secukupnya menjadi rejeki?), sedang di sisi lain ada beberapa lagu Bapa kami yang kurang… Read more »

Kris
Guest
Kris

Pastor Boli yang terkasih dalam Kristus, mohon agar DIPUBLIKASIKAN “pedoman yang menunjukkan kemungkinan-kemungkinan penyesuaian itu” di website ini. Mengingat demikian marak EKM di banyak paroki dan demikian banyak pula umat yang merasa kurang pas dengan materinya. Yang menjadi tanya tanya umat, apakah hal-hal yang demikian itu masuk kategori pelanggaran liturgi? Pengalaman pribadi saya ikut EKM di salah satu paroki : – Lagu Asereje (sudah diganti syairnya bertema rohani) plus pastornya joget-joget meniru gaya gerakan/koreografi lagu Asereje tersebut, posisi berdiri di belakang meja altar. – Kamulah Satu-satunya (Dewa 19 syair + lagu persis) – Satu (Dewa) – Lilin-lilin Kecil (Chrisye, syair… Read more »

andika
Guest
andika

Lalu bagaimana tanggapan romo jika ada doa yg “dipamerkan”-dipublikasikan lewat facebook?
dan secara harafiah jelas itu bertolak belakang dengan ajaran kitab suci tentang saat “Yesus mengajari doa Bapa Kami kepada para rasulNya ?”
Bagaimana ini bisa dipertanggungjawabkan?

Pujaka
Guest
Pujaka

Salam kasih dalam Kristus Ibu Inggrid
saya bertanya apakah ada perbedaan lagu rohani dengan lagu Liturgi ? apakah diperbolehkan lagu rohani yang tidak liturgis dinyanyikan dalam misa minggu bukan misa kategorial ?

Romo Bernardus Boli Ujan SVD
Guest

Salam Pujaka, 1) saya bertanya apakah ada perbedaan lagu rohani dengan lagu Liturgi ? apakah diperbolehkan lagu rohani yang tidak liturgis dinyanyikan dalam misa minggu bukan misa kategorial ? Lagu rohani digubah untuk dipakai pada kesempatan non liturgis, sesuai dengan hasrat hati penggubah dan bersifat lebih personal meskipun akhirnya dipakai oleh banyak orang lain, lebih bebas dalam hubungan dengan teks dan kapan saja dipakai tak terlalu terikat pada waktu dan tempat, tidak perlu minta ijin dari pimpinan Gereja. SEBALIKNYA lagu liturgi adalah nyanyian yang digubah dengan maksud khusus untuk dipergunakan dalam perayaan liturgi sehingga harus memenuhi keinginan atau tuntutan Gereja… Read more »

Didik Tarsisius
Guest
Didik Tarsisius

Romo saya mau bertanya sebenarnya didalam misa kudus apa kita boleh menyanyikan lagu Maria? Kalau boleh dibagian mana yang bisa dinyanyikan? karna selama ini ada yang mengatakan boleh ada yang tidak. kalau pada lagu komuni yang kedua apa kita boleh menyanyikan lagui Maria? trimakasih Romo GBU…………………

Romo Bernardus Boli Ujan SVD
Guest

Salam Didik,

Melihat isi teks antifon pembuka dan antifon komuni pada perayaan Santa Maria, yang mengungkapkan karya agung Allah dalam diri Maria sehingga kita menghormati Maria dan memuji Allah karenanya, maka dapat dipilih lagu-lagu Maria yang isinya kurang lebih sama dengan isi antofon-antifon itu untuk lagu pembuka dan lagu syukur sesudah komuni, juga lagu penutup.

P Bernardus Boli Ujan SVD

Simon
Guest
Simon

Misa adalah perjamuan kudus surgawi yang ada dibumi dimana Allah hadir dalam perayaan itu. Sudah selayak dan sepantasnya kita memuji Tuhan dengan lagu Rohani yang sesuai dengan liturgi. Kalau disposisi hati kita adalah untuk memuji dan menyembah Tuhan maka saya pikir lagu pujian-2 yg sesuai dengan liturgi tidak akan membosankan/hambar. Dulu, saya secara pribadi pernah merasakan bosan dan ngantuk ketika mengikuti Misa. Pokoknya tidak menarik. Itu karena saya tidak memahami makna dari perayaan Misa itu sendiri. Dalam hal ini saya tidak bermaksud mengatakan bahwa ada saudara-2 kita yg mengikuti Misa tidak mengerti, bukan itu maksud saya. Ini hanya sharing pengalaman… Read more »

Saulus
Guest
Saulus

Bagaimana caranya membantu ibu dan pak stef untuk memperbaiki salah ketiknya. Saya mau bantu sebisanya. Salam

Stefanus Tay

Shalom Saulus,
Terima kasih atas kesediannya untuk memperbaiki kesalahan ketik pada dokumen Gereja. Untuk itu, silakan mengcopy (“block” teks dokumen, kemudian “copy”). Setelah itu “paste” di Microsoft Word. Silakan membetulkan kesalahan teks di Microsoft Word, dan kemudian simpan dengan nama sesuai dengan nama dokumen Vatican II (misal: Lumen Gentium, Dei Verbum, dll). Setelah itu, kirimkan dokumen tersebut ke e-mail: katolisitas [at] gmail.com. Cobalah terlebih dahulu dengan satu dokumen dan kirimkan ke alamat e-mail tersebut. Setelah semuanya benar, kemudian dapat dilanjutkan dengan dokumen-dokumen yang lain.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org

Alexander Pontoh
Guest
Alexander Pontoh

Terima Kasih, atas jawabannya. Saya tidak mau menerapkan dalam konteks liturgi. Konteksnya hanya soal mendengarkan musik sehari-hari. Beberapa bulan lalu, pernah saya memasang pernyataan itu di status facebook saya. Kemudian si B (Bu Inggrid tentu tahu siapakah si B ini) memberikan komentar. Salah satunya adalah tidak mungkin saya bisa memuji-muji Tuhan di dalam hati, jika saya sedang mendengarkan lagu duniawi, karena kita tidak sempurna seperti Yesus. Sedangkan saya merasa kalau saya menyanyikan lagu rohani (baik yang katolik–puji syukur. maupun yang protestan), saya malah merasa tidak benar-benar memuji dari hati saya yang terdalam, saya merasa hanya mulut saya saja yang memuji-muji,… Read more »

Abin
Guest
Abin

Shalom Bu Ingrid, Yang saya maksud dengan lagu pop adalah lagu pop umum atau biasa orang mengenalnya dengan lagunya ABG. Dan lagu tersebut dinyanyikan di awal/setelah komuni/lagu penutup misa. Jelas bahwa lagu tersebut bukan diciptakan untuk keperluan misa/liturgi baik syair maupun iramanya karena memang lagu tersebut adalah lagu pop umum/biasa. Namun mungkin dirasa oleh yang mengatur lagu pada misa tersebut syairnya “pas” dengan suasana/tema pada saat itu maka dipakailah lagu tersebut. Apakah dibenarkan hal tersebut karena ‘hanya’ dinyanyikan saat awal / penutup / setelah (bukan saat) komuni? Karena tampaknya pasturnya saat itu juga ikut bernyanyi / tidak keberatan dengan lagu… Read more »

Alexander Pontoh
Guest
Alexander Pontoh

“daripada mendengarkan lagu rohani tetapi hatiku tak memuji-muji Mu lebih baik aku mendengarkan lagu duniawi tetapi hatiku memuji-muji Mu”

Saya ingin tahu pendapat Katolisitas terhadap pernyataan diatas.

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X