Kej 28:16-19: Di manakah Betel?

Pertanyaan:

Berkah Dalem Bu Ingrid/Pak Steff
Mohon penjelasan kitab Kejadian 28 :16-19, karena ada yang memberi tahu saya bahwa di Kejadian 28 :16-19 itu adalah Mekkah di jaman sekarang ini, yaitu pintu masuk surga, dan batu yang diletakkan sebagai alas tidur Yakub dan mendirikan tugu adalah yang sekarang ini dikelilingi umat muslim di Mekkah itu. Terimakasih mohon pencerahannya.

Jawaban:

Shalom Dominicus Endy,

Kej 16-19 mengatakan:

“Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.” Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga. Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya. Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus.”

Berikut ini adalah penjelasan yang saya terjemahkan dari A Catholic Commentary on Holy Scripture, ed. Dom Orchard, :

Aku tidak mengetahuinya. Yakub mengetahui bahwa Allah hadir di semua tempat. Namun ia berpikir bahwa Allah tidak akan menyatakan Diri-Nya di tanah/ tempat yang pernah dipersembahkan kepada berhala [tempat itu bernama Lus, yang adalah nama bangsa Kanaan, yaitu bangsa yang tidak mengenal Allah]. Maka Yakub beranggapan bahwa tempat itu sebelumnya telah pernah dikonsekrasikan sebagai tempat penyembahan Tuhan yang benar, seperti mungkin oleh Abraham yang pernah tinggal di Betel (Kej 12:8) dan membangun altar di bukit Moria (Kej 22:14) …

Itu adalah tugu atau monumen, atau sebuah altar, yang dikonsekrasikan dengan ritus untuk menyembah Tuhan yang benar. Ini dilakukan Yakub tanpa tahyul; sebagaimana Gereja Katolik menuangkan minyak krisma di atas altar- altarnya, untuk meniru teladan Yakub….”

St. Eusebius dari Caesarea dan St. Jerome (Hieronimus) menjelaskan bahwa Bethel ini adalah desa kecil yang terletak sekitar 12-14 mil di sebelah utara Yerusalem, di sebelah kanan/ timur jalan yang mengarah ke Neapolis. Pada perikop ini, penafsiran para Bapa Gereja lebih menekankan kepada makna mimpi Yakub, yang mendorongnya untuk membangun sebuah tugu dan altar setelah ia bangun dari tidurnya; karena memang itulah inti yang dikisahkan dalam perikop Kej 28 ini. Bahwa Yakub kemudian menduga bahwa tempat itu adalah Bethel ataupun tempat Abraham mempersembahkan Ishak, itu adalah hal sekunder, karena yang dikisahkan di perikop itu adalah bahwa di tempat itu Yakub bermimpi tentang tangga yang menghubungkan antara bumi dengan langit/ surga.

Menurut penjelasan the Navarre Bible, beberapa Bapa Gereja menginterpretasikan tangga ini sebagai penyelenggaraan ilahi yang mencapai dunia melalui pelayanan para malaikat, atau ada pula yang menginterpretasikan tangga ini sebagai penjelmaan/ inkarnasi Kristus menjadi manusia (yang lahir dari garis keturunan Yakub), sebab Inkarnasi Kristus adalah sungguh waktu di mana keilahian dan kemanusiaan tergabung menjadi satu, sebab Kristus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Di dalam Injil Yohanes mimpi Yakub digenapi saat Yesus ditinggikan di kayu salib, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.” (Yoh 1:51). Interpretasi lainnya adalah bahwa tangga Yakub adalah kayu salib yang olehnya Kristus dan umat Kristiani dapat mencapai kemuliaan surga.

Maka walaupun umat muslim mengklaim bahwa Bethel itu adalah tempat Abraham mempersembahkan anaknya yang mengacu ke Mekkah di Saudi Arabia, namun sesungguhnya hal itu tidak secara langsung dapat disimpulkan dari teks. Sebab kenyataannya ada banyak perdebatan para ahli tentang di mana sebenarnya tempat ini. Umat Yahudi mengklaim bahwa lokasi tersebut adalah di the Temple Mount di Yerusalem (atau juga dikenal dengan Dome of the Rock). Sepanjang pengetahuan saya, Gereja Katolik sendiri tidak mendefinisikan, di mana tempat ini sekarang. Sebab di Kitab Suci Septuaginta di ayat Kej 22:2, bukit Moria sendiri tidak disebutkan sebagai nama tempat Abraham mempersembahkan Ishak, melainkan, “He said to him: Take thy only begotten son Isaac, whom thou lovest, and go into the land of vision [atau high land, menurut terjemahan ke bahasa Inggris dari bahasa Yunani]; and there thou shalt offer him for an holocaust upon one of the mountains which I will shew thee.”  Sedangkan jika mengacu kepada 2 Taw 3:1, maka bukit Moria adalah tempat di mana Raja Salomo mendirikan bait Allah di Yerusalem yaitu di mana Tuhan menampakkan diri kepada Daud, di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu. Selanjutnya, ada juga interpretasi bahwa bukit Moria itu adalah Moreh, sebuah lokasi di dekat Sikhem, di mana Abraham membangun sebuah altar menurut Kej 12:6. Di sini Moria diperkirakan mengacu kepada sebuah bukit dekat Sikhem, sehingga mendukung pandangan orang-orang Samaria yang percaya bahwa pengorbanan Ishak terjadi di bukit Gerizim yang terletak dekat Sikhem.

Dengan adanya bermacam interpretasi ini, maka mari mengacu saja kepada ajaran para Bapa Gereja, yang memang tidak mempersoalkan di mana persisnya tempat ini, namun lebih kepada menangkap inti yang hendak disampaikan tentang makna perikop mimpi Yakub ini. Yaitu bahwa tangga yang menghubungkan antara surga dan bumi ini akan digenapi di dalam diri Kristus melalui kurban salib-Nya, sehingga melaluinya kita dapat sampai ke surga. Salib Kristus itulah yang menjadi pintu gerbang sorga, sebab oleh karena kurban salib Kristus, pintu surga terbuka bagi kita yang percaya kepada-Nya.

Akhirnya mari kita ingat bersama bahwa Kitab Suci Kristiani diberikan Allah kepada Gereja, sehingga untuk memahaminya kita mengacu kepada ajaran Gereja/ Bapa Gereja, dan bukan kepada pihak- pihak yang tidak percaya kepada ajaran yang disampaikan Gereja.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

3
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
3 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
m.herman-wibDominicus Endy Recent comment authors
m.herman-wib
Guest
m.herman-wib

Salam damai dan sejahtera, Pak Dominicus dan para pengasuh katolisitas.org,

Klaim sepihak spt itu banyak ragamnya. Selain Bethel, kuburan Bapak Abraham dan Ibu Sara juga ‘diperebutkan’. Namun bagi kita sudah dicukupkan untuk percaya dan berpegang pada Alkitab yg menegaskan bahwa Bapak Abraham-ibu Sara-Ishak-Rebeka-Jakub-Lea dikuburkan di Hebron (Kej 23:1-20, 25: 7-11, 35:27-29, 49:29-33) bukan di tempat lain.
Terima kasih untuk pengasuh katolistas.org yg telah banyak membuka cakrawala kami semua.

Shalom,
herman-wib.

Dominicus Endy
Guest
Dominicus Endy

Terima kasih Bu Inggrid atas penjelasannya, tentu saja dalam memahami segala sesuatu saya berpegang pada pengajaran Gereja Khatolik, oleh karenanya saya memohon penjelasan dari Khatolisitas karena pengetahuan saya yang dangkal. Terimakasih

Dominicus Endy
Guest
Dominicus Endy

Berkah Dalem Bu Ingrid/Pak Steff
Mohon penjelasan kitab Kejadian 28 :16-19, karena ada yang memberi tahu saya bahwa di Kejadian 28 :16-19 itu adalah Mekkah di jaman sekarang ini, yaitu pintu masuk surga, dan batu yang diletakkan sebagai alas tidur Yakub dan mendirikan tugu adalah yang sekarang ini dikelilingi umat muslim di Mekkah itu. Terimakasih mohon pencerahannya.

[Dari Katolisitas: Pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X