Homoseksual: dosakah, dan dapat sembuhkah?

1. Pandangan Gereja Katolik tentang homoseksual.

Katekismus Gereja Katolik mendefinisikan homoseksualitas sebagai berikut:

KGK 2357    Homoseksualitas adalah hubungan antara para pria atau wanita, yang merasa diri tertarik dalam hubungan seksual, semata-mata atau terutama, kepada orang sejenis kelamin. Homoseksualitas muncul dalam berbagai waktu dan kebudayaan dalam bentuk yang sangat bervariasi. Asal-usul psikisnya masih belum jelas sama sekali. Berdasarkan Kitab Suci yang melukiskannya sebagai penyelewengan besarBdk.Kej 19:1-29; Rm 1:24-27; 1 Kor 6:10; 1 Tim 1:10., tradisi Gereja selalu menjelaskan, bahwa “perbuatan homoseksual itu tidak baik” (CDF, Perny. “Persona humana” 8). Perbuatan itu melawan hukum kodrat, karena kelanjutan kehidupan tidak mungkin terjadi waktu persetubuhan. Perbuatan itu tidak berasal dari satu kebutuhan benar untuk saling melengkapi secara afektif dan seksual. Bagaimanapun perbuatan itu tidak dapat dibenarkan.

Namun demikian, Gereja juga menyadari bahwa tidak sedikit pria dan wanita yang sedemikian mempunyai kecenderungan homoseksual yang tidak mereka pilih sendiri. Mereka ini harus dilayani dengan hormat, dengan kasih dan bijaksana. Mereka harus diarahkan agar dapat memenuhi kehendak Allah dalam kehidupannya, dengan hidup murni, melalui kebajikan dan pengendalian diri dan mendekatkan diri pada Tuhan melalui doa dan sakramen, menuju kesempurnaan Kristen (KGK 2358-2359).

2. Kecenderungan vs melakukannya

Penting dipahami bahwa terdapat dua macam hal yang berbeda yaitu, 1) kecenderungan homoseksual dan 2) menjadi pelaku homoseksual. Kecenderungan ketertarikan terhadap sesama jenis itu belum membuahkan dosa sebelum dinyatakan dalam aktivitas seksual homoseksual. Gereja Katolik menganggap kecenderungan ini sebagai “objective disorder“/ ketidakteraturan yang obyektif, karena menjurus kepada hubungan seksual yang tidak wajar. Kecenderungan homoseksual di sini menyerupai kecenderungan yang dimiliki untuk kebiasaan buruk lainnya, misal ada orang yang memiliki kecenderungan pemarah, pemabuk, pemalas, dst. Dalam hal ini, kita ketahui:

1. Kecenderungan ini baru akan berbuah menjadi dosa, jika terus dituruti keinginannya, dalam hal ini, adalah jika mereka yang gay/homoseksual terus bergaul dalam lingkungan ‘gay’ dan mempraktekkan kehidupan seksual gaya ‘gay’ ini. Namun, jika tidak, maka kecenderungan tersebut tidak berbuah dosa.

2. Jadi kecenderungan ini benar-benar ada/ nyata, walaupun bukan berarti kita dapat membiarkannya. Contoh, tentu saja kita tidak dapat mengatakan karena seseorang memiliki kecenderungan pemarah, maka ia boleh saja hidup sebagai seorang pemarah. Kita justru harus mengalahkan kecenderungan itu dengan kuasa yang kita terima dari kemenangan salib Kristus, sebab oleh Dia segala belenggu dosa dipatahkan.

Ryan Sorba, dalam talk-nya Framingham State University, tgl 31 Maret 2008, yang memperkenalkan bukunya The Gay Gene Hoax, menjelaskan, bahwa kecenderungan gay bukan merupakan sesuatu yang genetik (seperti yang dipropagandakan beberapa pakar sekarang ini). Karena berdasarkan penelitian yang diadakan di Scandinavia pada bayi-bayi kembar, dapat diketahui bahwa salah satu dari bayi tersebut dapat menjadi gay, namun yang lainnya normal. Seandainya homoseksual itu genetikal tentu kedua bayi itu menjadi gay. Menurut Sorba, perilaku homoseksual banyak dipengaruhi oleh lingkungan, terutama penganiayaan seksual di masa kecil, seperti yang dialami dan diakui sendiri oleh banyak aktivis homoseksual. Hal lain yang cukup berpengaruh adalah kurangnya faktor bapa atau ibu, yang mempengaruhi seseorang di masa kecil (misalnya karena faktor perceraian, dst).

Jadi  sebenarnya, orang-orang yang lesbi atau gay sebenarnya dapat menghindari dosa, dengan tidak mengikuti dorongan nafsu seksualnya yang terarah kepada teman sejenis kelamin. Jika mereka hidup mengikuti hawa nafsu tersebut, tentu saja mereka berdosa. Alkitab sangat jelas menjabarkan hal ini. Namun, di dalam Kristus, mereka memiliki harapan untuk dapat mengarahkan hidup mereka ke arah kebenaran. Itulah sebabnya Gereja Katolik tidak menolak para gay dan lesbian, namun tidak membenarkan perbuatan mereka; melainkan mengarahkan mereka untuk hidup sesuai dengan perintah Tuhan untuk menerapkan kemurnian/ chastity. Maka di sini perlu dibedakan akan perbuatan/ dosa homoseksual dan orangnya. Dosa/ praktek homoseksual perlu kita tolak karena merupakan dosa berat yang melanggar kemurnian, namun manusianya tetap harus dihormati dan dikasihi. Walaupun demikian, Gereja tetap memegang bahwa kecenderungan homoseksual adalah menyimpang.(berdasarkan Congregation for the Doctrine of Faith yang dikeluarkan tgl 3 Juni 2003 mengenai, Considerations regarding Proposals to give legal recognition to unions between Homosexual Persons, 4).

3. Apakah homoseksual bisa “sembuh”?

Jawabnya juga tergantung, bisa ya bisa tidak. Namun fakta membuktikan bahwa kemungkinan “sembuh” itu ada, walaupun itu melibatkan kerja sama dari orang yang bersangkutan. Buku dari John F Harvey OSFS, The Truth about Homosexuality, (San Francisco, Ignatius Press, 1996) adalah buku yang baik untuk dibaca tentang homoseksual. Kesaksian seorang gay, yaitu David Morrison dalam bukunya Beyond Gay, (Indiana, Our Sunday Visitor, Inc, 1999) memperkuat keyakinan bahwa  sesungguhnya seseorang dapat menolak kecenderungan homoseksual yang tidak wajar ini, setelah melalui bimbingan konseling dan terutama melalui pertolongan Roh Kudus yang diberikan dalam sakramen-sakramen Gereja terutama Sakramen Tobat dan Ekaristi.

Fakta menunjukkan bahwa jika ia mendapat pengarahan yang benar, dan bertumbuh secara rohani dalam komunitas yang mendukung pertobatannya, maka seorang yang homoseksual dapat menjalani hidup yang normal, entah akhirnya menjadi heteroseksual dan menikah dengan lawan jenis, ataupun tetap memilih untuk tidak menikah, namun hidup dalam kemurnian, dan tetap mengalami kebahagiaan.

4. Apa yang dapat diberikannya kepada Yesus?

Mungkin yang pertama-tama adalah pertobatan yang sungguh dan komitmen yang serius untuk hidup kudus. Baru setelah ia sendiri bertobat dan berakar dalam sakramen, ia dapat melihat dengan lebih jelas apa yang menjadi panggilan hidupnya. Selama proses ini, dianjurkan agar ia memohon bantuan dari Romo, dan konselor di paroki. Jika ia memang terpanggil dan ia telah mengalami kuasa Roh Kudus yang memampukannya untuk menolak dosa, ia bahkan dapat melayani orang-orang lain yang memiliki kecenderungan seperti dia. (Namun tentu setelah ia sendiri telah mengalami pertobatan yang terus-menerus dan melaksanakan buah-buah pertobatan itu)

Namun demikian, seumur hidupnya ia harus tetap waspada dan berjaga-jaga. Ia tak boleh berbangga hati bahwa seolah- olah ia tidak mungkin jatuh lagi ke dalam dosa homoseksual. Perjuangan untuk hidup kudus merupakan perjuangan seumur hidup, dan untuk itu maka ia harus mengandalkan pertolongan Tuhan Yesus sendiri, yang dapat diterimanya melalui doa-doa, sakramen-sakramen dan komunitas umat beriman.

72
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
27 Comment threads
45 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
42 Comment authors
RD. Yohanes Dwi HarsantoRicharditoyohaneswawan Recent comment authors
wawan
Guest
wawan

Saya punya teman dia adl seorang katolik. Namun dia mengatakan bahwa dia tidak pernah percaya kepada Allah manapun sebab dia merasa bahwa dia tidak mendapatkan keadilan dari Allah setelah dia menyadari bahwa ia adalah pria penyuka sesama jenis. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana ajaran gereja tentang homoseksual ? [Dari Katolisitas: Silakan membaca artikel di atas, silakan klik. Lain kali, silakan menggunakan fasilitas pencarian di sisi kanan homepage, ketik kata kunci topik yang ingin Anda ketahui, lalu enter. Semoga Anda dapat menemukan informasinya, dan jika belum, baru silakan menanyakannya kepada kami, dan kami akan berusaha menjawabnya. Terima kasih atas pengertian dan… Read more »

yohanes
Guest

Yth. Admin Katolisitas.org ijinkan ku berbagi kepada Sdr Wawan. GBU Dear Wawan. sedikit aku ingin membagikan kabar baik. Sampaikan kepada sahabat Sdr. Wawan, bahwa dengan dia menyangkal Tuhan, maka hal itu akan menambah beban bagi hidup dia. Tuhan tidak pernah membuat seseorang menjadi homoseks, itu adalah buah dari kedagingan/keinginan kita yang timbul dari berbagai masalah, baik keluarga maupun lingkungan, ketidak puasan terhadap keluarga, mencari sosok yang hilang dalam hidup atau pernah mendapat pelecehan seksual sehingga berakibat spt ini. dalam Kitab Kejadian 1:27 “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”. dalam… Read more »

ito
Guest
ito

“Kitab Kejadian 1:27 “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”. dalam konteks tersebut tertulis jelas bahwa kita diciptakan itu sempurna sesuai dengan gambaran Allah. diciptakannya laki-laki dan perempuan, tadi tidak ada tengah-tengah (banci dsb)” Sebelum kita mengklain ini dan itu, ebaiknya kita mempelajari fakta, bahwa ternyata di dunia ini Tuhan menciptakan berbagai macam hal yang mungkin kita sendiri tidak tahu dan belum mengetahuinya. Demikian pula tentang hal seksualitas, baik yang bersifat genetik, biologis dan psikologis. Walau selama ini banyak yang bersembunyi dari umum, ternyata di dapati orang2 yang mempunyai perbedaan… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Ito dan Yohanes, Mari kita pertama-tama berpegang kepada Katekismus Gereja Katolik yang menyatakan demikian: KGK 2357    Homoseksualitas adalah hubungan antara para pria atau wanita, yang merasa diri tertarik dalam hubungan seksual, semata-mata atau terutama, kepada orang sejenis kelamin. Homoseksualitas muncul dalam berbagai waktu dan kebudayaan dalam bentuk yang sangat bervariasi. Asal-usul psikisnya masih belum jelas sama sekali. Berdasarkan Kitab Suci yang melukiskannya sebagai penyelewengan besar (Bdk.Kej 19:1-29; Rm 1:24-27; 1 Kor 6:10; 1 Tim 1:10), tradisi Gereja selalu menjelaskan, bahwa “perbuatan homoseksual itu tidak baik” (CDF, Perny. “Persona humana” 8). Perbuatan itu melawan hukum kodrat, karena kelanjutan kehidupan tidak… Read more »

antok
Guest
antok

Saya ingin menanyakan beberapa hal yang mana pertanyaan ini sudah saya ingin tanyakan sejak lama. Pertanyaannya adalah : 1. Apa yang dimaksud dengan kecenderungan gay itu? 2. Apakah kecenderungan gay itu sudah berdosa berat sehingga membawa maut? 3. Apa yang merupakan kecenderungan gay yang tidak membawa maut dan apa yang dimaksud dengan praktek ( aktivitas ) gay itu? 4. Apabila ada seorang gay, dia sudah tidak akan melakukan praktek gay lagi tetapi pada kenyataannya di dalam hidupnya dia masih bisa ada rasa suka / ketertarikan kepada sesama jenis di dalam hati ( karena satu dan lain hal karena mungkin cowok… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Antok, 1. Kecenderungan homoseksual adalah ketertarikan kepada sesama jenis yang mengarah kepada tindakan seksual yang bertentangan dengan hukum moral yang kodrati. 2 & 3. Kecenderungan dosa, jika tidak diikuti oleh tindakan dosa itu sendiri, belum merupakan suatu dosa. Silakan membaca di sini tentang tahapan dosa, apakah perbedaan antara dosa ringan dan dosa berat, silakan klik. Maka sejauh kecenderungan itu baru merupakan sesuatu yang tidak secara disengaja timbul di pikiran, misalnya dengan melihat suatu gambar, atau bertemu dengan seseorang, lalu timbul suatu pikiran tertentu, itu tidak otomatis adalah dosa. Namun jika pikiran kita terus ‘mengunyah’ pikiran tersebut, lalu mulai menginginkan… Read more »

jericho
Guest
jericho

Saya Jericho (samaran), usia saya 17 tahun, sy jg adlah seorang homoseksual, dan btuh wktu yg ckup lama d masa remaja saya ini untuk mnyadari bahwa memang ad yg bbeda dan aneh pd diri saya. Krn sy sndri dlm usia sy yg jg masih remaja sy bgung apa yg sbnarnya tjd pda diri saya, dan lagi saya hrs mcri tau itu semua sendiri dan menyimpan semua ini rapat2 dr siapapun. Saya jg tdak tahu mengapa sy bisa sperti ini, sy tdak prnah ad pngalaman buruk dlm hal sperti pelecehan seksual dsb saat kecil, tp memang dri kcil sy mrasa krg… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Jericho, Pertama, bersyukurlah kepada Tuhan yang telah memberikan kesadaran kepada Anda bahwa tindakan homoseksual adalah berdosa. Suatu dosa – entah dalam pikiran, perkataan dan perbuatan – yang dilakukan secara terus menerus menjadi satu kebiasaan dosa. silakan melihat proses perkembangan dosa di sini – silakan klik. Sama seperti kebiasaan dosa membutuhkan waktu lama dengan cara dilakukan secara berulang-ulang, maka untuk menghentikan dosa ini dibutuhkan rahmat Allah dan pada saat yang bersamaan dibutuhkan waktu untuk benar-benar lepas dari dosa ini. Di dalam prosesnya, seseorang akan mengalami jatuh  bangun. Namun yang terpenting adalah terus mengandalkan rahmat Allah dan pada saat jatuh kembali… Read more »

jericho
Guest
jericho

terima kasih pak stef atas jawaban Anda yg mbrikan pnghiburan bgi saya dlm berjuang. Hanya saja sy seringkali dlm perjalanan saat sy jatuh lg, sy bnar2 mrasa mnjdi orang yg plg tdak tahu diri. Sy mohon dukungan doa dr tim katolisitas skalian, agar sy dpt trus mnglami perkembangan dlm perjuangan sy ini dgn pertolongan Tuhan. Terima kasih.

Netta
Guest
Netta

Teriring doa dari kami semua untukmu Jericho. Saya percaya Tuhan selalu dengar doa kamu, apalagi saya melihat kemauan kamu untuk terus berada di jalan Tuhan sangat kuat. Tuhan senantiasa akan selalu membantu kamu, saya percaya Dia akan membukakan pintu untuk setiap permasalahanmu. Jangan pernah menyerah dan terus berjuang :) Tuhan memberkati.

Yohanes
Guest
Yohanes

Semangat ya Jer..

Kami semua disini berdoa demi perubahanmu yang semakin menjadi lebih baik lagi..

________________________________________________________________________

Kuncinya adalah Rendah hati.. :)

Berkah Dalem Gusti

Fiat Voluntas Tua ^^

jericho
Guest
jericho

terima kasih utk dukungan dan doanya… it sgt brarti bwt saya dan tman2 yg mengalami hal yg sama.. sy bsyukur msh ad yg pduli dgn org2 spti kami.. thx.. salam

anna
Guest
anna

Dear Adikku Jerikho
dan yg lainnya yg sedang berjuang

salut untuk perjuangannya, tetap semangat berjuang, Tuhan Jesus datang untuk kita yang berdosa yang memerlukan tabibNya, kami yakin dengan penguatan Roh Kudus semua bisa terlewati dan nama Tuhan Jesus dimenangkan

Doa kami menyertaimu
Salam Kasih
Anna dan Reza

Pendidik Pembidik (Yohanes)
Guest

Salam adikku Jericho Menambahi sedikit dari kakak2 yang lain, walau mungkin sudah telat aku membaca artikel ini tapi utk Tuhan tidak ada yang terlambat ya :) Pengalaman pahit seseorang anak dapat dirasakan atau berimbas pada amsa pertumbuhannya, mungkin aku bisa memberikan sebuah pengalaman utk membantu atau paling tidak dapat memberikan saran kepada dirimu. sebenernya, mendambakan figur seorang ayah adalah penting badi seorang anak laki, apalagi kita biasa nya ingin mencontoh, nahh siapa yang akan kita contoh? orang tua? kakak laki2? atau siapa. lerusakan figur seorang ayah itulah yang membuat anak menjadi terganggu dan mencari figur maupun kasih syg semu lain… Read more »

boy
Guest
boy

Untuk Ronald, Dean dll, saya mau cerita sebagai orang yang pernah punya kecenderungan gay namun pelan-pelan bisa lepas darinya. Saya menyadari kelainan ini ketika akhir SMP. Saya adalah orang yang takut akan dosa dalam hal seks sehingga saya sebelumnya menghindari semua hal seks dan menganggap tabu membayangkan tubuh wanita namun sayangnya tidak menganggap dosa jika membayangkan laki-laki yang sejenis karena dianggap sama saja. Barulah saya menyadari kesalahan saya ini setelah saya merasa mulai tertarik dengan teman sejenis dan mengalami fantasi seksual dengan sejenis. Semenjak itu saya mencari tahu tentang keanehan ini dan mendapati hal yang menakutkan dan bahwa hal ini… Read more »

ronald
Guest
ronald

saya ingin bertanya, saya baru saja putus dgn pacar saya (sesama jenis) dan hubungan kami juga tdk sampai 1 bulan. Dlm masa pacaran tersebut kami satu kali pernah tidur bareng tapi tidak sampai berhubungan seks, hanya tidur biasa sambil pegangan tangan. Saya sadar bahwa ini adalah dosa oleh karena itu sayalah yang memutuskan pacar saya. Tapi saya tetap tidak ingin berpisah dengannya sehingga saya ingin menjadikannya hanya sebagai sahabat saja. Sebelum kami pacaran saya sangat nyaman bisa saling sharing lewat sms, bicara apa adanya dll dan setelah beberapa lama akhirnya muncul perasaan suka. Saya tidak ingin berpisah dgnnya untuk selamanya.… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Ronald, Pertama, bersyukurlah bahwa Anda dapat menyadari bahwa perbuatan yang anda lakukan adalah salah dan Anda belum masuk terlalu jauh dalam dosa ini. Menurut saya, kalau anda mempunyai ketertarikan terhadap teman Anda sesama jenis dan bahkan telah sampai tidur bersama walaupun tidak melakukan hal-hal yang terlalu jauh, maka alangkah bijaksananya kalau Anda untuk sementara tidak perlu berhubungan dengannya. Prinsipnya, kita harus mengetahui kelemahan kita dan setelah menyadarinya dan ingin memperbaiki, maka kita harus menghindari kesempatan berbuat dosa. Kalau seseorang ingin sembuh dari mabuk-mabukan, maka hal yang harus dia lakukan adalah menghindari teman-teman yang mengajaknya minum dan menghindari tempat-tempat yang… Read more »

Dean
Guest
Dean

EMMANUEL. Ibu Inggrid, saya seorang pria umur 22 tahun. Saya tidak akan sanggup menceritakan bagaimana siksaan batin yang saya rasakan saat ini. Mendapati diri sebagai seorang gay. Mungkin, kalau saya tidak dekat dengan Tuhan, saya pasti tidak akan se-tersiksa ini. Maksud saya, jika saya tidak takut Tuhan dan dosa, saya pasti bisa mengeksplor ke ‘gay’an saya tanpa peduli apa pun. But, here I am, with God and my illness. Tidak ada masalah dengan keluarga saya. Saya lahir di keluarga katolik yang taat dan penuh cinta kasih. Ayah, Ibu adalah orang yang aktif di gereja, terlebih saya. Sejak SMP, saya sudah… Read more »

Yohanes Dwi Harsanto, Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto, Pr

Salam Dean, Saya mendoakan Anda. “Ya Allah, lakukanlah kehendakMu sebagai yang terbaik bagi Dean”. Syukur kepada Allah atas kejujuran Anda. Dalam keadaan seperti sekarang, yang terpenting ialah pengharapan. Harapan bahwa kesembuhan itu ada. Harapan bahwa pengalaman terluka oleh perkosaan di masa lalu itu sembuh total. Harapan karena Allah tetap mengasihi dan karena Bunda Gereja tidak pernah mengecam Anda karena keadaan ini. Entah hetero, entah homo, entah kita bisa mengalami kasih Allah pada saat-Nya. Percayalah bahwa Makhluk hanya bisa dipuaskan oleh Khalik dan karenanya makhluk bisa berakhlak mulia. Seorang atheis pun sebenarnya mendamba Yang Ilahi dari lubuk hatinya, walaupun otaknya memaksa… Read more »

beni
Guest
beni

Pengalamanmu sama dg aku.. Kita cmn bisa berdoa mohon Kerahiman Allah..

Pendidik Pembidik (Yohanes)
Guest

Dear Dean Adikku Tuhan tidak pernah menciptakan gay/lesbi atau biseks, otak manusialah yang telah merusak kodrat alam. pada awal terjadinya saat pertama kali di dunia ini, Tuhan menciptakan Adam & Hawa, bukan adam dan hawaludin kan :) dan atau bukan juga Adamia dan Hawa kan hehehe. disitulah Tuhan sudah menjadikan manusia sebagai manusia yang hetero Awal kebejatan manusia adalah terjadi saat adanya dan mungkin sebelumnya sodom dan gomorah, cerita onan dalam kejadian 38:9 kalo ga salah pun sudah ada perbuatan sex yang disebut onani. Kalo memang Dean berkata, tidak ada masalah dalam keluarga, coba ditelaah dulu, apakah (mohon maaf) keluarga/… Read more »

ariansyah
Guest
ariansyah

Uraian yang sama yang pernah Br.Joe berikan kepada ku 5th yang lalu, hahaha aku masih teringat akan hal itu, dan ada benarnya apa yang Br.Joe katakan, sampai sekarang pun aku tidak lepas dari doa semua kawan/saudara seiman utk mengingatkan aku agar tidak kembali lagi ke dunia hitam.

Terima kasih Katolisitas, jadi kami bisa menyalurkan inspirasi nya.

Salam Kristus

Richard
Guest
Richard

Saya tidak setuju dengan pernyataan diatas. Saya gay. Sejak awal saya sangat tidak nyaman dengan perasaan saya ini, karena diskriminasi, pelecehan verbal maupun fitnah yang berulang kali saya terima, termasuk -maaf- indoktrinasi mengenai dosa. Saya justru merasakan bahwa penggolongan hal ini sebagai dosa-lah yang merupakan proses hipnosis itu. Sebagai gambaran awal, saya mengalami ketertarikan seksual ketika menginjak usia remaja. Saya dari keluarga katholik dengan 6 saudara. Orang tua kami memenuhi semua kebutuhan kasih sayang kami. Dari semua saudara saya, hanya saya lah yang gay. Jadi, saya tidak mengalami stereotipe lingkungan broken home sebagai alasan, juga bukan karena kurangnya ibu saya… Read more »

RD. Yohanes Dwi Harsanto
Guest
RD. Yohanes Dwi Harsanto

Salam Richard,

Jika kita membaca dokumen Gereja mengenai homoseksualitas, maka teranglah hakikat homoseksualitas dan bahwa Gereja mengajak umat agar tetap mengasihi saudara-saudaranya yang mengalami keadaan ini. Saya memahami kesulitan dan kegundahan Anda dan menaruh penghargaan atas upaya-upaya yang telah dan selalu Anda lakukan seperti yang Anda tuliskan, serta ketaataan Anda pada Kristus dalam ajaran GerejaNya. Doa dan berkat untuk Anda.

Salam
RD. Yohanes Dwi Harsanto

kak
Guest

Hidup bagaikan air yang mengalir di sungai kemudian mengalir ke laut pada akhirnya itulah hidup manusia dari bayi( hulu) menuju kematian(laut)…… Kisah hidup aq yang begitu gelap dalam menjalani kehidupan sebagai manusia. Aku lahir dalam sebuah kebencian dan ketakutan dalam menjalani kehidupan ini, hidup yang begitu kejam dan kelam membuat aku kurang memilki rasa kemanusiaan. Dari kecil aku tidak diberikan kasih dan cinta. Ada kalanya aku ingin melupakan masa lalu aku yang begitu kelam dan gelap. Saking gelapnya aku tidak tau apa itu kasih, cinta, pengampunan, dan persahabatan sebelum bertemu dengan sahabat aku. Aku akan memulai kisah aku ini… Aku… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X