Inkarnasi dan membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan

Pertanyaan:

1. Terima kasih atas penjelasannya, terminologi yang paling tepat untuk kasus Jesus purtra Maryam (keselamatan atas beliau) adalah inkarnasi dalam keimanan katolik. Mari lanjutkan ke point 2.

2. Keimanan akan inkarnasi, secara manusiawi dapat dikatakan kebutuhan mahluk untuk lebih mengenal Penciptanya (atau sebaliknya), sehingga menjelmakan Pencipta kedalam bentuk mahluk, dengan Sifat-sifat sebagaimana mahluk yang bukan hanya dalam ungkapan saja(”anthropomorphism”) sehingga menjadi nyata misalnya berjalan, makan, minum dan seterusnya.

3. Jika, misalnya ada seseorang yang mempunyai keimanan bahwa dahlu kala tuhan turun kebumi menjelma menjadi seseorang dengan segala macam “keajaiban” nya, dan tuhan yang menjadi mahluk tersebut bernama Yeshua ben shirach, apakah orang ini termasuk “katolik” ? tolong penjelasannya.

4. Jesus putra maryam tidak pernah meng-aku-kan sebagai tuhan (saya telah baca artikel mengenai ini dibawah dengan contoh bill gates). Tapi di tuhankan karena berdasarkan
a. Nubuat: hal ini bisa ditafsirkan dari berbagai sisi, sudah banyak tulisan yang saling membantah mengenai nubuat “mesiash”, jadi bukan nubuat ketuhanan.

b. Keajaiban: saya tidak banyak berkomentar mengenai “keajaiban” dengan kondisi dan tolak ukur yang berlaku pada saat itu. Bagaimana mungkin menimbang satu keajaiban lebih besar dari keajaiban lainnya. Apalagi dengan parameter masa kini. Tentunya umum dapat memikirkan dengan mudah.

c. saya tidak mengerti maksudnya, apakah paus yang sekarang, dan sebelum-sebelumnya masih keluarga / keturunan petrus? Ehmm… banyak diantara kita yang berlangganan koran dan punya TV saya kira…

Segala puji bagi Tuhan semesta alam – J1lan

Jawaban:

Salam damai J1lan,
Terima kasih atas balasannya.
Memang terminology yang digunakan oleh umat Kristen tentang Yesus, Tuhan yang menjadi manusia adalah “Inkarnasi”.
I. Inkarnasi:

1) Manusia diciptakan untuk mengetahui dan mengasihi penciptanya. Dan keberadaan Sang Pencipta yang Maha Esa dapat dibuktikan dengan akal budi (lihat artikel: Membuktikan bahwa Tuhan Itu Ada). Hal ini dikarenakan mengetahui dan mengasihi Sang Pencipta telah menjadi bagian dari kodrat manusia, karena manusia diciptakan menurut citra Allah, yaitu dengan mempunyai akal budi (reason and will).
Jadi untuk mengungkapkan akan keberadaan Sang Pencipta, manusia tidak perlu untuk membuat-Nya menjadi berjalan, makan dan minum. Namun manusia dapat membuat suatu persembahan kepada Sang Pencipta, seperti yang ditunjukkan oleh hampir semua agama didunia, baik “natural religion” maupun “revealed religion“. Dan persembahan ini adalah sebagai suatu cara untuk menebus dosa manusia. Persembahan yang bersifat exterior adalah merupakan sesuatu dari dalam hati manusia atau “interior“.
Dan dalam konteks Inkarnasi, Yesus menyediakan diri sebagai kurban yang paling sempurna, karena kurban ini dilakukan oleh Tuhan yang menjadi manusia (mempunyai dignity yang sempurna) dan dilakukan atas dasar kasih yang sempurna. Hal inilah yang menjadikan persembahan Kristus di kayu salib menjadi sempurna dan tak bercacat.
Kalau ingin berdiskusi tentang hal ini lebih lanjut, silakan membaca terlebih dahulu tentang artikel-artikel Kristologi.
Dan kalau J1lan ingin mengatakan bahwa Inkarnasi hanyalah merupakan suatu khayalan belaka dari kebutuhan manusia, maka kita sungguh mempunyai perbedaan pendapat. Jadi, menurut saya, untuk tahap awal, silakan J1lan membuktikan dahulu bahwa Inkarnasi adalah tidak mungkin.

2) Seseorang yang percaya (tergantung dari definisi percaya) bahwa Tuhan turun ke dunia dan menjadi manusia dalam diri Yesus tidak serta merta disebut Katolik, karena orang tersebut harus menerima Yesus sebagai Juru Selamatnya dan kemudian diwujudkan dalam tindakannya, yaitu masuk dalam Gereja Katolik melalui Sakramen Baptis. Ini berarti, orang tersebut harus menjalankan semua yang disebutkan di dalam doa “Aku Percaya” atau doa syahadat. Dan juga mengikuti apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik.
Kalau mau melihat dokumen resmi dari Gereja Katolik silakan membaca Lumen Gentium, yang dapat dilihat disini (silakan klik).
mereka, yang mempunyai Roh Kristus, menerima baik seluruh tata-susunan Gereja serta semua upaya keselamatan yang diadakan didalamnya, dan dalam himpunannya yang kelihatan digabunggkan dengan Kristus yang membimbingnya melalui Imam Agung dan para uskup, dengan ikatan-ikatan ini, yakni: pengakuan iman, sakramen-sakramen dan kepemimpinan gerejani serta persekutuan.” (LG, 14).

3) Menurut saya, mendiskusikan point ini (point I) tidak akan memberikan kesimpulan apa-apa, karena kita masih berbeda pendapat tentang apakah Yesus itu Tuhan atau bukan. Pada intinya, J1lan ingin membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan, sehingga lebih baik kita berfokus pada point II, di bawah ini.

II. Tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.

Mari kita melihat sekarang, bahwa pada akhrinya J1lan ingin membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Dan disinilah memang kita berbeda pendapat dalam melihat sosok Yesus. Bagi umat Kristen, Yesus adalah Tuhan, sedangkan bagi agama yang dipercayai oleh J1lan, Yesus dilihat hanya sebagai nabi, walaupun mungkin J1lan juga percaya bahwa yang menghakimi pada pengadilan terakhir adalah Yesus.

1) Untuk mengatakan bahwa Yesus bukanlah Allah, silakan membaca beberapa artikel tentang Kristologi yang telah ditulis, karena saya melihat dari pertanyaan yang dikemukakan, J1lan belum membaca beberapa artikel di bawah ini:
Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia.
Di dalam beberapa artikel tersebut, kami mencoba menjelaskan mengapa kami percaya akan Yesus sebagai Tuhan.

2) J1lan mengatakan bahwa Yesus tidak pernah mengaku sebagai Tuhan. Saya telah mencoba untuk membuktikan dalam beberapa artikel di atas, bahwa Yesus sendiri menyatakan diri bahwa Dia adalah Tuhan. Silakan membaca artikel tentang”Kristus yang kita imani adalah Yesus menurut sejarah ( silakan klik).” Di dalamnya ada begitu banyak perkataan yang dikatakan oleh Yesus sendiri, yang membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan. Ini adalah sebagian isi dari artikel tersebut, yang membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan:

a) Pertama-tama, ketika berusia 12 tahun dan Ia diketemukan di Bait Allah, Yesus mengatakan bahwa bait Allah adalah Rumah Bapa-Nya (lih. Luk 2:49). Dengan demikian, Yesus mengatakan bahwa Ia adalah Putera Allah.

b) Pernyataan ini ditegaskan kembali oleh Allah Bapa pada saat Pembaptisan Yesus, saat terdengar suara dari langit, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan.”(Luk 3:22).

c) Pada saat Yesus memulai pengajaranNya, terutama dalam Khotbah di Bukit (Delapan Sabda Bahagia), Ia berbicara di dalam nama-Nya sendiri, untuk menyatakan otoritas yang dimiliki-Nya (Mat 5:1-dst). Ini membuktikan bahwa Ia lebih tinggi dari Musa dan para nabi[6], sebab Musa berbicara dalam nama Tuhan (lih. Kel 19:7) ketika Ia memberikan hukum Sepuluh Perintah Allah; tetapi Yesus memberikan hukum dalam nama-Nya sendiri, “Aku berkata kepadamu….” Hal ini tertera sedikitnya 12 kali di dalam pengajaran Yesus di Mat 5 dan 6, dan dengan demikian Ia menegaskan DiriNya sebagai Pemberi Hukum Ilahi (the Divine Legislator) itu sendiri, yaitu Allah. Demikian pula dengan perkataan “Amen, amen…”, pada awal ajaranNya, Yesus menegaskan segala yang akan diucapkan-Nya sebagai perintah; bukan seperti orang biasa yang mengatakan ‘amen’ diakhir doanya sebagai tanda ‘setuju’.

d) Jadi dengan demikian Yesus menyatakan bahwa Ia adalah Taurat Allah yang hidup, suatu peran yang sangat tinggi dan ilahi, sehingga menjadi batu sandungan bagi orang-orang Yahudi untuk mempercayai Yesus sebagai Sang Mesias. Hal ini dipegang oleh banyak orang Yahudi yang diceriterakan dengan begitu indah dalam buku Jesus of Nazareth, yaitu dalam percakapan imajiner seorang Rabi Yahudi dengan Rabi Neusner,[7] mengenai bagaimana mencapai kesempurnaan hidup. Kesempurnaan inilah yang dimaksudkan oleh Yesus ketika Ia berbicara dengan orang muda yang kaya, “Jika engkau mau sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan bagikanlah kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku” (Mat 19:21). “Aku” di sini hanya mungkin berarti Tuhan sendiri.

e) Yesus menyatakan DiriNya sebagai Seorang yang dinantikan oleh para Nabi sepanjang abad (lih. Mat 13:17). Ia juga berkata,“…supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, … sampai Zakharia… semuanya ini akan ditanggungkan pada angkatan ini!” (Mat 23:34-36). Secara tidak langsung Ia mengatakan bahwa darah-Nya yang akan tertumpah dalam beberapa hari berikutnya merupakan rangkuman dari penumpahan darah orang yang tidak bersalah sepanjang segala abad.

f) Yesus sebagai Tuhan juga terlihat dengan jelas dari segala mukjizat yang dilakukan dalam nama-Nya sendiri, yang menunjukkan bahwa kebesaran-Nya mengatasi segala sesuatu. Yesus menghentikan badai (Mat 8: 26; Mrk 4:39-41) menyembuhkan penyakit (Mat 8:1-16), mengusir setan (Mat 8:28-34), mengampuni dosa (Luk5:24; 7:48), dan membangkitkan orang mati (Luk 7:14; Yoh 11:39-44). Di atas semuanya itu, mukjizat-Nya yang terbesar adalah: Kebangkitan-Nya sendiri dari mati (Mat 28:9-10; Luk 24:5-7,34,36; Mrk 16:9; Yoh 20:11-29; 21:1-19).

g) Pada saat Ia menyembuhkan orang yang lumpuh, Yesus menyatakan bahwa Ia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa (Mat 9:2-8; Luk5:24), sehingga dengan demikian Ia menyatakan DiriNya sebagai Tuhan sebab hanya Tuhan yang dapat mengampuni dosa.

h) Pada beberapa kesempatan, Yesus menyembuhkan para orang sakit pada hari Sabat, yang menimbulkan kedengkian orang-orang Yahudi. Namun dengan demikian, Yesus bermaksud untuk menyatakan bahwa Ia adalah lebih tinggi daripada hari Sabat (lih. Mat 12:8; Mrk 3:1-6).

i) Yesus juga menyatakan Diri-Nya lebih tinggi dari nabi Yunus, Raja Salomo dan Bait Allah (lih. Mt 12:41-42; 12:6). Ini hanya dapat berarti bahwa Yesus adalah Allah, kepada siapa hari Sabat diadakan, dan untuk siapa Bait Allah dibangun.

j) Yesus menyatakan Diri-Nya sebagai Tuhan, dengan berkata “Aku adalah… (I am)” yang mengacu pada perkataan Allah kepada nabi Musa pada semak yang berapi, “Aku adalah Aku, I am who I am” (lih. Kel 3:14):

Pada Injil Yohanes, Yesus mengatakan “Aku adalah….” sebanyak tujuh kali: Yesus menyatakan Dirinya sebagai Roti Hidup yang turun dari Surga (Yoh 6:35), Terang Dunia (Yoh 8:12), Pintu yang melaluinya orang diselamatkan (Yoh 10:9), Gembala yang Baik yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (Yoh 10:10), Kebangkitan dan Hidup (Yoh 11:25), Jalan, Kebenaran, dan Hidup (Yoh 14:6), Pokok Anggur yang benar (Yoh 15:1).

Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber air hidup yang akan menjadi mata air di dalam diri manusia, yang terus memancar sampai ke hidup yang kekal (Yoh 4:14). Dengan demikian Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber rahmat; hal ini tidak mungkin jika Yesus bukan Tuhan, sebab manusia biasa tidak mungkin dapat menyatakan diri sebagai sumber rahmat bagi semua orang.

Yesus menyatakan, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6); dan dengan demikian Ia menempatkan diri sebagai Pengantara yang mutlak bagi seseorang untuk sampai kepada Allah Bapa.

Ia menyatakan bahwa “… kamu akan mati dalam dosamu… jika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia” (Yoh 8:24) yang datang dari Bapa di surga (lih. Yoh 21-29).

Yesus mengatakan, “Aku ini (It is I)…”, pada saat Ia berjalan di atas air (Yoh 6:20) dan meredakan badai.

Yesus mengatakan, “Akulah Dia,” pada saat Ia ditangkap di Getsemani.

Ketika Yesus diadili di hadapan orang Farisi, dan mereka mempertanyakan apakah Ia adalah Mesias Putera Allah, Yesus mengatakan, “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.”[8]

Mungkin yang paling jelas adalah pada saat Yesus menyatakan keberadaan DiriNya sebelum Abraham, “…sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yoh 8:58)

Dengan demikian, Yesus menyatakan DiriNya sudah ada sebelum segala sesuatunya dijadikan. Dan ini hanya mungkin jika Yesus sungguh-sungguh Tuhan. Mengenai keberadaan Yesus sejak awal mula dunia dinyatakan oleh Yesus sendiri di dalam doa-Nya sebelum sengsara-Nya, “Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.” (Yoh 17:5)

k) Dengan keberadaan Yesus yang mengatasi segala sesuatu, dan atas semua manusia, maka Ia mensyaratkan kesetiaan agar diberikan kepadaNya dari semua orang. “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat 10:37). Ia kemudian berkata bahwa apa yang kita lakukan terhadap saudara kita yang paling hina, itu kita lakukan terhadap Dia (lih. 25:40). Ini hanya dapat terjadi kalau Yesus adalah Tuhan yang mengatasi semua orang, sehingga Dia dapat hadir di dalam diri setiap orang, dan Ia layak dihormati di atas semua orang, bahkan di atas orang tua kita sendiri.

l) Yesus menghendaki kita percaya kepada-Nya seperti kita percaya kepada Allah (lih. Yoh 14:1), dan Ia menjanjikan tempat di surga bagi kita yang percaya. Dengan demikian Ia menyatakan diriNya sebagai yang setara dengan Allah Bapa, “Siapa yang melihat Aku, melihat Bapa, (Yoh 14:9), Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa (Yoh 10:38). Tidak ada seorangpun yang mengenal Anak selain Bapa, dan mengenal Bapa selain Anak (lih. Mat 11:27). Yesus juga menyatakan DiriNya di dalam kesatuan dengan Allah Bapa saat mendoakan para muridNya dan semua orang percaya, ”… agar mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau…” (Yoh 17:21). Ini hanya mungkin jika Ia sungguh-sungguh Tuhan. Pernyataan Yesus ini berbeda dengan para pemimpin agama lain, seperti Muhammad dan Buddha, sebab mereka tidak pernah menyatakan diri mereka sendiri sebagai Tuhan.

m) Ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah kebangkitan-Nya, Thomas, Rasul yang awalnya tidak percaya menyaksikan sendiri bahwa Yesus sungguh hidup dan ia berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku”. Mendengar hal ini, Yesus tidak menyanggahnya (ini menunjukkan bahwa Ia sungguh Allah), melainkan Ia menegaskan pernyataan ini dengan seruanNya agar kita percaya kepadaNya meskipun kita tidak melihat Dia (Yoh 20: 28-29).

n) Yesus menyatakan Diri sebagai Tuhan, dengan menyatakan diriNya sebagai Anak Manusia, yang akan menghakimi semua manusia pada akhir jaman (lih. Mat 24:30-31), sebab segala kuasa di Surga dan di dunia telah diberikan kepada-Nya, seperti yang dikatakanNya sebelum Ia naik ke surga, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus…” (Mat 28:18). Dengan demikian, Yesus menyatakan diriNya sebagai Pribadi Kedua di dalam Allah Tritunggal Maha Kudus, dan dengan kuasaNya sebagai Allah ini maka ia akan menghakimi semua manusia di akhir dunia nanti, seperti yang dinubuatkan oleh nabi Daniel (Dan 7:13-14). Yesus tidak mungkin membuat pernyataan sedemikian, jika Ia bukan sungguh-sungguh Tuhan.

3) Mungkin J1lan akan mengatakan bahwa Yesus tidak memberikan perkataan “Akulah Tuhan dan sembahlah Aku”. Kembali dalam analogi yang saya berikan:

a) Jadi dalam kasus Bill Gates dengan bukti-bukti di bawah ini, apakah J1lan percaya bahwa Bill Gates adalah orang kaya walaupun dia tidak pernah mengatakan bahwa dia adalah orang kaya?

“Tunjukkan kepada saya, bahwa Bill Gates adalah orang kaya. Kalau dia tidak pernah mengatakan bahwa dia orang kaya, saya tidak akan percaya bahwa dia orang kaya.” Pernyataan seperti ini tidak mendasar, karena kita dapat melihat buktinya bahwa Bill Gates mempunyai uang 58 milyar US$, yang kurang lebih sekitar 60% dari budget negara Indonesia tahun 2008. Organisasi amalnya mempunyai uang sekitar 32% dari total budget negara indonesia selama satu tahun. Kalau kita tetap bersikeras bahwa Bill Gates tidak kaya, karena Bill Gates tidak pernah mengatakan bahwa dia kaya walaupun bukti-bukti di atas sudah menunjukkan bahwa Bill Gates orang yang sangat kaya, rasanya keberatan seperti itu kurang dapat dipertanggungjawabkan.

b) Atau dalam kasus seorang istri, apakah J1lan percaya bahwa seorang wanita yang telah bersuami dan mempunyai anak, adalah seorang wanita, walaupun wanita tersebut tidak pernah mengatakan bahwa dia adalah seorang wanita?

Contoh yang mungkin lebih gamblang adalah seseorang yang bertanya kepada seorang suami dan mengatakan “Saya tidak akan percaya bahwa istri kamu adalah seorang wanita, karena dia tidak pernah mengatakan bahwa dia seorang wanita.” Tentu saja sang suami tidak terpengaruh, karena sang suami tahu persis bahwa istrinya adalah seorang wanita, karena istrinya telah melahirkan beberapa anak, dll.

III. Yesus Tuhan ataukah Yesus dibuat manusia menjadi Tuhan?

Mari kita sekarang melihat argumentasi dari J1lan yang mencoba membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan, namun dibuat oleh manusia sebagai Tuhan. Dalam empat artikel tentang Kristologi yang saya sebutkan di atas, saya merasa bahwa telah begitu banyak bukti-bukti yang kami coba paparkan bahwa Yesus menyatakan diri sebagai Tuhan. Mari kita sekarang melihat tentang tiga hal pembuktian bahwa Yesus adalah Tuhan dengan “motive of credibility”, yang terdiri dari nubuat, mukjijat, dan Gereja Katolik, dan kalau mau ditambahkan adalah ajaran Yesus yang terbukti melebihi pemikiran manusia.

I. NUBUAT:

1) J1lan mengatakan bahwa Yesus diTuhankan karena berdasarkan nubuat, mukjijat, dan Gereja Katolik. Mari kita melihat analogi berikut ini: kita tidak dapat mengatakan seorang “diperempuankan” atau “diwanitakan” karena dia mengandung, menjadi istri, dll. Namun sebaliknya, karena dia perempuan dan mempunyai kodrat sebagai perempuan, maka dia dapat mengandung, dapat menjadi seorang istri.
Demikian juga dengan Yesus, kita tidak dapat berfikir terbalik bahwa Yesus di-Tuhankan karena nubuat, mukjijat, dan Gereja Katolik. Namun, karena Yesus adalah Tuhan, maka Dia dinubuatkan, melakukan mukjijat yang tak mungkin dilakukan oleh manusia biasa, dan menjadi Kepala dari Gereja Katolik, yang satu, Kudus, katolik, dan apostolik.

2) Dalam artikel tentang nubuat para nabi (Klik disini), saya mencoba mengemukan bukti-bukti dari nubuat para nabi. Kalau J1lan mengatakan bahwa banyak bantahan tentang hal tersebut, tolong sebutkan dari artikel yang saya buat, bagian mana yang menjadi bantahan dan bagaimana membuktikan bahwa nubuat tersebut tidaklah benar. Saya ingin bertanya hal berikut ini kepada J1lan:

a) Apakah J1lan percaya bahwa, akan kitab Yesaya yang ditulis sekitar tahun 740 SM? Kalau tidak percaya apa alasannya, karena ada bukti dokumen tersebut, baik bukti secara fisik maupun secara science (silakan klik).

b) Kalau memang percaya, Nabi Yesaya mengatakan hal ini:

Nabi Yesaya memberikan gambaran yang begitu jelas akan karakter dan penderitaan Sang Mesias (Yes 42; 49; 50; 53). Mesias harus menderita untuk menanggung dosa dunia; oleh bilur-bilur-Nya, kita disembuhkan (Yes 53:5). Yesaya mengatakan bahwa Mesias akan memberikan punggungnya bagi orang-orang yang memukulnya, dan memberikan pipinya bagi yang mencabut janggutnya. Dia dinodai dan diludahi, namun dia tidak menyembunyikan mukanya (Yes 50:6). Mesias akan lahir dari seorang perawan, seperti yang diberitakan kepada raja Ahab oleh nabi Yesaya (Yes 7:13-14).

3) Dan bagaimana menerangkan bahwa nubuat yang dibuat 8 abad SM terjadi secara persis 8 abad kemudian dalam diri Yesus?
Dan keberadaan Yesus juga diterangkan dalam sejarah, yang ditulis oleh Josephus, sejarahwan Yahudi, dimana dalam bukunya “Jewish Antiquity, book XVIII – ch.iii” dia mengatakan: (sumber: newadvent – silakan klik).
About this time lived Jesus, a man full of wisdom, if indeed one may call Him a man. For He was the doer of incredible things, and the teacher of such as gladly received the truth. He thus attracted to Himself many Jews and many of the Gentiles. He was the Christ. On the accusation of the leading men of our people, Pilate condemned Him to death upon the cross; nevertheless those who had previously loved Him still remained faithful to Him. For on the third day He again appeared to them living, just as, in addition to a thousand other marvellous things, prophets sent by God had foretold. And to the present day the race of those who call themselves Christians after Him has not ceased. “.

4) Nubuat begitu penting dalam membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan. Kenapa? Karena inilah yang dapat dilakukan oleh Tuhan, sehingga pada saatnya yang dijanjikan datang – dalam diri Yesus – maka manusia dapat mengenalinya. Tanpa nubuat, bagaimana seseorang tahu bahwa Yesus adalah yang dijanjikan? Jadi, kalau J1lan ingin membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan, maka J1lan harus mencoba untuk membuktikan bahwa semua nubuat yang ada bukanlah menubuatkan Yesus. Nubuat adalah salah satu kredibilitas bahwa Yesus adalah Tuhan, yang tidak dialami oleh tokok-tokoh agama yang lain.

II. KEAJAIBAN:

Keajaiban adalah salah satu cara bagaimana Yesus membuktikan diri-Nya sebagai Tuhan. Dia melakukan begitu banyak mukjijat dimana membantu manusia untuk menyadari dan mengakui bahwa Dia adalah Tuhan.

1) Jadi bagaimana kita mengartikan akan suatu mukjijat yang dilakukan oleh Yesus, baik yang terekam di Kitab Suci maupun yang terekam di dalam sejarah?

2) J1lan bertanya, bagaimana kita menimbang bahwa keajaiban yang satu lebih besar dari yang lain? Saya rasa ini adalah pertanyaan yang dapat dijawab dengan mudah. Semakin keajaiban tersebut melebihi hukum alam, maka mukjijat tersebut akan dianggap semakin besar. Namun besar kecil dalam hal ini tidak masalah, karena Yesus melakukan mukjijat dari yang kecil sampai mukjijat yang terbesar. Dan mukjijatnya yang terbesar adalah kebangkitan Kristus (Mat 28:1-10; Mrk 16:1-20; Luk 24:1-53; Yoh 20:1-29, 21:1-19; Kis 1:3; 1 Kor 15:17; 1 Kor 15:5-8).

III. GEREJA KATOLIK

Saya tidak tahu maksudnya dengan komentar J1lan yang ini “Paus yang sekarang, dan sebelum-sebelumnya masih keluarga / keturunan petrus? Ehmm… banyak diantara kita yang berlangganan koran dan punya TV saya kira…”  Silakan memberikan komentar secara langsung dan mudah dimengerti. Apakah hubungannya hal ini dengan koran dan TV?
Berikut ini adalah keterangan yang dapat saya sampaikan mengenai hal ini:

1) Kalau kita ingin menelusuri tentang sejarah suatu negara, maka salah satu yang dapat kita lakukan adalah menelusuri urutan presiden atau orang yang memegang kekuasaan tertinggi di negara tersebut. Dalam hal ini, Gereja Katolik percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja di atas Rasul Petrus, yang menjadi Paus pertama. Kalau ditelusuri, maka kita akan dapat menelusuri bahwa rasul Petrus adalah Paus yang pertama, sampai Paus Benediktus XVI adalah Paus yang ke-265.

2) Kita tidak dapat berdiskusi tentang hal ini, sebelum kita mempunyai pandangan yang sama tentang pokok diskusi yang pertama, yaitu apakah Yesus adalah Tuhan atau hanya seorang nabi biasa.

Saya telah mencoba memaparkan dari apa yang saya percayai sebagai seorang Katolik. Semoga jawaban saya minimal dapat memberikan alasan-alasan bahwa mempercayai Yesus sebagai Tuhan bukanlah suatu hal yang tidak masuk diakal, namun menjadi mungkin karena Tuhan sendiri yang turun ke dunia dengan begitu banyak bukti-bukti yang mendukung. Semoga keterangan ini dapat menjawab pertanyaan J1lan.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org

19/12/2018

5
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
3 Comment threads
2 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
4 Comment authors
mozaStefanus TayRohanasantoso Recent comment authors
moza
Guest
moza

Saya hanya membaca bbrapa item dan saya menjadi semakin kasian dengan Penulis dan kepercayaan yg d anut. Saya awam, jadi penilaian saya pun akan tidak fanatik pada kepercayaan manapun. Saya muslim, dan masih akan terus belajar Islam hingga maut menjelang (Insya’Allah) Ada beberapa kejanggalan menurut saya, tapi akan saya jabarkan beberapa saja: 1. Saat pembaptisan. Ketika Tuhan (yesus) dibaptis, lalu terdengar suara Tuhan (allah) dari langit it membuktikan bahwa tuhan jelas” ada lebih dari 1 donk!! Ada tuhan a, tuhan b, tuhan c (roh kudus yg d katakan melayang” saat pembaptisan). 2. Yesus memanggil pengikutnya dgn nama DOMBA. Rasulullah memanggil… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Moza, Terima kasih atas komentar Anda. Terima kasih atas belas kasih Anda kepada kami. Namun, sesungguhnya, kami mempercayai Allah yang besar sekaligus Allah yang beserta dengan umat-Nya, yang membuktikan kasih-Nya bukan dengan kata-kata namun dengan memberikan nyawa-Nya. Itulah Tuhan yang kami percayai, yang besar sekaligus penuh kasih. Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan: 1. Pada saat pembaptisan, maka kita justru melihat adanya manifestasi dari Trinitas. Dalam PB, Yesus memberikan gambaran yang lebih jelas tentang misteri Trinitas, yaitu ketika Kristus dibaptis (lih. Mat 3:13-17); ketika malaikat menyampaikan kabar gembira (lih. Luk 1:30-35); janji Kristus untuk mengutus Penolong lain… Read more »

Rohana
Guest
Rohana

Tetapi semua yang tercatat di Alkitab bukan datang dari Allah, Alkitab hanya dicatat oleh orang2 yang belum tentu itu benar2 dari Allah.

Stefanus Tay

Shalom Rohana, Kalau anda menganggap bahwa semua yang tertulis di dalam Kitab Suci bukan datang dari Allah, maka bagaimana anda menjelaskan bahwa nubuat di Kitab Yesaya (7-8 abad SM) terpenuhi dalam diri Kristus? Bagaimana Nabi Yesaya dapat memberikan gambaran yang begitu jelas akan karakter dan penderitaan Sang Mesias (Yes 42; 49; 50; 53), kalau bukan dari Allah? Mesias harus menderita untuk menanggung dosa dunia; oleh bilur-bilur-Nya, kita disembuhkan (Yes 53:5). Yesaya mengatakan bahwa Mesias akan memberikan punggungnya bagi orang-orang yang memukulnya, dan memberikan pipinya bagi yang mencabut janggutnya. Dia dinodai dan diludahi, namun dia tidak menyembunyikan mukanya (Yes 50:6). Mesias… Read more »

santoso
Guest
santoso

apa alasan’&sejak kpn Yesus diangkat sbg Tuhan?

[dari katolisitas: Silakan membaca tanya jawab di atas – silakan klik]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X