Kesesatan berasal dari Allah?

Pertanyaan:

salom bu ingrid,,,
saya sering dengar kotbah dari berbagai orang dengan penafsiran yang berbeda,,,,seperti kesesatan itu berasal dari ALLAH,,,benar kah itu,,,akirnya aku tak mau mengikuti kegiatan keagamaan,,,yang menurut saya sangat menyesatkan,
Bernardus Labhu

Jawaban:

Shalom Bernardus Labhu,

Kitab Suci mengatakan bahwa Allah tidak mungkin menyesatkan, sebab Allah tidak mungkin berdusta. Maka kesesatan tidak mungkin datang dari Allah. Demikian dikatakan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada Titus:

“Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita, dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta, dan yang pada waktu yang dikehendaki-Nya telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita.” (Tit 1:1-3)

Faktanya bahwa ada penyesatan di bumi, itu bukan berasal dari Allah, namun berasal dari orang yang atas kehendaknya sendiri (atau karena pengaruh si jahat) memutuskan untuk berbuat jahat. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.” (Luk 17:1, lih. Mat 18:7). Jadi walaupun bukan dari Allah, namun adakalanya Allah dalam kebijaksanaan-Nya membiarkan penyesatan itu terjadi, untuk maksud yang lebih tinggi, misalnya mendatangkan pertobatan, mendorong diadakannya perbaikan/ pembaharuan ataupun menjadikan kebenaran yang sesungguhnya untuk semakin bersinar. Seperti halnya Ia membiarkan Yudas melaksanakan rencana jahatnya, namun sebagai akibatnya, kurban Kristus di salib itu mendatangkan keselamatan bagi kita manusia.

Bagi kita umat Katolik, kita bersyukur, sebab kita mempunyai Magisterium Gereja, (yaitu Paus dan para uskup yang dalam persekutuan dengan Paus) yang diberi kuasa oleh Tuhan Yesus untuk mengajar umat-Nya; dan ajaran Magisterium ini tidak mungkin sesat. Mengapa? Sebab Kristus sendiri menjaminnya, dalam ayat Mat 16:18-19 dan Mat 18:18, di mana Yesus: 1) mendirikan Gereja-Nya atas Rasul Petrus 2) menjamin Gereja-Nya tidak akan sesat/ binasa 3) memberikan kuasa kepada para rasul-Nya untuk “mengikat dan melepaskan” yang artinya adalah mengajar dalam hal iman dan moral. “Mengikat dan melepaskan” ini menurut ahli sejarah abad ke- 1 Flavius Josephus, artinya adalah menentukan sesuatu ajaran sebagai ajaran yang mengikat umat-Nya (harus ditaati) atau tidak, atau sesuatu hal dikatakan sebagai dosa, atau tidak. Jadi, kita umat Katolik mempunyai pegangan yang jelas dalam hal iman dan moral. Sebab dengan keberadaan Magisterium ini maka Sabda Tuhan diinterpretasikan dengan benar, sesuai dengan pengajaran Tuhan Yesus, Allah yang tidak mungkin berdusta ataupun menyesatkan. Magisterium inilah yang dengan setia mengajarkan pengajaran para rasul yang berasal dari Allah, sehingga tidak mungkin sesat, seperti yang ada tertulis,

“Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.” (1 Tes 2:3-4)

Demikian, Bernardus, semoga anda dapat melihat bahwa karena kesesatan/ penyesatan tidak berasal dari Allah, maka selayaknya anda tidak menghindari kegiatan/ upacara keagamaan yang dilakukan oleh Gereja. Sebab semua itu tidak ada kaitannya dengan penyesatan itu, malah anda dibimbing untuk dapat mengenali kehendak Allah, agar anda luput/ tidak menjadi korban dari penyesatan itu. Jika anda menghindari kegiatan keagamaan, tidak ke gereja, tidak mau menerima sakramen- sakramen, terutama sakramen Tobat dan Ekaristi, malah anda memperbesar resiko ‘tersesat’ bagi anda sendiri, karena anda jauh dari Kristus, yang adalah ‘jalan, kebenaran, dan hidup’ (Yoh 14:6). Sekarang adalah masa Prapaska, mungkin sudah saatnya anda pulang ke jalan Tuhan, seperti yang dilakukan oleh sang anak yang hilang pulang ke rumah bapanya (lih. Luk 15: 11:32).

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

8
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
3 Comment threads
5 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
7 Comment authors
Shaan ChristopheryantoStefanus Tayfrist marbunIngrid Listiati Recent comment authors
Shaan Christopher
Guest
Shaan Christopher

Salam damai !
Saudari Ingrid yang kekasih dalam Iman.
aku tertarik dengan Firman TUHAN tentang hari ke tujuh, hari Sabat.
Karena dalam Kitab perjanjian lama dan Injil, yaitu sejak zaman para nabi, rasul bahkan Yesus Kristus menyucikan “hari ini”.
Dalam Kitab perjanjian lama disebut “hari Sabat TUHAN Allah”
Dalam perjanjian baru dikatakan “disediakan hari perhentian, hari yang ketuh bagi umat Allah”
Jadi jelas umat Allah hanyalah yang memelihara “hari itu”
Yang jadi pertanyaan aku adalah :

Umat siapakah mereka yang memelihara hari pertama, ke dua, hingga hari ke enam..?

Sebelumnya aku ucapkan trimakasih !
Semoga TUHAN beserta kita hingga kesudahan.
Amin.

Stefanus Tay

Shalom Shaan,

Kuduskanlah hari Sabat atau kuduskanlah hari Tuhan, bukanlah bermaksud umat Allah hanya menguduskan satu hari dalam seminggu. Namun, satu hari dalam seminggu menjadi kesempatan bagi umat Allah untuk bersama-sama berkumpul dan merayakan Ekaristi (bagi umat Katolik). Apakah hari-hari lain tidak ada perayaan Ekaristi? Tentu saja perayaan Ekaristi dilaksanakan setiap hari, karena memang setiap hari adalah milik Tuhan. Hari Tuhan menjadi hari yang istimewa, karena umat Kristen memperingati Kristus yang bangkit, dan mengingatkan umat Allah bahwa Allah telah mengalahkan belenggu dosa, sehingga manusia dapat menjadi anak-anak Allah. Semoga dapat diterima.

Salama kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

frist marbun
Guest
frist marbun

Redaksi yang terhormat, Tanya : redaksi mengatakan ajaran magisterium tidak pernah sesat, tapi sebelumnya redaksi juga ada menjelaskan ada 7 Paus yang sesat dan memakluminya karena Paus juga manusia, tolong penjelasan yang jelas dan tidak berkesan asal jawab (maaf) Kemudian, tentang Judas, Allah membiarkan Yudas melaksanakan rencana jahatnya, namun sebagai akibatnya, kurban Kristus di salib itu mendatangkan keselamatan bagi kita manusia. Apakah bukan berarti Allah itu membenarkan cara untuk tujuan? Saya rasa Allah itu tidak serengah itu membiarkan kesesatan untuk keselamatan, dan lagi bukankah itu berarti menjadikan kesesatan Judas itu sebagai Takdir untuk memuluskan rencanaNya, sangat sadis kedengarannya kalau tidak… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Frist Marbun, Terima kasih atas pertanyaannya. Kami mengatakan bahwa ajaran dari Magisterium Gereja tidak mungkin sesat, karena dilindungi oleh janji Kristus sendiri (lih. Mat 16:16-19). Namun, kenyataan ini tidak bertentangan dengan beberapa paus yang kehidupannya tidak baik, karena beberapa paus tersebut tidak mengeluarkan ajaran yang dapat menyesatkan umat. Dapatkan anda memberikan dokumen dari beberapa paus yang dipandang sesat sehingga membuat umat Katolik tersesat? Silakan anda memberikan argumentasi di bagian mana dari pernyataan kami yang tidak jelas dan berkesan asal jawab. Tentang Yudas Iskariot: Bahwa Allah membiarkan Yudas melaksanakan rencana jahatnya, bukan berarti Allah secara aktif membuat Yudas menjadi jahat.… Read more »

yanto
Guest
yanto

dear stef
saya tertarik dengan hubungan antara ajaran dari magisterium gereja yang tidak dapat sesat dengan Mat 16:16-19 . mohon penjelasannya.

[dari Katolisitas: Silakan anda membaca terlebih dahulu penjelasan tentang Infalibilitas Bapa Paus, di sini, silakan klik dan Arti Kunci Kerajaan Surga, silakan klik di sini]

bernadus labhu
Guest
bernadus labhu

salom bu ingrid,,,
saya sering dengar kotbah dari berbagai orang dengan penafsiran yang berbeda,,,,seperti kesesatan itu berasal dari ALLAH,,,benar kah itu,,,akirnya aku tak mau mengikuti kegiatan keagamaan,,,yang menurut saya sangat menyesatkan,

[Dari Katolisitas: Pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

Paulus Sutikno Panuwun
Guest
Paulus Sutikno Panuwun

Dear Pak Bernadus & Bu Ingrid . Saya rasa pertanyaan yang lebih umum dan pernah saya baca dari suatu buku populer karangan seorang Rabi Yahudi kurang lebih sbb : Kalau Allah itu Baik kenapa dunia ini begitu jelek ? 1. Kenapa kejahatan sehebat Holocoust dibiarkan terjadi .? 2. Kenapa Kain membunuh adiknya Habil ? 3. Kenapa Allah mengijinkan Setan mencobai umatnya yang baik sedemikian dahsyatnya ? Mungkin ada jawaban versi Katolik yang lebih memuaskan ; ?? karena dari si penulis yang Rabbi yahudi ada beberapa kemungkinan jawaban , tapi tidak ada yang memuaskan dan yang terakhir mungkin jadi kesimpulan :… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X